Pos

Mini-Turnamen Ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Satukan Semangat, Tim Futsal Ormawa Fakultas Teknik Siap Berlaga di UNUSIDA CUP VI 2025

Derap langkah kebersamaan dan semangat sportivitas menggema di Lapangan Futsal Permata Tanggulangin, dalam latihan rutin dalam rangka persiapan mengikuti Turnamen Futsal Antar Fakultas Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Sabtu (28/6/2025). Tim futsal Fakultas Teknik membawa semangat ‘Kita Satu, Kita Sangar, Satukan Semangat, Salam Unity’ membawa misi untuk menjadi juara turnamen futsal tahunan UNUSIDA CUP VI 2025.

Ketua pelaksana kegiatan, Dandi Ari Setiarno menyampaikan bahwa latihan menjelang turnamen ini lebih dari sekadar latihan biasa. Akan tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, unjuk kemampuan, serta pemanasan jelang turnamen akbar UNUSIDA CUP VI.

Anggota Departemen Riset dan Advokasi Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) UNUSIDA tersebut menjelaskan bahwa pihaknya mengemas latihan rutin menjadi mini turnamen antar Ormawa FT UNUSIDA.

Latihan kali ini juga menjadi ajang pemanasan menjelang UNUSIDA CUP VI yang akan digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal UNUSIDA pada Ahad, 13 Juli 2025 mendatang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Harlah ke-11 UNUSIDA.

Dengan melibatkan seluruh organisasi mahasiswa di lingkup fakultas, yakni BEM FT, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK). Masing-masing tim mengusung semangat juang tinggi untuk menunjukkan kekompakan, strategi, dan sportivitas dalam atmosfer yang kompetitif namun tetap hangat.

“Kami sengaja membuat mini-turnamen di Fakultas Teknik. Yang tujuannya adalah membuat suasana lebih kompetitif sebelum melangkah ke turnamen yang sesungguhnya,” jelas Wakil Ketua HIMA Teknik Industri 2024 tersebut.

Di tengah gegap gempita pertandingan, suasana kekeluargaan tetap terasa kuat. Tampak sorakan semangat, tawa, hingga momen-momen dramatis di lapangan semakin mempertegas nilai persaudaraan dan loyalitas yang tumbuh di kalangan mahasiswa Fakultas Teknik. Meskipun atmosfer pertandingan begitu seru, semangat sportivitas dan kebersamaan tetap menjadi fondasi utama acara ini.

“Kita bukan sekadar bertanding, tapi membangun chemistry, solidaritas, dan semangat satu rumpun teknik. Ini adalah momen untuk menyatukan energi kita sebelum turun di ajang UNUSIDA CUP VI,” ungkapnya, Rabu (9/7/2025).

Dandi mengatakan, turnamen ini membuktikan bahwa BEM FT UNUSIDA tak hanya piawai menyelenggarakan kompetisi internal, tetapi juga mampu menciptakan ruang kolaboratif dan harmonis antarlembaga mahasiswa.

“Lebih dari sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menjadi jembatan menuju sinergi lebih besar dalam wadah kebersamaan dan semangat teknik. Dengan semangat unity dan fun futsal, Turnamen Antar Ormawa Fakultas Teknik ini menjadi langkah awal membentuk tim yang solid, kuat, dan siap berlaga di ajang manapun, baik di dalam maupun di luar kampus,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Flyer Ucapan Alifiah Annafisah, Mahasiswi PGSD UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Alifiah Annafisah, Mahasiswi PGSD UNUSIDA Raih Medali Perunggu di PORPROV IX Jawa Timur 2025

Alifiah Annafisah, mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2023, sukses mengukir prestasi membanggakan. Alifiah berhasil meraih Juara 3 (Bronze Medal) cabang olahraga Bola Tangan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan di Kabupaten Malang.

Alifiah memulai perjalanan olahraga bola tangan sejak 2023, saat usianya menginjak 18 tahun. Awalnya, ia aktif di cabang bola voli sejak kecil. Namun, karena melihat minimnya peluang untuk tampil di Porprov melalui voli, ia beralih ke bola tangan yang kala itu masih relatif baru di Sidoarjo.

“Saya melihat peluang lebih besar di bola tangan, karena masih sedikit peminat. Saya mulai latihan di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, yang menjadi klub bola tangan satu-satunya yang aktif di sana, dan kebetulan juga almamater saya,” ungkapnya, Rabu (9/7/2025).

Dengan komitmen tinggi, Alifiah aktif mengikuti latihan intensif. Seleksi tim dimulai sejak Februari 2025, dan pada Mei tim resmi terbentuk. Selama latihan, Alifiah dan rekan-rekannya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyesuaian antar pemain hingga peningkatan fisik dan teknik.

“Tantangan terbesar saat semifinal. Tim dituntut mencetak gol sebanyak mungkin, namun beberapa pemain masih kurang pengalaman dan lawan memiliki postur besar, membuat kami kesulitan membobol pertahanan,” kisahnya.

Meskipun sempat menelan pil pahit karena kalah di babak semifinal. Namun, berkat usaha kerasnya dapat berbuah manis dengan merebut tempat ketiga dalam pertandingan perebutan medali perunggu. Alifiah mengaku merasa sangat senang dan bersyukur karena pengorbanannya tak sia-sia.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Saya merasa membuang waktu saya untuk olahraga tidaklah sia-sia karena selain badan saya terasa bugar, saya juga dapat menghasilkan prestasi dari olahraga tersebut,” katanya.

Alifiah pun berpesan kepada mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk tidak minder mengikuti kompetisi dalam mengasah potensi diri. Menurutnya, dengan usaha yang maksimal dan doa dapat meraih apapun yang kita cita-citakan. Ke depan, ia menargetkan bisa lolos seleksi pra-PON dan menjadi bagian dari tim bola tangan putri Jawa Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kalau ingin hasil besar, usaha dan doa juga harus besar. Usaha tanpa doa itu sombong, doa tanpa usaha itu sia-sia,” pungkasnya. (MY)

Semarak Harlah ke-11 UNUSIDA: Lomba Tumpeng Antar Fakultas dan Mahasiswa 1

Semarak Harlah ke-11 UNUSIDA: Lomba Tumpeng Antar Fakultas dan Mahasiswa

Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-11, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Lomba Kreasi Tumpeng yang diikuti oleh seluruh bidang dan fakultas serta mahasiswa yang ada di lingkungan kampus. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 3 Juli 2025, di Masjid KH. Hasyim Asyari UNUSIDA, dan menjadi salah satu agenda puncak perayaan Harlah UNUSIDA ke-11 yang penuh dengan semangat kebersamaan dan kreativitas.

Harlah UNUSIDA Ke -11 ini mengusung tema “Bersatu dalam Tradisi, Tumbuh dalam Inovasi”, dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antar civitas akademika UNUSIDA sekaligus melestarikan warisan budaya kuliner nusantara. Masing-masing bidang dan fakultas diberi kebebasan untuk menampilkan tumpeng terbaik mereka dengan kreativitas tinggi, baik dari segi estetika, makna filosofis, maupun kekompakan tim saat penyajian.

Ibu Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M., selaku Penanggung Jawab Lomba Kreasi Tumpeng, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga ajang untuk menunjukkan sinergi dan semangat gotong royong antar unit di UNUSIDA.

“Tumpeng bukan sekadar hidangan. Ia simbol perayaan, syukur, dan kebersamaan. Lewat lomba ini, kami ingin menghadirkan semangat itu di tengah perayaan Harlah UNUSIDA ke-11. Yang menarik, setiap tim sangat antusias, bahkan sudah mempersiapkan konsep dan dekorasi jauh-jauh hari,” ujar Ayu Lucy saat ditemui di sela kegiatan.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Harlah UNUSIDA ke-11, Ibu Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menyatakan bahwa Lomba Kreasi Tumpeng ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam suasana yang menyenangkan.

“Peringatan Hari Lahir UNUSDIA tidak hanya bersifat seremonial, tapi menjadi ruang untuk membangun ikatan sosial antar warga kampus. Lewat kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai kebudayaan dan kekompakan organisasi bisa terus ditumbuhkan,” tutur Bu Laily.

Lomba ini diharapkan dapat memberikan berbagai dampak positif, baik secara internal maupun eksternal. Secara internal, acara ini memperkuat budaya kerja kolaboratif dan mempererat hubungan antar departemen serta fakultas. Secara eksternal, kegiatan ini juga menunjukkan wajah UNUSIDA sebagai kampus yang menghargai nilai-nilai lokal dan kearifan budaya.

Tidak hanya berisi perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam tentang makna simbolik tumpeng dan filosofi di balik bahan-bahan yang digunakan. Selain itu, keindahan dan keberagaman tumpeng yang dipamerkan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu undangan serta masyarakat sekitar yang turut hadir dalam rangkaian Harlah.

“Kami melihat antusiasme luar biasa dari seluruh unit yang berpartisipasi. Beberapa tumpeng yang ditampilkan sangat unik. Dengan itu menunjukkan bahwa kreativitas warga UNUSDIA sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” tambah Ayu Lucy.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan dalam setiap peringatan Harlah UNUSDIA. Bukan hanya untuk menampilkan hasil karya, tapi juga sebagai sarana ekspresi kebudayaan dan memperkuat identitas kampus,” ungkap Bu Laili.

Sebagai penutup, panitia mengumumkan pemenang lomba dan memberikan apresiasi berupa trofi serta piagam penghargaan kepada tim terbaik. Acara ditutup dengan doa bersama dan makan tumpeng secara kolektif sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 11 tahun UNUSDIA dalam dunia pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan seperti ini, UNUSDIA membuktikan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat belajar secara akademis, tetapi juga ruang tumbuhnya budaya, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap institusi.

Forsil MWCNU Se-Sidoarjo (Foto: Humas Unusida)

Forum Silaturahmi Pengurus MWCNU Se-Sidoarjo, Apresiasi Perkembangan UNUSIDA

Forum Silaturahmi bersama seluruh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan di  Kampus 2 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Jum’at (20/6/2025). Kegiatan Forsil ini merupakan agenda silaturahmi rutin yang dihadiri oleh pengurus MWCNU Se Kabupaten Sidoarjo.

Forum silaturahmi kali ini berlangsung dengan hangat dan kekeluargaan. Seluruh pengurus MWCNU Se Kabupaten Sidoarjo sangat mengapresiasi perkembangan UNUSIDA yang melesat cepat. Dengan capaian prestasi dan visi masa depan menjadikan kampus modern yang dapat diakses oleh semua kalangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zainal Abidin, menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para muassis NU dengan memperkuat pendidikan dan kaderisasi. Oleh karena itu, ia mengajak untuk menyatukan komitmen bersama untuk mendukung perkembangan UNUSIDA. Sebagai representasi PCNU hari ini dan menyiapkan kader profesional di masa depan.

“Perjuangan para pendiri NU sangat luar biasa, tidak hanya dari segi materi, tapi juga tenaga dan pikiran. Maka sudah seharusnya kita peduli pada generasi muda dengan mengenalkan NU sejak dini, melalui Banom NU, sekolah-sekolah NU, dan tentu saja melalui perguruan tinggi milik NU, yaitu UNUSIDA,” ungkapnya.

Kiai Zainal juga menyampaikan bahwa saat ini merupakan momentum kebangkitan NU. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus NU di seluruh tingkatan untuk menyatukan visi dan misi. Melalui silaturahmi kali ini, ia berharap akan memperkuat sinergi antara UNUSIDA dan struktur NU di akar rumput. Serta menjadi pijakan penting dalam membangun masa depan pendidikan NU yang lebih inklusif dan berdaya saing.

“Hari ini adalah rezimnya NU, saat yang tepat untuk berkembang. Kita harus manfaatkan fasilitas yang kita miliki untuk dakwah, pendidikan, dan penguatan organisasi,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam, menyampaikan bahwa UNUSIDA tengah merancang konsep Smart Campus dengan sistem manajemen digital. Dengan digitalisasi di setiap lini, ia mengajak mahasiswa UNUSIDA untuk memanfaatkan kemudahan akses dalam belajar dengan ikut berperan dalam kemajuan kampus.

UNUSIDA telah banyak menghadirkan banyak kemudahan akses pendidikan. Melalui kuota beasiswa yang banyak hingga pemenuhan fasilitas dan pelayanan kampus yang prima. Tak hanya itu, ia berharap keberadaan UNUSIDA dapat dirasakan oleh masyarakat nahdliyin. Dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional untuk kemaslahatan umat.

“Kami mohon dukungan MWCNU untuk menggerakkan Banom dan Ranting NU agar turut mempromosikan UNUSIDA ke masyarakat. Terlebih kami telah menyiapkan banyak beasiswa bagi kader-kader muda NU,” pungkasnya. (MY)

Benchmarking UNU NTB ke UNU Sidoarjo (Foto: Humas Unusida)

Pelajari Sistem Smart Campus, UNU NTB Benchmarking ke UNUSIDA

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Dengan mengusung semangat ‘Strategi Transformasi Perguruan Tinggi Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing’. Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama dalam mempercepat pengembangan kelembagaan, tata kelola, dan inovasi kampus berbasis potensi lokal.

Rombongan UNU NTB tiba di Kampus 2 UNUSIDA pada Kamis (20/6) siang. Adapun rombongan dari UNU NTB diantaranya Rektor Dr. Baiq Mulianah,M.Pd.I, Wakil Rektor 1 Dr. Ahmad Fauzan, S.Th., MA, Dekan Fakultas Teknik Taufiqul Hadi, S.T., M.Eng, dan lainnya.

Kegiatan benchmarking ini berlangsung hangat dengan diskusi pengembangan kerja sama dan rencana tindak lanjut. Diskusi berlangsung dinamis, mulai dari pertukaran best practice hingga kolaborasi riset dan penguatan kapasitas SDM.

Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah,M.Pd.I, mengatakan bahwa kunjungan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap visi dan arah pengembangan kampus. Ia menyebutkan, fokus utama dari benchmarking adalah diskusi strategis dan pertukaran inovasi dalam pengelolaan kampus modern yang mencakup berbagai aspek, mulai dari layanan akademik, kemahasiswaan, tata kelola keuangan, hingga sistem digitalisasi kampus.

“Kami sedang mengkaji ulang relevansi visi kami terhadap perkembangan zaman, dan banyak pembelajaran inovatif yang bisa kami bawa dari UNUSIDA ke NTB,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antarkampus NU. Ini bertujuan untuk saling menguatkan dan berkembang bersama. Ia terkesan dengan sistem smart campus yang diterapkan di UNUSIDA.

“Kami membawa tim dalam kunjungan ini untuk dapat mempelajari sistem yang telah diterapkan di UNUSIDA dari berbagai aspek. Guna meningkatkan pelayanan dan prestasi kampus agar lebih baik nantinya,” ucapnya.

Ia berharap dapat melahirkan kerja sama jangka panjang untuk meningkatkan mutu institusi masing-masing dan memperkuat jaringan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Sehingga menjadi kekuatan intelektual umat di tingkat nasional.

“Kami ingin belajar dari praktik baik yang telah diterapkan di UNU Sidoarjo. Khususnya dalam aspek digitalisasi layanan akademik dan manajemen kemahasiswaan,” ungkapnya.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan bahwa UNUSIDA telah melakukan berbagai terobosan, salah satunya pengembangan unit bisnis berbasis inkubasi kewirausahaan. Pihanya menyambut baik upaya meningkatkan mutu pengelolaan institusi dan memperkuat daya saing kampus berbasis nilai-nilai ke-NU-an.

“Kami membentuk tim pengembang yang fokus pada inovasi produk dan layanan, serta tim pemasaran yang menyasar pasar lokal dan digital. Ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk mandiri secara ekonomi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa UNUSIDA menuju transformasi menjadi smart campus. Hal ini diantaranya mencakup strategi pelayanan akademik berbasis teknologi, penguatan sistem informasi kampus sehingga dapat diakses dengan mudah. Mulai dari Sistem Informasi Manajemen (SIM), Sistem Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), perpustakaan digital, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, serta program-program pemberdayaan mahasiswa yang inovatif.

“Semua sistem di UNUSIDA sudah digital. Semua informasi yang dibutuhkan saat ini dapat mudah diakses secara real time melalui gawai atau handphone di tangan kita,” pungkasnya. (MY)

Inspiratif dan Meriah! Puncak Cak & Neng PGSD UNUSIDA 2025 Dorong Semangat Mahasiswa Berprestasi 2

Inspiratif dan Meriah! Puncak Cak & Neng PGSD UNUSIDA 2025 Dorong Semangat Mahasiswa Berprestasi

Sidoarjo, 21 Juni 2025 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Puncak Cak dan Neng PGSD 2025 pada Sabtu, 21 Juni 2025. Acara yang bertempat di Auditorium lantai 5, Kampus 2 Universitas Nahdlatul Ulama’ Sidoarjo, acara ini menjadi penutup rangkaian seleksi dan pembinaan Cak & Neng PGSD yang telah berlangsung sejak awal Juni. Mengangkat semangat kepemimpinan, kepercayaan diri, serta pelestarian budaya, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa PGSD untuk menunjukkan potensi
akademik, sosial, dan karakter unggul sebagai calon pendidik masa depan.

Puncak acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus HIMA PGSD, para peserta Cak & Neng yang telah lolos seleksi, dan para supporter untuk mendukung para finalis. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes wawasan kebangsaan, presentasi minat dan bakat, hingga penampilan seni budaya, akhirnya terpilih finalis terbaik yang memperebutkan gelar Cak & Neng PGSD 2025. Tidak hanya berfokus pada penampilan fisik atau keterampilan komunikasi, acara ini juga menekankan pada nilai kepribadian, pemikiran kritis, serta kontribusi nyata untuk kampus dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Puncak Cak & Neng PGSD 2025, menyampaikan “Kemarin sudah melewati beberapa rangkaian acara dari tahap pertama yaitu pembekalan, lalu tahap kedua seleksi, dan kini sudah berada di puncak grand final. Harapan saya kedepannya kepada Cak & Neng PGSD, semoga bisa membawa nama baik Prodi bahkan kampus menjadi lebih di kenal, menjadi pedoman bagi mahasiswa baru dan bisa berkontribusi lebih dalam acara fakultas maupun tingkat universitas.”

Sementara itu, Juri Tamu, yang merupakan guru muda dan juga alumni dari Neng PGSD memberikan apresiasi pada peserta yakni menyampaikan bahwa peserta tahun ini sangat antusias dan memiliki attitude dari etika maupun bakat yang mumpuni. Dan KAPRODI berharap kedepannya Cak & Neng PGSD terpilih bisa menjadikan role model untuk mahasiswa PGSD dan branding image sesuai dengan Visi Prodi PGSD.

Kegiatan Puncak Cak & Neng PGSD ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para peserta maupun mahasiswa PGSD secara keseluruhan. Dengan ajang ini, mahasiswa terdorong untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta membangun jejaring positif di lingkungan akademik. Selain itu, Cak & Neng yang terpilih diharapkan dapat menjadi wajah perwakilan Prodi dalam kegiatan internal maupun eksternal kampus. Di akhir acara, diumumkan pemenang Cak dan Neng PGSD 2025 yang disambut sorak gembira dari seluruh hadirin. Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan, sesi foto bersama, dan pentas seni mahasiswa yang menampilkan kolaborasi musik dan tari tradisional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HIMA PGSD UNUSIDA kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang-ruang tumbuh yang kreatif, inklusif, dan mendidik bagi seluruh mahasiswa. Dari ajang ini, semangat kolaborasi dan pengembangan diri mahasiswa PGSD semakin tumbuh kuat, sejalan dengan visi UNUSIDA dalam membentuk pendidik yang profesional dan berkarakter unggul.

Himpunan Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Workshop Accurate Dorong Mahasiswa Menuju Akuntansi Cerdas 3

Himpunan Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Workshop Accurate Dorong Mahasiswa Menuju Akuntansi Cerdas

Sidoarjo, 19 Juni 2025 — Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Workshop Accurate bertema ‘Langkah Awal Menuju Akuntansi yang Lebih Cerdas’ pada Selasa (17/6/2025), di Lantai 4 UNUSIDA. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkenalkan mahasiswa pada dunia digitalisasi akuntansi serta pemanfaatan teknologi berbasis software akuntansi dalam praktik kerja nyata.

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Himpunan Mahasiwa Program Studi Akuntansi UNUSIDA dengan PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel Sidoarjo). Dengan menghadirkan pemateri utama Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., workshop ini menyasar lebih dari 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa Prodi Akuntansi, dosen, dan pelaku UMKM binaan kampus. “Tujuan utama kegiatan ini adalah memberi bekal praktis kepada mahasiswa agar tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu menggunakan tools digital akuntansi yang saat ini telah menjadi standar di industri,” ungkap Vina Gayuh Asih, Ketua Pelaksana Workshop. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian pelatihan lanjutan yang akan mengantarkan mahasiswa menuju sertifikasi Accurate sebagai bentuk kompetensi tambahan yang diakui di dunia kerja.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj Muhafidhah Novie, S.E., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan literasi digital mahasiswa, khususnya di bidang akuntansi. “Kampus harus menjadi jembatan antara teori dan praktik. Workshop ini adalah bentuk komitmen kami dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri, terlebih di era akuntansi digital seperti saat ini,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak industri, salah satunya Telkom Indonesia yang turut hadir dan memberikan motivasi kepada mahasiswa. Ferdian Ramadhan Suria, Manager Mobile Consumer Branch Sidoarjo, menyampaikan bahwa dunia kerja saat ini sangat membutuhkan talenta muda yang melek teknologi. “Kami melihat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri harus terus diperkuat. Telkomsel Sidoarjo siap mendukung langkah UNUSIDA dalam transformasi digital, khususnya di sektor edukasi dan literasi digital mahasiswa,” ujar Ferdian.

Sesi utama workshop diisi oleh Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang merupakan praktisi sekaligus trainer resmi Accurate. Dalam materinya, ia menyampaikan pentingnya menguasai software akuntansi dalam dunia kerja modern.

“Software akuntansi seperti Accurate bukan hanya alat bantu, tapi juga menjadi core system dalam manajemen keuangan bisnis. Penguasaan software ini akan membuka banyak peluang karier, baik di perusahaan maupun sebagai konsultan keuangan independen,” paparnya. Achmad juga memandu peserta dalam praktik langsung input transaksi, pembuatan laporan keuangan, serta analisis kinerja keuangan menggunakan Accurate versi desktop dan cloud.

Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang serba digital, khususnya dalam bidang akuntansi dan keuangan. Selain itu, kegiatan ini juga ditargetkan mendorong mahasiswa untuk mengikuti ujian sertifikasi Accurate demi memperkuat daya saing lulusan. Fakultas Ekonomi UNUSIDA berencana menjadikan penguasaan software akuntansi sebagai salah satu keunggulan kompetitif lulusan Prodi Akuntansi ke depan.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tapi juga mampu melanjutkan pembelajaran secara mandiri dan aktif mengikuti program sertifikasi. Ini menjadi langkah awal menuju akuntansi yang lebih cerdas dan profesional,” tambah Vina Gayuh Asih.

Di akhir acara, panitia membagikan sertifikat kepada seluruh peserta dan menyediakan forum diskusi bersama pemateri. Mahasiswa terlihat antusias selama sesi praktik, terlebih saat mereka berhasil menyusun laporan laba rugi secara otomatis dengan Accurate.

Workshop Accurate ini menjadi bukti nyata komitmen UNUSIDA dalam menjawab tantangan zaman dan memperkuat kompetensi mahasiswa dengan pendekatan yang adaptif, aplikatif, dan kolaboratif.

BEM FKIP UNUSIDA Gelar GARASI Vol. 2 sebagai Wadah Aspirasi dan Kolaborasi 4

BEM FKIP UNUSIDA Gelar GARASI Vol. 2 sebagai Wadah Aspirasi dan Kolaborasi

Sidoarjo, 12 Juni 2025 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan bertajuk GARASI (Gapai Aspirasi) Vol. 2 pada Kamis, 12 Juni 2025. Mengangkat tema “Dari Suara Menjadi Aksi: Aspirasi untuk Perubahan,” kegiatan ini menjadi forum strategis lanjutan dari edisi pertama yang telah sukses diselenggarakan sebelumnya. Acara ini ditujukan untuk menampung suara dan gagasan mahasiswa FKIP secara terbuka, serta memperkuat peran mereka dalam proses pembangunan dan perbaikan tata kelola fakultas melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif.

GARASI Vol. 2 digelar di Aula Fakultas FKIP dan dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas, dosen, perwakilan mahasiswa dari setiap angkatan dan program studi, serta pengurus organisasi mahasiswa internal fakultas. Acara dibuka dengan sesi dialog terbuka antara mahasiswa dan pimpinan fakultas, dilanjutkan dengan pemaparan hasil aspirasi yang telah dihimpun melalui survei dan diskusi sebelumnya. Dalam forum ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhan, usulan program, serta ide-ide perbaikan layanan akademik dan non-akademik. Dialog berlangsung dinamis, disertai dengan suasana terbuka dan konstruktif yang menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kemajuan FKIP.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP UNUSIDA, Ibu Muawwinatul Laili, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa yang terus aktif menyuarakan aspirasi mereka. “GARASI bukan hanya forum penyampaian keluhan, tapi juga wadah penyampaian solusi. Mahasiswa adalah mitra strategis fakultas. Oleh karena itu, suara mereka harus dihargai dan ditindaklanjuti secara nyata,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen fakultas untuk selalu membuka ruang dialog sebagai bagian dari budaya akademik yang sehat.

Kharisma, selaku Ketua Pelaksana GARASI Vol. 2, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai media penyampaian aspirasi, tetapi juga sebagai ruang belajar mahasiswa untuk mengelola gagasan dan menyampaikannya secara terstruktur. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menyuarakan keinginan, tapi juga terlibat dalam merumuskan solusi. GARASI adalah tempat lahirnya ide-ide aksi nyata dari mahasiswa untuk mahasiswa,” kata Kharisma.

Sementara itu, Najwa, Gubernur BEM FKIP UNUSIDA, menyampaikan bahwa GARASI Vol. 2 menjadi bukti bahwa BEM FKIP konsisten memperjuangkan aspirasi mahasiswa secara inklusif dan bertanggung jawab. “Ini bukan sekadar forum tanya jawab, tapi bentuk tanggung jawab kami sebagai pengurus mahasiswa. Kami berharap setelah ini ada langkah lanjut dari fakultas untuk merealisasikan harapan-harapan yang telah disampaikan,” jelasnya.

Kegiatan GARASI Vol. 2 diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam membangun kultur akademik yang terbuka, demokratis, dan kolaboratif di lingkungan FKIP UNUSIDA. Output dari kegiatan ini akan dirangkum dalam bentuk dokumen aspirasi dan rekomendasi mahasiswa yang akan diserahkan secara resmi kepada pihak dekanat. Beberapa isu yang menjadi sorotan dalam forum ini meliputi peningkatan kualitas layanan akademik, transparansi informasi, pengembangan program pelatihan calon guru, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Setiap suara mahasiswa adalah data dan arah. Dari GARASI ini, kami ingin fakultas tidak hanya mendengar, tapi juga melangkah bersama kami,” ujar Najwa dalam penutupan acara.

Dengan penyelenggaraan GARASI Vol. 2, BEM FKIP UNUSIDA membuktikan bahwa peran mahasiswa dalam pembangunan institusi bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai aktor aktif yang memiliki visi dan kontribusi. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penandatanganan komitmen bersama antara mahasiswa dan pihak fakultas untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi demi kemajuan FKIP UNUSIDA.

Bangkitkan Aksi Pemuda Global, UKM English Club UNUSIDA Gelar Seminar Bersama Native Speaker Emory Otto di Kampoeng Sinaoe 5

Bangkitkan Aksi Pemuda Global, UKM English Club UNUSIDA Gelar Seminar Bersama Native Speaker Emory Otto di Kampoeng Sinaoe

Sidoarjo, 16 Juni 2025 — UKM English Club Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar seminar dan sesi berbagi (sharing session) bersama native speaker asal Amerika Serikat, Emory Otto, di Kampoeng Sinaoe, Sidoarjo, pada Senin, 16 Juni 2025. Acara yang bertajuk “The Power of Youth in Creating Changes through Environmental and Literacy Movements in a Global Society” ini menghadirkan perspektif global tentang peran strategis generasi muda dalam menciptakan perubahan melalui gerakan lingkungan dan literasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sekaligus memperluas wawasan lintas budaya.

Acara berlangsung di lingkungan terbuka Kampoeng Sinaoe yang asri dan edukatif, serta diikuti oleh kurang lebih 20 peserta yang terdiri dari anggota UKM ENGLISH CLUB UNUSIDA, Kegiatan dimulai pukul 08:00 dengan sambutan dari panitia UKM English Club dan tuan rumah Kampoeng Sinaoe. Emory Otto, selaku pemateri utama, menyampaikan materi dalam bahasa Inggris yang interaktif dan diselingi dengan diskusi kelompok serta praktik berbicara langsung dengan peserta. Suasana hangat, santai, namun bermakna menjadi ciri khas sepanjang seminar berlangsung.

Dalam sambutan pembuka, perwakilan Kampoeng Sinaoe, yang akrab disapa Bu Ida, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya wadah edukatif seperti ini bagi pemuda di era global. “Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari kegiatan luar biasa ini. Di Kampoeng Sinaoe, kami percaya bahwa perubahan itu dimulai dari lingkungan kecil. Dan ketika anak muda memiliki semangat, literasi, dan kesadaran terhadap lingkungan, maka dampaknya akan luar biasa,” ujarnya. Bu Ida juga menambahkan bahwa kehadiran Emory Otto sebagai volunteer internasional menjadi semangat tersendiri bagi anak-anak binaan Kampoeng Sinaoe dan peserta seminar.

Sementara itu, Emory Otto, yang merupakan relawan asal Amerika Serikat, menyampaikan bahwa dirinya sangat terkesan dengan semangat anak muda di Indonesia, khususnya para mahasiswa UNUSIDA yang aktif berdiskusi dan terbuka terhadap isu-isu global. Dalam pemaparannya, Emory menekankan bahwa anak muda saat ini adalah agen perubahan yang punya tanggung jawab sosial, bukan hanya di lingkungan terdekat tetapi juga secara global. “You don’t have to be famous or rich to change the world. You just need to start—start reading, start cleaning your street, start teaching a child to read,” katanya dengan penuh semangat. Ia mengajak peserta untuk tidak takut memulai langkah kecil karena dari situlah dampak besar bisa tercipta.

Lebih lanjut, Emory menjelaskan bahwa gerakan literasi dan pelestarian lingkungan tidak bisa dipisahkan. Literasi membuka pikiran, dan kepedulian lingkungan menjaga masa depan. Menurutnya, pemuda Indonesia memiliki potensi besar karena budaya gotong royong yang kuat bisa menjadi motor perubahan sosial. Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta antusias bertanya mengenai pengalaman Emory dalam menjadi relawan lintas negara, serta bagaimana mengatasi tantangan komunikasi lintas budaya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi para peserta, khususnya mahasiswa yang tergabung dalam UKM English Club. Melalui pertemuan dengan narasumber internasional dan isu-isu aktual, peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan lingkungan yang lebih luas.

Ketua UKM English Club, Siti Aulia, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Global Awareness Series yang akan terus digelar. “Kami ingin agar mahasiswa UNUSIDA punya pandangan global, percaya diri berkomunikasi dengan siapa saja, dan tidak tertinggal dalam isu-isu besar seperti lingkungan dan literasi,” ujarnya. Menutup sesi kegiatan, seluruh peserta diminta menuliskan satu komitmen kecil untuk memulai aksi perubahan di lingkungannya masing-masing, seperti memulai klub baca, mengadakan kegiatan daur ulang, atau mengajar anak-anak kurang mampu. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan kepada Emory Otto. Melalui sinergi antara kampus, komunitas, dan relawan internasional, UKM English Club UNUSIDA membuktikan bahwa perubahan tidak harus menunggu. Dari ruang-ruang kecil seperti Kampoeng Sinaoe, semangat besar pemuda Indonesia untuk menjadi bagian dari warga dunia yang  aktif dan peduli mulai digerakkan. Dan dari acara ini, harapannya semakin banyak pemuda yang berani melangkah, melawan ketidakpedulian dengan tindakan nyata—karena dari satu langkah kecil, masa depan bisa berubah.

Gelar Seminar Internasional, FGD dan Workshop tentang Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Perguruan Tinggi (Foto: Humas Unusida)

UNUSIDA Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta melalui Center for GEDSI bekerja sama dengan University of the West of England (UWE) Bristol, yang didukung oleh The British Council, menyelenggarakan Seminar Internasional. Kegiatan ini mengusung tema ‘Developing Inclusive Policies and Practices for Greater Accessibility in Higher Education’  yang dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (17/6/2024).

Seminar ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk komunitas dan lembaga yang berfokus pada isu disabilitas, penyandang disabilitas, pemerintah, akademisi, praktisi, aktivis, serta masyarakat umum. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, sekitar 70 peserta hadir secara langsung dan 500 lebih peserta berpartisipasi secara virtual melalui Zoom Meeting dan live kanal YouTube UNUSIDA TV.

Sejak Maret 2024, UNU Yogyakarta bekerja sama dengan UWE Bristol dan The British Council dalam program UK-Indonesia Disability Inclusion Partnership Program. Program ini bertujuan mengembangkan rekomendasi kebijakan dan praktik terbaik agar penyandang disabilitas dapat mengakses pendidikan tinggi dengan dukungan kebijakan, sistem, sarana prasarana, serta proses pembelajaran yang inklusif, memungkinkan mereka untuk mencapai potensi penuh dan menyelesaikan studi mereka.

Rektor UNUSIDA H Fatkul Anam, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut kegiatan seminar yang mengangkat isu penting tentang aksesibilitas pendidikan tinggi bagi mahasiswa disabilitas.

“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah dan menjadi kebahagiaan untuk menyambut para tamu dalam seminar ini,”  ujarnya.

Ia menyebutkan, UNUSIDA telah memberikan kuota beasiswa bagi penyandang disabilitas untuk dapat kuliah hingga lulus. Menurutnya, pendidikan harus dapat dinikmati oleh semua kalangan, seperti halnya juga bagi penyandang disabilitas.

Pendidikan inklusif saat ini tidak hanya sebuah pilihan, akan tetapi menjadi sebuah keharusan. Perguruan tinggi tidak hanya membuka akses, juga perlu mentransformasikan sistem, sikap, dan lingkungan akademik untuk mendukung akses yang setara.

“UNUSIDA setiap tahun telah menyediakan 5 kuota beasiswa disabilitas. Hal ini menjadi wujud untuk memberikan manfaat bagi sesama,” ungkapnya.

Direktur British Council Indonesia, Summer Xia, memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya seminar ini. Pihaknya menyoroti upaya bersama untuk menciptakan pendidikan tinggi yang inklusif dan dapat diakses, serta menjadi ruang untuk berbagi wawasan, mengembangkan solusi, dan mendorong pendidikan yang lebih berkeadilan bagi semua.

“Kami di British Council sangat senang mendukung kolaborasi antara UNU Yogyakarta, UNUSIDA dan University of the West of England melalui hibah Going Global Partnership,” tuturnya.

Pada seminar kali ini, juga diluncurkan secara resmi website Inclusive High Ereducation. Website ini bertujuan memberikan ruang bagi siapapun untuk mendapatkan informasi dan berdiskusi inklusifitas di dunia pendidikan tinggi tidak hanya di Indonesia dan Inggris tapi juga di seluruh dunia.

Keynote speakers seminar ini menyampaikan materi tentang pendidikan inklusif di Inggris dan Indonesia. Tariq Umar, Ph.D., dari UWE Bristol-Inggris, menegaskan bahwa praktik pendidikan inklusif dapat dimulai dengan fokus pada peningkatan kerangka hukum, dukungan kelembagaan, aksesibilitas fisik, kesadaran, dan pendanaan untuk mahasiswa penyandang disabilitas di universitas-universitas Indonesia.

“Inklusi bukanlah sekadar strategi untuk membantu orang menyesuaikan diri dengan sistem dan struktur yang ada. Ini tentang mengubah keduanya untuk menghasilkan hasil yang lebih baik bagi semua orang,” tandasnya.

Sementara itu, Plh. Rektor UNU Yogyakarta, Suhadi Cholil menambahkan, upaya peningkatan kesadaran akan disabilitas dan keberagaman agama di lingkungan kampus, dengan menerapkan program pelatihan yang melibatkan berbagai pihak mulai dari dosen hingga tenaga kependidikan.

“Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan, mereka berharap dapat mengubah pandangan masyarakat agar melihat disabilitas bukan sebagai beban, melainkan sebagai berkah yang dapat memperkaya perspektif dan pemahaman lintas agama,” paparnya.

Seminar ini dilanjutkan dengan sesi diskusi paralel bertema ‘Peluang dan Tantangan Pendidikan Inklusif di Indonesia’ dengan Pembicara terkemuka dalam diskusi ini antara lain: Dr. Ana Cristanti, M.Pd., Dr. Suhadi Cholil, M.A., Soelistiyowati, dan Kikin P. Tarigan, S.P,. M.M.

Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di UNUSIDA dihadiri oleh 15 peserta undangan. FGD ini bertujuan untuk mempekuat rekomendasi dan roadmap pengurangan kesenjangan akses pendidikan dan pengarusutamaan praktik pendidikan inklusif di Indonesia.

Seminar dan FGD ini menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan dapat diakses oleh penyandang disabilitas, serta menjadi platform untuk mengembangkan kebijakan yang lebih baik di masa depan.