Ketua UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA, M Syafi’i, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk menambah pemahaman mahasiswa terkait pentingnya keprotokoleran dalam dunia organisasi dan akademik.
Menurutnya, keprotokoleran merupakan aspek penting yang sangat menentukan kelancaran, ketertiban, serta profesionalitas sebuah kegiatan. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali keterampilan yang memadai agar mampu terlibat aktif dalam penyelenggaraan berbagai agenda resmi di masa depan.
“Workshop ini kami hadirkan sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang tata kelola acara resmi maupun nonresmi. Dalam organisasi dan akademik, keprotokoleran menjadi unsur penting yang menentukan kelancaran dan profesionalitas kegiatan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kemampuan keprotokoleran merupakan bekal penting bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi berbagai kegiatan resmi di lingkungan kampus, organisasi, maupun dunia kerja nantinya.
“Kami berharap, melalui kegiatan mahasiswa semakin percaya diri, sigap, dan profesional dalam mengelola kegiatan, sekaligus memperkuat soft skill kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim,” ungkapnya.
Sejak awal hingga akhir, suasana kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Pada sesi inti, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar keprotokoleran, peran dan fungsi protokol dalam sebuah acara, teknik penyusunan susunan acara, hingga etika pelaksanaan kegiatan resmi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertanya.
Menariknya, peserta juga diberi kesempatan melakukan simulasi keprotokoleran. Melalui praktik ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana menjalankan peran sebagai protokol yang baik, mulai dari mengatur jalannya acara, pengelolaan waktu, hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang berbagi pengalaman terkait pelaksanaan acara di organisasi masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kolaborasi kali ini. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam membangun budaya organisasi yang solid dan produktif.
Ia menekankan pentingnya untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa di bidang keprotokoleran sekaligus mendorong penerapannya dalam berbagai kegiatan organisasi maupun akademik. Ia menegaskan pentingnya pengembangan soft skills mahasiswa melalui pelaksanaan Workshop Keprotokoleran yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.
“Mahasiswa saat ini harus mampu meningkatkan keterampilan di bidang keprotokoleran dan mengaplikasikannya dalam kegiatan organisasi maupun akademik,” pungkasnya.