Pos

Rihlah Riyadloh Mahasiswa Manajemen 2023A UNUSIDA, Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan (Foto: class_mj2023)

Rihlah Riyadhah ke Makam Auliya’, Mahasiswa Manajemen 2023A UNUSIDA Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan

PASURUAN – Mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023 kelas A, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), melaksanakan kegiatan Rihlah Riyadhah ke makan auliya’ di sekitar Kota Pasuruan, Sabtu (13/12/2025) lalu. Adapun lokasi ziarah meliputi Makam KH. Abdul Hamid (Mbah Hamid) di Kota Pasuruan dan Makam Mbah Ratu Ayu di Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang dikenal sebagai ulama dan tokoh spiritual yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah dakwah Islam di Jawa Timur.

Rihlah riyadhah ini diprakarsai oleh mahasiswa Manajemen 2023 A ini sebagai bagian dari upaya penguatan nilai spiritual, refleksi diri, serta mempererat kebersamaan antar mahasiswa melalui ziarah ke makam para auliya’.

Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari dengan titik kumpul yang telah ditentukan. Panitia melakukan pengecekan kehadiran peserta serta memberikan pengarahan singkat terkait tata tertib dan teknis kegiatan. Selanjutnya, seluruh peserta berangkat menuju lokasi rihlah menggunakan odong-odong sebagai sarana transportasi. Pemilihan moda transportasi ini menghadirkan suasana yang unik, santai, dan penuh keakraban, sehingga perjalanan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keceriaan.

Sepanjang perjalanan, suasana kekeluargaan tampak begitu kuat. Seluruh mahasiswa tampak terlihat antusias, saling bercengkerama, berdiskusi ringan, serta menjaga sikap santun selama kegiatan berlangsung. Interaksi yang terjalin mencerminkan keharmonisan dan solidaritas yang baik di antara mahasiswa, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial di luar kegiatan akademik.

Setibanya di Makam Mbah Hamid Pasuruan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa, tahlil, dan tawassul yang dipimpin oleh perwakilan mahasiswa. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat, penuh ketenangan, dan rasa hormat. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makam Mbah Ratu Ayu di Bangil untuk melaksanakan rangkaian doa dan ziarah dengan tata cara yang sama.

Secara keseluruhan, kegiatan Rihlah Riyadhah ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Selain memperoleh ketenangan batin dan penguatan spiritual, para peserta juga mendapatkan pengalaman kebersamaan yang mempererat hubungan antar mahasiswa.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan,” ungkap salah satu peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Manajemen 2023A UNUSIDA tidak hanya diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ziarah dan doa, tetapi juga meneladani nilai-nilai ketawadhuan, keikhlasan, dan perjuangan para ulama. Rihlah riyadhah ini menjadi salah satu wujud nyata integrasi nilai akademik dan spiritual yang terus ditanamkan di lingkungan kampus.

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Gelar Ziarah dan Koordinasi ke Makam Auliya di Kota Pasuruan (Foto: Humas UNUSIDA)

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Gelar Ziarah ke Makam Auliya di Pasuruan

PASURUAN – Jaringan Pengelola Zakat, Infaq, dan Shadaqah (JPZIS) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan ziarah sekaligus koordinasi ke sejumlah makam ulama dan auliya di Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (2/10/2025)). Rangkaian ziarah dimulai dari Makam Syarifah Khodijah atau yang dikenal sebagai Mbah Ratu Ayu, dilanjutkan ke Makam KH Abdul Hamid (Mbah Hamid) Pasuruan, Makam Mbah Sholeh Semendi, hingga Makam Mbah Sayyid Arif Segoropuro.

Ketua JPZIS LAZISNU UNUSIDA, Fabet Ali Thoufan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk tawasul untuk memperoleh berkah doa dari para wali Allah, tetapi juga sebagai momentum mempererat silaturahmi antar pengurus.

Menurutnya, Ziarah ke makam para wali bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya spiritual dalam memperkuat ikatan hati dengan perjuangan para ulama terdahulu. Melalui ziarah, dapat mengingat jasa-jasa para waliyullah dalam menegakkan agama, menyebarkan ilmu, dan menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Ziarah ini menjadi pengingat akan perjuangan para ulama dalam menegakkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, kami juga memanfaatkannya untuk memperkuat kebersamaan dan menyusun agenda-agenda penting JPZIS ke depan,” ungkap Fabet.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditopang oleh kerja keras lahiriah, tetapi juga oleh kekuatan doa dan spiritualitas. Dengan limpahan doa dan keberkahan para kekasih Allah, menjadi ikhtiar nyata dalam pengembangan kampus, baik dalam peningkatan kualitas akademik, penguatan penelitian, maupun pengabdian masyarakat semakin dimudahkan oleh Allah SWT.

“Kami berharap melalui ziarah ini, UNUSIDA senantiasa dinaungi doa para auliya sehingga mampu berkembang menjadi kampus yang membawa manfaat luas, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga akar tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah,” harapnya.

Di tengah perjalanan, para pengurus juga melakukan koordinasi internal terkait program dan langkah strategis JPZIS LAZISNU UNUSIDA. Ia berharap, melalui doa dan teladan para auliya, program kerja yang dijalankan semakin membawa manfaat dan keberkahan bagi umat.

“Dengan demikian, ziarah bukan hanya perjalanan ruhani, melainkan juga sumber energi spiritual yang memperkuat tekad bersama dalam memajukan UNUSIDA,” pungkasnya. (MY)