UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Seminar Kesehatan Mental: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga di Tengah Krisis
SIDOARJO — Membawa misi pentingnya kesejahteraan psikologis dalam situasi darurat, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan seminar kesehatan mental bertajuk “Mental Health in Crisis Response: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga’. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/2/2026) ini dipusatkan di Aula Lantai 4 Kampus UNUSIDA dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi serta masyarakat umum.
Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA, Mochammad Fahris Fanani mengatakan, seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi.
Melalui seminar ini, ia berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan jiwa merupakan investasi jangka panjang yang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan raga, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menambahkan bahwa generasi muda saat ini dihadapkan pada berbagai dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga tekanan akademik yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya kemampuan adaptasi serta pengelolaan emosi yang baik agar tidak mudah mengalami stres berlebihan.
“Saat ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep kesehatan mental secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan strategi praktis dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi pribadi yang tangguh, empatik, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Esa Kartika Dewantari Samudra, S.Psi., M.Pd, yang menjadi narasumber mengupas berbagai tantangan kesehatan mental yang kerap muncul di masa sulit, sekaligus menekankan bahwa kesehatan jiwa memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan fisik dalam merespons permasalahan.
“Kesehatan mental bukan hanya tentang ketiadaan gangguan jiwa, tetapi bagaimana kita tetap mampu berdiri teguh dan merawat diri di tengah situasi krisis,” ungkap salah satu pemateri.
Ia juga membagikan tips praktis mengenai teknik self-care, manajemen stres, serta peran individu dalam menjadi sistem pendukung bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Selain memperoleh wawasan teoritis, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung terkait strategi mitigasi krisis dari perspektif kesehatan mental.
Salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat. “Acara ini sangat membuka mata. Saya jadi lebih paham bagaimana cara mengelola kecemasan dan tetap adaptif saat berada di bawah tekanan,” ujarnya.










