Pos

Safari Ramadhan UNUSIDA 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Safari Ramadhan UNUSIDA 2026, Wujud Kehadiran Kampus untuk Mengabdi di Tengah Masyarakat

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar kegiatan rutin Safari Ramadhan UNUSIDA 2026. Dengan semangat berkhidmah dan berkarya, kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah masjid di wilayah Sidoarjo sebagai bentuk pengabdian dan penguatan hubungan kampus dengan masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah ini.

Adapun rangkaian kegiatan berlangsung pada 24–27 Februari 2026 di beberapa lokasi, yakni Masjid Al-Huda Gebang, Masjid Al-Huda Rangkah Lor Bluru Kidul, Masjid Muttahidin Klurak Candi, serta Masjid Al-Badar Pecantingan Sekardangan, Sidoarjo. Dalam setiap titik kegiatan, UNUSIDA menghadirkan beragam program sosial dan keagamaan seperti medical checkup gratis, santunan marbot masjid, salat tarawih berjamaah, serta kuliah sembilan menit (kultum) Ramadhan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan Safari Ramadhan yang telah berjalan selama lima tahun terakhir. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata kampus dalam mengimplementasikan nilai pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan ini yang telah berjalan selama lima tahun terakhir. Safari Ramadhan menjadi ikhtiar kami untuk mendekatkan UNUSIDA di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan spiritual warga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran UNUSIDA melalui program-program sosial dan keagamaan di masjid-masjid menjadi sarana memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dan masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa, dosen, dan civitas akademika dapat terlibat langsung dalam pelayanan sosial, dakwah, dan pemberdayaan umat.

Pihaknya terus berupaya menghadirkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sehat, religius, dan berdaya. “Safari Ramadhan menjadi salah satu manifestasi nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam merawat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Safari Ramadhan UNUSIDA juga melibatkan berbagai unsur lembaga di lingkungan kampus, termasuk LAZISNU UNUSIDA, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR PMI, RSI Siti Hajar Sidoarjo dan unit-unit pendukung lainnya, sehingga kegiatan dapat berjalan secara kolaboratif dan berdampak luas. Antusiasme masyarakat di setiap lokasi kegiatan menjadi bukti bahwa program ini diterima dengan baik dan dinantikan setiap tahunnya.

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Seminar Kesehatan Mental (Foto: UKM KSR-PMI UNUSIDA/Faris)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Seminar Kesehatan Mental: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga di Tengah Krisis

SIDOARJO — Membawa misi pentingnya kesejahteraan psikologis dalam situasi darurat, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan seminar kesehatan mental bertajuk “Mental Health in Crisis Response: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga’. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/2/2026) ini dipusatkan di Aula Lantai 4 Kampus UNUSIDA dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi serta masyarakat umum.

Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA, Mochammad Fahris Fanani mengatakan, seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi.

Melalui seminar ini, ia berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan jiwa merupakan investasi jangka panjang yang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan raga, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menambahkan bahwa generasi muda saat ini dihadapkan pada berbagai dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga tekanan akademik yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya kemampuan adaptasi serta pengelolaan emosi yang baik agar tidak mudah mengalami stres berlebihan.

“Saat ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep kesehatan mental secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan strategi praktis dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi pribadi yang tangguh, empatik, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Esa Kartika Dewantari Samudra, S.Psi., M.Pd, yang menjadi narasumber mengupas berbagai tantangan kesehatan mental yang kerap muncul di masa sulit, sekaligus menekankan bahwa kesehatan jiwa memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan fisik dalam merespons permasalahan.

“Kesehatan mental bukan hanya tentang ketiadaan gangguan jiwa, tetapi bagaimana kita tetap mampu berdiri teguh dan merawat diri di tengah situasi krisis,” ungkap salah satu pemateri.

Ia juga membagikan tips praktis mengenai teknik self-care, manajemen stres, serta peran individu dalam menjadi sistem pendukung bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Selain memperoleh wawasan teoritis, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung terkait strategi mitigasi krisis dari perspektif kesehatan mental.

Salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat. “Acara ini sangat membuka mata. Saya jadi lebih paham bagaimana cara mengelola kecemasan dan tetap adaptif saat berada di bawah tekanan,” ujarnya.

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda (Foto: UKM KSR PMI UNUSIDA)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda

SIDOARJO – Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (UKM KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan di Markas PMI Kabupaten Sidoarjo, Ahad (9/11/2025) lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak relawan muda yang kompeten, bertanggung jawab, serta siap bertindak cepat dalam situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Pelatihan yang diikuti puluhan anggota aktif dan calon anggota KSR-PMI UNUSIDA tersebut menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus keterampilan praktis terkait penanganan keadaan darurat. Pertolongan pertama sering menjadi penentu keselamatan seseorang sebelum mendapat tindakan medis lanjutan. Karena itu, kehadiran relawan yang terlatih dan memahami teknik yang benar sangat dibutuhkan di berbagai situasi, terlebih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan potensi risiko kecelakaan yang tak terduga.

Sejak pagi, peserta telah memadati aula pelatihan Markas PMI Sidoarjo dengan antusiasme tinggi. Kegiatan diawali dengan pengenalan dasar mengenai prinsip-prinsip pertolongan pertama, peran relawan, hingga etika penanganan korban. Tim instruktur dari PMI Kabupaten Sidoarjo, yang dikenal berpengalaman dalam dunia medis dan penanganan kebencanaan, memberikan materi secara sistematis dan mudah dipahami, baik bagi peserta baru maupun anggota yang sudah lebih dulu bergabung. Para instruktur tidak hanya memberikan teori, namun juga menekankan pentingnya ketenangan, kecepatan, dan ketepatan dalam mengambil tindakan ketika menghadapi korban kecelakaan.

Dalam sesi teori, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai langkah awal penanganan kecelakaan, mulai dari metode pemeriksaan respons korban, teknik memanggil bantuan, hingga cara mengamankan lokasi agar proses pertolongan dapat dilakukan dengan aman. Instruksi mengenai jenis-jenis luka, penanganan pendarahan, hingga cara memberikan bantuan pada korban tidak sadarkan diri turut menjadi bagian penting dalam materi tersebut. Peserta kemudian diarahkan untuk memahami kondisi-kondisi darurat yang paling sering terjadi di lingkungan kampus, seperti cedera saat olahraga, kecelakaan ringan, hingga situasi medis mendadak yang memerlukan respons cepat.

Memasuki sesi praktik, suasana semakin dinamis. Peserta berkesempatan mempraktikkan langsung berbagai teknik pertolongan pertama yang telah dipelajari. Instruktur PMI memberikan demonstrasi terkait pembalutan luka, penanganan pendarahan, teknik memasang bidai pada anggota tubuh yang patah, hingga cara aman memindahkan korban dari lokasi kejadian. Tidak sedikit peserta yang awalnya tampak gugup, namun seiring berjalannya waktu mulai menunjukkan kepercayaan diri dalam mempraktikkan langkah-langkah tersebut bersama tim kecil masing-masing.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah simulasi kasus lapangan. Dalam simulasi ini, peserta dihadapkan pada skenario seolah-olah sedang menangani korban kecelakaan secara nyata. Mereka harus melakukan asesmen situasi, melakukan tindakan pertolongan pertama sesuai prosedur, hingga bekerja sama dalam tim untuk menyelamatkan “korban”. Suasana simulasi dibuat semirip mungkin dengan kondisi di lapangan, sehingga peserta dapat memahami pentingnya kerja cepat, komunikasi efektif, dan ketelitian saat memberikan pertolongan.

Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter relawan muda yang tanggap dan terampil. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kesiapsiagaan anggota KSR dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki potensi besar untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kebencanaan, sehingga pelatihan seperti ini menjadi landasan penting sebelum mereka terjun langsung ke lapangan.

Lebih dari sekadar memenuhi agenda tahunan, pelatihan ini juga menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas relawan. Mahasiswa yang terlatih diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat sekitar. Selain itu, keberadaan relawan KSR UNUSIDA yang kompeten dapat mendukung berbagai kegiatan kampus dan kemanusiaan, terutama dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Kegiatan pelatihan juga mendapatkan apresiasi dari pihak PMI Kabupaten Sidoarjo. Mereka menilai bahwa UNUSIDA merupakan salah satu kampus yang aktif mendukung pengembangan kompetensi pertolongan pertama bagi mahasiswa. Menurut tim instruktur PMI, semakin banyak relawan muda yang terampil, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi risiko cedera dan mempercepat penanganan keadaan darurat.

Di akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman mereka mengenai materi yang telah disampaikan. Evaluasi dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, dan uji praktik, sehingga peserta benar-benar dapat memastikan bahwa teknik yang dilakukan sudah sesuai prosedur keselamatan. Tidak sedikit peserta yang merasa bahwa pelatihan ini membuka cara pandang baru mengenai pentingnya pertolongan pertama.

Salah satu peserta menyampaikan kesan bahwa pelatihan ini membuatnya lebih percaya diri dalam menghadapi situasi darurat. “Biasanya saya bingung kalau melihat ada orang terluka, tetapi setelah pelatihan ini saya jadi tahu tindakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan UKM KSR-PMI UNUSIDA ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan dan memperluas pengalaman mereka dalam bidang kemanusiaan. Dengan bekal kemampuan teknis dan mental yang kuat, mahasiswa dapat menjadi bagian dari relawan yang sigap, berpengetahuan, dan siap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pembagian sertifikat yang menandai komitmen para peserta untuk menjadi relawan muda yang lebih siap menghadapi keadaan darurat. Ke depan, UKM KSR-PMI UNUSIDA berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan lanjutan, menjalin kerja sama dengan PMI, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat dalam bidang kebencanaan dan kesehatan.

 

Penulis: Afidatul Aliyah

Pelatihan PPGD oleh UKM MAPANUSIDA dan KSR PMI UNUSIDA (Foto: Istimewa)

Tingkatkan Kapasitas, UKM MAPANUSIDA dan KSR PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan PPGD Bersama

Dalam upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam merespons kondisi darurat medis, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) yang berkolaborasi dengan UKM Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan ini mengusung tema ‘Siap Jiwa, Tanggap Nyawa’ melalui PPGD yang dipusatkan di Ruang Auditorium Lantai 4 Kampus 2, Ahad (22/6/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari lintas organisasi, di antaranya anggota UKM MAPANUSIDA, UKM KSR PMI UNUSIDA, peserta eksternal dari HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA, DASPA atau MAPALA Universitas PGRI Delta Sidoarjo, Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (CBP-KPP) Krembung, serta mahasiswa yang memiliki minat tinggi terhadap bidang kerelawanan dan kegawatdaruratan.

Dalam sambutannya, Ketua UKM MAPANUSIDA, Mukhammad Dimas Alamsyah menyampaikan harapan dan motivasi kepada seluruh peserta. Menurutnya, kegiatan ini menjadi upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam penanganan kondisi darurat medis.

“Diharapkan peserta kegiatan ini bisa menjadi penyelamat dimanapun berada,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat belajar bagi seorang mahasiswa sepanjang hayat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar pertolongan pertama.

“Jangan lelah untuk belajar, karena dunia tidak akan pernah lelah untuk memberimu sebuah pelajaran,” tuturnya

Pelatihan ini menghadirkan seorang relawan aktif di KSR PMI Sidoarjo, Rafly Bisma Putra Widianto sebagai fasilitator yang telah berpengalaman di bidang pertolongan pertama dan manajemen bencana. Rafly sapaan akrabnya, juga tercatat sebagai anggota PSC 119 Kota Pasuruan, I.E.A. Sidoarjo, serta mahasiswa keperawatan di Politeknik Kesehatan Kerta Cendekia.

Selain itu, Rafly juga aktif sebagai pengemudi ambulans dan pengajar pertolongan pertama, ia juga memiliki pengalaman luas di bidang kerelawanan, kesehatan, hingga kegiatan edukatif seperti klub bahasa Inggris.

Dalam kesempatan tersebut, Rafly menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan mahasiswa terhadap insiden kegawatdaruratan. Sinergi antar Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dalam penyelenggaraan kegiatan ini juga memperkuat nilai solidaritas dan profesionalisme generasi muda UNUSIDA.

“Pertolongan pertama bukan hanya soal keterampilan, tapi soal kepedulian dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kritis,” katanya.

Materi pelatihan mencakup dasar-dasar Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), meliputi Penanganan pendarahan dan syok, Bantuan Hidup Dasar (BHD), dan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Pelatihan dikemas interaktif melalui penyampaian teori dan praktik langsung di bawah bimbingan tim fasilitator. Para peserta memperoleh pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam menangani situasi darurat medis secara tepat dan sigap.

Sementara itu, Ketua KSR PMI UNUSIDA, Afidatul Aliyah, menambahkan bahwa sinergi antara KSR dan MAPANUSIDA menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, kegiatan ini menjadi pijakan awal membangun generasi mahasiswa yang tangguh, tanggap, dan berdaya guna dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan.

“Melalui kolaborasi ini, kami harap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama, karena setiap detik sangat berarti dalam penyelamatan nyawa,” pungkasnya.

 

Penulis: Muchammad Waziruddin – UKM MAPANUSIDA (MY)