Kolaborasi Laboran UNUSIDA Buat Inovasi IPAL Portabel Berbasis Fotokatalis OCN/Hydrochar
SIDOARJO — Kolaborasi Laboran Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah berhasil memperoleh pendanaan Karya Inovasi Ilmiah Laboran (KILAB) 2025, sebuah program bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek). Pendanaan ini diberikan atas inovasi pengembangan IPAL Portabel dengan Pengolahan Tersier Fotokatalis OCN/Hydrochar, sebuah solusi terobosan untuk mengatasi persoalan limbah cair laboratorium skala kecil di perguruan tinggi.
Tim Laboran UNUSIDA kali ini diisi oleh Laboran kualitas lingkungan, Khilyatul Afkar, S.T., sebagai ketua tim, Mohammad Rif’an Humaidi, S.Ds., dan Maschan Yusuf Musthofa, S.T., sebagai anggota tim, serta Medya Ayunda Fitri, S.T., M.T., sebagai dosen pembimbing.
Latar Belakang: Limbah Laboratorium yang Kerap Terabaikan
Ketua tim, Khilyatul Afkar menjelaskan, inovasi ini berangkat dari limbah cair laboratorium perguruan tinggi seringkali menjadi persoalan tersendiri karena mengandung senyawa organik dan anorganik, logam berat, serta asam-basa kuat. Meski volumenya relatif kecil (kurang dari 20 liter per hari), jumlah tersebut tidak memenuhi batas minimal untuk diangkut oleh pihak ketiga sesuai regulasi.
Akibatnya, limbah kerap disimpan hingga mendekati batas 365 hari, yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan pencemaran lingkungan. Kondisi inilah yang mendorong perlunya inovasi IPAL portabel yang efektif, murah, aman, serta sesuai dengan standar lingkungan.
Oleh karena itu, melalui inovasi yang digagas laboran UNUSIDA ini akan memadukan berbagai proses pengolahan limbah, mulai dari sedimentasi, filtrasi, koagulasi–flokulasi, adsorpsi, hingga tahap lanjutan berupa fotodegradasi menggunakan fotokatalis OCN (g-C₃N₄ terdopping oksigen) yang dikompositkan dengan hydrochar dari tempurung kelapa.
Material fotokatalis ini mampu meningkatkan efektivitas degradasi polutan di bawah cahaya tampak, sehingga tidak membutuhkan sumber energi ultraviolet berintensitas tinggi. Pendekatan ini diyakini lebih ramah lingkungan sekaligus lebih efisien untuk laboratorium skala kecil.
“Inovasi ini menjadi solusi praktis bagi laboratorium untuk mengolah limbah cair secara mandiri, aman, dan sesuai standar,” ungkapnya.
Tujuan dan Metode Pelaksanaan
Proyek ini bertujuan merancang dan membangun prototipe IPAL portabel berkapasitas ±10 L per running, serta menguji efektivitasnya dalam memperbaiki kualitas limbah cair sebelum dialirkan ke badan air.
Metode pelaksanaan mencakup beberapa tahapan:
-
Desain dan fabrikasi purwarupa IPAL portabel,
-
Sintesis dan karakterisasi material fotokatalis OCN/Hydrochar,
-
Integrasi proses ke dalam prototipe IPAL,
-
Uji kinerja berdasarkan parameter pH, BOD, COD, TSS, TDS, serta kandungan logam berat seperti Hg dan Cr,
Pengujian dilakukan mengacu pada SNI serta baku mutu air limbah sesuai PERMENLH No. 5 Tahun 2014.
Dari kegiatan ini, beberapa luaran yang ditargetkan antara lain prototipe IPAL Portabel yang siap dioperasikan, material fotokatalis OCN/Hydrochar hasil sintesis, diseminasi inovasi di tingkat perguruan tinggi dan nasional, serta publikasi ilmiah dalam bentuk bunga rampai.
Menurutnya, keberhasilan memperoleh hibah KILAB 2025 ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UNUSIDA, tetapi juga menegaskan kontribusi tenaga laboratorium dalam pengembangan teknologi tepat guna yang bermanfaat langsung bagi keselamatan dan keberlanjutan laboratorium pendidikan.
“Dengan terobosan ini, kami berharap dapat menjadi role model dalam manajemen limbah laboratorium ramah lingkungan sekaligus mendorong budaya inovasi di kalangan laboran dan PLP di seluruh Indonesia,” harapnya.










