LKMM-TD Season V Fakultas Teknik, Wakil Rektor 3 UNUSIDA Apresiasi Konsistensi prestasi mahasiswa
MOJOKERTO — Komitmen penguatan kapasitas mahasiswa dalam LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA turut mendapat perhatian dari Biro Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto, Sabtu–Ahad, (07–08/2/2026).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi prestasi mahasiswa Fakultas Teknik yang setiap tahun berhasil menorehkan capaian membanggakan, khususnya dalam program-program unggulan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), serta Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pembinaan terarah dan budaya prestasi yang terus dijaga. Lebih lanjut, ia berharap LKMM-TD Season V menjadi instrumen strategis untuk memperkuat capaian melalui target luaran yang lebih terukur.
“Jangan hanya hadir secara administratif. Jadikan forum ini sebagai momentum transformasi diri. Dari sini harus lahir proposal, gagasan, dan kolaborasi yang siap bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan UNUSIDA, Machfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., menggarisbawahi pentingnya sinergi antara fakultas dan universitas dalam mendorong capaian mahasiswa agar lebih terarah dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pembinaan kemahasiswaan yang menekankan penguatan kapasitas kepemimpinan dan kompetensi mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang solid antara unit fakultas dengan institusi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang efektif. Menurutnya, ketika arah pembinaan disusun secara terpadu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman organisasi, tetapi juga memiliki peta pengembangan diri yang jelas.
“Kegiatan seperti LKMM-TD bukan sekadar agenda pembinaan rutin, melainkan fondasi strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi akademik maupun dunia profesional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan sinergi pembinaan harus terus dilakukan secara konsisten agar mahasiswa memiliki daya saing tinggi. Ia menilai bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta kesiapan karier yang matang.
Menurutnya, melalui program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu merancang arah pengembangan karier sejak dini. Hal ini penting agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang kompetisi nasional.
“Kampus akan terus mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa yang berorientasi pada prestasi dan luaran nyata. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan capaian yang terukur serta berdampak bagi institusi dan masyarakat,” pungkasnya.









