Bedah Buku “Trilogi Kartini” Semarakkan Hari Kartini 2026 di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Semarak Peringatan Hari Kartini 2026, UPT Perpustakaan UNUSIDA Gelar Bedah Buku “Trilogi Kartini”

SIDOARJO — Memperingati Hari Kartini 2026, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UNUSIDA bersama Divisi Pendidikan, Gender, dan Anak UNUSIDA berkolaborasi dengan PARI serta Yayasan Pustaka OBOR Indonesia menggelar Bedah Buku Trilogi Kartini karya Wardiman Djojonegoro pada Ahad (26/4/2026) di Hall A Lantai 5 Gedung A UNUSIDA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dilaksanakan secara hybrid.

Tiga pemateri hadir mengulas pemikiran Kartini dari perspektif literasi, pendidikan perempuan, dan relevansinya hari ini: Suherman (Pustakawan BRIN Jakarta), Dr. Tri Soesanti, Dra., M.Si (Dosen Ilmu Informasi dan Perpustakaan FISIP Unair), serta Kuswanto, S.S., M.A (Mutiara Rindang). Diskusi dipandu moderator Ani Nur Karimah, S.Hum.

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa literasi akademisi merupakan salah satu kekuatan utama dalam mendorong kemajuan Indonesia. Ia mengapresiasi semangat para peserta yang tetap hadir dan berkontribusi tanpa mengharapkan imbalan materi. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan jauh lebih besar dibandingkan kepentingan pribadi.

“Pengorbanan waktu dan tenaga yang dilakukan hari ini menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar kegiatan, melainkan bentuk cinta yang besar terhadap kemajuan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk pengalaman kerja sama dengan lembaga pendidikan dan perpustakaan. Namun, ia mengakui bahwa masih terdapat tantangan dalam memenuhi kebutuhan literasi masyarakat, terutama dalam akses dan minat baca yang belum merata.

Lebih lanjut, Dr. Hadi Ismanto menjelaskan bahwa literasi memiliki korelasi erat dengan kebahagiaan dan kemajuan suatu bangsa. Menurutnya, masyarakat yang memiliki budaya membaca yang baik cenderung lebih maju dan sejahtera.

Ia juga menyinggung pentingnya optimalisasi sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan literasi, termasuk di bidang sains dan teknologi. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai langkah nyata dalam menjawab kebutuhan pendidikan di masa depan.

Baca juga:  RATA Ke-10 UKM UNUSIDA: Momentum Penguatan Kepemimpinan Mahasiswa

“Semangat membaca itu berkorelasi dengan kebahagiaan, dan literasi berkorelasi dengan kemajuan. Inilah yang harus terus kita dorong bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 1993-1998 Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro yang turut hadir secara online melalui zoom meeting menyoroti gagasan emansipasi Kartini yang ditempuh melalui pendidikan dan kemandirian perempuan. Ia menekankan bahwa kesetaraan partisipasi laki-laki dan perempuan dalam pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial merupakan prasyarat kemajuan bangsa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum refleksi bahwa semangat Kartini tetap relevan: literasi sebagai jalan pemberdayaan, pendidikan sebagai pintu kemerdekaan, dan kolaborasi sebagai kunci keberlanjutan gerakan.

“Kartini tidak melawan dengan kekerasan, tetapi dengan gagasan. Ia mendorong perempuan agar merdeka melalui pendidikan, keterampilan hidup, dan literasi,” tuturnya.