Teguhkan Tradisi, Pacu Prestasi hingga Kancah Internasional, Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Unggul dan Adaptif 1

Teguhkan Tradisi, Pacu Prestasi hingga Kancah Internasional, Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Unggul dan Adaptif

Sidoarjo, 8 September 2026 — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) meneguhkan komitmennya untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, adaptif terhadap teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pesan tersebut disampaikan Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, M.Pd., dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memahami nilai-nilai yang menjadi fondasi UNUSIDA sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia yang semakin dinamis.

Dalam sambutannya, Dr. Hadi menegaskan bahwa tema tersebut menggambarkan arah perjalanan UNUSIDA. Modernisasi, menurutnya, tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan akar budaya dan nilai yang selama ini menjadi identitas kampus.

UNUSIDA akan terus berdiri kokoh dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, tradisi keilmuan, dan akhlakul karimah, namun pada saat yang sama harus terus bergerak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta perubahan zaman.

“Berakar pada tradisi, berlayar menuju modernisasi,” menjadi pesan penting yang diharapkan tidak hanya dipahami sebagai tema kegiatan, tetapi juga menjadi prinsip mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik.

Di hadapan mahasiswa baru, Dr. Hadi menyampaikan apresiasi karena mereka telah memilih UNUSIDA sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Menurutnya, mahasiswa baru hadir pada momentum ketika UNUSIDA terus mengalami pertumbuhan dan mencatat berbagai capaian.

Selama 12 tahun berdiri, UNUSIDA telah mengembangkan berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak harus berada di kota besar untuk dapat memberikan dampak dan memiliki daya saing.

UNUSIDA juga terus memperkuat internasionalisasi. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui program KKN internasional dengan mengirimkan mahasiswa ke Malaysia. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang dan melibatkan lebih banyak mahasiswa serta berbagai program studi.

Baca juga:  Mahasiswa Manajemen Unusida Raih Juara 2 Business Plan Competition Tingkat Nasional

“Ekonomi siap, Teknik siap, FKIP siap, FAI siap. Semua akan kita upayakan untuk internasionalisasi,” tegasnya.

Menurut Dr. Hadi, internasionalisasi menjadi salah satu langkah penting agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih luas. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman lintas budaya, membangun jejaring internasional, dan membawa nama baik UNUSIDA serta Nahdlatul Ulama di berbagai tempat.

Prestasi kemahasiswaan juga menjadi perhatian khusus. Ia mengapresiasi berbagai capaian mahasiswa UNUSIDA di tingkat internasional, termasuk pengalaman dan aktivitas mahasiswa di sejumlah negara seperti Polandia dan Turki.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki peluang yang besar untuk berkembang apabila diberikan ruang, dukungan, dan keberanian untuk mengambil kesempatan.

Tidak hanya berbicara mengenai prestasi mahasiswa, Dr. Hadi juga menyoroti pentingnya tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, kemajuan kampus tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah sistem dan template tata kelola UNUSIDA telah menjadi referensi bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama lainnya di Indonesia. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengelolaan keuangan.

UNUSIDA juga terus memperkuat akuntabilitas melalui keterlibatan Kantor Akuntan Publik (KAP). Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan universitas dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah berbagai capaian tersebut, Dr. Hadi mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan kuliah hanya sebagai jalan untuk memperoleh ijazah.

Ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengejar ilmu, pengalaman, prestasi, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi.

“Jangan hanya mengejar ijazah, tetapi kejarlah ilmu, pengalaman, prestasi, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” pesannya.

Baca juga:  KKN UNUSIDA Wujudkan Aksi Nyata untuk Dongkrak Branding UMKM Desa Sentul

Ia juga mengajak mahasiswa belajar dari para tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan hanya berdiam diri. Setiap capaian lahir dari proses panjang, kerja keras, pengabdian, dan keberanian untuk terus bergerak.

Karena itu, mahasiswa UNUSIDA diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan, organisasi, kompetisi, maupun aktivitas sosial yang dapat memperkaya pengalaman dan membentuk karakter.

Namun, aktivitas tersebut harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab akademik. Mahasiswa didorong untuk aktif berorganisasi dan membawa nama baik NU di tingkat nasional maupun internasional, tetapi tetap memiliki komitmen untuk lulus tepat waktu, profesional, dan bermutu.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa UNUSIDA ingin membentuk mahasiswa secara utuh. Kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan karakter, pengalaman, kemampuan teknologi, jejaring, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Melalui PKKMB 2026/2027, Dr. Hadi mengajak seluruh mahasiswa baru menjadikan awal perkuliahan sebagai titik tolak perjalanan menuju masa depan yang lebih besar.

Berakar kuat pada tradisi, bergerak mengikuti modernisasi, dan berani menembus batas prestasi. UNUSIDA menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari perubahan tersebut.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak