Dekan FAI UNUSIDA Saat Menyampaikan sambutan saat Pembukaan Workshop dan Pelepasan PLP dan KKN Tematik 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Gelar Workshop dan Pelepasan Mahasiswa PLP serta KKN Tematik 2026

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop dan Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Hall Lantai 5 Gedung A, Rabu (28/10/2026).

Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, menegaskan bahwa PLP dan KKN Tematik merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa, khususnya dalam mempersiapkan calon pendidik yang kompeten, profesional, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori dan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan melalui praktik langsung di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan PLP memiliki sejumlah persyaratan akademik yang harus dipenuhi mahasiswa. Salah satunya adalah kelulusan mata kuliah microteaching sebagai bekal keterampilan dasar sebelum terjun ke sekolah.

“PLP bisa dilaksanakan apabila mahasiswa telah dinyatakan lulus mata kuliah microteaching. Mata kuliah ini menjadi salah satu bekal penting agar mahasiswa siap melaksanakan praktik pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa telah memperoleh berbagai materi pendukung sejak semester awal, di antaranya teori belajar dan pembelajaran, psikologi perkembangan anak, microteaching, serta mata kuliah keahlian sesuai program studi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara nyata selama menjalani PLP.

Feri juga mengingatkan bahwa tugas seorang guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi di dalam kelas. Guru harus mampu merencanakan pembelajaran secara menyeluruh, mulai dari menyiapkan perangkat pembelajaran, menentukan metode dan model pembelajaran, hingga menyusun evaluasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Dalam praktiknya, mahasiswa juga perlu memahami perbedaan pendekatan pembelajaran untuk siswa kelas rendah, yakni kelas I hingga III, dan kelas tinggi, yakni kelas IV hingga VI. Pemahaman terhadap tahap perkembangan anak menjadi dasar untuk menentukan strategi pembelajaran yang efektif.

Baca juga:  Dosen UNUSIDA Raih Pendanaan Program Pengabdian Masyarakat BiMA 2025: Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis AI di Pesantren

Selain kesiapan akademik, Feri menekankan pentingnya kedisiplinan, etika, dan tanggung jawab selama mahasiswa menjalani praktik di sekolah mitra. Ia meminta seluruh peserta menjaga nama baik fakultas, program studi, dan universitas.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak datang terlambat, meninggalkan kelas tanpa izin, atau meninggalkan lingkungan sekolah tanpa persetujuan pihak yang berwenang.

“Jaga nama baik fakultas dan program studi kita. Jangan terlambat, jangan meninggalkan kelas saat praktik, dan jangan meninggalkan sekolah tanpa kesepakatan dengan pimpinan atau kepala sekolah,” pesannya.

Menurutnya, PLP bukan sekadar kesempatan untuk mengajar, tetapi juga menjadi sarana mengenal lingkungan sekolah secara menyeluruh. Mahasiswa diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti rapat guru, memahami program sekolah, mengamati karakter peserta didik, serta belajar menghadapi persoalan yang muncul dalam proses pembelajaran.

Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai budaya kerja guru, pengelolaan kelas, dan upaya mendampingi siswa yang mengalami kesulitan belajar.

Feri juga menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memanfaatkan waktu pelaksanaan PLP secara optimal. Kegiatan praktik tidak boleh hanya berfokus pada jumlah pertemuan mengajar, tetapi juga mencakup persiapan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan sekolah, dan refleksi terhadap pengalaman yang diperoleh.

“Jalani seluruh aktivitas PLP dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya, baik melalui praktik mengajar maupun kegiatan lain yang ada di sekolah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Feri turut mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan kebutuhan teknis sebelum berangkat ke lokasi penempatan. Mahasiswa diminta mempelajari rute perjalanan, memperkirakan waktu tempuh, serta mengantisipasi kemungkinan kemacetan agar dapat tiba tepat waktu. Kesiapan tersebut dinilai sebagai bagian dari pembentukan sikap profesional yang harus dibiasakan sejak mahasiswa menjalani praktik lapangan.

Baca juga:  Keren! Mahasiswa DKV UNUSIDA Gelar Videografi and Papercraft Exhibition

Lebih lanjut, Feri berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis di lapangan. Mahasiswa juga diharapkan dapat menunjukkan sikap disiplin, adaptif, serta mampu membangun hubungan baik dengan pihak sekolah dan masyarakat.

“Pelaksanaan PLP dan KKN Tematik menjadi bagian dari komitmen FAI UNUSIDA dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, karakter yang kuat, dan kepedulian sosial. Dengan bekal ilmu, kesiapan mental, serta semangat pengabdian, dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan masyarakat sekaligus membawa nama baik UNUSIDA,” pungkasnya.