Pos

Campus Roadshow Future Talent Hub di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor UNUSIDA Tekankan Pentingnya Kompetensi Digital Bagi Mahasiswa dalam Campus Roadshow Future Talent Hub

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menjadi tuan rumah kegiatan Campus Roadshow Future Talent Hub yang diselenggarakan pada Kamis (22/01/2026) di Hall Lt. 5 Kampus 2 UNUSIDA. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Future Talent Hub by Pijar Foundation bersama Temasek Foundation, yang bertujuan meningkatkan kompetensi industri mahasiswa di era ekonomi digital.

Kegiatan tersebut menghadirkan Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., sebagai keynote speaker, serta Titus Aldi Nata W, Curriculum & Program Lead Future Skills Pijar Foundation, sebagai pemateri utama. Acara ini diikuti dengan antusias oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Fatkul Anam menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, serta tuntutan dunia kerja global. Oleh karena itu, menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga harus kreatif, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Perguruan tinggi harus menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi abad ke-21. Salah satunya adalah penguasaan keterampilan digital dan pemahaman terhadap ekosistem industri, termasuk bidang teknologi dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Future Talent Hub menjadi sangat strategis karena program ini tidak hanya berupa pelatihan semata, melainkan sebuah ekosistem pengembangan talenta muda yang menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengasah kompetensi, serta membangun pengalaman yang menjadi bekal penting di dunia kerja.

Sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, UNUSIDA terus mendorong kolaborasi dengan mitra strategis. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga seperti Pijar Foundation merupakan kunci dalam menyiapkan generasi unggul, berdaya saing global, dan berdampak bagi bangsa dan negara.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan takut belajar hal baru dan keluar dari zona nyaman. Masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang berhenti belajar,” pesan Rektor kepada para mahasiswa.

Sementara itu, perwakilan Future Talent Hub, Titus Aldi Nata W, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari pembelajaran berbasis video, pre-test, hingga proses seleksi untuk mengikuti program internship baik secara daring maupun luring.

Pada tahun 2026, Future Talent Hub menargetkan jumlah peserta yang lebih besar dengan keterlibatan industri yang lebih luas. Mahasiswa yang terdaftar akan mendapatkan akses kelas pembelajaran, pendampingan proyek, hingga kesempatan magang selama beberapa bulan sebagai bentuk penerapan langsung kompetensi yang telah dipelajari.

“Melalui kegiatan Campus Roadshow ini, kami berharap dapat semakin banyak menjangkau kalangan mahasiswa, khususnya di kampys UNUSIDA semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan dan mampu menjadi talenta unggul yang adaptif di era digital,” pungkasnya.

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU (Foto: Humas UNUSIDA)

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU

SIDOARJO – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan kegiatan Benchmarking dan silaturahmi kelembagaan ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP) INISNU Temanggung, Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., bersama jajaran pimpinan dan perwakilan dari beberapa sektor strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyambut baik kunjungan benchmarking tersebut dan menegaskan komitmennya untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi. UNUSIDA membuka ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sistem informasi akademik dan kemahasiswaan.

“UNUSIDA sangat terbuka untuk semua pihak. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk maju secara kolektif sebagai perguruan tinggi NU, saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama berkhidmah untuk umat dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Nur Mahsun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi pimpinan UNUSIDA ke Temanggung sekitar dua minggu sebelumnya, yang kemudian melahirkan kesepakatan ide untuk saling belajar dan menguatkan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.

“Kami mendapatkan banyak kenikmatan dari silaturahmi ini. Kami yakin, dengan saling berkunjung dan berbagi pengalaman, akan banyak keberkahan, dilapangkan rezekinya, dan diberkahi usianya. Harapan kami, meskipun usia lembaga sudah tua, semangatnya tetap muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara historis, INISNU Temanggung merupakan perguruan tinggi yang telah melalui proses panjang dan beberapa kali metamorfosis. Berawal dari Fakultas Hukum Islam (FHI) UNNU tahun 1969, lalu menjadi STISNU, STAINU, hingga resmi bertransformasi menjadi INISNU Temanggung pada 15 Juni 2021 lalu. Lembaga ini didirikan oleh para tokoh NU, di antaranya almarhum KH. Abdul Hadi (Ketua PCNU Temanggung pada masanya) beserta tokoh-tokoh NU Temanggung lainnya hingga kini terus berbenah menuju penguatan tata kelola.

Menurutnya, benchmarking ke UNUSIDA memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, memperkuat silaturahmi sebagai sesama perguruan tinggi NU. Kedua, belajar secara langsung terkait pengelolaan kampus modern, khususnya dalam aspek tata kelola, pelayanan akademik, pengelolaan SDM dosen dan tenaga kependidikan, serta sistem penjaminan mutu.

“Kami ini usianya sudah tua, tetapi kami sadar masih banyak kekurangan. Karena itu kami perlu belajar, terutama dari UNUSIDA yang relatif lebih muda namun sangat progresif dalam tata kelola dan pengembangan institusi,” ungkapnya.

Tujuan ketiga, lanjut Nur Mahsun, adalah mempersiapkan INISNU Temanggung dalam proses alih bentuk ke universitas di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi NU untuk hadir memberikan solusi atas persoalan riil warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Temanggung yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, terutama tembakau.

“Ketika sektor tembakau mengalami penurunan, dampaknya sangat besar bagi ekonomi warga. Di sinilah perguruan tinggi NU harus hadir, memberi akses pendidikan S1 yang terjangkau dan relevan,” tegasnya.

Ia juga memaparkan berbagai program afirmasi yang telah dilakukan INISNU Temanggung, seperti penyediaan beasiswa NU, beasiswa untuk warga desa, serta upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan lanjutan yang saat ini masih sekitar 50 persen.

“Ke depan, INISNU berkomitmen memperluas layanan pendidikan dengan membuka fakultas-fakultas non-keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Tampak hadir, Ketua BPP UNUSIDA Drs. H. Arly Fauzi, M.H., Sekretaris BPP UNUSIDA Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., jajaran Wakil Rektor INISNU Temanggung, Dekan, Direktur Program Pascasarjana, Ketua PPMA, Ketua PUSADI, dan beberapa tenaga kependidikan.

LSDM UNUSIDA Sosialisasikan Pengajuan Lembur Digital melalui SIMPEG dan PPKPT di Kampus 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

LSDM UNUSIDA Sosialisasikan Pengajuan Lembur Digital melalui SIMPEG dan PPKPT

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Sosialisasi Pengajuan Lembur melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Tenaga Operasional yang dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Senin (15/12/2025).

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam arahannya menekankan bahwa digitalisasi sistem dan penguatan PPKPT merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesehatan organisasi perguruan tinggi.

“Pengajuan lembur ini adalah bentuk apresiasi terhadap kinerja. Dengan sistem yang transparan dan terukur, pimpinan unit dapat melakukan monitoring secara objektif dan mendorong produktivitas yang sehat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa PPKPT bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting dalam membangun ekosistem kampus yang aman dan beradab.

“Perguruan tinggi harus menjadi contoh bagi masyarakat. Dengan adanya sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang jelas, kita bisa meminimalkan kejadian yang tidak diharapkan sekaligus memastikan adanya mekanisme penanganan yang adil dan berani,” tegasnya.

Link Pengaduan Bullying dan Kekerasan Seksual di UNUSIDA Klik disini

Sementara itu, Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, menjelaskan bahwa sistem digital untuk pengajuan lembur ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola kepegawaian berbasis digital sekaligus memperkuat komitmen UNUSIDA dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Sebab, UNUSIDA saat ini telah memiliki sejumlah sistem manajemen kepegawaian yang terintegrasi secara digital.

“Di LSDM, kami sudah memiliki SIMPEG yang memuat database karyawan, dashboard kinerja, Key Performance Indicator (KPI), survei kepuasan, dan hari ini kami fokuskan pada pengajuan lembur secara digital,” jelasnya.

Menurutnya, digitalisasi pengajuan lembur dilakukan sebagai bentuk efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Selama ini, pengajuan lembur khususnya di unit teknis dan operasional masih menggunakan dokumen kertas.

“Kami melihat penggunaan kertas sebagai bentuk pemborosan. Karena itu, digitalisasi ini juga menjadi implementasi budaya 5R dan 5S di UNUSIDA, sekaligus mendukung upaya kampus dalam menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan kertas,” tambahnya.

Jeziano juga menyampaikan bahwa digitalisasi administrasi kepegawaian membuka peluang UNUSIDA untuk berpartisipasi dalam kompetisi penerapan budaya kerja 5R dan 5S tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Perguruan tinggi di Jawa Timur yang menerapkan 5R dan 5S secara konsisten masih sangat sedikit. Ini menjadi peluang sekaligus motivasi bagi UNUSIDA untuk menjadi pelopor,” ujarnya.

Selain sosialisasi SIMPEG, kegiatan ini juga membahas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Jeziano menegaskan bahwa PPKPT merupakan amanat regulasi nasional yang harus dilaksanakan secara kolektif oleh seluruh sivitas akademika.

“Tim Satgas PPKPT terdiri dari unsur SDM, kemahasiswaan, dosen, tenaga teknis, hingga mahasiswa. Tugas utamanya adalah edukasi, pencegahan, serta penanganan kasus kekerasan dan pelecehan, baik verbal maupun nonverbal,” terangnya.

Sebagai bagian dari praktik langsung, peserta sosialisasi diajak mencoba pengajuan lembur secara digital melalui SIMPEG menggunakan perangkat masing-masing. Sistem ini memungkinkan proses persetujuan dilakukan secara berjenjang oleh pimpinan unit, sehingga lebih transparan dan terdokumentasi dengan baik.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan transformasi digital, meningkatkan tata kelola kepegawaian, mendukung kelestarian lingkungan, serta menciptakan kampus yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika,” pungkasnya. (MY)

Penandatanganan MoU UNWAHA dengan UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNWAHA dan UNUSIDA Teken MoU: Perkuat Kolaborasi Digitalisasi, Publikasi, dan Prestasi Internasional

SIDOARJO — Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (3/9/2025). Penandatanganan ini menjadi rangkaian kegiatan benchmarking yang dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Nahdlatul Ulama, khususnya dalam bidang digitalisasi sistem akademik, riset dan publikasi ilmiah, serta peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkhul Anam, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi era digital dan persaingan global. Pihaknya bertekad mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional

“Di UNUSIDA, sistem informasi telah kita lakukan digitalisasi di 26 layanan penting. Hal ini tidak hanya menghemat SDM, tetapi juga membangun budaya tertib. Selain itu, dengan sistem SIPOMA 500, mahasiswa terdorong untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti capaian UNUSIDA dalam bidang riset dan publikasi. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, ia mendorong dosen agar aktif dalam penelitian dan pengabdian. Hasilnya, saat ini UNUSIDA masuk 245 besar seluruh PTN/PTS se-Indonesia untuk SINTA indeks. Tak hanya itu, UNUSIDA saat ini memiliki 15 doktor aktif, serta 24 dosen yang sedang menempuh studi lanjut.

“Target kami jelas: percepatan publikasi nasional dan internasional, pencapaian HKI, dan fokus pada prestasi mahasiswa internasional. MoU ini adalah langkah nyata untuk mempercepat pencapaian target tersebut,” tambahnya.

Output yang diharapkan dari MoU ini antara lain lahirnya program kolaboratif seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penguatan sistem digitalisasi untuk mendukung tata kelola modern.

Direktur Pascasarjana UNWAHA, Dr. H. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I., menyampaikan optimisme dalam menjadi kerja sama dengan UNUSIDA selanjutnya. Ia yakin sinergi ini akan memberi manfaat besar, tidak hanya bagi kedua kampus, tetapi juga untuk masyarakat luas.

“Kami melihat MoU ini sebagai jembatan untuk memperluas cakrawala akademik dan memperkuat kapasitas kelembagaan. UNWAHA siap berkolaborasi dengan UNUSIDA, khususnya dalam penelitian, publikasi, dan inovasi teknologi pendidikan,” ungkapnya.

MoU ini menjadi awal dari program kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. Kedua universitas sepakat menjadikan kolaborasi ini sebagai model sinergi antarperguruan tinggi berbasis nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Dengan semangat kebersamaan, UNWAHA dan UNUSIDA optimis dapat mencetak lulusan berdaya saing global, menghasilkan riset berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

UNWAHA Benchmarking di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNWAHA Benchmarking ke UNUSIDA: Sinergi Tingkatkan Digitalisasi, Riset, dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO — Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada Rabu (3/9/2025) pagi. UNWAHA tertarik untuk mempelajari praktik terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi, penguatan digitalisasi sistem akademik, serta strategi peningkatan riset dan prestasi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkhul Anam, M.Si., menyambut rombongan UNWAHA dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa benchmarking merupakan langkah penting untuk saling belajar dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi modern.

“Di UNUSIDA, kami telah melakukan digitalisasi sistem informasi di 26 titik layanan. Dengan digitalisasi ini, kami mampu menghemat sumber daya manusia sekaligus membangun budaya tertib dalam pelayanan. Tidak hanya itu, kami juga memiliki sistem SIPOMA 500 yang mendorong mahasiswa berlomba meraih prestasi akademik maupun non-akademik. Budaya kompetitif ini kami harapkan mampu mengantarkan mahasiswa unggul tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” jelasnya.

Selain digitalisasi, ia juga menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat riset dan publikasi ilmiah. Pihaknya selalu mendorong dosen maupun mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan memanfaatkan program hibah dari pemerintah.

“Kami terus mendorong dosen untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian. Saat ini UNUSIDA berada di peringkat 245 besar dari seluruh PTN/PTS di Indonesia untuk indeks SINTA. Kami memiliki 15 doktor aktif berkarya serta 24 dosen yang sedang studi lanjut. Target kami adalah percepatan publikasi nasional maupun internasional, pencapaian HKI, serta lahirnya mahasiswa berprestasi di level global,” tambahnya.

Direktur Pascasarjana UNWAHA, Dr. H. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan UNUSIDA dalam berbagi pengalaman. Menurutnya, perkembangan UNUSIDA selama ini sangat menarik perhatian oleh perguruan tinggi lainnya. Sebab, sebagai kampus yang tergolong baru berdiri mampu mengalami akselerasi yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

Benchmarking ini memberi inspirasi bagi kami di UNWAHA untuk memperkuat digitalisasi, meningkatkan kualitas penelitian, dan menciptakan atmosfer akademik yang kompetitif. Banyak hal yang bisa kami adopsi, terutama dalam pengelolaan prestasi mahasiswa dan dorongan publikasi ilmiah. Harapannya, kegiatan ini berlanjut pada kerja sama nyata yang saling menguntungkan,” ungkapnya.

Kegiatan tampak dihadiri jajaran pimpinan, dosen, dan perwakilan unit kerja strategis dari kedua belah pihak yang diwarnai diskusi interaktif. UNWAHA dan UNUSIDA berkomitmen menjalin sinergi lebih erat demi kemajuan perguruan tinggi berbasis Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.