Pos

LPPM UNUSIDA dan LPPM UNUGIRI Jalin Kerja Sama (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA dan UNUGIRI Jalin Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan benchmarking sekaligus melaksanakan penandatanganan kerja sama bersama LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, di ruang pertemuan Kampus 2 UNUSIDA, Sidoarjo, Kamis (12/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam upaya meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri agenda kerja sama kelembagaan yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan institusi.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Oleh karena itu, kemitraan strategis antarlembaga menjadi langkah penting untuk memperluas ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, hingga program pengabdian masyarakat yang lebih luas dan berdampak nyata. Sinergi antarperguruan tinggi merupakan kunci dalam menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujarnya.

Dr. Hadi Ismanto juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas tridarma tidak hanya bergantung pada sumber daya internal, tetapi juga pada jejaring kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan lain, dunia industri, maupun pemerintah. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring kerja sama strategis. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, hadir bersama jajaran tim untuk menyambut rombongan tamu Ketua LPPM UNUGIRI Bojonegoro, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., dan tim.

Elsa mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut menuturkan bahwa benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman pengelolaan lembaga, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, maupun masyarakat luas melalui program penelitian dan pengabdian yang kolaboratif.

“Mari terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanfaatan dan keberlanjutan,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi kelembagaan, pemaparan program unggulan masing-masing LPPM, serta prosesi penandatanganan nota kesepahaman sebagai simbol komitmen kerja sama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda terjalinnya kemitraan antar kedua institusi.

INISNU Temanggung Resmi Jalin Kerja Sama Strategis, Teken MoU dan MoA dengan UNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Komitmen Tumbuh Bersama, UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan INISNU Temanggung

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA). Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Benchmarking INISNU Temanggung dan penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Rabu (14/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., meneguhkan komitmen bersama untuk membangun jejaring kolaboratif yang berkelanjutan, meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, serta memperkuat kontribusi PTNU dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Pihaknya sangat menyambut positif kerja sama tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama PTNU untuk tumbuh dan maju secara kolektif. Sinergi antarperguruan tinggi NU dinilai penting dalam menjawab tantangan global pendidikan tinggi serta memperkuat peran PTNU dalam melayani umat dan bangsa.

Ia menyampaikan bahwa seluruh unit dan bagian di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Silakan berdiskusi, digali apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua bagian di UNUSIDA akan senantiasa dengan senang hati berbagi ilmunya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kerja sama. Menurutnya, pertukaran informasi tidak boleh berhenti pada forum formal semata, tetapi harus terus terjalin dalam kehidupan kelembagaan sehari-hari.

“Jangan lupa untuk saling bertukar nomor telepon, agar kita bisa terus meninjau perkembangan kedua institusi, saling berkabar, dan menyambung silaturrahmi,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan sumber daya manusia, serta pengembangan sistem penjaminan mutu internal. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjadi pertukaran praktik baik dan penguatan kapasitas kelembagaan antar-PTNU.

Pihaknya mengaku telah banyak mengantongi banyak ilmu untuk segera merealisasikan berbagai hasil pembelajaran dan benchmarking kali ini. Menurutnya, hasil tersebut akan mulai diwujudkan dalam waktu dekat dan menjadi program prioritas (PR) pada tahun pertama kepemimpinannya.

Ia menyampaikan bahwa penguatan mutu layanan pendidikan menjadi fokus utama, khususnya melalui pemanfaatan aplikasi dan sistem digital sebagai solusi strategis dalam meningkatkan efektivitas tata kelola kampus.

“Tidak salah kami kesini, banyak ilmu dan pengalaman sudah kami kantongi. Tinggal bagaimana ini diwujudkan dalam langkah nyata. Salah satu solusinya adalah melalui penguatan sistem aplikasi, karena mau tidak mau perguruan tinggi hari ini harus berdiri di atas sistem yang kuat dan terukur,” terangnya.

Ia menilai bahwa kondisi keterbatasan justru harus dijadikan modal untuk berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Temanggung. “Dalam manajemen modern, lembaga pendidikan itu tidak boleh statis. Salah satu indikator lembaga yang sehat adalah terus bergerak, bertransformasi, dan belajar,” pungkasnya. (MY)

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU (Foto: Humas UNUSIDA)

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU

SIDOARJO – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan kegiatan Benchmarking dan silaturahmi kelembagaan ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP) INISNU Temanggung, Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., bersama jajaran pimpinan dan perwakilan dari beberapa sektor strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyambut baik kunjungan benchmarking tersebut dan menegaskan komitmennya untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi. UNUSIDA membuka ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sistem informasi akademik dan kemahasiswaan.

“UNUSIDA sangat terbuka untuk semua pihak. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk maju secara kolektif sebagai perguruan tinggi NU, saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama berkhidmah untuk umat dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Nur Mahsun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi pimpinan UNUSIDA ke Temanggung sekitar dua minggu sebelumnya, yang kemudian melahirkan kesepakatan ide untuk saling belajar dan menguatkan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.

“Kami mendapatkan banyak kenikmatan dari silaturahmi ini. Kami yakin, dengan saling berkunjung dan berbagi pengalaman, akan banyak keberkahan, dilapangkan rezekinya, dan diberkahi usianya. Harapan kami, meskipun usia lembaga sudah tua, semangatnya tetap muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara historis, INISNU Temanggung merupakan perguruan tinggi yang telah melalui proses panjang dan beberapa kali metamorfosis. Berawal dari Fakultas Hukum Islam (FHI) UNNU tahun 1969, lalu menjadi STISNU, STAINU, hingga resmi bertransformasi menjadi INISNU Temanggung pada 15 Juni 2021 lalu. Lembaga ini didirikan oleh para tokoh NU, di antaranya almarhum KH. Abdul Hadi (Ketua PCNU Temanggung pada masanya) beserta tokoh-tokoh NU Temanggung lainnya hingga kini terus berbenah menuju penguatan tata kelola.

Menurutnya, benchmarking ke UNUSIDA memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, memperkuat silaturahmi sebagai sesama perguruan tinggi NU. Kedua, belajar secara langsung terkait pengelolaan kampus modern, khususnya dalam aspek tata kelola, pelayanan akademik, pengelolaan SDM dosen dan tenaga kependidikan, serta sistem penjaminan mutu.

“Kami ini usianya sudah tua, tetapi kami sadar masih banyak kekurangan. Karena itu kami perlu belajar, terutama dari UNUSIDA yang relatif lebih muda namun sangat progresif dalam tata kelola dan pengembangan institusi,” ungkapnya.

Tujuan ketiga, lanjut Nur Mahsun, adalah mempersiapkan INISNU Temanggung dalam proses alih bentuk ke universitas di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi NU untuk hadir memberikan solusi atas persoalan riil warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Temanggung yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, terutama tembakau.

“Ketika sektor tembakau mengalami penurunan, dampaknya sangat besar bagi ekonomi warga. Di sinilah perguruan tinggi NU harus hadir, memberi akses pendidikan S1 yang terjangkau dan relevan,” tegasnya.

Ia juga memaparkan berbagai program afirmasi yang telah dilakukan INISNU Temanggung, seperti penyediaan beasiswa NU, beasiswa untuk warga desa, serta upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan lanjutan yang saat ini masih sekitar 50 persen.

“Ke depan, INISNU berkomitmen memperluas layanan pendidikan dengan membuka fakultas-fakultas non-keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Tampak hadir, Ketua BPP UNUSIDA Drs. H. Arly Fauzi, M.H., Sekretaris BPP UNUSIDA Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., jajaran Wakil Rektor INISNU Temanggung, Dekan, Direktur Program Pascasarjana, Ketua PPMA, Ketua PUSADI, dan beberapa tenaga kependidikan.

UNWAHA Benchmarking di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNWAHA Benchmarking ke UNUSIDA: Sinergi Tingkatkan Digitalisasi, Riset, dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO — Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada Rabu (3/9/2025) pagi. UNWAHA tertarik untuk mempelajari praktik terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi, penguatan digitalisasi sistem akademik, serta strategi peningkatan riset dan prestasi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkhul Anam, M.Si., menyambut rombongan UNWAHA dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa benchmarking merupakan langkah penting untuk saling belajar dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi modern.

“Di UNUSIDA, kami telah melakukan digitalisasi sistem informasi di 26 titik layanan. Dengan digitalisasi ini, kami mampu menghemat sumber daya manusia sekaligus membangun budaya tertib dalam pelayanan. Tidak hanya itu, kami juga memiliki sistem SIPOMA 500 yang mendorong mahasiswa berlomba meraih prestasi akademik maupun non-akademik. Budaya kompetitif ini kami harapkan mampu mengantarkan mahasiswa unggul tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” jelasnya.

Selain digitalisasi, ia juga menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat riset dan publikasi ilmiah. Pihaknya selalu mendorong dosen maupun mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan memanfaatkan program hibah dari pemerintah.

“Kami terus mendorong dosen untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian. Saat ini UNUSIDA berada di peringkat 245 besar dari seluruh PTN/PTS di Indonesia untuk indeks SINTA. Kami memiliki 15 doktor aktif berkarya serta 24 dosen yang sedang studi lanjut. Target kami adalah percepatan publikasi nasional maupun internasional, pencapaian HKI, serta lahirnya mahasiswa berprestasi di level global,” tambahnya.

Direktur Pascasarjana UNWAHA, Dr. H. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan UNUSIDA dalam berbagi pengalaman. Menurutnya, perkembangan UNUSIDA selama ini sangat menarik perhatian oleh perguruan tinggi lainnya. Sebab, sebagai kampus yang tergolong baru berdiri mampu mengalami akselerasi yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

Benchmarking ini memberi inspirasi bagi kami di UNWAHA untuk memperkuat digitalisasi, meningkatkan kualitas penelitian, dan menciptakan atmosfer akademik yang kompetitif. Banyak hal yang bisa kami adopsi, terutama dalam pengelolaan prestasi mahasiswa dan dorongan publikasi ilmiah. Harapannya, kegiatan ini berlanjut pada kerja sama nyata yang saling menguntungkan,” ungkapnya.

Kegiatan tampak dihadiri jajaran pimpinan, dosen, dan perwakilan unit kerja strategis dari kedua belah pihak yang diwarnai diskusi interaktif. UNWAHA dan UNUSIDA berkomitmen menjalin sinergi lebih erat demi kemajuan perguruan tinggi berbasis Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Benchmarking ITSNU Pekalongan di UNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Benchmarking ITSNU Pekalongan ke UNU Sidoarjo: Sinergi Penguatan Tata Kelola Kelembagaan

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan benchmarking dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, Senin (21/7/2025). Kunjungan ini menjadi sarana silaturahmi dan saling belajar antar perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dalam rangka penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zainal Abidin, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting bahwa UNUSIDA harus selalu menjadi lebih maju dan terdepan dibandingkan perguruan tinggi lain di Sidoarjo. Hal ini, menurutnya, bukan hanya menjadi cita-cita, tetapi sebuah amanah yang harus diwujudkan dengan kerja nyata dan semangat khidmat.

“Menurut penelitian yang dilakukan PCNU Sidoarjo, sebanyak 67% warga Sidoarjo adalah bagian dari Nahdlatul Ulama. Maka NU harus menjadi pelopor dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. UNUSIDA sebagai lembaga pendidikan tinggi NU harus mengambil peran strategis dalam misi besar ini,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menata dan menyepakati arah gerak organisasi melalui statuta yang jelas. Berbagai organ di UNUSIDA, baik akademik maupun non-akademik harus memainkan peran secara proporsional. Dalam hal ini, Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA yang terdiri dari banyak praktisi profesional turut mengambil peran penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang kuat dan berdaya saing.

“Melalui komunikasi dan sinergi baik dari praktisi berpengalaman, dapat mampu menjadi motor penggerak pembangunan perguruan tinggi yang unggul,” katanya.

Dalam forum tersebut, turut dibahas pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara BPP, Rektorat UNUSIDA, dan seluruh stakeholder lainnya, seperti PCNU Sidoarjo, PC Muslimat NU Sidoarjo, bahkan sampai dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Prinsip musyawarah menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan strategis, dengan menjunjung tinggi kolaborasi dan pelibatan semua pihak.

“Dengan semangat khidmat dan niat untuk menyebarkan kebaikan, UNUSIDA terus melangkah untuk mewujudkan pendidikan tinggi NU yang unggul, inklusif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa,” imbuhnya.

Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam menyampaikan apresiasi atas kehadiran ITSNU Pekalongan. Ia menyebutkan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk berbagi pengalaman, termasuk sistem tata kelola kampus yang telah diterapkan dan dikembangkan selama ini.

“Kegiatan benchmarking ini sangat penting untuk saling bertukar gagasan dan praktik baik. Kami terbuka terhadap berbagai masukan demi kemajuan UNUSIDA dan siap berkontribusi lebih besar untuk NU dan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor ITSNU Pekalongan H Ali Imron juga menyampaikan kekaguman terhadap tata kelola UNUSIDA yang dinilai sudah cukup matang dan memiliki arah strategis yang jelas. Mereka berharap kunjungan ini menjadi awal dari sinergi yang lebih erat antar kampus NU di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas sambutan hangat dan kesempatan belajar yang diberikan. Kami menilai UNUSIDA telah menunjukkan kematangan dalam sistem pengelolaan yang patut dijadikan inspirasi,” ungkapnya. (MY)

Benchmarking ITSNU Kalimantan ke UNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Benchmarking ITSNU Kalimantan ke UNUSIDA: Perkuat Sistem Penjaminan Mutu dan Semangat Khidmat Akademik

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menerima kunjungan benchmarking dari sesama Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Kali ini Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Kalimantan berkunjung ke UNUSIDA dalam rangka memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Senin (14/7/2025).

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. Menurutnya, momentum benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang bertukar pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga mempererat ukhuwah dan semangat kolaboratif antar-PTNU.

Sebagai ketua Forum Rektor PTNU, ia mendorong untuk membangun kemitraan yang saling melengkapi, serta membuka ruang seluas-luasnya untuk berkembang bersama demi kemajuan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Semoga dari pertemuan ini lahir ilmu, inspirasi, dan semangat baru dalam membangun mutu perguruan tinggi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” harapnya.

Rombongan ITSNU Kalimantan dipimpin oleh Wakil Rektor 3 Dr. M. Mukhlas Roziqin, S.Si, M.A.P, C.Med, yang didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Kepala Laboratorium Terpadu, Kaprodi Teknik Lingkungan, Kepala Keuangan, dan Kepala Pusat Data.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mukhlas menyampaikan keinginan kuat untuk belajar dan menyerap praktik baik dari UNUSIDA. Menurutnya, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya ITSNU Kalimantan untuk mempelajari sistem tata kelola mutu akademik, pengembangan SDM, dan digitalisasi sistem informasi yang telah diterapkan di UNUSIDA.

“Kami datang untuk belajar. Sebab kami ada kemauan untuk mengembangkan institusi kami, tentunya harus juga disertai dengan kemampuan. Oleh karena itu, kami ingin menggali tentang digitalisasi, sistem kerja sama akademik, serta implementasi SPMI di UNUSIDA. Semoga pulang membawa ilmu baru yang bermanfaat bagi pengembangan ITSNU Kalimantan,” ujarnya.

Dr. Mukhlas menilai UNUSIDA sebagai institusi yang mampu memadukan kedisiplinan, inovasi, serta nilai-nilai spiritual dalam menjalankan aktivitas kampus. Oleh karena itu, ia dan rombongan ITSNU Kalimantan dijadwalkan akan berkunjung selama 3 hari untuk menggali berbagai aspek penting dalam pengelolaan perguruan tinggi. Mulai dari regulasi internal yang ketat dalam pengelolaan SDM, digitalisasi sistem, hingga praktik kerja sama akademik.

“Kami ingin mempelajari dari UNUSIDA bagaimana menerapkan sistem digital yang efektif, menjalin kerja sama akademik yang produktif, serta membangun semangat kerja yang berlandaskan khidmat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arly Fauzy mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menekankan pentingnya khidmat dalam menjalankan amanah sebagai civitas akademika. Ia menegaskan bahwa nama baik lembaga adalah tanggung jawab seluruh komponen kampus. Rasa cinta terhadap institusi menjadi fondasi untuk bekerja secara maksimal, menjalin kolaborasi, dan saling melengkapi.

“Tidak perlu berkecil hati, karena Allah selalu bersama niat baik dan keistiqomahan kita. Saat kita menempatkan peran Allah dalam setiap langkah, maka jalan keluar akan selalu terbuka,” ucapnya. (MY)

Benchmarking UNU NTB ke UNU Sidoarjo (Foto: Humas Unusida)

Pelajari Sistem Smart Campus, UNU NTB Benchmarking ke UNUSIDA

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Dengan mengusung semangat ‘Strategi Transformasi Perguruan Tinggi Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing’. Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama dalam mempercepat pengembangan kelembagaan, tata kelola, dan inovasi kampus berbasis potensi lokal.

Rombongan UNU NTB tiba di Kampus 2 UNUSIDA pada Kamis (20/6) siang. Adapun rombongan dari UNU NTB diantaranya Rektor Dr. Baiq Mulianah,M.Pd.I, Wakil Rektor 1 Dr. Ahmad Fauzan, S.Th., MA, Dekan Fakultas Teknik Taufiqul Hadi, S.T., M.Eng, dan lainnya.

Kegiatan benchmarking ini berlangsung hangat dengan diskusi pengembangan kerja sama dan rencana tindak lanjut. Diskusi berlangsung dinamis, mulai dari pertukaran best practice hingga kolaborasi riset dan penguatan kapasitas SDM.

Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah,M.Pd.I, mengatakan bahwa kunjungan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap visi dan arah pengembangan kampus. Ia menyebutkan, fokus utama dari benchmarking adalah diskusi strategis dan pertukaran inovasi dalam pengelolaan kampus modern yang mencakup berbagai aspek, mulai dari layanan akademik, kemahasiswaan, tata kelola keuangan, hingga sistem digitalisasi kampus.

“Kami sedang mengkaji ulang relevansi visi kami terhadap perkembangan zaman, dan banyak pembelajaran inovatif yang bisa kami bawa dari UNUSIDA ke NTB,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antarkampus NU. Ini bertujuan untuk saling menguatkan dan berkembang bersama. Ia terkesan dengan sistem smart campus yang diterapkan di UNUSIDA.

“Kami membawa tim dalam kunjungan ini untuk dapat mempelajari sistem yang telah diterapkan di UNUSIDA dari berbagai aspek. Guna meningkatkan pelayanan dan prestasi kampus agar lebih baik nantinya,” ucapnya.

Ia berharap dapat melahirkan kerja sama jangka panjang untuk meningkatkan mutu institusi masing-masing dan memperkuat jaringan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Sehingga menjadi kekuatan intelektual umat di tingkat nasional.

“Kami ingin belajar dari praktik baik yang telah diterapkan di UNU Sidoarjo. Khususnya dalam aspek digitalisasi layanan akademik dan manajemen kemahasiswaan,” ungkapnya.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan bahwa UNUSIDA telah melakukan berbagai terobosan, salah satunya pengembangan unit bisnis berbasis inkubasi kewirausahaan. Pihanya menyambut baik upaya meningkatkan mutu pengelolaan institusi dan memperkuat daya saing kampus berbasis nilai-nilai ke-NU-an.

“Kami membentuk tim pengembang yang fokus pada inovasi produk dan layanan, serta tim pemasaran yang menyasar pasar lokal dan digital. Ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk mandiri secara ekonomi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa UNUSIDA menuju transformasi menjadi smart campus. Hal ini diantaranya mencakup strategi pelayanan akademik berbasis teknologi, penguatan sistem informasi kampus sehingga dapat diakses dengan mudah. Mulai dari Sistem Informasi Manajemen (SIM), Sistem Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), perpustakaan digital, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, serta program-program pemberdayaan mahasiswa yang inovatif.

“Semua sistem di UNUSIDA sudah digital. Semua informasi yang dibutuhkan saat ini dapat mudah diakses secara real time melalui gawai atau handphone di tangan kita,” pungkasnya. (MY)