LKMM-TD FAI UNUSIDA di Pondok Darul Muta'alimin, Trawas, Mojokerto (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Sukses Gelar LKMM-TD, Tekankan Kepemimpinan yang Berakhlak dan Berdampak

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) bertema ‘Pemimpin Muda Berakhlaqul Karimah, Inovatif, Kolaboratif, dan Berdampak’ yang dilaksanakan di i Kampus 2 UNUSIDA dan Pondok Darul Muta’alimin, Trawas, Mojokerto, Selasa–Rabu (14–15/4/2026).

Selama dua hari, peserta mengikuti sesi materi kepemimpinan, manajemen kegiatan, komunikasi tim, serta refleksi nilai akhlak dalam kepemimpinan. Kegiatan juga menyesuaikan kondisi peserta, termasuk yang sudah bekerja dan berkeluarga.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya arah dan perencanaan yang jelas dalam pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, LKMM-TD menjadi bagian dari ikhtiar kampus menyiapkan mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

“Perguruan tinggi harus memiliki kompas yang jelas. LKMM ini bagian dari perencanaan itu, agar mahasiswa memiliki kapasitas manajerial, kemampuan komunikasi, dan kesiapan menghadapi tantangan nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai bekal interaksi global mahasiswa di masa depan.

Menurutnya, mahasiswa saat ini harus memiliki kesiapan menghadapi dunia yang semakin terhubung secara internasional. Penguasaan bahasa Inggris dinilai menjadi salah satu kompetensi penting agar lulusan mampu bersaing, berjejaring, serta beradaptasi di tingkat global.

“Mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan bahasa asing sebagai sarana komunikasi dan interaksi global,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia LKMM-TD, Ganal Arief Rahmawan, S.Psi., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini difokuskan sebagai pembekalan dasar manajemen organisasi, penguatan kemampuan problem solving, serta keterampilan mengelola diri dan tim.

Ia menyampaikan, LKMM-TD dirancang sebagai fondasi dalam membangun kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, kegiatan juga menjadi ruang belajar bersama melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga simulasi yang aplikatif.

“Melalui LKMM-TD ini, kami berharap akan lahir pemimpin muda dari FAI UNUSIDA yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga berakhlak, adaptif, dan mampu berkolaborasi memberi dampak di lingkungan organisasi maupun masyarakat,” pungkasnya.

Pembekalan dan Pelepasan PLP PIAUD FAI UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

PIAUD UNUSIDA Lepas Peserta PLP Perdana, Siap Memberi Dampak di Sekolah

SIDOARJO — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersiap menjalani Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) perdana di sejumlah sekolah mitra. Sejumlah mahasiswa telah diberikan bekal dan secara resmi dilepas pada Senin (13/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., mengapresiasi kesiapan Prodi PIAUD dalam menyiapkan PLP perdana ini melalui perencanaan yang terstruktur.

“Menjadi pendidik anak usia dini membutuhkan fondasi karakter yang kuat. Pengalaman praktik ini penting agar mahasiswa siap menghadapi tantangan nyata di lapangan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Ia berharap, setelah PLP perdana ini, mahasiswa PIAUD UNUSIDA tidak hanya belajar dari praktik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif di sekolah mitra melalui pembelajaran yang inspiratif dan bermakna bagi anak-anak.

“Menjadi guru anak usia dini membutuhkan fondasi karakter yang kuat. PLP ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi penguatan kualitas mahasiswa sekaligus perkembangan UNUSIDA,” ungkapnya.

Sebelum diterjunkan, mahasiswa mengikuti pembekalan yang menekankan kesiapan pedagogik, kemampuan beradaptasi, serta penguatan karakter sebagai calon pendidik. Pembekalan ini juga membahas peran guru pamong di sekolah mitra yang akan mendampingi proses belajar mahasiswa selama PLP berlangsung.

Wakil Dekan FAI UNUSIDA Shofiyatuz Zahroh, M.Pd., menyampaikan bahwa PLP bukan sekadar agenda akademik, tetapi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kelas, karakter anak, serta manajemen pembelajaran yang kreatif dan ramah anak. Menurutnya, kegiatan ini menjadi tahap awal mahasiswa terjun langsung ke lingkungan pendidikan anak usia dini dengan bekal kompetensi, etika profesi, dan semangat pengabdian.

“Mahasiswa saya harap mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perkuliahan, menjaga etika, dan membawa nama baik almamater selama berada di sekolah,” pesannya.

Ia menyebutkan bahwa mahasiswa yang mengikuti PLP telah memenuhi persyaratan akademik dan dinilai siap mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Kegiatan ini menjadi momentum peneguhan peran mahasiswa sebagai calon guru yang siap belajar dari praktik nyata, beradaptasi dengan lingkungan pendidikan, serta menghadirkan pembelajaran yang ramah, kreatif, dan bermakna bagi anak-anak. Selain pembekalan kompetensi, mahasiswa juga mendapat penguatan etika profesi dan kesiapan mental sebelum diterjunkan ke sekolah.

“Silakan kembangkan ilmu di sekolah mitra dengan bimbingan guru pamong. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan buktikan bahwa kalian calon guru yang profesional. Jaga nama baik almamater, patuhi arahan pembimbing, serta terus belajar mengembangkan diri,” pungkasnya.

UNUSIDA Fasilitasi Aktivasi Coretax dan Pelaporan SPT PPh 21 Tahunan WP OP (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Fasilitasi Aktivasi Coretax dan Pelaporan SPT PPh 21 Tahunan WP OP

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Biro Keuangan memfasilitasi kegiatan aktivasi Coretax dan pelaporan SPT PPh 21 Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini diikuti dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi serta kepatuhan pajak di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Plt. Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa pelaporan pajak merupakan kewajiban administratif yang tidak bisa dihindari oleh setiap warga negara yang memiliki NPWP, terlepas dari besar kecilnya nominal pajak yang dibayarkan.

“Ini bukan semata soal nominal, tetapi soal pelaporan. Kepatuhan administrasi menjadi bagian penting dari tata kelola yang baik, termasuk di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan kepatuhan administrasi, termasuk pelaporan pajak, dengan komitmen UNUSIDA dalam menata sistem tata kelola menuju perguruan tinggi yang unggul. Ketertiban pelaporan, audit, dan kerapian administrasi SDM dinilai menjadi unsur penting dalam proses peningkatan mutu kelembagaan.

Sementara itu, Kepala Bagian Akuntansi dan Pelaporan: Aris Firmansyah, S.E., menjelaskan bahwa mulai tahun 2026, pelaporan PPh 21 diarahkan menggunakan sistem Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak. Sistem ini dirancang untuk merekam aktivitas perpajakan wajib pajak secara lebih terintegrasi dan terdigitalisasi.

Pada masa awal penerapannya di 2025, sistem ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis seperti server dan tampilan aplikasi. Namun kini, penggunaan Coretax semakin disempurnakan dan menjadi kanal utama pelaporan pajak.

Peserta mendapatkan pendampingan langsung mulai dari proses aktivasi akun Coretax, pemutakhiran data, hingga praktik pelaporan SPT Tahunan PPh 21.

Aris menekankan bahwa lapor pajak tidak selalu berarti membayar pajak. Setidaknya terdapat tiga status pelaporan dalam SPT Tahunan:

  1. Nihil (tidak ada pajak yang harus dibayar),
  2. Kurang bayar,
  3. Lebih bayar.

Wajib pajak yang penghasilannya masih di bawah PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) tetap wajib melapor, meskipun statusnya nihil. Hal ini penting agar data perpajakan tetap tertib dan terdokumentasi dengan baik.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berkomitmen dalam membangun budaya tertib administrasi, patuh regulasi, dan melek digital di kalangan sivitas akademika. Pendampingan ini diharapkan membantu dosen dan tenaga kependidikan memahami alur baru pelaporan pajak secara benar, mudah, dan sesuai ketentuan.

“Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar UNUSIDA dalam menyiapkan ekosistem tata kelola kampus yang rapi, akuntabel, dan siap menghadapi tuntutan sistem administrasi digital di masa depan,” pungkasnya.

Altara Dea Kumala Sari, S.T., lulusan Teknik Kimia tahun 2023 (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif! Kiprah Alumni Teknik Kimia UNUSIDA Berkontribusi Nyata di Desa melalui Riset dan Perencanaan

Kiprah alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari Altara Dea Kumala Sari, S.T., alumni Program Studi Teknik Kimia tahun 2023 yang kini mengemban amanah sebagai Kaur Perencanaan di Balai Desa Kedungsumur, Krembung.

Dalam perannya sebagai perangkat desa, Dea sapaan akrabnya terlibat aktif dalam proses perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa bekal ilmu selama kuliah di UNUSIDA sangat membantunya dalam memahami permasalahan di lapangan serta merumuskan solusi yang tepat.

Menurutnya, lingkungan akademik di Fakultas Teknik UNUSIDA memiliki kultur kekeluargaan yang kuat. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa.

“Teknik UNUSIDA sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Para dosen sangat mendukung dan membimbing saya dengan sabar, sehingga saya mampu berkembang dan percaya diri menghadapi tantangan di dunia kerja,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, Dea menekankan pentingnya pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menilai bahwa penelitian tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata.

“Pengembangan riset perlu diarahkan pada permasalahan yang ada di tengah masyarakat, dengan menghadirkan solusi yang tepat, inovatif, dan bermanfaat,” tambahnya.

Selain itu, Dea mengungkapkan bahwa pengalaman selama berkuliah tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan non-akademik yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu faktor penting adalah lingkungan kampus yang mendukung mahasiswa untuk aktif dalam organisasi.

Ia tercatat pernah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari Himpunan Mahasiswa hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik. Keterlibatan tersebut, menurutnya, memberikan banyak pembelajaran berharga, khususnya dalam membangun jiwa kepemimpinan dan kemampuan problem solving.

“Lingkungan kampus sangat mendukung. Saya banyak belajar dari organisasi mahasiswa, mulai dari himpunan hingga BEM. Pengalaman itu menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan memecahkan masalah yang sangat membantu ketika terjun langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman organisasi juga melatih kemampuan komunikasi, kerja tim, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi. Hal ini menjadi bekal penting dalam menjalankan perannya saat ini, di mana ia harus berhadapan langsung dengan dinamika kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya fokus pada akademik, tetapi juga perlu aktif mengembangkan diri melalui organisasi agar lebih siap menghadapi tantangan nyata setelah lulus.

Peran yang dijalankan Dea saat ini menjadi contoh bagaimana lulusan perguruan tinggi mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil di masyarakat. Sebagai Kaur Perencanaan, ia turut berkontribusi dalam menyusun program pembangunan desa yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Ia berharap, setiap pengabdian di masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UNUSIDA lainnya bahwa peluang berkontribusi tidak hanya terbatas di dunia industri, tetapi juga terbuka luas di sektor pemerintahan dan masyarakat.

“UNUSIDA memiliki lingkungan kampus yang suportif dan kesempatan berorganisasi mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara sosial dan kepemimpinan. Mari (mahasiswa dan alumni) UNUSIDA terus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Evaluasi VMTS FE dan Visi Keilmuan Prodi Manajemen UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Evaluasi VMTS dan FGD Kurikulum, Perkuat Relevansi Lulusan dengan Dunia Kerja

SIDOARJO – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Evaluasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) serta Visi Keilmuan Program Studi Manajemen di Ruang Pertemuan Gedung B Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai stakeholder terkait.

Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kaprodi, Sekretaris serta seluruh Dosen di Prodi Manajemen atas kerja keras dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika kebutuhan dunia kerja. Kami berharap melalui FGD ini akan muncul berbagai masukan yang benar-benar relevan untuk pengembangan skill mahasiswa, sehingga output pembelajaran siap diterapkan di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masukan dari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, alumni, hingga mitra industri, menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kurikulum. Hal ini bertujuan agar lulusan Fakultas Ekonomi tidak hanya siap menjadi entrepreneur, tetapi juga mampu berkontribusi di berbagai sektor profesional.

“Semoga kolaborasi antara kampus dan mitra dapat terus berlanjut guna menciptakan lulusan yang berkualitas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya relevansi antara dunia pendidikan dan dunia kerja sebagaimana ditekankan oleh kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Perguruan tinggi tidak boleh tertutup terhadap inovasi. Harus ada pembaruan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Kompetensi mahasiswa juga harus dikembangkan secara cepat agar mampu membaca peluang dan menghadapi perubahan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran di kelas harus terhubung dengan implementasi nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa turut didorong untuk aktif memberikan masukan terhadap kurikulum yang diterapkan, guna menjaga kredibilitas institusi pendidikan di mata masyarakat.

Melalui forum ini, berbagai masukan strategis dihimpun sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum ke depan. FGD ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, organisasi mahasiswa seperti BEM Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen, alumni, hingga mitra industri.

Di antaranya Direktur Utama PT Surya Inti Aneka Pangan (SIAP) Andri Halim Gunawan, perwakilan dari PT Sekala Biru Amerta Hardiansyah,perwakilan dari PT Aliyan Jaya Perkasa Moh Viky Aliyan, CV. Mysneaker Retail Indo Zharvan Pradito Utomo. Selain itu, juga dihadiri oleh beberapa alumni, seperti Finance Supervisor PT Dream Dare Discovery Izzah Nadhifah Kirana, S.M., HRD PT Cin Rui Internasional Konstruksi Moch Tegar Pratama, S.M., Direktur CJB M Syafril Nurdiansyah, S.M.

HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Webinar Kurikulum Berbasis Cinta (Foto: Tangkapan Layar HIMA PGMI UNUSIDA)

HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Webinar Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Pendidikan Humanis dan Berkarakter

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional dengan mengusung tema ‘Mendesain Masa Depan Pendidikan melalui Kurikulum Berbasis Cinta’ yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (4/42026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, pendidik, serta peserta umum dari berbagai daerah.

Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka Maulidia, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk membuka ruang refleksi sekaligus inspirasi dalam merancang kurikulum pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berlandaskan nilai cinta, empati, dan kemanusiaan.

“Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh jajaran panitia maupun peserta yang telah antusias mengikuti kegiatan ini. Harapannya, tema yang diangkat mampu menjadi gagasan transformatif di dunia pendidikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai cinta dan empati dalam praktik pendidikan sehari-hari. “Semoga webinar ini menjadi kontribusi nyata dalam upaya membangun masa depan pendidikan yang lebih berkarakter, humanis, dan bermakna,” ungkapnya.

Memasuki sesi inti, webinar menghadirkan narasumber kompeten di bidang pendidikan, yakni Risalul Ummah, S.Pd., M.Pd. dan Moh Anang Abidin, M.Pd. Keduanya memaparkan konsep, strategi, serta contoh implementasi kurikulum berbasis cinta dalam praktik pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.

Dalam pemaparannya, Ketua Program Studi PGMI UNUSIDA, Moh. Anang Abidin menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta menekankan pada pendekatan humanis yang mengedepankan empati, kasih sayang, serta penghargaan terhadap potensi setiap individu. Menurutnya, suasana belajar yang dilandasi rasa cinta akan menciptakan lingkungan yang nyaman, inklusif, dan mendorong siswa untuk berkembang secara optimal.

“Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga proses membangun hubungan yang penuh makna antara guru dan peserta didik. Dari situlah nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh secara alami,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan sejumlah strategi implementasi, seperti pendekatan pembelajaran yang dialogis, penguatan pendidikan karakter, serta integrasi nilai-nilai spiritual dan sosial dalam setiap kegiatan belajar. Selain itu, guru juga didorong untuk menjadi teladan dalam menumbuhkan sikap peduli, toleransi, dan tanggung jawab.

Tidak hanya sebatas konsep, Moh. Anang Abidin juga memberikan contoh konkret penerapan kurikulum berbasis cinta di kelas, mulai dari pembiasaan sikap saling menghargai, penggunaan metode pembelajaran kolaboratif, hingga refleksi harian yang membantu siswa memahami nilai-nilai kehidupan.

“Melalui gagasan ini, saya yakin para pendidik mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak positif bagi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik di semua jenjang pendidikan,” jelasnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta berbagi pengalaman dalam mengelola pembelajaran di berbagai konteks pendidikan.

Secara keseluruhan, webinar berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan rencana. Tingginya partisipasi peserta menjadi indikator bahwa tema kurikulum berbasis cinta dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini yang menekankan keseimbangan antara aspek akademik dan nilai kemanusiaan.

Kolaborasi WWF Indonesia dan UKM MAPANUSIDA UNUSIDA Tanam Mangrove di Kepetingan (Foto: Humas UNUSIDA)

Kolaborasi WWF Indonesia dan Mahasiswa UNUSIDA Tanam Mangrove di Kepetingan, Perkuat Rehabilitasi Pesisir Sidoarjo

SIDOARJO – Di tengah kerentanan ekosistem pesisir terhadap tekanan lingkungan, WWF Indonesia bersama Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (MAPANUSIDA) menggelar kegiatan penanaman mangrove di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Sidoarjo, Sabtu (28/03/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan secara ilmiah, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Sejak pagi hari, mahasiswa pecinta alam yang tergabung dalam UKM MAPANUSIDA telah berkumpul di titik keberangkatan sebelum menempuh perjalanan menggunakan perahu menuju lokasi penanaman. Perjalanan tersebut memberikan gambaran nyata kondisi pesisir Sidoarjo, mulai dari kawasan tambak hingga wilayah muara yang dipengaruhi dinamika pasang surut.

Setibanya di Dusun Kepetingan, peserta disambut hamparan estuari dengan karakter tanah berlumpur dan vegetasi pesisir yang menjadi indikator penting keberhasilan rehabilitasi mangrove. Kondisi ini sekaligus menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa untuk memahami ekosistem pesisir secara langsung.

Kegiatan penanaman dilakukan secara terarah dengan memperhatikan kesesuaian jenis mangrove terhadap kondisi lingkungan setempat. Beberapa jenis seperti Avicennia, Sonneratia, dan Rhizophora ditanam mengikuti zonasi alami pesisir agar dapat tumbuh optimal dan memperkuat struktur ekosistem. Para peserta terlibat aktif mulai dari pengenalan teknik penanaman hingga praktik di lapangan dengan penuh antusiasme.

Ketua UKM MAPANUSIDA, Muhammad Reza Sujali, yang memimpin delegasi mahasiswa, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab intelektual dan sosial. “Kegiatan ini bukan hanya tentang menanam mangrove, tetapi membangun kesadaran ekologis berkelanjutan. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Mukhammad Dimas Alamsyah, selaku ketua pertama UKM MAPANUSIDA periode 2025, menilai kegiatan ini sebagai refleksi nilai dasar gerakan pecinta alam. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga lingkungan. “Menjaga alam bukan kegiatan sesaat, tetapi komitmen yang harus terus dirawat. Mangrove yang kita tanam hari ini adalah simbol harapan bahwa mahasiswa mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi antara lembaga konservasi, institusi pendidikan, dan partisipasi aktif mahasiswa menjadi kunci keberhasilan upaya rehabilitasi pesisir yang berkelanjutan.

“Setiap bibit mangrove yang ditanam menjadi simbol komitmen terhadap masa depan lingkungan yang lebih baik, sekaligus menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan keberlanjutan dalam diri setiap peserta,” pungkasnya.

FILKOM UNUSIDA Gelar Sertifikasi Cisco Networking Academy (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar Sertifikasi Cisco Networking Academy, Cetak Talenta Jaringan Berstandar Global

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kegiatan Sertifikasi Cisco Networking Academy sebagai wujud komitmen peningkatan kompetensi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di bidang teknologi jaringan.

Melalui program resmi dari Cisco Systems, para peserta dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan praktis yang mencakup dasar-dasar jaringan komputer, konfigurasi perangkat router dan switch, hingga penguatan aspek network security sesuai standar industri global.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung di laboratorium jaringan. Peserta berlatih melakukan instalasi, pengkabelan, pengalamatan IP, konfigurasi perangkat, serta simulasi pemecahan masalah jaringan (troubleshooting) yang lazim ditemui di dunia kerja.

Dekan FILKOM UNUSIDA Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bagian dari strategi fakultas dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin lulusan FILKOM UNUSIDA memiliki daya saing tinggi, tidak hanya dibekali ijazah akademik, tetapi juga sertifikasi profesional yang diakui secara internasional,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Senin (6/4/2026).

Dengan mengikuti sertifikasi Cisco Networking Academy, peserta memiliki peluang lebih besar untuk meniti karier di bidang IT Networking, Network Administrator, System Engineer, hingga Cybersecurity. Sertifikat yang diperoleh menjadi nilai tambah signifikan saat memasuki dunia kerja.

Menurutnya, kegiatan sertifikasi ini menunjukkan komitmen Fakultas dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi informasi melalui berbagai program pengembangan kompetensi mahasiswa. Pihaknya berharap sertifikasi ini dapat menjadi program berkelanjutan dan unggulan di tingkat fakultas. Program ini difokuskan pada peningkatan keterampilan mahasiswa, khususnya di bidang jaringan dan teknologi digital, agar mampu bersaing di era transformasi digital.

Dr. Arda menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat insidental, melainkan dirancang untuk dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk terus meningkatkan skill teknis, memperluas peluang karier, serta mempersiapkan diri menjadi profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak talenta digital yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa juga diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri, khususnya dalam bidang jaringan komputer. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan dunia kerja.

“Dengan adanya program ini, kami berharap dapat melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, serta siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi informasi di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

Mahasiswa FKIP UNUSIDA Mulai Jalani KKN dan PLP Internasional di 7 Sanggar Bimbingan Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa FKIP UNUSIDA Mulai Jalani KKN dan PLP Internasional di 7 Sanggar Bimbingan Malaysia

KUALA LUMPUR – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi memulai rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional melalui prosesi penyerahan di sejumlah Sanggar Bimbingan (SB) yang tersebar di beberapa wilayah Malaysia.

Prosesi penyerahan mahasiswa dilaksanakan di beberapa titik, di antaranya Sanggar Bimbingan An-Nahdloh di Tanjung Sepat, SB At Tanzil, SB Segambut, serta SB Pantai Dalam. Momentum ini menandai dimulainya aktivitas pengabdian dan praktik kependidikan mahasiswa FKIP UNUSIDA di lingkungan pendidikan nonformal bagi anak-anak Indonesia di perantauan.

Dalam sambutan penyerahan, dosen pendamping FKIP UNUSIDA, Wahyu Maulida Lestari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di Sanggar Bimbingan bukan hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi duta pendidikan dan budaya Indonesia. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan literasi, numerasi, pendampingan belajar, hingga aktivitas kreatif edukatif.

Pengelola Sanggar Bimbingan menyambut hangat kedatangan mahasiswa FKIP UNUSIDA. Mereka menilai program KKN dan PLP Internasional ini sangat membantu proses pembelajaran anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia, khususnya dalam penguatan materi dasar sekolah serta motivasi belajar.

Adapun terdapat 7 Sanggar Bimbingan yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa FKIP UNUSIDA, yaitu:

  1. SB An-Nahdloh (Tanjung Sepat)
  2. SB At Tanzil
  3. SB Ampang
  4. SB Pandan Jaya
  5. SB Sentul
  6. SB Segambut
  7. SB Pantai Dalam

Melalui sebaran lokasi ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung menghadapi karakteristik peserta didik yang beragam, kondisi sarana prasarana yang berbeda, serta tantangan pembelajaran di lingkungan komunitas pekerja migran Indonesia.

Program KKN dan PLP Internasional ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik FKIP UNUSIDA dalam konteks global. Selain mengasah keterampilan mengajar, mahasiswa juga belajar tentang empati sosial, komunikasi lintas budaya, serta pengabdian nyata kepada masyarakat Indonesia di luar negeri.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan ke depan dengan pendampingan intensif dari dosen pembimbing serta koordinasi bersama pengelola Sanggar Bimbingan di masing-masing lokasi.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa FKIP UNUSIDA mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi proses pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia,” pungkasnya.

FKIP UNUSIDA dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Teken MoA dan IA untuk KKN–PLP Internasional (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Teken MoA dan IA Bersama SIKL Malaysia, Buka Ruang Belajar Lintas Negara Bagi Mahasiswa

KUALA LUMPUR – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui FKIP resmi menjalin kerja sama internasional dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA), Jum’at (3/5/2026). Kesepakatan ini difokuskan pada pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional bagi mahasiswa FKIP.

Penandatanganan dokumen kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam penguatan jejaring global FKIP UNUSIDA, sekaligus membuka ruang pengalaman belajar lintas negara bagi mahasiswa calon pendidik. Melalui MoA dan IA tersebut, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan melaksanakan praktik kependidikan secara langsung di lingkungan sekolah Indonesia di luar negeri dengan standar internasional.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa dalam konteks pendidikan global. “Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar di kelas, tetapi juga belajar adaptasi budaya, komunikasi lintas negara, serta memahami sistem pendidikan Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Ia menyebutkan program KKN–PLP Internasional ini juga menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan UNUSIDA. Dengan pengalaman praktik di luar negeri, mahasiswa diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi serta perspektif pendidikan yang lebih luas saat kembali mengabdi di masyarakat.

” Kami berharap kerja sama internasional ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan kapasitas guru dan calon guru dalam skala internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak SIKL menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari penguatan peran sekolah Indonesia di luar negeri dalam mendukung peningkatan kualitas calon guru dari tanah air. Kehadiran mahasiswa FKIP UNUSIDA dinilai akan memberikan energi baru dalam proses pembelajaran, sekaligus menjadi ajang pertukaran pengalaman pendidikan.

Ruang lingkup kerja sama dalam IA mencakup penempatan mahasiswa KKN dan PLP, pendampingan oleh guru pamong di SIKL, supervisi akademik dari dosen pembimbing FKIP, hingga evaluasi bersama terhadap pelaksanaan program. Skema ini memastikan kegiatan berjalan terstruktur, terukur, dan memberikan dampak nyata baik bagi mahasiswa maupun pihak sekolah.