UKM MAPANUSIDA Gelar Aksi “Hiking & Planting Trees” di Gunung Bekel (Foto: UKM MAPANUSIDA)

UKM MAPANUSIDA Gelar Hiking & Planting Trees di Gunung Bekel, Gaungkan Komitmen Konservasi

MOJOKERTO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (MAPANUSIDA) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Hiking & Planting Trees Gunung Bekel dengan tema ‘Simfoni Rimba: Mendaki dalam Sunyi, Menanam untuk Esok yang Berseri, Ahad (15/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Gunung Bekel dengan ketinggian 1238 MDPL yang diakses melalui jalur Jolotundo.

Ketua UKM MAPANUSIDA, Muhammad Reza Sujali yang akrab disapa Randu, memimpin langsung rombongan menuju kaki Gunung Bekel. Ia menjelaskan Gunung Bekel dipilih sebagai ruang belajar ekologis sekaligus laboratorium lapangan bagi belasan mahasiswa pecinta alam yang turut ambil bagian.

Kegiatan Hiking & Planting Trees Gunung Bekel ini menjadi refleksi bahwa gerakan mahasiswa pecinta alam tidak berhenti pada romantisme pendakian, tetapi bertransformasi menjadi aksi konservasi yang konkret. Dalam sunyi rimba, para mahasiswa belajar tentang disiplin, solidaritas, dan tanggung jawab ekologis. Simfoni rimba yang mereka gaungkan hari itu bukan sekadar gema langkah di lereng gunung, melainkan komitmen untuk menanam harapan bagi esok yang lebih berseri.

Dalam briefing singkat sebelum pendakian dimulai, Reza menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mencapai puncak, melainkan merawat proses. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai pendakian rutin, tetapi juga sebagai pernyataan sikap generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata menanam pohon.

“Gunung bukan hanya untuk ditaklukkan, tetapi untuk dipahami. Setiap langkah adalah refleksi, dan setiap pohon yang kita tanam adalah janji untuk masa depan,” ungkapnya.

Pendakian dimulai melalui jalur Jolotundo yang dikenal memiliki kontur menanjak dengan vegetasi hutan yang masih terjaga. Langkah demi langkah ditempuh dengan ritme teratur, sesekali diiringi diskusi ringan mengenai ekosistem pegunungan dan tantangan konservasi.

Di sepanjang jalur pendakian hingga mendekati puncak, puluhan pohon buah ditanam secara bertahap oleh para peserta. Aksi ini dirancang sebagai upaya sederhana namun berkelanjutan untuk mendukung ketersediaan vegetasi produktif yang kelak dapat memberi manfaat ekologis maupun ekonomis bagi lingkungan sekitar. Tanah digali dengan penuh kesadaran, bibit ditanam dengan kehati-hatian, lalu ditutup kembali seolah menyimpan harapan dalam sunyi rimba.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mukhammad Dimas Alamsyah yang akrab disapa Ngerong, ketua pertama UKM MAPANUSIDA periode 2025. Kehadirannya menjadi simbol kesinambungan semangat organisasi dari generasi ke generasi. Dalam sela perjalanan, Dimas menyampaikan refleksinya mengenai pentingnya konsistensi gerakan pecinta alam di lingkungan kampus.

“Menjadi pecinta alam berarti siap menjaga komitmen, bukan hanya ketika ramai dibicarakan, tetapi juga ketika sunyi. Gunung Bekel hari ini mengajarkan kita bahwa kontribusi kecil yang dilakukan bersama dapat memberi dampak besar,” tuturnya.

Sesampainya di puncak Gunung Bekel 1238 MDPL, rasa lelah seketika terbayar oleh panorama alam yang terbentang luas dari ketinggian. Hamparan hijau perbukitan, siluet pegunungan di kejauhan, dan semilir angin yang berembus lembut menghadirkan pengalaman kontemplatif yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Para peserta beristirahat, menikmati bekal sederhana yang dibawa dari bawah, serta mengabadikan momen melalui sesi foto bersama dengan latar lanskap yang memukau. Kebersamaan di puncak bukan hanya tentang capaian geografis, melainkan tentang kesadaran kolektif bahwa perjalanan dan tujuan dapat berjalan seiring ketika dilandasi nilai kepedulian.

UKM METAFORA UNUSIDA Gelar Gelar Diklat “Immersion III – Unlock Your Vision” (Foto: UKM METAFORA UNUSIDA)

UKM METAFORA UNUSIDA Sukses Gelar Diklat Immersion III, Perkuat Skill Fotografi dan Videografi Mahasiswa

MOJOKERTO – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi dan Videografi METAFORA Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bertajuk Immersion III – Unlock Your Vision di Villa Wildan 1, Pacet, Mojokerto, Rabu-Kamis (11–12/2/2026).

Ketua UKM METAFORA UNUSIDA, Aubrey Evrilia, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para anggota untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus membangun identitas profesional di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif.

“Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam penguatan kapasitas anggota di bidang fotografi, videografi, sekaligus pengembangan personal branding di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan media sosial dan platform digital saat ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menampilkan karya dan membangun portofolio secara luas. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan teknis pengambilan gambar dan penyuntingan video, tetapi juga kemampuan membangun citra diri yang profesional dan konsisten.

Melalui kegiatan ini, Aubrey berharap UKM METAFORA dapat terus melahirkan insan kreatif yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi di dunia industri kreatif, khususnya dalam bidang fotografi dan videografi.

“Kami ingin anggota METAFORA tidak hanya aktif di internal kampus, tetapi juga mampu bersaing dan berkarya di tingkat yang lebih luas. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, kami berkomitmen untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang multimedia serta industri kreatif berbasis digital,” tambahnya.

Diklat Immersion III menghadirkan sejumlah pemateri profesional yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Putra Uji Deva Satrio, S.Sn., M.Sn. yang membahas penerapan komposisi dan movement kamera. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik pengambilan gambar dengan memperhatikan framing, angle, serta dinamika pergerakan kamera agar menghasilkan visual yang lebih hidup dan komunikatif.

Selanjutnya, materi tentang Personal Branding disampaikan oleh Ragil Noviyanti, M.I.Kom. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun citra diri yang kuat, konsisten, dan profesional, terutama bagi content creator dan praktisi media kreatif. Ia menekankan bahwa di era digital, identitas personal menjadi aset penting dalam membangun kepercayaan dan peluang kolaborasi.

Materi ketiga diisi oleh Arinil Haq Salsabila, S.Ds. yang mengupas dunia content creator secara komprehensif. Mulai dari proses kreatif, menjaga konsistensi produksi konten, hingga strategi menghadapi dinamika perkembangan media sosial yang terus berubah. Peserta diajak memahami bahwa kreativitas perlu dibarengi dengan manajemen konten yang matang.

Sementara itu, sesi teknis mengenai pencahayaan dan pengolahan visual dibawakan oleh Habib Maulana Syah, S.Ds. bersama Ferdy Arianto, S.Ds. Keduanya menyampaikan materi tentang pengenalan lighting dan editing untuk foto maupun video. Peserta mempelajari teknik dasar pencahayaan untuk menciptakan mood dan karakter visual, serta proses editing guna memaksimalkan kualitas karya agar tampak lebih profesional.

Seluruh rangkaian materi dalam Immersion III dikemas dengan metode praktik langsung. Pendekatan aplikatif ini memungkinkan peserta untuk langsung mengasah keterampilan serta mengimplementasikan teori yang telah dipelajari.

Sebagai penutup, kegiatan ini menghadirkan sesi sarasehan yang menjadi ruang apresiasi sekaligus evaluasi konstruktif. Dalam sesi tersebut, setiap peserta mempresentasikan karya yang telah dibuat selama diklat. Diskusi dan masukan yang diberikan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas karya serta memperkuat karakter visual masing-masing anggota.

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Industri: Kiprah Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T., Alumni Teknik Kimia Lulusan Tahun 2019 1

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Industri: Kiprah Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T., Alumni Teknik Kimia Lulusan Tahun 2019

Sidoarjo – Dunia industri menuntut ketelitian, konsistensi, dan tanggung jawab tinggi, terutama dalam bidang pengendalian mutu. Hal inilah yang kini dijalani oleh Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T., alumni Teknik Kimia angkatan 2019, yang berkarier sebagai QC-QA Laboratory Analyst di PT. Abadi Agrosindo Persada.

Perjalanan Anggun memasuki dunia kerja merupakan proses yang penuh pembelajaran. Sebagai lulusan Teknik Kimia, ia dibekali pemahaman tentang proses industri, analisis kimia, pengendalian mutu, hingga manajemen proses produksi. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tanggung jawabnya di laboratorium perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dan pengolahan hasil pertanian.

Dalam perannya sebagai QC-QA Laboratory Analyst, Anggun bertugas melakukan pengujian dan analisis terhadap bahan baku maupun produk akhir untuk memastikan kualitasnya sesuai standar perusahaan. Ia juga melakukan pencatatan dan pelaporan hasil uji secara sistematis, memastikan setiap proses berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Anggun, dunia kerja memberikan tantangan yang berbeda dibandingkan perkuliahan. Jika di bangku kuliah fokus pada pemahaman konsep dan penyelesaian tugas, maka di dunia industri setiap keputusan memiliki dampak nyata terhadap kualitas produk dan kepercayaan konsumen.

“Ketelitian menjadi hal utama. Dalam analisis laboratorium, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Karena itu, disiplin dan fokus sangat penting,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa pengalaman praktikum selama kuliah di Teknik Kimia sangat membantu dalam beradaptasi di lingkungan laboratorium industri. Kebiasaan bekerja dengan prosedur, memahami alat ukur, serta melakukan analisis data menjadi bekal yang sangat relevan dengan pekerjaannya saat ini.

Namun, Anggun menegaskan bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh hard skills semata. Soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi juga memiliki peran besar.

“Di dunia kerja, kita bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Kemampuan menempatkan diri dan berkomunikasi dengan baik sangat membantu dalam membangun lingkungan kerja yang sehat,” jelasnya.

Sebagai alumni Teknik Kimia, Anggun membagikan beberapa wawasan penting bagi mahasiswa yang akan terjun ke dunia kerja:

1. Kuasai konsep dasar dengan kuat.
Pemahaman tentang dasar-dasar kimia, proses industri, dan analisis laboratorium menjadi modal utama untuk berkembang di bidang industri.

2. Manfaatkan praktikum sebagai latihan profesional.
Jangan menganggap praktikum sekadar tugas akademik. Anggaplah sebagai simulasi dunia kerja yang menuntut ketelitian dan tanggung jawab.

3. Bangun integritas sejak dini.
Dalam bidang quality control dan quality assurance, kejujuran dalam melaporkan hasil analisis adalah hal yang mutlak. Data harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Terus belajar dan terbuka terhadap evaluasi.
Dunia industri terus berkembang. Standar mutu, teknologi, dan metode analisis selalu diperbarui. Kemauan untuk belajar menjadi kunci agar tetap relevan.

5. Siapkan mental untuk beradaptasi.
Lingkungan kerja berbeda dengan dunia kampus. Target, tekanan waktu, dan tanggung jawab profesional membutuhkan kesiapan mental yang matang.

Anggun juga menekankan pentingnya pengalaman tambahan seperti magang, pelatihan, maupun sertifikasi pendukung. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya CV, tetapi juga melatih kesiapan menghadapi ritme kerja industri.

Kini, setelah beberapa tahun berkiprah sebagai QC-QA Laboratory Analyst, Anggun memandang setiap proses sebagai bagian dari pembelajaran hidup. Ia percaya bahwa perjalanan karier adalah proses bertahap yang membentuk karakter dan profesionalitas seseorang.

“Setiap tahap punya pelajaran. Kuncinya adalah konsisten, bertanggung jawab, dan terus memperbaiki diri,” tuturnya.

Kisah Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T. menjadi inspirasi bahwa lulusan Teknik Kimia memiliki peluang luas di dunia industri, khususnya dalam bidang pengendalian mutu. Dengan kompetensi akademik yang kuat, integritas, serta kesiapan mental, dunia kerja bukan lagi sesuatu yang menakutkan, melainkan ruang untuk bertumbuh dan berkontribusi.

Bagi mahasiswa Teknik Kimia yang sedang mempersiapkan diri menuju dunia profesional, pesan Anggun sederhana namun bermakna: manfaatkan masa kuliah untuk membangun kompetensi dan karakter. Karena pada akhirnya, yang membawa seseorang bertahan dan berkembang di dunia kerja bukan hanya ilmunya, tetapi juga sikap dan komitmennya terhadap kualitas.

Plt. Rektor UNUSIDA Sambut Hangat Silaturahmi PC GP Ansor Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Sambut Silaturahmi PC GP Ansor Sidoarjo, Dorong Kolaborasi Nyata untuk Kader dan Mahasiswa

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Hadi Ismanto, menyambut baik kunjungan dan silaturahmi jajaran Gerakan Pemuda Ansor Cabang Sidoarjo dalam kegiatan Ansor University Campus Tour yang digelar di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (23/2/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap kerja sama dengan organisasi kepemudaan, termasuk GP Ansor, selama kerja sama tersebut memiliki konsep yang jelas dan program yang konkret.

“Kerja sama itu prinsipnya sederhana, tuliskan apa yang mau dilakukan, programnya apa, lalu kita laksanakan bersama. Jangan hanya seremonial tanda tangan, tetapi harus ada dampak nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan perguruan tinggi harus mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya bagi kader muda Nahdlatul Ulama yang masih menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang mobilitas sosial.

Dr. Hadi menjelaskan bahwa UNUSIDA telah menyiapkan berbagai skema bantuan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, mulai dari keringanan biaya hingga program dukungan pendidikan lainnya. Ia berharap kader Ansor dapat memanfaatkan peluang tersebut dan turut menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam membangun kerja sama kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa setiap program harus memiliki standar, perencanaan matang, serta komitmen bersama agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan pengalamannya dalam mendampingi berbagai perguruan tinggi dan pesantren di sejumlah daerah di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan mampu bertahan di tengah tantangan zaman.

Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan organisasi seperti Ansor sangat penting untuk menciptakan kader profesional yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga kompeten secara akademik dan ekonomi.

“Kampus ini rumah besar kita bersama. Kalau kita bangun bersama, maka manfaatnya juga akan dirasakan bersama. Karena itu, mari kita buat program yang realistis dan berdampak,” katanya.

Ia juga mendorong adanya sinergi dalam bidang pelatihan, pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kapasitas kader. Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap dapat mampu menciptakan hubungan saling menguntungkan antara kampus dan organisasi kepemudaan.

“Semoga silaturahmi ini menjadi awal penguatan kemitraan strategis dalam membangun generasi muda yang unggul, mandiri, dan berdaya saing di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Choirul Mukminin, menegaskan bahwa arah gerakan Ansor ke depan tidak hanya berfokus pada penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga pada kemandirian kader dan organisasi melalui sektor ekonomi produktif.

Choirul menyampaikan apresiasi atas keterbukaan UNUSIDA dalam menerima kunjungan dan kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan menjadi model kolaborasi organisasi kepemudaan dengan perguruan tinggi di daerah lain.

“Kami bangga dengan keberadaan UNUSIDA sebagai kampus warga Nahdliyin di Sidoarjo. Semoga ke depan semakin banyak program bersama yang bisa memberikan manfaat nyata bagi kader, mahasiswa, dan masyarakat luas,” pungkasnya.

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026 (Foto: @himamasda)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Menyusun Strategi Proposal PPK ORMAWA secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’ dan diikuti oleh anggota organisasi kemahasiswaan (Ormawa) UNUSIDA yang telah terbentuk dalam kelompok untuk mempersiapkan diri mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) 2026.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa partisipasi dalam PPK ORMAWA merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat secara nyata.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam program ini berpotensi menjadi alternatif pengganti kegiatan KKN di masa mendatang, sehingga mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan proposal dengan serius dan optimal.

Sementara itu, Ketua Himaprodi Manajemen, Luqmanul Hakim, mengatakan bahwa kegiatan menunjukkan komitmen HIMA Manajemen UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan serta mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

“Webinar ini menjadi wadah strategis bagi para anggota Ormawa untuk memahami secara komprehensif pedoman terbaru PPK ORMAWA 2026, mulai dari perencanaan program hingga penyusunan proposal yang sesuai ketentuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, narasumber utama Medya Ayunda Fitri, M.T. yang memaparkan latar belakang PPK ORMAWA 2026 beserta perubahan kebijakan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 hanya terdapat delapan topik utama yang dapat dipilih, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dan setiap topik memiliki deskripsi yang harus diuraikan secara rinci dalam proposal.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami kondisi dan permasalahan desa mitra sebelum merancang program kerja. Peserta juga diberikan arahan teknis penyusunan proposal, di antaranya ketentuan judul maksimal 20 kata agar tetap singkat, padat, dan bermakna, serta penyusunan jadwal kegiatan yang harus mengikuti pedoman resmi agar rencana program lebih terstruktur dan realistis. Dalam proses pemilihan desa mitra, akan dilakukan proses seleksi sehingga tidak diperkenankan adanya kesamaan desa dalam satu universitas guna memastikan pemerataan program.

“Mahasiswa harus memahami terlebih dahulu permasalahan yang ada di desa mitra sebelum merancang program. Program yang disusun harus relevan dengan kebutuhan desa,” jelas Dosen Teknik Kimia tersebut.

Webinar yang berlangsung interaktif ini memberikan pemahaman mendalam bagi anggota Ormawa UNUSIDA dalam menyusun proposal yang sistematis, inovatif, dan kompetitif. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap kelompok mampu merancang program yang tidak hanya memenuhi standar seleksi nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam transformasi sosial dan ekonomi masyarakat desa mitra.

Dari Kampus untuk Negeri: Aksi Nyata Mahasiswa FE UNUSIDA di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang Sidoarjo (Foto: Sekara 2026 SDN Kupang/Angelia Salvana)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Program SEKARA, Perluas Akses Pendidikan di Sekolah Terpencil Sidoarjo

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan kegiatan Sinergi Edukasi & Kepedulian untuk Akses Ruang Aktivitas dengan Program Bakti Sosial (SEKARA) di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini mengusung tema ‘Menjaga Asa, Memperluas Akses: Gerakan Pendidikan & Charity untuk Sekolah dengan Keterbatasan Akses’, Kamis (8/1/2026) lalu.

Ketua Pelaksana, Malinda Dwi Hanjani Setyo menyebutkan bahwa kedua sekolah tersebut diketahui memiliki keterbatasan akses geografis, sehingga mahasiswa harus menempuh perjalanan dengan medan yang cukup menantang untuk mencapai lokasi. Kondisi tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan semangat kepedulian serta kesadaran mahasiswa akan pentingnya pemerataan akses pendidikan.

Program SEKARA merupakan bagian dari pemenuhan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Character Education Program Studi Manajemen angkatan 2024 serta Akuntansi 2023 kelas A dan B yang diikuti oleh 115 mahasiswa Fakultas Ekonomi. “Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai implementasi nyata pembelajaran karakter melalui aksi edukasi dan kepedulian sosial di sekolah dengan keterbatasan akses pendidikan,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Rangkaian kegiatan meliputi bakti sosial berbasis edukasi, pembuatan pojok baca sebagai ruang literasi siswa, permainan edukatif, pembagian hadiah apresiasi, hingga nonton bareng film bertema Character Education yang bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta semangat meraih cita-cita.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Pohon Harapan, di mana siswa-siswi menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada lembaran kertas untuk kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon. “Seluruh kegiatan ini dirancang menjadi simbol semangat dan mimpi besar anak-anak untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, buku-buku di pojok baca merupakan hasil sumbangan yang dikumpulkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar berkelanjutan yang mampu mendorong minat baca siswa.

Jumlah siswa di kedua sekolah relatif sedikit, dengan satu angkatan tidak mencapai 20 siswa. Mayoritas berasal dari keluarga yang bekerja di sektor perikanan dan tambak. Melalui program SEKARA, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori perkuliahan, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial secara langsung.

Malinda berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga asa serta memperluas akses pendidikan bagi sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses di wilayah Sidoarjo, sekaligus membentuk mahasiswa yang berkarakter, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme siswa terlihat tinggi melalui partisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Penulis: Angelia Salvana

UNUSIDA dan BRIDA Jawa Timur Gelar Seminar Proposal Penelitian tentang Pemahaman Orang Tua terhadap Stunting (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen PIAUD UNUSIDA Jalin Kerja Sama Penelitian bersama BRIDA Jawa Timur tentang Pemahaman Orang Tua terhadap Stunting

SIDOARJO — Dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur melakukan penelitian berdampak tentang Pemahaman Orang Tua terhadap Stunting.

Penelitian ini mengangkat judul ‘Analisis Tingkat Pemahaman Orang Tua tentang Stunting (Kesehatan dan Gizi) pada Anak Usia Dini (4–6 Tahun) (Studi Kasus di Sidoarjo–Sumenep)’. Penelitian ini diketuai oleh Shofiyatuz Zahro, S.Sos., M.Pd., dengan anggota Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I. dan Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama penelitian tersebut. Ia menjelaskan bahwa UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang relatif muda memiliki energi besar untuk berkembang melalui kolaborasi.

“Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo memang belum lama berdiri, namun kami memiliki kekuatan energi dan semangat kolaborasi. Kerja sama seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Seminar Proposal, di Hall Kampus 2 Unusida, Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (19/2/2026).

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat solusi berbagai persoalan sosial, termasuk isu kesehatan masyarakat seperti stunting. Oleh karena itu, kolaborasi lintas lembaga dinilai menjadi jalan terbaik untuk meningkatkan mutu penelitian sekaligus memberikan dampak nyata.

“Riset kali ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat. Hal ini menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk terus memperkuat budaya riset kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat luas.,” katanya.

Sementara itu, Ketua BRIDA Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., menjelaskan bahwa penelitian ini didukung melalui anggaran pokok pikiran anggota DPRD Jawa Timur. Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses penelitian harus tetap profesional, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tema stunting merupakan prioritas di Jawa Timur. Hasil penelitian harus benar-benar bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik sehingga mampu memberikan kontribusi bagi kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Penjamin Mutu BRIDA Jawa Timur, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., menilai penelitian ini menarik dan inovatif karena berfokus pada akar persoalan stunting, yaitu pemahaman orang tua. Ia menekankan bahwa penelitian tidak hanya berhenti pada kajian akademik, tetapi perlu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.

Menurutnya, pendekatan penelitian harus mampu menggali interaksi orang tua dengan anak secara lebih mendalam, termasuk pola pemberian makanan, perilaku kesehatan, hingga edukasi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui seminar proposal ini, Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) tersebut berharap penelitian kolaboratif antara UNUSIDA dan BRIDA Jawa Timur dapat menghasilkan data ilmiah yang komprehensif sekaligus rekomendasi kebijakan berbasis bukti dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Sidoarjo hingga Sumenep.

“Kompetisi hari ini dimenangkan oleh mereka yang mau berkolaborasi. Teruslah berkomitmen pada riset yang sungguh-sungguh agar UNUSIDA semakin berkontribusi bagi masyarakat,” pungkasnya.

UPT PIK UNUSIDA Gelar Megengan Menyambut Ramadhan 1447 H (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Gelar Megengan Menyambut Ramadhan, Perkuat Spirit Keagamaan Civitas Akademika

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Megengan Menyambut Ramadhan yang diisi dengan sholawat, tahlil, dan tausiyah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus 2 UNUSIDA pada Jumat (13/2/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut dapat memberikan keberkahan bagi semua pihak, termasuk orang tua, para pendahulu, serta seluruh civitas akademika UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini harus menjadi bagian dari budaya akademik kampus agar setiap aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa manfaat.

“Semoga seluruh doa yang kita panjatkan dapat memberikan manfaat dan keberkahan, baik bagi kita semua, orang tua, maupun para pendahulu kita. Setiap kegiatan yang dilakukan dengan niat baik insyaAllah akan mendapat balasan dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam membangun lingkungan kampus yang religius dan penuh keberkahan, terutama menjelang datangnya bulan Ramadhan yang penuh rahmat. Ia berharap seluruh civitas akademika dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, semangat ibadah yang meningkat, serta komitmen untuk terus menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, tausiyah agama disampaikan oleh Wakil Katib PCNU Sidoarjo, Abdul Mujib Hasyim. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, memperkuat hati, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama, termasuk kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

Kiai Mujib mengingatkan bahwa generasi muda perlu terus dibimbing agar memiliki kecintaan terhadap ibadah dan nilai-nilai keislaman, sehingga mampu menjadi pribadi yang berakhlak baik dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, kegiatan Megengan ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan kampus NU.

“Kualitas ibadah harus terus dijaga, hati perlu diperkuat dengan dzikir dan doa, serta kepedulian sosial harus ditingkatkan. Ketiganya menjadi fondasi utama dalam membangun pribadi yang berakhlak,” tuturnya.

Tampak hadir, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Kepala Unite Pelaksana Teknik (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA, H. Muhammad Arisy Karomi, S.T., M.Pd.I., serta pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Mokh. Yahya, S.T., Lulusan Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dedikasi Mokh. Yahya, S.T., Lulusan Teknik Lingkungan yang Berkontribusi untuk Masyarakat melalui Penerangan Jalan

Perjalanan hidup setiap alumni selalu menyimpan cerita perjuangan, proses pembelajaran, serta perubahan cara pandang yang mengantarkan mereka menuju dunia profesional. Hal tersebut tergambar dari sosok Mokh. Yahya, S.T., alumni Program Studi S1 Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang lulus pada tahun 2020. Kini, ia mengabdikan diri sebagai Teknisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, sebuah peran strategis yang berkontribusi langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Bagi Yahya, masa kuliah bukan sekadar proses akademik untuk meraih gelar sarjana, melainkan ruang pembentukan mindset, karakter, serta penguatan soft skills dan hard skills yang sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja. Ia menyadari bahwa keberhasilan profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh disiplin, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan bekerja dalam tim.

“Selama kuliah, saya belajar bahwa ilmu tidak cukup hanya dipahami di kelas. Kita harus aktif mencari pengalaman, berani mencoba, dan terus mengembangkan diri,” ungkap Yahya.

Prinsip tersebut membantunya beradaptasi dengan cepat ketika mulai bekerja di lingkungan pemerintahan yang menuntut ketelitian, kecepatan, serta pelayanan publik yang optimal.

Sebagai Teknisi PJU, Yahya bertanggung jawab memastikan sistem penerangan jalan umum berfungsi dengan baik, mulai dari pemeriksaan jaringan listrik, perawatan lampu jalan, hingga penanganan gangguan teknis di lapangan. Peran ini sangat penting karena penerangan jalan berkaitan erat dengan keselamatan pengguna jalan, keamanan lingkungan, serta aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.

Latar belakang pendidikan Teknik Lingkungan yang ia miliki memberikan bekal relevan, terutama dalam memahami aspek keselamatan kerja, efisiensi energi, serta dampak infrastruktur terhadap lingkungan. Hard skills seperti analisis teknis dan pemecahan masalah menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugasnya.

Namun, Yahya menekankan bahwa soft skills justru menjadi kunci keberhasilan yang sering tidak disadari mahasiswa. Kemampuan berkomunikasi, koordinasi dengan masyarakat, manajemen waktu, serta ketahanan mental saat menghadapi tekanan pekerjaan sangat menentukan kinerja di lapangan.

“Di dunia kerja, kita bertemu banyak karakter dan situasi yang tidak selalu sesuai rencana. Di sinilah pentingnya kesabaran, kerja sama, dan pola pikir yang terus berkembang,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan mindset dari mahasiswa menjadi profesional harus dibangun sejak dini dengan membiasakan diri bersikap proaktif dan solutif.

Perjalanan karier Yahya menjadi bukti bahwa setiap lulusan memiliki peluang besar untuk berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik. Bekerja di instansi pemerintah memberikan pengalaman berharga karena pekerjaan yang dilakukan berdampak langsung bagi masyarakat luas, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi diri.

Ia pun berpesan kepada mahasiswa agar tidak ragu mengembangkan potensi di luar perkuliahan melalui organisasi, pelatihan, maupun kegiatan lapangan. “Jangan menunggu sempurna untuk mulai. Terus belajar, terus mencoba, dan jangan takut gagal,” pesannya.

Kisah Mokh. Yahya, S.T. menunjukkan bahwa keberhasilan alumni UNUSIDA bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang kemauan untuk berubah, belajar, dan beradaptasi. Melalui dedikasinya sebagai Teknisi PJU, ia tidak hanya menjalankan profesi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Lampu-lampu jalan yang menyala setiap malam menjadi simbol kerja keras, tanggung jawab, dan kontribusi seorang alumni yang terus berupaya memberi terang bagi lingkungan sekitarnya.

Ia berharap, pengalamannya dapat memotivasi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus mengembangkan diri, membangun pola pikir positif, serta berani mengambil peran di tengah masyarakat. Karena pada akhirnya, keberhasilan sejati adalah ketika ilmu yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

UNUSIDA Gelar Jumat Sehat Kolaboratif Bersama Ormawa, Wujudkan Kampus Sehat dan Green Campus Modern (Foto: Humas UNUSIDA)

Jumat Sehat di UNUSIDA Diwarnai Aksi Tanam Pohon Bersama, Wujudkan Green Campus

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kegiatan bertajuk UNUSIDA Jumat Sehat yang akan dilaksanakan di Kampus 2 pada Jumat, (13/2/2026). Kegiatan ini mengusung konsep olahraga bersama yang dipadukan dengan aksi penghijauan kampus melalui penanaman bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Program yang diinisiasi oleh Lembaga Sumber Daya Manusia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (LSDM) ini diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran civitas akademika terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kampus. Selain olahraga bersama, peserta juga akan mendapatkan free snack sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan komitmen kampus dalam mewujudkan green campus modern. Ia menyampaikan bahwa UNUSIDA saat ini telah berkembang sebagai kampus digital yang menjadi rujukan bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama lainnya.

“Kami siap melangkah menuju green campus modern. Transformasi digital yang telah berjalan di UNUSIDA menjadi kekuatan untuk mendukung berbagai inovasi, termasuk gerakan peduli lingkungan seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LSDM UNUSIDA, Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sinergi dan kolaborasi seluruh civitas akademika dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan Jumat Sehat bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan kampus.

Melalui kegiatan UNUSIDA Jumat Sehat yang digelar secara rutin setiap bulan, ia berharap akan tercipta lingkungan kampus yang sehat, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas UNUSIDA sebagai kampus unggul berbasis teknologi dan kepedulian lingkungan.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kebersamaan kita dalam menjaga kesehatan sekaligus menghijaukan lingkungan kampus. Semoga kolaborasi positif seperti ini terus terjaga,” ujarnya.

Kegiatan kali ini tidak hanya melibatkan civitas akademika, tetapi juga menggandeng berbagai unsur Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di UNUSIDA. Di antaranya adalah UKM Mahasiswa Pencinta Alam UNUSIDA (Mapanusida), UKM Pramuka Khatulistiwa, serta Jaringan Pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh (JPZIS) LAZISNU UNUSIDA. Kolaborasi lintas organisasi ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen tersebut sangat mengapresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, Jumat Sehat menjadi ruang kolaborasi yang positif antara lembaga dan organisasi mahasiswa dalam membangun kampus yang sehat, produktif, dan ramah lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif dari berbagai Ormawa. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan civitas akademika UNUSIDA sangat kuat, tidak hanya dalam kegiatan akademik tetapi juga kegiatan sosial dan lingkungan,” pungkasnya.