Parenting: Mengubah Pemikiran Deduktif Menjadi Inspiratif bersama Dosen UNUSIDA dan SSC Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Berikan Pendampingan Parenting untuk Orang Tua Anak Jalanan: Ubah Pola Pikir Deduktif Menjadi Inspiratif dengan Menggunakan Metode Hypnotherapy

SIDOARJO — Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan pendampingan parenting bagi orang tua anak jalanan bersama komunitas Save Street Child (SSC) Sidoarjo. Kegiatan bertajuk Parenting: Mengubah Pemikiran Deduktif Menjadi Inspiratif mengusung tema ‘Pencegahan Kekerasan Seksual dan Penyalahgunaan Narkoba’, Ahad (12/10/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Kemdiktiristek Tahun 2025 melalui tim pelaksana dari dosen UNUSIDA.

Acara ini dihadiri oleh puluhan orang tua binaan SSC Sidoarjo dan menghadirkan narasumber dari akademisi serta praktisi perlindungan anak. Fokus kegiatan ini adalah memberikan wawasan dan keterampilan kepada orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka agar terhindar dari kekerasan, penyalahgunaan narkoba, serta pengaruh negatif lingkungan digital.

Salah satu anggota tim pelaksana, Jeziano Rizkita Boyas, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara kampus dan komunitas sosial.

“Kami berupaya mengubah pola pikir orang tua dari yang deduktif atau sekadar memberi tahu menjadi inspiratif, yaitu memberikan teladan nyata bagi anak. Orang tua adalah model pertama yang membentuk karakter anak,” ujarnya.

Dosen Program Studi Manajemen UNUSIDA tersebut menegaskan pentingnya peran orang tua sebagai teladan utama dalam pembentukan karakter anak. Ia mengingatkan bahwa orang tua sering kali hanya memberi nasihat tanpa memberi contoh nyata kepada anak.

“Jangan hanya mengingatkan anak dengan amarah. Kita sering bilang ‘jangan ngomong kotor, jangan kasar’, tapi kita sendiri kadang melakukannya di depan anak. Anak akan meniru apa yang dia lihat, bukan apa yang dia dengar,” terangnya.

Jezy menambahkan bahwa perilaku anak pada dasarnya merupakan cerminan dari lingkungan rumah. Ketika orang tua menggunakan bahasa yang kasar atau menunjukkan emosi negatif, anak akan menganggap hal itu sebagai hal yang wajar.

“Anak-anak sekarang cerdas dan kritis. Saat orang tua melarang tapi justru melakukan hal yang sama, mereka akan menilai orang tuanya tidak konsisten. Itulah yang menjadi masalah saat ini,” lanjutnya.

Menurutnya, orang tua harus mampu menjadi role model atau teladan nyata bagi anak-anak. “Orang tua itu adalah madrasah utama bagi anaknya. Segala nilai dan perilaku anak berawal dari apa yang mereka lihat di rumah,” tegasnya.

Dalam sesi tersebut, ia juga menggunakan pendekatan hypnotherapy sebagai salah satu metode komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Metode ini digunakan untuk membantu orang tua mengendalikan emosi, memahami kondisi psikologis anak, dan menanamkan nilai-nilai positif melalui sugesti yang lembut dan penuh kasih.

Metode tersebut digunakan untuk memberikan afirmasi kepada orang tua anak jalanan, agar bisa lebih peduli kepada anak, lebih sayang terhadap anak, dan yang terpenting memiliki rasa syukur karena telah dianugerahi anak yang luar biasa yang tidak semua orang bisa merasakannya.

Ketua Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA tersebut, menyampaikan terima kasih kepada komunitas SSC Sidoarjo yang menjadi mitra kolaborasi, serta berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya program ini. Jeziano berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga rentan di wilayah Sidoarjo.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat peran orang tua dalam membangun keluarga yang tangguh, peduli, dan inspiratif. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas seperti SSC Sidoarjo menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan bisa dimulai dari ruang terkecil yaitu keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sidoarjo, Prastiwi Triyanti, S.KM., yang turut hadir sebagai narasumber, menegaskan pentingnya kehadiran orang tua dalam proses tumbuh kembang anak.

“Kesuksesan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi dimulai dari rumah. Lingkungan terdekat, terutama orang tua, adalah pondasi pembentuk karakter. Jika orang tua tidak hadir, maka dunia luar yang akan mendidik mereka,” jelasnya.

Prastiwi juga mengingatkan bahwa peran orang tua tidak cukup hanya dengan memberi nasihat, tetapi juga dengan menjadi contoh yang baik, memberi batasan, dan mengawasi penggunaan media sosial anak. Menurutnya, banyak perilaku negatif anak muncul karena kurangnya pendampingan dan kontrol di rumah.

Oleh karena itu, pengawasan orang tua merupakan kunci utama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan maupun penyimpangan perilaku anak.

“Orang tua harus intens mengawasi anak, baik ketika di rumah maupun di luar rumah. Jangan hanya fokus pada kebutuhan materi, tetapi juga perhatikan dengan siapa anak bergaul dan apa yang mereka akses setiap hari,” tandasnya.

Tak hanya itu, di era digital saat ini, tantangan pengasuhan semakin kompleks karena anak-anak mudah terpapar berbagai informasi yang belum tentu sesuai dengan usia dan nilai moral. Oleh karena itu, ia mendorong agar orang tua memperkuat komunikasi terbuka dengan anak agar lebih mudah memberikan arahan tanpa menimbulkan jarak emosional.

“Anak harus merasa bahwa rumah adalah tempat yang aman dan orang tua adalah teman bercerita. Dengan begitu, anak tidak akan mencari pelarian ke lingkungan yang salah,” pungkasnya. (MY)

FAI UNUSIDA Gelar Webinar Internasional: “Komparasi Pendidikan Anak Lintas Negara Mesir–Indonesia” (Foto: Istimewa)

FAI UNUSIDA Gelar Webinar Internasional: Komparasi Pendidikan Anak Lintas Negara Mesir–Indonesia

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global melalui penyelenggaraan Webinar Internasional bertema ‘Komparasi Pendidikan Anak Lintas Negara: Mesir–Indonesia’, yang digelar pada Jumat (10/10/2025) secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif lintas negara, yakni LikLik Siti Anisa, S.Pd.I., Kepala TK NU Ar-Raudhah Mesir, sekaligus praktisi pendidikan Islam di Kairo, Mesir dan Moh. Anang Abidin, S.H.I., M.Pd., Ketua Program Studi PGMI UNUSIDA, yang juga merupakan dosen dan peneliti bidang pendidikan dasar Islam.

Webinar ini membahas secara mendalam perbandingan sistem dan praktik pendidikan anak antara Mesir dan Indonesia, baik dari sisi filosofi pendidikan, metode pembelajaran, maupun nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pengembangannya.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dan relevan di tengah dinamika global pendidikan Islam dewasa ini.

“Mesir dikenal sebagai salah satu pusat peradaban dan pendidikan Islam dunia, terutama melalui Universitas Al-Azhar yang telah melahirkan banyak ulama dan pemikir besar sepanjang sejarah. Sementara itu, Indonesia dengan kekayaan budaya serta nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah terus berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” terangnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah saling belajar dan berbagi pengalaman lintas negara.

“Melalui webinar ini, kita ingin melihat bagaimana kedua negara memaknai dan mengimplementasikan pendidikan anak berbasis nilai-nilai keselamatan dan kemanusiaan universal. Pengalaman lintas negara dapat menjadi inspirasi dalam membangun model pendidikan Islam yang holistik, berkarakter, dan berdaya saing global,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa FAI UNUSIDA terus berkomitmen mengembangkan kegiatan internasional sebagai bentuk nyata implementasi visi universitas, yaitu menjadi Universitas unggul berkarakter Aswaja dan berdaya saing nasional pada tahun 2029.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta. Semoga diskusi dan pertukaran gagasan hari ini membawa manfaat besar bagi pengembangan pendidikan Islam. Semoga Allah SWT meneguhkan hikmah keilmuan dan pendidikan Islam yang membawa keselamatan bagi umat,” ungkapnya.

Sementara itu, LikLik Siti Anisa dalam pemaparannya mengangkat topik menarik mengenai kesamaan budaya, sosial, dan pendidikan antara Indonesia dan Mesir, berdasarkan pengalamannya menetap dan mengajar di Kairo. Ia menjelaskan bahwa kedua negara memiliki kedekatan historis dan kultural yang kuat, terutama dalam hal nilai keagamaan, karakter sosial, dan tradisi keilmuan.

“Baik Indonesia maupun Mesir sama-sama dikenal sebagai bangsa religius yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan semangat belajar sepanjang hayat. Keduanya memiliki sistem pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan akhlak anak,” tutur LikLik dalam sesi presentasinya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam konteks sosial, kedua negara memiliki populasi mayoritas Muslim dengan masyarakat yang majemuk dan terbuka. Hal ini menjadikan lembaga pendidikan di kedua negara tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga wadah pembentukan nilai moral dan spiritual.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya pendidikan karakter anak sejak dini. Di Mesir, proses pendidikan di taman kanak-kanak tidak hanya berfokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga pada penanaman nilai disiplin, spiritualitas, dan kemandirian, nilai yang juga sejalan dengan tradisi pendidikan Islam di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung dinamis dan interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari berbagai kalangan akademisi, mahasiswa, dan praktisi pendidikan. Diskusi mencakup berbagai aspek mulai dari metode pembelajaran anak usia dini, pendekatan karakter berbasis nilai Islam, hingga perbandingan struktur kurikulum antara kedua negara.

Dengan terselenggaranya Webinar Internasional ini, FAI UNUSIDA menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memperluas wawasan global mahasiswa, memperkuat jejaring internasional, serta membangun tradisi akademik yang berorientasi pada keilmuan, kemanusiaan, dan nilai Aswaja An-Nahdliyah. (MY)

Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I., saat Bekali Mahasiswa PLP dan KKN 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Bekali Mahasiswa PLP dan KKN, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Calon Guru

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menggelar Pembukaan dan Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis (9/10/2025). Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta PLP dan KKN FAI UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan PLP dan KKN merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan.

“Teori yang sudah diterima selama menjalani perkuliahan kini saatnya dibuktikan di lapangan. Bagi yang sudah berpengalaman mengajar, perkuat profesionalismenya. Sedangkan bagi yang baru pertama kali akan bertemu dengan murid sebenarnya, jagalah sikap dan nama baik almamater,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dan kedisiplinan selama melaksanakan tugas di sekolah atau lembaga tempat PLP dan KKN berlangsung.

“Saya tidak ingin mendengar laporan dari kepala sekolah bahwa mahasiswa UNUSIDA datang terlambat, berpakaian tidak rapi, atau kurang sopan. Jadilah pendidik yang memberi teladan, bukan hanya mahasiswa yang sedang praktik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Feri menjelaskan bahwa pihak fakultas telah mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis mahasiswa sebelum turun ke lapangan, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, penilaian sikap, hingga pelatihan tambahan seperti workshop dan praktik micro teaching.

“Bagi yang belum berpengalaman mengajar, kami siapkan kegiatan pendampingan dan pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran. Tujuannya agar semua mahasiswa memiliki standar kompetensi yang sama sebelum diterjunkan,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan KKN, Fery menambahkan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di berbagai lembaga pendidikan dan wilayah di Kabupaten Sidoarjo, baik di sekolah-sekolah yang sudah maju maupun di lokasi yang masih membutuhkan pendampingan.

“KKN kali ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tapi juga kesempatan mahasiswa berkontribusi membantu sekolah yang masih memerlukan penguatan pada aspek kurikulum dan pemanfaatan media pembelajaran digital,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menegaskan pentingnya pelaksanaan PLP dan KKN sebagai bagian dari kurikulum akademik yang wajib diikuti seluruh mahasiswa.

“Meskipun sebagian mahasiswa sudah memiliki pengalaman mengajar, PLP dan KKN tetap harus dilakukan. Ini bagian dari penilaian akademik sekaligus pembentukan karakter profesional calon guru,” ungkapnya.

Ali Masykuri juga berharap agar seluruh peserta mampu menjalankan kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga nama baik universitas di tempat mereka bertugas.

“Mudah-mudahan pelaksanaan PLP dan KKN berjalan lancar, membawa manfaat bagi masyarakat, dan menjadi ladang pengalaman berharga bagi mahasiswa FAI UNUSIDA,” tuturnya yang dilanjutkan pernyataan resmi pelepasan peserta. (MY)

Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA Gelar Academic Guest Lecturer: Membumikan Implementasi Bahan Kajian Teknik Lingkungan pada Dunia Kerja di Era Green Industry (Foto: Muchammad Waziruddin/Humas UNUSIDA)

Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA Gelar Academic Guest Lecturer, Sinergi Akademisi dan Praktisi untuk Green Innovation

SIDOARJO – Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat kompetensi mahasiswa melalui kegiatan Academic Guest Lecturer bertajuk ‘Implementasi Bahan Kajian Teknik Lingkungan pada Dunia Kerja di Era Green Industry’.

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, pada Jum’at (03/10/2025) malam. Kegiatan ini menghadirkan Iman Wibowo, S.T., M.T., Koordinator keahlian bidang Teknik Lingkungan di Studio Tuwah Samudera Engineering, sekaligus dosen Teknik Lingkungan UNUSIDA, sebagai pemateri utama.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif Teknik Lingkungan UNUSIDA, mulai dari mahasiswa baru angkatan 2025 hingga mahasiswa tingkat akhir angkatan 2022.

Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. menegaskan pentingnya kegiatan akademik kontekstual seperti ini sebagai wahana penguatan kompetensi dan relevansi pembelajaran.

“Melalui kegiatan Academic Guest Lecturer ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis dari setiap mata kuliah, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara aplikatif di dunia kerja. Dunia industri kini menuntut lulusan Teknik Lingkungan yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada prinsip green sustainability,” ujar Tamyiz.

Ia sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan penguatan akademik. suasana interaktif dan penuh semangat keilmuan. Forum tersebut berjalan secara mengalir menunjukkan kesadaran baru di kalangan mahasiswa bahwa perkuliahan bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan fondasi menuju profesionalisme di bidang lingkungan.

Ia berharap mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA dapat meneladani semangat para praktisi, memadukan pengetahuan teoritis dan pengalaman praktis sebagai bekal menjadi engineer lingkungan yang berintegritas, inovatif, dan berwawasan green industry.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dosen, mahasiswa, dan praktisi industri dalam membangun wawasan aplikatif yang berpijak pada nilai keberlanjutan,” tuturnya.

Sesi materi berlangsung interaktif, Iman Wibowo menggambarkan dinamika dunia kerja di sektor Teknik Lingkungan yang kini bertransformasi menuju era industri hijau (green industry).

Ia menjelaskan bahwa setiap bahan kajian Teknik Lingkungan mulai dari air bersih, air limbah dan drainase, pengelolaan persampahan, pencemaran udara, hingga manajemen lingkungan, memiliki relevansi kuat dengan praktik profesional di lapangan.

“Dalam dunia konsultan lingkungan, pemahaman komprehensif tentang wastewater treatment dan environmental impact assessment menjadi bekal utama. Misalnya, pada proyek perancangan sistem IPAL di kawasan industri, seorang engineer lingkungan harus mampu mengombinasikan perhitungan teknis dengan pertimbangan sosial dan ekologis,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia membagikan pengalaman menangani proyek penurunan beban pencemar air limbah di kawasan industri tekstil, di mana pengendalian warna dan bahan kimia organik menjadi tantangan tersendiri.

“Kami pernah menemukan konsentrasi Methyl Orange yang sangat tinggi pada effluent limbah tekstil. Dari situ kami belajar bahwa inovasi teknologi adsorben sangat krusial dalam mengoptimalkan efisiensi pengolahan limbah cair,” ungkapnya.

Tak hanya menyoroti aspek teknis, ia juga menyisipkan pesan inspiratif mengenai filosofi pembelajaran. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa proses belajar sejati tidak berhenti di ruang kuliah.

“Learning is a lifelong process of keeping your mind open to new ideas and experiences,” pesannya.

Tak hanya itu, sesi tanya jawab berlangsung hangat dan antusias. Salah satu mahasiswa, Gilang Ramadhani Kurniawan (angkatan 2024), yang juga bekerja sebagai teknisi di perusahaan konsultan lingkungan, mengajukan pertanyaan seputar penerapan bahan kimia dalam sistem pengolahan limbah cair.

“Dalam pengalaman saya di lapangan, efisiensi penurunan COD dan BOD sering kali tidak stabil meskipun dosis koagulan sudah sesuai. Bagaimana cara menyeimbangkan pendekatan teoritis dengan kondisi lapangan yang dinamis?” tanyanya.

Menanggapi hal itu, Iman menjawab dengan refleksi mendalam berbasis pengalaman profesionalnya.

“Itulah pentingnya engineering judgment. Setiap sistem pengolahan tidak bisa disamaratakan. Faktor pH, temperatur, dan jenis bahan organik sangat berpengaruh. Maka, observasi lapangan dan uji coba berulang menjadi kunci. Teori memberi kita arah, tetapi lapangan memberi kita kebijaksanaan,” terangnya.

Menurutnya, era green industry menuntut setiap perusahaan untuk memiliki tenaga ahli yang mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap proses produksi. Dengan demikian, peluang kerja bagi lulusan Teknik Lingkungan semakin terbuka lebar, tidak hanya di sektor publik tetapi juga di berbagai perusahaan swasta dan konsultan lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus turut berperan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (MY)

KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi Desa Wonokarang melalui Website Desa (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi melalui Website Resmi di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil menghadirkan inovasi nyata dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 dengan merancang dan meluncurkan website resmi Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Ketua kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA, Ferdy menjelaskan bahwa website tersebut dirancang untuk menjadi pusat informasi desa yang dapat diakses masyarakat secara mudah dan cepat. Program ini merupakan bentuk nyata implementasi konsep digitalisasi desa, yang bertujuan meningkatkan transparansi, akses informasi, dan pelayanan publik berbasis teknologi di tingkat pemerintahan desa.

“Melalui website ini, warga bisa mendapatkan informasi tentang administrasi, berita kegiatan desa, hingga layanan publik secara digital. Kami ingin membantu pemerintah desa menuju tata kelola yang lebih transparan dan efisien,” ujarnya.

Program ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan desa digital yang transparan, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Di mana teknologi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Website desa ini dirancang sebagai pusat layanan publik dan informasi yang dapat diakses oleh seluruh warga, sekaligus menjadi sarana komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa pengembangan website desa ini merupakan bentuk penerapan langsung dari ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Website ini dibuat untuk membantu pemerintah desa dalam menyebarkan informasi, mempermudah pengelolaan administrasi, dan meningkatkan layanan publik. Kami berharap inovasi ini dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh perangkat desa,” ujarnya.

Tak hanya itu, kontribusi mahasiswa KKN FILKOM UNUSIDA juga aktif melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan warga.

Beberapa program yang dijalankan antara lain bantuan pemeriksaan kesehatan melalui posyandu masyarakat, pelaksanaan Bazar Cipta Menu Bergizi Seimbang, serta kegiatan gotong royong dalam memperingati HUT RI ke-80 seperti lomba hingga pentas seni dan budaya.

Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam mendukung sektor ekonomi masyarakat melalui pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal produk lokal dengan metode door to door. Kegiatan ini membantu pelaku UMKM desa memperoleh legalitas usaha yang lebih baik dan siap bersaing di pasar digital.

Tidak hanya untuk masyarakat dewasa, mahasiswa KKN juga mengadakan program edukatif bersama siswa SDN Wonokarang. Mereka memberikan pelatihan membuat presentasi PowerPoint (PPT) yang interaktif, melatih kreativitas dan kemampuan berbicara di depan umum. Bahkan, kegiatan ringan seperti petik bunga dan daun pandan juga dilakukan sebagai bentuk pengenalan lingkungan dan kearifan lokal kepada anak-anak.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokarang Debi Setyo Wandono mengaku bahwa pihaknya sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNUSIDA. Ia menilai inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa.

“Selama ini kami masih bergantung pada pengumuman manual. Kehadiran website desa ini sangat membantu mempercepat penyebaran informasi dan memperluas jangkauan layanan,” katanya.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) FILKOM UNUSIDA, Anggay Luri Pramana, M. Kom menambahkan bahwa kegiatan KKN Tematik ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat digital. Mahasiswa memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan karang taruna tentang cara mengelola konten, memperbarui data, serta menjaga keamanan informasi di website.

Ia menegaskan, melalui KKN Tematik ini, mahasiswa FILKOM UNUSIDA berhasil membuktikan bahwa kemajuan digital dapat dimulai dari desa, dengan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu teknologi, tetapi juga menanamkan nilai pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 di Desa Wonokarang berhasil menghadirkan sinergi antara transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat, menjadikan desa tidak hanya lebih modern secara sistem, tetapi juga semakin kuat secara sosial dan berdaya secara ekonomi. Berkat program inovasi yang dihadirkan, Kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA berhasil menyabet Juara 1 dalam EXPO KKN UNUSIDA 2025. (MY)

Dekan dan Tim Fakultas Ekonomi UNUSIDA Hadiri Peresmian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim Fakultas Ekonomi UNUSIDA Hadiri Peresmian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo

SIDOARJO – Tim Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) turut hadir dalam acara Peresmian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo, Jabon yang menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui pemberdayaan koperasi.

Acara yang berlangsung penuh semangat ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo Daud Alexander Tindi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi, S.T., M.M., beserta jajaran, perwakilan BUMN seperti PGN dan Pertamina, pihak perbankan, supplier seperti Bulog dan Rajawali, serta civitas akademika UNUSIDA.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pendirian Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Gerai sembako ini akan memutus rantai pasokan dengan konsep dari dan untuk masyarakat. Dengan demikian, kesejahteraan warga akan meningkat dan ekonomi desa akan semakin kuat,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah, perbankan, BUMN, supplier, serta perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola koperasi yang profesional dan berkelanjutan. Fakultas Ekonomi UNUSIDA siap berperan aktif dalam memberikan pembinaan SDM dan pendampingan manajemen usaha koperasi.

“Kami ingin kehadiran UNUSIDA tidak hanya simbolis, tetapi benar-benar menjadi mitra strategis desa dalam membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, acara juga dipandu oleh Alvin, Duta Favorit UMKM Jawa Timur yang juga mahasiswa Prodi Manajemen UNUSIDA, bersama Zulfa dari Prodi Akuntansi. Tampak hadir Kaprodi Akuntansi: Dian Fahriani, S.E., M.S.A. Kehadiran mereka menambah semangat dan kebanggaan tersendiri bagi kampus dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Selain menghadiri peresmian, tim Fakultas Ekonomi UNUSIDA juga sedang melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hibah Kemdiktisaintek di Desa Tambak Kalisogo. Program ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara kampus dan desa.

Dengan hadirnya Gerai Koperasi Desa Merah Putih, diharapkan ekonomi pedesaan semakin tumbuh, lapangan kerja terbuka lebih luas, dan kesejahteraan masyarakat Tambak Kalisogo semakin meningkat.

Ia menyebutkan, koperasi ini menjadi pijakan awal program jangka panjang. Dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah daerah, swasta, dan lembaga ekonomi, gerai koperasi desa diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal yang membuka lapangan kerja baru di desa.

Koperasi juga dinilai sebagai penggerak kemandirian desa dalam mengurangi ketergantungan pada supplier luar. Selain itu, juga menjadi ruang praktek bagi mahasiswa, khususnya dalam bidang manajemen usaha, akuntansi koperasi, dan pengabdian masyarakat. Serta menjadi pusat sinergi antar stakeholder, termasuk pemerintah, perbankan, BUMN, supplier, dan warga desa.

Tak hanya itu, koperasi merah putih juga menjadi jawaban terhadap tantangan pembangunan ekonomi daerah dan pemerataan kesejahteraan. Dengan begitu, Desa Tambak Kalisogo akan menjadi desa mandiri inspiratif di mata publik, sekaligus bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan bisa ditegakkan dari bawah bersama-sama.

“Harapan kami, Desa Tambak Kalisogo dapat menjadi desa binaan Fakultas Ekonomi UNUSIDA yang mampu menginspirasi desa-desa lain di sekitarnya. Potensi desa ini luar biasa, ditambah dukungan kuat dari pemerintah desa, menjadi modal penting menuju desa mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (MY)

Rektor UNUSIDA Berangkatkan Mahasiswa Peserta MTQMN 2025 di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor UNUSIDA Berangkatkan Mahasiswa Peserta MTQMN 2025 di Banjarmasin

SIDOARJO – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., secara resmi memberangkatkan mahasiswa peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 yang akan diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 6–9 Oktober 2025 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan pesan dan motivasi kepada para delegasi UNUSIDA. “Atas nama pimpinan, saya mengucapkan selamat kepada teman-teman yang berhasil lolos dari pra seleksi MTQMN. Ambillah pengalaman sebanyak-banyaknya. Kalau lolos, alhamdulillah, kalau tidak tetap jadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga yang bisa ditularkan kepada yang lain,” ujarnya, Jum’at (3/10/2025).

Lebih lanjut, ia juga berpesan agar para peserta selalu menjaga nama baik universitas dan senantiasa mengutamakan keselamatan dalam perjalanan. Ia berharap, keikutsertaan mahasiswa UNUSIDA dalam ajang MTQMN 2025 ini dapat memperkuat semangat dakwah, memperluas jejaring akademik, serta mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.

“Tetap jaga nama baik UNUSIDA, dan semoga selamat dari berangkat hingga pulang kembali,” tambahnya.

Adapun mahasiswa yang mewakili UNUSIDA dalam cabang Musabaqah Maulid Nabi (MMN) adalah:

  • Adinda Sayyidah (PGMI 23A)

  • Zanuba Zulfa (PGSD 24C)

  • Fastabikul Ilma Nabillah (PGMI 23A)

  • Lailatul Rahma Agustina (PGSD 23B)

  • Farah Fauziah (PGSD 24B)

Para delegasi UNUSIDA mengaku terus mematangkan persiapan sebelum pemberangkatan. Salah satunya datang dari Adinda Sayyidah, yang mengungkapkan bahwa persiapan yang ia lakukan tidak hanya sebatas latihan teknis, tetapi juga penguatan mental dan penghayatan makna bacaan.

“Kami berlatih rutin membaca dan memahami syair maulid, memperhatikan ketepatan bacaan, kekompakan, serta penghayatan agar bisa menyampaikan dengan penuh makna. Selain itu, kami juga saling memberikan masukan antar tim untuk memperbaiki kekurangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adinda menekankan bahwa motivasi utama keikutsertaannya adalah menimba pengalaman sekaligus membawa nama baik UNUSIDA di kancah nasional. Dengan penuh optimisme, Adinda dan tim bertekad dapat tampil maksimal sekaligus mempersembahkan yang terbaik bagi UNUSIDA.

“Target kami tentu ingin memberikan hasil terbaik. Namun yang lebih penting, kami ingin membawa semangat syiar melalui Musabaqah Maulid Nabi ini dan belajar dari peserta lain di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (MY)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan di Dapur Umum Musibah Ambruknya Bangunan Pesantren Al Khoziny (Foto: MAPALA UNUSIDA)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan Dapur Umum di Lokasi Musibah Pesantren Al Khoziny Buduran

SIDOARJO – Musibah ambruknya salah satu bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) lalu tidak hanya menyisakan kepanikan di kalangan santri dan pengurus, tetapi juga memunculkan gelombang kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang sigap hadir sebagai relawan di dapur umum.

Sejak kabar musibah tersebar, puluhan anggota MAPALA UNUSIDA langsung berkoordinasi dan memutuskan terjun ke lokasi. Mereka tidak hanya fokus pada evakuasi korban, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para santri, khususnya makanan, tetap terpenuhi. Para mahasiswa pecinta alam itu bekerja sama dengan pengurus pesantren, warga, dan tim tanggap darurat lain untuk mengolah logistik, memasak, hingga mendistribusikan makanan bagi santri, relawan, dan aparat yang berjibaku di lapangan.

Suasana kebersamaan terasa ketika mahasiswa dengan penuh semangat mengaduk panci besar, menyiapkan nasi bungkus, hingga membagikan air minum. Bahkan sebagian dari mahasiswa juga ikut mendata kebutuhan logistik agar aliran bantuan tepat sasaran.

Pembina MAPALA UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa di dapur umum adalah wujud nyata pengabdian sosial sekaligus pembelajaran karakter.

“Mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada aktivitas akademik, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Membantu di dapur umum bukan perkara sepele, ini adalah kerja kemanusiaan yang memastikan semua pihak memiliki energi untuk bertahan. Saya bangga anak-anak MAPALA UNUSIDA mampu menjalankan tugas dengan semangat, disiplin, dan kepedulian,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua MAPALA UNUSIDA, Reza Sujali, menambahkan bahwa peran di dapur umum sama pentingnya dengan evakuasi di lapangan. Keterlibatan MAPALA UNUSIDA dirasakan langsung oleh pesantren dan para santri. Kebutuhan pangan tetap terpenuhi meski kondisi penuh keterbatasan, sehingga relawan lain dapat fokus pada evakuasi.

“Kami sadar tidak semua orang bisa langsung terlibat dalam evakuasi, tetapi semua orang butuh makan untuk bertahan. Karena itu kami memilih fokus juga di dapur umum, menyiapkan makanan bagi santri, relawan, dan aparat. Dari sinilah semangat gotong royong terus hidup,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Kamis (2/10/2025).

Mahasiswa Prodi Teknik Industri tersebut menjelaskan, melalui aksi sederhana tetapi vital ini, MAPALA UNUSIDA membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan dalam teori, melainkan juga garda kemanusiaan di lapangan. Pengalaman ini menjadi ruang belajar berharga untuk melatih kedisiplinan, kerjasama tim, dan kepekaan sosial, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus, pesantren, dan masyarakat.

Ia berharap dapat terus menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong, sesuai dengan jati diri mahasiswa dan spirit Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi landasan UNUSIDA.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban para korban dan menunjukkan bahwa mahasiswa juga memiliki peran sosial dalam setiap musibah kemanusiaan,” pungkasnya. (MY)

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Gelar Ziarah dan Koordinasi ke Makam Auliya di Kota Pasuruan (Foto: Humas UNUSIDA)

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Gelar Ziarah ke Makam Auliya di Pasuruan

PASURUAN – Jaringan Pengelola Zakat, Infaq, dan Shadaqah (JPZIS) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan ziarah sekaligus koordinasi ke sejumlah makam ulama dan auliya di Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (2/10/2025)). Rangkaian ziarah dimulai dari Makam Syarifah Khodijah atau yang dikenal sebagai Mbah Ratu Ayu, dilanjutkan ke Makam KH Abdul Hamid (Mbah Hamid) Pasuruan, Makam Mbah Sholeh Semendi, hingga Makam Mbah Sayyid Arif Segoropuro.

Ketua JPZIS LAZISNU UNUSIDA, Fabet Ali Thoufan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk tawasul untuk memperoleh berkah doa dari para wali Allah, tetapi juga sebagai momentum mempererat silaturahmi antar pengurus.

Menurutnya, Ziarah ke makam para wali bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya spiritual dalam memperkuat ikatan hati dengan perjuangan para ulama terdahulu. Melalui ziarah, dapat mengingat jasa-jasa para waliyullah dalam menegakkan agama, menyebarkan ilmu, dan menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Ziarah ini menjadi pengingat akan perjuangan para ulama dalam menegakkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, kami juga memanfaatkannya untuk memperkuat kebersamaan dan menyusun agenda-agenda penting JPZIS ke depan,” ungkap Fabet.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditopang oleh kerja keras lahiriah, tetapi juga oleh kekuatan doa dan spiritualitas. Dengan limpahan doa dan keberkahan para kekasih Allah, menjadi ikhtiar nyata dalam pengembangan kampus, baik dalam peningkatan kualitas akademik, penguatan penelitian, maupun pengabdian masyarakat semakin dimudahkan oleh Allah SWT.

“Kami berharap melalui ziarah ini, UNUSIDA senantiasa dinaungi doa para auliya sehingga mampu berkembang menjadi kampus yang membawa manfaat luas, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga akar tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah,” harapnya.

Di tengah perjalanan, para pengurus juga melakukan koordinasi internal terkait program dan langkah strategis JPZIS LAZISNU UNUSIDA. Ia berharap, melalui doa dan teladan para auliya, program kerja yang dijalankan semakin membawa manfaat dan keberkahan bagi umat.

“Dengan demikian, ziarah bukan hanya perjalanan ruhani, melainkan juga sumber energi spiritual yang memperkuat tekad bersama dalam memajukan UNUSIDA,” pungkasnya. (MY)

UPT PIK UNUSIDA Gelar Webinar General Studium Kuliah Bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

UPT PIK UNUSIDA Gelar Webinar General Studium Kuliah Bersama Amaliyah dan Khidmah Aswaja

SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis Pengkajian Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar General Studium dengan tema Kuliah Bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sekaligus meneguhkan khidmah dalam pengabdian di masyarakat. Kepala UPT PIK UNUSIDA, H. Arisy Karomi, menegaskan pentingnya acara ini sebagai sarana memperdalam wawasan keislaman yang berpijak pada prinsip Aswaja.

“General Studium Kuliah bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja adalah kesempatan yang sempurna untuk memperdalam pengetahuan Anda tentang Aswaja,” jelasnya.

Dalam acara ini, membahas konsep-konsep dasar Aswaja, sejarah, dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Di sini mahasiswa UNUSIDA belajar bagaimana Aswaja dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana kita dapat mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, UPT PIK UNUSIDA berharap kultur Aswaja tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, melainkan juga menjadi pedoman dan karakter yang melekat dalam setiap aktivitas akademik maupun sosial,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendatangkan 2 narasumber berkompeten yang merupan dosen Aswaja UNUSIDA, yaitu Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I. dan Milla Ahmadia Apologia, S.Pd.I, M.Pd.I. Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Mereka diajak untuk merefleksikan peran mahasiswa dalam mengamalkan Aswaja di lingkungan kampus, program studi, maupun masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rangga Mata kuliah Aswaja) di UNUSIDA tidak hanya dipahami sebagai kajian keislaman semata, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam seluruh bidang keilmuan.

Menurutnya, mahasiswa dari berbagai program studi dapat menerapkan nilai-nilai dan amaliyah Aswaja sesuai dengan bidang kependidikannya. Sebagai contoh, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dapat mengembangkan teknologi untuk berdakwah secara digital dengan tetap berlandaskan prinsip-prinsip Aswaja.

Mata kuliah Aswaja di UNUSIDA membahas secara komprehensif praktik keagamaan dan tradisi keislaman yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama. Materi meliputi pemahaman konsep bid’ah, dasar-dasar ibadah mahdlah dan ghairu mahdlah, praktik ibadah Aswaja seperti shalat, puasa, doa, dan sholawat, serta tradisi keagamaan khas NU seperti tahlil, manaqib, haul, maulid Nabi, hingga peringatan hari besar Islam.

Selain praktik, mahasiswa juga diajak untuk mengkaji argumentasi fiqhiyah di balik amaliyah Aswaja serta memahami perbedaannya dengan aliran lain. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya menekankan ritual, tetapi juga landasan ilmiah yang mendasarinya.

Dr. Rangga menegaskan bahwa tujuan utama dari mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa agar mampu memahami, menghargai, dan melestarikan tradisi keagamaan Islam Nusantara yang ramah, moderat, dan toleran. Melalui penguatan nilai Aswaja dalam seluruh lini keilmuan, UNUSIDA berkomitmen melahirkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus menjaga kearifan lokal Islam Nusantara.

“Aswaja menjadi nilai dasar yang bisa diterapkan di semua disiplin ilmu, sehingga melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Aswaja an-Nahdliyah,” tegasnya. (MY)