Civitas Akademika UNUSIDA Turut Meriahkan Upacara Hari Santri Nasional 2025 PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Civitas Akademika UNUSIDA Turut Meriahkan Upacara Hari Santri Nasional 2025 PCNU Sidoarjo

SIDOARJO – Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut ambil bagian dalam memeriahkan Upacara Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo di Halaman Masjid KH Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Rabu (22/10/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan ini diikuti oleh ratusan santri, dosen, mahasiswa, dan warga NU dari berbagai lembaga. UNUSIDA sebagai kampus berbasis Nahdlatul Ulama menjadi tuan rumah sekaligus bagian dari penyelenggara kegiatan tersebut.

Salah satu mahasiswa UNUSIDA, Ainina Halizah, mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi langsung dalam upacara tersebut. Ia dipercaya menjadi petugas protokoler dalam pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional tahun ini.

“Saya senang sekali bisa ikut berkontribusi dalam mensukseskan Upacara Hari Santri Nasional 2025. Bagi saya, Hari Santri bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi simbol jati diri dan perjuangan bangsa Indonesia, terutama bagi para santri,” ujar Nina usai upacara.

Ia juga menyampaikan harapannya agar para santri masa kini mampu menepis berbagai stigma negatif yang sering muncul di media sosial mengenai budaya pesantren.

“Kita sering melihat framing buruk tentang pesantren. Padahal, santri adalah anak bangsa yang justru mampu berkontribusi besar dalam berbagai disiplin ilmu, bukan hanya bidang agama,” tegasnya.

Ainina menambahkan, menjadi santri berarti memiliki semangat belajar yang luas dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. “Santri bukan hanya orang yang pandai dalam ilmu agama, tetapi juga bisa berprestasi di berbagai bidang. Seperti sains, teknologi, sosial, dan budaya. Itulah semangat santri yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, menyampaikan pesan mendalam tentang makna perjuangan santri di masa lalu dan relevansinya bagi generasi hari ini.

“Hari ini kita mungkin hanya kepanasan saat upacara, tapi itu belum seberapa dibandingkan dengan perjuangan para syuhada, para kiai, dan para pejuang yang mempertaruhkan nyawa untuk kemerdekaan Indonesia,” terangnya saat menyampaikan amnat upacara.

Lebih lanjut, KH Zainal menegaskan bahwa kader Nahdlatul Ulama bukan hanya mampu dalam hal ritual keagamaan seperti tahlil, istighosah, dan sholawat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Kader-kader NU hari ini mampu menunjukkan kemampuan, bahwa kita adalah bagian dari hasil perjuangan bangsa yang siap mengawal keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya disambut takbir oleh peserta upacara.

KH Zainal juga menepis pandangan miring terhadap pesantren dan NU yang dianggap hanya sibuk dengan kegiatan keagamaan. “Mereka yang nyinyir itu tidak pernah tahu bagaimana para kiai dan santri meneteskan keringat, air mata, dan darah demi mempertahankan kemerdekaan. Maka nyinyiran itu harus kita jawab dengan karya dan kontribusi nyata,” tegasnya.

Partisipasi civitas akademika UNUSIDA dalam upacara ini menunjukkan komitmen kampus dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan ke-NU-an kepada seluruh mahasiswa. Semangat Santri Siaga Jiwa Raga tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga wujud nyata dedikasi santri masa kini untuk menjaga agama dan mengawal bangsa.

2 Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Torehkan Prestasi Gemilang di Kejurcab IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025 1

2 Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Torehkan Prestasi Gemilang di Kejurcab IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025

SIDOARJO — Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Cabang IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Tenis Indoor GOR Sidoarjo, Jum’at-Ahad (10-12). Dua mahasiswa Program Studi Manajemen berhasil membawa pulang medali dan mengharumkan nama kampus.

Tri Maharani, mahasiswa Manajemen angkatan 2024, sukses meraih Juara 1 Jurus Baku sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri Kategori Seni. Sementara itu, Romaldi Jabbar R, mahasiswa Manajemen angkatan 2023, berhasil meraih Juara 3 Tanding Kelas C Dewasa Putra.

Perjuangan dan Tekad Seorang Pesilat Terbaik

Tri Maharani menceritakan awal perjalanannya dalam dunia pencak silat yang berawal dari keinginannya mengikuti jejak sang kakak. Namun, tekad itu sempat terhalang restu orang tua yang tidak mengizinkan putri satu-satunya untuk terjun ke dunia bela diri.

“Saya akhirnya tetap mengikuti pencak silat meskipun berbeda perguruan dengan kakak. Tahun 2019 saya diam-diam ikut kejuaraan seni pencak silat virtual untuk pertama kalinya. Dengan tekad, mental, dan kemampuan finansial yang terbatas, saya berusaha semampunya dan Alhamdulillah meraih juara 3. Dari situ saya membuktikan kepada keluarga bahwa saya bisa berprestasi di pencak silat,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (21/10/2025).

Perjuangannya tidak berhenti di sana. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, terutama menjaga kesehatan dan stamina di tengah padatnya aktivitas.

“Untuk memperoleh gelar pesilat terbaik itu tidak mudah. Saya berlatih rutin dua hingga tiga kali sehari sejak 2019 hingga 2025,” ungkapnya.

Selain sebagai mahasiswa, ia juga aktif bekerja dan menjadi pelatih silat bagi siswa-siswi di sekolah.

“Mengatur waktu kuliah, kerja, dan latihan bukan hal mudah. Pagi kuliah, siang mengajar pencak silat, malam latihan. Tapi dari situ saya belajar menjadi pribadi yang profesional,” jelasnya.

Rani mengaku tak menyangka berhasil membawa pulang gelar Pesilat Terbaik Putri, apalagi bersama 100 atlet binaannya yang semuanya juga berhasil meraih juara.

“Ini bukan sekadar tentang menjadi juara, tetapi tentang kerja keras, dedikasi, dan ketekunan. Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga, pelatih, dan UNUSIDA yang selalu mendukung kami,” tuturnya.

Bagi Tri, kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga wujud nyata nilai-nilai Nahdlatul Ulama yang menekankan kesederhanaan, kerja keras, dan kepedulian sosial. Ia berharap prestasinya dapat menginspirasi mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk terus berproses dan mengembangkan potensi diri.

Romaldi Jabbar: Menang dengan Sportivitas dan Disiplin

Sementara itu, Romaldi Jabbar R, peraih Juara 3 Tanding Kelas C Dewasa Putra, juga mengakui bahwa perjalanan menuju podium tidak mudah.

“Perjalanan ini memerlukan proses panjang, mulai dari latihan rutin, menjaga kedisiplinan, hingga menghadapi tantangan fisik dan mental. Setiap pertandingan memberi pengalaman berharga, bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana menghargai proses,” jelasnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program (Himaprodi) Manajemen tersebut, menekankan pentingnya keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual dalam menghadapi kompetisi.

“Saya menjaga pola makan, istirahat cukup, banyak berdoa, dan menjaga niat. Mental itu penting, karena di arena yang diuji bukan hanya tenaga, tapi juga ketenangan,” katanya.

Baginya, sportivitas adalah nilai utama seorang pesilat. “Kemenangan sejati bukan hanya soal skor, tapi bagaimana kita menghormati lawan. Nilai-nilai seperti disiplin, hormat, dan tanggung jawab yang saya pelajari dari pencak silat juga saya terapkan di kehidupan kampus,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jabbar berpesan kepada seluruh mahasiswa UNUSIDA agar tidak takut mencoba dan terus berproses.

“Prestasi itu bukan hanya hasil, tapi perjalanan. Setiap orang punya jalannya masing-masing, yang penting tetap rendah hati dan terus belajar,” tutupnya.

Kemenangan dua mahasiswa ini menjadi bukti bahwa UNUSIDA tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berprestasi di bidang olahraga dan seni bela diri. Semangat juang, disiplin, dan kerja keras yang ditunjukkan Tri Maharani dan Romaldi Jabbar menjadi inspirasi bahwa mahasiswa santri NU mampu bersaing dan berprestasi di tingkat daerah maupun nasional. (MY)

Dosen FILKOM UNUSIDA Beri Pelatihan Content Creator bagi Warga Glagaharum (Foto: FILKOM UNUSIDA)

Dosen FILKOM UNUSIDA Beri Pelatihan Content Creator bagi Warga Glagaharum: Dorong Branding Desa dan Kreativitas Digital

SIDOARJO — Dalam upaya memperkuat literasi digital dan memperkenalkan potensi lokal, Dosen Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan pelatihan content creator bagi warga Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Ahad (19/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang mengusung tema ‘Branding Desa dan Personal Branding Menuju Desa Kreatif Digital’, dengan peserta terdiri dari perangkat desa, karang taruna, dan pelaku UMKM lokal.

Pelatihan ini menghadirkan Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, M.T., sebagai narasumber utama dengan materi tentang Branding Desa: Membangun Citra Positif dan Identitas Lokal’. Dalam paparannya, Dr. Arda menjelaskan bahwa branding desa bukan sekadar membuat logo atau slogan, tetapi tentang membangun citra positif melalui identitas visual, cerita, dan aktivitas digital.

“Branding desa adalah upaya membangun citra positif desa melalui identitas visual, cerita, dan aktivitas digital. Tujuannya agar desa dikenal, dipercaya, dan menarik bagi wisatawan, investor, serta masyarakat luas,” jelasnya.

Menurutnya, manfaat branding desa meliputi peningkatan daya tarik wisata dan produk lokal, memperkuat rasa bangga warga terhadap desanya, menarik mitra dan investor, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan inovasi.

Dalam sesi materi, peserta juga diajak memahami unsur penting dalam membangun citra digital desa, antara lain logo dan tagline desa yang mudah diingat, warna dan simbol khas lokal, cerita unik (storytelling), aktivitas media sosial yang aktif, produk unggulan seperti UMKM, hasil pertanian, dan wisata.

Dr. Arda juga menekankan langkah-langkah praktis untuk memulai branding desa, seperti mengidentifikasi potensi lokal, membuat logo dan slogan, mendokumentasikan kegiatan positif, menggunakan media sosial secara konsisten, serta melibatkan warga dalam promosi digital.

Selain branding desa, pelatihan juga membahas branding personal dan pembuatan konten kreatif. Mahasiswa dan dosen FILKOM UNUSIDA memberikan panduan teknis tentang pembuatan video pendek, fotografi digital, hingga strategi storytelling untuk media sosial.

“Content creator bukan hanya pekerjaan, tetapi juga peluang besar dalam ekonomi digital. Siapa pun bisa menjadi kreator asalkan memiliki ide, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi dengan tren,” terangnya.

Menurut Dr. Arda, profesi content creator kini tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru. Banyak pelaku UMKM, komunitas, dan individu yang berhasil mengembangkan usahanya melalui strategi digital marketing dan konten kreatif yang menarik.

“Dengan kemampuan storytelling yang kuat dan konsistensi dalam membangun audiens, masyarakat desa pun bisa memasarkan produk dan potensi lokalnya ke tingkat nasional, bahkan global,” tambahnya.

Dr. Arda juga menerangkan bahwa menjadi content creator sukses memerlukan strategi dan etika yang kuat, bukan hanya sekadar aktif di media sosial. Ia menyampaikan lima langkah utama dalam membangun karier sebagai kreator digital:

 

  • Temukan niche, yakni topik spesifik yang disukai dan dikuasai,
  • Buat konten yang bermanfaat dan konsisten, agar audiens percaya dan setia,
  • Gunakan gaya dan ciri khas pribadi, untuk membedakan diri dari kreator lain,
  • Bangun interaksi dengan audiens, melalui komentar, diskusi, dan kolaborasi,
  • Evaluasi insight dan kembangkan kualitas konten, agar tetap relevan dan menarik.

Selain strategi teknis, Dr. Arda juga menekankan pentingnya etika dalam membuat konten. Ia menegaskan beberapa prinsip etika yang harus dijunjung tinggi oleh content creator, yakni Gunakan konten untuk mendidik dan menginspirasi, Hindari hoaks, ujaran kebencian, dan plagiarisme, Jaga citra diri dan nama baik desa, serta Gunakan bahasa yang sopan dan visual yang positif.

Tak hanya fokus pada konten digital, Dr. Arda juga mengupas pentingnya personal branding, terutama bagi pemuda Karang Taruna sebagai garda depan perubahan sosial di desa. Oleh karena itu itu, ia mendorong pemuda setempat untuk menjadi content creator yang dapat membagikan berbagai bentuk konten digital di platform seperti YouTube, Instagram, TikTok, hingga Facebook.

“Personal branding bukan pencitraan palsu, tapi cara menampilkan diri dengan karakter dan kontribusi nyata. Dari sanalah kepercayaan publik tumbuh,” ujarnya.

Menurutnya, personal branding yang baik dapat membantu pemuda menjadi teladan positif di masyarakat, membangun kepercayaan publik terhadap Karang Taruna, memudahkan kolaborasi dengan mitra desa, serta meningkatkan peluang kerja dan usaha.

Karang Taruna Desa Glagaharum juga didorong menjadi duta digital desa, dengan peran aktif seperti membuat konten kreatif di media sosial, meliput dan mendokumentasikan kegiatan masyarakat, serta mengedukasi warga tentang pentingnya citra positif di dunia digital.

“Kreator digital harus bertanggung jawab atas apa yang dibagikan. Konten seharusnya mengedukasi, menginspirasi, dan membawa nilai positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, warga akan diajak membuat aktivitas branding desa, seperti video promosi wisata dan produk lokal, poster digital kegiatan karang taruna, kampanye kebersihan, hingga lomba foto desa.

Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis desa dalam menghadapi era digital, sekaligus mendorong masyarakat untuk bangga, kreatif, dan mandiri melalui identitas desanya sendiri.

“Kami ingin masyarakat Glagaharum mampu memanfaatkan media digital secara bijak dan kreatif untuk kemajuan desanya,” pungkasnya. (MY)

LSDM UNUSIDA Serahkan SK Bagi 11 Pegawai Tetap (Foto: Humas UNUSIDA)

LSDM UNUSIDA Serahkan SK Bagi 11 Pegawai Tetap: 1 Dosen, 9 Tendik, dan 1 Tenaga Operasional

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Tetap, Kamis (tanggal kegiatan menyesuaikan). Sebanyak 11 pegawai resmi menerima SK sebagai pegawai tetap, terdiri dari 1 dosen tetap dan 10 tenaga kependidikan, termasuk satu tenaga operasional.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UNUSIDA ini dihadiri oleh pimpinan universitas, kepala biro, serta seluruh pegawai penerima SK. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Rektor 2 UNUSIDA Dr. Ana Christanti, S.Pd,. M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi langkah LSDM serta menyampaikan pesan agar seluruh pegawai yang telah diangkat dapat terus berkontribusi meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan kepada mahasiswa.

“Menjadi pegawai tetap bukanlah akhir, tapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Mari kita bersama-sama memperbaiki manajemen, memperkuat pelayanan, dan menjaga semangat kebersamaan agar UNUSIDA terus tumbuh menjadi kampus yang unggul dan berdaya saing,” pesannya.

Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., sebagai bentuk apresiasi dan pengukuhan status kepegawaian di lingkungan universitas. Dalam laporannya, Jeziano menyampaikan bahwa penyerahan SK ini merupakan bagian dari komitmen LSDM dalam membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia yang profesional, adil, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.

“Hari ini kami menyerahkan SK kepada 11 pegawai yang telah melalui proses penilaian kinerja dan dinilai layak menjadi pegawai tetap. Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan dosen tetap, sembilan tenaga kependidikan, dan satu tenaga operasional,” jelasnya.

Adapun penerima SK pegawai tetap tersebut antara lain:

  • Nur Asitah, S.Pd., M.Pd. – Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD),

  • Dewi Sri Rahayu, S.Ak. – Staf LSDM, Biro Umum,

  • Febriyanti Ryan Ariyani, S.Pd., M.Pd. – Tata Usaha Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM),

  • Lestari, S.Pd. – Tata Usaha Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),

  • Mahmudi – Tenaga Operasional (Security), Biro Umum,

  • Maschan Yusuf Musthofa, S.T. – Biro Humas dan Kerja Sama,

  • Nuzula Firdaus, S.Pd. – Tata Usaha Fakultas Agama Islam (FAI),

  •  Suci Lestari, S.Ak. – Biro Keuangan,

  • Tantri Risda Zubaidah, S.Ak. – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM),

  • Yusuf Bagus Sholihin, S.Kom. – UPT Teknologi dan Digitalisasi,

  • Anita Fudiana, S.Pd.,M.M. – Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA.

Jeziano menegaskan bahwa proses seleksi dan penetapan pegawai tetap dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kinerja, komitmen, dan loyalitas. Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi kelembagaan dan meningkatkan kualitas SDM UNUSIDA secara berkelanjutan.

“Setiap hari kami menerima banyak lamaran kerja, baik secara daring maupun langsung. Itu artinya banyak yang ingin bergabung di UNUSIDA. Karena itu, kami berharap rekan-rekan yang hari ini menerima SK dapat menjaga kepercayaan ini dengan bekerja sebaik-baiknya di bidang masing-masing,” pungkasnya.

Suasana Kompak Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Saat Mengikuti Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 Secara Virtual (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Kompak Ikuti Capital Market Summit & Expo 2025 Secara Virtual

SIDOARJO — Puluhan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 kompak turut berpartisipasi secara virtual dalam kegiatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 48 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kali ini, dengan mengusung tema ‘Pasar Modal untuk Rakyat: Satu Pasar Berjuta Peluang’, CMSE 2025 menjadi ajang strategis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan pasar modal Indonesia. Kegiatan ini digelar selama dua hari, 17–18 Oktober 2025, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, serta dapat diikuti secara daring oleh masyarakat luas, termasuk sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, menyampaikan bahwa tema tahun ini mencerminkan komitmen seluruh ekosistem pasar modal untuk menjadikan pasar modal Indonesia lebih inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pasar modal bukan hanya arena investasi, tetapi juga ruang yang mampu membuka berjuta peluang nyata, mulai dari investasi bagi masyarakat, pendanaan bagi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas pertumbuhan positif pasar modal Indonesia. Hingga saat ini, jumlah investor hampir menyentuh 19 juta orang, termasuk lebih dari 8 juta investor saham, di mana sebagian besar berasal dari generasi muda berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya berinvestasi sejak dini.

Selain seminar utama bertajuk ‘Peran Dunia Usaha dan Pasar Modal dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional’, CMSE 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti podcast ‘Investasi Saham No Ribet’, serta talkshow lintas agama bertema ‘Muda Kaya, Tua Bahagia, Mati Bagaimana?’, yang diikuti oleh tokoh dari Islam, Kristen, dan Buddha.

Salah satu mahasiswa peserta, Rizky Oktavian Ramadhan, mengaku sangat antusias dapat mengikuti kegiatan nasional tersebut. Ia berharap melalui kegiatan CMSE 2025 ini dapat memperluas wawasan mahasiswa UNUSIDA mengenai peran pasar modal dalam perekonomian nasional, sekaligus menumbuhkan semangat literasi keuangan di kalangan generasi muda.

“Saya senang bisa ikut CMSE 2025, meskipun secara daring. Banyak ilmu yang bisa diterapkan dari materi kuliah manajemen ke dunia investasi nyata. Semoga ke depan bisa ikut langsung di acara seperti ini untuk menambah relasi dan pengalaman,” ungkapnya. (MY)

Flyer Mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA Lolos Tingkat Nasional ONMIPA 2025 (Foto: Istimewa)

Dua Mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA Lolos ke Tingkat Nasional ONMIPA 2025

SIDOARJO – Dua mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mereka adalah Kelvin Wahyu Putro (13423024) dan Novan Mokhamad Misbakhus S. (13423005) yang berhasil lolos ke Olimpiade Nasional Matematika dan IPA (ONMIPA) bidang Kimia Tahun 2025. Keduanya akan mewakili UNUSIDA dalam ajang bergengsi tersebut yang akan digelar di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, pada 16–20 November 2025 mendatang.

Perjalanan Tak Terduga Menuju Nasional

Baik Kelvin maupun Novan sama-sama mengaku tidak menyangka bisa lolos ke tingkat nasional. Bagi mereka, keberhasilan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang proses dan pembelajaran.

“Sejujurnya saya nggak nyangka bisa lolos ONMIPA, apalagi di bidang kimia. Awalnya cuma ikut-ikutan teman, nggak ada ekspektasi bakal lolos. Tapi ternyata bisa jadi motivasi juga buat teman-teman lain agar jangan takut mencoba,” ungkap Novan kepada Humas UNUSIDA, Kamis (16/10/2025).

Sementara Kelvin menuturkan bahwa keikutsertaannya di ONMIPA berawal dari dorongan dosen dan pimpinan kampus. “Sebenarnya saya nggak minta ikut, tapi waktu itu disuruh sama Pak Yai pas menjelang PKKMB, ya saya manut saja,” katanya.

Namun di balik ketidaksengajaan itu, Kelvin justru menunjukkan kemampuan luar biasa. Ia mengaku sempat tidak yakin dengan hasil pekerjaannya, tetapi tetap berusaha memberikan yang terbaik.

“Saya nggak nyangka bisa lolos, padahal banyak soal yang saya kerjakan asal-asalan. Tapi ya, mungkin karena berusaha fokus pada konsep dasar dan penerapan kontekstual,” tambahnya.

Tantangan dan Persiapan

Bagi Kelvin, tantangan terbesar dalam mengikuti ONMIPA adalah kemampuan untuk mengintegrasikan ilmu kimia klasik dengan kemajuan teknologi modern. Ia mengaku memperdalam konsep dasar kimia dengan berdiskusi bersama dosen pembimbing serta rekan-rekan sejawat.

Ia berharap pencapaian ini bisa menjadi dorongan bagi UNUSIDA untuk terus mendukung mahasiswa berprestasi. “Saya berharap UNUSIDA bisa memberikan dukungan dan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa yang ingin mengharumkan nama kampus,” ucapnya penuh harap.

Sedangkan Novan lebih menyoroti aspek mental dan rasa percaya diri. “Tantangannya sih antara takut dan bingung, karena saingannya dari seluruh Indonesia. Tapi dosen-dosen Teknik Kimia sangat mendukung dan selalu memberi semangat serta materi tambahan,” ujarnya.

Keduanya juga menilai bahwa praktik-praktik di mata kuliah seperti Kimia Fisika dan Kimia Organik menjadi bekal penting dalam menghadapi kompetisi. “Dari situ kami belajar berpikir analitis dan sistematis, sekaligus terbiasa menghadapi permasalahan kontekstual,” tambah Novan.

Bagi Novan, prestasi ini bukan semata tentang hasil, tetapi tentang perjalanan. Ia berpegang pada prinsip:

“Proses lebih berharga daripada hasil. Karena di situ kita ditempa secara pikiran dan mental, dan justru itu yang seru. Kita dapat pengalaman baru yang belum pernah kita tahu sebelumnya,” ungkapnya.

Menutup wawancara, Novan menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain. Menurutnya, prestasi menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing di tingkat nasional dengan semangat belajar, bimbingan yang tepat, dan tekad kuat untuk terus maju.

“Jangan takut mencoba hal baru. Ikuti saja lomba seperti ONMIPA atau kegiatan akademik lainnya. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar dan mengasah kemampuan. Ini bukan soal piala atau sertifikat, tapi tentang bagaimana kita berkembang,” tuturnya.

Keduanya kini tengah fokus mempersiapkan diri untuk babak nasional, dengan target memberikan hasil terbaik bagi almamater tercinta.

Kunjungan SMK Walisongo Porong di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Terima Kunjungan SMK Sunan Ampel Porong, Dorong Semangat Lulusan untuk Kuliah dan Siap Bersaing di Era Digital

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan siswa dan guru SMK Sunan Ampel Porong dalam rangka kegiatan Campus Visit dan pengenalan dunia perkuliahan, pada Rabu (15/10/2025). Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. menyampaikan pentingnya peran lembaga pendidikan NU dalam membangun masyarakat yang berdaya saing dan mandiri. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya soal gelar, melainkan tentang pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kita ini sesama lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama yang punya tanggung jawab besar mencetak generasi berdaya saing. Kuliah bukan sekadar formalitas, tapi proses untuk menyiapkan diri menghadapi perubahan zaman. Banyak yang mengatakan kuliah tidak penting, tapi faktanya, peluang dan kompetensi lulusan perguruan tinggi tetap jauh lebih besar,” ungkapnya.

Dr. Hadi juga menjelaskan bahwa UNUSIDA terus membuka akses pendidikan yang inklusif, dengan berbagai skema pembiayaan dan beasiswa agar siswa dari berbagai latar belakang dapat melanjutkan studi.

“Tidak semua orang punya kesempatan kuliah, tapi sekarang banyak jalur dan dukungan yang memudahkan. Di UNUSIDA, mahasiswa merasakan perubahan besar setelah kuliah: mereka lebih mandiri, kreatif, dan siap menjadi wirausahawan maupun profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., memperkenalkan tiga program studi unggulan di fakultasnya, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika, dan Sistem Informasi. Ia menjelaskan bahwa ketiga prodi ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), industri kreatif, dan ekonomi digital.

Ia berharap, kunjungan ini menjadi inspirasi bagi para siswa SMK Sunan Ampel untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui kegiatan seperti ini, UNUSIDA terus berkomitmen memperluas akses pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, kreatif, dan berdaya saing di era digital.

“Mahasiswa FILKOM UNUSIDA tidak hanya dibekali teori, tetapi juga kompetensi terapan dan sertifikasi internasional. Kami telah bekerja sama dengan AMD dan XD untuk sertifikasi di bidang pengembangan game dan teknologi digital,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Filkom UNUSIDA memiliki banyak capaian di tingkat internasional, di antaranya juara dalam ajang Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) dan kompetisi inovasi digital di berbagai negara.

“Mahasiswa kami tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tapi juga internasional. Ini bukti bahwa UNUSIDA mampu mencetak talenta digital yang kompeten dan siap bersaing secara global,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa SMK Sunan Ampel Porong juga diajak berkeliling kampus dan mengunjungi laboratorium kreatif Program Studi DKV. Mereka disambut oleh mahasiswa DKV UNUSIDA yang menampilkan berbagai karya inovatif dalam mini pameran hasil karya tugas akhir.

Siti Nur Aini, M.Pd: Bangga Jadi Bagian dari UNUSIDA, Kampus yang Membentuk Karakter dan Kompetensi 2

Siti Nur Aini, M.Pd: Bangga Jadi Bagian dari UNUSIDA, Kampus yang Membentuk Karakter dan Kompetensi

Sidoarjo – “Pengalaman berkuliah di UNUSIDA bukan hanya momen belajar dan berdialektika di dalam kelas. Tetapi banyak sekali pengalaman, dari segi keilmuan, sarana prasarana, dan tidak kalah menarik di UNUSIDA juga jajaran civitas akademiknya yang berkualitas. Saya bangga menjadi alumni UNUSIDA, semoga UNUSIDA semakin maju dan berkualitas.”
Demikian ungkapan yang disampaikan oleh Siti Nur Aini, M.Pd, alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), ketika mengenang masa-masa kuliahnya di kampus yang telah membentuk jalan karier dan kehidupannya saat ini.

Bagi Aini, sapaan akrabnya, UNUSIDA bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang belajar kehidupan. Di kampus ini, ia menemukan arti sejati dari proses, perjuangan, dan nilai-nilai yang menuntun dirinya menjadi pendidik yang berintegritas.

Belajar Lebih dari Sekadar di Dalam Kelas

Siti Nur Aini menuturkan bahwa perjalanan studinya di UNUSIDA tidak berhenti pada tumpukan teori atau diskusi di ruang kuliah. Ia justru banyak belajar dari dinamika interaksi antar mahasiswa, kegiatan kampus, serta berbagai kesempatan pengabdian masyarakat yang menjadi bagian integral dari sistem pendidikan di UNUSIDA.

“UNUSIDA mengajarkan kami untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Saya banyak belajar bagaimana mengelola emosi, bekerja sama, dan berpikir kreatif dalam menghadapi tantangan di dunia nyata,” ujarnya.

Di bawah bimbingan para dosen PGSD yang berpengalaman, Aini belajar memahami dunia pendidikan dasar secara utuh—bagaimana cara menumbuhkan karakter siswa, merancang pembelajaran aktif, hingga menggunakan media digital dalam proses belajar mengajar.
Semangat dosen-dosen UNUSIDA yang selalu terbuka dan dekat dengan mahasiswa menjadi inspirasi tersendiri baginya. “Para dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing yang menuntun dengan hati,” tambahnya.

Sarana dan Prasarana yang Mendukung Proses Belajar

Bagi Aini, salah satu keunggulan UNUSIDA adalah keseriusannya dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Fasilitas kampus yang representatif, laboratorium microteaching, ruang diskusi yang nyaman, serta dukungan digital learning environment menjadi pengalaman berharga selama kuliah.

“Sebagai mahasiswa PGSD, kami sering melakukan praktik mengajar di laboratorium pembelajaran. Fasilitas yang lengkap membuat kami lebih percaya diri ketika terjun langsung ke sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, UNUSIDA juga terus berinovasi dalam pengembangan sistem pembelajaran. Penggunaan teknologi digital dan pendekatan student-centered learning membuat mahasiswa terbiasa berpikir mandiri dan aktif. “Saya merasakan langsung bagaimana dosen-dosen UNUSIDA menekankan pentingnya kreativitas dan literasi digital. Itu sangat berguna ketika saya mulai mengajar,” lanjutnya.

Civitas Akademika yang Profesional dan Humanis

Siti Nur Aini juga mengapresiasi peran besar civitas akademika UNUSIDA yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan mahasiswa. Ia mengakui, suasana akademik di kampus terasa hangat dan kekeluargaan, namun tetap menjunjung profesionalitas.

“Hubungan antara dosen dan mahasiswa di UNUSIDA sangat dekat. Kami tidak segan untuk berdiskusi atau meminta bimbingan di luar jam kuliah. Para dosen memberikan contoh nyata tentang bagaimana menjadi pribadi yang rendah hati namun berwawasan luas,” kenangnya.

UNUSIDA, menurutnya, bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk insan berkarakter. Nilai-nilai ke-NU-an seperti tawadhu’, mandiri, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat menjadi ruh dalam setiap kegiatan akademik.
“Nilai itu yang terus saya bawa hingga kini. Dalam mengajar anak-anak, saya belajar menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan seperti yang saya dapatkan di kampus,” ucapnya.

Menjadi Guru dengan Jiwa Pengabdian

Setelah menyelesaikan studinya, Siti Nur Aini kini berprofesi sebagai pendidik di salah satu sekolah dasar di Sidoarjo. Ia mengaku banyak menerapkan ilmu yang diperoleh dari kampus dalam dunia kerja, terutama dalam hal metodologi pengajaran, komunikasi efektif dengan siswa, serta manajemen kelas.

“Ketika terjun ke lapangan, saya merasa siap. Materi-materi yang saya pelajari di UNUSIDA benar-benar aplikatif. Bahkan, saat menghadapi siswa dengan latar belakang berbeda, saya teringat pembelajaran tentang psikologi anak yang dulu diajarkan dosen,” tuturnya dengan bangga.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian. Ia berharap bisa menjadi contoh bagi generasi muda agar tidak berhenti belajar dan terus memberikan manfaat di lingkungannya.
“Saya merasa UNUSIDA menanamkan semangat pengabdian itu. Kami tidak hanya diajarkan untuk menjadi cerdas, tetapi juga untuk bermanfaat,” katanya.

Bangga Menjadi Bagian dari UNUSIDA

Bagi Aini, gelar yang ia sandang kini adalah hasil kerja keras, doa, dan dukungan lingkungan kampus yang positif. Ia menilai UNUSIDA telah menjadi tempat yang ideal bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi berilmu dan berakhlak.

“Saya bangga menjadi alumni UNUSIDA. Kampus ini bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi. Harapan saya, semoga UNUSIDA terus maju, semakin berkualitas, dan melahirkan lebih banyak lulusan yang siap berkontribusi untuk bangsa,” tutupnya.

UNUSIDA: Kampus yang Terus Berkembang

Sejak berdiri, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo telah konsisten membangun reputasi sebagai kampus yang unggul dalam bidang akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Melalui berbagai inovasi pembelajaran, peningkatan akreditasi, dan penguatan jejaring kerja sama dengan dunia industri dan lembaga pendidikan, UNUSIDA terus berkomitmen menjadi kampus unggul yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Semangat alumni seperti Siti Nur Aini, M.Pd menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA tidak hanya mengantarkan mahasiswa menuju gelar akademik, tetapi juga membekali mereka dengan karakter, etika, dan kemampuan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“UNUSIDA bukan sekadar tempat kuliah,” kata Aini menutup kisahnya, “tetapi tempat di mana cita-cita dan nilai-nilai kehidupan saya dibentuk. Saya akan selalu bangga menjadi bagian dari keluarga besar UNUSIDA.”

Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si saat menyampaikan materi dalam Workshop Strategi Publikasi Ilmiah Internasional dan Review Roadmap Penelitian di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Workshop Strategi Publikasi Ilmiah Internasional dan Review Roadmap Penelitian

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop Strategi Publikasi Ilmiah Internasional Bereputasi dan Review Roadmap Penelitian bersama Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (14/10/2025).

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menegaskan pentingnya riset dan publikasi ilmiah sebagai salah satu pilar utama peningkatan mutu dan reputasi akademik. Ia menjelaskan bahwa UNUSIDA saat ini memiliki 92 dosen, dan sebanyak 27 di antaranya tengah menempuh studi lanjut S3.

“InsyaAllah dalam lima tahun ke depan, kita akan panen doktor hingga mencapai 50 persen dari total dosen. Ini menjadi modal besar bagi penguatan kapasitas akademik dan produktivitas riset di UNUSIDA,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena pada awal tahun 2025 UNUSIDA berhasil masuk dalam klaster utama perguruan tinggi nasional, yang menandakan peningkatan signifikan dalam kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat arah riset dan publikasi ilmiah dosen menuju peningkatan mutu akademik dan reputasi universitas di tingkat nasional maupun internasional.

“Sebagai perguruan tinggi NU yang kini berada di klaster utama, kita harus mampu berkompetisi dengan kampus-kampus besar. Karena itu, kegiatan workshop ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat roadmap penelitian agar setiap program studi memiliki arah riset yang jelas, terukur, dan berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Fatkul Anam menekankan bahwa review roadmap penelitian bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari upaya menyeluruh untuk memastikan integrasi riset dengan kurikulum dan pengembangan keilmuan.

“Riset harus berorientasi pada manfaat, bukan hanya publikasi. Sengaja saya datangkan Prof. Taufiq karena beliau baham betul bagaimana budaya di kalangan NU. Kita ingin membangun UNUSIDA sebagai universitas unggul dalam riset dan pengabdian berbasis nilai-nilai Aswaja, yang hasilnya tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga memberi solusi bagi pemerintah daerah, industri, dan masyarakat luas,” tuturnya.

Sementara itu, narasumber Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., dalam paparannya membahas roadmap penelitian: pengantar dan strategi penyusunannya. Ia menegaskan bahwa riset merupakan proses sistematis untuk menghasilkan pengetahuan baru atau solusi ilmiah atas permasalahan nyata.

“Negara maju karena risetnya bagus. Maka tanamkan sejak sekarang bahwa riset dan publikasi itu mudah, asalkan dilakukan dengan niat yang benar. Riset yang lelah karena lillah akan menjadi mudah,” pesannya.

Prof. Taufiq juga memaparkan sembilan prinsip penyusunan roadmap penelitian, yaitu: fokus riset harus jelas, terstruktur, realistis dan terukur, memiliki target yang spesifik, fleksibel mengikuti perkembangan zaman, dapat dievaluasi, sesuai dengan kepakaran, mengikuti perkembangan IPTEKS, serta komunikatif. Ia menegaskan bahwa riset yang baik harus kolaboratif, bukan kompetitif.

“Roadmap penelitian harus dibangun dengan semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu agar menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berdampak luas,” ujarnya.

Di akhir sesi, Prof. Taufiq mengingatkan pentingnya spiritualitas dalam perjalanan akademik. Ia berharap, melalui kegiatan ini UNUSIDA dapat semakin memperkuat budaya riset, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, dan memperjelas arah roadmap penelitian menuju universitas yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

“Jangan pernah lupakan doa dalam meraih kesuksesan, termasuk dalam riset dan publikasi. Ketika Allah SWT menggerakkan lidahmu untuk berdoa, itu tandanya Dia ingin memberi,” pungkasnya.

Upgrading Tim Task Force PMB UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

PMB UNUSIDA Gelar Upgrading: Perkuat Kapasitas Branding Kampus dan Strategi Promosi Digital

SIDOARJO – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan efektivitas promosi kampus, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Upgrading Task Force, Senin (13/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan tim PMB dalam menyampaikan nilai dan keunggulan Branding Kampus UNUSIDA kepada calon mahasiswa secara lebih kreatif dan relevan, terutama melalui media sosial.

Salah satu narasumber, Dr. Mukhzamilah, S.Pd., M.Ed., menekankan pentingnya pendekatan personal dan storytelling dalam promosi pendidikan. Ia mengajak peserta untuk tidak hanya menyampaikan data atau fasilitas kampus, tetapi juga menghadirkan cerita yang menyentuh hati dan menggugah emosi calon mahasiswa.

“Anak-anak kelas 12 sekarang hidup di dunia media sosial. Kita harus bisa masuk ke gaya hidup mereka. Ceritakan pengalaman yang berkesan, rasakan bagaimana nikmatnya belajar di UNUSIDA, dan sampaikan dengan bahasa yang dekat dengan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, promosi yang efektif tidak hanya menjual informasi, tetapi juga membangun koneksi emosional melalui kisah nyata. “Gunakan narasi yang mengandung semangat, motivasi, dan empati. Misalnya, ketika ada calon mahasiswa yang terkendala biaya, yakinkan bahwa selalu ada jalan untuk sukses. Berikan energi positif dan semangat, karena pesan yang menyentuh hati akan lebih diingat,” tambahnya.

Selain itu, Dr. Mukhzamilah juga menekankan pentingnya konsistensi komunikasi. Promosi bukan sekadar kegiatan musiman, melainkan proses yang harus dibangun secara berkelanjutan. Melalui tagline Branding, Selling, Closing, tim PMB UNUSIDA harus dapat berinteraksi dengan baik dalam mempromosikan kampus di tengah masyarakat.

“Jangan berhenti berkomunikasi dengan calon mahasiswa setelah satu kali interaksi. Terus jalin hubungan, follow up, dan jadikan mereka bagian dari keluarga besar UNUSIDA,” pesannya.

Sementara itu, Muhammad Sururi Arumbani, S.Sos., turut memberikan motivasi kepada peserta upgrading. Ia menyoroti pentingnya membangun personal branding sebelum membranding lembaga.

“Kalian tidak akan bisa membranding kampus dengan baik kalau belum bisa membranding diri sendiri,” tegasnya.

“Kenali diri kalian. Apa potensi dan keunikan kalian. Dari situ lahir brand pribadi yang kuat. Kalau sudah tahu mau jadi apa, kalian bisa memancarkan semangat itu dalam setiap aktivitas promosi,” imbuhnya.

Pengurus Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA tersebut juga mengajak peserta untuk memahami bahwa branding bukan hanya soal visual atau slogan, tetapi tentang nilai dan kepribadian yang tercermin dari perilaku, komunikasi, dan konsistensi pesan yang disampaikan.

“Saya harap kegiatan ini dapat melahirkan tim PMB UNUSIDA yang kreatif, inspiratif, dan adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya dalam menghadapi tantangan promosi digital di era media sosial,” pungkasnya. (MY)