Kolaborasi Internasional FE UNUSIDA dan MSU Malaysia Dorong Sinergi Riset dan Pengembangan Dosen

Sidoarjo, 28 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui kegiatan Guest Lecturer bersama Management & Science University (MSU) Malaysia. Kegiatan bergengsi yang dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025 ini dihadiri oleh dosen-dosen MSU Malaysia dan civitas akademika FE UNUSIDA. Mengusung tema “Research Collaboration and Lecturer Development,” acara ini berfokus pada penguatan kapasitas riset, peningkatan kualitas dosen, serta pengembangan kolaborasi akademik lintas negara sebagai upaya menuju pendidikan tinggi yang berdaya saing global.

Acara tersebut berlangsung di ruang pertemuan Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam suasana akademik yang hangat dan inspiratif. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari jajaran pimpinan fakultas yang menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam menghadapi tantangan global di bidang ekonomi dan manajemen. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari MSU Malaysia turut menyampaikan apresiasi terhadap semangat kolaboratif UNUSIDA yang dinilai progresif dalam memperkuat kerja sama internasional.

Selanjutnya, sesi utama diisi dengan paparan dari dosen MSU yang membahas berbagai peluang riset bersama, potensi publikasi internasional, hingga strategi pengembangan kapasitas dosen melalui proyek kolaboratif. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta, di mana para dosen UNUSIDA dapat berbagi pengalaman, bertukar pandangan, dan mengajukan ide-ide riset yang potensial untuk dikembangkan secara bersama-sama. Topik-topik yang dibahas mencakup tren riset ekonomi digital, manajemen berkelanjutan, serta tantangan integrasi teknologi dalam dunia akademik.

Menurut Devika Cherly P., S.Mn., M.M., dosen FE UNUSIDA sekaligus perwakilan International Cooperation Division, kegiatan ini merupakan langkah konkret UNUSIDA dalam menguatkan posisi institusi di tingkat global. “Guest Lecturer bersama MSU Malaysia ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama riset lintas negara yang lebih luas antara dosen UNUSIDA dan akademisi dari universitas mitra. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap akan lahir berbagai penelitian yang aplikatif, inovatif, dan berdampak langsung pada masyarakat,” tutur Devika.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi dosen-dosen muda UNUSIDA untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kepercayaan diri dalam publikasi ilmiah internasional. “Kami ingin para dosen muda berani berkolaborasi, menulis di jurnal internasional, serta aktif dalam forum akademik global. Kolaborasi dengan MSU Malaysia adalah langkah awal yang sangat strategis untuk mencapai tujuan tersebut,” tambahnya.

Achmad Zaki, S.E., M.M., selaku Secretary of Management Department FE UNUSIDA, juga memberikan pandangan bahwa kegiatan ini menjadi simbol komitmen fakultas terhadap peningkatan kualitas akademik dan profesional dosen. “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang mendorong kolaborasi lintas negara. Melalui kegiatan seperti ini, dosen-dosen kami memperoleh wawasan baru, baik dari segi metodologi penelitian, pendekatan pembelajaran, maupun strategi publikasi ilmiah,” jelasnya.

Zaki menegaskan bahwa kolaborasi internasional bukan hanya tentang pertukaran ide, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang antara institusi. “Kami berharap kerja sama dengan MSU Malaysia dapat terus berkembang dalam bentuk joint research, visiting lecturer, hingga program dual degree. Kolaborasi ini juga akan membantu UNUSIDA memperkaya kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan global,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Sementara itu, Cynthia Eka Violita, S.M., M.S.M., dosen FE UNUSIDA, menilai bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memperkuat sinergi dan inovasi akademik. “Dalam forum seperti ini, kami tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga bertukar perspektif dan metode penelitian langsung dengan akademisi dari luar negeri. Hal ini memperluas cara pandang kami terhadap isu-isu ekonomi global,” ungkap Cynthia.

Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kerja sama seperti ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh civitas akademika UNUSIDA. “Kami ingin agar hasil dari kegiatan ini tidak berhenti di ruang diskusi saja. Ke depan, hasilnya harus diwujudkan dalam bentuk penelitian bersama, publikasi internasional, dan peningkatan kualitas pengajaran di kelas. Dengan demikian, kegiatan ini memiliki dampak nyata bagi kemajuan universitas,” tambahnya.

Dampak dari kegiatan Guest Lecturer ini diharapkan dapat memperluas wawasan para dosen FE UNUSIDA dalam melaksanakan penelitian berstandar internasional serta memperkuat jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia. Melalui kerja sama dengan MSU Malaysia, fakultas berkomitmen untuk terus mengembangkan agenda kolaboratif jangka panjang seperti joint research projects, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program dual degree di masa depan. Kolaborasi ini sejalan dengan visi UNUSIDA untuk menjadi universitas berdaya saing global yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan kemanusiaan.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, Guest Lecturer ini juga mencerminkan semangat internasionalisasi UNUSIDA yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan dan riset. Melalui interaksi lintas negara, dosen UNUSIDA memperoleh kesempatan untuk memperkaya wawasan tentang praktik riset terkini, memperluas jejaring publikasi, serta mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi internasional bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Devika dalam pernyataan penutupnya. Ia menambahkan, semangat kolaborasi harus terus dijaga agar dosen-dosen muda mampu berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

Kegiatan Guest Lecturer bersama MSU Malaysia menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi Fakultas Ekonomi UNUSIDA. Melalui interaksi akademik lintas negara ini, UNUSIDA semakin mempertegas perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang progresif, terbuka terhadap inovasi, dan adaptif terhadap perubahan global.

Di tengah era globalisasi dan revolusi digital yang terus berkembang, kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa UNUSIDA berkomitmen untuk mencetak dosen dan mahasiswa yang unggul, berwawasan internasional, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan. Melalui sinergi yang kuat antara UNUSIDA dan MSU Malaysia, diharapkan akan lahir penelitian-penelitian kolaboratif yang mampu menjawab tantangan ekonomi modern sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan d

Mahasiswa FE UNUSIDA Ikuti Student Exchange ke Malaysia: Bahas Cryptocurrency dan SDGs di MSU 2

Mahasiswa FE UNUSIDA Ikuti Student Exchange ke Malaysia: Bahas Cryptocurrency dan SDGs di MSU

Sidoarjo, 28 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) kembali mencetak langkah penting dalam upaya internasionalisasi kampus dengan mengirimkan tujuh mahasiswanya dalam program Student Exchange ke Management & Science University (MSU) Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Oktober 2025 ini mengusung topik “Cryptocurrency and Sustainable Development Goals (SDGs)”, menghadirkan ruang diskusi akademik lintas negara mengenai perkembangan ekonomi digital dan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.

Program student exchange ini merupakan hasil kerja sama antara FE UNUSIDA dan MSU Malaysia dalam rangka memperluas wawasan global mahasiswa, memperdalam pemahaman terhadap isu-isu ekonomi modern, serta memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi di Asia Tenggara. Kegiatan diisi dengan sesi kuliah interaktif, diskusi panel, dan case study yang membahas implikasi teknologi blockchain dan mata uang kripto terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan kemiskinan, pemerataan akses keuangan, dan inovasi industri berkelanjutan.

Sebanyak tujuh mahasiswa FE UNUSIDA terpilih untuk mengikuti program ini, yakni Satria Noval Windianto, Lisa Imamatul Khikmah, Rindi Antika, Vinanti Luthariana, Rizza Nahdiatul Ilmi, Dinda Fatichatul Ilma, dan Deva Arya Wiguna. Selama kegiatan, mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa MSU serta para dosen yang menjadi pakar di bidang financial technology dan sustainable economics. Pertukaran ide lintas budaya ini tidak hanya memperkaya pemahaman akademik, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi internasional mahasiswa UNUSIDA.

Satria Noval Windianto, salah satu peserta program, mengungkapkan rasa bangganya bisa mewakili UNUSIDA dalam kegiatan akademik internasional tersebut. “Kami belajar banyak tentang bagaimana cryptocurrency dapat berperan dalam mendorong inklusi keuangan di negara berkembang. Diskusi dengan mahasiswa MSU membuka wawasan baru tentang potensi teknologi ini untuk mendukung tujuan SDGs, khususnya dalam konteks ekonomi digital yang berkeadilan,” ujarnya dengan antusias.

Senada dengan itu, Lisa Imamatul Khikmah menambahkan bahwa kegiatan student exchange ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berbeda dari suasana perkuliahan di dalam negeri. “Selain mendapatkan materi yang sangat aktual, kami juga belajar bagaimana etika dan regulasi mengenai cryptocurrency diterapkan di Malaysia. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami sebagai calon ekonom muda yang ingin memahami dinamika global,” tutur Lisa.

Rindi Antika, mahasiswa lainnya, menilai bahwa tema kegiatan sangat relevan dengan tantangan ekonomi masa kini. “Topik cryptocurrency sering dianggap jauh dari prinsip keberlanjutan, tetapi melalui kegiatan ini kami menyadari bahwa teknologi finansial justru bisa menjadi alat untuk mencapai SDGs jika dikelola dengan bijak dan transparan,” jelasnya.

Sementara itu, Vinanti Luthariana dan Rizza Nahdiatul Ilmi menyoroti aspek kolaborasi lintas budaya sebagai hal yang paling berkesan. “Bisa berdiskusi dan bertukar pandangan dengan mahasiswa internasional membuat kami belajar lebih terbuka terhadap berbagai perspektif ekonomi global. Selain itu, kami juga belajar tentang perbedaan sistem pendidikan dan pendekatan penelitian di luar negeri,” ungkap Vinanti.

Dinda Fatichatul Ilma menambahkan bahwa kegiatan ini memperkuat semangat mahasiswa UNUSIDA untuk terus berinovasi dan berpikir kritis. “Kami menjadi lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam forum akademik internasional. Diskusi seputar cryptocurrency dan SDGs membuat kami memahami bahwa ekonomi masa depan memerlukan kolaborasi lintas sektor dan negara,” katanya.

Deva Arya Wiguna, peserta terakhir, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan berpikir strategis. “Pertukaran pelajar bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga tentang membangun jejaring global dan berkontribusi pada solusi ekonomi berkelanjutan. Kami berharap hasil pembelajaran ini bisa kami terapkan di kampus maupun di masyarakat,” ujar Deva.

Melalui kegiatan Student Exchange ini, Fakultas Ekonomi UNUSIDA berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks global yang berkelanjutan. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain peningkatan wawasan internasional mahasiswa, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi finansial, serta terciptanya jejaring akademik yang berkelanjutan antara UNUSIDA dan MSU Malaysia.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang berfokus pada peningkatan kapasitas mahasiswa dan dosen. “Kami berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama akademik dengan universitas luar negeri. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar global yang akan memperkaya perspektif mereka dalam menghadapi dunia kerja dan penelitian,” ujarnya.

Kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi lanjutan antara UNUSIDA dan MSU Malaysia, seperti riset bersama, joint class, dan program dual degree. Selain itu, hasil pembelajaran dari kegiatan ini akan diseminasi melalui seminar kampus, agar mahasiswa lain turut mendapatkan manfaat dari pengalaman peserta student exchange.

Dalam penutupan kegiatan, para mahasiswa UNUSIDA menyampaikan apresiasi kepada pihak fakultas dan MSU Malaysia atas kesempatan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk menjadi duta kampus yang mampu membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam setiap langkah akademik maupun sosial.

Program Student Exchange antara Fakultas Ekonomi UNUSIDA dan Management & Science University Malaysia ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar ruang belajar, melainkan juga jembatan untuk membangun masa depan ekonomi global yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, UNUSIDA semakin menegaskan perannya sebagai kampus yang siap bersaing di tingkat internasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. (AS)

Refleksi Hari Sumpah Pemuda 2025 (Foto: Istimewa)

Refleksi Sumpah Pemuda 2025: Orkestrasi Ego Organisasi Mahasiswa Jalan Menuju Sinergi dan Mutu

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober bukan sekadar momen historis, tetapi refleksi abadi tentang resolusi, semangat, dan persatuan. Di tengah derasnya arus globalisasi dan visi besar Indonesia Emas 2045, semangat persatuan itu harus dihidupkan kembali, terutama di lingkungan kampus, tempat lahirnya calon pemimpin bangsa yang Unggul dan Bermutu.

Momentum sumpah pemuda selalu menjadi ruang reflektif bagi kaum muda Indonesia untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan kemajuan sebagaimana tercermin dalam Sumpah Pemuda 1928. Namun, di era modern, bentuk perjuangan itu tak lagi berupa angkat senjata, melainkan ikhtiar intelektual dan kolaboratif dalam membangun bangsa melalui pendidikan. Bagi mahasiswa, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam kontribusi nyata terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kini berada pada fase penting dalam upaya meraih Akreditasi Institusi Unggul. Capaian awal sudah terlihat, misalnya Program Studi PGSD yang telah meraih Akreditasi Unggul (A) dari LAMDIK sejak 2022. Capaian ini bukan sekadar tanggung jawab struktural pimpinan kampus, tetapi juga bergantung pada mutu mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang menjadi motor penggerak kegiatan non-akademik.

Ego Sektoral: Penghalang Mutu Non-Akademik

Khususnya, Ormawa di UNUSIDA baik BEM, DPM, HIMA, UKM, maupun organisasi eksternal seperti PMII dan IPNU-IPPNU, sejatinya merupakan garda depan pengembangan mutu non-akademik. Namun, ego sektoral sering kali menjadi batu sandungan. Alih-alih berkolaborasi, banyak Ormawa justru sibuk berebut panggung dan menggelar acara serupa tanpa arah yang terukur. Padahal, prestasi nasional dan internasional merupakan indikator langsung bagi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Akreditasi Unggul.

Di banyak kampus, termasuk UNUSIDA, sering muncul fenomena kompetisi internal antar-organisasi, di mana masing-masing berlomba menunjukkan eksistensi pribadi tanpa memperhatikan sinergi dan dampak kolektif terhadap mutu kampus. Akibatnya, energi yang seharusnya diarahkan untuk membangun kemajuan bersama justru terpecah oleh perbedaan orientasi dan kepentingan struktural.

Oleh karena itu, tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan Mutu Mahasiswa secara institusional, yakni melalui penguatan peran Organisasi Mahasiswa (Ormawa) baik intra maupun ekstra kampus.

Orkestrasi Ego: Jalan Menuju Sinergi dan Mutu

Dari sinilah gagasan Orkestrasi Ego menjadi penting. Seperti orkestra musik yang membutuhkan keselarasan instrumen agar menghasilkan harmoni, Ormawa pun perlu menyatukan visi dan program agar menghasilkan dampak nyata bagi kampus.

Orkestrasi ego bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan mengelola perbedaan menjadi kekuatan kolektif. Dengan satu visi bersama, mewujudkan mahasiswa UNUSIDA yang Unggul dan Bermutu. Setiap Ormawa dapat memainkan peran spesifiknya dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  • Dalam Pendidikan, Ormawa intra seperti BEM, HIMA, dan UKM dapat berperan memperkuat soft skill, kepemimpinan, dan literasi digital mahasiswa melalui pelatihan, seminar, serta lomba-lomba inovatif.

  • Dalam Penelitian, kolaborasi lintas prodi dan Ormawa bisa menjadi ruang aktualisasi ide-ide kreatif mahasiswa. Contohnya, sinergi lintas disiplin menghasilkan karya seperti Ecodrone, inovasi yang membawa mahasiswa Unusida meraih Gold Award di International Innovation & Invention Summit 2024 di Polandia. Hal serupa perlu direplikasi oleh Ormawa intra kampus agar kolaborasi lintas bidang menjadi budaya baru.

  • Dalam Pengabdian Masyarakat, Ormawa ekstra kampus seperti PMII dan IPNU-IPPNU telah berperan aktif melalui kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, dan penguatan karakter berbasis nilai Aswaja An-Nahdliyah. PMII dengan fokus pada nalar kritis dan advokasi sosial, serta IPNU-IPPNU dengan kekuatan kaderisasi dan nilai Aswaja An-Nahdliyah, harus diorkestrasi menjadi kekuatan soft skill mahasiswa UNUSIDA: kritis, berkarakter, dan beretika.

Ketiga ranah ini, bila diorkestrasi dengan baik, akan memperkuat posisi mahasiswa sebagai pelaku Tri Dharma sejati, tidak hanya akademis, tetapi juga sosial dan moral.

Satu Visi, Tujuh Aksi, Tunggal Dedikasi

Penyelarasan seluruh program Ormawa dirasa sangat penting agar bergerak dalam harmoni menuju satu tujuan: meningkatkan mutu dan capaian prestasi mahasiswa. Refleksi Sumpah Pemuda 2025 di Unusida menegaskan pentingnya satu kesepahaman bersama:

“Satu Visi: Unggul dan Bermutu 2026; Tujuh Aksi Terkoneksi; Tunggal Dedikasi demi Akreditasi Unggul.”

Untuk mewujudkan Visi Unggul dan Bermutu, Ormawa UNUSIDA perlu menjalankan Tujuh Aksi strategis, yaitu:

  1. Peningkatan Prestasi Nasional & Internasional

  2. Peningkatan Kualitas Kepemimpinan & Manajerial

  3. Penguatan Riset Mahasiswa

  4. Pengembangan Pengabdian Masyarakat

  5. Penciptaan Start-up dan Kewirausahaan

  6. Penguatan Jejaring Alumni & Industri

  7. Penguatan Karakter Ke-NU-an

Setiap aksi harus diukur dengan data luaran konkret dan kontribusinya terhadap mutu mahasiswa. Jika seluruh Ormawa bergerak dalam tujuh poros aksi tersebut, maka setiap kegiatan akan memiliki nilai terukur terhadap IKU dan secara langsung mendukung mutu institusi.

Dalam hal ini, upaya kampus melalui pelaksanaan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) yang menekankan pada manajemen dan pengukuran kinerja pengurus Ormawa harus menjadi fondasi nyata dalam penerapan program. Orkestrasi ego memastikan pelatihan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi diterapkan di lingkungan kampus dan masyarakat.

Pemimpin sebagai Dirigen Perubahan

Pemimpin Ormawa dituntut menjadi dirigen, bukan rival. Mereka harus menundukkan ego pribadi dan struktural untuk membangun harmoni kolektif. Inilah makna Tunggal Dedikasi: komitmen moral untuk menomorsatukan mutu kader dan prestasi lembaga di atas popularitas pribadi.

Pemimpin Ormawa bukan sekadar pengatur agenda, tetapi dirigen perubahan yang mampu menyatukan potensi individu menjadi kekuatan kolektif. Mereka harus memiliki kecerdasan emosional, visi strategis, dan integritas moral agar dapat menengahi konflik antar organisasi serta menjaga fokus pada misi akademik dan sosial kampus.

Pemimpin yang mampu mengorkestrasi ego adalah mereka yang memiliki kecerdasan emosional, integritas, dan kenegarawanan. Mereka bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi penggerak peradaban kampus.

Setiap kegiatan mahasiswa seharusnya menjadi perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi:

  • Pendidikan yang melahirkan insan cendekia berkarakter,

  • Penelitian yang berorientasi pada solusi sosial dan inovasi teknologi,

  • Pengabdian masyarakat yang memperkuat nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Dengan semangat itu, kegiatan mahasiswa tidak lagi sebatas acara seremonial, tetapi bagian dari ekosistem mutu kampus yang berkelanjutan.

Jika seluruh Ormawa, baik Intra maupun Ekstra Kampus mampu menerapkan model Satu Visi, Tujuh Aksi, Tunggal Dedikasi, maka Unusida akan menjadi model kampus NU unggulan dalam mencetak Pemuda Unggul Bermutu yang siap bersaing di level nasional dan global.

Refleksi Spirit Sumpah Pemuda

Pada momentum Sumpah Pemuda 2025, mari seluruh Ormawa UNUSIDA berseru dalam satu irama:

“Jadilah Dirigen atas dirimu sendiri. Rangkul perbedaan, reduksi ego, dan ciptakan simfoni program yang harmonis demi mutu tertinggi mahasiswa Unusida.”

Spirit Sumpah Pemuda 1928 mengajarkan bahwa persatuan bukanlah keseragaman, melainkan komitmen untuk berjalan dalam arah yang sama. Dalam konteks Ormawa, hal itu berarti mengubah pola pikir “siapa yang paling unggul” menjadi “bagaimana kita bisa unggul bersama”.

UNUSIDA memiliki semua modal menuju hal itu. Mulai SDM potensial, prestasi nasional dan internasional, serta nilai-nilai ke-NU-an yang menjadi fondasi moral. Yang dibutuhkan kini hanyalah orkestrasi ego agar setiap potensi berjalan seirama menuju kampus Unggul dan Bermutu. Sekaligus mewujudkan cita-cita besar: Mahasiswa Unggul Bermutu, Pemimpin Bangsa Masa Depan.

Penulis; Achmad Wahyudi (MY)

FE UNUSIDA Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

FE UNUSIDA Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Malaysia: Wujud Nyata Kolaborasi dan Pembelajaran Global

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi melepas tujuh mahasiswa terbaik untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Malaysia pada Senin (27/10/2025). Program ini menjadi langkah strategis universitas dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat implementasi kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).

Adapun mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut adalah Satria Noval Windianto, Lisa Imamatul Khikmah, Rindi Antika, Vinanti Luthariana, Rizza Nahdiatul Ilmi, Dinda Fatichatul Ilma, dan Deva Arya Wiguna. Mereka akan melaksanakan KKN di Malaysia dengan fokus kegiatan pada pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, serta kolaborasi pendidikan lintas budaya.

Selama beberapa minggu di Malaysia, para mahasiswa akan menjalankan sejumlah program strategis, seperti pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, pelatihan digital marketing bagi UMKM, serta observasi terhadap sistem ekonomi masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kemampuan akademik sekaligus memperluas wawasan global.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh tiga dosen pembimbing, yakni Devika Cherly P., S.Mn., M.M. dari International Cooperation Division, Achmad Zaki, S.E., M.M. selaku Secretary of Management, dan Cynthia Eka Violita, S.M., M.S.M. sebagai Lecturer. Ketiganya akan membimbing mahasiswa sejak tahap adaptasi hingga penyusunan laporan akhir kegiatan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga sekaligus harapan besar kepada mahasiswa yang terpilih.

Program KKN Internasional FE UNUSIDA ke Malaysia ini menjadi bagian dari roadmap internasionalisasi universitas yang telah dicanangkan oleh pimpinan UNUSIDA. Melalui kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri, UNUSIDA berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

“Program KKN Internasional ini merupakan langkah nyata FE UNUSIDA dalam mencetak lulusan yang adaptif, berdaya saing global, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Kami berharap para mahasiswa tidak hanya membawa nama baik universitas, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai Islam, etika, dan profesionalisme di kancah internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kolaborasi antar negara dalam membangun masyarakat yang berdaya secara ekonomi dan sosial.

“Kami ingin mahasiswa FE UNUSIDA belajar dari konteks nyata, memahami dinamika ekonomi lintas budaya, dan membawa pulang inspirasi serta praktik baik yang bisa diterapkan di masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga semangat, integritas, dan tanggung jawab selama menjalankan misi di luar negeri. Melalui semangat kolaborasi dan pembelajaran global, Fakultas Ekonomi UNUSIDA bertekad untuk terus mendorong mahasiswanya menjadi generasi muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat internasional, membawa semangat perubahan dari Sidoarjo untuk dunia.

“Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat tempat kalian mengabdi. Kalian adalah representasi UNUSIDA dan Indonesia di kancah global. Tunjukkan dedikasi, inovasi, dan semangat pengabdian yang tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, dosen pendamping Devika Cherly P., S.Mn., M.M. menjelaskan bahwa KKN Internasional tidak hanya berorientasi pada pengabdian, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan global mahasiswa.

“Mahasiswa akan belajar langsung tentang praktik ekonomi mikro dan manajemen usaha di negara lain. Mereka berinteraksi dengan komunitas lokal, memahami budaya kerja, serta cara berpikir masyarakat yang berbeda. Ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Achmad Zaki, S.E., M.M. menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dan etika akademik selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap mahasiswa menjaga nama baik UNUSIDA, menunjukkan semangat belajar yang tinggi, serta aktif berkontribusi di setiap kegiatan. Ini adalah kesempatan emas untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan secara internasional,” harapnya.

UNUSIDA dan PKSS Surabaya Gelar Pembekalan dan Rekrutmen bagi Alumni, Disertai Penandatanganan MoU Kerja Sama Strategis (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan PKSS Surabaya Gelar Pembekalan dan Rekrutmen bagi Alumni, Jembatani Kampus dan Dunia Kerja

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Surabaya, anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Rekrutmen Pegawai Khusus Alumni UNUSIDA yang berlangsung di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (24/10/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja bagi lulusan UNUSIDA sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Melalui program ini, para alumni mendapatkan pembekalan seputar kesiapan diri, etika profesional, serta strategi menghadapi proses rekrutmen kerja di perusahaan mitra BUMN.

Branch Manager PKSS Surabaya, Rusmanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada UNUSIDA yang telah memberi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk mengasah kompetensi.

“Kami menganggap teman-teman yang hadir di sini adalah lulusan terbaik Universitas NU Sidoarjo. Dunia kerja kini terbuka luas, tetapi tidak semua bisa langsung masuk. Diperlukan persiapan dan mental yang siap bersaing. Karena itu, kami hadir memberikan pembekalan dan kesempatan langsung untuk mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Rusmanto juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari amanah BUMN untuk membuka lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia. Ia menambahkan, pelatihan yang biasanya berbayar ini diberikan secara gratis kepada peserta sebagai bentuk dukungan PKSS terhadap peningkatan kualitas SDM di lingkungan kampus.

Ia menegaskan bahwa pihaknya melihat potensi besar dari para alumni UNUSIDA. Selanjutnya, ia dan tim berkomitmen untuk membangun kerja sama berkelanjutan dalam hal pelatihan, magang, serta penyaluran tenaga kerja.

“Kami memandang bahwa mahasiswa dan alumni UNUSIDA adalah generasi yang siap berkembang. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memberikan pembekalan karakter, mental, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan dan rekrutmen bagi alumni, tetapi juga momentum penting dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNUSIDA dan PKSS Surabaya sebagai langkah awal kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan penyaluran tenaga kerja.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UNUSIDA Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dan Branch Manager PKSS Surabaya, Rusmanto, disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas serta perwakilan manajemen PKSS.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kerja sama strategis ini. Menurutnya, kolaborasi ini sebagai wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini, dengan pembekalan dan rekrutmen tenaga kerja menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Kami berharap alumni UNUSIDA dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menunjukkan kemampuan dan karakter unggul yang mereka miliki,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapat pembekalan materi dari tim PKSS, tetapi juga mengikuti simulasi wawancara, pelatihan kesiapan kerja, dan proses rekrutmen langsung. Suasana penuh semangat tampak dari antusiasme para alumni yang berpartisipasi sejak awal hingga akhir acara.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, berdaya saing tinggi, dan berkarakter Aswaja an-Nahdliyah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap alumni UNUSIDA tidak hanya berilmu, tapi juga siap menjadi bagian dari solusi bagi dunia kerja dan masyarakat,” pungkasnya.

FAI UNUSIDA Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Berorientasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Berorientasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan di Hall Lantai 4 Gedung A Universitas NU Sidoarjo, Jum’at-Sabtu (24-25/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa calon guru dari program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik masa depan di era transformasi pendidikan.

Workshop yang berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan berpengalaman dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah. Agenda ini menjadi momentum penting bagi FAI UNUSIDA dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia pendidikan modern, terutama menjelang pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam arahannya menegaskan pentingnya transformasi pendidikan di era digital yang tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan keislaman.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen UNUSIDA untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar nilai moral dan spiritual. Kurikulum Berbasis Cinta sangat relevan bagi pendidikan hari ini, di mana guru tidak hanya dituntut pintar mengajar, tetapi juga mampu mencintai dan membimbing dengan hati,” ungkapnya.

Menurutnya, workshop ini menunjukkan komitmen FAI UNUSIDA dalam mencetak pendidik yang profesional, berintegritas, dan berkarakter Islami. Workshop ini menjadi langkah konkret menuju ekosistem pendidikan yang merdeka, bermakna, dan berlandaskan cinta, sejalan dengan semangat pendidikan rahmatan lil ‘alamin yang dijunjung tinggi oleh UNUSIDA.

“Mengajar adalah pekerjaan hati. Cinta adalah fondasi dari setiap keberhasilan dalam mendidik. Ketika seorang guru mencintai ilmunya, muridnya, dan tugasnya, maka pembelajaran akan menjadi jalan menuju keberkahan,” tuturnya.

Ia sangat mengapresiasi atas inovasi FAI dalam menyiapkan mahasiswa calon pendidik profesional. “Kami berharap FAI menjadi pionir dalam menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah. Konsep Deep Learning akan membantu mahasiswa mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Anang Abidin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari strategi FAI dalam mewujudkan visi fakultas sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang humanis, inovatif, dan berkarakter.

“Workshop ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi langkah nyata dalam menyiapkan calon guru profesional yang peka terhadap perkembangan kurikulum nasional. Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan mahasiswa agar tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan spiritualitas dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.

Anang menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang kreatif dan aplikatif.

“Mahasiswa tidak hanya kami latih menyusun RPP atau modul ajar, tetapi juga memahami filosofi pembelajaran merdeka, seperti pembelajaran yang membebaskan, memerdekakan, dan menumbuhkan karakter baik bagi peserta didik,” imbuhnya.

Selain sesi teori, peserta juga mengikuti praktik penyusunan perangkat pembelajaran yang dipandu langsung oleh pemateri. Mahasiswa dilatih menyusun modul ajar, asesmen diagnostik, dan media pembelajaran digital sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Mereka juga berdiskusi tentang integrasi nilai spiritual dan emosional dalam pembelajaran, implementasi nyata dari Kurikulum Berbasis Cinta yang diusung UNUSIDA.

Melalui pendekatan Deep Learning, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang bermakna, bukan sekadar menghafal konsep, tetapi memahami dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta menumbuhkan jiwa guru yang empatik, penuh kasih, dan berjiwa pendidik sejati.

Anang Abidin menegaskan bahwa hasil workshop ini akan dijadikan rujukan dalam kegiatan PLP dan KKN mahasiswa FAI di sekolah-sekolah mitra.

“Kami ingin mahasiswa siap terjun ke dunia pendidikan dengan membawa semangat menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berlandaskan cinta,” pungkasnya.

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Kegiatan AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa (Foto: Himaksi UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar AKSARA, Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar kegiatan bertajuk AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) dengan tema ‘Fortes Una Familia’ yang berarti ‘Kuat dalam Satu Keluarga’. Kegiatan ini berlangsung di lantai 4 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025) pagi.

Acara tersebut menjadi wadah silaturahmi dan penguatan rasa kebersamaan antar mahasiswa Akuntansi lintas angkatan, khususnya antara mahasiswa baru 2025 dan angkatan 2024. Melalui kegiatan ini, HIMAKSI berupaya membangun solidaritas, karakter, dan semangat kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi.

Ketua pelaksana Ariesta Maherani Laksono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan AKSARA bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Semangat satu rasa menjadi fondasi penting agar mahasiswa Akuntansi dapat berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal kepribadian dan kepedulian. Melalui AKSARA, kami ingin memperkuat hubungan emosional dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan kampus,” ujarnya.

Acara turut dihadiri oleh Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, Kaprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M.

aprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa HIMAKSI yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kolaborasi positif antar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti AKSARA menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Akuntansi memiliki energi besar untuk tumbuh dalam semangat akademik dan kekeluargaan.

Beragam agenda menarik turut memeriahkan kegiatan, mulai dari permainan kelompok, sesi refleksi, hingga sharing experience antar angkatan. Suasana hangat dan penuh tawa menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan ini dalam mempererat hubungan antar mahasiswa.

Selain itu, panitia juga menyisipkan sesi motivasi yang menanamkan nilai-nilai organisasi dan makna kebersamaan di HIMAKSI, agar mahasiswa lebih memahami filosofi dan tujuan dari setiap kegiatan yang dijalankan.

Ketua HIMAKSI, M. Agiel Putra Regianto, menegaskan bahwa semangat kekeluargaan merupakan kekuatan utama HIMAKSI. Ia berharap kegiatan AKSARA dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilestarikan dan membawa semangat baru demi kemajuan mahasiswa Akuntansi UNUSIDA di masa mendatang.

Dengan semangat satu jiwa, satu rasa, mahasiswa Akuntansi UNUSIDA membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan akademik yang solid, inspiratif, dan berdaya saing.

“Melalui Fortes Una Familia, mahasiswa Akuntansi harus terus menjaga kekompakan dan menjadikan HIMAKSI sebagai rumah kedua yang menumbuhkan semangat belajar dan berorganisasi. Satu jiwa, satu rasa, Akuntansi luar biasa!,” pungkasnya.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Seminar Nasional, FGD, dan Talkshow: Menyelaraskan Visi, Misi, dan Kurikulum Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar FGD Untuk Menyelaraskan Visi, Misi, dan Kurikulum Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital

SIDOARJO – Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Nasional, Focus Group Discussion (FGD), dan Talkshow dengan tema ‘Penyelarasan Visi, Misi, dan Kurikulum Program Studi Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital’. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan Prodi Akuntansi agar selaras dengan kebutuhan industri dan dinamika dunia kerja di era transformasi digital.

Membangun Sinergi Akademik dan Profesional

Kegiatan yang dihadiri oleh mitra industri, alumni, dosen, dan mahasiswa ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam merumuskan visi dan misi program studi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, menekankan pentingnya integritas moral dan tanggung jawab ilmiah bagi seluruh mahasiswa.

“Mahasiswa harus memiliki tanggung jawab ilmu dan moral. Menyelesaikan kuliah tepat waktu bukan hanya soal akademik, tetapi juga komitmen untuk menggapai cita-cita dan membanggakan orang tua. Saya percaya mahasiswa UNUSIDA memiliki semangat tinggi dalam menerapkan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat berprestasi harus menjadi karakter utama mahasiswa Akuntansi UNUSIDA agar mampu bersaing secara global dan membawa nama baik program studi.

Kurikulum Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat

Ketua Program Studi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A., menjelaskan bahwa penyusunan visi, misi, dan kurikulum prodi dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Fokus kami ada pada bidang Perpajakan dan Akuntansi Manajemen, karena menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Prodi Akuntansi UNUSIDA juga didukung oleh dosen dengan kompetensi yang mumpuni di bidangnya,” jelas Dian.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Prodi Akuntansi UNUSIDA senantiasa berpedoman pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), mengedepankan keunggulan IPTEK dan akademik, serta menjunjung tinggi etika profesi.

“Melalui FGD ini, kami mengundang mitra, alumni, dosen, dan mahasiswa untuk bersama-sama menentukan arah visi dan misi prodi yang selaras dengan Universitas dan Fakultas Ekonomi,” tambahnya.

Ia berharap, hasil dari FGD ini dapat menjadi acuan pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (OBE) dan memperkuat profil lulusan yang unggul, profesional, dan berkarakter Aswaja.

“Kami terus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, kemampuan adaptif, dan daya saing tinggi di dunia kerja modern,” tandasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi talkshow inspiratif yang membahas tantangan profesi akuntan di era digitalisasi dan peluang pengembangan karier di sektor publik maupun swasta. (MY)

UNUSIDA Menjadi Ruang Kreativitas dan Pembentukan Karakter, Kisah Inspiratif Agung Arie Iswanto Alumni Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen 3

UNUSIDA Menjadi Ruang Kreativitas dan Pembentukan Karakter, Kisah Inspiratif Agung Arie Iswanto Alumni Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen

Sidoarjo, 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan kisah inspiratif dari para alumninya. Salah satunya datang dari Agung Arie Iswanto, S.M., lulusan Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen, yang kini mengabdikan diri sebagai Perangkat Desa Sentul Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Bagi Agung, perjalanan menempuh pendidikan di kampus hijau UNUSIDA bukan sekadar proses akademik, melainkan perjalanan pembentukan karakter dan ruang luas untuk mengasah kreativitas serta jiwa kepemimpinan. “UNUSIDA menjadi ruang kreativitas bagi mahasiswa. Saya bersyukur menjadi bagian dari kampus hijau ini. Di sini saya tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapat pengalaman berharga tentang manajemen, kepemimpinan, dan pengabdian masyarakat,” ungkap Agung saat ditemui di kantornya.

Sebagai mahasiswa yang aktif, Agung mengaku bahwa proses pembelajaran di Fakultas Ekonomi UNUSIDA memberinya bekal nyata untuk terjun di dunia kerja. Ia menilai, dosen-dosen di UNUSIDA memiliki kualitas akademik sekaligus pengalaman praktis yang sangat membantu mahasiswa memahami penerapan teori dalam konteks nyata. “Saya bisa menikmati materi tentang manajemen dan ekonomi dengan dosen yang berkualitas dan berpengalaman. Ruang diskusi selalu terbuka lebar, sehingga kami bisa berdialog, bertukar pikiran, dan belajar langsung dari pengalaman para dosen,” ujarnya.

Selain pembelajaran di kelas, Agung juga menilai bahwa pengalaman kunjungan industri ke berbagai perusahaan dan instansi menjadi momen berharga yang membuka mindset mahasiswa terhadap realitas dunia kerja. “Kunjungan ke berbagai perusahaan membuka wawasan kami tentang bagaimana teori manajemen diterapkan secara nyata. Itu menjadi bekal penting bagi kami untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang begitu cepat dan kompetitif,” tambahnya.

Namun, pengalaman paling berkesan bagi Agung selama kuliah di UNUSIDA justru datang dari aktivitas organisasi kemahasiswaan. Ia aktif mulai dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) hingga dipercaya menjadi bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas. Dari organisasi inilah, ia belajar banyak hal tentang kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen kegiatan.

“Berorganisasi di UNUSIDA mengasah soft skill kami. Kami belajar berdiskusi, bernegosiasi, menyampaikan pendapat dengan cara yang elegan, dan menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan dosen. Kami juga belajar mengkonsep kegiatan seperti seminar Economic Outlook, yang mengasah kemampuan konseptual dan kolaboratif kami,” kenang Agung.

Ia juga menambahkan, keterlibatan dalam organisasi membuatnya semakin percaya diri dalam berbicara di depan umum dan mampu berpikir kritis terhadap berbagai persoalan sosial. “Melalui organisasi, saya belajar public speaking, membangun mental yang tangguh, dan memperluas jaringan. Bahkan, melalui program magang dan PKL, kami berkesempatan merasakan atmosfir kerja nyata yang menjadi bekal saat terjun ke dunia profesional,” jelasnya.

Kini, pengalaman itu terbukti sangat relevan dengan pekerjaannya sebagai Perangkat Desa Sentul Kecamatan Tanggulangin. Ia menuturkan bahwa banyak mata kuliah dan pengalaman organisasi di kampus yang aplikatif dan selaras dengan tanggung jawabnya di pemerintahan desa.

“Semua teori yang saya pelajari, baik di ruang akademik maupun ruang aktivis, sangat kongkrit dengan pekerjaan saya saat ini. Misalnya, mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) membantu saya memahami bagaimana mengelola tim dan berinteraksi dengan masyarakat. Begitu juga dengan mata kuliah Psikologi Publik, yang sangat relevan ketika kami harus berhadapan langsung dengan berbagai karakter masyarakat,” tuturnya.

Menurut Agung, prinsip manajerial organisasi, koordinasi tugas pokok dan fungsi, hingga pelibatan masyarakat dalam pembangunan desa adalah hal yang sejalan dengan ilmu manajemen yang ia pelajari di UNUSIDA. “Manajemen itu bukan hanya tentang bisnis, tapi tentang mengelola sumber daya manusia dan potensi secara efektif. Di pemerintahan desa, kami juga menerapkan prinsip itu untuk mencapai kemajuan bersama,” lanjutnya.

Sebagai alumni, Agung berharap mahasiswa UNUSIDA saat ini dapat memanfaatkan semua kesempatan yang diberikan kampus untuk mengembangkan diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak ragu mengambil peran di organisasi karena pengalaman itu menjadi pembeda yang signifikan di dunia kerja.

“Gunakan waktu kuliah sebaik mungkin untuk berproses. Jangan takut aktif di organisasi, karena di situlah kita belajar memimpin, bekerja sama, dan menghadapi tantangan. Semua itu akan terasa manfaatnya nanti ketika kita bekerja. Saya adalah contoh kecil dari hasil proses itu,” pesannya penuh semangat.

Bagi Agung, UNUSIDA bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan rumah kedua yang menumbuhkan nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan profesionalisme. “Saya bangga menjadi bagian dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Kampus ini bukan hanya mendidik secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan moralitas mahasiswa agar siap menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Melalui kisah Agung Arie Iswanto, UNUSIDA membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang profesional, berkarakter, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Sinergi antara pembelajaran akademik, pengalaman praktis, dan pembinaan karakter di kampus hijau ini menjadi kunci keberhasilan para alumninya untuk berkontribusi nyata di berbagai bidang, termasuk di pemerintahan dan pelayanan publik.

Pengenalan Maskot PMB UNUSIDA Jadi Tanda Kick Off PMB UNUSIDA saat Upacara Hari Santri 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Semarak Hari Santri 2025, UNUSIDA Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

SIDOARJO — Dalam semarak peringatan Hari Santri Nasional 2025, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menggelar Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026–2027 di Halaman Masjid KH. Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (22/10/2025) pagi.

Tampak hadir, jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perwakilan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) di Kabupaten Sidoarjo.

Kick Off PMB ini menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk menegaskan jati dirinya sebagai kampus mahasantri modern yang siap mencetak lulusan berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis. Pembukaan secara simbolis dibukanya pendaftaran UNUSIDA Tahun Akademik 2026/2027 ditandai dengan peluncuran maskot resmi PMB yang mengambil bentuk udang dengan almamater UNUSIDA dan Udeng Pacul Gowang, yang menjadi semangat kebanggaan akan budaya dan kekayaan alam yang menjadi identitas daerah.

Dalam kesempatan tersebut,  Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin sangat mengapresiasi langkah UNUSIDA yang menjadikan Hari Santri sebagai awal dimulainya pendaftaran mahasiswa baru. Menurutnya, keputusan tersebut memiliki nilai simbolik yang kuat dan relevan dengan jati diri kampus Nahdlatul Ulama.

“Saya sangat mengapresiasi UNUSIDA yang menjadikan momentum Hari Santri sebagai pembukaan PMB kali ini. Ini langkah yang luar biasa dan penuh makna. Karena semangat santri adalah semangat menuntut ilmu dan mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh kader NU dan generasi muda santri untuk menjadikan UNUSIDA sebagai pilihan utama dalam menempuh pendidikan tinggi. “Kalau kader-kader NU mengaku sebagai kader NU, mari bersama-sama kuliah di UNUSIDA. Insyaallah, ilmu yang didapat akan bermanfaat dan berkah,” pesannya.

Momentum Hari Santri Sebagai Spirit Mahasiswa Baru

Kepala Biro PMB UNUSIDA, Achmad Wahyudi, M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan momentum Hari Santri untuk memulai program PMB memiliki makna simbolik yang kuat.

“Hari Santri memiliki makna mendalam bagi UNUSIDA karena kampus ini lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Semangat santri adalah semangat keilmuan, pengabdian, dan nasionalisme. Dengan memulai Kick Off PMB bertepatan dengan Hari Santri, kami ingin menanamkan nilai bahwa mahasiswa UNUSIDA bukan hanya pencari ilmu, tetapi juga pejuang peradaban,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluncuran PMB ini menjadi langkah awal memperkenalkan berbagai inovasi UNUSIDA untuk tahun akademik baru, seperti pembukaan program studi unggulan, sistem penerimaan berbasis digital, hingga peningkatan layanan akademik dan non-akademik.

“Kami ingin menunjukkan bahwa UNUSIDA siap menjadi pilihan utama bagi generasi muda NU dan masyarakat luas yang menginginkan pendidikan tinggi berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global,” imbuhnya.

Mahasantri Unggul, Berkarakter, dan Siap Mengabdi

Achmad Wahyudi menegaskan bahwa PMB ini bukan sekadar peluncuran administratif, tetapi juga gerakan moral dan kultural untuk melahirkan lulusan yang berdaya guna bagi masyarakat.

“Output yang kami harapkan adalah mahasiswa santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul secara spiritual dan sosial. Mahasiswa UNUSIDA harus mampu berpikir global dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan keislaman Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah,” jelasnya.

Menurutnya, sinergi antara nilai pesantren dan sistem pendidikan tinggi modern menjadi fondasi utama UNUSIDA dalam mencetak generasi unggul. “Santri itu adaptif. Santri bisa menjadi teknokrat, birokrat, desainer, pengusaha, atau peneliti, tapi tetap berakar pada nilai keislaman dan keindonesiaan,” tegasnya.

Inovasi dan Kolaborasi sebagai Strategi Branding UNUSIDA

Dalam kegiatan Kick Off ini, UNUSIDA juga memperkenalkan sejumlah inisiatif baru, antara lain:

  • Program Beasiswa Santri Berprestasi,

  • Kerjasama strategis dengan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur, dan

  • Kampanye digital nasional untuk menjangkau calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Wahyudi menuturkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat branding UNUSIDA sebagai universitas berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“UNUSIDA berkomitmen terus berinovasi tanpa kehilangan ruh keislaman dan ke-NU-annya. Kuliah di UNUSIDA berarti menempuh pendidikan yang berlandaskan nilai, karakter, dan semangat perjuangan,” ungkapnya.

Berikut timeline Pendaftaran Mahasiswa Baru UNUSIDA Tahun Akademik 2026/2027:

📌Gelombang 1
22 Oktober 2025 s.d 09 Januari 2026
📌Gelombang 2
12 Januari s.d 03 April 2026
📌Gelombang 3
06 April s.d 03 Juli 2026
📌Gelombang 4
06 Juli s.d 28 Agustus 2026

Pendaftaran bisa dilakukan secara tatap muka di Kampus II UNUSIDA: JI. Lingkar Timur KM 5,5 Rangkah Kidul, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61234. Mulai jam 08.00-16.00 WIB. Atau pendaftaran secara online melalui Website PMB UNUSIDA.

Sinergi Santri dan Kampus Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat. Bagi mahasiswa, menjadi wadah aktualisasi nilai-nilai santri yang menumbuhkan semangat belajar, disiplin, dan solidaritas. Bagi masyarakat, kegiatan ini memperkuat citra UNUSIDA sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu dan akhlak secara seimbang.

Achmad Wahyudi menegaskan, dengan semangat Hari Santri, UNUSIDA menegaskan kembali jati dirinya bukan sekadar mencetak sarjana, tetapi membentuk manusia berkarakter santri yang tangguh, cerdas, dan siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.

“UNUSIDA akan terus menjadi wadah bagi generasi muda NU untuk mengasah potensi, berinovasi, dan berkontribusi bagi bangsa. Dari kampus mahasantri inilah akan lahir generasi emas Indonesia. Generasi yang berilmu, beriman, berintegritas, dan ikhlas,” pungkasnya. (MY)