Pajak Bertutur 2025 di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Pajak Bertutur 2025, Tekankan Pentingnya Literasi Perpajakan Bagi Mahasiswa

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sidoarjo Selatan menggelar kegiatan Pajak Bertutur 2025 di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (27/8/2025). Acara ini diikuti sekitar 60 peserta dari kalangan mahasiswa dari lintas program studi, dan menjadi bagian dari program nasional yang serentak dilaksanakan di sekolah dasar hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan Implementation Agreement antara KPP Pratama Sidoarjo Selatan dengan Prodi Akuntansi dan Manajemen UNUSIDA. Dengan mengusung tema ‘Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju’, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi perpajakan, menumbuhkan budaya sadar pajak sejak dini, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan edukasi publik terkait kewajiban perpajakan.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menekankan pentingnya literasi pajak bagi mahasiswa. Ia sangat mengapresiasi antusias mahasiswa dalam mengikuti kegiatan di kampus di tengah liburan semester. Alhasil meskipun mahasiswa baru akan aktif kuliah pada 22 September mendatang, kegiatan ini tetap digelar sebagai bekal awal yang sangat penting.

“Acara Pajak Bertutur ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk mengenal pentingnya pajak sebagai penopang pembangunan nasional. Harapannya, mahasiswa mendapat tambahan literasi perpajakan, memahami ketentuan-ketentuan terbaru, dan mampu berperan aktif dalam membangun budaya sadar pajak di masyarakat,” ujarnya.

Pajak sebagai Penopang Pembangunan

Kepala Seksi KPP Pratama Sidoarjo Selatan, Sigit Danang Joyo, menjelaskan bahwa Pajak Bertutur merupakan bagian dari program Inklusi Kesadaran Pajak hasil kerja sama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Kesadaran pajak perlu ditanamkan sejak dini, termasuk di kalangan mahasiswa. Mereka adalah calon pemimpin bangsa sekaligus generasi penerus yang akan berperan besar dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Di tangan mahasiswa inilah masa depan kepatuhan perpajakan Indonesia berada,” jelasnya.

Sigit menambahkan, kontribusi pajak terhadap penerimaan negara sangat besar. Pada tahun 2023, dari total penerimaan APBN sekitar Rp2.700 triliun, sebesar Rp1.869 triliun atau 67% berasal dari pajak. Pada 2024, penerimaan negara meningkat menjadi sekitar Rp2.800 triliun dengan porsi pajak tetap menjadi sumber utama.

Membangun Generasi Sadar Pajak

Kegiatan ini diisi dengan sesi sosialisasi, diskusi interaktif, serta pengenalan jenis-jenis pajak yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Penghasilan (PPh), hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Para peserta terlihat antusias mengikuti acara, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait mekanisme, manfaat, dan peran pajak dalam pembangunan.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran membayar pajak sebagai bagian dari kewajiban warga negara yang baik,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan berharap terjalin kerja sama yang berkesinambungan dalam bidang edukasi perpajakan. Selain menambah wawasan mahasiswa, kegiatan ini juga memperkuat peran kampus dalam mendukung pemerintah meningkatkan kepatuhan pajak di masyarakat luas. (MY)

Dewi Sri Rahayu, S.Ak saat Menerima Piagam Penghargaan Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi UNUSIDA dari Rektor (Foto: Humas UNUSIDA)

Dewi Sri Rahayu: Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Bukti Kerja Keras dan Doa

SIDOARJO – Dewi Sri Rahayu, S.Ak, menjadi lulusan terbaik Program Studi Akuntansi sekaligus Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Hal tersebut disampaikan saat Yudisium ke-9 FE UNUSIDA di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (7/8/2025) lalu.

Dewi berhasil lulus dengan IPK 3,94 mengungguli lulusan Fakultas Ekonomi UNUSIDA lainnya. Meskipun begitu, Dewi mengaku bahwa pencapaian ini menjadi momen yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, tentu perasaan saya sangat bersyukur dan terharu bisa mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik. Saya percaya pencapaian ini bukan hanya hasil usaha saya pribadi, tapi juga doa orang tua, bimbingan dosen, dan dukungan teman-teman,” ungkapnya saat diwawancara oleh Tim Humas UNUSIDA, Selasa (26/8/2025).

Motivasi Ganda: Membanggakan Orang Tua dan Membuktikan Diri

Bagi Dewi, motivasi terbesar selama kuliah adalah kedua orang tua dan keluarga. Sejak awal menempuh pendidikan tinggi, ia tidak hanya belajar, tetapi juga bekerja untuk membiayai studinya sendiri.

“Selain ingin membuat orang tua bangga, saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa dengan kerja keras dan doa, semua bisa tercapai,” tuturnya.

Tantangan yang Menguatkan

Menjalani kuliah sembari bekerja bukan perkara mudah. Dewi harus pintar membagi waktu, tenaga, dan pikiran agar semua kewajiban dapat terselesaikan.

“Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan kuliah dan pekerjaan. Ada kalanya benar-benar lelah, tapi justru dari situ saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, manajemen waktu, dan pentingnya konsistensi,” ujarnya.

Peran UNUSIDA dalam Perjalanan Akademik

Dewi juga menegaskan bahwa peran UNUSIDA, khususnya Fakultas Ekonomi, sangat besar dalam perjalanan akademiknya. Selain mendapatkan bekal ilmu, ia juga mendapat kesempatan bekerja di lingkungan kampus yang sangat membantunya.

“Saya berterima kasih kepada dosen-dosen yang bukan hanya membimbing di kelas, tetapi juga memberi arahan tentang kehidupan dan karier. Dukungan itu menjadi salah satu alasan saya bisa menyelesaikan studi sampai akhir,” jelasnya.

Pesan untuk Mahasiswa

Sebagai lulusan terbaik, Dewi memberikan pesan berharga untuk adik tingkatnya. Menurutnya, hal terpenting dalam hidupnya adalah dapat menikmati setiap proses dalam kuliah maupun bekerja.

“Jangan pernah menyerah pada keadaan. Nikmati prosesnya, jangan hanya mengejar hasil. Dan yang paling penting, libatkan doa orang tua dalam setiap langkah, serta jangan takut meminta arahan dari dosen. Percayalah, usaha tidak akan mengkhianati hasil,” pesannya.

Rencana ke Depan

Setelah lulus, Dewi berencana untuk terus mengembangkan diri melalui studi lanjut maupun memperluas pengalaman kerja.

“Kalau soal menikah, tentu itu bagian dari rencana hidup juga, tapi waktunya biar Allah yang atur. Yang jelas, saya ingin tetap produktif dan bermanfaat, di jalur apa pun yang saya tempuh,” ujarnya.

Harapan untuk UNUSIDA

Lebih lanjut, Dewi menyampaikan harapannya untuk kampus tercinta. Ia berharap, UNUSIDA dapat berkembang menjadi kampus yang diperhitungkan di tengah masyarakat.

“Semoga UNUSIDA, khususnya Fakultas Ekonomi, terus berkembang menjadi kampus yang melahirkan generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak. Semoga semakin banyak inovasi, kesempatan, dan fasilitas yang mendukung mahasiswa untuk berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Dan semoga nama UNUSIDA semakin harum, bukan hanya di Sidoarjo, tapi juga di tingkat nasional dan internasional,” harapnya. (MY)

Kegiatan pelatihan MC 3 Bahasa di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah (Foto: Dokumentasi KKN UNUSIDA 25)

Kelompok 25 KKN UNUSIDA Inisiasi Pelatihan MC 3 Bahasa, Latih Kepercayaan Diri Santri

SIDOARJO – Mahasiswa Kelompok 25 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menginisiasi Pelatihan MC 3 Bahasa bagi santri di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah, Krembung, Sidoarjo. Kegiatan yang mengusung tema ‘Berbicara Percaya Diri, Menginspirasi dengan 3 Bahasa’ di pusatkan di di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Burhanul Hidayah, Krembung, Sidoarjo, Ahad (24/8/2025).

Ketua kelompok 25 KKN UNUSIDA, Moch. Bahaauddin Al Hasany menjelaskan, kegiatan ini bertujuan melatih kepercayaan diri para santri, memberikan bekal keterampilan public speaking, sekaligus mempersiapkan mereka untuk terjun di masyarakat.

“Dengan adanya pelatihan ini, para santri diharapkan mampu tampil percaya diri, komunikatif, dan adaptif dalam berbagai forum, sehingga siap menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan penuh wibawa,” jelasnya.

Keunikan pelatihan ini terletak pada penggunaan tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang memperkuat identitas kebangsaan, Bahasa Arab sebagai bahasa keilmuan dan tradisi pesantren, serta Bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi sehari-hari di tengah masyarakat. Perpaduan ini menjadikan para santri tidak hanya piawai berbicara di panggung, tetapi juga luwes menyesuaikan diri dengan berbagai audiens.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow interaktif, Arina Rahmatika yang juga merupakan anggota Kelompok 25 KKN UNUSIDA menyampaikan materi seputar pentingnya peran seorang MC dalam keberhasilan sebuah acara. Peserta diajak memahami teori sekaligus praktik langsung, mulai dari teknik membuka acara, menjaga suasana, hingga menutup acara dengan baik.

“Merasakan dampaknya sangat penting, karena MC tidak sekadar memberi aba-aba jalannya acara, melainkan menjadi kunci suksesnya sebuah kegiatan,” ungkapnya.

Pelatihan ini diikuti belasan santri senior Pondok Pesantren Burhanul Hidayah dengan antusias tinggi. Para peserta tampak aktif berlatih, berdiskusi, serta mencoba berbicara dalam tiga bahasa berbeda.

“Semoga program ini dapat membangkitkan potensi para santri, sehingga kepercayaan diri mereka semakin terasah dan bisa memberi manfaat lebih luas,” harapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi santri yang percaya diri, komunikatif, serta mampu menularkan ilmunya kepada adik kelas. Dengan begitu, budaya public speaking yang sehat, inspiratif, dan multibahasa dapat terus berkembang baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat luas.

Penulis: Lailatus Saadah (MY)

Mengukir Karier Cemerlang: Kisah Inspiratif Alumni UNUSIDA di Dunia Profesional 1

Mengukir Karier Cemerlang: Kisah Inspiratif Alumni UNUSIDA di Dunia Profesional

Sidoarjo – Dunia kerja yang penuh persaingan menuntut kesiapan dan keterampilan yang mumpuni dari setiap lulusan perguruan tinggi. Hal ini juga dirasakan oleh Nafa Putri Maulidya, S.M, salah satu alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang kini sukses meniti karier di Bagian Sekretariat RSI Siti Hajar Sidoarjo. Perjalanan Nafa menjadi bukti nyata bahwa peran kampus sangat penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia profesional (25-08-2025).

Menurut Nafa, pengalaman yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UNUSIDA memberikan bekal berharga, bukan hanya berupa teori, tetapi juga keterampilan praktis. Melalui berbagai program kampus seperti kegiatan magang, penguasaan keterampilan, hingga pengabdian masyarakat, Nafa merasa lebih siap untuk melangkah ke dunia kerja yang lebih luas. “Peran kampus dalam karier sangatlah penting dan berpengaruh, khususnya bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang lebih luas dan membangun karier yang lebih sukses,” ungkapnya.

Magang menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi Nafa. Dari program tersebut, ia dapat merasakan langsung suasana kerja yang sesungguhnya, belajar menghadapi dinamika organisasi, serta mengasah kemampuan komunikasi dan manajemen waktu. Pengalaman ini membuatnya semakin percaya diri ketika akhirnya memasuki dunia kerja yang nyata. Selain itu, melalui pengabdian masyarakat, ia belajar bagaimana mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu masyarakat secara langsung, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang tinggi.

Kini, Nafa membuktikan bahwa bekal ilmu dan pengalaman dari kampus mampu menjadi landasan kuat dalam membangun karier. Di posisi strategisnya sebagai staf sekretariat di RSI Siti Hajar Sidoarjo, ia dituntut untuk bekerja dengan teliti, disiplin, serta mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak. Semua keterampilan itu, menurutnya, sudah mulai terasah sejak di bangku kuliah. Ia juga menekankan pentingnya keaktifan mahasiswa dalam mengikuti berbagai kegiatan di kampus, karena dari situlah jaringan, pengalaman, dan keterampilan tambahan bisa didapatkan.

Perjalanan karier Nafa memberikan pesan kuat bagi mahasiswa dan generasi muda, khususnya di UNUSIDA. Bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan. Keseriusan dalam belajar, memanfaatkan setiap kesempatan magang, aktif dalam organisasi, serta keterlibatan dalam pengabdian masyarakat akan menjadi modal besar untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

Kisah inspiratif ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa UNUSIDA agar tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai program kampus yang tersedia. Dengan begitu, mereka akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bagi Nafa, sukses bukan hanya soal posisi atau jabatan, tetapi tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi orang lain. Dengan semangat itu, ia terus melangkah maju, sekaligus membawa nama baik almamater tercinta, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. (AS)

Kelompok 4 KKN UNUSIDA Beri Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah (Foto: Humas UNUSIDA)

Solusi Cerdas Mahasiswa Kelompok 4 KKN UNUSIDA, Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

SIDOARJO – Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 4 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menghadirkan program kerja inovatif dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna, yaitu lilin aromaterapi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (29/07/2025) lalu di Balai RT 20 Desa Gebang, Kabupaten Sidoarjo, dan mendapat sambutan antusias dari warga.

Ketua Kelompok 4 KKN UNUSIDA Erlangga Abiarta Nugraha mengatakan, minyak jelantah kerap menjadi persoalan lingkungan karena penanganannya yang kurang tepat, seperti dibuang ke saluran air atau ke tanah. Menyadari permasalahan tersebut, ia dan tim KKN menghadirkan solusi kreatif dengan mengubah limbah berbahaya ini menjadi produk ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

“Kami melihat banyak warga yang belum sadar akan bahaya minyak jelantah jika dibuang sembarangan. Melalui program ini, kami ingin memberikan edukasi sekaligus demonstrasi langsung bagaimana limbah ini bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” ujar Erlangga, Jum’at (22/8/2025).

Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan mengedukasi warga tentang pengelolaan limbah rumah tangga, sekaligus memberikan solusi kreatif dan ramah lingkungan. Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, para mahasiswa memperkenalkan metode sederhana mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang aman, wangi, dan estetis.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Bahan-bahan yang digunakan pun sederhana dan mudah diperoleh, di antaranya minyak jelantah yang sudah disaring, parafin, pewarna dari crayon, serta pewangi berbahan dasar non-alkohol kemudian dicetak dalam wadah cantik. Hasilnya, lilin-lilin ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi.

Respon masyarakat sangat positif. Selain tertarik mengikuti pelatihan, beberapa warga bahkan telah mencoba membuat lilin aromaterapi sendiri untuk keperluan rumah tangga maupun sebagai produk usaha rumahan.

Ibu-ibu RT 20 Desa Gebang contohnya, yang menjadi peserta utama dalam pelatihan kali ini. Mereka berpartisipasi aktif mulai dari tahap pemanasan parafin, pencampuran minyak jelantah, hingga pewarnaan dan pencetakan lilin aromaterapi. Tak hanya itu, masyarakat juga diberikan panduan tentang teknik pengemasan sederhana agar warga dapat mengembangkan keterampilan ini menjadi peluang usaha rumahan.

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, melainkan berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan demikian, selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, warga juga berpeluang memperoleh manfaat ekonomi dari hasil olahan limbah tersebut.

“Melalui program ini, Kelompok 4 KKN UNUSIDA berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan di masyarakat, serta menginspirasi pengelolaan limbah yang lebih bijak dan bernilai guna tinggi,” pungkasnya.

UNUSIDA Gelar Rapat Kerja Pimpinan 2025–2026: Perkuat Tata Kelola, Maksimalkan Resources, dan Pastikan Arah Strategis Kampus 2

UNUSIDA Gelar Rapat Kerja Pimpinan 2025–2026: Perkuat Tata Kelola, Maksimalkan Resources, dan Pastikan Arah Strategis Kampus

SIDOARJO, 20 Agustus 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun Akademik 2025–2026 dengan fokus utama memperkuat tata kelola perguruan tinggi, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, dan memastikan arah strategis universitas terjalin dengan baik dari pimpinan tertinggi hingga unit pelaksana di bawahnya. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA yang dihadiri seluruh jajaran pimpinan universitas, dekan fakultas, kepala program studi, kepala UPT, lembaga, biro, bagian, divisi serta perwakilan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT PBNU).

Rapat kerja ini membahas berbagai program prioritas kampus, termasuk upaya peningkatan kualitas akademik, penguatan riset dan inovasi, serta penataan sistem manajemen agar UNUSIDA mampu bersaing dan beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Melalui forum strategis ini, seluruh pimpinan universitas diajak menyamakan visi, memperkuat koordinasi lintas unit, serta merumuskan langkah nyata yang dapat diimplementasikan secara berkesinambungan.

“Internalisasi program ini penting agar semua pimpinan, mulai dari rektorat, fakultas, hingga program studi, mengetahui arah strategis ke depan. Kita juga memastikan bahwa semua resources dapat dimaksimalkan. Jika ada masalah sekecil apa pun, dapat segera diatasi,” ungkap Rektor UNUSIDA dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa mengelola perguruan tinggi jauh lebih kompleks dibandingkan mengelola sekolah, karena tingkat kompetensi, kebutuhan regulasi, dan tuntutan stakeholders jauh lebih tinggi.

Hal senada disampaikan Sekretaris LPT PBNU, yang turut hadir dan memberikan arahan khusus kepada jajaran pimpinan kampus. “Mengelola perguruan tinggi tidaklah sederhana. Pilihannya jelas: kita harus mampu bertahan dan berkembang. Aspek tata kelola menjadi sangat penting agar kampus bisa survive juga mampu berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Rapat kerja ini diharapkan menghasilkan output yang konkret, yaitu rencana program kerja terpadu yang dapat dijalankan secara terukur dan efisien sepanjang tahun akademik 2025–2026. Melalui perencanaan yang matang, UNUSIDA menargetkan peningkatan mutu layanan pendidikan, akreditasi program studi yang lebih baik, serta penguatan kolaborasi dengan mitra industri, pemerintah, dan organisasi masyarakat.

“Rakerpim ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menyusun langkah strategis ke depan. Kami berharap setiap keputusan yang diambil dapat langsung diimplementasikan, sehingga tidak ada kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan,” tambah Rektor.

Dengan komitmen bersama, UNUSIDA berupaya mewujudkan tata kelola yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan. Sekretaris LPT PBNU menegaskan kembali pentingnya keberlanjutan program yang sudah dirintis. “Kita tidak boleh terjebak hanya pada rutinitas. Setiap program harus berorientasi pada hasil dan berdampak langsung pada masyarakat serta reputasi universitas. Itulah ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi,” ujarnya.

Penutup rapat kerja menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain penyelarasan program kerja fakultas dengan rencana strategis universitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola kampus, serta penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi.

Melalui Rakerpim 2025–2026 ini, UNUSIDA menunjukkan kesungguhannya untuk membangun perguruan tinggi yang tangguh, kompetitif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.

Hima Teknik Lingkungan UNUSIDA Turut Serta dalam Ganeca Talks Series II 2025 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

Perluas Wawasan Teknis, HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Kolaboratif dalam Ganeca Talks Series II

SIDOARJO – Upaya membangun pemahaman teknis sekaligus regulatif dalam pengelolaan lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antar institusi. Hal ini tercermin dalam kegiatan Ganeca Talks Series II bertema ‘Dari Regulasi ke Realisasi: Pertek untuk Pemanfaatan dan Pembuangan Air Limbah’ yang diselenggarakan secara nasional dan daring melalui Microsoft Teams pada Kamis (17/07/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, praktisi, hingga akademisi lingkungan ini turut menghadirkan partisipasi aktif Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kehadiran HIMA TL UNUSIDA merupakan bagian dari program unggulan Enviro Insight. Hasil gagasan Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) dan dilaksanakan sinergis bersama Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA).

Dalam forum ini, HIMA TL UNUSIDA berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services, lembaga riset dan konsultasi lingkungan berbasis di Bandung yang berdiri sejak 2014 dengan pendiri dari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memperkuat relevansi pembelajaran mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja di bidang lingkungan.

Kepala Departemen AIR HIMA TL UNUSIDA, Chalimatus Sa’diyah, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini. Menurutnya, semangat keterbukaan dan kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas edukasi serta literasi lingkungan di bidang keinsinyuran.

“Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami isu nyata di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan teknis lingkungan. Dari sini, wawasan akademik kita terhubung langsung dengan praktik profesional,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Forum ilmiah ini menghadirkan dua narasumber dari PT. Ganeca Environmental Services, yakni Aditia Adyanugraha Arfan, S.T. dan Nur Latifa Ristiaramdani, S.T.. Keduanya memaparkan secara rinci tentang Persetujuan Teknis (PERTEK) dalam pemanfaatan dan pembuangan air limbah. Materi yang disampaikan mencakup dinamika implementasi regulasi di lapangan, tantangan administratif, hingga pendekatan teknis yang sesuai dengan persyaratan pemerintah.

Para peserta memperoleh wawasan konkret mengenai peran PERTEK, yang bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga instrumen penting untuk menjamin kegiatan pengelolaan air limbah berjalan dengan prinsip kehati-hatian, kepatuhan, dan standar teknis yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Diskusi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor industri, konsultan, dan pemerintah dalam memastikan tata kelola air limbah yang efektif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual mahasiswa untuk memahami aspek teknis dan kebijakan secara langsung dari para praktisi. Dengan pendekatan edukatif yang praktis, Ganeca Talks Series II berhasil mempertemukan dunia akademik dan profesional dalam satu forum yang bermakna.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Chalimatus Sa’diyah menegaskan visinya sebagai komunitas akademik yang aktif membangun kolaborasi eksternal demi penguatan kapasitas internal. Ia mengaku sangat terbuka dan tidak melewatkan berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services dalam forum ini. Ia berharap dapat berlanjut dalam forum-forum edukatif lainnya di masa mendatang.

“Keterlibatan HIMA TL UNUSIDA dalam Ganeca Talks Series II bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan kolektif dalam memperjuangkan tata kelola lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Sosialisasi Pemilahan Sampah Bersama DLHK Sidoarjo yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN 07 UNUSIDA di Desa Banjarbendo (Foto: Humas UNUSIDA)

KKN 07 UNUSIDA Gelar Sosialisasi Pemilahan Sampah Bersama DLHK Sidoarjo di Desa Banjarbendo

SIDOARJO – Dengan semangat keberlanjutan lingkungan, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 07 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan sosialisasi pemilahan sampah di Desa Banjarbendo RT 03 RW 02, Ahad (03/08/2025) lalu.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, yakni Indah Yulianti, S.E., yang memaparkan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Program sosialisasi ini lahir dari hasil identifikasi isu lingkungan yang dilakukan mahasiswa KKN 07 UNUSIDA bersama pihak RT dan warga setempat. Salah satu permasalahan utama yang ditemui adalah kurangnya optimalisasi pemilahan sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik.

Sebagai solusi, mahasiswa KKN 07 merancang program bank sampah. Empat titik bank sampah telah dipersiapkan di sekitar lingkungan RT 03 RW 02 Banjarbendo. Fasilitas ini diharapkan menjadi wadah warga untuk memilah sampah organik dan anorganik sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Hasil pengelolaan nantinya akan menambah kas RT sesuai kesepakatan bersama, sehingga membawa dampak ganda: lingkungan bersih sekaligus mendukung kebutuhan sosial warga.

“Program ini memang didesain sebagai program keberlanjutan. Harapannya setelah mahasiswa KKN selesai bertugas, warga tetap melanjutkan pengelolaan bank sampah dengan sistem yang sudah dirintis,” ujar Ketua KKN 07 UNUSIDA, Maulidiyah Tri Setyorini dalam sesi laporan pertanggungjawaban.

Hal senada disampaikan narasumber, Indah Yulianti, S.E., yang juga memberikan dukungan penuh edukasi dan program lanjutan pengelolaan sampah yang ekonomis. Kegiatan ini diikuti lebih dari 20 warga yang antusias menyimak materi serta memberikan komitmen mendukung jalannya bank sampah.

“Diusahakan setelah adanya sosialisasi ini, saya sudah bisa mendapat gambaran warga dalam pembentukan pengurus bank sampah. Jika program ini terlaksana dengan baik dan berlanjut, nanti saya kasih pupuk gratis di kedinasan khusus untuk RT 03 RW 02 Banjarbendo,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Eko sangat mengapresiasi program KKN UNUSIDA yang menghadirkan banyak program inovatif. Dengan mengusung tema ‘Rukun Tetangga Peduli Sampah’, mahasiswa KKN 07 UNUSIDA menegaskan komitmen untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran warga tentang pengelolaan sampah, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas sosial di lingkungan Banjarbendo. Selain itu, pihaknya merasa sangat terbantu oleh mahasiswa KKN dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang guyub dan rukun antar tetangga.

“Ini sangat bermanfaat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, warga juga bisa mendapatkan tambahan dana kas RT untuk kebutuhan bersama. Meski kecil, program ini harus tetap dijalankan sesuai prosedur dan keberlanjutan,” tegasnya. (MY)