Mahasiswa KKN Unusida Bikin Gebrakan di Wadungasih! Nomor Rumah Kini Lebih Tertata dan Memudahkan Warga (Foto: Mir'a Tia Musfiro)

Mahasiswa KKN 12 UNUSIDA Lakukan Penataan Nomor Rumah di Desa Wadungasih

SIDOARJO – Suasana Desa Wadungasih, RT 06 RW 02, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, kini terlihat lebih rapi dan tertata. Hal ini berkat inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok 12 yang menjalankan program penataan nomor rumah bagi warga setempat.

Program sederhana namun berdampak besar ini disambut positif oleh masyarakat. Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya membuat dan memasang nomor rumah, tetapi juga memastikan penomoran sesuai urutan sehingga memudahkan tamu, pendatang, maupun petugas layanan publik seperti kurir, PLN, hingga tenaga kesehatan.

Ketua Kelompok 12 KKN UNUSIDA, Mir’a Tia Musfiroh menjelaskan bahwa ide program ini lahir dari diskusi dengan perangkat desa. Penataan nomor rumah dianggap sebagai langkah kecil menuju desa yang lebih rapi, aman, dan mudah diakses.

Selain membantu warga, program ini juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan nilai pengabdian masyarakat. Ia berharap kegiatan penataan nomor rumah ini dapat menjadi contoh program KKN yang efektif, bukan sekadar seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat, meskipun sederhana. Harapannya, warga bisa merasakan manfaat nyata dari program ini,” jelasnya.

Dengan langkah kecil ini, mahasiswa KKN UNUSIDA Kelompok 12 membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana, nomor rumah yang tertata rapi, memudahkan semua pihak.

Salah satu warga RT 06, Desa Wadungasih mengaku merasa sangat terbantu dengan program penataan nomor rumah dari mahasiswa KKN UNUSIDA. Menurutnya, inovasi sederhana namun bermanfaat ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat desa.

“Selama ini ada beberapa rumah yang belum memiliki nomor jelas. Hal itu sering membingungkan tamu dan bahkan menghambat pelayanan masyarakat. Dengan adanya penataan ini, kami merasa terbantu,” ungkapnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi Program penataan nomor rumah ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga mempermudah berbagai layanan masyarakat, mulai dari distribusi paket, pendataan administrasi, hingga akses petugas kesehatan. Mahasiswa KKN UNUSIDA secara aktif membuat, memasang, dan menata nomor rumah agar lebih jelas serta teratur.

“Inovasi dari mahasiswa sangat kami nantikan. Program seperti ini penting untuk meningkatkan kerapian desa sekaligus memudahkan pelayanan publik. Kami merasa sangat terbantu,” pungkasnya.

Penulis: Mir’a Tia Musfiro (MY)

KKN UNUSIDA Gelar Workshop Pendampingan UMKM: Digital Marketing, Pengelolaan Keuangan & Desain Canva Menuju UMKM Go Digital di Desa Sarirogo (Foto: Fastabiqul K)

KKN 06 UNUSIDA Gelar Workshop Pendampingan UMKM Tentang Digital Marketing, Pengeloaan Keuangan, dan Desain Canva di Desa Sarirogo

SIDOARJO – Dengan semangat mendukung transformasi ekonomi kerakyatan, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 06 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Workshop Pendampingan UMKM tentang Digital Marketing, Pengelolaan Keuangan, dan Desain Canva Menuju UMKM Go Digital. Kegiatan yang melibatkan para pelaku UMKM lokal ini dilaksanakan di Pendopo Mbah Broto, Dusun Luwung, RT 09 RW 02 Desa Sarirogo, Sidoarjo, Senin (18/8/2025) lalu.

Koordinator Divisi Mahasiswa (KORDIVMA) KKN 06 UNUSIDA, Bagus Nurmantyas mengatakan bahwa timnya kali ini mengusung tagline Kilau Sarirorgo. Ia menjelaskan bahwa tagline ini dipilih sebagai representasi dari semangat mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata untuk memajukan desa.

“Tagline Kilau Desa Sarirogo kami maknai sebagai tekad untuk menghadirkan program kerja yang tidak hanya bermanfaat secara langsung bagi masyarakat, tetapi juga meninggalkan kesan positif dan berkelanjutan,” ungkapnya, Senin (1/9/2025).

Menurut Bagus, berbagai program yang dijalankan KKN 06 UNUSIDA berfokus pada pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, serta peningkatan literasi digital dan lingkungan. Dengan adanya tagline tersebut, tim KKN berharap dapat memberikan inspirasi sekaligus semangat baru bagi warga Desa Sarirogo untuk terus berkembang.

Diantaranya Workshop Pendampingan UMKM ini menjadi bagian dari program kerja unggulan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendorong UMKM agar mampu bersaing dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Peserta kegiatan ini menyasar para pelaku UMKM lokal mendapatkan materi praktis mengenai strategi pemasaran digital, pencatatan keuangan sederhana, serta pemanfaatan aplikasi Canva untuk mendesain promosi produk yang menarik dan profesional,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, KKN UNUSIDA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong UMKM lokal menuju UMKM Go Digital, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu narasumber Fastabiqul Khoiroh memberikan pendampingan secara langsung tentang branding produk melalui aplikasi Canva.

Selain pemaparan materi, peserta juga diajak melakukan praktik langsung, mulai dari membuat akun bisnis di media sosial, mencatat transaksi menggunakan aplikasi keuangan, hingga mendesain flyer dan konten promosi digital melalui Canva.

“UMKM harus mulai beradaptasi dengan dunia digital. Melalui digital marketing, pengelolaan keuangan yang rapi, serta desain promosi yang menarik, produk lokal bisa lebih dikenal luas dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut positif oleh pelaku UMKM di Desa Sarirogo. Siti, salah satu peserta workshop kali mengaku merasa terbantu dalam memahami cara mengembangkan usaha dengan strategi yang lebih modern.

“Saya jadi tahu bagaimana cara membuat promosi produk yang menarik, sekaligus belajar mengatur keuangan usaha saya dengan lebih baik,” katanya. (MY)

Pemberitahuan Pelaksanaan Gladi Bersih Wisuda IX Unusida

Gladi bersih Wisuda IX Unusida dilaksanakan pada:

Hari dan tanggal : Jumat, 05 September 2025
Pukul : 13:30 WIB s.d. selesai
Tempat : Dyandra Convention Center, Jl. Basuki Rahmat No. 93-105 Surabaya

Gladi bersih WAJIB  diikuti oleh calon wisudawan dan wajib hadir satu jam sebelum kegiatan dimulai.

Pemberitahuan Pelaksanaan Wisuda IX Unusida

Kegiatan Wisuda IX Unusida dilaksanakan pada:

Hari dan tanggal : Sabtu, 06 September 2025
Pukul : 07:00 WIB s.d. selesai
Tempat : Dyandra Convention Center, Jl. Basuki Rahmat No. 93-105 Surabaya

ZE Talk - Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto:Muchammad Waziruddin)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Berpartisipasi Aktif dalam ZE Talk: Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group

SIDOARJO – Dalam semangat kolaborasi dan penguatan wawasan mahasiswa mengenai isu-isu strategis energi berkelanjutan di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam kegiatan nasional bertajuk ZE Talk yang diselenggarakan oleh zonaebt.com. Webinar edisi kali ini mengangkat tema ‘Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group’ yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (28/07/2025).

ZE Talk merupakan program unggulan dari PT Zona Media Pembaru, sebuah startup berbasis media informasi dan edukasi yang sejak 2021 konsisten berfokus pada literasi energi terbarukan dan ekosistem transisi energi di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan berbagai institusi akademik dan komunitas pemuda sebagai mitra partisipatif, termasuk HIMA TL UNUSIDA yang mengirimkan delegasi pengurus dan anggota sebagai peserta aktif.

Koordinator Hubungan Eksternal & Kemitraan sekaligus penanggung jawab partisipasi, Gilang Ramadhani Kurniawan, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam agenda strategis nasional. Tak hanya itu, partisipasi HIMA TL UNUSIDA kali ini menjadi bagian dari implementasi program kerja ENVIRO NEXUS, yang diinisiasi oleh Departemen UDARA (Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan).

“Kami berharap mahasiswa teknik lingkungan tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu terlibat dalam dinamika kebijakan dan proyek nyata yang dijalankan pelaku industri, seperti proyek karbon di Pertamina Group,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam ZE Talk edisi ini, HIMA TL UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Alhamdulillah, kami sebagai mahasiswa dapat terus aktif dalam forum lingkungan yang dapat memperkuat kapasitas intelektual, jejaring strategis, dan kontribusi nyata generasi muda teknik lingkungan di masa kini maupun mendatang,” ungkapnya.

Webinar menghadirkan Vice President Strategic Partnership, Acquisition & Marketing Pertamina New & Renewable Energy, Yessa Arthur Erriadita sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Yessa menekankan bahwa proyek karbon bukan sekadar offset emisi, tetapi transformasi struktural menuju model bisnis energi yang berkelanjutan.

“Inisiatif ini mencakup pendekatan holistik dari pengembangan teknologi hingga skema kemitraan strategis lintas sektor. Pertamina mendukung penuh target Net Zero Emission 2060 melalui implementasi proyek karbon berbasis energi baru terbarukan,” jelasnya.

Peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai mekanisme pasar karbon, peran Pertamina dalam menginisiasi proyek karbon nasional, serta integrasi inisiatif tersebut dengan agenda transisi energi. Diskusi interaktif juga menyoroti pentingnya literasi publik dan kontribusi generasi muda dalam mendukung keberhasilan agenda hijau nasional.

Delegasi HIMA TL UNUSIDA tampak aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan semangat kontribusi mahasiswa terhadap isu strategis lingkungan dan keberlanjutan. Partisipasi ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang memperluas jejaring serta membuka dialog antara akademisi dan pelaku industri energi.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA 2025 Gelar PINTAR DIGITAL: Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat Presentasi Kreatif dengan Canva (Foto: Ismawati Ainur)

PINTAR DIGITAL: Mahasiswa KKN Tematik UNUSIDA Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat PPT Kreatif dengan Canva

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program edukasi literasi digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pelatihan Interaktif Digital (PINTAR DIGITAL) di SDN Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, pada Selasa (19/8/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh 28 siswa ini berfokus pada pengenalan pembuatan presentasi (PPT) menggunakan aplikasi Canva, sebuah platform desain digital yang ramah pengguna dan kreatif. Dalam pelatihan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal dasar-dasar penggunaan Canva, mulai dari menambahkan teks, gambar, menyusun slide, hingga membuat animasi agar presentasi terlihat lebih menarik.

Ketua Kelompok KKN Tematik UNUSIDA, Ferdie Arya Jantanu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung peningkatan literasi digital di Desa Wonokarang. Ia berharap, keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal siswa untuk menghadapi tantangan era digital sejak usia dini.

“Kami ingin siswa SD Wonokarang lebih melek teknologi dan kreatif sejak dini. Dengan Canva, mereka bisa belajar membuat presentasi yang menarik dan mudah, yang ke depannya bermanfaat untuk tugas sekolah maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ferdie menjelaskan bahwa pengenalan Canva dipilih karena aplikasinya ramah pengguna dan dapat diakses dengan mudah. “Anak-anak SD sekarang sudah akrab dengan gawai, sehingga penting untuk mengarahkan mereka ke penggunaan yang produktif. Canva membantu mereka belajar menyampaikan ide dengan cara kreatif dan menyenangkan,” jelasnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya, mencoba fitur-fitur Canva, hingga menghasilkan desain presentasi sederhana namun kreatif. Bahkan, dua siswa turut menyampaikan kesan mereka usai mengikuti pelatihan.

Putri, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diberikan sangat membantu dan mudah dipahami. Melalui pendampingan interaktif, para siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar membuat slide presentasi, memilih template, memadukan warna, menambahkan gambar, hingga menyusun alur cerita sederhana.

“Untuk pelajaran PPT hari ini cukup mudah dipahami dan gampang untuk dilakukan kembali. Semoga kakak-kakak bisa kembali lagi ke sini dan mengajar kami,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa SD Wonokarang untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. “Untuk pelajaran hari ini sangat menyenangkan dan terima kasih kakak-kakak KKN telah mengajarkan membuat karya,” pungkasnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Dampingi UMKM Wonokarang dalam Pendaftaran NIB dan Sertifikasi Halal (Foto: Ismawati Ainur)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Gandeng ISNU Jatim, Dampingi Legalitas dan Akses Digital UMKM di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan pendampingan legalitas dan digitalisasi UMKM di Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, (10/8/2025) lalu.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Proses Produk Halal (PPH) Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur dan mencakup pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta penautan lokasi bisnis UMKM ke Google Maps agar lebih mudah diakses konsumen.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari perwakilan PW ISNU Jawa Timur Bu Fafa yang turut mendampingi proses sertifikasi halal. Hingga akhir program, sebanyak 20 UMKM berhasil terdaftar di Google Maps, sehingga produk lokal memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

“Saya senang sekali bisa membersamai adik-adik KKN UNUSIDA, terutama untuk para pelaku usaha yang akhirnya mendapatkan legalitas NIB dan sertifikat halal. Antusias warga luar biasa, formulir yang terkumpul ada 20 usaha yang didaftarkan, mulai dari makanan dan minuman seperti es degan, gorengan, rujak gado-gado, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya sinergi akademisi dan profesional dalam mendampingi UMKM.

“Hari ini mereka membawa pulang NIB yang sudah dicetak oleh teman-teman KKN, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri. Usaha mereka kini dilegalkan, bukan hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh negara. Semoga manfaatnya terus berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KKN Tematik Filkom UNUSIDA, Rafi Rabbani Rouf menjelaskan bahwa program ini diinisiasi untuk menyiapkan UMKM menghadapi tantangan era digital.

Dengan adanya pendampingan ini, para pelaku UMKM Desa Wonokarang kini memiliki legalitas yang jelas dan akses digital yang lebih baik. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami ingin UMKM di Desa Wonokarang tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga siap bersaing di pasar yang lebih luas. Legalitas usaha dan kehadiran di platform digital seperti Google Maps adalah langkah awal untuk itu,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan adanya legalitas dan akses digital, kami berharap usaha warga tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era ekonomi digital,” terangnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (28/8/2025).

Salah satu peserta, Ibu Sriyatin, mengungkapkan rasa syukurnya atas bimbingan dan bantuan dalam pengurusan legalitas usaha. Menurutnya legalitas usaha sangat penting dalam meningkatkan branding usaha di mata konsumen.

“Saya merasa sangat terbantu sekali, soalnya tanpa repot kita bisa mendapatkan sertifikasi halal dan pengurusan NIB. Kakak-kakak mahasiswa juga membantu membenahi berkas yang perlu dilengkapi. Terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa UNUSIDA dalam program serupa dapat terus dikembangkan agar lebih banyak UMKM yang terbantu. “Harapannya ke depan selalu semakin dikembangkan sosialisasi seperti ini ke masyarakat, karena banyak yang punya usaha tapi bingung cara mengurusnya. Program seperti ini benar-benar sangat membantu, apalagi ada pengurusan halal dan NIB gratis,” harapnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)

Dokumentasi Partisipasi Aktif Hima Teknik Lingkungan UNUSIDA dalam Green Skilling #21 (Foto: Muchammad Waziruddin)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Aktif dalam Green Skilling Edisi 21, Menanam Green Mindset dari Akar

SIDOARJO – Upaya menanamkan budaya berkelanjutan sejak dini kini semakin menegaskan peran strategis kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia pendidikan, bisnis, dan komunitas. Hal ini tercermin dalam kegiatan Green Skilling Edisi 21 bertema ‘Menanam Green Mindset dari Akar: Peran Bisnis dan Komunitas dalam Mendorong Transformasi Hijau’ yang digelar oleh Yayasan LindungiHutan, Kamis (24/7/2025) lalu secara daring melalui Zoom Meeting.

Webinar nasional ini menghadirkan peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, pelaku industri, pegiat komunitas, hingga pemerhati lingkungan dari seluruh Indonesia. Sebagai wujud komitmen memperkuat literasi dan kesadaran lingkungan, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut berpartisipasi aktif dalam forum tersebut.

Keterlibatan ini menjadi bagian dari program unggulan ENVIRO INSIGHT yang diinisiasi Departemen AIR (Akademik, Inovasi, dan Riset) dan berkolaborasi dengan Departemen UDARA (Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan) HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Kepala Departemen AIR, Chalimatus Sa’diyah, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum ini adalah strategi pembelajaran berbasis isu global. Ia meyakini bahwa kolaborasi semacam ini akan menjadi pilar penting dalam membentuk generasi teknokrat lingkungan yang tanggap, berdaya saing, dan berintegritas.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuat dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan keberlanjutan. Inilah bentuk nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan,” ungkapnya.

Webinar menghadirkan tiga narasumber kunci yang memberikan perspektif berbeda namun saling melengkapi. Seperti Sekar Dwi Setyaningrum Branch Operation Support PT SUCOFINDO sekaligus Dosen Praktisi Kampus Merdeka Kemendikbud yang menjadi narasumber pertama. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan transformasi internal perusahaan menuju praktik berkelanjutan. “Green mindset harus dibangun dari dalam. Bukan sekadar label, tetapi praktik nyata seluruh elemen perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, Environmental Specialist PT SUCOFINDO Dissa Natria menyoroti pentingnya pola pikir dalam mewujudkan keberlanjutan bisnis. “Tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan mindset. Jika green mindset tertanam, keputusan bisnis akan otomatis selaras dengan keberlanjutan,” jelasnya.

Senada, Wakil Sekretaris Umum 1 Indonesia Green Ranger, Haris Prasetyo membawa perspektif komunitas dengan menekankan peran aktivisme generasi muda. “Transformasi hijau dimulai dari komunitas kecil, dari obrolan hingga aksi nyata di akar rumput,” ujarnya.

Selain memberi inspirasi, kegiatan ini membuka ruang diskusi strategis tentang bagaimana transformasi hijau dapat diinisiasi dan dikawal bersama. Benang merah yang muncul adalah bahwa green mindset bukan lagi slogan, melainkan fondasi berpikir dan bertindak menghadapi tantangan masa depan yang kompleks.

Partisipasi HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA dalam kegiatan ini menegaskan langkah konkret mahasiswa untuk memperluas jejaring keilmuan, meningkatkan literasi lingkungan, sekaligus mengukuhkan peran sebagai agen perubahan. Melalui Green Skilling Edisi 21, mahasiswa diajak tidak hanya membicarakan isu lingkungan sebagai wacana, tetapi juga menjadikannya panggilan aksi bersama.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

KKN Al Hidayah 2025 Sukses Gelar Workshop Ecoprint bagi Santri (Foto: KKN Al Hidayah 2025)

KKN Al Hidayah 2025 Gelar Workshop Ecoprint, Ukir Cerita Alam di Kain

SIDOARJO – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Al Hidayah 2025 sukses menyelenggarakan Workshop Ecoprint dengan mengusung tema ‘Mengukir Cerita Alam di Kain: Perjalanan Kreatif dalam Dunia Ecoprint untuk Masa Depan yang Lebih Hijau’, di Pondok Pesantren Al Hidayah Ketegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (22/8/2025) lalu.

Koordinator Tim KKN Al Hidayah 2025, Fitri menjelaskan bahwa ecoprint dipilih sebagai tema karena mampu memadukan seni, ekonomi kreatif, dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran kreatif bagi para santri untuk mengenal teknik ecoprint sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Ecoprint bukan hanya sekadar keterampilan, tetapi juga wujud sinergi antara kreativitas dan keberlanjutan. Setiap motif yang tercetak adalah cerita alam yang mengingatkan kita untuk menjaga lingkungan bersama,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Dalam workshop ini, peserta mendapat pengalaman langsung mulai dari pengenalan bahan-bahan alami yang digunakan, teknik pewarnaan kain, hingga praktik mencetak motif daun dan bunga pada media kain. Proses tersebut memperlihatkan bagaimana alam meninggalkan jejak estetis yang unik serta bernilai seni tinggi.

Teknik ecoprint yang memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alam lainnya untuk mencetak motif pada kain, memberikan pengalaman belajar yang unik. Santri tidak hanya berlatih ketelitian dan kesabaran, tetapi juga mengasah kreativitas dalam memadukan warna dan pola. Kegiatan ini menjadi sarana pembentukan softskill seperti kerja sama, inovasi, problem solving, hingga jiwa wirausaha.

Workshop Ecoprint yang digelar Tim KKN Al Hidayah 2025 tidak hanya memperkenalkan teknik seni ramah lingkungan, tetapi juga menghadirkan nilai tambah berupa penguatan softskill bagi para santri. Ia dan tim menegaskan komitmennya menjadikan program ini sebagai langkah nyata dalam mendorong lahirnya generasi kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan.

Melalui Workshop Ecoprint ini, Tim KKN Al Hidayah 2025 ingin menghadirkan pengalaman belajar yang bukan hanya estetis bagi santri, tetapi juga berdampak pada pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal munculnya inovasi baru yang mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian alam.

“Santri harus dibekali keterampilan yang tidak hanya mendukung akademik, tetapi juga bermanfaat secara praktis di masyarakat. Ecoprint dapat membuka peluang usaha kreatif sekaligus membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan santri sebuah keterampilan baru, tetapi juga inspirasi untuk mengembangkan potensi lokal sebagai peluang usaha ramah lingkungan. Ecoprint dinilai relevan dengan tren ekonomi kreatif dan slow fashion yang semakin mendapat perhatian masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh bekal keterampilan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masa kini, sekaligus menumbuhkan sikap peduli lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Rizqi Afandirana (MY)

Foto Bersama Pengurus Ormawa Usai Mubes ke-10 Fakultas Ekonomi (Foto: Humas UNUSIDA/Feni)

Mubes Fakultas Ekonomi X Unusida: Regenerasi Menuju Kepemimpinan yang Progresif dan Visioner

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-X pada Senin (25/8/2025). Kegiatan tersebut dipusatkab di Kampus 2 lantai 3 yang berlangsung dari pagi hingga malam dengan semangat demokrasi dan kebersamaan yang tinggi.

Mubes yang menjadi sebuah agenda penting dalam Ormawa kali ini mengusung tema ‘Regenerasi Menuju Kepemimpinan yang Progresif dan Visioner’. Kegiatan ini dihadiri oleh tiga elemen utama Ormawa di lingkungan Fakultas Ekonomi, yaitu Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi (HIMAKSI), Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen (HIMAMASDA), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi.

Sidang Pleno: Transparansi, Evaluasi, dan Gagasan Baru

Agenda utama Mubes X adalah sidang pleno yang membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari setiap organisasi. Sidang ini menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang telah dilaksanakan selama satu periode.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, M. Agiel Putra, menyampaikan berbagai capaian organisasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kegiatan seperti seminar akuntansi, pelatihan, dan aksi sosial dipaparkan secara transparan.

Sementara itu, Ketua HIMAMASDA, Romaldi Jabbar, menekankan fokus program kerja pada pengembangan soft skill dan kewirausahaan. Beberapa pelatihan berhasil diselenggarakan dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa, menjadi catatan positif dalam LPJ organisasi.

Tak kalah penting, Gubernur Fakultas Ekonomi, M. Alvin Dwi Yunianto, menjelaskan peran BEM sebagai lembaga eksekutif yang mengoordinasikan himpunan mahasiswa. Program BEM menitikberatkan pada sinergi antar organisasi, advokasi mahasiswa, dan penguatan citra fakultas di lingkungan kampus. Alvin juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, terutama dalam hal koordinasi, yang akan menjadi perhatian bagi kepengurusan selanjutnya.

Regenerasi: Menata Estafet Kepemimpinan

Setelah penyampaian LPJ, sidang berlanjut ke pembahasan program kerja ke depan dan proses regenerasi kepemimpinan. Forum menyepakati perlunya kaderisasi yang lebih terstruktur dan terarah demi mencetak pemimpin muda yang progresif, visioner, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ketua pelaksana Mubes X Fakultas Ekonomi, Achmad Misbachul Farid, menegaskan bahwa Mubes bukan hanya agenda tahunan, tetapi wadah pembelajaran demokrasi dan ruang melahirkan pemimpin baru. Menurutnya, Mubes juga sebagai bentuk komitmen terhadap pentingnya proses kaderisasi dan pembentukan kepemimpinan mahasiswa yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Mubes adalah ruang diskusi gagasan, dan wadah regenerasi. Ini sangat vital untuk keberlangsungan organisasi mahasiswa,” ujarnya.

Seluruh rangkaian sidang berlangsung kondusif dan dinamis, dipandu oleh pimpinan sidang Rizal Idul Fitrianto. Meski berlangsung sepanjang hari, para peserta tetap konsisten dan antusias mengikuti jalannya sidang hingga selesai.

Harapan Baru untuk Kepemimpinan Mahasiswa

Mubes X Fakultas Ekonomi Unusida ditutup dengan semangat baru dan harapan besar bagi lahirnya kepengurusan yang lebih solid dan adaptif. Hasil-hasil Mubes menjadi pondasi awal bagi keberlanjutan organisasi kemahasiswaan yang lebih terarah dan berdampak.

Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi tidak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen dalam pembangunan karakter, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial. Proses regenerasi yang sehat dan partisipatif inilah yang akan menjadi motor utama lahirnya pemimpin muda NU yang progresif dan visioner di masa mendatang.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)