Surat Pemberitahuan Undangan Tambahan Wisuda X 1

Surat Pemberitahuan Undangan Tambahan Wisuda X

Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Undangan Tambahan Wisuda X UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:

Surat Pemberitahuan Undangan Tambahan Wisuda X

Hebat! Alumni Akuntansi UNUSIDA Sukses Meniti Karier sebagai Staf Keuangan di Almamater 2

Hebat! Alumni Akuntansi UNUSIDA Sukses Meniti Karier sebagai Staf Keuangan di Almamater

SIDOARJO – Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi, memperluas pengalaman, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja. Proses tersebut dirasakan secara langsung oleh Suci Lestari, S.Ak., alumni Program Studi S1 Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang lulus pada tahun 2024 dan kini berkarier sebagai Staf Keuangan di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Perjalanan Suci dari mahasiswa hingga menjadi tenaga profesional di lingkungan UNUSIDA menjadi salah satu kisah inspiratif tentang bagaimana ilmu dan pengalaman selama perkuliahan dapat memberikan manfaat nyata dalam dunia kerja. Bekal akademik yang diperoleh di Program Studi Akuntansi, ditambah pengalaman berorganisasi dan kepercayaan diri yang terus berkembang, menjadi modal penting dalam menjalankan tanggung jawabnya saat ini.

Bagi Suci, masa kuliah merupakan periode yang penuh dengan proses pembelajaran. Tidak hanya belajar mengenai teori dan konsep akuntansi, ia juga mendapatkan berbagai pengalaman yang membantu membentuk keterampilan dan kesiapan dirinya untuk memasuki dunia profesional.

“Selama kuliah di jurusan Akuntansi, saya memperoleh bekal ilmu, pengalaman organisasi, dan kepercayaan diri yang menjadi modal utama dalam menjalani karier sebagai staf keuangan di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Apa yang dipelajari di bangku kuliah benar-benar memberikan manfaat nyata di dunia kerja,” ungkap Suci.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi perkuliahan. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk membangun pola pikir, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, belajar bekerja sama, serta mengembangkan rasa tanggung jawab.

Sebagai mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Suci mempelajari berbagai dasar ilmu yang berkaitan dengan pengelolaan dan pencatatan keuangan. Pemahaman tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pekerjaannya saat ini sebagai staf keuangan. Ketelitian, kemampuan memahami data, kedisiplinan, serta tanggung jawab menjadi bagian dari kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam bidang tersebut.

Dunia keuangan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja secara cermat dan profesional. Setiap proses administrasi dan pengelolaan keuangan membutuhkan perhatian terhadap detail serta pemahaman terhadap prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Akuntansi menjadi salah satu bekal yang sangat relevan bagi Suci dalam menjalankan pekerjaannya.

Selain mendapatkan pengetahuan akademik, pengalaman organisasi juga memberikan kontribusi penting dalam perjalanan pengembangan dirinya. Kegiatan organisasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi dengan banyak orang, bekerja dalam tim, menyelesaikan permasalahan, serta membangun kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

Pengalaman tersebut menjadi pelengkap bagi pembelajaran akademik. Dalam dunia kerja, kemampuan teknis perlu didukung dengan keterampilan interpersonal dan kemampuan beradaptasi. Seseorang tidak hanya dituntut untuk memahami bidang pekerjaannya, tetapi juga harus mampu bekerja sama dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kepercayaan diri yang berkembang selama masa kuliah juga menjadi salah satu modal penting bagi Suci. Keberanian untuk belajar, menyampaikan pendapat, menerima tanggung jawab, dan menghadapi tantangan menjadi bagian dari proses pembentukan pribadi yang dibutuhkan dalam lingkungan profesional.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 2024, Suci menjalankan peran sebagai Staf Keuangan di UNUSIDA. Bekerja di lingkungan kampus tempat dirinya dahulu menempuh pendidikan tentu menjadi pengalaman yang memiliki makna tersendiri. Dari seorang mahasiswa yang belajar di ruang perkuliahan, kini ia turut memberikan kontribusi melalui tugas profesional di lingkungan institusi pendidikan tersebut.

Perjalanan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan antara proses pendidikan dan penerapan kompetensi dalam dunia kerja. Apa yang dipelajari selama kuliah tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi menjadi bekal yang dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan profesi.

Kisah Suci juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan. Setiap proses selama masa kuliah, mulai dari mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, berdiskusi, hingga mengikuti kegiatan organisasi, dapat memberikan pengalaman yang berguna untuk masa depan.

Mahasiswa perlu memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan untuk membangun kompetensi secara menyeluruh. Prestasi akademik tentu penting, tetapi kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengatur waktu, serta membangun kepercayaan diri juga memiliki peran besar dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Program Studi S1 Akuntansi UNUSIDA terus menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan profesional. Melalui proses pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu memiliki dasar kompetensi yang kuat serta kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.

Kisah alumni seperti Suci menjadi salah satu gambaran nyata bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam perjalanan karier seseorang. Ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi fondasi, sementara pengalaman yang dilalui membantu membentuk karakter dan keterampilan profesional.

Bagi Suci, perjalanan dari mahasiswa Akuntansi hingga menjadi Staf Keuangan di UNUSIDA merupakan bagian dari proses panjang untuk terus belajar dan berkembang. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap kesempatan yang diperoleh selama masa kuliah perlu dimanfaatkan sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

Melalui kisah inspiratif ini, mahasiswa dan calon mahasiswa diharapkan semakin percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh ijazah. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses untuk membangun kemampuan, karakter, pengalaman, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Perjalanan Suci Lestari, S.Ak. membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat memberikan manfaat nyata ketika diterapkan secara profesional. Dengan bekal akademik, pengalaman organisasi, dan kepercayaan diri, ia terus melangkah dan berkarya di bidang keuangan.

Dari mahasiswa hingga menjadi bagian dari tenaga profesional di almamaternya sendiri, perjalanan Suci menjadi inspirasi bahwa setiap proses belajar dapat membuka jalan menuju masa depan. Dengan semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik, alumni UNUSIDA diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan dalam Kabinet Merah Putih, Zulkifli Hasan saat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory. (Foto: NU Delta)

Menko Zulhas Apresiasi Inovasi UNUSIDA, Dorong Perkuat Khidmah NU melalui Transformasi Digital

JOMBANG — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan dalam Kabinet Merah Putih, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengapresiasi berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) saat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis-Senin (27/8/2026).

Dalam kunjungannya, Zulhas melihat langsung sejumlah inovasi digital yang ditampilkan UNUSIDA, termasuk platform kecerdasan buatan (AI) GUS GPT yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pengetahuan keislaman dan khazanah pesantren.

Zulhas mengaku terkejut melihat perkembangan teknologi di lingkungan pesantren, khususnya kemampuan generasi santri dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa santri dan pesantren saat ini telah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah GUS GPT. Zulhas menilai platform tersebut memiliki keunggulan karena tidak hanya memanfaatkan teknologi AI, tetapi juga memiliki karakter khas Aswaja dalam memberikan jawaban.

“GUS GPT sangat bagus, terlebih lagi ada ciri khas Aswaja dalam setiap jawabannya,” ungkapnya saat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory usai Kegiatan literasi kesehatan, lingkungan hidup, dan ketahanan pangan, Jum’at (28/8/2026).

Selain mengapresiasi inovasi teknologi, Zulhas juga memberikan perhatian terhadap peran perguruan tinggi NU dalam mendorong digitalisasi organisasi dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, keberadaan kampus NU seperti UNUSIDA memiliki posisi strategis dalam menghadirkan inovasi sekaligus memperluas akses pelayanan NU kepada masyarakat.

Ia menilai pengembangan teknologi yang dilakukan UNUSIDA sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kampus NU juga berperan dalam meningkatkan digitalisasi organisasi dan lembaga NU. Ini menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan akses pelayanan NU bagi umat,” ujarnya.

Zulhas juga menilai langkah UNUSIDA dalam mengambil posisi sebagai perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan dan pemanfaatan teknologi merupakan langkah yang tepat di tengah percepatan transformasi digital.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga perlu mengambil peran dalam menggagas dan mempelopori pemanfaatannya untuk kebutuhan masyarakat dan organisasi.

“UNUSIDA mengambil positioning yang tepat sebagai perguruan tinggi yang menggagas dan mempelopori penggunaan teknologi,” katanya.

Sementara itu, Dosen Informatika Anggay Luri Pramana mengatakan bahwa kehadiran UNUSIDA Tech Factory di Muktamar ke-35 NU menjadi ruang bagi UNUSIDA untuk memperkenalkan berbagai solusi digital yang dikembangkan untuk organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, yayasan, hingga masyarakat.

Selain GUS GPT, ia dan tim juga memperkenalkan sejumlah produk seperti Smart Presence ASWAJA, SITASNUDA, dan SIMAYA, serta membuka ruang konsultasi pengembangan website, aplikasi, sistem informasi, dan solusi berbasis AI.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan teknologi sebagai bagian dari khidmah kepada umat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi NU dalam menghadapi tantangan transformasi digital,” tandasnya.

Dosen FAI UNUSIDA, Rangga Sa'adillah S.A.P. (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Sebut Kortas Tipikor sebagai Manifestasi Etika Publik dan Maqashid Syariah

SIDOARJO — Pembentukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) di tubuh Kepolisian Republik Indonesia dinilai tidak semata-mata sebagai perubahan struktur kelembagaan, tetapi juga dapat dimaknai sebagai upaya memperkuat etika publik dan menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pemberantasan korupsi.

Pandangan tersebut disampaikan Rangga Sa’adillah, S.A.P., Dosen dan Kabag MKU Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), dalam opininya bertajuk ‘Kortas Tipikor Polri: Manifestasi Maqashid Syariah dalam Pemberantasan Korupsi’. Menurutnya, korupsi tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan administratif atau pelanggaran prosedur hukum. Korupsi merupakan bentuk kerusakan yang berdampak luas terhadap keadilan, kesejahteraan masyarakat, kohesi sosial, hingga legitimasi negara.

“Korupsi adalah kejahatan yang memiskinkan kemanusiaan. Maka, perlawanan terhadapnya tidak bisa lagi bersandar pada rasionalitas hukum yang usang dan parsial,” tulisnya.

Ia menilai kehadiran Kortas Tipikor dapat menjadi momentum untuk menghadirkan pendekatan baru dalam penegakan hukum. Terlebih, pemberantasan korupsi tidak cukup berhenti pada proses penindakan dan pemidanaan, tetapi juga harus memastikan kerugian negara dapat dipulihkan.

Penegakan Hukum Harus Berorientasi Pemulihan

Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan (KP3) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut menjelaskan, selama ini penegakan hukum acap kali terjebak dalam paradigma positivistik yang memandang hukum sebatas teks dan keadilan sebagai proses penghukuman.

Padahal, menurutnya, korupsi meninggalkan kerusakan sosial dan ekonomi yang jauh lebih luas. Karena itu, penegakan hukum idealnya memiliki orientasi pemulihan terhadap hak-hak publik yang telah dirampas.

Dalam konteks tersebut, fungsi penelusuran dan pengamanan aset menjadi sangat penting. Pengembalian aset hasil korupsi, lanjutnya, bukan sekadar bentuk pembalasan kepada pelaku, melainkan bagian dari upaya menghadirkan keadilan bagi masyarakat.

“Memiskinkan koruptor dan mengembalikan kerugian negara bukanlah tindakan balas dendam, melainkan rasionalitas tertinggi dari keadilan itu sendiri,” tegasnya.

Hifdzul Mal sebagai Landasan Etis

Lebih jauh, Rangga mengaitkan pemberantasan korupsi dengan konsep Maqashid Syariah, khususnya prinsip Hifdzul Mal atau perlindungan terhadap harta.

Dalam perspektif tersebut, APBN, pajak, dan sumber daya alam merupakan bagian dari harta publik yang diamanahkan untuk dikelola demi kemaslahatan masyarakat. Penyalahgunaan kekayaan publik, menurutnya, bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanah.

Karena itu, ia melihat penguatan institusi pemberantasan korupsi sebagai bagian dari upaya melembagakan prinsip perlindungan terhadap harta publik dalam tata kelola negara modern.

“Dengan memusatkan energi pada pencegahan dan penyelamatan aset, aparat penegak hukum sedang menjalankan mandat moral tertinggi dari Maqashid Syariah,” jelasnya.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap harta publik juga memiliki keterkaitan dengan prinsip Hifdzun Nafs atau perlindungan jiwa dan Hifdzun Nasl atau perlindungan generasi masa depan.

Anggaran negara yang berhasil diselamatkan dari praktik korupsi, kata dia, pada akhirnya dapat dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, seperti pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan berbagai pelayanan publik.

Kolaborasi, Bukan Kompetisi Kelembagaan

Komisi Pendidikan MUI Kabupaten Sidoarjo tersebut juga menyadari adanya pandangan kritis mengenai keberadaan Kortas Tipikor, termasuk kekhawatiran terkait potensi tumpang tindih kewenangan dengan lembaga penegak hukum lain.

Namun, ia menilai persoalan tersebut seharusnya tidak dilihat dalam kerangka kompetisi antarinstansi. Menurutnya, korupsi merupakan kejahatan yang kompleks dan sistemik sehingga membutuhkan kerja bersama seluruh lembaga penegak hukum.

“ Kita harus menggeser kerangka pandang kita menuju tata kelola kolaboratif (collaborative governance) yang berlandaskan prinsip ta’awun, yakni tolong-menolong dalam penegakan kebaikan,” ujarnya.

Menurutnya, jaringan kewilayahan Polri yang luas dapat menjadi kekuatan strategis dalam membangun sistem pencegahan dan deteksi dini terhadap praktik korupsi. Jika dikelola secara profesional dan berintegritas, struktur tersebut dapat memperkuat pengawasan hingga ke tingkat pemerintahan paling bawah.

Harus Diiringi Transformasi Kultur

Meski memberikan optimisme terhadap pembentukan Kortas Tipikor, Rangga menegaskan bahwa dukungan tersebut bukanlah cek kosong. Penguatan struktur kelembagaan harus berjalan beriringan dengan pengawasan masyarakat dan pembenahan budaya organisasi.

Integritas, profesionalitas, transparansi, serta keberanian untuk menindak korupsi tanpa pandang bulu menjadi faktor penting agar Kortas Tipikor benar-benar mampu menjalankan mandatnya.

“Transformasi struktural ini wajib diiringi oleh transformasi kultural di dalam tubuh kepolisian itu sendiri. Integritas, profesionalitas, dan keberanian membongkar kejahatan tanpa pandang bulu adalah ruh yang akan menghidupkan kerangka institusi ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat sipil untuk turut mengawal penguatan pemberantasan korupsi. Menurutnya, Kortas Tipikor harus mampu berkembang menjadi instrumen keadilan yang benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol birokrasi baru.

“Dengan mengintegrasikan ketajaman epistemologis dalam melihat kejahatan dan mengamalkan prinsip Maqashid Syariah dalam melindungi hak publik, kita memiliki alasan yang sah untuk berharap bahwa babak baru perang melawan korupsi telah menemukan momentumnya,” pungkasnya.

Suasana English Festival UNUSIDA 2026 yang dilaksanakan oleh Hima PBI dan UKM English Club UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Meriah! Puluhan Peserta Unjuk Bakat dalam English Festival 2026 di UNUSIDA

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) bersama UKM English Club Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar English Festival 2026. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan mereka melalui empat kategori perlombaan, yakni Speech, Singing, Storytelling, dan News Anchor. Melalui kategori tersebut, peserta tidak hanya ditantang untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, ekspresi, kreativitas, serta keberanian tampil di depan publik.

Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA, Evi Mahsunah, S.S., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut. Menurutnya, English Festival memberikan pengalaman belajar di luar pembelajaran formal sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi bahasa Inggris melalui praktik langsung.

“English Festival menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, berkompetisi, membangun jejaring, sekaligus memperoleh pengalaman baru dalam menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

English Festival 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dan peserta untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus menyalurkan kreativitas dan bakat melalui kompetisi yang edukatif dan kreatif. Kegiatan ini mengusung semangat untuk membangun kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris secara aktif dan aplikatif.

Tampak antusiasme puluhan peserta terlihat dalam berbagai kategori perlombaan. Mereka tampil dengan gaya dan kreativitas masing-masing, sekaligus menunjukkan keberanian dalam mengembangkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris.

Evi menjelaskan Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PBI UNUSIDA menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga proses belajar, pengalaman, dan pengembangan potensi peserta.

Melalui tema ‘Speak with Confidence, Perform with Passion, Shine with Excellence’, ia ingin mendorong Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingungan program studi untuk aktif dalam menghadirkan ruang yang mendorong peserta untuk berani berkomunikasi, berkarya, dan mengembangkan potensi melalui bahasa Inggris.

“English Festival 2026 ini menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya berbahasa Inggris yang lebih aktif di lingkungan pendidikan serta memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan peserta untuk terus belajar dan berkembang,” pungkasnya.

KKN UNUSIDA Dorong UMKM Desa Sentul Naik Kelas melalui Pendampingan Pembuatan NIB 3

KKN UNUSIDA Dorong UMKM Desa Sentul Naik Kelas melalui Pendampingan Pembuatan NIB

Sidoarjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program kerja Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi Pelaku UMKM di Desa Sentul. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 18.00 WIB, bertempat di Balai Desa Sentul, dan diikuti oleh sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di wilayah Desa Sentul.

Program pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN UNUSIDA terhadap perkembangan usaha masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya legalitas usaha, tetapi juga mendampingi masyarakat secara langsung dalam proses pengurusan NIB. Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memahami pentingnya legalitas sebagai bagian dari upaya membangun usaha yang lebih tertata, profesional, dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB) yang disampaikan oleh Bahrul Ulum, S.Ag. Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan pengertian NIB, manfaat yang diperoleh pelaku usaha, serta pentingnya memiliki legalitas dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

NIB merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS) setelah proses pendaftaran dilakukan. Keberadaan NIB menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan identitas dan legalitas yang lebih jelas bagi pelaku usaha. Dengan memiliki NIB, pelaku UMKM dapat memiliki dasar legalitas usaha yang lebih tertata sehingga dapat mendukung langkah pengembangan usaha di masa mendatang.

Materi yang diberikan juga diarahkan pada pemahaman praktis agar para pelaku UMKM tidak menganggap proses pengurusan legalitas sebagai sesuatu yang sulit. Mahasiswa KKN UNUSIDA berupaya memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta dapat mengetahui manfaat NIB sekaligus memahami tahapan yang perlu dipersiapkan.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para pelaku UMKM tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan terkait NIB dan legalitas usaha yang mereka jalankan. Pertanyaan yang muncul menjadi gambaran bahwa masih terdapat masyarakat yang membutuhkan informasi dan pendampingan mengenai proses legalisasi usaha.

Sesi diskusi tersebut memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi. Narasumber kemudian memberikan penjelasan dan arahan berdasarkan pertanyaan yang disampaikan. Melalui diskusi ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih konkret mengenai pentingnya legalitas usaha.

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika kegiatan memasuki tahap praktik pembuatan NIB. Pada sesi ini, mahasiswa KKN UNUSIDA memberikan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha dalam melakukan proses pendaftaran melalui sistem OSS. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari mempersiapkan data yang dibutuhkan hingga mengikuti tahapan pendaftaran.

Mahasiswa turut membantu peserta yang mengalami kesulitan dalam proses pengisian maupun tahapan pendaftaran. Pendampingan secara langsung tersebut dilakukan agar para pelaku UMKM dapat mengikuti proses dengan lebih mudah sekaligus memahami langkah-langkah yang nantinya dapat mereka lakukan secara mandiri.

Program ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proses pembuatan NIB, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya membangun usaha yang memiliki legalitas. Legalitas dapat menjadi salah satu fondasi bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis secara lebih terarah dan meningkatkan kesiapan dalam memanfaatkan berbagai peluang pengembangan usaha.

Bagi mahasiswa KKN UNUSIDA, kegiatan tersebut menjadi pengalaman dalam menerapkan ilmu sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang dihadapi dalam proses pengurusan legalitas usaha.

Melalui program Pendampingan Pembuatan NIB ini, mahasiswa KKN UNUSIDA berharap kesadaran pelaku UMKM Desa Sentul terhadap pentingnya legalitas usaha semakin meningkat. Para pelaku usaha juga diharapkan mampu memahami proses pengurusan NIB sehingga ke depan dapat mengurus kebutuhan legalitas secara lebih mandiri.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret KKN UNUSIDA dalam mendukung UMKM Desa Sentul agar semakin tertata, berdaya saing, dan siap berkembang. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai legalitas usaha, diharapkan UMKM di Desa Sentul mampu tumbuh secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat desa.

stan UNUSIDA Tech Factory di Stan Bazaar Nomor 20, SMK Kreatif Hasbullah. (Foto: Humas UNUSIDA)

Intip Ragam Inovasi Teknologi, Yuk Mampir ke Stan UNUSIDA Tech Factory saat Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang

JOMBANG — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut memeriahkan pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Tambakberas, Jombang, dengan membuka stan yang secara khusus mengusung tema pengembangan teknologi dan transformasi digital.

Melalui UNUSIDA Tech Factory, perguruan tinggi NU tersebut memperkenalkan sejumlah inovasi digital yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, maupun masyarakat.

Penanggung Jawab (PJ) stand UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, mengatakan kehadiran UNUSIDA dalam Muktamar NU ke-35 menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mendemonstrasikan berbagai solusi teknologi yang telah dikembangkan dan diimplementasikan.

“Stan UNUSIDA menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai inovasi digital yang dikembangkan sebagai solusi bagi organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, serta masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, stan UNUSIDA tidak sekadar menjadi ruang pamer produk teknologi, tetapi juga ruang konsultasi dan demonstrasi. Pengunjung dapat berdiskusi secara langsung mengenai kebutuhan pembuatan website, aplikasi, sistem informasi, pemanfaatan kecerdasan buatan, hingga digitalisasi tata kelola lembaga.

Sejumlah produk unggulan yang diperkenalkan antara lain Smart Presence ASWAJA, sistem presensi dan manajemen kepegawaian berbasis digital; SITASNUDA, sistem tata kelola organisasi dan aset NU; SIMAYA, sistem informasi terpadu untuk yayasan dan pondok pesantren; serta GUS GPT, platform kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan dan pemanfaatan pengetahuan keislaman serta khazanah pesantren.

Selain produk yang telah tersedia, UNUSIDA juga menawarkan layanan pengembangan website dan sistem informasi secara custom. Layanan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi NU, pesantren, sekolah, yayasan, komunitas, maupun pelaku usaha.

Konsep stan dibuat interaktif dengan menyediakan perangkat display dan demonstrasi yang memungkinkan pengunjung melihat langsung cara kerja berbagai sistem. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi mengenai produk, tetapi juga dapat mencoba layanan, berkonsultasi mengenai kebutuhan digitalisasi, dan memperoleh gambaran solusi yang dapat diterapkan di lembaganya.

Teknologi untuk Memperkuat Khidmah

Dr. Arda menjelaskan, pengembangan teknologi di UNUSIDA tidak hanya diarahkan pada aspek inovasi, tetapi juga pada kebermanfaatan. Teknologi diharapkan mampu membantu organisasi bekerja lebih efektif, meningkatkan transparansi tata kelola, mempermudah pelayanan, sekaligus membuka peluang pengembangan lembaga secara berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep yang dibawa dalam stan UNUSIDA, yakni menghadirkan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat pelayanan kepada umat.

Melalui berbagai solusi digital yang ditampilkan, UNUSIDA membuka peluang kolaborasi dengan pesantren, lembaga pendidikan, organisasi NU, yayasan, maupun berbagai institusi yang membutuhkan pengembangan teknologi sesuai dengan karakter dan kebutuhannya masing-masing.

Menjadi Ruang Kolaborasi Digital

Kehadiran UNUSIDA dalam Muktamar NU ke-35 juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya berbagai kerja sama baru. Pengunjung dapat melakukan konsultasi langsung terkait pengembangan website, aplikasi, sistem tata kelola, hingga solusi berbasis kecerdasan buatan.

Khusus melalui pengembangan GUS GPT, pihaknya juga membuka peluang bagi pesantren untuk berkolaborasi sebagai mitra pengetahuan. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan kitab, karya ulama, modul pembelajaran, materi kajian, maupun berbagai sumber pengetahuan pesantren yang dapat dikembangkan menjadi basis pengetahuan digital secara terkurasi.

Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi, tetapi juga sebagai upaya menjaga, mengembangkan, dan memperluas manfaat khazanah keilmuan pesantren di era kecerdasan buatan.

Kunjungi Stan UNUSIDA

Pengunjung Muktamar NU ke-35 dapat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory di Stan Bazaar Nomor 20, SMK Kreatif Hasbullah, di kompleks yang sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Karena berada di kompleks yang sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum—yang menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU—lingkungan sekolah ini turut berada di area sekitar pusat kegiatan pesantren di Tambakberas, Jombang.

Di lokasi tersebut, pengunjung dapat melihat demonstrasi sistem, mencoba berbagai produk digital, berkonsultasi mengenai kebutuhan teknologi, serta mendiskusikan peluang kerja sama dan pengembangan sistem bersama UNUSIDA.

“Melalui partisipasi dalam Muktamar NU ke-35 ini, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi NU dalam pengembangan teknologi. Inovasi Digital untuk Lembaga, Umat, dan Masa Depan,” pungkasnya.

Penyerahan apresiasi untuk Mahasiswa dan Dosen Berprestasi saat Mujahadah Putaran 4 Tahun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Momentum Mujahadah, UNUSIDA Beri Apresiasi bagi Dosen dan Mahasiswa Berprestasi

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan kampus atas capaian sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan mengukir prestasi.

Apresiasi diberikan kepada mahasiswa dari berbagai program studi yang berhasil meraih juara dalam kompetisi karya ilmiah, inovasi, olahraga, hingga ajang internasional. Momentum tersebut juga menjadi bagian dari upaya UNUSIDA membangun budaya akademik dan kemahasiswaan yang kompetitif, produktif, serta berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa.

Kepala Biro Kemahasiswaan, Karier dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga sebagai inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

“Apresiasi ini sebagai inspirasi untuk lebih berprestasi sebagai mahasiswa. Semoga capaian yang diraih oleh teman-teman mahasiswa dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” jelasnya usai penyerahan apresiasi dalam Mujahadah UNUSIDA, Jum’at (21/8/2026).

Sejumlah prestasi yang mendapatkan apresiasi di antaranya Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Nasional kategori Sains Indonesia Young Scientist Association (IYSA) 2026 yang diraih Moch. Rifky Sabilul K., Khoirul Anam, dan M. Athaalf Attohir dari Program Studi Informatika dengan dosen pembimbing Mochammad Machlul Alamin, M.Kom.

Prestasi serupa juga diraih M. Rafi Nur Setyawan, A. Raffy Nadjib, dan M. Satrio Rohmatullah dari Program Studi Informatika yang berhasil meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Nasional kategori Sosial IYSA 2026, juga dengan dosen pembimbing Mochammad Machlul Alamin, M.Kom.

Dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Maulidatul Qomariyah, Mir’a Tia Musfiro, dan Elysia Hilda Maghfiroh berhasil meraih Juara 1 Karya Terapan dan Inovatif (Karya HKI) dalam Lomba Aksi Inklusi Nasional 2025.

Prestasi lainnya diraih Aininna Halizah Rahma dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang meraih Juara 1 Duta Putri PTNU LPTNU Award 2026.

Di bidang olahraga, Revalina Bilqis Saputri dari Program Studi Akuntansi berhasil meraih Juara 2 Kelas C Dewasa Putri UMSURA National Pencaksilat Championship 2026. Sementara M. Badrun Najah dari Program Studi Manajemen meraih Juara 3 Kelas F Dewasa Putra pada ajang yang sama.

Prestasi di tingkat internasional juga berhasil ditorehkan mahasiswa UNUSIDA. Tim yang terdiri atas Nafi’ Mardiansyah, Rijal Maulana, M. Fathir Firmansyah, Pingkia Angelica T., dan Rizky Octavian R. berhasil meraih Bronze Award dalam Rembau International Innovation & Design Exhibition (RIIDEX), dengan dosen pembimbing Devika Cherly P., S.Mn., M.M.

Sementara itu, M. Azizil Ghofur, Abdulrashid Lawal, Silmi Za’iimah, M. Syauqi Ardani F., dan M. Farid Maulana berhasil meraih Silver Medal dalam Malaysia Invention & Innovation Expo 2026 (University Student Innovator). Tim tersebut dibimbing oleh Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T.

Beragam capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, baik akademik, inovasi, olahraga, maupun kompetisi internasional.

Fajar menambahkan, prestasi mahasiswa tidak terlepas dari dukungan dosen pembimbing, program studi, fakultas, serta berbagai pihak di lingkungan kampus. Karena itu, apresiasi juga diberikan kepada dosen yang telah mendampingi mahasiswa dalam proses persiapan hingga mengikuti kompetisi.

“Semoga sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing terus diperkuat. Prestasi bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian mencoba, kerja keras, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi,” tambahnya.

Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menjelaskan, pemberian apresiasi ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam menciptakan lingkungan kampus yang mendorong mahasiswa untuk aktif berprestasi. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik UNUSIDA di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang berprestasi, kami ingin terus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, kompetensi, dan daya saing mahasiswa,” pungkasnya.

KKN UNUSIDA Wujudkan Aksi Nyata untuk Dongkrak Branding UMKM Desa Sentul 4

KKN UNUSIDA Wujudkan Aksi Nyata untuk Dongkrak Branding UMKM Desa Sentul

Sidoarjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui program kerja Pembuatan dan Pemasangan Banner bagi Pelaku UMKM di Desa Sentul, yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Kegiatan ini menyasar sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sentul yang belum memiliki media promosi berupa banner maupun pelaku usaha yang masih menggunakan banner dengan kondisi sudah usang dan kurang layak. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNUSIDA berupaya menghadirkan solusi sederhana namun bermanfaat untuk membantu meningkatkan branding serta memperluas pengenalan produk UMKM kepada masyarakat.

Program pembuatan dan pemasangan banner menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN UNUSIDA terhadap perkembangan usaha masyarakat Desa Sentul. Bagi pelaku UMKM, keberadaan media promosi yang mudah dilihat menjadi salah satu aspek penting dalam memperkenalkan usaha kepada calon konsumen. Banner tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga dapat menjadi identitas visual yang membantu masyarakat mengenali keberadaan suatu usaha.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN UNUSIDA terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap UMKM yang berada di Desa Sentul. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi masing-masing usaha serta mengidentifikasi pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan media promosi. Dari proses tersebut, mahasiswa menentukan sasaran kegiatan, khususnya usaha yang belum mempunyai banner dan usaha yang bannernya sudah terlihat usang atau tidak lagi memberikan informasi secara optimal.

Tahap pendataan menjadi bagian penting agar program yang dijalankan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan secara umum, tetapi terlebih dahulu melihat kondisi usaha dan media promosi yang telah dimiliki oleh para pelaku UMKM. Dengan demikian, program kerja yang dilakukan diharapkan mampu memberikan manfaat secara tepat sasaran.

Setelah proses pendataan selesai, mahasiswa kemudian melakukan koordinasi dengan para pelaku UMKM yang menjadi sasaran kegiatan. Dalam koordinasi tersebut, mahasiswa menjelaskan tujuan serta manfaat pembuatan banner bagi usaha masyarakat. Pemilik usaha juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan informasi terkait produk dan identitas usaha yang perlu ditampilkan pada banner.

Pelaku UMKM yang bersedia mengikuti program kemudian mendapatkan pendampingan dalam proses pembuatan banner. Informasi yang dicantumkan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing usaha, sehingga banner dapat menjadi media informasi yang relevan bagi calon konsumen. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi upaya mahasiswa untuk memastikan media promosi yang dibuat dapat menggambarkan usaha dan produk yang ditawarkan.

Setelah banner selesai dibuat, mahasiswa KKN UNUSIDA melakukan pemasangan secara langsung di rumah atau lokasi usaha masing-masing warga yang telah didata sebelumnya. Proses pemasangan dilakukan dengan memperhatikan posisi dan keterlihatan banner agar informasi mengenai usaha dapat lebih mudah diketahui oleh masyarakat yang melintas maupun berada di sekitar lokasi.

Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pemilik usaha menyambut baik bantuan yang diberikan mahasiswa KKN UNUSIDA. Kehadiran banner baru dinilai dapat membantu memberikan informasi mengenai usaha secara lebih jelas sekaligus membuat lokasi usaha terlihat lebih informatif dan menarik.

Bagi pelaku UMKM, media promosi sederhana seperti banner memiliki peran strategis dalam membangun pengenalan usaha di lingkungan sekitar. Informasi mengenai nama usaha, jenis produk, maupun layanan yang tersedia dapat diketahui masyarakat tanpa harus mencari informasi melalui media digital. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk promosi yang dapat dilakukan secara langsung dan mudah dijangkau oleh calon konsumen.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNUSIDA berharap para pelaku UMKM Desa Sentul semakin mudah memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Dengan dukungan media promosi yang lebih jelas dan menarik, keberadaan UMKM di Desa Sentul diharapkan semakin dikenal dan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk.

Program tersebut juga menjadi bukti bahwa kegiatan KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan kepedulian kepada masyarakat. Mahasiswa hadir dengan memberikan solusi yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Ke depan, dukungan terhadap branding dan promosi diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM Desa Sentul untuk terus mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pemasaran. Dengan semakin kuatnya identitas usaha dan meningkatnya keterkenalan produk di masyarakat, UMKM di Desa Sentul diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Melalui Pembuatan dan Pemasangan Banner bagi Pelaku UMKM, mahasiswa KKN UNUSIDA kembali menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini menjadi langkah kecil yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM sekaligus memperkuat semangat pemberdayaan masyarakat di Desa Sentul.

Mahasiswi FKIP UNUSIDA Raih Prestasi Best Intern Putri Program Magang WIJABA 5

Mahasiswi FKIP UNUSIDA Raih Prestasi Best Intern Putri Program Magang WIJABA

SURABAYA – Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Ainina Halizah Rahma, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), berhasil meraih penghargaan sebagai Best Intern Putri Divisi Edukasi Lingkungan dalam program Magang WIJABA.

Penghargaan tersebut diterima Ainina pada rangkaian acara graduation program Magang WIJABA yang dilaksanakan di Excotel Hotel Surabaya, Jalan Ahmad Yani No. 119, Jemur Wonosari, Surabaya. Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan karena Ainina terpilih sebagai peserta magang terbaik putri dari tiga regional, yakni Sidoarjo, Bali, dan Kediri.

Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu mengembangkan potensi dan kompetensinya tidak hanya melalui kegiatan akademik di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman profesional di luar kampus. Keikutsertaan dalam program magang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan, membangun pengalaman kerja, memperluas jejaring, serta mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Sebagai mahasiswa PGSD, Ainina memiliki latar belakang pendidikan yang erat dengan dunia pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda. Melalui keterlibatannya dalam Divisi Edukasi Lingkungan, ia memperoleh pengalaman untuk berkontribusi dalam kegiatan edukatif yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Penghargaan Best Intern Putri Divisi Edukasi Lingkungan menjadi bukti atas dedikasi, tanggung jawab, serta kontribusi Ainina selama mengikuti program magang. Capaian tersebut juga menjadi motivasi bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi lintas bidang dengan memanfaatkan berbagai kesempatan pembelajaran yang tersedia.

Program Magang WIJABA memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman langsung dalam lingkungan kerja dan kegiatan profesional. Selama menjalani program, peserta dituntut untuk mampu beradaptasi, bekerja sama dalam tim, menyelesaikan tanggung jawab, serta menunjukkan kreativitas dalam menjalankan berbagai tugas yang diberikan.

Bagi Ainina, pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang berharga. Tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, ia juga berkesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi, koordinasi, kerja sama, kepemimpinan, dan pengelolaan kegiatan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Keberhasilan Ainina menjadi Best Intern Putri dari tiga regional juga menunjukkan bahwa persaingan dalam program tersebut berlangsung secara luas. Peserta berasal dari beberapa wilayah dengan latar belakang dan potensi yang beragam. Karena itu, capaian yang diraih Ainina menjadi prestasi yang patut diapresiasi sekaligus menjadi representasi positif mahasiswa UNUSIDA dalam mengikuti program pengembangan diri di luar kampus.

Prestasi ini juga selaras dengan komitmen UNUSIDA dalam mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang unggul, adaptif, dan berdampak. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam memberikan bekal pengetahuan akademik, tetapi juga perlu membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis dan mengembangkan soft skill yang dibutuhkan di dunia profesional.

Bagi mahasiswa PGSD, pengalaman di bidang edukasi lingkungan memiliki nilai tambah tersendiri. Guru masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga mampu menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap lingkungan kepada peserta didik. Pengalaman yang diperoleh Ainina selama mengikuti program magang dapat menjadi modal berharga untuk dikembangkan dalam dunia pendidikan.

Kegiatan graduation menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan rangkaian program Magang WIJABA. Penghargaan yang diterima Ainina menjadi salah satu capaian yang menambah deretan prestasi mahasiswa UNUSIDA sekaligus menunjukkan pentingnya keberanian mahasiswa dalam mengambil kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Ke depan, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk aktif mengikuti berbagai program magang, kompetisi, organisasi, maupun kegiatan pengembangan kompetensi. Setiap pengalaman yang dijalani selama masa perkuliahan dapat menjadi bagian penting dalam membangun portofolio dan kesiapan menghadapi dunia profesional.

Prestasi Ainina Halizah Rahma juga menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas. Pengalaman langsung, interaksi dengan berbagai pihak, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengambil tanggung jawab merupakan bagian penting dari perjalanan mahasiswa menuju dunia kerja.

Dengan diraihnya penghargaan Best Intern Putri Divisi Edukasi Lingkungan, Ainina telah membawa nama baik FKIP dan Program Studi PGSD UNUSIDA dalam program Magang WIJABA. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk terus menorehkan prestasi sekaligus memberikan kontribusi positif di bidang pendidikan dan lingkungan.

UNUSIDA pun terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman, kompetensi, kreativitas, dan kepedulian sosial. Prestasi Ainina menjadi bukti bahwa dengan dedikasi, kemauan belajar, dan keberanian mengambil peluang, mahasiswa mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.