Rektor UNUSIDA, H. Fatkul Anam Setelah Menerima Anugerah Diktisaintek 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Raih Gold Winner Kategori Pengabdian kepada Masyarakat di Anugerah Diktisaintek 2025

JAKARTA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Anugerah Riset dan Pengembangan Diktisaintek 2025, UNUSIDA berhasil meraih Gold Winner dalam Kategori Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA Award) yang dilaksanakan di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Jum’at (19/12/2025).

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) kepada perguruan tinggi yang menunjukkan kinerja unggul dan konsisten dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. UNUSIDA dinilai sebagai Institusi Perguruan Tinggi Akademik Klaster Pratama/Madya dengan Skor Pengabdian kepada Masyarakat Tertinggi untuk periode 2022–2024.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian Gold Winner BIMA Award pada Anugerah Riset dan Pengembangan Diktisaintek 2025.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh civitas academica UNUSIDA yang terus berkomitmen menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang nyata, relevan, dan berkelanjutan. Bagi kami, pengabdian bukan sekadar kewajiban tridarma, tetapi bentuk khidmah dan tanggung jawab moral perguruan tinggi kepada umat dan bangsa,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh Humas UNUSIDA.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi UNUSIDA untuk terus memperkuat kualitas dan dampak program pengabdian, khususnya yang berbasis nilai keislaman, ke-NU-an, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, capaian ini menegaskan posisi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik dan riset, tetapi juga kuat dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Berbagai program pengabdian UNUSIDA selama ini dinilai berhasil menjawab kebutuhan riil masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, penguatan pendidikan dan literasi, inovasi teknologi tepat guna, hingga pengabdian berbasis nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.

“Ke depan, UNUSIDA akan terus mendorong kolaborasi dosen dan mahasiswa agar pengabdian yang dilakukan tidak hanya memenuhi indikator kinerja, tetapi benar-benar memberi manfaat luas dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang berkeadaban,” tambahnya.

Prestasi ini sekaligus melengkapi deretan capaian UNUSIDA dalam bidang riset, pengabdian, dan penguatan tata kelola tridarma perguruan tinggi. Konsistensi UNUSIDA dalam mengikuti dan meraih pengakuan nasional melalui berbagai program hibah, pendampingan BIMA, serta kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi fondasi kuat atas penghargaan tersebut.

Keberhasilan meraih Gold Winner BIMA Award 2025 menjadi bukti bahwa komitmen UNUSIDA sebagai kampus NU yang religius dengan semangat kewirausahaan atau motto utama Religious Campus with Entrepreneurship Spirit tidak hanya menjadi slogan, tetapi terimplementasi nyata melalui karya dan pengabdian yang berdampak luas.

Ke depan, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas dan keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat, memperluas kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif, berdaya, dan berkeadaban.

“UNUSIDA berkomitmen menghadirkan ilmu pengetahuan yang tidak berhenti di ruang kelas dan jurnal akademik, tetapi hadir sebagai solusi nyata atas persoalan sosial di tengah masyarakat. Setiap riset dan pengabdian yang kami dorong harus mampu menjawab kebutuhan riil, memperkuat kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.

Rihlah Riyadloh Mahasiswa Manajemen 2023A UNUSIDA, Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan (Foto: class_mj2023)

Rihlah Riyadhah ke Makam Auliya’, Mahasiswa Manajemen 2023A UNUSIDA Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan

PASURUAN – Mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023 kelas A, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), melaksanakan kegiatan Rihlah Riyadhah ke makan auliya’ di sekitar Kota Pasuruan, Sabtu (13/12/2025) lalu. Adapun lokasi ziarah meliputi Makam KH. Abdul Hamid (Mbah Hamid) di Kota Pasuruan dan Makam Mbah Ratu Ayu di Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang dikenal sebagai ulama dan tokoh spiritual yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah dakwah Islam di Jawa Timur.

Rihlah riyadhah ini diprakarsai oleh mahasiswa Manajemen 2023 A ini sebagai bagian dari upaya penguatan nilai spiritual, refleksi diri, serta mempererat kebersamaan antar mahasiswa melalui ziarah ke makam para auliya’.

Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari dengan titik kumpul yang telah ditentukan. Panitia melakukan pengecekan kehadiran peserta serta memberikan pengarahan singkat terkait tata tertib dan teknis kegiatan. Selanjutnya, seluruh peserta berangkat menuju lokasi rihlah menggunakan odong-odong sebagai sarana transportasi. Pemilihan moda transportasi ini menghadirkan suasana yang unik, santai, dan penuh keakraban, sehingga perjalanan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keceriaan.

Sepanjang perjalanan, suasana kekeluargaan tampak begitu kuat. Seluruh mahasiswa tampak terlihat antusias, saling bercengkerama, berdiskusi ringan, serta menjaga sikap santun selama kegiatan berlangsung. Interaksi yang terjalin mencerminkan keharmonisan dan solidaritas yang baik di antara mahasiswa, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial di luar kegiatan akademik.

Setibanya di Makam Mbah Hamid Pasuruan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa, tahlil, dan tawassul yang dipimpin oleh perwakilan mahasiswa. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat, penuh ketenangan, dan rasa hormat. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makam Mbah Ratu Ayu di Bangil untuk melaksanakan rangkaian doa dan ziarah dengan tata cara yang sama.

Secara keseluruhan, kegiatan Rihlah Riyadhah ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Selain memperoleh ketenangan batin dan penguatan spiritual, para peserta juga mendapatkan pengalaman kebersamaan yang mempererat hubungan antar mahasiswa.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan,” ungkap salah satu peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Manajemen 2023A UNUSIDA tidak hanya diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ziarah dan doa, tetapi juga meneladani nilai-nilai ketawadhuan, keikhlasan, dan perjuangan para ulama. Rihlah riyadhah ini menjadi salah satu wujud nyata integrasi nilai akademik dan spiritual yang terus ditanamkan di lingkungan kampus.

Enam Dosen UNUSIDA Raih Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kemdiktisaintek RI (Foto: Humas UNUSIDA)

6 Dosen UNUSIDA Raih Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kemdiktisaintek

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang akademik dan riset. Kali ini, 6 Dosen UNUSIDA resmi terpilih sebagai Penerima Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan pemerintah terhadap dosen perguruan tinggi yang aktif menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan berkontribusi dalam publikasi pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen UNUSIDA dalam menguatkan budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

Adapun dosen UNUSIDA yang menerima bantuan tersebut adalah:

  • A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia,

  • Achmad Mufliq, M.Kom. – Dosen Program Studi Sistem Informasi,

  • Medya Ayunda Fitri, M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia,

  • M. Mansur Yafi, M.T. – Dosen Program Studi Teknik Industri,

  • Rofiqoh Nirwana, M.Pd.I. – Dosen Program Studi Pendidikan Guru MI,

  • Zahrotul Azizah, S.T., M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas riset dan publikasi, sekaligus memperkuat reputasi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang produktif dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menyebutkan bahwa keberhasilan para dosen ini menunjukkan bahwa UNUSIDA tidak hanya berfokus pada pengembangan pembelajaran, tetapi juga serius mendorong dosen untuk aktif dalam riset, inovasi, dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dengan raihan Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 ini, kami semakin optimistis dalam mewujudkan kampus unggul yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., menegaskan bahwa publikasi ilmiah memiliki peran strategis, baik bagi dosen maupun institusi perguruan tinggi. Menurutnya, publikasi bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata aplikasi keilmuan dari bidang yang ditekuni.

“Publikasi ilmiah menjadi sarana untuk menunjukkan kontribusi keilmuan dosen sekaligus meningkatkan kredibilitas dan kualitas perguruan tinggi,” katanya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (17/12/2025).

Lebih lanjut, Dosen Program Studi Teknik Kimia UNUSIDA menjelaskan bahwa fokus pengembangan keilmuannya saat ini berada pada bidang rekayasa bioproduk dan bioteknologi berkelanjutan. Riset yang ia kembangkan diarahkan agar memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab tantangan krisis energi dan pangan yang tengah dihadapi Indonesia.

“Bidang Teknik Kimia memiliki kontribusi besar untuk masyarakat. Banyak topik riset yang dapat diarahkan pada pengembangan energi terbarukan dan ketahanan pangan, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional,” jelasnya.

Sebagai dosen yang relatif baru, Aziz sapaan akrabnya membagikan pengalamannya dalam membangun kapasitas akademik. Ia menekankan pentingnya memperbanyak diskusi dan berbagi pengalaman dengan dosen-dosen senior. Menurutnya, proses belajar dari para akademisi yang lebih berpengalaman menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah secara berkelanjutan.

Ke depan, ia menekankan adanya kolaborasi riset lintas program studi, serta kerja sama dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset agar mereka memperoleh pengalaman akademik yang berharga sejak dini.

“Kolaborasi akan melahirkan riset yang lebih variatif dan berdampak. Mahasiswa juga perlu dilibatkan agar mereka terbiasa dengan budaya riset dan siap menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan yang terus bergerak dinamis,” pungkasnya.

LSDM UNUSIDA Sosialisasikan Pengajuan Lembur Digital melalui SIMPEG dan PPKPT di Kampus 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

LSDM UNUSIDA Sosialisasikan Pengajuan Lembur Digital melalui SIMPEG dan PPKPT

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Sosialisasi Pengajuan Lembur melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Tenaga Operasional yang dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Senin (15/12/2025).

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam arahannya menekankan bahwa digitalisasi sistem dan penguatan PPKPT merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesehatan organisasi perguruan tinggi.

“Pengajuan lembur ini adalah bentuk apresiasi terhadap kinerja. Dengan sistem yang transparan dan terukur, pimpinan unit dapat melakukan monitoring secara objektif dan mendorong produktivitas yang sehat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa PPKPT bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting dalam membangun ekosistem kampus yang aman dan beradab.

“Perguruan tinggi harus menjadi contoh bagi masyarakat. Dengan adanya sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang jelas, kita bisa meminimalkan kejadian yang tidak diharapkan sekaligus memastikan adanya mekanisme penanganan yang adil dan berani,” tegasnya.

Link Pengaduan Bullying dan Kekerasan Seksual di UNUSIDA Klik disini

Sementara itu, Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, menjelaskan bahwa sistem digital untuk pengajuan lembur ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola kepegawaian berbasis digital sekaligus memperkuat komitmen UNUSIDA dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Sebab, UNUSIDA saat ini telah memiliki sejumlah sistem manajemen kepegawaian yang terintegrasi secara digital.

“Di LSDM, kami sudah memiliki SIMPEG yang memuat database karyawan, dashboard kinerja, Key Performance Indicator (KPI), survei kepuasan, dan hari ini kami fokuskan pada pengajuan lembur secara digital,” jelasnya.

Menurutnya, digitalisasi pengajuan lembur dilakukan sebagai bentuk efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Selama ini, pengajuan lembur khususnya di unit teknis dan operasional masih menggunakan dokumen kertas.

“Kami melihat penggunaan kertas sebagai bentuk pemborosan. Karena itu, digitalisasi ini juga menjadi implementasi budaya 5R dan 5S di UNUSIDA, sekaligus mendukung upaya kampus dalam menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan kertas,” tambahnya.

Jeziano juga menyampaikan bahwa digitalisasi administrasi kepegawaian membuka peluang UNUSIDA untuk berpartisipasi dalam kompetisi penerapan budaya kerja 5R dan 5S tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Perguruan tinggi di Jawa Timur yang menerapkan 5R dan 5S secara konsisten masih sangat sedikit. Ini menjadi peluang sekaligus motivasi bagi UNUSIDA untuk menjadi pelopor,” ujarnya.

Selain sosialisasi SIMPEG, kegiatan ini juga membahas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Jeziano menegaskan bahwa PPKPT merupakan amanat regulasi nasional yang harus dilaksanakan secara kolektif oleh seluruh sivitas akademika.

“Tim Satgas PPKPT terdiri dari unsur SDM, kemahasiswaan, dosen, tenaga teknis, hingga mahasiswa. Tugas utamanya adalah edukasi, pencegahan, serta penanganan kasus kekerasan dan pelecehan, baik verbal maupun nonverbal,” terangnya.

Sebagai bagian dari praktik langsung, peserta sosialisasi diajak mencoba pengajuan lembur secara digital melalui SIMPEG menggunakan perangkat masing-masing. Sistem ini memungkinkan proses persetujuan dilakukan secara berjenjang oleh pimpinan unit, sehingga lebih transparan dan terdokumentasi dengan baik.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan transformasi digital, meningkatkan tata kelola kepegawaian, mendukung kelestarian lingkungan, serta menciptakan kampus yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika,” pungkasnya. (MY)

OASE 2.0 Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA)

HMTL UNUSIDA Bekali Mahasiswa Baru Perancangan Program Nyata dalam Berorganisasi

PACET — Kegiatan Orientation and Academic Skills for Environmental Engineers (OASE 2.0) kembali menjadi ruang pembelajaran awal bagi mahasiswa baru Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kegiatan ini diselenggarakan di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Mojokerto, Sabtu-Ahad (22–23/11/2025) lalu.

Dalam kesempatan tersebut juga menjadi ajang mengenalkan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) UNUSIDA yang sejalan dengan tujuan kegiatan yang menekankan penguatan orientasi akademik sekaligus keorganisasian bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Hal tersebut menjadi salah satu fokus utama OASE 2.0 tahun ini yaitu orientasi berorganisasi di lingkungan HMTL UNUSIDA.

Ketua HMTL UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho menegaskan bahwa OASE 2.0 tidak berhenti pada pengenalan kampus semata, melainkan diarahkan untuk membangun kesiapan mahasiswa baru dalam memahami dinamika organisasi, tanggung jawab struktural, serta budaya kerja kolektif selama menjadi bagian dari HMTL UNUSIDA.

“OASE 2.0 kami arahkan sebagai proses awal pembentukan karakter berorganisasi. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan kampus, tetapi juga dibekali pemahaman tentang bagaimana bekerja dalam tim, memikul tanggung jawab, dan berkontribusi secara nyata selama menjadi bagian dari HMTL UNUSIDA,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga dibekali dengan materi pengenalan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkup program studi yaitu HMTL, termasuk keterkaitannya dengan Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) serta struktur dan fungsi departemen di HMTL UNUSIDA yang disampaikan oleh Sheli Juwati Anggreni, Wakil Ketua HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Periode 2023–2024. ]

Dalam pemaparannya, Sheli menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang belajar kepemimpinan dan pengabdian. “Himpunan bukan sekadar tempat berkegiatan, tetapi laboratorium karakter, tempat mahasiswa belajar mengelola gagasan, konflik, dan tanggung jawab secara nyata,” ujarnya.

Sheli juga menjelaskan bahwa keberadaan HMTL UNUSIDA sebagai bagian dari jejaring IMTLI membuka peluang kolaborasi yang luas, baik di tingkat regional maupun nasional. Pemahaman struktur organisasi sejak awal dinilai penting agar mahasiswa baru dapat menentukan peran dan minatnya secara terarah, sekaligus menyadari kontribusi strategis setiap departemen dalam mendukung keberlanjutan organisasi dan program studi.

Lebih lanjut, mahasiswa juga dibekali dengan materi Administrasi dan Kesekretariatan yang disampaikan oleh Muchammad Waziruddin, Sekretaris 1 HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Periode 2025. Materi ini menitikberatkan pada praktik dasar administrasi organisasi, mulai dari tata naskah dinas, pengelolaan surat-menyurat, hingga penyusunan proposal kegiatan dan rencana anggaran biaya (RAB).

“Administrasi sering dianggap teknis, padahal ia adalah fondasi profesionalisme organisasi. Gagasan yang baik tidak akan berjalan tanpa administrasi yang rapi, tertib, dan akuntabel,” tegas Wazir.

Diskusi pada sesi ini berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa baru secara aktif mengajukan pertanyaan seputar mekanisme penyusunan proposal, pembagian peran kepanitiaan, hingga strategi menyusun program kerja yang selaras dengan visi organisasi. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami organisasi secara konseptual, tetapi juga mulai berpikir aplikatif.

Kedua materi orientasi berorganisasi ini menjadi penegasan arah OASE 2.0 sebagai orientasi berbasis praktik. Output utama yang dihasilkan adalah penugasan kepada seluruh peserta untuk menyusun proposal kegiatan secara berkelompok, yang mencakup konsep kegiatan, tujuan, susunan kepanitiaan, serta rencana anggaran biaya yang realistis dan terukur.

Menariknya, proposal-proposal tersebut tidak sekadar menjadi latihan, melainkan akan dikurasi dan diproyeksikan untuk direalisasikan sebagai program kerja HMTL UNUSIDA pada periode kepengurusan berikutnya. Dengan demikian, OASE 2.0 menjadi titik awal keterlibatan aktif mahasiswa baru dalam proses perencanaan dan pengembangan kegiatan kemahasiswaan yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, ia menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA yang tidak hanya memahami identitas akademiknya, tetapi juga siap berorganisasi, berpikir sistematis, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan gagasan menjadi program nyata.

“Semangat Green Integrity, Bright Future bukan sekadar sebagai slogan kegiatan, melainkan diimplementasikan sebagai praktik pembelajaran nyata yang ditanamkan sejak hari pertama mahasiswa memasuki dunia kampus. Nilai integritas, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab akademik dihadirkan melalui proses belajar yang reflektif, kolaboratif, dan aplikatif, sehingga mahasiswa sejak awal diarahkan untuk membangun karakter sebagai insan akademik dan calon engineer lingkungan yang beretika serta berorientasi pada keberlanjutan,” pungkasnya.

OASE 2.0 Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

OASE 2.0 Teknik Lingkungan UNUSIDA, Kuatkan Integritas dan Keilmuan Sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Mahasiswa

PACET — Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (HIMA TL UNUSIDA) berkolaborasi dengan Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA menyelenggarakan Orientation and Academic Skills for Environmental Engineers (OASE 2.0) sebagai implementasi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan yang mengusung tema ‘Green Integrity, Bright Future: Mendorong Mahasiswa Berintegritas dan Peduli Lingkungan untuk Masa Depan’ ini dilaksanakan pada Sabtu–Ahad (22–23 November 2025) bertempat di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Mojokerto.

Ketua Pelaksana Kegiatan Moh. Rofiqi Malik, mengatakan bahwa OASE 2.0 dirancang dengan pendekatan pembelajaran kontekstual yang menekankan penguatan integritas, keilmuan, dan kepedulian lingkungan sebagai fondasi awal pembentukan karakter mahasiswa Teknik Lingkungan. Kegiatan ini menjadi ruang transisi akademik bagi mahasiswa baru agar siap menghadapi dunia perkuliahan sekaligus tantangan profesi sebagai calon engineer lingkungan.

Mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2024 menegaskan bahwa OASE 2.0 tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga membekali mahasiswa baru dengan orientasi nilai, keterampilan belajar, serta kesiapan berorganisasi.

“Melalui OASE 2.0, kami ingin mahasiswa baru memahami arah pengembangan diri sebagai calon engineer lingkungan yang berintegritas dan solutif terhadap persoalan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho, menekankan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan berbasis sains dan etika. Menurutnya, HIMA TL hadir sebagai ruang pendampingan agar mahasiswa memiliki keberanian berpikir kritis, kepekaan sosial, serta komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan.

Ia menyoroti pentingnya solidaritas dan kolaborasi lintas program studi di lingkup Fakultas Teknik (FT) UNUSIDA dalam mendukung kegiatan yang berdampak nantinya. Melalui OASE 2.0, ia berkomitmen dalam mencetak engineer lingkungan muda yang berintegritas, berwawasan ilmiah, dan peduli lingkungan.

“Alhamdulillah, terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak. Kegiatan ini menjadi pijakan awal menuju masa depan cerah, tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan ekologis. Keberagaman latar belakang mahasiswa adalah kekuatan. Dari sana, kolaborasi antarbidang teknik dapat melahirkan solusi lingkungan yang berdampak nyata,” ungkapnya.

Kegiatan OASE 2.0 dibuka secara resmi oleh Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa OASE 2.0 merupakan fondasi awal pembentukan karakter akademik mahasiswa.

“OASE 2.0 adalah pintu masuk untuk menanamkan integritas, etos ilmiah, dan tanggung jawab profesional. Output yang kami harapkan adalah mahasiswa yang unggul secara kompetensi dan matang secara karakter,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan materi pertama bertajuk Lingkup dan Kompetensi Program Studi Teknik Lingkungan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang peta kompetensi lulusan, relevansi kurikulum dengan tantangan lingkungan global dan nasional, serta peran strategis engineer lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan.

“Teknik lingkungan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga keputusan berbasis data, etika profesi, dan keberpihakan pada keberlanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, materi kedua mengenai PKM, PPK Ormawa, dan Safety Laboratorium disampaikan oleh Khilyatul Afkar, S.T., yang merupakan laboran Laboratorium Kualitas Lingkungan Fakultas Teknik UNUSIDA. Berbekal pengalaman lolos pendanaan PKM dan PPK Ormawa, ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam riset dan pengabdian masyarakat, tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.

“Pengalaman riset dan pengabdian akan membentuk daya saing mahasiswa. Namun, keselamatan di laboratorium adalah prasyarat utama yang tidak bisa ditawar,” terang khilya yang merupakan alumni Teknik Lingkungan angkatan 2018 tersebut.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen bagi Mahasiswa tahun akademik 2025–2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen, Perkuat Skill Penelitian Mahasiswa Menuju Tugas Akhir yang Berkualitas

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan Workshop Proyek Independen pada Kamis (11/12/2025). Kegiatan yang membahas tentang ‘Penyusunan Pendahuluan Penelitian’ ini digelar sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi penyusunan Tugas Akhir (TA) tahun akademik 2025–2026.

Workshop yang bersifat wajib bagi mahasiswa pemrogram Skripsi/TA ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang penelitian, yaitu: Evi Mahsunah, S.S., M.Pd., dan Masyitah Noviyanti, S.Pd., M.Hum., yang juga seorang dosen UNUSIDA.

“Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa unlock skill penelitian mahasiswa, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai struktur pendahuluan, penyusunan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, hingga landasan teoritis yang menjadi fondasi utama sebuah karya ilmiah,” terang Masyitah Noviyanti dalam pemaparan materinya.

Dalam kesempatan tersebut, ia membahas secara detail tentang rumusan masalah, tujuan penelitian, serta manfaat penelitian. Ia menekankan pentingnya konsistensi antara rumusan masalah, tujuan penelitian, serta metodologi yang nantinya akan digunakan.

“Ketepatan merumuskan masalah akan menentukan kualitas keseluruhan penelitian. Mahasiswa perlu cermat membangun alur logis sejak bagian awal,” jelasnya.

Sementara itu, Evi Mahsunah menekankan pentingnya menyusun pendahuluan penelitian dengan rapi, sistematis, dan argumentatif. Bagian pendahuluan dianggap sebagai gerbang utama yang menentukan arah penelitian sekaligus menjadi indikator kualitas akademik mahasiswa.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA tersebut menjelaskan pentingnya membangun latar belakang penelitian yang kuat sebagai dasar dari keseluruhan karya ilmiah. Ia menjelaskan bahwa latar belakang harus menunjukkan urgensi penelitian, relevansi masalah, dan celah penelitian yang ingin diisi oleh peneliti.

“Pendahuluan adalah pintu pertama sebuah penelitian. Jika disusun dengan baik, maka arah penelitian akan lebih jelas dan terarah,” ujarnya.

Menurutnya, workshop ini juga menjadi ruang diskusi interaktif bagi mahasiswa untuk berkonsultasi mengenai rancangan penelitian, pemilihan topik, serta teknik penguatan teori yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FKIP UNUSIDA dalam mendampingi mahasiswa sejak awal proses penelitian hingga penyelesaian tugas akhir.

“Saya harap mahasiswa lebih siap menghadapi proses penyusunan tugas akhir, memiliki pondasi metodologis yang kuat, serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, orisinal, dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan,” harapnya.

LPPM UNUSIDA dan LPT PBNU Gelar Webinar “Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026 (Foto: UNUSIDA TV)

LPPM UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama dengan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU) menyelenggarakan Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026, yang diikuti oleh puluhan dosen PTNU dari berbagai daerah, Rabu (10/12/2025) melalui zoom meeting.

Webinar ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Wardah, M.P., M.M., dosen Agroindustri Fakultas Vokasi Untag Surabaya, dosen Ekonomi Pembangunan, serta reviewer nasional hibah penelitian dan pengabdian masyarakat Kemdikbud sejak 2020.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. menegaskan bahwa penguatan budaya riset harus menjadi komitmen bersama untuk sukses dalam program hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen sekaligus memperluas dampak nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Persaingan proposal pengabdian secara nasional semakin ketat. Ini menuntut kita tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga mampu merancang program pengabdian yang relevan, berkelanjutan, dan berakar pada kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan pendampingan seperti ini menjadi ruang belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memperkuat kesiapan akademik dosen agar mampu berkompetisi di tingkat nasional. Ia sangat mengapresiasi kepada LPPM UNUSIDA serta LPT-PBNU atas inisiasi kegiatan ini, serta kepada Prof. Wardah yang telah bersedia berbagi pengalaman kepada seluruh peserta.

“Dengan kolaborasi, ketekunan, dan komitmen, saya yakin jumlah proposal pengabdian dari UNUSIDA dan PTNU lain dapat meningkat dan meraih pendanaan pada tahun 2026,” tambahnya.

LPT-PBNU: Proses Review adalah Tradisi Akademik yang Harus Dijunjung
Sekretaris LPT-PBNU dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menyampaikan bahwa pendanaan dari pemerintah, termasuk hibah dari Kemenristekdikti, harus melalui proses akademik yang benar—mulai dari review, perbaikan, hingga penjaminan kelayakan proposal.

Ia berharap pendampingan dapat terus berlanjut dan melahirkan peneliti serta pengabdi masyarakat yang unggul dari kampus-kampus NU.

“Tradisi akademik seperti review dan kompetisi itu penting. Ia melahirkan proposal yang berkualitas dan benar-benar layak didanai. Pendampingan seperti ini bukan sekadar tips and trick, tetapi memperkuat substansi dan proses penyusunan proposal itu sendiri,” tegasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan webinar ini menjadi langkah serius PTNU menuju kompetisi hibah nasional. Ke depan pendampingan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai komitmen PTNU dalam meningkatkan budaya riset dan pengabdian.

“Dengan kolaborasi UNUSIDA, LPT-PBNU, serta para dosen PTNU di seluruh Indonesia, semoga semakin banyak proposal pengabdian masyarakat yang lolos hibah BIMA 2026 dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” harapnya.

Prof. Wardah Kupas Tuntas Skema BIMA dan Kriteria Penilaian Reviewer
Dalam pemaparannya, Prof. Wardah menjelaskan secara detail berbagai skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam BIMA, di antaranya Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) seperti Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM/3M), Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (PBK) seperti PM-UBUD (Produk Unggulan Daerah) dan Pemberdayaan Usaha Kampus (PUK),  serta Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBB) seperti Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).

Selain skema, ia juga menguraikan kriteria rekam jejak yang dinilai reviewer, seperti kualitas dan kuantitas publikasi jurnal, prosiding, perolehan HKI, serta rekam jejak pengabdian sebelumnya.

Prof. Wardah menegaskan beberapa aspek utama dalam penilaian proposal, mulai dari ketajaman analisis situasi dan permasalahan mitra, rumusan masalah yang tepat dan prioritas, kesesuaian solusi dengan kebutuhan, metode kegiatan yang jelas dan terukur, kompetensi tim pelaksana, kualitas iptek yang ditawarkan serta output wajib berupa artikel ilmiah bereputasi, artikel media massa, video kegiatan dan peningkatan level keberdayaan mitra.

“Intinya, proposal yang baik bukan hanya menjawab kewajiban tridarma, tetapi benar-benar menyentuh persoalan masyarakat dan memberi dampak nyata,” terangnya.

PIAUD UNUSIDA Gelar Kuliah Tamu “Cipta Lagu Anak Usia Dini” Bersama Dosen PG-PAUD Universitas Trunojoyo Madura (Foto: Humas UNUSIDA)

PIAUD UNUSIDA Gelar Kuliah Tamu Cipta Lagu Anak Usia Dini Bersama Dosen PG PAUD UTM

SIDOARJO — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Guest Lecturer atau Kuliah Tamu dalam Mata Kuliah Pembelajaran Seni Musik dengan tema ‘Cipta Lagu Anak Usia Dini: Proses Produksi Lagu dari Ide Hingga Penyajian’, Selasa (9/12/2025).

Acara ini menghadirkan narasumber Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., dosen PG-PAUD Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sekaligus praktisi serta komposer musik anak yang telah menghasilkan berbagai karya edukatif. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses kreatif dalam menciptakan karya musik untuk anak usia dini.

Dalam pemaparannya, Angga menjelaskan kepada mahasiswa tentang memahami proses kreatif menciptakan lagu anak usia dini, mulai dari menggali ide, membuat lirik, menentukan melodi, hingga menyusun lagu lengkap dengan bait dan reff. Ia juga mencontohkan penyajian lagu-lagu anak modern yang ramah anak dan mudah diterapkan dalam pembelajaran PAUD.

Selain praktik cipta lagu, Angga menekankan pentingnya membangun budaya pendidikan kreatif sejak dini. Ia mengajak mahasiswa memahami dampak penggunaan gawai pada perkembangan anak serta mengajarkan strategi membatasi penggunaan handphone.

Ia mencontohkan inovasi tugas akhir mahasiswa PG PAUD UTM yang menghasilkan karya lagu anak beserta rekaman audio dan video sebagai bentuk kreativitas sekaligus pendokumentasian pembelajaran, lengkap dengan laporan pengkaryaan tugas akhir.

“Anak perlu dilatih membuat kesepakatan penggunaan HP agar tumbuh berkembang secara optimal dan terhindar dari kecanduan,” ujar Angga.

Sementara itu, Kaprodi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S. Pd., M. Pd., menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari realisasi kerja sama dengan Program Studi PG PAUD UTM. Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa (Hima) PIAUD UNUSIDA juga melakukan benchmarking bersama HIMA PIAUD UTM, juga bersama dosen-dosen untuk mengembangkan kualitas akademik dan kreativitas calon guru PAUD.

“Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat besar bagi pendidikan calon guru PAUD, terutama dalam memperkuat kompetensi seni dan kreativitas,” ungkapnya.

Ke depan, mahasiswa PIAUD UNUSIDA akan memperoleh tugas khusus menciptakan lagu anak sebagai portofolio wajib setiap angkatan. Karya-karya tersebut akan dihimpun menjadi album lagu anak versi PIAUD UNUSIDA yang tidak hanya menjadi arsip kreatif, tetapi juga dapat diajarkan kepada peserta didik mereka kelak.

Dengan adanya kuliah tamu ini, ia berharap mahasiswa semakin percaya diri dalam berinovasi dan mampu menjadi pendidik PAUD yang kreatif, adaptif, serta siap menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan menyenangkan.

“Kami berkomitmen PIAUD UNUSIDA dalam menghadirkan pembelajaran kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini. Guna mempersiapkan calon guru PAUD yang menginspirasi dan mampu menghasilkan karya kreatif,” pungkasnya.

Flyer Ucapan Mahasiswa UNUSIDA Raih Juara 3 International Business Plan Competition di Universitas Khairun Maluku (Foto: Istimewa)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Juara 3 International Business Plan Competition, Usung Inovasi Cheese Moringa Biscuits Dukung Program MBG

SIDOARJO — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Tim mahasiswa lintas prodi berhasil meraih Juara 3 International Business Plan Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Khairun Maluku.

Tim ini beranggotakan tiga mahasiswa dari program studi berbeda, yaitu Ketua Tim Lailatul Ma’rifah (Manajemen 2024), Syifa Aristawati (Akuntansi 2024), Aulia Hilda Bilqis Maruapey (Pendidikan Bahasa Inggris 2024) dengan Dosen Pembimbing: Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., CH.

Dalam kompetisi tingkat internasional ini, tim UNUSIDA mengusung inovasi produk bertajuk ‘Cheese Moringa Biscuits: A Healthy Snack Innovation for Supporting MBG’. Produk camilan sehat ini dirancang sebagai solusi inovatif untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi) pemerintah, terutama dalam upaya mengurangi angka stunting di Indonesia.

Ketua tim, Lailatul Ma’rifah mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti komitmen tim dalam memperbaiki kualitas ide bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan berkompetisi di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, pastinya sangat senang. Ini tahun kedua UNUSIDA mengikuti kompetisi ini. Tahun lalu kami meraih juara 5, dan tahun ini bisa meningkat menjadi juara 3. Ada peningkatan, dan itu sangat membahagiakan bagi kami,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (4/11/2025).

Laila mengatakan, meski berasal dari prodi yang berbeda dan memiliki jadwal yang tidak selalu sejalan, tim ini tetap solid.

“Tantangan terbesar adalah waktu. Kami jarang bisa bertemu langsung, jadi koordinasi banyak dilakukan lewat grup WhatsApp. Tapi komunikasi tetap terjaga dan semua tetap berkontribusi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, gagasan biskuit daun kelor dan keju ini lahir dari kepekaan tim terhadap kondisi di lapangan, terutama terkait program MBG yang digagas pemerintah. Daun kelor dipilih karena kandungan nutrisinya yang kaya, seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat. Produk ini juga mendukung kebutuhan nutrisi anak serta membantu mengatasi malnutrisi.

“Banyak anak-anak yang kurang menyukai sayuran. Akhirnya sayur dari program MBG kadang terbuang. Kami membuat solusi agar nutrisi sayuran tetap bisa dikonsumsi melalui camilan yang mereka suka: biskuit berbahan kelor dan keju,” jelas Laila.

Ia menegaskan bahwa Cheese Moringa Biscuits memiliki kelebihan dibanding biskuit sehat lainnya, antara lain menggunakan daun kelor yang memiliki sumber nutrisi tinggi, pemakaian gula aren sebagai pemanis alami, bukan gula pasir. Kemudian kandungan dalam Gluten-free yang menggunakan tepung jagung, sehingga aman untuk lansia dan pelaku diet, serta rasa tetap enak, gurih, dan manis, meski berbahan kelor.

Laila menerangkan bahwa saat ini produk masih dalam tahap rencana bisnis, namun tim sudah membuat prototipenya meski uji pasar belum dilakukan. Terkait strategi bisnis, tim telah menyiapkan konsep pemasaran hybrid.

“Online lewat marketplace seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia. Offline lewat kantin sekolah, posyandu anak, hingga peluang masuk ke program MBG,” terang Syifa.

Meski belum merencanakan inkubasi atau kolaborasi UMKM, Laila dan tim berharap ke depan produk ini dapat dikembangkan lebih serius. Ia yakin produk ini bisa memberi manfaat luas. Sebab, Branding produk akan menonjolkan nilai utama, yaitu camilan sehat pengganti sayuran yang enak dan bergizi.

“Karena bahan-bahannya sehat, bukan hanya anak-anak, tapi juga orang tua lanjut usia bisa mengonsumsinya. Kandungan vitamin A, kalsium, protein, dan lemak baik sangat bermanfaat untuk otak dan jantung,” tandasnya.

Sementara itu, Dosen pembimbing, Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., CH., mengapresiasi kerja keras mahasiswa dan menegaskan bahwa inovasi ini relevan dengan isu kekinian. Ia memandang pentingnya mahasiswa mengikuti tren dan fenomena aktual, seperti program MBG.

“Inovasi ini muncul dari fenomena nyata. Banyak anak tidak suka sayur, sehingga nutrisi perlu diolah ke bentuk yang lebih disukai. Itulah yang mereka lakukan,” katanya.

Jeziano juga berpesan kepada mahasiswa UNUSIDA untuk berani mencoba. Ia mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan menjaga niat baik dalam berkarya.

“Jangan takut melakukan hal baru. Gagasan tidak akan menjadi apa-apa jika hanya disimpan dalam pikiran. Cobalah, bahkan kalau gagal sekali pun, kalian tetap selangkah lebih maju daripada yang tidak pernah mencoba,” tuturnya.

Ke depan, hasil inovasi ini rencananya akan diikutsertakan dalam PKM maupun P2MW, serta berbagai ajang kompetisi kewirausahaan lainnya. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong munculnya generasi muda kreatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui inovasi pangan sehat seperti Cheese Moringa Biscuits.

“Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing di tingkat internasional dengan inovasi yang solutif dan relevan. Selamat kepada Tim Cheese Moringa Biscuits, Semoga prestasi ini menjadi langkah awal lahirnya produk sehat yang bermanfaat bagi bangsa dan menginspirasi mahasiswa UNUSIDA lainnya,” pungkasnya.