Mahasiswa PBI UNUSIDA Dibekali Pelatihan Table Manner Course di Hotel Aston Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa PBI UNUSIDA Dibekali Pelatihan Table Manner untuk Penguatan Soft Skill

SIDOARJO – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendapatkan pembekalan soft skill melalui kegiatan Pelatihan Table Manner Course yang diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan kompetensi non-akademik mahasiswa. Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen PBI UNUSIDA, Masyitah Noviyanti, S.Pd., M.Pd., dan dilaksanakan bekerja sama dengan Hotel Aston Sidoarjo, Rabu (7/1/2026).

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional UNUSIDA tersebut, menyebut kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan level soft skill mahasiswa, terutama dalam aspek pengembangan diri (self-development) dan pembentukan karakter sosial. Menurutnya, table manner bukan sekadar tentang cara makan, tetapi juga berkaitan erat dengan pembentukan sikap, etika, dan tata krama dalam kehidupan sosial.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan table manner ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai etika makan dan tata krama formal yang selama ini belum menjadi budaya sehari-hari di lingkungan mahasiswa. Kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal profesional, khususnya bagi mahasiswa PBI yang nantinya akan berhadapan dengan dunia kerja, relasi internasional, maupun lingkungan akademik global.

“Kami terus berkomitmen dalam membekali mahasiswa tidak hanya dengan kemampuan akademik dan bahasa, tetapi juga dengan soft skill dan etika profesional. Salah satunya melalui pelatihan table manner ini yang diharapkan mampu mendukung mata kuliah dalam pembentukan karakter mahasiswa yang berwawasan global, beretika, dan siap bersaing di dunia kerja,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa etika makan menjadi titik awal pembelajaran adab karena dari sanalah nilai-nilai kesopanan, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap orang lain dapat dibentuk. Melalui pelatihan ini, ia berharap mahasiswa dapat memiliki gambaran dan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya manner, khususnya dalam konteks profesional dan sosial.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa depan,” ungkapnya.

Selain mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga hingga empat jam, mahasiswa juga diberikan tugas untuk membuat review kegiatan. Tugas tersebut berisi refleksi berupa kesan, pesan, serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti table manner course, sebagai bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi.

Sementara itu, Food and Beverage Manager Hotel Aston Sidoarjo, Ivan Andriansyah, sangat menyambut baik akan kepercayaan kepada Hotel Aston sebagai tempat belajar bagi mahasiswa PBI UNUSIDA. Menurutnya, pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memahami dasar-dasar table manner secara benar, mulai dari penataan meja, cara berbicara, etika makan, hingga sopan santun yang berlaku dalam dunia perhotelan dan pelayanan.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa tidak perlu ragu untuk bertanya selama pelatihan berlangsung, karena seluruh materi akan dijelaskan secara rinci oleh instruktur. Sebab, output kegiatan ini adalah mahasiswa mampu mengenali fungsi peralatan makan dan menu yang disajikan sebagai bagian dari pemahaman praktis table manner.

“Terima kasih dan selamat belajar kepada seluruh mahasiswa UNUSIDA. Silahkan explore ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal yang bermanfaat nantinya,” pungkasnya.

Research Camp FE UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Research Camp FE UNUSIDA Dorong Keunggulan Riset melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan Research Camp dengan mengusung tema ‘Accelerating Research Excellence: Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Efektivitas dan Kualitas Penelitian’, Rabu (7/1/2026). Research Camp kali ini diikuti oleh mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi UNUSIDA.

Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menekankan bahwa keunggulan riset merupakan salah satu pilar utama dalam penguatan reputasi dan daya saing perguruan tinggi. Oleh karena itu, penguasaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence, menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai peneliti.

“Artificial Intelligence membuka peluang besar dalam dunia penelitian, mulai dari efisiensi waktu, ketepatan analisis, hingga perluasan wawasan keilmuan. Namun, AI harus digunakan secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Peran peneliti tetap tidak tergantikan, terutama dalam merumuskan masalah, menafsirkan hasil, dan menjaga nilai-nilai akademik,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital dalam dunia akademik merupakan keniscayaan yang harus direspons secara cerdas dan terarah. Menurutnya, Artificial Intelligence bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas riset dosen.

Kegiatan dirancang secara intensif untuk memberikan penguatan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis mahasiswa dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu strategis dalam proses penelitian ilmiah, mulai dari penelusuran literatur, pengolahan data, hingga peningkatan kualitas publikasi ilmiah.

“Pemanfaatan AI dalam penelitian harus diposisikan sebagai alat bantu akademik yang memperkuat daya analisis dan ketajaman berpikir peneliti. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat membantu dosen bekerja lebih efektif tanpa meninggalkan integritas ilmiah dan etika akademik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Fakultas Ekonomi UNUSIDA untuk terus memfasilitasi peningkatan kapasitas mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNUSIDA dalam memperkuat budaya riset dosen yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berorientasi pada peningkatan mutu dan luaran penelitian.

“FE UNUSIDA harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperkuat kualitas riset dosen maupun mahasiswa. Hal ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terwujudnya research excellence yang berkelanjutan, berintegritas, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan Research Camp, peserta mendapatkan berbagai materi bersama narasumber Prof. Dr. Indrawati Yuhertiana, MM., Ak., CMA., dan Ryan Purnomo, S.Pd., M.Pd. Hingga sesi diskusi mengenai strategi pemanfaatan AI dalam penelusuran literatur ilmiah, pengolahan data penelitian, serta peningkatan kualitas penulisan artikel ilmiah. Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif sehingga dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi.

LKMM-TD Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar LKMM TD, Perkuat Kepemimpinan Etis dan Kolaboratif Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) dengan mengusung tema ‘Ethical and Mindful Youth Leadership, Berkarya dalam Kolaborasi Berdampak dalam Aksi’. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, Selasa-Rabu (6-7/1/2026) di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA & Villa CMA Pacet, Mojokerto.

Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif dan solutif di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus jeli melihat peluang, baik dalam hal akademik maupun dalam membangun relasi sosial. Tingkatkan kemampuan leadership dan problem solving, karena dua hal tersebut akan sangat dibutuhkan ketika terjun langsung di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis fakultas dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa sejak dini. LKMM TD memiliki peran penting dalam menunjang capaian akademik sekaligus pembentukan karakter mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam aspek keilmuan, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam berbagai situasi.

“Kegiatan ini penting untuk menunjang akademik dan karakter mahasiswa. Kepemimpinan yang baik harus dibangun sejak awal, agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Melalui LKMM TD ini, mahasiswa FILKOM UNUSIDA dibekali berbagai materi dasar manajemen organisasi, kepemimpinan etis, serta penguatan pola pikir kolaboratif yang berdampak nyata dalam aksi.

Ia berharap, kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Ia mangatakan, kegiatan LKMM TD ini merupakan bagian dari ikhtiar Fakultas Ilmu Komputer dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter dan kepemimpinan.

“Kami berharap mahasiswa FILKOM mampu menjadi pribadi yang beretika, memiliki kesadaran sosial, serta mampu berkolaborasi dan memberi solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Manfaatkan setiap proses pembelajaran, baik di ruang kelas maupun melalui kegiatan kemahasiswaan, sebagai bekal untuk tumbuh menjadi pemimpin muda yang adaptif, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Webinar Nasional “Aswaja di Dunia Digital” PGMI UNUSIDA (Foto: Istimewa)

PGMI UNUSIDA Inisiasi Gelar Webinar Nasional Aswaja di Dunia Digital, Meneguhkan Adab Bermedia Sosial

SIDOARJO — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara etika dan adab. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Banjarasri  menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk ‘Aswaja di Dunia Digital: Adab Bermedsos Menurut Ulama Aswaja’ dengan semangat tagline #AswajaDiDuniaDigital.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Ahad (21/12/2025) lalu ini menjadi bagian dari upaya edukatif sekaligus pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Aswaja. Webinar ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam tentang bagaimana bermedia sosial secara bijak, beradab, dan selaras dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Webinar nasional ini menghadirkan pemateri eksklusif H. M. Arisy Karomy, S.T., M.Pd.I., (Gus Arisy) Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kholil Jetis Sidoarjo sekaligus Dosen PGMI UNUSIDA. Selain itu, turut hadir sebagai pembicara utama Moh. Anang Abidin, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGMI Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Dalam pemaparannya, Gus Arisy menekankan bahwa media sosial tidak boleh dipandang semata sebagai ruang hiburan tanpa batas. Bermedia sosial, menurut perspektif ulama Aswaja, memiliki berbagai dimensi, antara lain sebagai sarana hiburan, gaya hidup, kebutuhan, ibadah, hingga alat perjuangan dan dakwah. Oleh karena itu, setiap aktivitas digital harus dilandasi niat yang benar serta adab yang terjaga.

“Saya harap nilai-nilai Aswaja dapat terus hidup dan relevan di tengah arus digitalisasi, serta menjadi pedoman etis bagi generasi muda dalam bermedia sosial secara cerdas, santun, dan bertanggung jawab,” harapnya.

Lebih lanjut, Gus Arisy menjelaskan bahwa terdapat sejumlah prinsip penting yang harus diperhatikan dalam bermedia sosial, seperti ghadhul bashar (menjaga pandangan), menjaga aurat, menghindari riya’, serta menjaga privasi diri dan orang lain. Media sosial juga diingatkan dapat menjadi ladang amal jariyah, namun sebaliknya dapat pula berpotensi menjadi dosa jariyah apabila disalahgunakan.

“Mari menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah, mempererat silaturahmi, serta menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat digital. Bermedia sosial bukan hanya tentang eksistensi, tetapi tentang tanggung jawab moral dan spiritual,” tuturnya.

Tampak antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 130 orang, berasal dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan umum. Mayoritas peserta merupakan mahasiswa PGMI UNUSIDA, disusul peserta dari Surabaya serta masyarakat umum. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga mendapatkan ruang diskusi interaktif serta kesempatan memperluas jejaring dalam memahami praktik bermedia sosial ala ulama Aswaja.

Rapat Perdana BEM-FT UNUSIDA 2025–2026 (Foto: Rifki Hidayat/BEM-FT UNUSIDA)

Rapat Perdana BEM-FT UNUSIDA 2025–2026, Bangun Fondasi Organisasi yang Solid, Disiplin, dan Kolaboratif

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BEM-FT UNUSIDA) secara resmi memulai roda kepengurusan periode 2025–2026 melalui pelaksanaan Rapat Perdana yang digelar di Kedai Ahmed 4, l. Sekawan Anggun raya No.30, Perum Bef, Bulusidokare, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (27/12/2025).

Rapat perdana tersebut tidak hanya diikuti oleh jajaran pengurus inti BEM-FT UNUSIDA, tetapi juga melibatkan seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik, yakni Himpunan Mahasiswa Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia. Forum ini menjadi ruang konsolidasi awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan gerak, serta memperkuat komunikasi lintas ormawa fakultas.

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur BEM-FT UNUSIDA Periode 2025–2026, Marendra Firdaus Putra, didampingi Wakil Gubernur Ulil Najwa. Agenda awal rapat diisi dengan penyampaian Tata Tertib Organisasi sebagai pijakan kerja kolektif Kabinet Mandala Aksi. Pemaparan tata tertib ini dimaksudkan untuk membangun kesamaan persepsi mengenai mekanisme kerja, kedisiplinan, serta tanggung jawab struktural setiap pengurus.

Marendra menegaskan bahwa tata tertib organisasi tidak dimaknai sebatas aturan administratif, melainkan sebagai instrumen etika dan komitmen bersama. Ia menyebut, rapat kali ini menjadi langkah awal strategis dalam membangun fondasi organisasi yang solid, disiplin, dan kolaboratif.

“Tata tertib ini kami hadirkan sebagai upaya menyelaraskan pola kerja, menjaga komitmen, dan memastikan setiap langkah BEM-FT berjalan dalam koridor tanggung jawab organisasi,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur BEM-FT UNUSIDA Ulil Najwa menekankan pentingnya tata tertib sebagai budaya kerja bersama, bukan sebagai pembatas kreativitas. Menurutnya, keberlangsungan organisasi mahasiswa sangat ditentukan oleh kesadaran kolektif dalam menaati aturan yang telah disepakati.

Melalui rapat perdana ini, ia dan tim menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola organisasi yang disiplin, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kualitas kader. Forum ini menjadi titik awal konsolidasi gerak mahasiswa teknik dalam menyongsong satu periode kepengurusan dengan semangat sinergi dan tanggung jawab bersama.

“Disiplin organisasi tidak boleh dimaknai sebagai beban, tetapi sebagai fondasi agar setiap program dan gagasan dapat berjalan secara tertib, terukur, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Agenda rapat kemudian dilanjutkan dengan sinkronisasi program kerja lintas organisasi mahasiswa Fakultas Teknik yang dikoordinasikan oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM-FT UNUSIDA. Forum ini dihadiri oleh bupati, wakil bupati, serta jajaran pengurus dari masing-masing himpunan mahasiswa Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia. Sinkronisasi dilakukan guna menyelaraskan kalender kegiatan, menghindari benturan agenda, serta memperkuat sinergi antarormawa.

Dalam sesi berikutnya, Departemen Riset dan Teknologi BEM-FT UNUSIDA memaparkan sejumlah rancangan program kerja. Salah satunya adalah National Essay and Poster Design Competition (NEPC) yang disampaikan oleh Koordinator Departemen Riset dan Teknologi, Rifki Hidayat. Selain itu, turut diajukan gagasan pengembangan konten edukatif berkala yang mengangkat isu-isu aktual melalui analisis kolaboratif lintas keilmuan.

“Kami ingin mendorong tradisi berpikir kritis melalui konten edukasi yang tidak sektoral, tetapi dianalisis secara integratif dari perspektif Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia,” jelas Rifki.

Rangkaian rapat perdana dilanjutkan dengan sosialisasi kepanitiaan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Fakultas Teknik yang juga dikoordinasikan oleh Departemen PSDM. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Koordinator PSDM, Nur Cahyo Febrianto, yang menekankan pentingnya pembentukan kepanitiaan sejak dini demi memastikan kesiapan kegiatan.

“Kegiatan ini membutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi manajerial maupun sumber daya manusia. Oleh karena itu, sosialisasi awal menjadi kunci kesiapan panitia secara menyeluruh,” tuturnya.

Sebagai penutup, dilaksanakan interview rekrutmen calon panitia LKMM-TD Fakultas Teknik yang dipimpin oleh Koordinator PSDM dan didampingi staf PSDM, Muchammad Waziruddin. Proses wawancara ini tidak hanya berorientasi pada seleksi teknis, tetapi juga menjadi ruang awal pembentukan chemistry dan pemetaan potensi kader.

“Kami mencari individu yang siap belajar, berproses, dan berkontribusi secara kolektif. Kaderisasi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi investasi jangka panjang organisasi,” pungkasnya.

Penulis; Rifki Hidayat

LPMPP UNUSIDA Beri Apresiasi Monev Pembelajaran Terbaik 2025 (Foto: LPMPP UNUSIDA)

LPMPP UNUSIDA Beri Apresiasi Monev Pembelajaran Terbaik 2025, Prodi Manajemen dan Teknik Industri Raih Nilai Tertinggi

SIDOARJO – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi kepada program studi dengan capaian terbaik dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembelajaran Internal Tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus II UNUSIDA Gedung A, Selasa (30/12/2025).

Berdasarkan hasil penilaian Monev, Program Studi (Prodi) Manajemen berhasil meraih capaian tertinggi dengan nilai 94,45 jadi Prodi Terbaik di Bidang Sosial Humaniora. Disusul Program Studi Teknik Industri dengan nilai 88,33 menjadi Prodi Terbaik di Bidang Sains dan Teknologi. Capaian ini menjadi bukti komitmen kedua program studi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

Wakil Rektor I UNUSIDA Bidang Akademik, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I. menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan keseriusan program studi dalam penguatan tata kelola akademik dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Capaian ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan dalam menjaga mutu pembelajaran, penguatan tata kelola akademik, serta peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan UNUSIDA,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan penilaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh program studi di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo untuk terus berinovasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta konsisten dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Ia menegaskan bahwa penguatan kualitas akademik dan tata kelola pendidikan yang berkelanjutan merupakan kunci utama dalam meningkatkan daya saing lulusan agar mampu berkontribusi secara nyata di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh program studi untuk terus berinovasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta meningkatkan daya saing lulusan,” harapnya.

Ketua LPMPP UNUSIDA, Atik Widiyanti, S.Si., M.T., menyebutkan bahwa penilaian kali ini telah dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Penilaian Monev Pembelajaran Internal ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya LPMPP UNUSIDA dalam memastikan kualitas proses pembelajaran berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

Melalui pelaksanaan Monev Pembelajaran Internal, LPMPP UNUSIDA terus mendorong terciptanya budaya mutu di lingkungan universitas. Upaya ini sejalan dengan komitmen UNUSIDA dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

“Dengan penilaian ini, Program Studi Manajemen dan Teknik Industri harus mampu menjadi role model dalam pengelolaan pembelajaran yang berkualitas serta berkontribusi aktif dalam peningkatan mutu pendidikan di UNUSIDA,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi BEM UNUSIDA Masa Khidmat 2025-2026 (Foto: BEM UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Rapat Koordinasi Perdana, Menata Gerak Kolektif Menuju Sustainable Building Movement

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi mengawali masa bakti kepengurusan periode 2025–2026 melalui rangkaian Pelantikan Raya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNUSIDA yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (24/12/2025) lalu.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Perdana BEM UNUSIDA yang berlangsung di Ruang 409 Kampus 2 UNUSIDA sebagai penanda dimulainya kerja kolektif Ormawa tingkat universitas.

Rapat koordinasi perdana ini dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA periode 2025–2026, M. Rafly Afandi, didampingi Wakil Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto. Forum berlangsung khidmat dan substantif, menghadirkan semangat awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan arah kerja, serta memperkuat konsolidasi antarkementerian dalam struktur BEM UNUSIDA.

Dalam pemaparannya, Presma Rafly memperkenalkan visi Kabinet Reformist BEM UNUSIDA, yakni Sustainable Building Movement. Visi ini dimaknai sebagai gerakan membangun organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif, serta bertumpu pada daya kolektif. Ia menegaskan bahwa misi utama kabinet adalah mewujudkan organisasi yang berorientasi pada kerja kolektif sekaligus membudayakan proses belajar yang berkelanjutan sebagai fondasi penguatan kapasitas kader dan institusi.

“Rapat koordinasi perdana ini menjadi ruang awal konsolidasi ide dan energi, sekaligus menegaskan komitmen BEM UNUSIDA periode 2025–2026 untuk bergerak secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan semangat Sustainable Building Movement, BEM UNUSIDA meneguhkan langkahnya dalam membangun organisasi mahasiswa yang relevan, progresif, dan berdampak nyata bagi sivitas akademika serta masyarakat,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Alvin Dwi Yunianto menyampaikan refleksi kritis terkait tantangan menurunnya minat mahasiswa dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa BEM UNUSIDA bukanlah organisasi profit, melainkan ruang pengabdian dan pembelajaran bersama. Oleh karena itu, energi kolektif yang dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi harus menjadi napas utama gerak organisasi. Ia juga memberikan penguatan moral kepada pengurus yang belum memiliki pengalaman kepemimpinan di tingkat fakultas, seraya menekankan bahwa kualitas diri dapat terus diasah melalui proses dan komitmen.

Dalam forum tersebut juga disampaikan rencana penguatan tata kelola organisasi. BEM UNUSIDA berkomitmen melaksanakan rapat koordinasi minimal satu kali setiap bulan, menggelar rapat kerja pra-sinkronisasi program kerja yang difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA, serta merancang sistem meritokrasi hingga ke BEM tingkat fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi guna mendukung mobilisasi massa dan penguatan jejaring organisasi.

Rapat kemudian berlanjut dengan sesi brainstorming internal masing-masing kementerian untuk merumuskan rancangan awal program kerja. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusulkan program penguatan kapasitas mahasiswa melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan, konten edukasi isu-isu aktual, serta gerakan EduTech Go To School Movement sebagai bentuk kontribusi nyata di sektor pendidikan.

Kementerian Sosial, Politik, dan Hukum serta Hak Asasi Manusia mengajukan forum pendidikan politik sebagai ruang literasi demokrasi mahasiswa. Kementerian Pemberdayaan Perempuan merancang program woman leadership inspiratif untuk mendorong peran dan kepemimpinan perempuan di lingkungan kampus. Sementara itu, Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan penyelenggaraan bazar sebagai wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan Kementerian Dalam Negeri mengajukan program sosialisasi kode etik serta standar operasional prosedur organisasi mahasiswa ke BEM tingkat fakultas.

Di bidang eksternal, Kementerian Luar Negeri merancang agenda studi banding serta forum diskusi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kabupaten Sidoarjo yang tergabung dalam Forum BEM DELTA. Kementerian Agama mengusulkan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai ruang penguatan spiritualitas mahasiswa, sedangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga merencanakan kompetisi olahraga, salah satunya UNUSIDA Futsal Cup, sebagai medium kebersamaan dan sportivitas.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Enviro Khidmah Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

Wujud Pengabdian Kepada Masyarakat, Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Gelar Enviro Khidmah di Masjid Baitussholihin Jabon

SIDOARJO – Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2023 melaksanakan kegiatan Environmental Vision and Islamic Renewal through Khidmah at Masjid Heritage Site (Enviro Khidmah) di Masjid Baitussholihin, Dusun Sawah, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (21/12/2025).

Kegiatan ini berangkat dari kesadaran mahasiswa akan peran strategis Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) sebagaimana ditegaskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama (AD/ART NU). Secara konseptual, Enviro Khidmah selaras dengan Program Dasar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo Masa Khidmat 2021–2026, khususnya pada pengembangan pelayanan kesehatan melalui kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pada tingkat desa, keterlibatan struktur NU memiliki mandat pelayanan keagamaan dan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan umat, termasuk dalam penguatan budaya kebersihan serta kesehatan lingkungan masjid. Masjid diposisikan tidak hanya sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat edukasi sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Inspirasi kegiatan ini turut diperkuat oleh berkembangnya konten edukatif kebersihan masjid di media sosial, salah satunya melalui akun TikTok @cleanermasjid, yang menyadarkan publik bahwa merawat kesucian dan kenyamanan rumah ibadah merupakan bagian integral dari akhlak dan spiritualitas umat Islam.

Dalam konteks akademik, Enviro Khidmah menjadi bentuk pemenuhan luaran Mata Kuliah Aswaja 4, yang menekankan praktik khidmah nyata kepada lembaga Nahdlatul Ulama, dengan objek pengabdian pada lingkup MWCNU Jabon.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan area Masjid Baitussholihin secara menyeluruh, meliputi ruang shalat, tempat wudlu, kamar mandi, halaman, hingga area makam di sekitar masjid. Aktivitas ini dimaknai sebagai implementasi nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, yang menempatkan kebersihan sebagai bagian dari iman, sekaligus sebagai praktik etika lingkungan yang relevan dengan keilmuan Teknik Lingkungan.

Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Syafiq Al Hamdi, menegaskan bahwa Enviro Khidmah dirancang untuk menjembatani nilai keislaman dan tanggung jawab sosial mahasiswa.

Secara keseluruhan, Enviro Khidmah menjadi ruang temu antara dunia akademik, tradisi keagamaan, dan praktik pengabdian masyarakat. Kegiatan ini memperkuat relasi mahasiswa dengan struktur Nahdlatul Ulama di tingkat lokal, sekaligus menegaskan bahwa khidmah Aswaja dapat diwujudkan melalui aksi-aksi ekologis yang relevan dengan tantangan zaman.

“Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa Aswaja tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi diwujudkan dalam khidmah yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Dosen penanggung jawab kegiatan, Iftirohatul Adhimah, M.Pd., menilai Enviro Khidmah sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang penting bagi mahasiswa. Menurutnya, pengabdian berbasis Aswaja harus mampu menjawab tantangan sosial dengan pendekatan yang membumi dan aplikatif.

Bagi mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2023, Enviro Khidmah bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan proses pembentukan kesadaran bahwa merawat masjid berarti merawat lingkungan, dan pada akhirnya merawat peradaban.

“Mahasiswa Teknik Lingkungan memiliki posisi strategis untuk mengintegrasikan nilai Aswaja, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan dalam satu gerak khidmah yang sederhana namun bermakna,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial-keagamaan di tingkat akar rumput.

Usai pelaksanaan Shalat Dzuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah makam yang diisi pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Mudzakkir, selaku ta’mir Masjid Baitussholihin. Momentum ini menjadi ruang refleksi spiritual yang menegaskan keterhubungan antara perawatan lingkungan, penghormatan terhadap leluhur, dan penguatan tradisi Islam Nusantara.

Gus Mudzakkir menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan khidmah tersebut. “Masjid adalah pusat peradaban umat. Ketika generasi muda hadir dengan niat membersihkan, mendoakan, dan merawatnya, itu menjadi tanda keberlanjutan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Teknik Lingkungan UNUSIDA Serukan Merawat Alam, Menyulam Solidaritas, Meneguhkan Keluarga Keilmuan dalam ENVIRO CAMP 2025 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Serukan Merawat Alam dan Menyulam Solidaritas Antar Sesama

PACET — Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyerukan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan solidaritas antar sesama anggota. Hal tersebut diserukan usai kegiatan ENVIRO CAMP 2025 sebagai bagian dari rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) yang pada tahun ini terintegrasi dengan kegiatan OASE 2.0. Kegiatan yang berlangsung di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Sabtu-Ahad (22–23/12/2025).

Kegiatan ini merupakan lanjutan pembinaan mahasiswa baru dengan pendekatan akademik, emosional, dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas Teknik Lingkungan UNUSIDA. Adapun peserta utama ENVIRO CAMP 2025 kali ini adalah mahasiswa baru Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2025. Dinamika kegiatan semakin kuat dengan kehadiran mahasiswa aktif angkatan 2022 hingga 2024 serta para alumni angkatan 2016 sampai 2019 yang kini telah berkiprah di berbagai sektor dunia kerja, baik yang beririsan langsung dengan bidang teknik lingkungan maupun lintas profesi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak memahami isu-isu lingkungan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas berbasis aksi dan kebersamaan. Mulai dari diskusi keilmuan, edukasi lingkungan, hingga kegiatan sosial yang menumbuhkan rasa memiliki terhadap alam dan Ormawa Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kesadaran kolektif dan ditanamkan sejak dini. Menurutnya, mahasiswa Teknik Lingkungan memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Merawat alam bukan hanya tugas akademik, tetapi juga panggilan moral. Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan solidaritas antar mahasiswa serta memperkuat keluarga keilmuan Teknik Lingkungan UNUSIDA,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan forum refleksi bersama alumni yang berlangsung hingga larut malam. Diskusi dibagi ke dalam tiga forum utama, yaitu refleksi output materi kegiatan, orientasi berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA, serta penguatan motivasi dan mental mahasiswa. Rangkaian ini menegaskan bahwa menjadi mahasiswa teknik lingkungan bukan semata tentang capaian akademik, melainkan juga kesiapan mental, etika, dan solidaritas dalam berproses bersama.

Salah satu pesan reflektif disampaikan oleh Muchammad Waziruddin, perwakilan mahasiswa angkatan 2023. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar angkatan mahasiswa, sehingga tercipta suasana akademik yang inklusif dan kolaboratif. Nilai kebersamaan yang dibangun diharapkan mampu melahirkan sinergi positif dalam pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Di ruang sederhana ini, kita belajar bahwa Teknik Lingkungan bukan hanya soal ilmu dan gelar, tetapi tentang rasa memiliki, persaudaraan, dan keluarga yang saling menguatkan. Semoga kehangatan yang terbangun di ENVIRO CAMP ini tidak berhenti di Pacet, tetapi terus hidup sebagai legacy baik dalam keluarga Teknik Lingkungan UNUSIDA,” ungkapnya.

Melalui ENVIRO CAMP 2025 menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam membangun ruang orientasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa proses menjadi engineer lingkungan dimulai dari kesadaran merawat alam, diperkuat oleh ilmu pengetahuan, dan dijaga oleh ikatan kekeluargaan yang tumbuh bersama waktu.

Sejalan dengan semangat UNUSIDA sebagai kampus NU, sebagai mahasiwa harus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai keislaman dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Merawat alam dipandang sebagai ikhtiar menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Saya harap, kegiatan ini dapat terus menumbuhkan kesadaran ekologis, memperkuat solidaritas internal, serta meneguhkan identitas sebagai keluarga keilmuan yang siap berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.

ENVIRO CAMP 2025 HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

HMTL UNUSIDA Gelar ENVIRO CAMP 2025: Menyemai Orientasi Akademik dan Jejak Alumni untuk Masa Depan Lestari

PACET — Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) UNUSIDA kembali menggelar ENVIRO CAMP 2025, sebuah agenda rutin tahunan yang sarat nilai edukatif dan reflektif. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Sabtu-Ahad (22–23/12/2025) serta terintegrasi dengan kegiatan OASE 2.0 sebagai bagian dari implementasi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Dengan mengusung tema ‘Melangkah Bersama Alam untuk Masa Depan yang Lestari’, ENVIRO CAMP 2025 dirancang tidak hanya sebagai wahana pengenalan lingkungan alam, tetapi juga sebagai ruang dialog akademik antara mahasiswa, dosen, dan alumni terkait dinamika dunia kerja serta peluang pengembangan diri di bidang teknik lingkungan.

Peserta utama kegiatan ini adalah mahasiswa baru angkatan 2025, yang diperkuat kehadirannya oleh mahasiswa aktif angkatan 2022–2024 serta alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 hingga 2019 yang hadir sebagai tamu undangan. Kehadiran lintas generasi ini menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.

Alumni Berbagi Jejak Karier dan Realitas Dunia Kerja
Salah satu sesi utama ENVIRO CAMP 2025 adalah penyampaian materi motivasi dan peluang karier di bidang teknik lingkungan yang disampaikan oleh Mokh. Yahya, S.T., alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 yang kini berkiprah di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam pemaparannya, Mokh. Yahya menekankan bahwa kompetensi teknik lingkungan memiliki irisan yang luas dengan berbagai sektor, termasuk transportasi dan tata kelola wilayah. Ia membagikan pengalamannya dalam pemetaan serta analisis lingkungan kawasan transportasi sebagai bagian dari perencanaan pembangunan berkelanjutan.

“Ilmu teknik lingkungan tidak selalu bekerja di balik cerobong atau instalasi pengolahan limbah. Di dunia kerja, kita dituntut mampu membaca ruang, memetakan dampak, dan memastikan pembangunan berjalan selaras dengan daya dukung lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak membatasi diri pada satu gambaran profesi semata. Menurutnya, fleksibilitas, integritas, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama bagi lulusan teknik lingkungan di tengah perubahan dunia kerja yang dinamis.

Tracer Study sebagai Upaya Reflektif Program Studi
Selain forum motivasi, ENVIRO CAMP 2025 juga dimanfaatkan sebagai media tracer study yang diinisiasi oleh Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. Kehadiran para alumni lintas angkatan menjadi momentum strategis untuk menelusuri jejak lulusan sekaligus memetakan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Dalam sambutannya, Muchammad Tamyiz menegaskan bahwa tracer study bukan sekadar pendataan administratif, melainkan bagian dari proses reflektif dan evaluatif program studi.

“Melalui pertemuan seperti ini, kami ingin mendengar langsung cerita alumni, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan menjadikannya masukan berharga bagi pengembangan kurikulum. Harapannya, mahasiswa yang hari ini mengikuti ENVIRO CAMP dapat melihat gambaran masa depan mereka secara lebih nyata dan terarah,” ujarnya.

Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Holistik
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan partisipatif. Interaksi antara mahasiswa baru, mahasiswa aktif, dan alumni tidak hanya membahas capaian akademik, tetapi juga menyentuh aspek mentalitas, etika kerja, serta peran engineer lingkungan dalam menjawab isu keberlanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Melalui ENVIRO CAMP 2025, Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA dan HIMA TL UNUSIDA menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang holistik. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan mahasiswa baru pada alam dan lingkungan sekitar, tetapi juga menautkan mereka dengan realitas profesi, jejaring alumni, serta nilai keberlanjutan yang menjadi ruh keilmuan teknik lingkungan.

“Dengan semangat melangkah bersama alam, ENVIRO CAMP 2025 menjadi pijakan awal bagi lahirnya generasi engineer lingkungan yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada masa depan yang lestari,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin