Mahasiswa FAI UNUSIDA Gelar Seminar Bijak Digital Sejak Dini (Foto: FAI UNUSIDA)

Mahasiswa FAI UNUSIDA Gelar Seminar Bijak Digital Sejak Dini, Dampingi Orang Tua Hadapi Tantangan Parenting

SIDOARJO – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, tantangan pengasuhan anak (parenting) kini memasuki babak baru. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan seminar edukasi bertajuk ‘Bijak Digital Sejak Dini’ di lembaga RA Al-Qur’an Hidayatulloh Sidoarjo, Jumat (19/12/2025) lalu.

Kegiatan ini bertujuan membantu para orang tua memahami cara menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan tumbuh kembang optimal anak, khususnya pada masa usia emas (golden age). Seminar ini mendapat respons positif dari para wali murid yang hadir, mengingat meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia dini dalam kehidupan sehari-hari.

Data menunjukkan bahwa paparan layar (screen time) pada anak usia dini mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meski smartphone menawarkan beragam konten edukatif, penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti keterlambatan bicara (speech delay), menurunnya konsentrasi, hingga terbatasnya kemampuan interaksi sosial anak.

Salah satu pemateri, Ziyarotul Ummah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUSIDA, menegaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan teknologi.

“Smartphone bukanlah pengasuh elektronik. Kunci utama bagi anak usia dini bukan pada pelarangan total, melainkan pada pembatasan durasi dan pendampingan aktif dari orang tua. Kita ingin anak-anak menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bukan sekadar konsumen konten yang pasif,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Ziyarotul membagikan tiga pilar utama penggunaan smartphone yang bijak bagi anak usia dini. Pertama, durasi yang terukur, di mana anak usia di bawah dua tahun disarankan tidak terpapar layar sama sekali kecuali untuk video call, sementara anak usia 2–5 tahun dibatasi maksimal satu jam per hari dengan konten berkualitas. Kedua, konten yang edukatif dan interaktif, yakni konten yang mendorong kreativitas dan kemampuan berpikir, bukan tontonan berulang yang bersifat pasif. Ketiga, interaksi dua arah, di mana orang tua diajak untuk turut menemani anak dan berdiskusi tentang konten yang ditonton guna menstimulasi kemampuan bahasa dan kognitif.

Selain fokus pada pengelolaan layar, seminar ini juga menekankan pentingnya aktivitas fisik dan permainan sensorik di dunia nyata. Keseimbangan antara aktivitas digital dan eksplorasi fisik dinilai sangat penting untuk mendukung perkembangan motorik kasar dan halus anak.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Ia berharap, berbagai seminar dan panduan praktis seperti ini dapat membantu keluarga Indonesia tetap berdaya, bijak, dan berakhlak di tengah gempuran teknologi digital.

“Semoga melalui pendampingan kepada orang tua dapat semakin bijak dalam membimbing putra-putrinya dalam menggunakan teknologi,” pungkasnya.

HIMA DKV UNUSIDA Gelar Workshop Visual Identity (Foto: Intan Tiyas - DKV Unusida)

HIMA DKV UNUSIDA Gelar Workshop Visual Identity, Dorong Kreativitas di Era Digital

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMA DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Workshop Visual Identity: Mengeksplorasi Gaya Ilustrasi Mu yang berlangsung di Hall Kampus 2 UNUSIDA lantai 5, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan yang menjadi bahan ajar mata kuliah Integrated Marketing Communication (IMC) di Program Studi DKV UNUSIDA.

Workshop ini menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan visual sekaligus memperkuat identitas kreatif di tengah pesatnya perkembangan industri digital dan kreatif. Acara tersebut menghadirkan Murtaji Ni’amillah, ilustrator muda yang dikenal dengan gaya visualnya yang ekspresif dan berkarakter.

Dalam sesi pemaparan materi, Ni’am sapaan akrabnya menekankan pentingnya eksplorasi gaya ilustrasi sebagai fondasi utama dalam membangun visual identity, baik untuk kepentingan personal branding maupun pengembangan karya di ranah profesional.

“Ilustrasi bukan hanya gambar, tetapi bahasa visual yang mencerminkan siapa dirimu. Dengan gaya ilustrasi yang konsisten, kamu bisa membangun identitas yang mudah dikenali dan diingat,” ujar Alumni Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri tersebut.

Sebanyak 38 peserta yang terdiri dari siswa SMA hingga mahasiswa lintas jurusan mengikuti workshop ini dengan antusias. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan konsep visual identity, praktik langsung eksplorasi gaya ilustrasi, serta diskusi interaktif mengenai peluang karier di bidang desain komunikasi visual.

Dengan tagline #MenjadiKreatifDiEraDigital, mahasiswa tidak hanya memberikan wawasan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas jenjang pendidikan yang mempertemukan talenta muda dengan praktisi industri kreatif. Hal tersebut sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus NU yang terus mendorong pembelajaran berbasis pengalaman dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu peserta mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari workshop ini. Sebagai mahasiswa DKV, ia berharap kegiatan dapat terus menjadi penggerak lahirnya talenta-talenta kreatif yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era digital, sekaligus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan industri kreatif yang terus tumbuh.

“Saya jadi lebih percaya diri mengekspresikan gaya ilustrasi pribadi. Workshop ini membuka wawasan bahwa visual identity bisa menjadi pintu karier di dunia kreatif,” ungkapnya.

Pelantikan Raya Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ormawa UNUSIDA 2026 Resmi Dilantik, Rektor Tekankan Jadi Laboratorium Kepemimpinan dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) periode 2026 resmi dilantik pada Rabu, (24/12/2025). Pelantikan ini meliputi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi), serta Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UNUSIDA.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan ini menandai dimulainya masa bakti pengurus Ormawa UNUSIDA 2026 yang diharapkan mampu membawa organisasi mahasiswa semakin profesional, kolaboratif, dan berdampak.

Pelantikan Ormawa ini merupakan rangkaian akhir dari proses demokrasi kampus melalui Pemilu Raya (Pemira) Ormawa UNUSIDA, yang telah dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan partisipatif beberapa waktu yang lalu. Melalui Pemira, mahasiswa UNUSIDA diberi ruang untuk menentukan pemimpin organisasinya sebagai wujud praktik demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang bermakna dan membanggakan bagi UNUSIDA. Berbagai capaian institusional dan prestasi mahasiswa menjadi bukti bahwa pengelolaan akademik dan kemahasiswaan berjalan secara sistematis dan produktif.

“UNUSIDA berhasil meraih berbagai pengakuan nasional, mulai dari Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama, capaian Sistem Informasi Kinerja Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) pada klaster baik, hingga masuk kelompok perguruan tinggi berprestasi nasional. Ini bukan prestasi yang dibeli, melainkan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran strategis organisasi kemahasiswaan sebagai motor penggerak prestasi, penguatan karakter, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Ormawa periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun kehidupan kemahasiswaan yang aktif dan produktif. Kepada pengurus Ormawa yang terpilih melalui Pemira, ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah moral dan tanggung jawab kepemimpinan.

“Pengurus Ormawa adalah wajah mahasiswa UNUSIDA. Kalian diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak perubahan, serta tampil sebagai generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, dan berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fatkul Anam menyebut organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium kepemimpinan, etika demokrasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia mendorong pengurus Ormawa ke depan untuk menjadi mitra strategis universitas dengan menghadirkan program-program yang kreatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, persatuan, dan budaya akademik yang sehat di lingkungan organisasi. Menurutnya, pengurus Ormawa harus menjadi contoh kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.

Ia mendorong agar seluruh elemen organisasi mahasiswa dapat bersinergi menjadi mitra strategis universitas dalam penguatan prestasi akademik maupun non-akademik, pengembangan karakter kepemimpinan, serta peningkatan kualitas kehidupan kemahasiswaan.

Selain itu, ia menekankan Ormawa UNUSIDA harus mampu menghadirkan program-program yang inovatif, menjaga etika dan budaya akademik, serta berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi mahasiswa juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengembangan potensi diri bagi seluruh mahasiswa.

“Kita membutuhkan organisasi mahasiswa yang adaptif terhadap tantangan zaman, tetapi tidak kehilangan jati diri keilmuan dan nilai-nilai luhur kampus,” pungkasnya.

Pelantikan Ormawa UNUSIDA 2026 ini sekaligus menjadi awal komitmen bersama untuk melanjutkan estafet kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, adaptif terhadap tantangan zaman, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keilmuan serta keislaman khas Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 Resmi Demisioner (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus Ormawa UNUSIDA Tahun 2025 Resmi Demisioner, Pesankan Regenerasi dan Semangat Baru Kepemimpinan

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi memasuki masa demisioner seiring berakhirnya kepengurusan periode 2025. Pendemisioneran ini dihadiri oleh seluruh jajaran ketua Ormawa UNUSIDA periode tahun 2025, mulai dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himaprodi, dan Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UNUSIDA, Rabu (24/12/2025).

Presiden BEM UNUSIDA Tahun 2025, M. Burhanuddin Robbani, S.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan universitas, jajaran kemahasiswaan, serta seluruh civitas akademika yang telah membersamai perjalanan Ormawa selama satu periode kepengurusan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang telah menyelenggarakan seluruh rangkaian Pemilu Raya (Pemira) hingga pelantikan Ormawa secara demokratis dan kondusif. Menurutnya, momentum ini menjadi penanda penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa menuju Ormawa UNUSIDA periode 2026.

“Kepemimpinan akan berhasil jika ada keberlanjutan. Regenerasi adalah kunci agar organisasi terus hidup dan melompat lebih tinggi dari periode sebelumnya,” ujarnya.

Buhan menekankan bahwa wajah-wajah baru pengurus Ormawa periode 2026 harus hadir dengan semangat baru, keberanian bersuara, dan komitmen menjaga nama baik universitas. Ia mengingatkan agar dinamika dan tantangan yang terjadi pada periode sebelumnya tidak terulang, melainkan dijadikan bahan evaluasi bersama.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Ormawa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia UNUSIDA, termasuk kontribusi dalam mengenalkan kampus kepada calon mahasiswa baru.

“Ormawa tidak hanya bertugas menjalankan program kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membesarkan UNUSIDA, salah satunya melalui peran aktif dalam menarik dan menginspirasi calon mahasiswa baru,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPM UNUSIDA Tahun 2025, Muhammad Birrul Alim menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh Ormawa periode 2025 atas segala kekurangan selama menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kepengurusan selanjutnya mampu membawa Ormawa UNUSIDA semakin gemilang.

Birrul menegaskan bahwa jabatan bukanlah segalanya dalam organisasi, melainkan kontribusi nyata dan dedikasi yang akan meninggalkan jejak kebermanfaatan. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menjaga solidaritas dan merawat organisasi dengan semangat kebersamaan, diibaratkan seperti pohon yang kuat karena akarnya kokoh, batangnya teguh, dan daunnya saling melindungi.

“Tidak terpilih dalam kontestasi bukan berarti tidak bisa berkontribusi. Organisasi membutuhkan orang-orang yang bergerak, bukan hanya menunggu jabatan,” tegasnya.

Dengan berakhirnya masa kepengurusan Ormawa UNUSIDA 2025, diharapkan kepemimpinan mahasiswa periode 2026 mampu melanjutkan estafet perjuangan, menghadirkan program yang berdampak, serta memperkuat peran Ormawa sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengabdian bagi mahasiswa UNUSIDA.

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen Volume 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen Volume 2, Kupas Tuntas Kajian Teori dan Referensi

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar Workshop Proyek Independen Volume 2 dengan fokus pembahasan penulisan kajian teori dan pengelolaan referensi, Selasa (23/12/2025).

Workshop ini menghadirkan dua narasumber, Machfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., dan Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd., yang membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kajian teori sebagai fondasi penelitian serta pengelolaan referensi ilmiah yang sistematis dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menulis secara teknis, tetapi juga mampu membangun kerangka berpikir ilmiah yang kuat dan relevan dengan topik penelitian. Penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley turut menjadi bagian penting dalam workshop guna meningkatkan kualitas dan etika penulisan karya ilmiah.

Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd., dalam materinya menekankan bahwa kajian teori merupakan fondasi utama dalam sebuah penelitian. Menurutnya, kajian teori tidak sekadar rangkuman pendapat para ahli, tetapi menjadi pijakan konseptual yang menentukan arah, kedalaman, dan ketajaman analisis penelitian.

Ia menjelaskan bahwa kajian teori yang kuat akan membantu peneliti memahami posisi penelitiannya di antara penelitian-penelitian sebelumnya, sekaligus memperjelas konsep, variabel, dan kerangka berpikir yang digunakan. Tanpa kajian teori yang memadai, sebuah penelitian berisiko kehilangan fokus dan kekuatan akademiknya.

Selain itu, Achmad Wahyudi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan referensi ilmiah secara sistematis dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa ketertiban dalam mencatat, mengelola, dan menyajikan sumber rujukan merupakan bagian dari etika akademik dan tanggung jawab ilmiah peneliti.

Melalui pemanfaatan aplikasi manajemen referensi, mahasiswa diarahkan untuk menulis secara lebih terstruktur, menghindari plagiarisme, serta memastikan setiap gagasan yang disampaikan memiliki dasar rujukan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, karya ilmiah yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kaidah metodologis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas akademik.

Workshop Proyek Independen Vol. 2 menjadi wujud komitmen FKIP UNUSIDA dalam mendampingi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan akademik, riset, dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FKIP UNUSIDA dalam menciptakan iklim akademik yang produktif, kritis, dan berdaya saing.

Dosen Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Ikuti Short Course Cisco Networking Academy di UNUSIDA melalui Zoom Meeting (Foto: FILKOM UNUSIDA)

Dosen Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Ikuti Short Course Cisco Networking Academy di UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi global di bidang teknologi informasi. Sejumlah dosen dari Faculty of Computing and Information Sciences University of Lay Adventists of Kigali (UNILAK) Rwanda mengikuti Short Course Cisco Networking Academy yang diselenggarakan di UNUSIDA, Indonesia melalui zoom meeting, Selasa (23/12/2025).

Short Course Cisco Networking Academy merupakan program pelatihan global yang digagas oleh Cisco Networking Academy, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan di bidang jaringan komputer serta teknologi informasi. Program ini diikuti oleh dosen-dosen dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk UNILAK Rwanda.

Melalui program ini, para dosen mendapatkan pembekalan komprehensif terkait jaringan komputer berbasis standar internasional. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran, pengembangan kurikulum, serta mendorong riset dan inovasi teknologi di lingkungan UNILAK Rwanda.

Dekan Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Dr. NYESHEJA M. Enan., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNUSIDA atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Ia juga mengucapkan selamat kepada para dosen yang telah berhasil menyelesaikan program pelatihan tersebut.

“Kami berharap dengan kemampuan dan pengetahuan yang diperoleh melalui Short Course Cisco Networking Academy ini, para dosen dapat menjadi sumber daya yang andal dan kompeten di bidang teknologi informasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di UNILAK Rwanda,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kerja sama strategis dengan berbagai universitas dan institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA sekaligus fasilitator dalam kegiatan Short Course Cisco Networking Academy, menyampaikan harapannya agar kerja sama antara kedua universitas dapat terus berlanjut dan berkembang.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA terus meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global dan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.

“Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada sertifikasi semata, tetapi ke depan dapat merambah ke bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi akademik lainnya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa UNUSIDA menjadi kampus yang berdampak, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” ungkapnya.

Arda menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi upaya dalam memperkuat kolaborasi internasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi. UNUSIDA tidak hanya membuka ruang kerja sama dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam peningkatan kompetensi dosen lintas negara.

“Program ini diharapkan dapat menjadi wahana pertukaran pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi,” harapnnya.

Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi langkah strategis UNUSIDA dalam mengimplementasikan semangat internasionalisasi kampus, sejalan dengan penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian berbasis teknologi.

“Kami berharap dapat terus menjadi pusat pengembangan kompetensi digital yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di tingkat regional maupun global,” pungksnya

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Proposal Hibah BIMA Tahun 2025 Bersama Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., Reviewer Jurnal Nasional (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Proposal Hibah BIMA Tahun 2025, Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Penelitian

SIDOARJO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Hibah BIMA Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing proposal penelitian dosen. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai program studi yang berhak (eligible) berhak mengajukan hibah penelitian dengan menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang riset dan publikasi ilmiah. Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja LPPM UNUSIDA yang secara konsisten mendampingi para dosen dalam melaksanakan penelitian.

Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, ia berharap para dosen semakin siap dan percaya diri dalam menyusun proposal hibah BIMA Tahun 2025, sehingga dapat meningkatkan peluang pendanaan sekaligus memperkuat kontribusi riset UNUSIDA bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi peran LPPM UNUSIDA yang terus aktif mendampingi dosen, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan penelitian. Pendampingan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas riset dosen sekaligus kontribusi nyata UNUSIDA bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu narasumber, Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., reviewer jurnal nasional dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, menyampaikan berbagai strategi penting dalam penyusunan proposal hibah. Ia menegaskan bahwa penelitian tidak memiliki batasan tema, selama disesuaikan dengan periode dan klaster SINTA dosen.

“Yang terpenting adalah kesesuaian penelitian dengan kapasitas dan rekam jejak dosen di SINTA. Selain itu, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus jelas dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penelitian,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan keuangan dalam penelitian merupakan aspek krusial karena akan menentukan kebermanfaatan hasil riset bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya judul penelitian yang menonjolkan unsur digitalisasi, kebaruan teknologi, peningkatan sains, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Lebih lanjut, Dr. Lusy mengingatkan dosen untuk merencanakan jadwal publikasi artikel ilmiah secara matang, termasuk menentukan jurnal nasional tujuan dan menyusun timeline penelitian yang realistis dan terukur.

Dalam penilaian reviewer, lanjutnya, beberapa aspek utama yang diperhatikan meliputi relevansi kepakaran peneliti, rekam jejak publikasi yang dapat ditelusuri melalui Scopus atau SINTA, ketajaman perumusan masalah, adanya inovasi yang kuat pada bagian pendahuluan, serta penggunaan referensi yang mutakhir.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Lusy juga menyampaikan bahwa UNUSIDA patut bersyukur atas capaian Gold Winner Anugerah Diktisaintek 2025, yang menjadi bukti nyata kinerja dan kerja keras sivitas akademika dalam menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa UNUSIDA memiliki komitmen kuat dalam pengembangan riset dan pengabdian yang berdampak. Ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian ke depan,” pungkasnya.

BPP UNUSIDA Terima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 dari Rektor (Foto: Humas UNUSIDA)

BPP UNUSIDA Terima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025

SIDOARJO – Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., menerima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 yang diserahkan langsung oleh Rektor UNUSIDA dalam kegiatan Coaching Clinic Proposal Hibah Bima Tahun 2026, Selasa (23/12/2025).

Dalam sambutannya, KH Arli Fauzi sangat mengapresiasi kinerja seluruh civitas academica UNUSIDA yang setiap tahun dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas risetnya. Ia menyebut penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan komitmen UNUSIDA dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi UNUSIDA untuk terus meningkatkan mutu dosen, kualitas pembelajaran, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh sivitas akademika UNUSIDA yang dari tahun ke tahun mampu meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas riset. Capaian ini menjadi motivasi bersama untuk terus bekerja keras dan berinovasi demi kemajuan perguruan tinggi dan masa depan generasi bangsa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa dunia perguruan tinggi akan terus mengalami dinamika, terutama memasuki tahun 2026, yang menuntut peningkatan kapasitas dan kualitas, khususnya bagi para dosen.

“Ilmu pengetahuan, khususnya di perguruan tinggi, akan terus bergerak dinamis. Karena itu, peningkatan kapasitas perguruan tinggi, terutama dosennya, menjadi keniscayaan. Hal ini berkaitan langsung dengan masa depan generasi dan dunia yang terus berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengabdian di dunia perguruan tinggi menuntut kesungguhan dan kerja keras yang berkelanjutan. Menurutnya, jika insan akademik tidak mendedikasikan diri secara maksimal pada pengembangan ilmu pengetahuan, maka perguruan tinggi akan tertinggal dari perkembangan zaman.

“Tidak ada pilihan lain selain bekerja keras. Kerja keras itu harus disertai dengan semangat, ketelitian, dan kecermatan. Ketika kita bermalas-malasan, maka kita akan tertinggal. Kapasitas dosen yang tidak berkembang akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kredibilitas perguruan tinggi,” tegasnya.

Kiai Arli juga menyoroti pentingnya strategi, teknik, dan bimbingan dari para akademisi senior yang berpengalaman, terutama dalam penguatan penelitian dan pengembangan keilmuan. Ia menilai bahwa riset bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi bagian dari budaya dan pembiasaan dalam kehidupan akademik.

“Penelitian tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban semata, tetapi harus menjadi bagian dari karakter dan keseharian insan akademik. Ilmu pengetahuan harus memberi manfaat, tidak hanya terbatas pada ruang pendidikan, tetapi juga berdampak bagi kehidupan,” jelasnya.

Selain aspek akademik, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo tersebut juga mengingatkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus selalu disertai dengan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral.

“Setiap ilmu yang kita pelajari, setiap kata yang kita ucapkan, dan setiap langkah yang kita ambil, tidak lepas dari pertanggungjawaban, termasuk di akhirat kelak. Karena itu, peningkatan kapasitas akademik harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman,” pungkasnya.

Wakil Dekan FKIP UNUSIDA, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd. (Foto: PGSD UNUSIDA)

Perspektif Pendidikan Modern: Keteladanan Ibu dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Sekolah

Dalam momentum peringatan Hari Ibu, Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa karakter anak usia sekolah tidak dapat dipisahkan dari keteladanan ibu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perspektif pendidikan modern, karakter bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas, empatik, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, sekolah memang memiliki peran strategis dalam pengembangan akademik dan sosial anak, namun berbagai kajian pendidikan menunjukkan bahwa keluarga. Terutama ibu yang memegang peran paling menentukan dalam pembentukan karakter anak usia sekolah.

“Di tengah tantangan zaman seperti kecanduan gawai, menurunnya empati sosial, serta pergeseran nilai moral, keteladanan ibu menjadi benteng pertama yang menjaga arah tumbuh kembang kepribadian anak,” ujarnya.

Ibu sebagai Role Model Pertama Pendidikan Karakter

Ia menjelaskan bahwa karakter anak tidak dibentuk melalui nasihat semata, melainkan melalui keteladanan yang konsisten. Hal ini sejalan dengan teori social learning dari Albert Bandura yang menyatakan bahwa anak belajar perilaku melalui observasi dan imitasi.

“Dalam konteks ini, sikap dan perilaku ibu sehari-hari sejatinya adalah ‘kurikulum hidup’ yang terus dibaca dan ditiru oleh anak,” jelasnya.

Beberapa bentuk keteladanan ibu yang sangat berpengaruh antara lain kemampuan mengelola emosi, menunjukkan empati dan kepedulian sosial, menegakkan disiplin dan tanggung jawab, serta membangun budaya literasi dan sikap positif terhadap pendidikan di rumah.

Lebih lanjut, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menekankan bahwa pendidikan modern menempatkan keluarga dan sekolah sebagai mitra sejajar. Kurikulum karakter di sekolah tidak akan efektif tanpa penguatan nilai yang konsisten di rumah. Pendekatan seperti pendidikan holistik, Social-Emotional Learning (SEL), dan positive parenting menegaskan pentingnya stabilitas emosi, empati, komunikasi terbuka, serta penguatan positif yang dimulai dari keluarga.

Dalam era digital, peran ibu menjadi semakin krusial. Anak-anak yang tumbuh sebagai digital natives membutuhkan contoh nyata dalam literasi digital, komunikasi terbuka, serta keseimbangan antara penggunaan teknologi, keluarga, dan kehidupan sosial. Ia menuturkan bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak, karakter adalah kurikulumnya, dan keteladanan adalah metode utamanya.

“Ibu bukan hanya pengawas penggunaan gawai, tetapi teladan utama bagaimana teknologi digunakan secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Menguatkan Peran Ibu dalam Pendidikan Karakter

Arie menegaskan bahwa berbagai riset psikologi dan pendidikan menunjukkan ikatan emosional ibu dan anak membentuk secure attachment yang berdampak langsung pada perilaku dan prestasi belajar. Anak dengan figur ibu yang hangat dan suportif cenderung lebih percaya diri serta memiliki motivasi belajar yang tinggi hingga dewasa.

Sebagai rekomendasi, ia mendorong adanya program parenting berbasis sekolah, pendampingan karakter anak secara kolaboratif antara guru dan orang tua, penguatan literasi keluarga, serta dukungan kesehatan mental bagi ibu.

“Ibu yang sehat secara emosional akan lebih mampu menghadirkan keteladanan yang positif dan konsisten,” tambahnya.

“Pendidikan modern hanya akan berjalan efektif jika keluarga, terutama ibu menjadi pusat pembentukan karakter yang memadukan cinta, keteladanan, dan disiplin dalam komitmen yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Oleh: Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd. (Wakil Dekan FKIP UNUSIDA)

Fakultas Teknik UNUSIDA Gelar Pertemuan Wali Mahasiswa Angkatan 2022–2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Teknik UNUSIDA Gelar Pertemuan Wali Mahasiswa Angkatan 2022–2025

SIDOARJO – Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pertemuan Wali Mahasiswa Angkatan 2022–2025 yang dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A, Lingkar Timur, Sidoarjo, Jum’at (19/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas Teknik, jajaran kemahasiswaan, dosen, serta para wali mahasiswa.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Kemahasiswaan UNUSIDA, Mahfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendidikan tidak terlepas dari tiga elemen utama. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi inisitif Fakultas Teknik sebagai upaya memperkuat sinergi antara kampus dan orang tua dalam mendukung keberhasilan akademik maupun non-akademik mahasiswa.

“Keberhasilan belajar mahasiswa ditentukan oleh tiga kesungguhan. Pertama, kesungguhan mahasiswa itu sendiri dalam mencari ilmu. Kedua, kesungguhan bapak ibu dosen dalam mendidik dan membimbing. Ketiga, kesungguhan orang tua dalam mendukung putra-putrinya. Jika salah satu dari tiga elemen ini tidak sungguh-sungguh, maka mustahil mahasiswa dapat sukses dalam belajarnya,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran para wali mahasiswa dalam forum tersebut menjadi wujud nyata dukungan orang tua terhadap proses pendidikan anak-anak mereka. Mahfudzil juga menyinggung pentingnya komunikasi dan kerja sama antara kampus dan wali mahasiswa, khususnya terkait kedisiplinan perkuliahan, kehadiran mahasiswa di kelas, serta kewajiban administrasi, termasuk pelaporan penggunaan dana secara berkala.

“Tanpa kerja sama dari bapak ibu semua, tentu akan menghambat kinerja kami di bidang kemahasiswaan. Karena itu, forum ini sangat penting agar informasi bisa tersampaikan dengan baik dan terbuka,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa Fakultas Teknik ke depan akan membentuk forum komunikasi wali mahasiswa sebagai wadah koordinasi yang lebih intensif.

“Setelah ini kami akan mencoba membangun forum bersama wali mahasiswa. Kami akan saling bertukar nomor kontak, baik dengan pimpinan maupun administrasi Fakultas Teknik, sehingga komunikasi bisa lebih mudah dan cepat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut dikemas secara semi formal, agar tercipta suasana kekeluargaan antara pihak fakultas dan wali mahasiswa. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi erat dengan wali mahasiswa demi menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dan mendukung kesuksesan mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Monggo, forum ini kita buat santai dan kekeluargaan. Jika ada pertanyaan atau masukan untuk kami, silakan disampaikan. Fakultas Teknik ini kita bangun bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik juga memaparkan visi dan misi Fakultas Teknik UNUSIDA, yang selaras dengan visi universitas, yakni menjadi fakultas unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi rekayasa yang berwawasan global dan berkelanjutan, berlandaskan akidah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Adapun misi Fakultas Teknik meliputi peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat, penguatan tata kelola fakultas yang baik, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra.

Selain itu, seluruh wali mahasiswa dikenalkan sistem My Unusida untuk memonitoring aktivitas akademik mahasiswa. Melalui kanal tersebut, setiap orang tua dapat memantau perkembangan akademik, seperti progres nilai di setiap mata kuliah. Ia berharap sinergi antara dosen, mahasiswa, dan orang tua ini dapat menjadi kunci utama dalam mensukseskan studi mahasiswa Fakultas Teknik UNUSIDA

“Keberhasilan mahasiswa tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di kampus, tetapi juga pada dukungan dan kerja sama orang tua. Kami di Fakultas Teknik berkomitmen untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter. Namun, upaya tersebut akan lebih optimal apabila didukung oleh peran aktif wali mahasiswa dalam mendampingi dan mengawasi putra-putrinya,” pungkasnya.