Campus Visit SMK NU Ketegan ke Kampus 2 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

SMK NU Ketegan Campus Visit di UNUSIDA: Kenalkan Dunia Perkuliahan kepada Siswa Akuntansi dan DKV

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan dari siswa-siswi SMK NU Ketegan pada Rabu (3/11/2025). Kegiatan campus visit ini diikuti oleh peserta didik kelas XI dan XII dari Jurusan Akuntansi serta Desain Komunikasi Visual (DKV). Kunjungan tersebut dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA dan bertujuan memberikan wawasan perguruan tinggi serta mengenalkan lingkungan akademik kepada para siswa.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menyambut baik rombongan SMK NU Ketegan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai program studi yang ada di UNUSIDA, termasuk pilihan jurusan yang relevan bagi siswa Akuntansi maupun DKV.

“Kalau di SMK ada DKV dan Akuntansi, di UNUSIDA ada lebih banyak pilihan. Saat ini terdapat 12 program studi, mulai dari PGSD, PIAUD, Manajemen, Teknik, dan prodi lain yang modern sesuai kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA terus berkembang dan tengah meningkatkan berbagai sarana serta kualitas akademik.

“Kami targetkan tahun 2026–2027, sebanyak 90% program studi akan terakreditasi unggul. Hampir seluruh ruang kelas sudah dilengkapi Smart TV atau LED untuk pembelajaran. Kami ingin memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK NU Ketegan M. Dzulfikar Fanani, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi agenda penting untuk membuka cakrawala siswa tentang dunia kampus, terutama kampus yang berada dalam satu rumpun keilmuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

“Kami memiliki niat untuk memberikan wawasan kepada anak-anak tentang perguruan tinggi. Kami mohon maaf bila kegiatan ini dilaksanakan lebih pagi, karena setelah dari UNUSIDA kami dijadwalkan kunjungan industri ke PT Yakult,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kunjungan ini bukan hanya untuk mengenalkan kampus, tetapi juga sebagai motivasi agar para siswa melanjutkan pendidikan. Ia berharap kunjungan ini menjadi inspirasi bagi mereka untuk menata masa depan setelah lulus sekolah.

Ia menambahkan bahwa para siswa dipersilakan bertanya kepada dosen-dosen UNUSIDA mengenai program studi, peluang masuk perguruan tinggi, hingga masa depan karier.

“Saya berharap setelah lulus, kalian tidak berhenti hanya bekerja. Boleh bekerja, tapi jangan menutup peluang untuk kuliah atau berwirausaha. Di Sidoarjo ini ada kampus NU seperti UNUSIDA yang satu nasab keilmuan dengan sekolah kita,” ujarnya.

Melalui kegiatan campus visit ini, siswa-siswi SMK NU Ketegan dikenalkan dan diajak melihat langsung lingkungan perkuliahan, fasilitas, karya mahasiswa DKV, serta kultur akademik kampus Nahdlatul Ulama. (MY)

LSDM UNUSIDA Inisiasi Program Jumat Sehat untuk Tendik dan Dosen (Foto: Humas UNUSIDA)

LSDM Ajak Dosen dan Tendik UNUSIDA Jalani Jum’at Sehat Lewat Lari Pagi di Taman MPP Sidoarjo

SIDOARJO – Suasana penuh energi dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jum’at Sehat yang diinisiasi Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada Jum’at (28/11/2025). Melalui agenda lari pagi di Taman Mall Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) diajak untuk memulai hari dengan aktivitas fisik yang menyegarkan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta. Sejak pagi, para dosen dan tendik berkumpul untuk melakukan pemanasan bersama sebelum memulai rute lari pagi mengelilingi area taman. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan ini juga memperkuat interaksi dan kekompakan antar-unit kerja di lingkungan UNUSIDA.

Kepala Bagian Peningkatan Kinerja Tenaga Kependidikan UNUSIDA Moch. Fabet Ali Thoufan, S.Si., menyampaikan bahwa Jum’at Sehat merupakan langkah kolaboratif untuk membangun kualitas kesehatan sekaligus produktivitas sumber daya manusia kampus.

“Ketika tubuh sehat, semangat kerja otomatis meningkat. Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan budaya hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan UNUSIDA,” ujarnya.

Menurutnya, program ini juga menjadi ruang positif bagi sivitas akademika untuk keluar sejenak dari rutinitas pekerjaan, menikmati udara segar, serta merajut kebersamaan yang harmonis. Tidak hanya berolahraga, para peserta tampak saling menyemangati sepanjang kegiatan, menambah nuansa kebugaran yang menyenangkan.

Ia berharap kegiatan Jumat Sehat dapat menjadi agenda rutin yang memberi dampak nyata bagi peningkatan kesehatan, kenyamanan kerja, dan produktivitas seluruh SDM UNUSIDA.

“Semoga kegiatan olahraga bersama ini dapat meningkatkan kebugaran harian, memperbaiki mood, serta menunjang produktivitas kerja. Rencananya akan menjadi agenda rutin setiap bulan sebagai upaya kampus membangun lingkungan kerja yang sehat, kompak, dan produktif,” ungkapnya.

Selain olahraga bersama, ia panitia juga menyiapkan snack pagi untuk peserta sebagai bentuk apresiasi dan penguat energi setelah berolahraga. Ia yakin kegiatan inimenjadi awal yang baik bagi UNUSIDA dalam membangun ekosistem kampus yang sehat.

“Kami ingin menutup minggu dengan nuansa positif. Badan bergerak, pikiran segar, semangat kerja kembali maksimal. Terima kasih atas partisipasi dan antusiasnya dalam mewujudkan pola hidup sehat di lingkungan UNUSIDA,” pungkasnya.

Pemilu Raya ORMAWA UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Pemilu Raya ORMAWA UNUSIDA, Wujudkan Demokrasi Kampus yang Partisipatif dan Berintegritas

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Pemilu Raya (PEMIRA) Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) 2025, Selasa (25/11/2025). sebuah agenda tahunan yang menjadi instrumen penting dalam regenerasi kepemimpinan dan penguatan budaya demokrasi di lingkungan kampus.

Kegiatan yang dipusatkan di area Kampus 2 UNUSIDA ini berlangsung tertib dan penuh antusiasme dari mahasiswa. Adapun Pemilu Raya ini melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai program studi untuk memilih pengurus inti ORMAWA UNUSIDA mulai dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas maupun fakultas, hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi).

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Pemilu Raya menjadi momentum strategis bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi sekaligus mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan sejak dini.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus fokus pada penguatan kapasitas organisasi, konsistensi pelaporan dan dokumentasi kegiatan, kegiatan yang selaras dengan indikator SIMKATMAWA, pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi terhadap lingkungan kampus.

“Pemilu Raya bukan hanya soal memilih ketua organisasi, tetapi juga proses edukasi demokrasi. Di sini mahasiswa belajar bagaimana mengelola aspirasi, menjaga integritas, dan menghargai perbedaan. Kami berkomitmen memastikan penyelenggaraan berlangsung jujur, adil, dan transparan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Biro Kemahasiswaan terus mendorong ORMAWA untuk menciptakan persaingan sehat, menyusun visi-misi yang relevan, serta mendorong program yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.

Ketua KPU-M UNUSIDA, Mohammad Irsyad Haki sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa pada tahun ini yang secara tertib mengikuti prosedur PEMIRA dari awal. Nampak, mahasiswa mulai memadati lokasi pemungutan suara untuk memberikan hak pilih mereka sejak pagi. Hal tersebut menunjukkan euforia Pemilu Raya terasa kuat, menandakan tingginya kesadaran berdemokrasi di kalangan mahasiswa.

“Alhamdulillah mahasiswa dari berbagai angkatan terlibat aktif dalam tahapan kampanye hingga pemungutan suara. Semoga momentum Pemilu Raya merupakan kesempatan untuk memperkuat organisasi mahasiswa agar lebih adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan kampus,” ungkapnya.

Irsyad memastikan seluruh proses berlangsung objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, panitia sejak awal sudah menerapkan tahapan verifikasi kandidat yang ketat, penyampaian visi-misi secara terbuka melalui masa kampanye, hingga penghitungan suara secara transparan.

Ia berharap para ketua terpilih dapat menjalankan amanah dan menyusun program kerja yang selaras dengan visi universitas. Sebab melalui partisipasi yang tinggi dan pelaksanaan yang profesional, ia mengajak agar Pemilu Raya ini menjadi momentum penting dalam menghasilkan pemimpin mahasiswa yang berintegritas dan visioner.

“Penyelenggaraan Pemilu Raya ORMAWA 2025 menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus berupaya membangun iklim organisasi yang sehat, inklusif, dan demokratis. Saya harap pemimpin terpilih mampu membawa energi baru, gagasan segar, dan semangat kolaboratif untuk memajukan organisasi mahasiswa sekaligus mendukung prestasi kampus di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” pungkasnya.

Laboran UNUSIDA Gelar Diseminasi Internal KILAB 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Diseminasi Internal KILAB 2025, Laboran UNUSIDA Paparkan Inovasi IPAL Portabel Berbasis Fotokatalis OCN/Hydrochar

SIDOARJO — Laboran Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Diseminasi Internal terkait Hasil Karya Inovasi Laboran (KILAB) 2025 bertempat di Hall Lantai 5 UNUSIDA, Kamis (27/11/2025). Diseminasi kali ini menampilkan hasil riset inovatif dengan tema ‘IPAL Portabel dengan Pengolahan Tersier Fotokatalis OCN/Hydrochar untuk Pengolahan Limbah Cair Laboratorium’.

Kegiatan diseminasi ini merupakan bagian dari luaran Program KILAB 2025, sebuah program pendanaan inovasi nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya – Ditdaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknolofi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia untuk mendorong kreativitas dan inovasi laboran di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua Tim, Khilyatul Afkar, S.T., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa limbah cair laboratorium perguruan tinggi umumnya mengandung berbagai senyawa berbahaya seperti organik, anorganik, logam berat, serta asam dan basa kuat. Meskipun volumenya relatif kecil, kurang dari 20 liter per hari. Jumlah ini tidak memenuhi syarat minimal untuk diangkut oleh pihak ketiga.

“Kondisi tersebut membuat limbah cair laboratorium sering menumpuk hingga mendekati batas simpan 365 hari. Selain menghambat operasional laboratorium, hal ini juga menimbulkan potensi pencemaran lingkungan dan risiko keselamatan yang serius,” jelasnya.

Melihat urgensi tersebut, tim KILAB UNUSIDA mengembangkan IPAL portabel berkapasitas ±10 liter per running yang mampu mengolah limbah secara mandiri dan memenuhi standar baku mutu.

Inovasi ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe IPAL portabel, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas limbah sebelum dialirkan ke badan air. Target luaran yang dicanangkan antara lain Prototipe IPAL Portabel, Diseminasi Internal UNUSIDA hingga Diseminasi Nasional melalui forum ilmiah dan publikasi.

Khilya menambahkan bahwa keberhasilan riset ini juga didukung oleh beberapa aspek pendukung seperti:

  • Fasilitas laboratorium di Teknik Industri dan Teknik Lingkungan yang digunakan untuk pembuatan IPAL dan pengujian kualitas air,

  • Pendampingan ketat dari dosen, mulai dari validasi desain hingga evaluasi efektivitas pengolahan,

  • Kontribusi terhadap pengembangan ilmu, di mana IPAL portabel akan menjadi media pembelajaran di mata kuliah Kimia Lingkungan, Ekotoksikologi, Unit Proses, dan Unit Operasi,

  • Dampak jangka panjang, yakni IPAL portabel sebagai model percontohan instalasi pengolahan limbah skala kecil bagi perguruan tinggi lainnya.

Tim laboran UNUSIDA memaparkan tahapan pengembangan IPAL portabel, mulai dari sintesis komposit OCN/Hydrochar, uji karakterisasi material, pembuatan unit IPAL, pengujian kualitas limbah cair laboratorium, serta penyusunan dokumentasi dan penyusunan bunga rampai.

Setelah program selesai, tim merencanakan beberapa langkah strategis jangka panjang dalam mengembangkan IPAL Portabel ini. Diantaranya dengan melakukan uji ketahanan komposit OCN/Hydrochar, nemanfaatkan IPAL sebagai media pembelajaran dan penelitian, mengoperasikan IPAL sebagai unit pengolahan limbah laboratorium UNUSIDA, memperluas pemanfaatan untuk skala lebih besar, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada KILAB – Ditdaya Diktisaintek atas dukungan pendanaa, hingga mendorong keberlanjutan program KILAB sebagai wadah inspiratif bagi laboran Indonesia untuk terus berinovasi.

Inovasi ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak yang hadir, antara lain Kaprodi Teknik Lingkungan Muchammad Tamyiz, Ph.D., Kaprodi Teknik Industri Untung Usada, S.Si., M.T., Wakil Dekan Fakultas Teknik Zahrotul Azizah, S.T., M.T., Kepala Lembaga SDM, Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd. serta Staf LPPM UNUSIDA Tantri Risda Zubaida, S.Ak.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar Nur Yasin menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi inovasi tersebut. Menurutnya, kegiatan diseminasi ini menegaskan komitmen UNUSIDA dalam mendorong budaya riset dan inovasi, khususnya bagi tenaga laboran sebagai garda terdepan pengelolaan keselamatan dan lingkungan laboratorium. Inovasi IPAL portabel ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi pengelolaan limbah laboratorium di Indonesia.

“IPAL portabel ini sangat mendukung proses perkuliahan, terutama pada praktik pengolahan limbah laboratorium. Kami berharap alat ini tidak hanya digunakan sebagai riset, tetapi juga diajarkan kepada mahasiswa agar dapat dimanfaatkan dalam penelitian maupun pengembangan akademik. Semoga inovasi ini berkembang menjadi instalasi IPAL skala besar dan bahkan membuka peluang bisnis bagi institusi,” ungkapnya.

Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I., Dosen UNUSIDA (Foto: Istimewa)

Dosen UNUSIDA Soroti Kerawanan Baru bagi Anak: Lahgun Gadget, Apa Itu?

SURABAYA – Fenomena lahgun (penyalahgunaan) gadget oleh anak-anak kini menjadi perhatian serius akademisi dan pemerhati sosial. Hal ini ditegaskan oleh Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I., Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sekaligus Kepala Bagian Pengelolaan Mata Kuliah Umum. Ia tampil sebagai fasilitator bersama Novri Susan, Ph.D., Sosiolog Konflik Universitas Airlangga (UNAIR) dan mantan Staf Khusus Presiden RI era Joko Widodo, dalam Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jawa Timur yang digelar di Hotel Aria Surabaya, Jum’at-Ahad (21–23/11/2025) lalu.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kunci, di antaranya, Ketua FKDM Jawa Timur Dr. Listyono Santoso, S.S., M.Hum., Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto, M.SDM., dan Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga Prof. Bagong Suyanto.

Penyalahgunaan Gadget: Kerawanan Baru bagi Anak

Dalam sesi fasilitasi yang dipimpinnya, Dr. Rangga Sa’adillah menekankan bahwa penyalahgunaan gadget kini menjadi salah satu bentuk kerawanan sosial baru yang tidak boleh diremehkan.

Menurutnya, gadget tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi medium penyebaran berbagai bentuk kekerasan digital, termasuk perundungan (cyberbullying) lewat game online maupun platform seperti YouTube dan media sosial lainnya.

“Anak-anak hari ini hidup dalam dunia yang tidak lagi berbatas ruang fisik. Tanpa pengawasan memadai, gadget dapat menjadi pintu masuk berbagai bentuk kekerasan digital,” tegasnya.

Selain risiko perundungan, Dr. Rangga juga menyoroti potensi paparan konten radikalisme berbasis agama pada anak-anak. Ia mencontohkan kasus tragedi peledakan di SMAN 72 Jakarta, yang dilakukan oleh seorang pelajar dan diduga kuat terinspirasi dari konten YouTube.

“Beberapa tayangan dapat menginspirasi pemahaman keagamaan yang ekstrem. Ini harus diwaspadai sejak dini,” tambahnya.

Perlu Respons Serius dari Banyak Pihak

Dr. Rangga menyatakan bahwa problem lahgun gadget tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu institusi. Kerawanan ini, menurutnya, harus mendapat respons cepat dari berbagai pihak, seperti pemangku kebijakan pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Komunikasi dan Informatika, Akademisi hingga Pemerintah daerah hingga tingkat desa.

“Mari ciptakan lingkungan yang sehat untuk anak-anak. Bukan hanya sehat fisik, tetapi juga sehat digital,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa paparan ekstremisme yang muncul melalui ajaran keagamaan masih bisa diimbangi dengan moderasi beragama. Namun, paparan melalui layar biru digital jauh lebih sulit dikendalikan jika tidak ada regulasi dan literasi yang tepat.

“Karena itu, krusial untuk merumuskan kebijakan penggunaan gadget bagi anak-anak guna mencegah kerawanan yang lebih besar,” tandasnya.

IDDIDIKEMAS: Instrumen Baru untuk Deteksi Dini Kerawanan Sosial

Sebagai tindak lanjut strategis, forum Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Timur menginisiasi IDDIKEMAS, Instrumen Deteksi Dini Kerawanan Masyarakat. Instrumen ini dirancang untuk memetakan potensi kerawanan sosial, memantau perkembangan isu kerawanan dari tingkat provinsi hingga desa, serta menguatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman era digital.

Instrumen ini menjadi harapan baru bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan dini yang lebih sistematis, menyeluruh, dan efektif hingga akar rumput. Melalui forum ini, kembali ditegaskan pentingnya kolaborasi lintas akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi kompleksitas kerawanan sosial di era digital yang terus berkembang.

Flyer Ucapan UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 (Foto: Istimewa)

UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025: Bukti Penguatan Tata Kelola Kemahasiswaan yang Akuntabel dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada tahun 2025. Berdasarkan surat resmi nomor 4744/B2/DT.01.01/2025, UNUSIDA berhasil meraih predikat Baik Sekali dalam Sistem Informasi dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek). Capaian ini menegaskan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya sekaligus menempatkan UNUSIDA sejajar dengan perguruan tinggi lain yang memiliki tata kelola kemahasiswaan unggul.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam terhadap seluruh civitas akademika atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan predikat ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari biro, program studi, dosen pembimbing, hingga organisasi mahasiswa yang aktif berkegiatan dan berprestasi.

“Alhamdulillah, predikat SIMKATMAWA UNUSIDA naik menjadi Baik Sekali, bersama dengan UNUSA. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UNUSIDA dalam membangun sistem tata kelola kemahasiswaan yang unggul, akuntabel, dan berdampak bagi mahasiswa. Terima kasih atas kerja keras seluruh civitas academica. Mari terus bergerak maju, tumbuh bersama, dan berprestasi lebih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., menguraikan langkah strategis yang ditempuh dalam meningkatkan kualitas pelaporan serta tata kelola SIMKATMAWA. Strategi tersebut meliputi:

  • Penguatan koordinasi dengan tim internal dan program studi untuk memastikan data lengkap dan tepat waktu.

  • Standarisasi prosedur pelaporan, melalui penyusunan panduan teknis dan penetapan timeline yang terstruktur.

  • Monitoring dan evaluasi berkala agar data yang dilaporkan akurat, relevan, dan sesuai indikator penilaian.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan predikat SIMKATMAWA tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga memberi efek domino bagi kualitas institusi.

Dampak pada Akreditasi Institusi dan Reputasi Publik

Fajar menjelaskan bahwa SIMKATMAWA memuat berbagai komponen pelaporan, mulai dari prestasi mahasiswa tingkat kementerian maupun non-kementerian, kegiatan mandiri di luar kampus, program MBKM, aktivitas Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta program pengembangan karier dan kompetensi.

“Dengan meningkatnya peringkat SIMKATMAWA, beberapa indikator akreditasi institusi otomatis terpenuhi sehingga menjadi modal kuat untuk akreditasi berikutnya. Selain itu, capaian ini meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik karena prestasi dan kinerja mahasiswa mencerminkan kualitas pendidikan serta pembinaan di UNUSIDA,” jelasnya.

Fasilitasi Ormawa agar Lebih Produktif dan Relevan

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menyebutkan bahwa selama ini pihaknya juga memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa melalui berbagai dukungan, mulai dari pendampingan rutin agar program kerja selaras dengan indikator SIMKATMAWA dan instrumen akreditasi, pelatihan dan workshop manajemen organisasi, kepemimpinan, dan penyusunan program kegiatan, dukungan administratif dan pendanaan agar kegiatan terdokumentasi dengan baik, hingga rutin menggelar rapat koordinasi serta monitoring-evaluasi berkala untuk memastikan kegiatan ormawa lebih terarah dan berdampak.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kegiatan mahasiswa tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi nilai strategis bagi perkembangan institusi.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya organisasi mahasiswa. Sebab, predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 menjadi tonggak penting bagi UNUSIDA dalam memperkuat tata kelola kemahasiswaan yang lebih profesional, partisipatif, dan berorientasi prestasi. Capaian ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah baru menuju universitas yang unggul dan berdaya saing nasional.

“Terima kasih atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak, termasuk pengurus Ormawa yang telah menjalankan program kerja sesuai target. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan, memperkuat sinergi, dan menjaga konsistensi kinerja agar UNUSIDA semakin berprestasi dan berdaya saing,” pesannya. (MY)

FKIP UNUSIDA Gelar Webinar Internasional Melalui Hybrid (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Webinar Internasional: Memberdayakan Guru di Era Digital, Mengajar Melampaui Batas

SIDOARJO — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Webinar Internasional yang mengusung tema “Empowering Teachers in the Digital Era: Teaching Beyond Boundaries”, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini digelar secara hybrid, menghadirkan narasumber dari Indonesia dan Thailand untuk membahas bagaimana guru dapat mengajar tanpa batas melalui pemanfaatan teknologi digital.

Webinar ini menghadirkan pembicara utama Executive Director for International Affair Thai Global Business Administration Technological College, Thailand, Dr. Nico Irawan, M.Pd., Wakil Rektor 2 UNUSIDA Dr. Ana Christanti, M.Pd., serta Direktor of Ban Ai Batu School, Thailand, Muhammad Abdullah Boraheng.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa webinar ini menjadi momentum penting untuk memberikan pembaruan keilmuan dan memperkuat pemahaman guru mengenai perkembangan teknologi terbaru.

“Webinar ini memberikan pembaruan penting yang mencakup perkembangan selama enam hingga delapan tahun terakhir dan mencerminkan komitmen kita bersama dalam memajukan upaya keamanan digital saat ini. Saya berharap seluruh peserta mendapatkan diskusi yang inspiratif dan produktif. Dengan penuh rasa terima kasih, saya mengundang Anda semua untuk bergabung dalam Konferensi Divisi Data Internasional ini,” ungkapnya.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKIP UNUSIDA mempersiapkan guru masa depan yang mampu berkolaborasi dengan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

“Guru harus mampu menjaga keseimbangan antara teknologi dan kemanusiaan. Digital learning membutuhkan arsitek yang mumpuni, dan seorang guru adalah arsiteknya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan keilmuan dan kesiapan kompetensi dalam menghadapi persaingan global.

“Teknologi hanya alat, tapi guru yang membuatnya lebih berarti dan terarah. Di mana pun kalian belajar, kuasai ilmu dengan matang karena kompetisi pasti ada. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Menurutnya, webinar internasional ini menjadi bukti komitmen FKIP UNUSIDA dalam mendorong kolaborasi global, eningkatkan kualitas guru, mengembangkan inovasi pembelajaran, dan enghadirkan ruang belajar yang melampaui batas geografis.

“Saya harap FKIP UNUSIDA menjadi ruang pengembangan untuk mencetak guru-guru unggul yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital,” harapnya.

Webinar internasional ini menghadirkan diskusi tentang berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi guru di era digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran lintas negara, transformasi digital dalam kurikulum, keamanan digital dalam ruang pendidikan, pembelajaran kreatif berbasis platform online, dan praktik mengajar tanpa batas ruang dan waktu.

Para narasumber dari Thailand juga berbagi praktik baik tentang bagaimana sekolah-sekolah di sana mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Serta berbagi tentang budaya pendidikan karakter di lintas negara.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang tidak hanya hadir dari Sidoarjo, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia dan perwakilan lembaga pendidikan di Thailand.

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda (Foto: UKM KSR PMI UNUSIDA)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda

SIDOARJO – Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (UKM KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan di Markas PMI Kabupaten Sidoarjo, Ahad (9/11/2025) lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak relawan muda yang kompeten, bertanggung jawab, serta siap bertindak cepat dalam situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Pelatihan yang diikuti puluhan anggota aktif dan calon anggota KSR-PMI UNUSIDA tersebut menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus keterampilan praktis terkait penanganan keadaan darurat. Pertolongan pertama sering menjadi penentu keselamatan seseorang sebelum mendapat tindakan medis lanjutan. Karena itu, kehadiran relawan yang terlatih dan memahami teknik yang benar sangat dibutuhkan di berbagai situasi, terlebih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan potensi risiko kecelakaan yang tak terduga.

Sejak pagi, peserta telah memadati aula pelatihan Markas PMI Sidoarjo dengan antusiasme tinggi. Kegiatan diawali dengan pengenalan dasar mengenai prinsip-prinsip pertolongan pertama, peran relawan, hingga etika penanganan korban. Tim instruktur dari PMI Kabupaten Sidoarjo, yang dikenal berpengalaman dalam dunia medis dan penanganan kebencanaan, memberikan materi secara sistematis dan mudah dipahami, baik bagi peserta baru maupun anggota yang sudah lebih dulu bergabung. Para instruktur tidak hanya memberikan teori, namun juga menekankan pentingnya ketenangan, kecepatan, dan ketepatan dalam mengambil tindakan ketika menghadapi korban kecelakaan.

Dalam sesi teori, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai langkah awal penanganan kecelakaan, mulai dari metode pemeriksaan respons korban, teknik memanggil bantuan, hingga cara mengamankan lokasi agar proses pertolongan dapat dilakukan dengan aman. Instruksi mengenai jenis-jenis luka, penanganan pendarahan, hingga cara memberikan bantuan pada korban tidak sadarkan diri turut menjadi bagian penting dalam materi tersebut. Peserta kemudian diarahkan untuk memahami kondisi-kondisi darurat yang paling sering terjadi di lingkungan kampus, seperti cedera saat olahraga, kecelakaan ringan, hingga situasi medis mendadak yang memerlukan respons cepat.

Memasuki sesi praktik, suasana semakin dinamis. Peserta berkesempatan mempraktikkan langsung berbagai teknik pertolongan pertama yang telah dipelajari. Instruktur PMI memberikan demonstrasi terkait pembalutan luka, penanganan pendarahan, teknik memasang bidai pada anggota tubuh yang patah, hingga cara aman memindahkan korban dari lokasi kejadian. Tidak sedikit peserta yang awalnya tampak gugup, namun seiring berjalannya waktu mulai menunjukkan kepercayaan diri dalam mempraktikkan langkah-langkah tersebut bersama tim kecil masing-masing.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah simulasi kasus lapangan. Dalam simulasi ini, peserta dihadapkan pada skenario seolah-olah sedang menangani korban kecelakaan secara nyata. Mereka harus melakukan asesmen situasi, melakukan tindakan pertolongan pertama sesuai prosedur, hingga bekerja sama dalam tim untuk menyelamatkan “korban”. Suasana simulasi dibuat semirip mungkin dengan kondisi di lapangan, sehingga peserta dapat memahami pentingnya kerja cepat, komunikasi efektif, dan ketelitian saat memberikan pertolongan.

Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter relawan muda yang tanggap dan terampil. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kesiapsiagaan anggota KSR dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki potensi besar untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kebencanaan, sehingga pelatihan seperti ini menjadi landasan penting sebelum mereka terjun langsung ke lapangan.

Lebih dari sekadar memenuhi agenda tahunan, pelatihan ini juga menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas relawan. Mahasiswa yang terlatih diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat sekitar. Selain itu, keberadaan relawan KSR UNUSIDA yang kompeten dapat mendukung berbagai kegiatan kampus dan kemanusiaan, terutama dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Kegiatan pelatihan juga mendapatkan apresiasi dari pihak PMI Kabupaten Sidoarjo. Mereka menilai bahwa UNUSIDA merupakan salah satu kampus yang aktif mendukung pengembangan kompetensi pertolongan pertama bagi mahasiswa. Menurut tim instruktur PMI, semakin banyak relawan muda yang terampil, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi risiko cedera dan mempercepat penanganan keadaan darurat.

Di akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman mereka mengenai materi yang telah disampaikan. Evaluasi dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, dan uji praktik, sehingga peserta benar-benar dapat memastikan bahwa teknik yang dilakukan sudah sesuai prosedur keselamatan. Tidak sedikit peserta yang merasa bahwa pelatihan ini membuka cara pandang baru mengenai pentingnya pertolongan pertama.

Salah satu peserta menyampaikan kesan bahwa pelatihan ini membuatnya lebih percaya diri dalam menghadapi situasi darurat. “Biasanya saya bingung kalau melihat ada orang terluka, tetapi setelah pelatihan ini saya jadi tahu tindakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan UKM KSR-PMI UNUSIDA ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan dan memperluas pengalaman mereka dalam bidang kemanusiaan. Dengan bekal kemampuan teknis dan mental yang kuat, mahasiswa dapat menjadi bagian dari relawan yang sigap, berpengetahuan, dan siap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pembagian sertifikat yang menandai komitmen para peserta untuk menjadi relawan muda yang lebih siap menghadapi keadaan darurat. Ke depan, UKM KSR-PMI UNUSIDA berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan lanjutan, menjalin kerja sama dengan PMI, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat dalam bidang kebencanaan dan kesehatan.

 

Penulis: Afidatul Aliyah

UNUSIDA Hadir dalam LKBBT Gayatra 2025 Wadah Pembinaan Disiplin dan Kehormatan Pelajar Jawa Timur 1

UNUSIDA Hadir dalam LKBBT Gayatra 2025 Wadah Pembinaan Disiplin dan Kehormatan Pelajar Jawa Timur

Sidoarjo, 23 November 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris Tongkat (LKBBT) GAYATRA 2025, sebuah ajang kompetisi prestisius yang mempertemukan pasukan baris-berbaris terbaik dari berbagai sekolah di Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 23 November 2025 ini sukses menarik perhatian publik, menghadirkan 20 tim pilihan dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK se-Jawa Timur. Dukungan penuh yang diberikan UNUSIDA membuat pelaksanaan lomba berlangsung meriah, tertib, dan sangat kompetitif. Suasana di area kampus terasa hidup sejak pagi hari, ketika para kontingen mulai memasuki arena lomba dengan formasi lengkap dan penuh semangat juang. Para peserta memadukan disiplin, kekompakan, dan kreativitas gerakan PBB Tongkat yang memukau, sehingga menjadikan GAYATRA 2025 sebagai salah satu kompetisi baris-berbaris tingkat provinsi yang paling ditunggu setiap tahunnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 3 UNUSIDA, Ali Masykuri. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa ajang seperti GAYATRA bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga wahana pembentukan karakter. “Lomba bukan hanya tentang siapa yang terbaik, tetapi tentang bagaimana kalian menjaga kejujuran, sportivitas, dan integritas dalam setiap langkah. Nilai itu yang akan menentukan kualitas diri kalian di masa depan,” ujarnya. Pesan tersebut menjadi energi sekaligus pengingat bagi seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi nilai luhur dalam setiap kategori yang mereka ikuti. UNUSIDA sebagai tuan rumah juga menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan pembinaan generasi muda, khususnya dalam aspek kedisiplinan dan tanggung jawab sosial.

Selama kompetisi berlangsung, para peserta tampil dalam tiga kategori penilaian utama, yaitu PBB dasar, variasi formasi, serta ketangkasan pasukan. Gerakan-gerakan yang ditampilkan tidak hanya menuntut presisi, tetapi juga kreativitas, keserasian ritme, dan kekompakan antaranggota tim. Para penyimak yang hadir ikut terbawa suasana, menyaksikan bagaimana setiap tim mengekspresikan kemampuan terbaik mereka melalui derap langkah dan hentakan tongkat yang tegas dan ritmis. Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional yang berasal dari beberapa institusi kredibel, di antaranya anggota Kodim 0816 Sidoarjo, Tim Kwarcab Sidoarjo, serta perwakilan DKD Jawa Timur. Kolaborasi tim juri tersebut memastikan proses penjurian berjalan objektif, terukur, dan sesuai standar lomba baris-berbaris nasional. Ketatnya penilaian justru memberikan motivasi lebih kepada peserta untuk tampil maksimal.

Salah satu tokoh yang turut hadir dan memberikan apresiasi adalah Purna UKM Khatulistiwa UNUSIDA, Kak Nazar. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa GAYATRA bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembentukan karakter generasi muda. “Bagi saya, GAYATRA UNUSIDA 2025 bukan sekadar lomba baris-berbaris. Ini adalah momentum pembuktian bahwa disiplin, loyalitas, dan kehormatan bukan hanya dibawa di lapangan, tapi dihidupi dalam setiap langkah,” ungkapnya. Apresiasi ini menjadi penyemangat tambahan bagi para peserta yang telah mempersiapkan diri berbulan-bulan untuk bertanding di level provinsi.

Salah satu peserta dari SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, M. Dwi Prayoga, juga membagikan motivasi pribadinya dalam mengikuti kompetisi ini. Ia mengaku bahwa berada di GAYATRA 2025 merupakan kesempatan berharga untuk menguji mental dan kemampuan diri. “Saya berdiri di GAYATRA 2025 dengan satu tekad: memberikan yang terbaik tanpa menyisakan ragu. Setiap langkah yang saya ambil adalah wujud komitmen saya terhadap tim dan diri sendiri. Bagi saya, ini bukan tentang menang atau kalah, ini tentang pembuktian bahwa saya tidak mundur ketika tantangan berdiri di depan mata,” ucapnya. Kutipan ini mencerminkan semangat juang peserta yang hadir bukan hanya untuk bersaing, tetapi juga untuk memperkuat karakter diri melalui disiplin dan kerja tim.

Melalui penyelenggaraan GAYATRA 2025, panitia berharap dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda Jawa Timur. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembinaan mental yang konsisten, membentuk karakter pelajar agar lebih percaya diri, kompak, tangguh, dan menjunjung tinggi nilai kehormatan. Ajang ini juga menjadi sarana bagi pelajar untuk memperluas pengalaman organisasi, memperluas jejaring pertemanan antar sekolah, serta belajar tentang pentingnya kerja sama dalam tim. UNUSIDA, sebagai tuan rumah, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan pelajar yang bersifat edukatif dan pembentukan karakter. Selain itu, GAYATRA menjadi momentum bagi kampus untuk semakin dekat dengan masyarakat, khususnya sekolah-sekolah di Jawa Timur.

Pada akhir acara, panitia mengumumkan pasukan terbaik dari masing-masing kategori lomba serta menyerahkan trofi penghargaan kepada para juara. Suasana haru dan bangga menyelimuti peserta ketika nama-nama tim terbaik disebutkan. Meski begitu, seluruh peserta tetap menunjukkan sportivitas tinggi, saling memberikan selamat, dan merayakan kebersamaan setelah seharian penuh berkompetisi. Penyelenggaraan LKBBT GAYATRA 2025 di UNUSIDA diharapkan menjadi contoh nyata bahwa kompetisi kepemudaan dapat berjalan dengan tertib, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan demikian, GAYATRA 2025 bukan hanya meninggalkan jejak prestasi, tetapi juga memupuk nilai disiplin, loyalitas, dan kehormatan yang melekat kuat di hati para pelajar sebagai generasi masa depan Indonesia.

Bangun Kewaspadaan Dini Masyarakat, Dosen UNUSIDA Soroti Kerawanan Penyalahgunaan Gadget pada Anak 2

Bangun Kewaspadaan Dini Masyarakat, Dosen UNUSIDA Soroti Kerawanan Penyalahgunaan Gadget pada Anak

Bangkalan — Rabu, 19 November 2025, Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bangkalan menjadi pusat perhatian publik setelah digelarnya kegiatan dialog kebangsaan bertema penguatan kewaspadaan dini masyarakat. Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangkalan, Kepala Bakesbangpol Bangkalan, dan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Bangkalan, serta para pemangku kepentingan yang selama ini aktif dalam isu sosial kemasyarakatan.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I., Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sekaligus Kepala Bagian Pengelola Mata Kuliah Umum (MKU). Dalam pemaparannya, ia mengusung tema “Membangun Kewaspadaan Dini Masyarakat melalui Peran FKDM”, namun perhatian peserta justru tersita pada bahasan mendalam mengenai kerawanan penyalahgunaan gadget pada anak, isu yang oleh Dr. Rangga disebut sebagai “ancaman sosial baru yang harus segera ditangani.”

Dalam paparannya, Dr. Rangga mengungkapkan bahwa kehidupan anak di era digital kian jauh dari situasi aman, mengingat derasnya arus paparan media yang tidak terkontrol. Ia merujuk pada teori Neil Postman yang menyatakan bahwa batas antara dunia anak dan dunia dewasa kini semakin kabur, dan hal tersebut semakin diperparah oleh kehadiran media digital seperti gadget, televisi, dan internet.

“Gadget kini menjadi seperti anggota keluarga baru yang hadir tanpa pengawasan,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa kehadiran media digital secara berlebihan memberikan dampak nyata pada perkembangan psikologis, sosial, bahkan moral anak. Mulai dari perubahan perilaku, menurunnya empati, hingga melemahnya kemampuan komunikasi interpersonal.

Dalam sesi presentasi, Dr. Rangga menunjukkan data yang mengejutkan. Sejak 1 Januari hingga 20 Februari 2025, tercatat 437 anak berhadapan dengan hukum sebagai terlapor kasus pencurian. Angka ini dinilainya sebagai alarm serius bahwa banyak kasus kenakalan anak berakar dari pola konsumsi digital yang tidak sehat. “Ini bukan sekadar angka. Ini adalah sinyal bahwa kita sedang kehilangan masa kanak-kanak generasi kita,” tegasnya.

Dr. Rangga juga memetakan beragam ancaman yang muncul dari penggunaan gadget secara bebas. Tidak hanya soal paparan konten tidak pantas, tetapi juga menyangkut kecanduan terhadap gim, ketergantungan pada media sosial, hingga paparan hoaks yang memicu ketakutan dan persepsi keliru pada anak.

“Anak-anak hidup dalam kepungan layar. Jika tanpa literasi digital yang memadai dan kontrol orang tua, gadget bisa menjadi pintu masuk gangguan kecemasan, depresi, hingga penurunan fokus belajar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung fenomena meningkatnya jumlah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan kasus pemasungan di Jawa Timur. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi peringatan bahwa kesehatan mental bukan hanya isu orang dewasa, tetapi juga anak dan remaja sebagai kelompok rentan.

Sebagai bagian dari solusi, Dr. Rangga mengusulkan pembentukan Sistem Deteksi Dini Kerawanan Sosial Digital, sebuah mekanisme yang memungkinkan masyarakat mendeteksi dan merespon lebih cepat potensi kerawanan yang muncul akibat penyalahgunaan gadget.

Sistem tersebut melibatkan kolaborasi lintas elemen, antara lain:

  1. Peran aktif orang tua dan keluarga dalam pendampingan penggunaan gadget di rumah.

  2. Peningkatan literasi digital masyarakat, terutama kemampuan memilah sumber informasi dan mengenali hoaks.

  3. Kerja sama sekolah, tokoh masyarakat, lembaga agama, dan kampus, termasuk FKDM dan UNUSIDA, untuk melakukan edukasi serta sosialisasi terkait bahaya kerawanan digital.

Menurutnya, deteksi dini tidak hanya bertujuan mencegah dampak buruk pada anak, tetapi juga membangun budaya penggunaan teknologi yang sehat dan bertanggung jawab.

Dr. Rangga menutup sesi pemaparannya dengan seruan kuat dan penuh pesan moral. “Jika masa kanak-kanak hilang karena gadget, maka kita kehilangan generasi,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menegaskan bahwa pengawasan bukan hanya soal membatasi waktu penggunaan gadget, tetapi juga menghadirkan kehangatan dalam keluarga, dialog yang mendidik, serta bimbingan penuh empati. Menurutnya, orang tua adalah filter pertama yang akan menentukan bagaimana seorang anak mempersepsikan dunia di sekitarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. “Teknologi tidak bisa dihentikan, tetapi bisa diarahkan. Kita harus hadir bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak,” tambahnya.

Kegiatan ini ditutup dengan pernyataan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan yang hadir. Mereka menyepakati pentingnya memperkuat sinergi antara masyarakat, lembaga pemerintahan, akademisi, dan organisasi sosial dalam menghadapi ancaman sosial yang kian kompleks, termasuk kerawanan digital yang berkembang cepat.

Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih responsif, terutama bagi generasi muda Bangkalan dan Jawa Timur yang menjadi kelompok paling rentan terhadap dampak negatif teknologi.