Ana Christanti Bekali KKG ANBK 1

Ana Christanti Bekali KKG ANBK

Jelang dilaksanakannya Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Candi menggelar webinar sarasehan pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Kegiatan tersebut melibatkan dosen Universitas NU Sidoarjo (Unusida) Ana Christanti sebagai pemateri. Dosen itu berasal dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Ana menjelaskan, sebelum menjalankan ANBK dan AKM guru-guru harus diberikan wawasan atau pengetahuan tentang konsep asesmen nasional. “Jelang ANBK guru harus memahami berbagi hal tentang itu,” jelasnya, Sabtu, 2 Oktober 2021 di kampus Unusida.

Kegiatan yang bertema Peran Guru dalam Menyiapkan Asesmen Kompetensi Minimum itu diikuti sekitar 50 guru-guru naungan KKG Candi. Kegiatan tersebut jadi bagian dalam program upgrading kompetensi keguruan di Ma’arif NU Candi.

FKIP dan Ma’arif NU Sidoarjo telah menjalin kerja sama dalam bidang peningkatan kompetensi keguruan. Kegiatan kongkritnya berupa pelatihan dan pendamping materi pembelajaran di sekolah-sekolah.

Ingin Ciptakan Industri Game di Sidoarjo, Filkom Unusida Gelar Workshop Gratis 2

Ingin Ciptakan Industri Game di Sidoarjo, Filkom Unusida Gelar Workshop Gratis

Dalam rangka menciptakan iklim industri software atau aplikasi game di Sidoarjo dan Jawa Timur Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas NU Sidoarjo (Unusida) menggelar workshop Cara Mudah Membuat Game Pertamamu dalam Waktu 2 Jam.

Pemateri workshop yang juga dosen Unusida Arda Surya Aditya menjelaskan, keinginan Sidoarjo menjadi smart city harus ditunjang dengan penciptaan peluang usaha dalam bidang teknologi. Salah satunya dengan memperbanyak pelatihan-pelatihan.

“Kemarin itu diarahkan untuk pembuatan game, supaya warga atau anak-anak Sidoarjo ada yang bisa menciptakan  game yang kemudian dijual,” jelas Arda, Sabtu 2 Oktober 2021 di kampus Unusida.

Dalam workshop tersebut para peserta diajarkan cara membuat game Angry Bird dengan menggunakan aplikasi Construct 2. Para pesertanya pun diwajibkan menyelesaikan game dalam waktu 2 jam.

Workshop kali ini dilaksanakan secara online dan menariknya tak sedikit peserta dari berbagai daerah. Mereka juga tidak terbatas usia dan profesinya. “Ada mahasiswa, dosen, pekerja swasta, anak sekolah, dan lain-lain,” pungkas Arda.

Kagiatan semacam itu merupakan agenda rutin fakutas yang juga jadi bagian dalam program pengabdian kepada masyarakat. Dalam 1 tahun dilaksanakan 5 kali dan tidak dipungut biaya. Pasalnya, pihak fakultas ingin menampung dan mengembangkan potensi dan passion masyarakat terutama generasi muda dalam memanfaatkan perangkat elektronik untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.

Unusida Bikin Prof. Mas'ud Baper 3

Unusida Bikin Prof. Mas’ud Baper

Pekan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas NU Sidoarjo (Unusida) tingkat universitas ditutup dengan orasi ilmiah Prof. M. Mas’ud Said. Dalam orasinya ia menyampaikan peluang mahasiswa jika mereka rajin dan tekun mencari ilmu.

“Siapa yang mengira saya pernah manjadi staf kepresidenan. Saat ini saya juga dipercaya menjadi komisaris Bank Jatim oleh ibu gubernur,” tegas Mas’ud.

Ia menambahkan, selama menjadi staf khusus kepresidenan tak sedikit kader maupun warga NU menempati posisi penting di pemerintahan. Hal itu menunjukkan bahwa warga dan generasi NU mulai ada ketertarikan menempati sektor pengambil kebijakan.

“Waktu di staf khusus saya banyak melihat orang tahlilan, yasinan, puasa Senin dan Kamis di kantor-kantor,” ungkapnya.

Maka dari itu, lanjutnya, mahasiswa Unusida harus mempersiapkan diri bersaing dan berprestasi dengan kader-kader di luar NU. Dan hal itu telah ditunjukkan oleh Mega Firdaus yang membuktikan diri menjadi yang terbaik di Jawa Timur dan masuk 15 Finalis di Pilmapres Nasional.

Namun, sebagai seorang anak mahasiswa harus tetap berbakti kepada orangtua. Pasalnya, setiap hal istimewa yang muncul dalam kehidupan seorang anak ada peran orangtua.

“Saya sering melihat ibu saya pegang tasbih, dan mendoakan saya,” tegas Mas’ud.

Melihat kondisi Unusida saat ini Ketua Dewan Penyantun Unusida itu teringat 10 tahun lalu bersama K.H. Abdi Manaf ketua PCNU lama yang sekaligus penggagas Unusida. Kampus NU di Sidoarjo menjadi cita-cita pengurus NU waktu itu yang kemudian diwujudkan bersama-sama dengan pengurus Maarif.

Sehingga menjadi kewajiban bagi warga NU khususnya di Sidoarjo menguliahkan anaknya di Unusida. Hal itu pula yang mendorong Mas’ud bersemangat mengabdi dan mengembang kampus yang terletak di Lingkar Timur itu.

“Unusida ini bikin saya baper,” tegasnya, Selasa 21 September 2021 di Hall Rohmatul Ummah.

Pelaksanaan PKKMB tahun ini dilaksanakan secara online dan offline. Untuk Offline dilakukan secara bergelombang dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 633 mahasiswa baru.

Jumlah tersebut diperkirakan mengalami penambahan karena penerimaan pendaftaran masih dibuka. Selain itu ada data dari pihak penerimaan mahasiswa yang belum masuk ke panitia PKKMB.

Pemkab dan Unusida Gelar Vaksinasi Bersama 4

Pemkab dan Unusida Gelar Vaksinasi Bersama

Dalam rangka turut serta mempersiapkan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah, pemerintah kabupaten Sidoarjo, Universitas NU Sidoarjo (Unusida), dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unusida menggelar penyuntikan 1000 dosis 1 vaksin Sinovac.

Ketua panitia yang juga merupakan ketua IKA Unusida Rifaul Doni menjelaskan, menurunnya angka penyebaran Covid-19 harus dimanfaatkan dengan memberikan vaksin secara masal kepada peserta didik. “Saat ini zona penyebaran sudah mulai menurun. Anak-anak sudah banyak yang ingin kembali ke sekolah,” jelas Doni, Kamis, (9/9/2021) di Hall KBIH Rohmatul Ummah Sidoarjo.

Program vaksinasi, lanjut Doni, jadi harapan keberhasilan pendidikan yang ada di lembaga-lembaga pendidikan. Karena itu pihaknya bersama pemerintah dan Unusida memfasilitasi pemberian vaksin kepada pelajar, mahasiswa, dan calon mahasiswa Unusida.

Dikarenakan terbatasnya jumlah vaksin, maka pihak panitia menunjuk dan mengundang pesertanya. Yang mendapatkan undangan vaksinasi yakni SMK Plus NU, santri pondok pesantren Alhidayah, SMA Islam, MA Wali Songo, dan SMK Diponegoro. Adapun keluarga dosen dan karyawan Unusida.

Doni berharap, kerja sama tersebut tidak berakhir pada program itu saja. Pasalnya, masih banyak lembaga pendidikan yang belum menerima dan membutuhkan vaksinasi.

Di tempat yang sama Wakil Rektor 1 Unusida Hadi Ismanto mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi para alumni yang tergabung dalam IKA Unusida. Hal itu menjadi wujud bahwa mereka masih menjadi bagian dari Unusida.

“Mewakili kampus kami bangga dan berterima kasih kepada alumni. Ini bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang kami wujudkan bersama para lulusan,” ungkap Hadi.

Ketua DPRD Bekali Mahasiswa Wawasan Legislatif 5

Ketua DPRD Bekali Mahasiswa Wawasan Legislatif

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo hadir dalam rangka kegiatan Sekolah Legislatif yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo di Kampus 2 Lt 3 Unusida, Jl Rangkah Kidul Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/08/2021)

Agenda yang dilaksanakan dalam bentuk dialog interaktif tersebut mengusung tema Pemahaman Kelegislatifan menghadirkan narasumber khusus, yakni ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Utsman.

Ia pun mengapresiasi kegiatan itu karena tetap mematuhi Prokes dan aturan Pemerintah. “Saya mengapresiasi dan mendukung atas terselenggaranya sekolah legislatif ini bagi kalangan mahasiswa,” kata H. Utsman.

Ia menambahkan, dengan terselenggaranya kegiatan ini mahasiswa dapat mengenal parlemen atau DPRD mulai dari kewenangan hingga hak-hak istimewanya. Sehingga, diharapkan timbul inisiatif ataupun keinginan untuk menjadi anggota DPRD di massa depan.

“Karena di DPRD dapat merasakan kebermanfaatan apa yang menjadi kewenangan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat melalui parlemen ini,” imbuhnya.

Lebih jauh ia mengatakan, ketika ingin menjadi Legislator yang profesional perlu dibekali dengan wawasan. Yang terpenting adalah selalu jalin komunikasi dengan berbagai kalangan.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo mengharapkan dengan adanya sekolah legislatif yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unusida tersebut peserta dapat memahami tugas serta wewenangnya.

“Dari materi yang saya sampaikan tadi semoga menjadi awal pencerahan untuk bisa dekat dengan wakilnya (rakyat),”ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Nahdlatul Ulama Abdullah Aziz Masyhuri mengungkapkan dengan adanya kegiatan seperti ini merupakan bentuk edukasi dari tupoksi legislatif, karena Unusida merupakan ladang menggali keilmuan apapun khususnya ilmu kelegislatifan.

“Kampus ini juga digambarkan sebagai miniatur negara yang didalamnya ada satu kesatuan dari 3 lembaga yang dinamakan trias politica, salah satunya adalah Legislatif,” pungkasnya. (Mat)

BEM FT Gelar Olimpiade Matematika dan Sains Nasional 6

BEM FT Gelar Olimpiade Matematika dan Sains Nasional

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) gelar Olimpiade Matematika dan Sains antar SMA/SMK/MA tingkat Nasional.

Olimpiade bertakjub National Mathematics & Science Olimpiad (NMSO) ini digelar secara virtual dan diikuti sebanyak 110 peserta dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Rektor Unusida Dr. H. Fatkhul Anam pada Sabtu (28/8/2021).

Dalam sambutannya, Fakhul Anam sangat mengapresiasi mahasiswa Fakultas Teknik yang membuat langkah positif dalam mengenalkan Unusida di ranah nasional dengan menggelar olimpiade.

“Saya sangat senang dan bangga terhadap mahasiswa Fakultas Teknik atas prestasi yang berhasil ditorehkan baik di tingkat regional maupun nasional selama ini. Dan sekarang mampu untuk menyelenggarakan kompetisi tingkat nasional,” ungkapnya.

Fatkhul Anam berharap, olimpiade ini dapat menjadi ajang berlatih peserta didik dalam belajar untuk mengasah kemampuan masing-masing untuk berkompetisi dalam masa pandemi.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta NMSO dapat mengikuti dengan tertib dan juga tetap menjaga sportifitas agar tercipta olimpiade yang kompetitif.

“Selamat datang dan berlomba para peserta, kalah dan menang itu adalah urusan nanti, yang penting adalah kalian telah berani berekspresi dan tampil di ajang kompetisi nasional NMSO ini,” ujar Rektor Unusida.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Teknik Unusida Luqman Hakim juga bangga atas inovasi para mahasiswa yang tetap berkegiatan di tengah pandemi dengan membuat olimpiade tingkat nasional sebagai ajang untuk kembali bersemangat dalam belajar.

“Terima kasih kepada seluruh mahasiswa fakultas teknik yang telah berinovasi di masa pandemi sekarang ini, sangatlah penting untuk tetap produktif berkegiatan serta belajar untuk mengasah kemampuan kita semua,” paparnya.

Sementara itu, ketua pelaksana Layyinatul Khoiriyah menjelaskan, ada 4 mata pelajaran yang dilombakan yakni matematika, fisika, biologi, dan kimia pada babak penyisihan NMSO 2021.

Saat ini, tersisa 16 peserta pada babak semi final yang akan di laksanakan pada Rabu, (1/9/2021).

Nantinya, lanjut Lay akan dikerucutkan kembali menjadi 8 peserta per-mata pelajaran di babak grand final yang akan diselenggarakan pada Minggu, (5/9/2021) besok untuk memperebutkan hadiah jutaan rupiah.

“Selamat mengikuti acara national mathematic and sains olimpiad 2021 ini, jangan dilihat berapa nominal hadiahnya, pengalaman dan ilmu yang bisa kita ambil, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya. (Fur)

Berbekal Peringkat 1 se-Jatim, Mega Bersiap ke Tingkat Nasional 7

Berbekal Peringkat 1 se-Jatim, Mega Bersiap ke Tingkat Nasional

Mahasiswa Universitas NU Sidoarjo (Unusida) tahun ini kembali lolos dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2021 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Mahasiswa itu bernama Mega Firdaus yang merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Mega, sapaannya, dinyatakan sebagai terbaik pertama oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) di Wilayah VII. Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Soeprapto, DEA secara langsung memberikan piagam penghargaan kepada Mega pada Rabu, 18 Agustus 2021 di kantor LLDIKTI Wilayah VII Surabaya.

Usai memberikan piagam penghargaan Soeprapto meminta Mega untuk mempersiapkan diri berlaga di tahap selanjutnya, yakni tingkat nasional. “Kamu harus terus belajar dan berdoa karena kamu jadi perwakilan wilayah VII bersama mahasiswa lainnya,” ungkapnya.

Mega pun meminta dukungan semua pihak karena ia akan menghadapi beberapa seleksi yang pastinya akan lebih berat dari yang sudah ia jalani. Namun, ia optimis karena capaian mahasiswa Unusida kali ini mengungguli capaian mahasiswa terdahulu. “Mohon dukungan dan doanya, terutama dari keluarga besar Unusida dan masyarakat Sidoarjo karena tahun ini saya satu-satunya wakil dari kampus di Sidoarjo,” ungkapnya.

Mahasiswa yang pernah lolos ASEAN Virtual Journey 2020 itu juga tak menyangka bakal menjadi terbaik 1 di antara ratusan peserta di wilayah VII. Tetapi, keberhasilannya kali ini merupakan kerja kerasnya selama 2 tahun. Usaha Mega di antaranya dengan menulis buku dan karya tulis lainnya.

“Saya lampirkan portofolio karya-karya saya dan saya persiapkan selama 2 tahun. Gagasan kreatif tentang pembangunan paradigma kuliah sepertinya meloloskan saya jadi yang terbaik kali ini,” ungkap Mega.

Penilaian Pilmapres tahun ini terdiri dari video presentasi Bahasa Inggris, penilaian Capaian Unggulan (CU), dan penilaian Gagasan Kreatif (GK) atau Produk Ilmiah (PI). Mega yang saat ini mengantongi sertifikat penulis buku profesional nonfiksi oleh LSP PEP dan BNSP mengaku sangat terbantu dengan banyaknya karya tulis yang telah ia buat.

Rektor Unusida Dr. Fatkul Anam, M.Si mengaku bangga dengan capaian mahasiswanya tahun ini. Karena Mega  berasal dari kampus NU yang masih baru berdiri, tetapi bisa bersaing dan mengalahkan kampus-kampus besar di Jawa Timur.

FT Unusida dan Kemendikbudristek Beri Bantuan UKM Terdampak Covid-19 8

FT Unusida dan Kemendikbudristek Beri Bantuan UKM Terdampak Covid-19

Sebagai upaya membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas NU Sidoarjo (Unusida) melakukan beberapa kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) di Dusun Karangbangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Di antara kegiatannya berupa pengadaan alat-alat produksi seperti mesin plong sandal, mesin matres, dan mesin blandes. Tak hanya itu, tim pengmas juga menggelar pelatihan desain dan foto produk.

Ketua tim Zahrotul Azizah menjelaskan, tujuan kegiatan yang juga merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) itu adalah untuk meningkatkan produksi sandal spon. Selain itu, juga akan membantu meningkatkan geliat pasar masyarakat setempat.

“Selama ini, kegiatan UKM di sini belum mempunyai desain sandal sendiri. Kita mencoba membantu dengan memberikan alat-alat produksi serta membuatkan desain sandal yang lebih menarik, simple, elegan, dan diminati pasar saat ini,” tutur Azizah.

Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pada Selasa 3 Agustus 2021 lalu juga mengundang fotografer asal Surabaya Yayan Zanuar. Ia mengajarkan teknik pengambilan foto produk yang manarik dengan smartphone, tanpa kamera DLSR.

Zahrotul Azizah berharap dengan adanya materi itu dapat meningkatkan kembali produksi sandal limbah spon ini seperti sebelum masa pandemi yang sempat menembus pasar nasional.

“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan pelaku UKM untuk pemasaran online, foto produk yang menarik akan sangat berpengaruh dalam menarik minat konsumen dan permintaan pasar online yang lebih luas tentunya,” jelas dosen Teknik itu.

Ketua UKM Aldiva Tatik Farikha mengaku, semenjak adanya pandemi produksi sandal menurun drastis karena tidak adanya permintaan pasar maupun event yang biasanya diikuti. Hal ini tentu berdampak pada ekonomi masyarakat di Karangbangkal yang mayoritas merupakan pengerajin sandal.

“Berkat tim dari Unusida, yang banyak menyumbang alat-alat produksi serta memberikan pelatihan untuk berinovasi dalam produksi dan pemasaran sehingga roda ekonomi kita di sini bisa bangkit lagi, kami berterima kasih kepada tim yang membantu UKM yang terdampak pandemi,” ungkap Tatik Farikha.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Unusida dengan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti – Kemendikbudristek) tahun 2021. Kerja sama itu berupa hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Dengan mengangkat judul PKM Peningkatan Kualitas Produk dan Manajemen Pemasaran Pengrajin Sandal Spon di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan Berbasis Digital Marketing E-Commerce diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan manajemen pemasaran di kampung sandal tersebut.

Dekan Fakultas Teknik Unusida, Luqman Hakim mengapresiasi atas keberhasilan dosen-dosen dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sebelumnya, tim Unusida berhasil lolos seleksi sehingga mendapatkan pendanaan program. Tim itu diketuai oleh Zahrotul Azizah dari Teknik Kimia, Listin Fitrianah dari Teknik Lingkungan, serta Agus Rachmad Purnama dari Teknik Industri.

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan wujud nyata kontribusi keilmuan para dosen di Fakultas Teknik Unusida kepada masyarakat. Ia berharap hal ini terus dikembangkan dan menjadi motivasi dosen dan mahasiswa Unusida yang lain untuk mencapai prestasi serupa.

“Saya sangat bangga dengan prestasi teman-teman dosen fakultas teknik. Selamat dan sukses bagi para penerima hibah penelitian dan pengabdian masyarakat, semoga bermanfaat, jayalah Unusida,” pungkasnya. (Mat)

Peringati Harlah 7, Unusida Gelar Bhaksos 9

Peringati Harlah 7, Unusida Gelar Bhaksos

Dalam rangka memperingati 7 tahun Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), civitas akademika menggelar bakti sosial (baksos) di Pondok Pesantren Roudhotul Jannah Millinium Tenggulunan, Candi pada Ahad 4 Juli 2021.

Kegiatan Baksos kali ini bersinergi dengan berbagai lembaga termasuk dari Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Jaringan Pengelolaan Zakat Infaq Sedekah (JPZIS) Universitas NU Sidoajo, Pengasuh Ponpes Millenium dan beberapa elemen yang turut mensukseskan acara tersebut.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Sonhaji Arif yang juga turut serta dalam kegiatan mengatakan, agenda bhaksos tersebut merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan oleh Unusida. Selain itu, menjadi wujud pembuktian kepada masyarakat bahwa Unusida selain berkontribusi keilmuan juga sosial.

“Kita meyakinkan Masyarakat bahwa kampus Unusida ini ada, bukan hanya mengajarkan kebaikan dalam akademik saja melainkan non akademik seperti Baksos ini,” jelas Sonhaji.

Lebih jauh pihaknya menjelaskan dalam kegiatan ini Unusida juga memberikan berbagai bentuk bantuan baik tunai maupun non tunai seperti peralatan belajar dan berbagai macam sembako, bagi Ponpes ini yang basisnya membantu para anak yatim piatu dan kaum dluafa.

“Kita tergerak secara hati sehingga kita dan berbagai lembaga untuk mensukseskan kegiatan yang mulia ini,” tegas Sonhaji.

Selain itu, Lukman Hakim perwakilan PC Lazisnu Sidoarjo mengungkapkan kedepan Unusida bisa lebih maju, manfaat dan berkah bagi sarjanawan/wati dari kampus yang berbasis Aswaja An nahdliyah.

“Bertambahnya usia Unusida ssmoga seluruh mahasiswa tetap cinta NKRI dan berkhidmat kepada NU dimanapun berada,” harapnya. (Mad)

Butuh Ikon Fakultas, FE Gelar Pemilihan Duta Mahasiswa 10

Butuh Ikon Fakultas, FE Gelar Pemilihan Duta Mahasiswa

Citra sebuah kampus salah satunya ditentukan oleh kiprah mahasiswanya. Merekalah yang langsung menunjukkan kepada publik sebagai perwakilan perguruan tinggi.

Sadar dengan tanggung jawab tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) melaksanakan pemilihan Duta Fakultas Ekonomi. Kegiatan dipusatkan di aula Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang, Kabupaten Sidoarjo, pada Ahad (27/06/2021).

Gubernur Mahasiswa FE Windi Wulandari menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk kaderisasi dan regenerasi di fakultas ekonomi. Agar lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan zaman. “Kegiatan ini untuk masa depan FE yang lebih baik,” Jelasnya.

Ia menambahkan, agenda yang mengusung tema Best Future Economic Generation ini juga sebagai salah satu media penyaringan mahasiswa. Selain itu, output yang diharapkan dari duta tidak hanya menjadi ikon mahasiswa tetapi juga sebagai panutan.

Dirinya berpesan kepada seluruh peserta untuk tetap semangat untuk menunjukkan performa terbaik. Demikian pula seluruh yang ikut seleksi hendaknya tidak kecewa lantaran gagal terpilih sebagai duta fakultas.

Dekan Fakultas Ekonomi Unusida Zulifah Chikmawati berpesan, mahasiswa harus tetap mengembangkan potensi yang dimiliki. Juga tetap upgrading intelegensinya demi menyongsong masa depan, serta tetap semangat dalam berkreativitas.

“Siapapun yang menjadi duta nantinya dapat membawa nama baik fakultas ekonomi sehingga jumlah mahasiswa baru akan meningkat,” pesannya.

Ajang ini diikuti puluhan peserta dari perwakilan kelas manajemen dan akuntansi angkatan 2019 sampai 2020. Tampak hadir Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo yakni Choirul Anam. Bergabung pula finalis Yuk Muslimah Jawa Timur, Anisa Tsabitah Dyah, serta dosen fakultas setempat.