Humas UNUSIDA Jadi Salah Satu dari 60 Humas PTS Jawa Timur, Perkuat Strategi Komunikasi Diktisaintek Berdampak 1

Humas UNUSIDA Jadi Salah Satu dari 60 Humas PTS Jawa Timur, Perkuat Strategi Komunikasi Diktisaintek Berdampak

Malang, 22 Juli 2026 – Sebanyak 60 Hubungan Masyarakat (Humas) dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jawa Timur mengikuti Forum Penguatan Humas Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VII yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (22/7/2026). Mengusung tema “Strategi Kehumasan untuk Mewujudkan Diktisaintek Berdampak”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para insan humas perguruan tinggi dalam memperkuat strategi komunikasi, membangun citra institusi, serta mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Forum ini menghadirkan berbagai narasumber yang membahas peran strategis kehumasan di tengah transformasi pendidikan tinggi. Kehadiran para pengelola humas dari berbagai PTS di Jawa Timur menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik yang adaptif, informatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., menegaskan bahwa perguruan tinggi pada hakikatnya merupakan institusi penyedia layanan jasa pendidikan. Oleh karena itu, pengelolaan branding menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Kita sebagai layanan jasa harus memiliki orang-orang yang mengelola branding institusi dengan baik. Kampus harus mampu menghadirkan citra yang positif melalui pelayanan yang berkualitas dan komunikasi yang tepat,” ujarnya.

Prof. Diah juga menyinggung peluncuran program Mahasiswa Berdampak yang menjadi salah satu arah baru penguatan kebijakan Kemdiktisaintek. Menurutnya, konsep kampus berdampak tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan mahasiswa, tetapi juga melalui kontribusi nyata dosen dan seluruh sivitas akademika.

Ia menjelaskan bahwa indikator dosen berdampak tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga dari kualitas pengabdian dan kontribusinya kepada masyarakat. Dosen yang telah memiliki sertifikat pendidik (Serdos), menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, berprestasi dalam bidang sains maupun pengembangan ilmu pengetahuan, serta mampu mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi merupakan wujud nyata dosen berdampak.

Baca juga:  Unusida Mendapat Kunjungan dari UNU Purwokerto

Lebih lanjut, Prof. Diah menekankan bahwa humas memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pelayanan informasi kepada publik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh bagaimana humas menyampaikan informasi secara profesional.

Sebagai public relations, kita harus mampu membuat orang yang kita layani merasa tenang. Sebarkan dan tangkap informasi sebagai kekuatan kita. Pelayanan juga tidak boleh didasarkan pada like and dislike, tetapi harus profesional dan berorientasi pada kepentingan publik,” pesannya.

Pada sesi materi pertama, Kepala Bagian Humas dan Protokol Kemdiktisaintek, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si., menyampaikan paparan bertajuk “Peran Kehumasan Membangun Narasi Kampus Berdampak.” Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi membutuhkan dukungan komunikasi publik yang terencana, cepat, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Menurut Doddy, humas perguruan tinggi saat ini tidak lagi sekadar berperan sebagai penyebar informasi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam membangun narasi yang menunjukkan dampak nyata kampus bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap program, inovasi, riset, pengabdian masyarakat, maupun prestasi sivitas akademika perlu dikemas menjadi cerita yang memiliki nilai dan manfaat sehingga mudah dipahami oleh publik. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui aktivitas kampus, tetapi juga memahami kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.

Selain membangun narasi positif, Doddy juga menyoroti pentingnya komunikasi yang cepat ketika terjadi perubahan kebijakan akademik. Menurutnya, keterlambatan penyampaian informasi sering kali memunculkan spekulasi dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Saat terjadi perubahan kebijakan akademik, kampus harus segera memberikan penjelasan secara resmi melalui website maupun media sosial resmi perguruan tinggi. Kecepatan dan kejelasan informasi menjadi kunci agar publik memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” jelasnya.

Baca juga:  BEM FT Unusida Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2022

Ia menambahkan bahwa website resmi perguruan tinggi tetap menjadi sumber informasi utama yang memiliki kredibilitas tinggi, sedangkan media sosial berfungsi memperluas jangkauan informasi secara cepat kepada berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kedua platform tersebut harus dikelola secara profesional, konsisten, dan saling terintegrasi.

Pada sesi materi kedua , Kepala Bagian Humas dan Protokole UNESA, Dr. Vinda Maya Serianingrum, S.Sos., M.A, menyampaikan paparan bertajuk “Pelatihan Penguatan Humas PTS Jawa Timur.” Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa konten yang dibuat apa dampaknya untuk masyarakat.

Dalam forum tersebut, para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan kehumasan di era digital, mulai dari pengelolaan media sosial, penanganan isu dan krisis komunikasi, hingga strategi membangun reputasi institusi di tengah derasnya arus informasi. Berbagai pengalaman dari masing-masing perguruan tinggi menjadi bahan pembelajaran bersama untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan komunikasi publik.

Melalui forum ini, LLDIKTI Wilayah VII berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antarpengelola humas PTS di Jawa Timur dalam mendukung visi Diktisaintek Berdampak. Humas diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan informasi yang akurat, membangun citra positif institusi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta.

Bagi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), keikutsertaan dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kehumasan yang profesional, adaptif, dan berdampak. Berbagai wawasan dan strategi yang diperoleh selama kegiatan akan menjadi bekal dalam memperkuat komunikasi institusi, mengoptimalkan publikasi capaian tridarma perguruan tinggi, serta menghadirkan pelayanan informasi yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, humas tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, terpercaya, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa dan masyarakat.