Ketua Umum PBNU Gus Yahya Orasi Kebangsaan di Wisuda IX UNUSIDA: Sarjana Harus Siap Mengabdi untuk Bangsa
SURABAYA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, hadir memberikan orasi kebangsaan pada Wisuda IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang dilaksanakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/9/2025).
Dalam orasinya, Gus Yahya menekankan bahwa wisuda bukan sekadar pengakuan status akademik, melainkan juga rekognisi atas kapasitas dan kompetensi yang harus diwujudkan dalam pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
Menurut Gus Yahya, dalam tradisi Islam, pengakuan keilmuan bersifat kualitatif, sehingga tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan istilah ‘sarjana’ dalam pendidikan modern. Seperti pengakuan terhadap seorang ulama atau ilmuwan tidak berhenti pada ijazah, tetapi lebih kepada kualitas keilmuan, kompetensi, dan dedikasi yang diakui oleh masyarakat. Ia mencontohkan ulama besar seperti Imam Syafi’i, Imam Al-Ghazali, hingga Imam Fakhruddin Ar-Razi, yang diakui bukan karena gelar formal semata, tetapi karena kapasitas dan integritas keilmuannya.
“Pertanyaan pentingnya adalah, apakah kesarjanaan kita ini hanya dipahami sebagai status lulusan, ataukah juga sebagai kompetensi dan kapasitas yang sesungguhnya?” tegasnya.
Gus Yahya mengingatkan bahwa perjalanan para wisudawan tidak berhenti pada prosesi wisuda. Justru setelah menyandang gelar sarjana, mereka akan berhadapan dengan tantangan hidup yang lebih besar. “Urusan kalian belum selesai. Masih banyak pergulatan kehidupan yang harus dihadapi. Karena itu, selain ikhtiar lahir, jangan pernah melepaskan ikhtiar batin dengan terus bergantung kepada Allah,” pesannya.
Ia juga mengutip nasehat ulama bahwa seluruh ikhtiar manusia berjalan dalam bingkai takdir Allah. Karena itu, seorang sarjana harus bermental kuat, siap bersyukur ketika mendapat keberhasilan, dan siap ridha ketika menghadapi ujian. “Dengan sikap mental seperti ini, tantangan apapun tidak akan menggoyahkan langkah kita untuk mencapai kemajuan dan kemuliaan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyinggung tentang strategi ekonomi nasional yang dipaparkan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menurutnya membuka jutaan lapangan kerja baru. Hal ini menjadi peluang besar bagi para sarjana, termasuk lulusan UNUSIDA, untuk turut berkontribusi. Namun, ia mengingatkan agar para wisudawan tidak hanya berorientasi pada pekerjaan di satu daerah, tetapi siap mengabdi di seluruh wilayah Indonesia.
“Indonesia akan makmur apabila sarjana-sarjana Universitas Nahdlatul Ulama siap mengabdi secara nasional, di seluruh tanah air. Bukan hanya mencari kehidupan yang lebih baik, tapi juga berbakti kepada bangsa dan negara. Karena dengan berbakti dan mengabdi, insya Allah kita akan mendapatkan kemuliaan,” pungkasnya. (MY)










