Sidoarjo – Perjalanan pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya tentang menyelesaikan perkuliahan dan meraih gelar akademik. Lebih dari itu, masa kuliah menjadi proses untuk membangun pengalaman, mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Dhado Achmad, S.Kom, alumni Program Studi Sistem Informasi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2022.
Setelah menyelesaikan pendidikan di UNUSIDA, Dhado Achmad melanjutkan perjalanan karier hingga kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada Badan Gizi Nasional di Jakarta. Perjalanan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan alumni untuk berkiprah di dunia kerja.
Bagi Dhado, menjadi alumni UNUSIDA bukan sekadar status setelah menyelesaikan pendidikan. Masa perkuliahan memberikan pengalaman yang membekas sekaligus menjadi ruang untuk tumbuh sebagai pribadi. Berbagai proses pembelajaran yang dijalani selama kuliah menjadi bekal untuk menghadapi tantangan dan peluang setelah lulus.
“Menjadi alumni UNUSIDA memberikan pengalaman dan motivasi yang sangat berkesan bagi saya. Ilmu dan pembelajaran yang diperoleh menjadi bekal untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat,” ungkap Dhado.
Menurutnya, proses pendidikan tidak berhenti ketika seseorang menerima ijazah. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah justru menjadi dasar untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia profesional. Kemampuan untuk berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat menjadi nilai yang terus dibawa dalam perjalanan karier.
Sebagai lulusan Sistem Informasi, Dhado memperoleh pengalaman akademik yang berkaitan dengan teknologi informasi, sistem, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung berbagai kebutuhan. Namun, perjalanan karier juga membutuhkan kemampuan lain yang berkembang melalui pengalaman, interaksi, serta proses menghadapi berbagai situasi di luar ruang kelas.
Pengalaman selama menjadi mahasiswa menjadi bagian dari proses tersebut. Lingkungan kampus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar bertanggung jawab, membangun komunikasi, bekerja sama, serta meningkatkan kepercayaan diri. Berbagai pengalaman itu kemudian menjadi modal yang dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja dan menjalankan tanggung jawab profesional.
Kini, Dhado menjalankan peran sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Badan Gizi Nasional, Jakarta. Posisi tersebut menghadirkan tanggung jawab yang berkaitan dengan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Peran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi dan pengalaman alumni dapat berkembang ke berbagai bidang pengabdian dan pekerjaan.
Perjalanan Dhado menjadi pengingat bahwa latar belakang pendidikan merupakan salah satu fondasi dalam membangun karier. Namun, keberhasilan dalam menjalani dunia profesional juga membutuhkan kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di UNUSIDA, kisah Dhado dapat menjadi motivasi bahwa proses yang dijalani selama kuliah memiliki nilai penting untuk masa depan. Setiap pengalaman, pembelajaran, tugas, diskusi, maupun kesempatan yang diperoleh selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bekal ketika nantinya memasuki dunia kerja.
Dhado juga memandang UNUSIDA sebagai bagian dari proses pembentukan dirinya. Kampus tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan karakter dan mempersiapkan mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
“UNUSIDA, tempat tumbuh untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berdampak,” tuturnya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat UNUSIDA dalam mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Alumni menjadi salah satu representasi dari proses pendidikan yang berlangsung di kampus.
Perjalanan Dhado Achmad dari mahasiswa Sistem Informasi hingga dipercaya menjadi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Badan Gizi Nasional menjadi kisah inspiratif tentang pentingnya proses, pengalaman, dan kemauan untuk terus berkembang. Pendidikan yang ditempuh menjadi fondasi, sementara pengalaman menjadi ruang untuk mengasah kemampuan dan membentuk karakter.
Kisah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan setelah lulus dapat membawa setiap alumni menuju bidang pengabdian yang beragam. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat untuk terus belajar, alumni UNUSIDA diharapkan mampu mengambil peran di berbagai sektor serta menghadirkan manfaat yang nyata.
Melalui program Inspirasi Alumni, UNUSIDA terus menghadirkan cerita perjalanan para lulusan sebagai sumber motivasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa. Kisah Dhado Achmad menjadi salah satu bukti bahwa perjalanan pendidikan dapat menjadi langkah awal untuk tumbuh, berkembang, berkarya, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.