SIDOARJO – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan maupun dunia kerja. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam kegiatan HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, PLT Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Fakultas Ekonomi agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu beradaptasi, berpikir kritis, berinovasi, dan menciptakan peluang di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Mengawali penyampaiannya, PLT Rektor mengajak mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik dan para pimpinan yang akan mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika yang telah mendukung pelaksanaan HARMONIKAFE.
Di hadapan mahasiswa baru, PLT Rektor kemudian mengangkat sebuah pertanyaan penting mengenai kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.
“Mengapa kita perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang begitu cepat?”
Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas karakter generasi saat ini yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi digital.
Mahasiswa saat ini dikenal sebagai bagian dari Generasi Z, yaitu generasi yang tumbuh ketika teknologi digital, internet, media sosial, dan perangkat pintar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
PLT Rektor juga memperkenalkan konsep digital immigrant dan digital native. Digital immigrant merupakan generasi yang tumbuh sebelum teknologi digital berkembang secara masif, sedangkan digital native merupakan generasi yang sejak kecil telah terbiasa dengan teknologi digital.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa saat ini memiliki keunggulan karena tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi. Namun, kedekatan dengan teknologi tidak secara otomatis menjamin keberhasilan seseorang.
Menurut PLT Rektor, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang lebih fundamental dan tidak mudah tergantikan oleh teknologi.
Salah satu kemampuan tersebut adalah curiosity atau rasa ingin tahu.
“Curiosity” menjadi kata kunci yang ditekankan dalam pembekalan tersebut. Mahasiswa didorong untuk memiliki keberanian bertanya, membaca, mencoba, mencari informasi, dan memahami sesuatu secara lebih mendalam.
Rasa ingin tahu yang tinggi akan membuat mahasiswa tidak mudah merasa cukup dengan pengetahuan yang dimiliki.
Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui sebuah informasi. Mereka harus memiliki keberanian untuk bertanya lebih jauh: Apa yang belum saya pahami? Apa yang bisa saya pelajari? Dan bagaimana pengetahuan tersebut dapat saya terapkan?
PLT Rektor juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah banyak pekerjaan. Otomatisasi, aplikasi digital, dan AI semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi dan akuntansi.
Berbagai aktivitas yang sebelumnya membutuhkan pekerjaan manual manusia kini dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi dan sistem digital. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi.
Karena itu, mahasiswa tidak boleh hanya mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan. Mereka harus membangun kemampuan untuk menciptakan pekerjaan dan peluang baru.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi didorong untuk mempersiapkan diri menjadi entrepreneur, profesional, akademisi, pemimpin, maupun problem solver yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Selain curiosity, mahasiswa juga perlu membangun growth mindset, yaitu pola pikir untuk terus belajar dan berkembang. Kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerah, tetapi dapat menjadi pengalaman yang memberikan pembelajaran.
PLT Rektor juga menekankan pentingnya kebiasaan membaca, berpikir, berdiskusi, membangun relasi, menguasai teknologi, mempelajari bahasa, serta aktif mengikuti organisasi dan kegiatan kampus.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat perubahan sebagai peluang untuk berkembang.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang pandai menghafal. Jadilah mahasiswa yang mampu berpikir,” menjadi pesan yang relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan.
Lebih lanjut, mahasiswa juga diajak membangun pola pikir yang berorientasi pada masa depan. Dunia kerja akan terus berubah, begitu pula dengan teknologi, model bisnis, dan kebutuhan kompetensi.
Oleh sebab itu, mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri sejak berada di bangku kuliah.
“Dunia tidak akan menunggu kita siap. Dunia akan terus bergerak,” pesan PLT Rektor kepada mahasiswa.
Melalui HARMONIKAFE, Fakultas Ekonomi UNUSIDA berupaya memberikan pengalaman awal yang bermakna kepada mahasiswa baru. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi titik awal pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menghadapi perubahan.
PLT Rektor berharap mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA mampu menjadi generasi yang aktif belajar, berani mencoba, mampu berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Masa depan bukan sesuatu yang hanya kita tunggu. Masa depan adalah sesuatu yang kita persiapkan dan kita ciptakan mulai hari ini.”
Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus motivasi bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang bertumbuh, membangun kompetensi, meraih prestasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menciptakan perubahan.
Dengan semangat HARMONIKAFE, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA diharapkan mampu bertransformasi menjadi generasi yang adaptif, inovatif, berprestasi, dan siap menaklukkan tantangan dunia kerja di era digital.
#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak