Pos

Suasana Pelepasan dan Pembukaan KKN 2026 di Pendopo Delta Wibawa (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berangkatkan 448 Mahasiswa KKN, Fokuskan Program Berbasis Keilmuan Fakultas

SIDOARJO — Sebanyak 448 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNUSIDA BERDAYA 2026. Pelepasan peserta digelar di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026) pagi, dalam suasana khidmat dan penuh semangat pengabdian.

KKN tahun ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keilmuan Fakultas untuk Mewujudkan Desa dan Komunitas yang Cerdas, Mandiri, Produktif, Sehat, serta Berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah’. Para mahasiswa akan diterjunkan ke 19 lokasi KKN yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Acara pelepasan dihadiri jajaran pimpinan UNUSIDA, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, perwakilan pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat.

“Sebanyak 448 mahasiswa UNUSIDA resmi diberangkatkan untuk mengabdi kepada masyarakat di 19 lokasi KKN. Saudara akan menjadi representasi UNUSIDA di tengah masyarakat, mulai dari Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran hingga Sidoarjo,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik universitas dan Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sikap, etika, dan kemampuan berkomunikasi harus senantiasa dijaga selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata yang akan membentuk kepekaan sosial dan kemampuan problem solving mahasiswa.

“Di masyarakat, kita belajar memahami kehidupan, membangun empati, serta menyelesaikan persoalan bersama,” tambahnya.

Dengan mengusung semangat UNUSIDA BERDAYA, setiap fakultas menghadirkan program unggulan berbasis keilmuan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) fokus pada penguatan literasi dan pendidikan karakter. Fakultas Ekonomi mengembangkan UMKM melalui inovasi produk, digitalisasi, hingga pemasaran digital.

Sementara Fakultas Ilmu Komputer mendorong transformasi digital desa, Fakultas Teknik mengusung konsep eco-friendly residential, dan Fakultas Agama Islam memperkuat edukasi Islam moderat berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.

Sebanyak 19 desa yang menjadi lokasi pengabdian meliputi wilayah Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran, hingga Kecamatan Sidoarjo.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PCNU Sidoarjo, Ir. H. Agus Mahbub Ubaidillah, memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Sidoarjo ini merupakan kebanggaan kita bersama. Ilmu yang didapat hari ini harus bisa diaktualisasikan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa mampu menerjemahkan teori yang dipelajari di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Seluruh mahasiswa hendaknya mampu menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat luas. Mahasiswa tidak hanya menjadi insan akademis, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat serta membawa nilai-nilai keislaman yang moderat dalam kehidupan sosial,” pesannya.

Proses pengecoran tiang-tiang di Lantai 3 Gedung B Komplek Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Pembangunan Kampus UNUSIDA Terus Berjalan, Gedung B Masuki Tahap Pengecoran Lantai 3

SIDOARJO — Pembangunan infrastruktur di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Lingkar Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, pembangunan Gedung B telah memasuki tahap pengecoran lantai 3 dari total rencana 7 lantai.

Kepala Biro Umum UNUSIDA, Ikhwan Abdillah, S.H., M.Pd., menyampaikan bahwa Gedung B diproyeksikan sebagai pusat perkuliahan sekaligus kantor pelayanan terpadu bagi seluruh civitas akademika.

“Pembangunan Gedung B saat ini sudah memasuki tahap pengecoran lantai 3. Sebelumnya, dua lantai telah selesai dan sudah dimanfaatkan untuk berbagai layanan mahasiswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, lantai yang telah difungsikan saat ini digunakan untuk berbagai unit pelayanan, di antaranya kehumasan, kemahasiswaan, keuangan, IT dan teknologi, sarana prasarana, hingga Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Dengan rencana pembangunan hingga 7 lantai, ia berharap dengan penambahan sarana prasarana di Gedung B mampu menunjang seluruh aktivitas akademik dan pelayanan secara lebih optimal ke depan.

“Pembangunan yang terus berjalan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang unggul, nyaman, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Selain Gedung B, UNUSIDA juga telah memiliki Gedung A yang terdiri dari 5 lantai. Ke depan, gedung tersebut akan difokuskan sebagai pusat kegiatan dosen dan mahasiswa, seperti ruang pertemuan, laboratorium, serta ruang kelas yang representatif.

Sementara itu, Muhammad Iqbal Annafi selaku panitia pembangunan menyampaikan bahwa proses pembangunan di kawasan kampus juga mencakup penyelesaian Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari serta penataan eksterior dan interior lingkungan kampus.

“Untuk pembangunan tahap selanjutnya akan dilanjutkan ke lantai 3. Kami menargetkan pembangunan ini dapat selesai pada bulan November. Insya Allah kami upayakan selesai pada bulan November,” ungkapnya.

Ia juga berharap, dengan adanya pembangunan dan penyempurnaan fasilitas kampus, mahasiswa akan semakin nyaman dalam menjalani aktivitas akademik.

“Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan dan finishing yang baru, mahasiswa semakin nyaman, betah, dan semakin banyak yang beraktivitas di kampus ini. Harapan kami juga, kampus ini dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya,” pungkasnya.

Stefanny Imelda saat menjadi narasumber dalam Seminar Public Speaking FE UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA Dibekali Strategi Personal Branding dan Teknik Sukses Interview Kerja

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Public Speaking bertajuk ‘Stand Out from the Crowd: Seni Membangun Personal Branding lewat CV dan Sesi Interview’ di Auditorium Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Seminar menghadirkan praktisi sekaligus trainer pengembangan diri, Stefanny Imelda, yang membagikan berbagai strategi membangun personal branding, menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, hingga teknik menghadapi sesi wawancara kerja agar mampu tampil percaya diri dan unggul di tengah persaingan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan komunikasi dan personal branding merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa selain kemampuan akademik.

“Yang harus kita lakukan adalah membangun mental dan personal branding. Faktor komunikasi ini sangat penting karena ketika mahasiswa menjalani PKL maupun memasuki dunia kerja, hambatan yang paling banyak ditemui adalah kemampuan komunikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan berbagai survei dan masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholder), lulusan perguruan tinggi umumnya masih perlu meningkatkan kemampuan komunikasi agar lebih siap bersaing di dunia profesional. Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk mampu mengaitkan pengalaman organisasi, praktik kerja lapangan, maupun kegiatan selama kuliah sebagai bukti kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Beberapa stakeholder juga menyampaikan bahwa salah satu kekurangan lulusan adalah di aspek komunikasi. Bahkan ketika sudah diterima bekerja, mereka masih perlu dipoles lagi, terutama dalam menghadapi pelanggan, menyelesaikan komplain, dan berkomunikasi secara profesional, khususnya di perusahaan yang bergerak di bidang jasa,” tambahnya.

Karena itu, menurutnya, seminar ini menjadi bekal penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membangun citra diri yang positif melalui komunikasi yang efektif.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Muhafidhah Novie juga mengapresiasi narasumber Stefanny Imelda yang dinilai memiliki pengalaman luas sebagai pembicara dan mentor di bidang pengembangan diri. Melalui seminar ini, ia berharap mahasiswa memiliki bekal yang lebih matang dalam membangun personal branding, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mampu menghadapi proses rekrutmen kerja dengan percaya diri sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia profesional.

“Beliau sudah luar biasa. Saya melihat kiprahnya melalui berbagai media sosial maupun kegiatan pelatihan. Kiprahnya sudah di level nasional, bahkan saya yakin ke depan akan semakin berkembang hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Stefanny Imelda menjelaskan bahwa proses wawancara kerja memiliki porsi yang sangat besar dalam menentukan diterima atau tidaknya seorang pelamar.

“Nilai akademik yang tinggi belum tentu menjadi faktor utama diterima bekerja. Interview adalah penentunya. Pintar di kelas belum tentu pintar dalam bekerja, sehingga kemampuan menghadapi interview harus benar-benar dipersiapkan,” jelasnya.

TV Presenter JTV tersebut menekankan bahwa persiapan wawancara tidak dapat dilakukan secara mendadak. Menurutnya, setiap kandidat harus memahami diri sendiri, mengenali kemampuan yang dimiliki, serta mampu menunjukkan karakter positif kepada perusahaan.

“Interview menjadi cara HRD untuk menilai apakah seseorang mengenal dirinya sendiri, memahami kompetensinya, memiliki loyalitas, dan mampu bekerja sama dengan tim,” katanya.

Stefanny juga membagikan strategi dalam menjawab pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara, seperti “Coba perkenalkan diri Anda” dan “Mengapa Anda tertarik bergabung di perusahaan ini?”

Menurutnya, banyak pelamar masih menjawab dengan cara yang terlalu umum, seperti menyebutkan nama, usia, atau tempat lahir, padahal informasi tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam CV.

“Saat memperkenalkan diri, jangan hanya mengulang data pribadi. Mulailah dengan menjelaskan aktivitas dan fokus yang sedang dijalani saat ini, kompetensi yang dimiliki, serta tujuan karier yang ingin dicapai. Jawaban seperti itu akan lebih menarik perhatian HRD,” paparnya.

Dekan FILKOM beserta Kaprodi DKV UNUSIDA saat membuka KASINEMA 24 (Foto: Humas UNUSIDA)

DKV UNUSIDA Gelar KASINEMA 24, Tampilkan Film Pendek Karya Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan KASINEMA ’24, sebuah ajang pemutaran film pendek karya mahasiswa sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil pembelajaran mata kuliah Videografi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 506 Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Selasa-Kamis (14–16/7/2026).

Melalui KASINEMA ’24, penonton diajak menikmati beragam film pendek hasil kreativitas mahasiswa DKV UNUSIDA, di antaranya Parasosial, Titik Balik, Come and Go, Rumpang, Perfect, dan Sesal.

Kepala Program Studi DKV UNUSIDA, Putra Uji Deva Satrio, menjelaskan bahwa seluruh film yang diputar merupakan hasil Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Videografi yang dikemas secara profesional agar layak dinikmati oleh masyarakat luas. Ia berharap kegiatan  menjadi ruang apresiasi sekaligus media edukasi mengenai perkembangan industri film pendek di kalangan mahasiswa.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap film pendek. KASINEMA ’24 menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa karya mahasiswa DKV UNUSIDA memiliki kualitas yang luar biasa dan tidak kalah dengan karya mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Mungkin selama ini yang kurang hanya eksposurnya, padahal dari poster hingga teaser yang dibuat sudah sangat menarik perhatian penonton,” ujarnya.

Menurutnya, KASINEMA ’24 tidak hanya menjadi ajang penayangan karya, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk memperkenalkan hasil kreativitas mereka kepada publik. Melalui apresiasi dan masukan dari penonton, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan di industri kreatif.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan kemampuan mahasiswa kepada masyarakat.

“Karya yang bagus harus berani ditampilkan. Jangan hanya mahir membuat film, tetapi juga harus mampu mempresentasikan, mempromosikan, dan mengajak masyarakat untuk menontonnya. Di era digital saat ini, kemampuan membangun promosi dan menarik perhatian publik menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi seorang kreator,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi pendukung, mulai dari penyajian audio visual, pengemasan karya, hingga strategi promosi melalui berbagai platform digital. Menurutnya, kualitas sebuah karya akan memberikan dampak yang lebih luas apabila mampu menjangkau lebih banyak penonton.

“Melalui penyelenggaraan KASINEMA ’24, kami berharap akan tercipta ruang apresiasi yang mampu mempertemukan karya mahasiswa dengan masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya yang kreatif, inovatif, dan kompetitif. Selain menjadi bagian dari proses akademik, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat budaya berkarya, berkolaborasi, dan membangun ekosistem industri kreatif di lingkungan kampus,” pungkasnya.

International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Seminar Internasional, Dorong Mahasiswa Ubah Aktivitas Digital Menjadi Sumber Penghasilan

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA. Seminar yang mengusung tema ‘From Scroll to Salary: How Students Earn Passive Income Through Digital Products’ tersebut berlangsung di Hall Gedung A Kampus II UNUSIDA secara hybrid, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, serta narasumber nasional Mohammad Zikky, M.T., Wakil Ketua LPT PWNU Jawa Timur. Seminar diikuti mahasiswa UNUSIDA sebagai wadah untuk memperluas wawasan mengenai peluang ekonomi digital dan pengembangan produk digital di era transformasi teknologi.

Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Rafly Afandi, mengatakan seminar internasional ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus ruang diskusi yang mampu melahirkan inspirasi bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi, mampu beradaptasi dengan dunia digital, serta memiliki semangat untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

“Seminar ini kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang diskusi, dan ruang inspirasi. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat menjawab realitas dunia digital saat ini. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bisa diterapkan dan dibagikan kepada yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa tema seminar sejalan dengan semangat Harlah ke-12 UNUSIDA, yakni ‘Bersama Bergerak, Nyata Berdampak’. Menurutnya, ilmu yang diperoleh mahasiswa harus mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.

“Apa yang kita miliki harus berdampak nyata, paling tidak bagi diri kita sendiri sebagai mahasiswa. Jangan sampai ilmu yang kita peroleh hanya berhenti sebagai pengetahuan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tema From Scroll to Salary mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi mampu menghasilkan karya dan produk yang bernilai ekonomi.

“Selama ini kita banyak melakukan aktivitas digital, tetapi belum semuanya menghasilkan manfaat nyata. Harapannya, mahasiswa mampu menciptakan produk digital yang bisa menjadi sumber penghasilan, membantu membiayai pendidikan secara mandiri, bahkan meringankan beban orang tua,” tambahnya.

Dr. Hadi juga membagikan kisah inspiratif mengenai mahasiswa yang mampu memanfaatkan keterampilan digital hingga menghasilkan karya yang diakui dan digunakan oleh perusahaan internasional. Menurutnya, pengalaman tersebut membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa dapat membuka peluang besar apabila terus dikembangkan dengan serius.

Pada kesempatan yang sama, narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi, menyampaikan bahwa ekonomi digital telah membuka banyak peluang baru bagi generasi muda. Ia berharap seminar ini dapat memunculkan ide-ide inovatif yang membantu mahasiswa mengembangkan produk digital sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Semoga seminar ini dapat melahirkan ide-ide baru yang mampu membantu perekonomian mahasiswa melalui pengembangan produk digital yang kreatif dan bernilai,” tuturnya.

Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Ainun Jariyah, saat menyampaikan sambutan dalam ujahadah dan Istighosah dalam rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Harlah ke-12 UNUSIDA, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Berharap Kampus Cetak Generasi Pencipta Lapangan Kerja

SIDOARJO — Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo, Dra. Hj. Ainun Jariyah, menyampaikan harapan besar kepada Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) agar terus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Mujahadah dan Istighosah dalam rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Jum’at (3/7/2026).

Dalam sambutannya, Ainun mendoakan agar kampus yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut semakin berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Selamat Harlah ke-12 UNUSIDA. Mudah-mudahan kampus ini semakin bermanfaat, begitu pula seluruh mahasiswa yang belajar di sini kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu membuka peluang kerja bagi orang lain.

“Saya berharap lulusan UNUSIDA tidak hanya pintar mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan begitu, manfaat keilmuan yang diperoleh bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Ainun menjelaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil peran aktif dalam memberikan pendampingan, inovasi, dan transfer ilmu kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo.

“UMKM menjadi penunjang besar perekonomian Indonesia. Karena itu, anak-anak harus mampu mengamalkan ilmu yang didapat di kampus untuk membantu masyarakat, terutama dalam mengembangkan UMKM di Sidoarjo,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian prestasi yang diraih UNUSIDA. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga membanggakan warga Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Sidoarjo secara umum

Anggota DPRD Sidoarjo tersebut turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus semangat menuntut ilmu setinggi-tingginya. Namun, ia mengingatkan bahwa segala hasil usaha tetap harus disandarkan kepada Allah SWT.

“Kita boleh mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya dengan berbagai disiplin ilmu. Namun pada akhirnya, rezeki, jabatan, jodoh, dan segala ketentuan tetap kita serahkan kepada Allah SWT. Teruslah belajar, berikhtiar, dan jangan pernah berhenti berdoa,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh civitas akademika UNUSIDA untuk terus menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, sembari tetap menyandarkan setiap ikhtiar kepada Allah SWT.

“Kita semua harus optimis, UNUSIDA terus berkembang menjadi kampus yang unggul, bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Sidoarjo maupun Indonesia,” pungkasnya.

Di momen Harlah ke-12 UNUSIDA, UNUTRACE Resmi Diluncurkan sebagai Pusat Pelatihan Kompetensi Multi-Fakultas (Foto: Humas UNUSIDA)

Harlah ke-12, UNUSIDA Resmi Launching UNU Trace sebagai Pusat Pelatihan Kompetensi Multi-Fakultas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing. Dalam rangkaian kegiatan Mujahadah dan Istighosah dalam rangka memperingati Harlah ke-12, UNUSIDA resmi meluncurkan UNU Trace atau UNUSIDA Training Center di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Jumat (3/7/2026).

Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, menyampaikan bahwa tantangan dunia profesi, industri, dan masyarakat saat ini menuntut percepatan kompetensi yang adaptif, solutif, serta mampu menjawab perkembangan zaman.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) tersebut menyebutkan bahwa peluncuran UNU Trace menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Mujahadah dan Istighotsah Harlah ke-12 UNUSIDA. Ia berharap UNU Trace menjadi ruang pengembangan kompetensi yang menjembatani teori akademik dengan kebutuhan praktis dunia profesi, industri, pendidikan, dan masyarakat.

“UNU Trace hadir sebagai lembaga resmi yang berada langsung di bawah koordinasi Rektor UNUSIDA. Lembaga ini dirancang sebagai payung besar yang mengintegrasikan seluruh kepakaran multi-fakultas di UNUSIDA,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UNU Trace menjadi wadah sinergi keilmuan dari berbagai fakultas di lingkungan UNUSIDA. Mulai dari transformasi digital melalui Fakultas Ilmu Komputer, keahlian praktis melalui Fakultas Teknik, penguatan ekonomi melalui Fakultas Ekonomi, hingga inovasi pembelajaran dan penguatan nilai keislaman melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Agama Islam (FAI).

Melalui integrasi lintas disiplin tersebut, UNU Trace mampu menghadirkan solusi komprehensif dalam berbagai bidang, seperti digital dan teknologi informasi, bisnis dan manajemen, teknik dan rekayasa, manajemen kelembagaan syariah, serta penguatan pendidikan masa depan.

“UNU Trace berkomitmen menjadi jembatan kokoh yang mentransformasikan teori akademik perguruan tinggi menjadi keterampilan praktis yang siap diterapkan di lapangan,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, UNU Trace meluncurkan dua program perdana yang berfokus pada penguatan mutu pendidikan dasar. Program pertama adalah Pelatihan Analisis Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi Guru SD. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pendidik dalam memetakan, menganalisis, serta mengoptimalkan potensi akademik siswa secara lebih akurat.

Program kedua adalah Pelatihan Manajemen Sekolah bagi Kepala Sekolah. Workshop strategis tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas pimpinan sekolah dalam menerapkan tata kelola institusi yang modern, efektif, inovatif, dan visioner.

“UNU Trace nantinya akan menerapkan standarisasi mutu yang ketat untuk memastikan setiap peserta pelatihan tidak hanya memperoleh sertifikat resmi, tetapi juga mendapatkan strategi, keterampilan, dan rekomendasi yang siap diimplementasikan di instansi masing-masing,” ungkapnya.

Ia berkomitmen untuk menciptakan trobosan baru agar UNUSIDA untuk terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdampak. Di usia ke-12 tahun, UNUSIDA terus memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, dunia kerja, industri, serta masyarakat melalui program-program yang relevan dan berkelanjutan.

“Dalam momentum Harlah ke-12, semoga kehadiran UNU Trace ini dapat menjadi mitra strategis bagi sekolah, lembaga, dunia usaha, industri, dan masyarakat dalam meningkatkan kompetensi serta memperluas manfaat pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Mujahadah dan Istighosah Harlah ke-12 UNUSIDA di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy'ari (Foto: Humas UNUSIDA)

Mujahadah dan Istighosah Harlah ke-12 UNUSIDA, Momentum Menguatkan Spirit Keilmuan dan Keberkahan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Mujahadah dan Istighosah dalam rangka memperingati Harlah ke-12 di Masjid K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, Jumat (03/07/2026). Kegiatan yang diikuti civitas akademika, pengurus PCNU Sidoarjo, Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP), serta para tamu undangan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan sekaligus menguatkan komitmen UNUSIDA dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan rasa syukur atas perjalanan UNUSIDA yang terus menunjukkan perkembangan positif hingga memasuki usia ke-12 tahun. Ia menyebut, peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA tahun ini mengusung semangat ‘Bersama Bergerak, Nyata Berdampak’, menjadikan mujahadah dan istighosah sebagai momentum memperkuat sinergi antara ikhtiar lahir dan batin dalam mewujudkan kampus yang unggul, religius, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Syukur alhamdulillah, pada kesempatan ini kita dapat berkumpul dalam rangka mujahadah dan istighosah. Ini tidak lepas dari perjuangan para ulama, akademisi, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di UNUSIDA tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan insan yang memiliki manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Menurutnya, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter mahasiswa yang berakhlak, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa rangkaian Harlah ke-12 UNUSIDA telah diawali dengan berbagai kegiatan spiritual maupun akademik, mulai dari riyadhoh, ziarah tokoh-tokoh pendiri, hingga mujahadah dan istighosah sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap seluruh civitas akademika mendapatkan keberkahan, sekaligus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Hadi juga memaparkan sejumlah capaian membanggakan yang berhasil diraih UNUSIDA selama satu tahun terakhir. Berbagai prestasi nasional maupun internasional berhasil ditorehkan oleh dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan.

Selain itu, UNUSIDA juga memperoleh berbagai hibah kompetitif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, berbagai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing.

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Muhammad Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi atas perkembangan UNUSIDA yang dinilainya sangat pesat selama dua belas tahun terakhir.

“Alhamdulillah, perkembangan UNUSIDA hari ini sangat luar biasa. Selama 12 tahun berkiprah, sudah banyak alumni yang tersebar dan memberikan manfaat di masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari cita-cita besar Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan kader-kader unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Saya memimpikan Nahdlatul Ulama memiliki gedung-gedung kampus untuk menggodok kader muda NU. UNUSIDA ini disiapkan untuk membentuk kader yang tidak hanya berkiprah di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional sebagai pelopor inovasi dan solusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Kiai Zainal juga menegaskan bahwa kekuatan UNUSIDA tidak hanya terletak pada kualitas akademiknya, tetapi juga pada fondasi spiritual yang terus dijaga melalui doa para kiai dan pengamalan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Ia pun mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya sebagai bekal melanjutkan perjuangan para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama.

“Selamat atas Harlah ke-12 UNUSIDA. Mahasiswa harus semangat, dosen harus bersungguh-sungguh dalam mengajar, dan seluruh tenaga kependidikan harus memberikan pelayanan terbaik. Dengan begitu, perguruan tinggi NU akan semakin memberikan manfaat bagi umat,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo KH. R. Abdussalam Mujib, Ketua BPP UNUSIDA Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris BPP UNUSIDA sekaligus Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. Sholehudin, Rektor UNUSIDA periode 2014–2026 Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra. Hj. Ainun Jariyah, serta jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNUSIDA.

BEM FE UNUSIDA Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FE UNUSIDA Gelar Grand Final Duta Ekonomi 2026, Cetak Generasi Cerdas, Kreatif, Inspiratif, dan Berintegritas

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Grand Final Duta Ekonomi 2026 pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema ‘Membentuk Duta Ekonomi Masa Depan yang Cerdas, Kreatif, Inspiratif dan Berintegritas’ ini menjadi puncak rangkaian seleksi yang telah dilalui para finalis melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, hingga penampilan pada saat grand final.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta keluarga finalis yang memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026, terpilihnya M. Fadli Rahmadhani Manajemen 2025A dan Lili Itaurrahma Manajemen 2025A sebagai Duta Fakultas Ekonomi 2026.

Gubernur BEM Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Pingkya Angelica Thaufani, dalam sambutannya mengaku bangga dan terharu dapat menyaksikan proses para finalis yang telah berjuang hingga mencapai tahap akhir kompetisi.

“Saya berdiri di sini dengan rasa bangga karena dulu saya juga pernah berproses di tempat ini. Hari ini saya menyaksikan adik-adik yang telah melalui perjalanan panjang mulai dari seleksi, wawancara, karantina hingga grand final. Kalian adalah mahasiswa pilihan yang telah membuktikan komitmen dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia berharap Duta Fakultas Ekonomi 2026 dapat menjadi generasi yang lebih baik dan mampu melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya.

“Pemilihan Duta Ekonomi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan soft skills mahasiswa. Sebab, generasi muda saat ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, serta kemampuan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta fakultas merupakan wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Kompetisi ini sangat bermanfaat karena menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, etika, serta kepemimpinan. Saya melihat para finalis memiliki perubahan yang luar biasa, baik dari sikap, gestur, maupun cara berinteraksi,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pembina, serta para Duta Fakultas Ekonomi yang selama ini aktif membantu promosi dan pengembangan citra Fakultas Ekonomi melalui berbagai kegiatan dan media sosial.

“Duta Fakultas Ekonomi adalah brand ambassador fakultas. Mereka membawa nama baik Fakultas Ekonomi sekaligus UNUSIDA. Pengalaman yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja nanti,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar duta sebagai ajang prestise, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kualitas diri.

Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini.

“Yang paling penting adalah kemampuan berkomunikasi. Bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan, membangun relasi, dan menunjukkan kualitas dirinya melalui komunikasi yang baik. Itulah yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan maupun dunia kerja,” tuturnya.

Ia juga mendorong para finalis untuk terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Semoga Duta Ekonomi nanti mampu menjalankan perannya sebagai representasi fakultas, menjadi agen promosi kampus, serta berkontribusi aktif dalam mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa dan institusi di masa mendatang,” pungkasnya.

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa 1

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa

SIDOARJO — Dalam upaya memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat, Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026 melakukan kunjungan koordinatif ke Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan penelaahan pemaparan program kerja mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai desa sasaran KKN tahun 2026.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (17/6) ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan program kerja mahasiswa sebelum pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi dengan TAPM, Panitia KKN UNUSIDA berupaya memastikan bahwa seluruh rancangan program yang disusun mahasiswa tidak hanya memenuhi aspek akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan desa.

Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dituntut untuk mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan program kerja yang tepat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan KKN.

Ketua Panitia KKN UNUSIDA 2026 menjelaskan bahwa koordinasi dengan TAPM dilakukan untuk memperoleh masukan, perspektif, serta penilaian yang lebih komprehensif terhadap program-program yang akan dijalankan mahasiswa di desa. Dengan melibatkan pihak yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, diharapkan program yang dirancang mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa program kerja mahasiswa benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki desa. Karena itu, keterlibatan TAPM sebagai mitra strategis sangat penting untuk memberikan masukan terhadap rancangan program yang telah disusun mahasiswa,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Panitia KKN UNUSIDA dan TAPM Kabupaten Sidoarjo membahas berbagai aspek terkait mekanisme penelaahan program kerja mahasiswa. TAPM nantinya akan berperan sebagai reviewer yang memberikan penilaian dan rekomendasi terhadap rancangan program yang dipresentasikan mahasiswa sebelum diterapkan di lapangan.

Peran tersebut dinilai sangat penting karena proses penelaahan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, melainkan juga menyoroti substansi program yang diajukan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam proses review meliputi relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat, kesesuaian dengan potensi lokal desa, kelayakan pelaksanaan, tingkat partisipasi masyarakat, hingga potensi keberlanjutan program setelah kegiatan KKN selesai dilaksanakan.

Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyusun program yang lebih terarah, realistis, dan mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, penelaahan juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perencanaan berbasis data dan kebutuhan lapangan dalam setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat.

KKN UNUSIDA 2026 sendiri dirancang sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan kompetensi akademik dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga media pengembangan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, membangun kolaborasi, serta mengelola program yang berorientasi pada pemberdayaan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan dituntut untuk mampu menyusun program yang sesuai dengan karakteristik desa lokasi KKN. Oleh karena itu, proses pemaparan dan penelaahan program kerja menjadi tahapan penting yang harus dilalui sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

TAPM Kabupaten Sidoarjo menyambut baik inisiatif Panitia KKN UNUSIDA yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses persiapan KKN. Menurut mereka, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pihak yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dapat menjadi langkah positif dalam menciptakan program-program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam proses review yang akan dilakukan. Dengan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan potensi yang dimiliki masing-masing desa, program kerja mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi yang relevan serta mendukung agenda pembangunan desa secara berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan TAPM juga diharapkan dapat memperkuat proses validasi terhadap rancangan program mahasiswa. Melalui masukan yang diberikan, mahasiswa dapat melakukan penyempurnaan program sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan benar-benar memiliki nilai manfaat dan peluang keberlanjutan yang tinggi.

Kegiatan koordinatif ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN dari tahun ke tahun. Universitas tidak hanya mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa kehadiran tersebut membawa kontribusi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa.

Melalui sinergi antara Panitia KKN UNUSIDA 2026, TAPM Kabupaten Sidoarjo, dan berbagai pihak terkait lainnya, diharapkan pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Program-program yang dihasilkan mahasiswa diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya pembangunan desa yang partisipatif dan berbasis potensi lokal.

Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat, KKN UNUSIDA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik semata, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan desa di Kabupaten Sidoarjo.(Tantri)