Pos

Dinda Adinda, S.Pd. - Alumni PBI UNUSIDA (Foto: HEC 1 Pare)

Kisah Sukses Dinda Adinda Membangun Ekosistem Bahasa Inggris, Menembus Batas dengan Literasi

Pendidikan bukan sekadar tentang gelar akademik, melainkan bagaimana ilmu yang diperoleh mampu ditransformasikan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsip inilah yang dibuktikan oleh Dinda Adinda, S.Pd., alumni inspiratif Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Kini, Dinda dikenal sebagai pendidik yang inspiratif, seorang pengajar muda di bidang pendidikan bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare, Kediri, yang dikenal sebagai terbesar di Indonesia.

Dinda merupakan pengajar aktif Happy English Course (HEC) 1 Pare sekaligus Owner di Samudra Course. Kiprahnya di dunia pendidikan nonformal menjadi bukti bahwa lulusan PBI UNUSIDA memiliki daya saing tinggi, tidak hanya sebagai tenaga pendidik, tetapi juga sebagai edupreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif.

Dari Ruang Kelas Menuju Kemandirian Ekonomi
Perjalanan Dinda bermula dari kecintaannya terhadap dunia pendidikan dan metodologi pengajaran yang ia pelajari selama menempuh studi di UNUSIDA. Ia menyadari bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, merupakan kunci strategis untuk membuka peluang global.

“Ilmu yang saya dapatkan di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA sangat komprehensif. Tidak hanya tentang grammar dan keterampilan bahasa, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan diri siswa serta mengelola lembaga pendidikan secara profesional,” ungkap Dinda.

Sebagai pemilik Samudra Course, Dinda bertanggung jawab penuh atas manajemen lembaga, pengembangan kurikulum, hingga strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di sisi lain, perannya sebagai pengajar di HEC 1 Pare menunjukkan komitmennya untuk tetap hadir langsung di ruang-ruang belajar, menyapa dan membimbing para peserta didik.

Menjaga Integritas dan Semangat Santri
Berkarier di Pare yang dikenal memiliki persaingan lembaga kursus sangat ketat tentu bukan perkara mudah. Namun, Dinda membawa nilai-nilai khas yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di UNUSIDA, kerja keras, integritas, dan spiritualitas.

Ia meyakini bahwa pengajaran bahasa Inggris tidak boleh sekadar berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mengedepankan pendekatan humanis dan pembentukan karakter.

“PBI UNUSIDA membekali kami dengan pandangan filosofis bahwa mengajar adalah bagian dari pengabdian. Di Pare, saya tidak hanya melayani dalam pendidikan, tetapi membangun komunitas belajar. Semangat Reach Your Dream Through the Galaxy yang sering digaungkan prodi benar-benar memacu saya untuk bermimpi setinggi mungkin, namun tetap membumi dalam pelayanan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dinda yang juga gemar menulis novel tersebut, berpesan kepada mahasiswa PBI UNUSIDA agar tidak membatasi mimpi hanya pada profesi guru di sekolah formal. Menurutnya, peluang di dunia edupreneurship sangat terbuka lebar, terutama bagi generasi muda yang berani berinovasi.

“Kemampuan bahasa Inggris yang kuat, jika dipadukan dengan keterampilan manajemen dan kreativitas, akan menjadi kombinasi yang sangat kompetitif di dunia kerja,” pesannya.

Keberhasilannya ini menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA mampu mencetak lulusan yang mandiri, adaptif, dan siap menjadi pemimpin di bidangnya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa dengan ilmu yang bermanfaat, integritas, dan tekad yang kuat, alumni UNUSIDA mampu menembus batas kemungkinan dan menginspirasi generasi selanjutnya untuk terus bergerak maju.

HMTL UNUSIDA Ikut Serta Dalam Webinar Nasional ECOEDU.id (Foto: Istimewa)

Perkuat Literasi Udara Bersih: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Ikuti Webinar Nasional ECOEDU.id

Sidoarjo – Komitmen terhadap penguatan wawasan dan pemahaman teknis dalam bidang pencemaran udara terus diperlihatkan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Sikap tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam Webinar Nasional ECOEDU.id yang bertajuk Inventarisasi Emisi Pencemar Udara. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring oleh PT. Eco Edu Indonesia, pada Kamis, (26/6/2025) melalui Zoom Meeting.

Webinar ini bersifat terbuka untuk umum dan menghadirkan narasumber utama Dosen Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr.Eng. Asep Sofyan, S.T., M.T. Dalam paparannya, Dr. Asep menjelaskan secara mendalam mengenai proses inventarisasi emisi, sebuah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menghitung jumlah emisi pencemar udara dari berbagai sumber, baik bergerak maupun tidak bergerak.

Pakar di bidang pengelolaan kualitas udara tersebut menegaskan bahwa inventarisasi emisi merupakan instrumen vital dalam penyusunan kebijakan pengendalian pencemaran udara, evaluasi efektivitas program lingkungan, serta penyusunan perencanaan jangka panjang untuk pengurangan emisi secara nasional.

Keikutsertaan HMTL UNUSIDA dalam webinar ini merupakan bagian dari program kerja unggulan bertajuk ‘ENVIRO INSIGHT’, yang digagas oleh Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) dan dijalankan secara kolaboratif bersama Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA). Program ini dirancang sebagai forum belajar dan kolaborasi lintas sektor yang mendorong mahasiswa Teknik Lingkungan agar siap menjadi pelaku perubahan menuju masa depan yang hijau dan berkelanjutan.

Kepala Departemen AIR sekaligus penanggung jawab kegiatan, Chalimatus Sa’diyah, menyampaikan bahwa topik webinar sangat relevan dengan materi akademik yang dipelajari mahasiswa Teknik Lingkungan.

“Webinar ini memperkuat pembelajaran kami di kelas, khususnya pada mata kuliah Pencemaran Udara yang diampu oleh Ibu Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang juga merupakan Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah nasional menjadi langkah penting untuk memperkuat literasi lingkungan berbasis data, analisis, dan kebijakan yang komprehensif.

Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi lingkungan. Selain sesi pemaparan, diskusi interaktif dengan narasumber juga menjadi ajang pertukaran ide mengenai tantangan dan peluang membangun sistem inventarisasi emisi yang standar, adaptif, dan responsif terhadap kondisi Indonesia.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan berskala nasional ini, HMTL UNUSIDA tidak hanya memperluas wawasan akademis anggotanya, tetapi juga membangun jejaring strategis dengan komunitas lingkungan hidup di seluruh Indonesia. Diharapkan, kegiatan seperti ini mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya sadar lingkungan, namun juga siap berkontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Pelatihan Blog Kompasiana UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA (Foto: istimewa)

Dorong Semangat Menulis, UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA Gelar Pelatihan Blog Kompasiana

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Unggul Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan menulis blog bertajuk Tulisan Kompasiana (TUMPAS), Ahad (22/6/2025). Kegiatan ini digelar di Ruang 308 Kampus 2 UNUSIDA dan diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.

Pelatihan ini mengusung tema ‘Ngeblog Asik, Ekspresif, dan Produktif’ yang bertujuan untuk mengasah kemampuan menulis kreatif mahasiswa sekaligus mendorong produktivitas dalam dunia digital.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana TUMPAS 2025, Sharla Martiza, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen UKM Mahasiswa Unggul dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan mahasiswa.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi pemantik semangat teman-teman untuk mulai menulis dan berbagi pemikiran melalui blog, tidak hanya untuk kebutuhan akademik, tapi juga sebagai bentuk ekspresi diri yang produktif di era digital,” harapnya.

Tampak suasana akrab dan santai turut mewarnai kegiatan ini dari awal hingga akhir. Kegiatan ini dirancang sebagai pelatihan interaktif yang memadukan teori dan praktik. Peserta diajak memahami pentingnya menulis di era digital, mengenal platform Kompasiana, serta teknik dasar menulis blog yang menarik, informatif, dan sesuai dengan etika media digital.

Para peserta juga diberi kesempatan langsung membuat akun Kompasiana, merancang ide tulisan, hingga menulis dan mempublikasikan konten pertama mereka secara langsung dengan panduan dari narasumber. Nuansa pelatihan terasa hangat dan inspiratif, diselingi tanya jawab dan diskusi pengalaman menulis para blogger aktif.

Ketua UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA yang juga menjadi narasumber, Amita Fatmawatisari Dewi menyampaikan pentingnya memanfaatkan platform digital seperti Kompasiana untuk mengasah keterampilan menulis dan membangun personal branding. Ia menekankan bahwa melalui blog, mahasiswa bisa menyuarakan gagasan, membagikan pengalaman, bahkan membuka peluang kerja sama dan pengembangan karier di dunia konten kreatif.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teknik menulis, tetapi juga memahami bagaimana menulis bisa menjadi alat ekspresi yang efektif, membangun personal branding, dan menciptakan konten yang bermanfaat bagi publik.

“Dengan kegiatan ini, kami harap mampu memberikan dampak positif bagi mahasiswa UNUSIDA, baik dari segi pengembangan keterampilan menulis maupun peningkatan literasi digital,” katanya.

Dewi menjelaskan, melalui kegiatan TUMPAS kali ini, UKM Mahasiswa Unggul membuktikan bahwa menulis bukan hanya keterampilan akademik, tetapi juga medium untuk berbicara, berkarya, dan berdampak.

“Melalui platform digital seperti Kompasiana, mahasiswa diajak untuk tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga penulis aktif yang turut membentuk arus informasi dan perubahan,” pungkasnya.

 

Penulis: Sharla Martiza – UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA (MY)

KH Makki Nasir saat menyampaikan tausiah saat Ngaji Interaktif di Unusida (Foto: Humas Unusida)

Ngaji Interaktif Bersama KH Makki Nasir, Ulas Pentingnya Literasi Syaikhona Kholil Bangkalan

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Ngaji Interaktif dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-101 Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus Unusida Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (31/01/2024).

Kegiatan kali ini diinisiasi oleh Unit Pelaksana Teknis Pengkajian Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) Unusida dengan mendatangkan narasumber yang merupakan Dzurriyyah Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Makki Nasir yang juga sebagai ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan.

Dalam tausiahnya, Kiai Makki menjelaskan tentang pentingnya menjaga sanad keilmuan, dalam literasi Syaikhona Kholil. Sebab, ketika seorang santri hanya membaca literatur atau buku sebagai acuan, tanpa memahami literasi. Maka akan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam memahami informasi atau ilmu di dalamnya.

“Oleh karena itu, literasi sangat diperlukan sebagai rujukan untuk memahami isi dan pesan dalam sebuah kitab karya ulama terdahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman dan bertolak belakang dengan apa yang diciptakan oleh Allah,” jelasnya.

Banyak sekali karya para ulama yang menggunakan istilah atau simbol kedaerahan tempatnya berdakwah. Sedangkan orang-orang yang membaca simbol atau lafadz dalam buku atau kitab tersebut belum tentu mengerti dengan apa yang disampaikan. Maka hal tersebut menjadi tugas guru dalam mengemasnya sesuai adat di setiap daerah, tanpa mengubah makna yang tersirat di dalamnya.

“Orang yang belajar tanpa guru, maka gurunya adalah setan, kenapa? karena dia hanya membaca simbol (kata), tidak membaca pemikiran pengarangnya. Sehingga menafsirkan sesuai dengan apa yang dibaca, tanpa mengenal pengarangnya,” tuturnya.

Ia menyampaikan dalam memahami bahwa tulisan para ulama terdahulu seperti Syaikhona Kholil yang tersebar ke seluruh santri-santrinya dulu merupakan sebuah warisan ulama yang perlu dijaga, dicari dan dilestarikan. Sehingga pentingnya dalam melakukan digitalisasi sesuai perkembangan zaman agar dapat dinikmati dan pelajaran bagi generasi penerus.

“Kita harus menyadari yang sekarang ini dibutuhkan adalah literasi, tidak hanya literatur. Melalui literasi ini kita memahami apa yang kita baca, informasi apa yang kita baca dan apa yang kita tulis,” ujarnya.

Kiai Makki mengatakan, sebagai santri NU harus senantiasa mengingat dan menyebut guru saat berdoa ataupun ketika hendak menyampaikan ilmunya. Selain menjadi cara dalam menjaga sanad keilmuan, juga merupakan adab seorang santri serta berharap keridloan dan keberkahan dari ilmunya. Dengan begitu akan diberikan kemudahan dalam menyerap dan memahami ilmu yang disampaikan.

“Kita beruntung hari ini kita masih dapat nyambung dengan berkirim doa kepada para Waliyullah. Meskipun jasadnya sudah terkubur di bumi, tapi kita masih tersambung melalui ilmunya,” katanya.

Ia menuturkan, mukjizat yang diturunkan oleh Allah pertama kali adalah pemahaman kata. Karena kata adalah simbol yang terkonsep dalam pikiran dan orang bertindak berawal dari pikiran.

Kata merupakan hal yang muncul secara genetik, bukan hasil dari sains ataupun sebuah penelitian. Oleh karena itu, terdapat istilah budi bahasa, kekuatan bahasa, serta kekuatan kata.

“Karena dengan pemahaman kata pasti juga paham akan tindakannya. Ketika genetiknya bagus, maka yang keluar adalah kata-kata yang bagus. Seperti contoh seorang ilmuwan atau ulama di pesantren, maka isi pikiranya akan dituangkan melalui simbol kata-kata yang terangkai kemudian disusun menjadi sebuah buku maupun kitab, itu yang dinamakan takrib,” terangnya.

Kiai Makki menceritakan bahwa Syaikhona Kholil merupakan seorang ulama yang cerdas. Beliau mampu dengan mudah memahami apa yang di pelajari yang kemudian menghasilkan sebuah langkah besar. Seperti membuat menyusun konsep dalam mendidik santri-santrinya hingga menjadi ulama besar yang mendobrak dunia. Ia mengasah pendidikan dengan sistem memanusiakan manusia yang disesuaikan dengan bakat potensi dan karakternya.

Syaikhona Kholil memang tidak menjadi bagian dari muassis (pendiri) NU. Akan tetapi peranya dalam pendirian NU sangat penting sebagai konseptor berdirinya organisasi Islam terbesar saat ini.

“Mari belajar dan berburu dari literasi Syaikhona Kholil tentang bagaimana beliau mampu membangun tatanan sosial kemasyarakatan, pergerakan terorganisir yang begitu hebat, baik secara ulama dan umara dalam menjadikan negara yang kuat,” pungkasnya.

Simak video lengkap ngaji interaktif bersama KH Makki Nasir di Unusida TV

(my)