Pos

Mahasiswa Dikenalkan Visi dan Misi Program Studi Manajemen oleh Kaprodi dalam MANIFEST 2025 (Foto: Hima Manajemen UNUSIDA)

MANIFEST 2025 Jadi Momentum Pengenalan Visi dan Misi Program Studi Manajemen Kepada Mahasiswa

TRAWAS – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) UNUSIDA memberikan penguatan fundamental kepada mahasiswa baru melalui sesi pengenalan visi dan misi Program Studi Manajemen dalam rangkaian kegiatan yang bertajuk Management Family Establishment (MANIFEST) 2025. Kegiatan yang digelar di Villa Pondok Darul Mutta’allimin, Trawas, Mojokerto pada 20–21 Oktober 2025 tersebut menghadirkan Kepala Program Studi Manajemen, Mustaqim, S.E., M.M sebagai narasumber utama.

Dalam penyampaiannya, Mustaqim menegaskan bahwa Program Studi Manajemen UNUSIDA memiliki visi menjadi prodi unggul yang menghasilkan lulusan berkompeten melalui integrasi keilmuan manajemen bisnis, kewirausahaan, dan nilai-nilai Aqidah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah. Visi tersebut menjadi identitas dan fondasi dalam merancang seluruh kebijakan akademik maupun arah pengembangan karakter mahasiswa.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Prodi Manajemen menerapkan sejumlah strategi, di antaranya:

  • Peningkatan mutu pembelajaran melalui metode pengajaran adaptif, kolaboratif, dan berbasis proyek.

  • Penguatan riset yang berdampak, termasuk fasilitasi publikasi jurnal penelitian dan jurnal pengabdian masyarakat melalui Fakultas Ekonomi.

  • Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) yang berorientasi pada manajemen berkelanjutan serta selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya bidang pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak.

Tak hanya itu, Prodi Manajemen juga terus mengembangkan kurikulum yang selaras dengan perkembangan kebutuhan industri dan dunia usaha. Pengembangan tersebut diwujudkan melalui:

  • Pelatihan kepemimpinan dan soft skills manajerial.

  • Penyediaan program sertifikasi kompetensi BNSP untuk meningkatkan daya saing lulusan.

  • Integrasi nilai-nilai keagamaan dan etika profesi dalam seluruh aktivitas akademik dan non-akademik.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teoritis dan praktis, tetapi juga karakter keislaman yang moderat, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Melalui paparan visi dan misi ini, Prodi Manajemen UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang kompeten, moderat, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menjawab tantangan dunia industri, serta tetap berpegang teguh pada identitas keislaman Nahdlatul Ulama.

“Pengenalan visi dan misi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian MANIFEST 2025 dan perjalanan akademik mereka di Prodi Manajemen UNUSIDA,” tandasnya.

Hima Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar MANIFEST 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar MANIFEST 2025: Bangun Harmoni, Kreativitas, dan Kepemimpinan Mahasiswa

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan Management Family Establishment (MANIFEST) 2025 dengan mengangkat tema ‘Manifestasi dalam Harmoni, Menata Langkah dan Mulai Berkreatifitas’. Kegiatan ini digelar pada Kamis–Jumat (20–21/10/2025) di Kampus 2 UNUSIDA dan Villa Pondok Darul Muttaalimin, Selotapak, Trawas, Mojokerto.

Kegiatan MANIFEST 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif HIMA dalam menghadirkan wadah pengembangan diri bagi mahasiswa Manajemen. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti MANIFEST sangat penting untuk memperkuat kompetensi non-akademik mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi kepemimpinan, kreativitas, problem solving, serta ketahanan mental. Sebab sejalan dengan visi dan misi Program Studi, MANIFEST harus menjadi salah satu proses membentuk mahasiswa Manajemen harus menjadi generasi yang adaptif dan berdaya saing.

“MANIFEST bukan hanya kegiatan penyambutan, tetapi sarana strategis untuk mengasah mental, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan problem solving. Ini adalah bagian dari proses pembentukan mahasiswa Manajemen yang unggul dan adaptif,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda berbobot mulai dari materi Mental Health, Problem Solving, Leadership, hingga pelatihan kerja tim. Kegiatan outdoor di Trawas juga dirancang untuk memperkuat kerja sama, kedisiplinan, dan karakter tangguh mahasiswa. Suasana harmonis dan kolaboratif menjadi ciri khas MANIFEST tahun ini.

Ketua HIMA Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar, berharap MANIFEST 2025 dapat menjadi momentum untuk menguatkan rasa kekeluargaan antar-angkatan. Dengan terselenggaranya MANIFEST 2025, Ia berharap tradisi ini dapat terus dilanjutkan sebagai wahana penguatan kapasitas dan karakter mahasiswa, sehingga melahirkan generasi Manajemen UNUSIDA yang kreatif, solutif, dan mampu tampil sebagai pemimpin masa depan.

“Kami ingin seluruh mahasiswa Manajemen semakin solid dan saling mengenal. MANIFEST adalah ruang untuk menata langkah dan mulai berkreativitas bersama. Harmoni dan kebersamaan adalah modal penting untuk membangun organisasi yang kuat,” ungkapnya.

MANIFEST 2025 tidak hanya menghadirkan materi, tetapi juga menjadi ajang pembentukan identitas mahasiswa Manajemen sebagai pribadi yang inovatif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen HIMA Manajemen dalam mendukung pencapaian visi program studi untuk mencetak mahasiswa yang berdaya saing dan berkarakter.

“Semoga kegiatan ini mampu menjadi tradisi akademik yang konsisten mendorong peningkatan soft skill, karakter unggul, serta solidaritas organisasi, agar mahasiswa Manajemen semakin siap menjadi generasi profesional, kreatif, dan kompetitif di masa depan,” harapnya.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si saat membuka UNUSIDA Futsal Competition 2025 di GOR Serbaguna Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor Resmi Buka UNUSIDA Futsal Competition 2025, 32 Tim Siap Bersaing Menjadi yang Terbaik

SIDOARJOUNUSIDA Futsal Competition (UFC) 2025 resmi dibuka oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo pada Sabtu (15/11/2025) di Gedung Serbaguna Komplek Gelora Delta Sidoarjo. Kegiatan bergengsi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNUSIDA Kabinet Infinity ini menjadi ajang kompetisi futsal terbesar yang melibatkan pelajar tingkat SMA/SMK se-Sidoarjo dan wilayah sekitarnya.

Tahun ini, UFC 2025 mencatat antusiasme luar biasa dengan keikutsertaan 32 tim futsal yang siap bersaing menampilkan kemampuan terbaik mereka. Para peserta akan menjalani pertandingan mulai dari babak grup, kemudian dilanjutkan ke fase knock out system, hingga akhirnya bertemu di partai final yang akan menentukan juara UFC 2025 kali ini.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BEM UNUSIDA yang konsisten menghadirkan kegiatan positif dan kompetitif bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang membangun karakter, sportivitas, dan kerja sama tim.

“UFC 2025 bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang tumbuh bagi pelajar untuk belajar disiplin, meningkatkan kemampuan, dan memperluas jaringan pertemanan. UNUSIDA selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi perkembangan pemuda,” ujarnya.

Ketua BEM UNUSIDA Kabinet Infinity, M. Burhanuddin Robbani menambahkan bahwa kompetisi ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mampu melahirkan bakat-bakat baru di dunia futsal. Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi antar pelajar, memperkuat karakter pemuda, dan mendorong minat generasi muda pada olahraga.

Ia menjelaskan bahwa format ini dipilih agar para peserta merasakan pengalaman kompetisi yang lengkap, mulai dari strategi saat liga grup hingga tekanan mental pada pertandingan gugur. Sistem pertandingan ini dirancang untuk memberikan ruang kompetisi yang adil, sekaligus menguji konsistensi dan ketahanan tiap tim dalam menghadapi lawan dari berbagai level.

“Kami ingin setiap tim mendapatkan pengalaman bermain yang maksimal, sekaligus mengasah sportivitas, disiplin, dan mental kompetitif mereka,” ungkapnya.

Dengan dibukanya UNUSIDA Futsal Competition 2025 secara resmi, seluruh tim kini bersiap memberikan yang terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan menampilkan permainan terbaik mereka. UFC 2025 siap menghadirkan pertandingan seru, penuh antusiasme, dan kompetitif hingga babak final yang akan dilaksanakan pada 24 November 2025 mendatang. (MY)

Refleksi Hari Sumpah Pemuda 2025 (Foto: Istimewa)

Refleksi Sumpah Pemuda 2025: Orkestrasi Ego Organisasi Mahasiswa Jalan Menuju Sinergi dan Mutu

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober bukan sekadar momen historis, tetapi refleksi abadi tentang resolusi, semangat, dan persatuan. Di tengah derasnya arus globalisasi dan visi besar Indonesia Emas 2045, semangat persatuan itu harus dihidupkan kembali, terutama di lingkungan kampus, tempat lahirnya calon pemimpin bangsa yang Unggul dan Bermutu.

Momentum sumpah pemuda selalu menjadi ruang reflektif bagi kaum muda Indonesia untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan kemajuan sebagaimana tercermin dalam Sumpah Pemuda 1928. Namun, di era modern, bentuk perjuangan itu tak lagi berupa angkat senjata, melainkan ikhtiar intelektual dan kolaboratif dalam membangun bangsa melalui pendidikan. Bagi mahasiswa, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam kontribusi nyata terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kini berada pada fase penting dalam upaya meraih Akreditasi Institusi Unggul. Capaian awal sudah terlihat, misalnya Program Studi PGSD yang telah meraih Akreditasi Unggul (A) dari LAMDIK sejak 2022. Capaian ini bukan sekadar tanggung jawab struktural pimpinan kampus, tetapi juga bergantung pada mutu mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang menjadi motor penggerak kegiatan non-akademik.

Ego Sektoral: Penghalang Mutu Non-Akademik

Khususnya, Ormawa di UNUSIDA baik BEM, DPM, HIMA, UKM, maupun organisasi eksternal seperti PMII dan IPNU-IPPNU, sejatinya merupakan garda depan pengembangan mutu non-akademik. Namun, ego sektoral sering kali menjadi batu sandungan. Alih-alih berkolaborasi, banyak Ormawa justru sibuk berebut panggung dan menggelar acara serupa tanpa arah yang terukur. Padahal, prestasi nasional dan internasional merupakan indikator langsung bagi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Akreditasi Unggul.

Di banyak kampus, termasuk UNUSIDA, sering muncul fenomena kompetisi internal antar-organisasi, di mana masing-masing berlomba menunjukkan eksistensi pribadi tanpa memperhatikan sinergi dan dampak kolektif terhadap mutu kampus. Akibatnya, energi yang seharusnya diarahkan untuk membangun kemajuan bersama justru terpecah oleh perbedaan orientasi dan kepentingan struktural.

Oleh karena itu, tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan Mutu Mahasiswa secara institusional, yakni melalui penguatan peran Organisasi Mahasiswa (Ormawa) baik intra maupun ekstra kampus.

Orkestrasi Ego: Jalan Menuju Sinergi dan Mutu

Dari sinilah gagasan Orkestrasi Ego menjadi penting. Seperti orkestra musik yang membutuhkan keselarasan instrumen agar menghasilkan harmoni, Ormawa pun perlu menyatukan visi dan program agar menghasilkan dampak nyata bagi kampus.

Orkestrasi ego bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan mengelola perbedaan menjadi kekuatan kolektif. Dengan satu visi bersama, mewujudkan mahasiswa UNUSIDA yang Unggul dan Bermutu. Setiap Ormawa dapat memainkan peran spesifiknya dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  • Dalam Pendidikan, Ormawa intra seperti BEM, HIMA, dan UKM dapat berperan memperkuat soft skill, kepemimpinan, dan literasi digital mahasiswa melalui pelatihan, seminar, serta lomba-lomba inovatif.

  • Dalam Penelitian, kolaborasi lintas prodi dan Ormawa bisa menjadi ruang aktualisasi ide-ide kreatif mahasiswa. Contohnya, sinergi lintas disiplin menghasilkan karya seperti Ecodrone, inovasi yang membawa mahasiswa Unusida meraih Gold Award di International Innovation & Invention Summit 2024 di Polandia. Hal serupa perlu direplikasi oleh Ormawa intra kampus agar kolaborasi lintas bidang menjadi budaya baru.

  • Dalam Pengabdian Masyarakat, Ormawa ekstra kampus seperti PMII dan IPNU-IPPNU telah berperan aktif melalui kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, dan penguatan karakter berbasis nilai Aswaja An-Nahdliyah. PMII dengan fokus pada nalar kritis dan advokasi sosial, serta IPNU-IPPNU dengan kekuatan kaderisasi dan nilai Aswaja An-Nahdliyah, harus diorkestrasi menjadi kekuatan soft skill mahasiswa UNUSIDA: kritis, berkarakter, dan beretika.

Ketiga ranah ini, bila diorkestrasi dengan baik, akan memperkuat posisi mahasiswa sebagai pelaku Tri Dharma sejati, tidak hanya akademis, tetapi juga sosial dan moral.

Satu Visi, Tujuh Aksi, Tunggal Dedikasi

Penyelarasan seluruh program Ormawa dirasa sangat penting agar bergerak dalam harmoni menuju satu tujuan: meningkatkan mutu dan capaian prestasi mahasiswa. Refleksi Sumpah Pemuda 2025 di Unusida menegaskan pentingnya satu kesepahaman bersama:

“Satu Visi: Unggul dan Bermutu 2026; Tujuh Aksi Terkoneksi; Tunggal Dedikasi demi Akreditasi Unggul.”

Untuk mewujudkan Visi Unggul dan Bermutu, Ormawa UNUSIDA perlu menjalankan Tujuh Aksi strategis, yaitu:

  1. Peningkatan Prestasi Nasional & Internasional

  2. Peningkatan Kualitas Kepemimpinan & Manajerial

  3. Penguatan Riset Mahasiswa

  4. Pengembangan Pengabdian Masyarakat

  5. Penciptaan Start-up dan Kewirausahaan

  6. Penguatan Jejaring Alumni & Industri

  7. Penguatan Karakter Ke-NU-an

Setiap aksi harus diukur dengan data luaran konkret dan kontribusinya terhadap mutu mahasiswa. Jika seluruh Ormawa bergerak dalam tujuh poros aksi tersebut, maka setiap kegiatan akan memiliki nilai terukur terhadap IKU dan secara langsung mendukung mutu institusi.

Dalam hal ini, upaya kampus melalui pelaksanaan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) yang menekankan pada manajemen dan pengukuran kinerja pengurus Ormawa harus menjadi fondasi nyata dalam penerapan program. Orkestrasi ego memastikan pelatihan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi diterapkan di lingkungan kampus dan masyarakat.

Pemimpin sebagai Dirigen Perubahan

Pemimpin Ormawa dituntut menjadi dirigen, bukan rival. Mereka harus menundukkan ego pribadi dan struktural untuk membangun harmoni kolektif. Inilah makna Tunggal Dedikasi: komitmen moral untuk menomorsatukan mutu kader dan prestasi lembaga di atas popularitas pribadi.

Pemimpin Ormawa bukan sekadar pengatur agenda, tetapi dirigen perubahan yang mampu menyatukan potensi individu menjadi kekuatan kolektif. Mereka harus memiliki kecerdasan emosional, visi strategis, dan integritas moral agar dapat menengahi konflik antar organisasi serta menjaga fokus pada misi akademik dan sosial kampus.

Pemimpin yang mampu mengorkestrasi ego adalah mereka yang memiliki kecerdasan emosional, integritas, dan kenegarawanan. Mereka bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi penggerak peradaban kampus.

Setiap kegiatan mahasiswa seharusnya menjadi perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi:

  • Pendidikan yang melahirkan insan cendekia berkarakter,

  • Penelitian yang berorientasi pada solusi sosial dan inovasi teknologi,

  • Pengabdian masyarakat yang memperkuat nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Dengan semangat itu, kegiatan mahasiswa tidak lagi sebatas acara seremonial, tetapi bagian dari ekosistem mutu kampus yang berkelanjutan.

Jika seluruh Ormawa, baik Intra maupun Ekstra Kampus mampu menerapkan model Satu Visi, Tujuh Aksi, Tunggal Dedikasi, maka Unusida akan menjadi model kampus NU unggulan dalam mencetak Pemuda Unggul Bermutu yang siap bersaing di level nasional dan global.

Refleksi Spirit Sumpah Pemuda

Pada momentum Sumpah Pemuda 2025, mari seluruh Ormawa UNUSIDA berseru dalam satu irama:

“Jadilah Dirigen atas dirimu sendiri. Rangkul perbedaan, reduksi ego, dan ciptakan simfoni program yang harmonis demi mutu tertinggi mahasiswa Unusida.”

Spirit Sumpah Pemuda 1928 mengajarkan bahwa persatuan bukanlah keseragaman, melainkan komitmen untuk berjalan dalam arah yang sama. Dalam konteks Ormawa, hal itu berarti mengubah pola pikir “siapa yang paling unggul” menjadi “bagaimana kita bisa unggul bersama”.

UNUSIDA memiliki semua modal menuju hal itu. Mulai SDM potensial, prestasi nasional dan internasional, serta nilai-nilai ke-NU-an yang menjadi fondasi moral. Yang dibutuhkan kini hanyalah orkestrasi ego agar setiap potensi berjalan seirama menuju kampus Unggul dan Bermutu. Sekaligus mewujudkan cita-cita besar: Mahasiswa Unggul Bermutu, Pemimpin Bangsa Masa Depan.

Penulis; Achmad Wahyudi (MY)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Kegiatan AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa (Foto: Himaksi UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar AKSARA, Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar kegiatan bertajuk AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) dengan tema ‘Fortes Una Familia’ yang berarti ‘Kuat dalam Satu Keluarga’. Kegiatan ini berlangsung di lantai 4 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025) pagi.

Acara tersebut menjadi wadah silaturahmi dan penguatan rasa kebersamaan antar mahasiswa Akuntansi lintas angkatan, khususnya antara mahasiswa baru 2025 dan angkatan 2024. Melalui kegiatan ini, HIMAKSI berupaya membangun solidaritas, karakter, dan semangat kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi.

Ketua pelaksana Ariesta Maherani Laksono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan AKSARA bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Semangat satu rasa menjadi fondasi penting agar mahasiswa Akuntansi dapat berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal kepribadian dan kepedulian. Melalui AKSARA, kami ingin memperkuat hubungan emosional dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan kampus,” ujarnya.

Acara turut dihadiri oleh Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, Kaprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M.

aprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa HIMAKSI yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kolaborasi positif antar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti AKSARA menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Akuntansi memiliki energi besar untuk tumbuh dalam semangat akademik dan kekeluargaan.

Beragam agenda menarik turut memeriahkan kegiatan, mulai dari permainan kelompok, sesi refleksi, hingga sharing experience antar angkatan. Suasana hangat dan penuh tawa menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan ini dalam mempererat hubungan antar mahasiswa.

Selain itu, panitia juga menyisipkan sesi motivasi yang menanamkan nilai-nilai organisasi dan makna kebersamaan di HIMAKSI, agar mahasiswa lebih memahami filosofi dan tujuan dari setiap kegiatan yang dijalankan.

Ketua HIMAKSI, M. Agiel Putra Regianto, menegaskan bahwa semangat kekeluargaan merupakan kekuatan utama HIMAKSI. Ia berharap kegiatan AKSARA dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilestarikan dan membawa semangat baru demi kemajuan mahasiswa Akuntansi UNUSIDA di masa mendatang.

Dengan semangat satu jiwa, satu rasa, mahasiswa Akuntansi UNUSIDA membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan akademik yang solid, inspiratif, dan berdaya saing.

“Melalui Fortes Una Familia, mahasiswa Akuntansi harus terus menjaga kekompakan dan menjadikan HIMAKSI sebagai rumah kedua yang menumbuhkan semangat belajar dan berorganisasi. Satu jiwa, satu rasa, Akuntansi luar biasa!,” pungkasnya.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan di Dapur Umum Musibah Ambruknya Bangunan Pesantren Al Khoziny (Foto: MAPALA UNUSIDA)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan Dapur Umum di Lokasi Musibah Pesantren Al Khoziny Buduran

SIDOARJO – Musibah ambruknya salah satu bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) lalu tidak hanya menyisakan kepanikan di kalangan santri dan pengurus, tetapi juga memunculkan gelombang kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang sigap hadir sebagai relawan di dapur umum.

Sejak kabar musibah tersebar, puluhan anggota MAPALA UNUSIDA langsung berkoordinasi dan memutuskan terjun ke lokasi. Mereka tidak hanya fokus pada evakuasi korban, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para santri, khususnya makanan, tetap terpenuhi. Para mahasiswa pecinta alam itu bekerja sama dengan pengurus pesantren, warga, dan tim tanggap darurat lain untuk mengolah logistik, memasak, hingga mendistribusikan makanan bagi santri, relawan, dan aparat yang berjibaku di lapangan.

Suasana kebersamaan terasa ketika mahasiswa dengan penuh semangat mengaduk panci besar, menyiapkan nasi bungkus, hingga membagikan air minum. Bahkan sebagian dari mahasiswa juga ikut mendata kebutuhan logistik agar aliran bantuan tepat sasaran.

Pembina MAPALA UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa di dapur umum adalah wujud nyata pengabdian sosial sekaligus pembelajaran karakter.

“Mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada aktivitas akademik, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Membantu di dapur umum bukan perkara sepele, ini adalah kerja kemanusiaan yang memastikan semua pihak memiliki energi untuk bertahan. Saya bangga anak-anak MAPALA UNUSIDA mampu menjalankan tugas dengan semangat, disiplin, dan kepedulian,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua MAPALA UNUSIDA, Reza Sujali, menambahkan bahwa peran di dapur umum sama pentingnya dengan evakuasi di lapangan. Keterlibatan MAPALA UNUSIDA dirasakan langsung oleh pesantren dan para santri. Kebutuhan pangan tetap terpenuhi meski kondisi penuh keterbatasan, sehingga relawan lain dapat fokus pada evakuasi.

“Kami sadar tidak semua orang bisa langsung terlibat dalam evakuasi, tetapi semua orang butuh makan untuk bertahan. Karena itu kami memilih fokus juga di dapur umum, menyiapkan makanan bagi santri, relawan, dan aparat. Dari sinilah semangat gotong royong terus hidup,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Kamis (2/10/2025).

Mahasiswa Prodi Teknik Industri tersebut menjelaskan, melalui aksi sederhana tetapi vital ini, MAPALA UNUSIDA membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan dalam teori, melainkan juga garda kemanusiaan di lapangan. Pengalaman ini menjadi ruang belajar berharga untuk melatih kedisiplinan, kerjasama tim, dan kepekaan sosial, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus, pesantren, dan masyarakat.

Ia berharap dapat terus menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong, sesuai dengan jati diri mahasiswa dan spirit Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi landasan UNUSIDA.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban para korban dan menunjukkan bahwa mahasiswa juga memiliki peran sosial dalam setiap musibah kemanusiaan,” pungkasnya. (MY)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Pagar Nusa Championship Vol. 2 dengan mengusung tema ‘Seni dalam Kendali: Menjaga Tradisi Mewujudkan Prestasi’. Kejuaraan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (24–25/9/2025) di GOR Serbaguna Sidoarjo dan diikuti puluhan kontingen dari berbagai daerah.

Perwakilan Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sidoarjo, Muhammad Khoiri, yang memberikan apresiasi tinggi kepada panitia. Ia menegaskan bahwa terselenggaranya event ini adalah buah dari komitmen dan semangat yang luar biasa, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Kami bangga dengan kerja keras panitia. Perjuangan ini tidak mudah, tapi semangat dan pengorbanan mereka patut menjadi teladan bagi para atlet dan peserta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaprodi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga atas inisiatif mahasiswa menggelar kejuaraan pencak silat berskala besar di luar kegiatan akademik rutin.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar pesilat, pelatih, dan komunitas Pagar Nusa. Ia berharap, event ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjaga tradisi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada HIMA Manajemen yang mampu melaksanakan event ini untuk kedua kalinya. Semoga bisa menjadi agenda berkelanjutan, bahkan berkembang ke edisi berikutnya dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Kejuaraan ini juga dihadiri Nur Yahya, Dewan Pendekar Pagar Nusa Jawa Timur, serta para pelatih dan pendamping dari berbagai kontingen. Pertandingan digelar dalam berbagai kategori mulai dari Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa.

Lebih lanjut, Ketua HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar mengungkapkan bahwa persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, berkat kerja keras panitia, dukungan dari kampus, serta semangat luar biasa para atlet dan pelatih, acara ini bisa berjalan sukses hingga akhir.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, semoga Pagar Nusa Championship berikutnya bisa lebih meriah dan bermanfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

Juara Umum Pagar Nusa Championship Vol. 2

  • Juara 1: Padepokan Bina Bangsa Surabaya – 21 Emas, 8 Perak, 11 Perunggu,

  • Juara 2: CR Club – 14 Emas, 6 Perak, 3 Perunggu,

  • Juara 3: Harmoni Club – 5 Emas, 4 Perak, 3 Perunggu. (MY)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2025 (Foto: Himaksi UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2025: Ajang Sportivitas dan Pengembangan Bakat Pelajar se-Jawa Timur

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan HIMAKSI Badminton Cup (HBC) 2025, yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (8–10/9/2025) lalu, di GOR Badminton Langgeng Jaya, Sidoarjo.

Turnamen berskala regional ini diikuti oleh 133 peserta dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA/K se-Jawa Timur, menunjukkan antusiasme tinggi dari kalangan pelajar dalam dunia olahraga, khususnya bulu tangkis.

Ketua pelaksana, Nabil Muhammad Balya, menjelaskan bahwa HBC 2025 merupakan bagian dari realisasi program kerja HIMAKSI yang bertujuan mengembangkan potensi generasi muda, khususnya dalam bidang non-akademik. Dengan mengusung tema ‘Ready, Set, Smash!’, turnamen ini ingin menyampaikan semangat kesiapan, determinasi, dan keberanian menghadapi tantangan. Nilai-nilai sportivitas dan kompetisi sehat menjadi sorotan utama dalam setiap pertandingan yang digelar.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi terbuka dengan mengusung fair play, tapi juga ruang aktualisasi diri bagi para pelajar,” ungkap Nabil.

HBC 2025 dibagi dalam dua kelompok usia, yakni tingkat SMP dan SMA, dengan empat nomor pertandingan di masing-masing tingkatan: Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, dan Ganda Campuran. Pertandingan menggunakan sistem ‘Best of Three‘, di mana pemenang ditentukan melalui dua kemenangan dari maksimal tiga set.

Setiap kategori akan menghasilkan Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 Bersama, sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan usaha peserta yang telah tampil maksimal.

Adam, salah satu panitia HBC 2025, mengakui bahwa pelaksanaan acara ini tidak lepas dari tantangan, mulai dari koordinasi peserta lintas daerah, penyusunan jadwal pertandingan yang padat, hingga teknis pelaksanaan yang menuntut ketelitian. Namun, berkat soliditas dan kerja sama tim panitia, semua tantangan berhasil dilalui dengan baik.

Kesuksesan HBC 2025 juga didukung oleh sejumlah sponsor, antara lain: PT Telekomunikasi Seluler, PT Amerta Indah Otsuka, GOR Badminton Langgeng Jaya, PT Oh My Skin, CV Cipta Karya Medika, PDAM Delta Tirta Sidoarjo, PT Indofood, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Adam menyampaikan harapan agar HBC bisa menjadi agenda tahunan HIMAKSI. Dengan dukungan berbagai pihak ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan seperti HBC memiliki nilai penting dalam pengembangan generasi muda melalui olahraga.

“Ajang ini bisa menjadi jembatan silaturahmi, media ekspresi, dan tempat tumbuhnya bibit-bibit atlet muda dari Jawa Timur,” ujarnya.

HIMAKSI UNUSIDA juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi agar kualitas pelaksanaan semakin baik dan partisipasi semakin luas di masa mendatang. Menurutnya, HBC 2025 tidak hanya menjadi turnamen olahraga semata, tetapi juga simbol semangat perjuangan, solidaritas, dan aktualisasi diri generasi muda.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Hima Teknik Lingkungan UNUSIDA Turut Serta dalam Ganeca Talks Series II 2025 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

Perluas Wawasan Teknis, HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Kolaboratif dalam Ganeca Talks Series II

SIDOARJO – Upaya membangun pemahaman teknis sekaligus regulatif dalam pengelolaan lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antar institusi. Hal ini tercermin dalam kegiatan Ganeca Talks Series II bertema ‘Dari Regulasi ke Realisasi: Pertek untuk Pemanfaatan dan Pembuangan Air Limbah’ yang diselenggarakan secara nasional dan daring melalui Microsoft Teams pada Kamis (17/07/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, praktisi, hingga akademisi lingkungan ini turut menghadirkan partisipasi aktif Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kehadiran HIMA TL UNUSIDA merupakan bagian dari program unggulan Enviro Insight. Hasil gagasan Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) dan dilaksanakan sinergis bersama Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA).

Dalam forum ini, HIMA TL UNUSIDA berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services, lembaga riset dan konsultasi lingkungan berbasis di Bandung yang berdiri sejak 2014 dengan pendiri dari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memperkuat relevansi pembelajaran mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja di bidang lingkungan.

Kepala Departemen AIR HIMA TL UNUSIDA, Chalimatus Sa’diyah, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini. Menurutnya, semangat keterbukaan dan kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas edukasi serta literasi lingkungan di bidang keinsinyuran.

“Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami isu nyata di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan teknis lingkungan. Dari sini, wawasan akademik kita terhubung langsung dengan praktik profesional,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Forum ilmiah ini menghadirkan dua narasumber dari PT. Ganeca Environmental Services, yakni Aditia Adyanugraha Arfan, S.T. dan Nur Latifa Ristiaramdani, S.T.. Keduanya memaparkan secara rinci tentang Persetujuan Teknis (PERTEK) dalam pemanfaatan dan pembuangan air limbah. Materi yang disampaikan mencakup dinamika implementasi regulasi di lapangan, tantangan administratif, hingga pendekatan teknis yang sesuai dengan persyaratan pemerintah.

Para peserta memperoleh wawasan konkret mengenai peran PERTEK, yang bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga instrumen penting untuk menjamin kegiatan pengelolaan air limbah berjalan dengan prinsip kehati-hatian, kepatuhan, dan standar teknis yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Diskusi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor industri, konsultan, dan pemerintah dalam memastikan tata kelola air limbah yang efektif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual mahasiswa untuk memahami aspek teknis dan kebijakan secara langsung dari para praktisi. Dengan pendekatan edukatif yang praktis, Ganeca Talks Series II berhasil mempertemukan dunia akademik dan profesional dalam satu forum yang bermakna.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Chalimatus Sa’diyah menegaskan visinya sebagai komunitas akademik yang aktif membangun kolaborasi eksternal demi penguatan kapasitas internal. Ia mengaku sangat terbuka dan tidak melewatkan berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services dalam forum ini. Ia berharap dapat berlanjut dalam forum-forum edukatif lainnya di masa mendatang.

“Keterlibatan HIMA TL UNUSIDA dalam Ganeca Talks Series II bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan kolektif dalam memperjuangkan tata kelola lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Bangun Komunikasi dan Sinergi, BEM FT UNUSIDA Gelar Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa

SIDOARJO — Upaya penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan terus dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui kegiatan bertajuk ‘Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa’. Agenda ini digelar di Ruang Auditorium Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Ahad (22/6/2025) lalu.

Dengan mengusung tema ‘Aspirasi Mahasiswa Meningkatkan Kinerja Organisasi’, kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi pengurus dan anggota organisasi mahasiswa di lingkup Fakultas Teknik, yang meliputi BEM FT, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK).

Ketua Pelaksana, Ikhbal Sifa’ Unnas yang juga Koordinator Departemen Pengembangan SDM BEM FT UNUSIDA membuka forum dengan paparan evaluatif. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang cair namun terarah di antara pimpinan ormawa.

“Kinerja kolektif lahir dari pola pikir kolaboratif. Setiap ormawa butuh ekosistem komunikasi yang sehat,” ungkap Ketua HIMA Teknik Industri 2024 tersebut.

Sementara itu, Ketua BEM FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha, menyoroti pentingnya promosi dan eksistensi ormawa. Ia menyampaikan rencana integrasi media sosial dan website Fakultas Teknik sebagai kanal publikasi resmi, yang akan difasilitasi oleh Biro Humas UNUSIDA nantinya.

Ketua HMTI UNUSIDA, Yongki Syaputra mengungkapkan aspirasi tentang perlunya membangkitkan kembali minat mahasiswa berorganisasi. Ia  mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa adalah ruang belajar yang partisipatif, bukan instansi profesional dengan tuntutan absolut.

“Organisasi harus menarik dan inklusif. Kita perlu pendekatan baru agar mahasiswa merasa butuh dan nyaman untuk terlibat,” ujarnya.

Senada, Ketua HMTL UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho, menggarisbawahi perlunya perbaikan komunikasi dalam perekrutan kepanitiaan. Sementara Wakil Ketua HMTK UNUSIDA, Ulil Najwa, mengusulkan pelatihan soft skill digital untuk mendukung promosi ormawa di media sosial.

“Terlebih di Fakultas Teknik, dengan SDM yang terbatas, fleksibilitas dan kesadaran kolektif sangat penting sekali,” tegasnya.

Dengan semangat keterbukaan dan evaluasi bersama, forum ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA yang lebih komunikatif, solutif, dan adaptif terhadap dinamika mahasiswa masa kini. (MY)