Pos

BEM FKIP UNUSIDA Gelar GARASI 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FKIP UNUSIDA Gelar GARASI 2026, Wadah Dialog Aspiratif Mahasiswa dan Dosen

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Gapai Aspirasi (GARASI) sebagai wadah dialog terbuka antara mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A, Kamis (5/3/2026).

Ketua BEM FKIP UNUSIDA, Zakiyatul Fakhiroh menyampaikan bahwa GARASI merupakan ruang dialog yang bertujuan menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan pihak fakultas. Melalui forum ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, kritik, maupun saran yang membangun demi terciptanya lingkungan akademik yang lebih baik dan kondusif.

Menurutnya, forum dialog seperti GARASI menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, maupun masukan secara terbuka dan konstruktif. Aspirasi yang disampaikan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama demi kemajuan fakultas serta peningkatan kualitas proses pembelajaran.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi, menyampaikan aspirasi mahasiswa, sekaligus membangun sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Fakultas,” jelasnya.

Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran jajaran dosen FKIP serta perwakilan mahasiswa dari 2 program studi. Menurutnya, kehadiran para dosen menunjukkan komitmen bersama dalam mendengarkan, memahami, serta menindaklanjuti berbagai aspirasi dan masukan dari mahasiswa terkait proses akademik, fasilitas pembelajaran, maupun pengembangan kegiatan kemahasiswaan.

Kegiatan berjalan dengan sesi diskusi dan penyampaian aspirasi mahasiswa. Dalam sesi tersebut, berbagai isu dan masukan disampaikan secara terbuka, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kegiatan organisasi mahasiswa, hingga harapan terhadap fasilitas penunjang kegiatan akademik di lingkungan fakultas.

Para dosen FKIP yang hadir memberikan tanggapan positif sekaligus apresiasi atas keberanian dan kepedulian mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi mereka. Diskusi berlangsung dengan suasana yang hangat, penuh keakraban, serta dilandasi semangat keterbukaan.

Tidak hanya memberikan tanggapan, para dosen juga berbagi pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa FKIP tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembelajaran bersama dalam membangun budaya akademik yang sehat dan demokratis.

Ia berharap, kegiatan GARASI 2026 kaali ini dapat menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat hubungan antara mahasiswa dan dosen. Dengan adanya forum dialog seperti ini, aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan secara konstruktif dan menjadi bahan evaluasi bersama demi kemajuan Fakultas.

Zakiya menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara mahasiswa dan dosen merupakan salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan produktif. Dengan adanya forum aspirasi seperti GARASI, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta didik, tetapi juga turut berperan aktif dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan institusi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan GARASI juga menjadi momentum untuk membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi di lingkungan kampus. Sinergi antara mahasiswa dan dosen dinilai sangat penting dalam menciptakan suasana akademik yang aspiratif, partisipatif, dan progresif.

“Melalui kegiatan GARASI ini kami berharap aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik dan menjadi bahan evaluasi bersama untuk kemajuan Fakultas bersama,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Fikull

UKM MAPANUSIDA Gelar Aksi “Hiking & Planting Trees” di Gunung Bekel (Foto: UKM MAPANUSIDA)

UKM MAPANUSIDA Gelar Hiking & Planting Trees di Gunung Bekel, Gaungkan Komitmen Konservasi

MOJOKERTO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (MAPANUSIDA) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Hiking & Planting Trees Gunung Bekel dengan tema ‘Simfoni Rimba: Mendaki dalam Sunyi, Menanam untuk Esok yang Berseri, Ahad (15/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Gunung Bekel dengan ketinggian 1238 MDPL yang diakses melalui jalur Jolotundo.

Ketua UKM MAPANUSIDA, Muhammad Reza Sujali yang akrab disapa Randu, memimpin langsung rombongan menuju kaki Gunung Bekel. Ia menjelaskan Gunung Bekel dipilih sebagai ruang belajar ekologis sekaligus laboratorium lapangan bagi belasan mahasiswa pecinta alam yang turut ambil bagian.

Kegiatan Hiking & Planting Trees Gunung Bekel ini menjadi refleksi bahwa gerakan mahasiswa pecinta alam tidak berhenti pada romantisme pendakian, tetapi bertransformasi menjadi aksi konservasi yang konkret. Dalam sunyi rimba, para mahasiswa belajar tentang disiplin, solidaritas, dan tanggung jawab ekologis. Simfoni rimba yang mereka gaungkan hari itu bukan sekadar gema langkah di lereng gunung, melainkan komitmen untuk menanam harapan bagi esok yang lebih berseri.

Dalam briefing singkat sebelum pendakian dimulai, Reza menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mencapai puncak, melainkan merawat proses. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai pendakian rutin, tetapi juga sebagai pernyataan sikap generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata menanam pohon.

“Gunung bukan hanya untuk ditaklukkan, tetapi untuk dipahami. Setiap langkah adalah refleksi, dan setiap pohon yang kita tanam adalah janji untuk masa depan,” ungkapnya.

Pendakian dimulai melalui jalur Jolotundo yang dikenal memiliki kontur menanjak dengan vegetasi hutan yang masih terjaga. Langkah demi langkah ditempuh dengan ritme teratur, sesekali diiringi diskusi ringan mengenai ekosistem pegunungan dan tantangan konservasi.

Di sepanjang jalur pendakian hingga mendekati puncak, puluhan pohon buah ditanam secara bertahap oleh para peserta. Aksi ini dirancang sebagai upaya sederhana namun berkelanjutan untuk mendukung ketersediaan vegetasi produktif yang kelak dapat memberi manfaat ekologis maupun ekonomis bagi lingkungan sekitar. Tanah digali dengan penuh kesadaran, bibit ditanam dengan kehati-hatian, lalu ditutup kembali seolah menyimpan harapan dalam sunyi rimba.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mukhammad Dimas Alamsyah yang akrab disapa Ngerong, ketua pertama UKM MAPANUSIDA periode 2025. Kehadirannya menjadi simbol kesinambungan semangat organisasi dari generasi ke generasi. Dalam sela perjalanan, Dimas menyampaikan refleksinya mengenai pentingnya konsistensi gerakan pecinta alam di lingkungan kampus.

“Menjadi pecinta alam berarti siap menjaga komitmen, bukan hanya ketika ramai dibicarakan, tetapi juga ketika sunyi. Gunung Bekel hari ini mengajarkan kita bahwa kontribusi kecil yang dilakukan bersama dapat memberi dampak besar,” tuturnya.

Sesampainya di puncak Gunung Bekel 1238 MDPL, rasa lelah seketika terbayar oleh panorama alam yang terbentang luas dari ketinggian. Hamparan hijau perbukitan, siluet pegunungan di kejauhan, dan semilir angin yang berembus lembut menghadirkan pengalaman kontemplatif yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Para peserta beristirahat, menikmati bekal sederhana yang dibawa dari bawah, serta mengabadikan momen melalui sesi foto bersama dengan latar lanskap yang memukau. Kebersamaan di puncak bukan hanya tentang capaian geografis, melainkan tentang kesadaran kolektif bahwa perjalanan dan tujuan dapat berjalan seiring ketika dilandasi nilai kepedulian.

UKM METAFORA UNUSIDA Gelar Gelar Diklat “Immersion III – Unlock Your Vision” (Foto: UKM METAFORA UNUSIDA)

UKM METAFORA UNUSIDA Sukses Gelar Diklat Immersion III, Perkuat Skill Fotografi dan Videografi Mahasiswa

MOJOKERTO – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi dan Videografi METAFORA Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bertajuk Immersion III – Unlock Your Vision di Villa Wildan 1, Pacet, Mojokerto, Rabu-Kamis (11–12/2/2026).

Ketua UKM METAFORA UNUSIDA, Aubrey Evrilia, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para anggota untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus membangun identitas profesional di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif.

“Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam penguatan kapasitas anggota di bidang fotografi, videografi, sekaligus pengembangan personal branding di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan media sosial dan platform digital saat ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menampilkan karya dan membangun portofolio secara luas. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan teknis pengambilan gambar dan penyuntingan video, tetapi juga kemampuan membangun citra diri yang profesional dan konsisten.

Melalui kegiatan ini, Aubrey berharap UKM METAFORA dapat terus melahirkan insan kreatif yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi di dunia industri kreatif, khususnya dalam bidang fotografi dan videografi.

“Kami ingin anggota METAFORA tidak hanya aktif di internal kampus, tetapi juga mampu bersaing dan berkarya di tingkat yang lebih luas. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, kami berkomitmen untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang multimedia serta industri kreatif berbasis digital,” tambahnya.

Diklat Immersion III menghadirkan sejumlah pemateri profesional yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Putra Uji Deva Satrio, S.Sn., M.Sn. yang membahas penerapan komposisi dan movement kamera. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik pengambilan gambar dengan memperhatikan framing, angle, serta dinamika pergerakan kamera agar menghasilkan visual yang lebih hidup dan komunikatif.

Selanjutnya, materi tentang Personal Branding disampaikan oleh Ragil Noviyanti, M.I.Kom. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun citra diri yang kuat, konsisten, dan profesional, terutama bagi content creator dan praktisi media kreatif. Ia menekankan bahwa di era digital, identitas personal menjadi aset penting dalam membangun kepercayaan dan peluang kolaborasi.

Materi ketiga diisi oleh Arinil Haq Salsabila, S.Ds. yang mengupas dunia content creator secara komprehensif. Mulai dari proses kreatif, menjaga konsistensi produksi konten, hingga strategi menghadapi dinamika perkembangan media sosial yang terus berubah. Peserta diajak memahami bahwa kreativitas perlu dibarengi dengan manajemen konten yang matang.

Sementara itu, sesi teknis mengenai pencahayaan dan pengolahan visual dibawakan oleh Habib Maulana Syah, S.Ds. bersama Ferdy Arianto, S.Ds. Keduanya menyampaikan materi tentang pengenalan lighting dan editing untuk foto maupun video. Peserta mempelajari teknik dasar pencahayaan untuk menciptakan mood dan karakter visual, serta proses editing guna memaksimalkan kualitas karya agar tampak lebih profesional.

Seluruh rangkaian materi dalam Immersion III dikemas dengan metode praktik langsung. Pendekatan aplikatif ini memungkinkan peserta untuk langsung mengasah keterampilan serta mengimplementasikan teori yang telah dipelajari.

Sebagai penutup, kegiatan ini menghadirkan sesi sarasehan yang menjadi ruang apresiasi sekaligus evaluasi konstruktif. Dalam sesi tersebut, setiap peserta mempresentasikan karya yang telah dibuat selama diklat. Diskusi dan masukan yang diberikan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas karya serta memperkuat karakter visual masing-masing anggota.

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026 (Foto: @himamasda)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Menyusun Strategi Proposal PPK ORMAWA secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’ dan diikuti oleh anggota organisasi kemahasiswaan (Ormawa) UNUSIDA yang telah terbentuk dalam kelompok untuk mempersiapkan diri mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) 2026.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa partisipasi dalam PPK ORMAWA merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat secara nyata.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam program ini berpotensi menjadi alternatif pengganti kegiatan KKN di masa mendatang, sehingga mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan proposal dengan serius dan optimal.

Sementara itu, Ketua Himaprodi Manajemen, Luqmanul Hakim, mengatakan bahwa kegiatan menunjukkan komitmen HIMA Manajemen UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan serta mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

“Webinar ini menjadi wadah strategis bagi para anggota Ormawa untuk memahami secara komprehensif pedoman terbaru PPK ORMAWA 2026, mulai dari perencanaan program hingga penyusunan proposal yang sesuai ketentuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, narasumber utama Medya Ayunda Fitri, M.T. yang memaparkan latar belakang PPK ORMAWA 2026 beserta perubahan kebijakan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 hanya terdapat delapan topik utama yang dapat dipilih, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dan setiap topik memiliki deskripsi yang harus diuraikan secara rinci dalam proposal.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami kondisi dan permasalahan desa mitra sebelum merancang program kerja. Peserta juga diberikan arahan teknis penyusunan proposal, di antaranya ketentuan judul maksimal 20 kata agar tetap singkat, padat, dan bermakna, serta penyusunan jadwal kegiatan yang harus mengikuti pedoman resmi agar rencana program lebih terstruktur dan realistis. Dalam proses pemilihan desa mitra, akan dilakukan proses seleksi sehingga tidak diperkenankan adanya kesamaan desa dalam satu universitas guna memastikan pemerataan program.

“Mahasiswa harus memahami terlebih dahulu permasalahan yang ada di desa mitra sebelum merancang program. Program yang disusun harus relevan dengan kebutuhan desa,” jelas Dosen Teknik Kimia tersebut.

Webinar yang berlangsung interaktif ini memberikan pemahaman mendalam bagi anggota Ormawa UNUSIDA dalam menyusun proposal yang sistematis, inovatif, dan kompetitif. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap kelompok mampu merancang program yang tidak hanya memenuhi standar seleksi nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam transformasi sosial dan ekonomi masyarakat desa mitra.

HIMA PGSD UNUSIDA Gelar LENTERA 2026, Orientasi Jurusan Perdana bagi Calon Pendidik Bangsa 1

HIMA PGSD UNUSIDA Gelar LENTERA 2026, Orientasi Jurusan Perdana bagi Calon Pendidik Bangsa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo sukses menggelar acara orientasi jurusan perdana bertajuk LENTERA, Ahad (15/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 5 Kampus UNUSIDA di Sidoarjo, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa angkatan 2025 untuk memulai langkah sebagai calon pendidik bangsa.

Dengan mengusung tema ‘Menghidupkan Nilai Luhur Pendidikan Dasar dalam Langkah Awal Calon Pendidik Bangsa’, kegiatan ini menghadirkan perpaduan antara penguatan akademik dan pembentukan karakter. Peserta tidak hanya menerima materi mendalam mengenai ke-PGSD-an, tetapi juga dibekali sesi motivasi untuk menumbuhkan rasa bangga dan dedikasi terhadap profesi guru sekolah dasar.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA PGSD) UNUSIDA, Zafrina Jihan Sajida, menegaskan pentingnya peran mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.

Hal tersebut ia sampaikan dalam salah satu kegiatan kemahasiswaan PGSD UNUSIDA yang diikuti mahasiswa lintas angkatan. Menurutnya, organisasi mahasiswa menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skills, kepemimpinan, serta kemampuan kolaborasi yang akan sangat dibutuhkan ketika terjun ke dunia pendidikan.

“Mahasiswa PGSD bukan hanya belajar menjadi guru di dalam kelas, tetapi juga harus belajar menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui organisasi, kita dilatih untuk bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Zafrina juga menekankan bahwa HIMA PGSD UNUSIDA berkomitmen menghadirkan program kerja yang inovatif dan bermanfaat bagi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter. Ia berharap seluruh mahasiswa PGSD dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar perkuliahan formal.

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap profesi guru sekolah dasar, mengingat peran guru sangat penting dalam membentuk generasi masa depan bangsa.

“Kita adalah calon pendidik yang akan membentuk karakter anak-anak Indonesia. Maka sejak sekarang kita harus mempersiapkan diri dengan ilmu, sikap, dan pengalaman organisasi yang baik,” tambahnya.

Ketua Pelaksana, Abdillah Daffa Wahyu menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara inklusif untuk menyatukan seluruh mahasiswa PGSD angkatan 2025, baik dari kelas reguler maupun mahasiswa yang berdomisili di pondok pesantren.

“Melalui LENTERA, kami ingin membangun sinergi dan rasa kekeluargaan tanpa sekat. Nilai-nilai luhur pendidikan dasar kami tanamkan dengan cara yang menyenangkan. Saya berterima kasih kepada seluruh panitia serta dosen fakultas maupun prodi atas dukungan dan support-nya sehingga acara ini dapat berjalan maksimal. Cinta PGSD, jaya selalu UNUSIDA,” jelasnya.

Suasana semakin meriah saat memasuki sesi outbound dan berbagai permainan kelompok yang dirancang untuk melatih kerja sama tim. Aktivitas tersebut berhasil mencairkan suasana sekaligus mempererat keakraban antar mahasiswa dari latar belakang yang berbeda.

Salah satu peserta mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Acaranya sangat seru, terutama saat sesi permainan kelompok. Selain mendapatkan ilmu tentang prodi PGSD, kami juga lebih semangat untuk kuliah karena banyak motivasi baru. Saya jadi lebih kenal dekat dengan teman-teman. Walaupun agendanya sebentar, tapi pokoknya seru banget,” ungkapnya.

Penulis: Akmal Khuluq

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Seminar Kesehatan Mental (Foto: UKM KSR-PMI UNUSIDA/Faris)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Seminar Kesehatan Mental: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga di Tengah Krisis

SIDOARJO — Membawa misi pentingnya kesejahteraan psikologis dalam situasi darurat, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan seminar kesehatan mental bertajuk “Mental Health in Crisis Response: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga’. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/2/2026) ini dipusatkan di Aula Lantai 4 Kampus UNUSIDA dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi serta masyarakat umum.

Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA, Mochammad Fahris Fanani mengatakan, seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi.

Melalui seminar ini, ia berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan jiwa merupakan investasi jangka panjang yang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan raga, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menambahkan bahwa generasi muda saat ini dihadapkan pada berbagai dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga tekanan akademik yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya kemampuan adaptasi serta pengelolaan emosi yang baik agar tidak mudah mengalami stres berlebihan.

“Saat ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep kesehatan mental secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan strategi praktis dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi pribadi yang tangguh, empatik, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Esa Kartika Dewantari Samudra, S.Psi., M.Pd, yang menjadi narasumber mengupas berbagai tantangan kesehatan mental yang kerap muncul di masa sulit, sekaligus menekankan bahwa kesehatan jiwa memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan fisik dalam merespons permasalahan.

“Kesehatan mental bukan hanya tentang ketiadaan gangguan jiwa, tetapi bagaimana kita tetap mampu berdiri teguh dan merawat diri di tengah situasi krisis,” ungkap salah satu pemateri.

Ia juga membagikan tips praktis mengenai teknik self-care, manajemen stres, serta peran individu dalam menjadi sistem pendukung bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Selain memperoleh wawasan teoritis, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung terkait strategi mitigasi krisis dari perspektif kesehatan mental.

Salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat. “Acara ini sangat membuka mata. Saya jadi lebih paham bagaimana cara mengelola kecemasan dan tetap adaptif saat berada di bawah tekanan,” ujarnya.

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026, Kembangan Keterampilan Analisis Data dan Penelitian Ilmiah

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan pelatihan bertema ‘Analytical Skills for Future Scholars: Excel, SPSS, dan SmartPLS’. Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (13/2/2026) ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan analisis data dan penelitian ilmiah.

Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya ruang pengembangan diri bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini merupakan panggung berharga untuk meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus melatih kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik.

“Saya harap melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu meningkatkan kualitas penelitian, lulus tepat waktu, serta memiliki kompetensi unggul yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik berbasis data,” harapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan pentingnya kemampuan riset bagi mahasiswa sebagai bekal masa depan akademik maupun profesional. Ia berharap pelatihan ini mampu memberikan wawasan baru sekaligus memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan mampu mengharumkan nama kampus.

“Riset akan melekat pada diri kita sepanjang karier akademik. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan baik agar bisa menghasilkan karya terbaik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, sehingga kegiatan dapat terselenggara sesuai dengan perencanaan. Ia menjelaskan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kemampuan analisis data untuk kebutuhan akademik dan riset ilmiah.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Besar harapan kami kegiatan ini dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya mewakili panitia pelaksana.

Ia menjelaskanbahwa kegiatan ini merupakan upaya organisasi dalam menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap penguasaan keterampilan analisis data yang semakin penting di dunia akademik maupun profesional. Menurutnya, kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa, khususnya dalam penyusunan skripsi dan penelitian ilmiah.

Workshop ini  menjadi langkah strategis dalam mencetak future scholars yang unggul, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi berbasis data. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas mahasiswa guna mendukung terciptanya lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan analitis sebagai bekal dalam penyusunan tugas akhir, penelitian, maupun persiapan menghadapi kompetisi akademik,” ujarnya.

Pembukaan LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: BEM FT UNUSIDA)

LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA 2026, Perkuat Kepemimpinan dan Budaya Prestasi Mahasiswa

MOJOKERTO — Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Season V Tahun 2026 pada Sabtu–Ahad, (07–08/2/2026) yang dipusatkan di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto.

Mengusung tema Empowering Skills, Inspiring Future Leaders, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran manajerial yang terstruktur dan terukur guna membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan yang adaptif, progresif, serta berorientasi pada capaian prestasi. Suasana kawasan Trawas yang kondusif turut memperkuat atmosfer reflektif sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta sejak hari pertama pelaksanaan.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang menekankan pentingnya mahasiswa Fakultas Teknik menjadi pribadi berprestasi dan berdampak. Beliau menegaskan bahwa tema Empowering Skills, Inspiring Future Leaders harus dimaknai sebagai komitmen membangun kapasitas diri sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa Fakultas Teknik harus berani tampil, berani bersaing, dan berani memberikan dampak. Prestasi bukan pilihan, melainkan keniscayaan,” tuturnya.

Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Periode 2025–2026, Marendra Firdaus Putra menegaskan bahwa LKMM-TD bukan sekadar agenda formal kemahasiswaan, melainkan proses penguatan mental dan arah gerak organisasi. Menurutnya, forum ini menjadi ruang pembentukan daya juang dan komitmen mahasiswa dalam menyatukan gagasan dan tindakan.

Sementara itu, Koordinator Pembantu Panitia Pelaksana dari pengurus BEM Fakultas Teknik, Nur Cahyo Febrianto menekankan pentingnya kesiapan teknis serta keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci keberhasilan forum pembelajaran ini.

“Kami menginginkan seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan tertib dan terarah. Lebih dari itu, forum ini harus mampu melahirkan luaran nyata yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara akademik maupun organisatoris,” ujar Koordinator Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) tersebut.

Ketua Pelaksana LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., yang juga Ketua Program Studi Teknik Lingkungan. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa LKMM-TD tahun ini dirancang dengan orientasi luaran yang konkret dan selaras dengan kebutuhan kompetensi mahasiswa teknik. Ia menyampaikan bahwa setiap proses dalam kegiatan tersebut diupayakan menghasilkan keterampilan aplikatif, bukan sekadar euforia kegiatan, tetapi capaian yang relevan dengan tantangan akademik dan kompetisi nasional.

“Setiap proses dalam LKMM-TD ini kami desain agar menghasilkan keterampilan nyata. Bukan sekadar euforia kegiatan, tetapi capaian yang relevan dengan tantangan akademik dan kompetisi nasional,” jelasnya.

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 (Foto: UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Tamu Racana (PTR) ke-X Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu-Ahad (7-8/2/2026) dengan rangkaian agenda edukatif dan aplikatif.

Ketua UKM Pramuka UNUSIDA, M Syafi’i menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pintu awal bagi calon anggota untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter.

Melalui Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 ini, ia berharap para peserta dapat memahami nilai-nilai kepramukaan secara komprehensif, meningkatkan keterampilan praktis, serta siap menjadi anggota Racana yang aktif, tangguh, dan berkarakter.

“Kami terus berkomitmen menunjukkan UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA dalam membentuk generasi muda yang disiplin, peduli, dan siap mengabdi bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan sebagai simbol dimulainya Penerimaan Tamu Racana. Momentum ini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan kepada seluruh peserta.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi penguatan wawasan dan keterampilan. Materi Wawasan Kebangsaan menjadi sesi pembuka yang bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Melalui materi ini, peserta diharapkan tumbuh menjadi pribadi pramuka yang berjiwa patriotik dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, peserta menerima materi dari Pemadam Kebakaran mengenai dasar-dasar penanggulangan kebakaran, prosedur keselamatan diri, serta langkah-langkah penanganan situasi darurat. Sesi ini memberikan pengetahuan praktis yang relevan dan bermanfaat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas kepramukaan.

Masih di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan materi Survival. Dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan bertahan hidup di alam terbuka, mulai dari mengenali kondisi lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam sekitar, hingga teknik dasar survival yang diperlukan dalam kondisi darurat.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada materi Mountaineering. Peserta dilatih teknik dasar pendakian, penggunaan peralatan dengan benar, serta aspek keselamatan dalam kegiatan alam bebas. Materi ini bertujuan meningkatkan keterampilan fisik, ketahanan mental, serta kerja sama tim antar peserta.

Panitia BEM Fakultas Ekonomi dan KSPM UNUSIDA Setelah Sukses Gelar Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II (Foto: BEM FE UNUSIDA)

BEM Fakultas Ekonomi dan KSPM UNUSIDA Gelar Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Volume II

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) UNUSIDA sukses menyelenggarakan Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (23/01/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum dari berbagai daerah. Webinar tersebut menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk memahami dasar-dasar investasi dan pasar modal sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial.

Webinar menghadirkan dua pemateri berkompeten di bidang pasar modal, yakni Rahmat Fajar Basarda selaku Deputi Kepala Wilayah Jawa Timur Bursa Efek Indonesia (IDX) sebagai pemateri utama, serta Adrian Fajar Eka Putra selaku Trainer PT Phintraco Sekuritas Surabaya sebagai pemateri pendamping. Acara dipandu oleh moderator Nurul Hikmah A. dan Alfiorence Devarareza S.

Dalam pemaparannya, Rahmat Fajar menyampaikan materi pengenalan pasar modal, berbagai jenis instrumen investasi, mekanisme transaksi, serta menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini. Para peserta juga dibekali pemahaman tentang investasi yang aman, legal, dan berkelanjutan sebagai bekal awal membangun kemandirian finansial.

“Mahasiswa harus mulai melek finansial. Tidak hanya menabung, tetapi juga memahami investasi yang aman dan sesuai regulasi. Ini penting sebagai bekal membangun kemandirian finansial sejak usia muda,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakteristik berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, hingga obligasi. Rahmat Fajar menjelaskan prinsip dasar memilih investasi yang legal, terdaftar di OJK, serta memiliki risiko yang terukur dan berkelanjutan.

Ia berharap melalui kegiatan Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II ini mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui kolaborasi BEM FE dan KSPM UNUSIDA, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong masyarakat agar lebih mengenal pasar modal secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran akan perencanaan keuangan jangka panjang, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dengan pemahaman investasi yang tepat dan bertanggung jawab,” terangnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi diskusi interaktif. Selain memperoleh wawasan teoritis, peserta juga mendapatkan insight praktis seputar dunia investasi, khususnya bagi pemula yang ingin mulai terjun ke pasar modal.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan fasilitas berupa e-sertifikat, kesempatan memperoleh fee top up Rekening Dana Nasabah (RDN), serta peluang networking dengan sesama peserta dan praktisi pasar modal.

Penulis: Mawan Ardiansyah