Pos

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026, Kembangan Keterampilan Analisis Data dan Penelitian Ilmiah

SIDOARJOHimpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan pelatihan bertema ‘Analytical Skills for Future Scholars: Excel, SPSS, dan SmartPLS’. Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (13/2/2026) ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan analisis data dan penelitian ilmiah.

Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya ruang pengembangan diri bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini merupakan panggung berharga untuk meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus melatih kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik.

“Saya harap melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu meningkatkan kualitas penelitian, lulus tepat waktu, serta memiliki kompetensi unggul yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik berbasis data,” harapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan pentingnya kemampuan riset bagi mahasiswa sebagai bekal masa depan akademik maupun profesional. Ia berharap pelatihan ini mampu memberikan wawasan baru sekaligus memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan mampu mengharumkan nama kampus.

“Riset akan melekat pada diri kita sepanjang karier akademik. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan baik agar bisa menghasilkan karya terbaik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, sehingga kegiatan dapat terselenggara sesuai dengan perencanaan. Ia menjelaskan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kemampuan analisis data untuk kebutuhan akademik dan riset ilmiah.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Besar harapan kami kegiatan ini dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya mewakili panitia pelaksana.

Ia menjelaskanbahwa kegiatan ini merupakan upaya organisasi dalam menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap penguasaan keterampilan analisis data yang semakin penting di dunia akademik maupun profesional. Menurutnya, kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa, khususnya dalam penyusunan skripsi dan penelitian ilmiah.

Workshop ini  menjadi langkah strategis dalam mencetak future scholars yang unggul, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi berbasis data. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas mahasiswa guna mendukung terciptanya lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan analitis sebagai bekal dalam penyusunan tugas akhir, penelitian, maupun persiapan menghadapi kompetisi akademik,” ujarnya.

Pembukaan LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: BEM FT UNUSIDA)

LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA 2026, Perkuat Kepemimpinan dan Budaya Prestasi Mahasiswa

MOJOKERTO — Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Season V Tahun 2026 pada Sabtu–Ahad, (07–08/2/2026) yang dipusatkan di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto.

Mengusung tema Empowering Skills, Inspiring Future Leaders, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran manajerial yang terstruktur dan terukur guna membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan yang adaptif, progresif, serta berorientasi pada capaian prestasi. Suasana kawasan Trawas yang kondusif turut memperkuat atmosfer reflektif sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta sejak hari pertama pelaksanaan.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang menekankan pentingnya mahasiswa Fakultas Teknik menjadi pribadi berprestasi dan berdampak. Beliau menegaskan bahwa tema Empowering Skills, Inspiring Future Leaders harus dimaknai sebagai komitmen membangun kapasitas diri sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa Fakultas Teknik harus berani tampil, berani bersaing, dan berani memberikan dampak. Prestasi bukan pilihan, melainkan keniscayaan,” tuturnya.

Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Periode 2025–2026, Marendra Firdaus Putra menegaskan bahwa LKMM-TD bukan sekadar agenda formal kemahasiswaan, melainkan proses penguatan mental dan arah gerak organisasi. Menurutnya, forum ini menjadi ruang pembentukan daya juang dan komitmen mahasiswa dalam menyatukan gagasan dan tindakan.

Sementara itu, Koordinator Pembantu Panitia Pelaksana dari pengurus BEM Fakultas Teknik, Nur Cahyo Febrianto menekankan pentingnya kesiapan teknis serta keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci keberhasilan forum pembelajaran ini.

“Kami menginginkan seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan tertib dan terarah. Lebih dari itu, forum ini harus mampu melahirkan luaran nyata yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara akademik maupun organisatoris,” ujar Koordinator Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) tersebut.

Ketua Pelaksana LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., yang juga Ketua Program Studi Teknik Lingkungan. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa LKMM-TD tahun ini dirancang dengan orientasi luaran yang konkret dan selaras dengan kebutuhan kompetensi mahasiswa teknik. Ia menyampaikan bahwa setiap proses dalam kegiatan tersebut diupayakan menghasilkan keterampilan aplikatif, bukan sekadar euforia kegiatan, tetapi capaian yang relevan dengan tantangan akademik dan kompetisi nasional.

“Setiap proses dalam LKMM-TD ini kami desain agar menghasilkan keterampilan nyata. Bukan sekadar euforia kegiatan, tetapi capaian yang relevan dengan tantangan akademik dan kompetisi nasional,” jelasnya.

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 (Foto: UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Tamu Racana (PTR) ke-X Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu-Ahad (7-8/2/2026) dengan rangkaian agenda edukatif dan aplikatif.

Ketua UKM Pramuka UNUSIDA, M Syafi’i menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pintu awal bagi calon anggota untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter.

Melalui Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 ini, ia berharap para peserta dapat memahami nilai-nilai kepramukaan secara komprehensif, meningkatkan keterampilan praktis, serta siap menjadi anggota Racana yang aktif, tangguh, dan berkarakter.

“Kami terus berkomitmen menunjukkan UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA dalam membentuk generasi muda yang disiplin, peduli, dan siap mengabdi bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan sebagai simbol dimulainya Penerimaan Tamu Racana. Momentum ini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan kepada seluruh peserta.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi penguatan wawasan dan keterampilan. Materi Wawasan Kebangsaan menjadi sesi pembuka yang bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Melalui materi ini, peserta diharapkan tumbuh menjadi pribadi pramuka yang berjiwa patriotik dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, peserta menerima materi dari Pemadam Kebakaran mengenai dasar-dasar penanggulangan kebakaran, prosedur keselamatan diri, serta langkah-langkah penanganan situasi darurat. Sesi ini memberikan pengetahuan praktis yang relevan dan bermanfaat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas kepramukaan.

Masih di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan materi Survival. Dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan bertahan hidup di alam terbuka, mulai dari mengenali kondisi lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam sekitar, hingga teknik dasar survival yang diperlukan dalam kondisi darurat.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada materi Mountaineering. Peserta dilatih teknik dasar pendakian, penggunaan peralatan dengan benar, serta aspek keselamatan dalam kegiatan alam bebas. Materi ini bertujuan meningkatkan keterampilan fisik, ketahanan mental, serta kerja sama tim antar peserta.

Panitia BEM Fakultas Ekonomi dan KSPM UNUSIDA Setelah Sukses Gelar Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II (Foto: BEM FE UNUSIDA)

BEM Fakultas Ekonomi dan KSPM UNUSIDA Gelar Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Volume II

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) UNUSIDA sukses menyelenggarakan Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (23/01/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum dari berbagai daerah. Webinar tersebut menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk memahami dasar-dasar investasi dan pasar modal sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial.

Webinar menghadirkan dua pemateri berkompeten di bidang pasar modal, yakni Rahmat Fajar Basarda selaku Deputi Kepala Wilayah Jawa Timur Bursa Efek Indonesia (IDX) sebagai pemateri utama, serta Adrian Fajar Eka Putra selaku Trainer PT Phintraco Sekuritas Surabaya sebagai pemateri pendamping. Acara dipandu oleh moderator Nurul Hikmah A. dan Alfiorence Devarareza S.

Dalam pemaparannya, Rahmat Fajar menyampaikan materi pengenalan pasar modal, berbagai jenis instrumen investasi, mekanisme transaksi, serta menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini. Para peserta juga dibekali pemahaman tentang investasi yang aman, legal, dan berkelanjutan sebagai bekal awal membangun kemandirian finansial.

“Mahasiswa harus mulai melek finansial. Tidak hanya menabung, tetapi juga memahami investasi yang aman dan sesuai regulasi. Ini penting sebagai bekal membangun kemandirian finansial sejak usia muda,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakteristik berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, hingga obligasi. Rahmat Fajar menjelaskan prinsip dasar memilih investasi yang legal, terdaftar di OJK, serta memiliki risiko yang terukur dan berkelanjutan.

Ia berharap melalui kegiatan Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II ini mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui kolaborasi BEM FE dan KSPM UNUSIDA, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong masyarakat agar lebih mengenal pasar modal secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran akan perencanaan keuangan jangka panjang, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dengan pemahaman investasi yang tepat dan bertanggung jawab,” terangnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi diskusi interaktif. Selain memperoleh wawasan teoritis, peserta juga mendapatkan insight praktis seputar dunia investasi, khususnya bagi pemula yang ingin mulai terjun ke pasar modal.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan fasilitas berupa e-sertifikat, kesempatan memperoleh fee top up Rekening Dana Nasabah (RDN), serta peluang networking dengan sesama peserta dan praktisi pasar modal.

Penulis: Mawan Ardiansyah

Latihan Alam IV UKMTeater SAE UNUSIDA (Foto: Dwi Anggraeni Novita Sari/Humas UNUSIDA)

UKM Teater SAE UNUSIDA Sukses Gelar Latihan Alam IV, Perkuat Karakter dan Solidaritas Mahasiswa

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Teater SAE sukses menggelar Latihan Alam IV dengan mengusung tema ‘Panggung Tanpa Batas: Ruang Tumbuh dan Berkarya’. Kegiatan ini dipusatkan di Gondang, Pacet, Mojokerto selama tiga hari, Jum’at-Ahad (23-25/1/2026).

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian agenda yang meliputi penyampaian materi, diskusi, praktik lapangan, refleksi, hingga aktivitas seni dan kebersamaan di alam terbuka. Seluruh kegiatan dirancang untuk melatih mental, fisik, serta pola pikir peserta agar mampu berproses secara disiplin, bertanggung jawab, dan kolaboratif.

Ketua Umum UKM Teater SAE UNUSIDA, Agus Muhsinin, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa Latihan Alam IV bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang tumbuh bagi setiap peserta. Ia menyebutkan, kegiatan pengkaderan ini berfokus pada pembentukan karakter, solidaritas, serta pengembangan kreativitas dan kepemimpinan mahasiswa.

“Latihan Alam IV ini diharapkan menjadi proses pembelajaran berkelanjutan. Melalui kebersamaan selama tiga hari, kami ingin membangun kesadaran peran individu dalam organisasi serta membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan peka terhadap dinamika kerja kolektif,” ujarnya, Jumat (24/01/2026).

Melalui kegiatan ini, ia berharap Latihan Alam IV menjadi wadah berkelanjutan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kepedulian peserta terhadap alam dan lingkungan. Lebih dari sekadar pengkaderan, kegiatan ini menjadi ruang proses yang menumbuhkan kebersamaan, kepekaan rasa, dan semangat berkarya.

“Semoga nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat terus diterapkan, baik dalam perjalanan berteater maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, mulai dari materi, diskusi, hingga praktik lapangan. Kegiatan ini juga didampingi pemateri berpengalaman yang memberikan arahan serta ruang dialog, sehingga proses pembelajaran berlangsung terarah dan bermakna.

Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA, Rafly Alfandi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Latihan Alam IV menjadi ruang belajar untuk mengolah rasa terhadap diri sendiri, alam, dan lingkungan sekitar.

“Nikmati alamnya, resapi prosesnya, dan tetap berkarya di mana pun kalian berada,” pesannya.

Salah satu peserta, Nur Izzah, mengungkapkan bahwa Latihan Alam IV membantunya menyadari pentingnya hubungan manusia dengan alam. “Alam memberi kehidupan, ketenangan, dan pelajaran berharga tentang rasa syukur atas ciptaan-Nya,” tuturnya.

Penulis: Dwi Anggraeni Novita sari

Alumni UNUSIDA Kak Maulidia Nur Rachmah Bagikan Tips Menyeimbangkan Akademik dan Organisasi dalam Latihan Rutin UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA (Foto: UKM Pramuka)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Latihan Rutin Bahas Struktur Organisasi

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar latihan rutin, Ahad (18/01/2026), di lingkungan Kampus UNUSIDA. Kegiatan ini diikuti oleh anggota aktif serta calon anggota baru.

Pada pertemuan kali ini, peserta mendapatkan materi tentang struktur organisasi Pramuka Khatulistiwa yang disampaikan oleh Kak Maulidia Nur Rachmah, S.Pd. Materi tersebut difokuskan pada pengenalan peran, tugas, serta alur koordinasi dalam organisasi, baik pada level pengurus inti maupun unsur pendukung lainnya.

Dalam pemaparannya, Kak Maulidia menjelaskan susunan organisasi yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Dewan Racana, Pembina, serta beberapa bidang teknis yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Penjelasan ini bertujuan agar peserta memahami hubungan fungsional antarbagian serta pentingnya pola komunikasi organisasi yang efektif.

“Struktur organisasi tidak hanya menunjukkan susunan jabatan, tetapi juga sistem kerja yang mengatur koordinasi antaranggota. Pemahaman ini penting agar organisasi dapat berjalan tertib, efisien, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar teknis organisasi, pembagian tugas, serta mekanisme komunikasi internal. Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi anggota aktif maupun calon anggota baru.

Sebagai alumni yang pernah aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, Kak Maulidia menegaskan bahwa akademik tetap harus menjadi prioritas utama, tanpa harus mengesampingkan peran organisasi sebagai ruang pengembangan diri.

Menurutnya, menjalani perkuliahan sambil aktif berorganisasi kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa. Akan tetapi, keduanya justru dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan apabila dikelola dengan manajemen waktu dan prioritas yang tepat.

“Kuliah adalah tanggung jawab utama mahasiswa. Organisasi hadir sebagai sarana belajar kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen diri yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menentukan skala prioritas sejak awal semester. Mahasiswa perlu memetakan jadwal kuliah, tugas akademik, serta agenda organisasi agar tidak saling berbenturan. Sebab, penggunaan agenda harian atau kalender digital dapat membantu mahasiswa mengelola waktu secara lebih teratur dan disiplin.

Selain itu, Kak Maulidia menyarankan mahasiswa untuk berani berkata jujur pada diri sendiri mengenai kemampuan dan batasan. Tidak semua kegiatan harus diikuti, dan tidak semua jabatan harus diambil. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas anggota dalam pengelolaan organisasi, sekaligus meningkatkan kualitas keanggotaan serta kaderisasi Pramuka di lingkungan kampus.

“Aktif organisasi bukan soal banyaknya kegiatan, tetapi tentang konsistensi, komitmen, dan tanggung jawab terhadap amanah yang diemban,” tuturnya.

Alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) juga menilai bahwa organisasi justru dapat mendukung prestasi akademik apabila dijalani dengan benar. Keterampilan seperti kerja tim, komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang diperoleh di organisasi akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan maupun menghadapi tantangan di dunia kerja.

Ia mengajak mahasiswa UNUSIDA untuk menjadikan masa kuliah sebagai fase pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. “Ketika akademik dan organisasi dijalani dengan niat belajar dan pengelolaan waktu yang baik, keduanya akan saling melengkapi dan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” pungkasnya.

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0 “Industrial Integrity Vol. 3”, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing (Foto: Aisyah Widayani/Humas UNUSIDA)

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan orientasi Program Studi bertajuk Pengenalan dan Sosialisasi Organisasi Mahasiswa (PESONA) 3.0  dengan mengusung tema ‘Industrial Integrity Vol. 3: Menyiapkan Engineer Muda Profesional, Etis, dan Kompetitif’. Kegiatan ini dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu-Ahad (17-18/1/2026).

Ketua HMTI UNUSIDA, Abdee Alifio menjelaskan, kgiatan ini merupakan rangkaian awal pembinaan bagi mahasiswa baru Program Studi Teknik Industri, yang bertujuan memperkenalkan lingkungan akademik, budaya perkuliahan, serta nilai-nilai dasar keorganisasian di lingkungan kampus.

Melalui PESONA 3.0, HMTI UNUSIDA berupaya menanamkan sikap profesionalisme, integritas, dan etika sejak dini kepada mahasiswa baru sebagai bekal utama dalam membentuk karakter calon engineer muda yang siap menghadapi tantangan dunia industri yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Sebagai mahasiswa Teknik Industri sangat penting mengenal budaya akademik di kampus dalam menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri. Oleh karena itu, orientasi ini kita kemas dengan menyenangkan dan inspiratif untuk menumbuhkan daya inovasi dan kritis,” terangnya.

Selain pengenalan akademik, Abdee menekankan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas antar mahasiswa, membentuk sikap tanggung jawab dan disiplin, dan mempersiapkan mental serta kesiapan mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik maupun organisasi selama masa perkuliahan.

Berbagai materi pengenalan program studi, dinamika organisasi, serta nilai-nilai keinsinyuran menjadi materi utama dalam kegiatan ini. Hal ini ditujukan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa baru tentang peran dan tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika Teknik Industri UNUSIDA.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga memiliki karakter unggul, etis, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi mencetak lulusan Teknik Industri yang profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

“Mahasiswa UNUSIDA harus memiliki karakter dan integritas. Hal itu yang nantinya akan menjadi identitas tersendiri sebagai kader muda NU dalam belajar, menciptakan inovasi untuk melahirkan solusi dan mengabdi di tengah masyarakat dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Aisyah Widayani (MY)

BEM UNUSIDA Matangkan Arah Gerak Organisasi melalui Rapat Penyusunan Program Kerja 2025–2026 (Foto: Muchammad Waziruddin/NU Delta)

Matangkan Arah Gerak Organisasi, BEM UNUSIDA Gelar Rapat Penyusunan Program Kerja 2025–2026

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BEM UNUSIDA) menyelenggarakan Rapat Penyusunan Program Kerja Periode 2025–2026 yang bertempat di Kedai Kopi Ahmed 4, Ahad (11/1/2025). Forum ini menjadi ruang strategis untuk mematangkan arah kebijakan, konsolidasi gagasan, serta peneguhan tata kelola organisasi mahasiswa di tingkat universitas.

Rapat berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA, M. Rafly Afandi, bersama Wakil Presma Alvin Dwi Yunianto. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran kementerian di lingkungan BEM UNUSIDA sebagai bagian dari proses awal perencanaan program kerja kepengurusan baru.

Dalam kesempatan tersebut, Presma UNUSIDA menekankan pentingnya keselarasan visi dan integrasi program antar kementerian. Menurutnya, program kerja tidak boleh dipahami sebagai agenda sektoral yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kesatuan arah gerak kolektif yang berkelanjutan.

“Program kerja BEM UNUSIDA harus menjadi rangkaian yang saling terhubung, membangun, dan berorientasi jangka panjang. Inilah semangat Sustainable Building Movement yang ingin kita wujudkan bersama,” tegas Rafly.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menegaskan bahwa keseluruhan program yang diajukan merupakan upaya BEM UNUSIDA dalam menata ulang pola kerja organisasi agar lebih adaptif, terukur, dan selaras dengan transformasi digital.

Agenda inti rapat diisi dengan pemaparan rancangan program kerja dari masing-masing kementerian secara berurutan. Setiap kementerian menyampaikan garis besar gagasan strategis yang dirancang untuk saling menguatkan, baik dalam aspek penguatan kelembagaan, pengembangan kapasitas mahasiswa, maupun perluasan dampak sosial.

Kementerian Dalam Negeri, melalui perwakilannya, memaparkan arah penguatan kapasitas organisasi mahasiswa yang difokuskan pada pembinaan berjenjang di tingkat BEM Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi. Pendekatan ini dirancang sebagai fondasi kesinambungan tata kelola organisasi yang lebih rapi, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyampaikan inisiatif penguatan literasi sains dan intelektualitas mahasiswa yang diarahkan ke luar kampus, khususnya menyasar siswa sekolah menengah atas dan sederajat. Program ini dirancang dalam bentuk kompetisi dan ruang pengembangan sains yang kolaboratif sebagai upaya mendorong budaya berpikir ilmiah sekaligus memperkuat peran mahasiswa UNUSIDA dalam ekosistem pendidikan.

Kementerian Agama memaparkan gagasan penguatan nilai keislaman dan kebudayaan mahasiswa melalui medium seni serta ekspresi religius yang inklusif dan moderat. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informasi menegaskan fokus kerja pada pembangunan sistem media organisasi yang berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan Website Ormawa UNUSIDA sebagai bank informasi terpusat yang memuat data kelembagaan, arsip kegiatan, dokumentasi, hingga bank press release. Langkah ini diposisikan sebagai fondasi penguatan identitas dan transparansi organisasi mahasiswa di ruang digital.

Sejalan dengan itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan memaparkan program penguatan kepemimpinan perempuan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia mahasiswa yang inklusif. Adapun Kementerian Pemuda dan Olahraga menyampaikan agenda UNUSIDA Futsal Cup (UFC) sebagai program rutin tahunan yang menyasar siswa SMA dan sederajat. Selain sebagai wadah pengembangan minat dan bakat olahraga, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat branding institusi serta jejaring kepemudaan di tingkat regional.

Momentum penting dalam rapat ini ditandai dengan penyampaian produk hukum organisasi oleh Wakil Presma UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto yang memaparkan kerangka Peraturan Presiden Mahasiswa dan Keputusan Presiden Mahasiswa sebagai landasan normatif baru dalam tata kelola BEM UNUSIDA.

“Peraturan ini hadir bukan untuk membatasi ruang gerak, tetapi untuk memastikan setiap program dan proses berjalan secara etis, disiplin, dan akuntabel. Dengan tata kelola yang jelas, BEM UNUSIDA dapat bergerak lebih profesional dan siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, secara khusus Alvin membacakan dan menetapkan Peraturan Presiden Mahasiswa Nomor 1 Tahun 2026 tentang Kode Etik, Disiplin, dan Tata Kelola Pengurus BEM UNUSIDA. Peraturan tersebut memuat ketentuan umum, asas dan tujuan, kode etik serta kewajiban pengurus, pengaturan status pengurus, mekanisme pelanggaran dan sanksi, hingga ketentuan penutup.

Alvin menegaskan bahwa regulasi ini dirancang sebagai fondasi keberlanjutan organisasi yang yang ditetapkan dan mulai diberlakukan pada hari yang sama sebagai bentuk komitmen awal kepengurusan periode 2025–2026.

“Rapat Kerja ini menjadi tonggak awal konsolidasi ide dan peneguhan arah gerak BEM UNUSIDA, kami berharap mampu menghadirkan organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif terhadap transformasi digital, serta konsisten memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika UNUSIDA,” pungkasnya.

Penulis:  Muchammad Waziruddin (MY)

Rutinan Bulanan HIMA PGMI UNUSIDA (Foto: Putri Hidayati/Humas UNUSIDA)

Rutinan Bulanan HIMA PGMI UNUSIDA, Perkuat Ukhuwah dan Spiritualitas Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HIMA PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara konsisten menyelenggarakan Rutinan Bulanan sebagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkala setiap bulan. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan HIMA PGMI dalam upaya mempererat ukhuwah antaranggota sekaligus meningkatkan kualitas spiritual mahasiswa Program Studi PGMI.

Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka menyampaikan bahwa rutinan bulanan ini tidak hanya berorientasi pada aspek ritual semata, tetapi juga memiliki nilai pembentukan karakter. Mahasiswa diajak untuk menumbuhkan kesadaran spiritual agar mampu menjalani kehidupan kampus dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan keikhlasan.

“Dengan fondasi spiritual yang kuat, semoga kami sebagai mahasiswa mampu menghadapi tantangan akademik maupun organisasi dengan sikap yang lebih tenang dan bijaksana,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (9/1/2026).

Selain itu, ia menyebutkan bahwa rutinan ini juga menjadi sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi wadah refleksi diri bagi mahasiswa. Melalui kebersamaan dalam doa dan dzikir, ia berharap mampu menyeimbangkan antara tuntutan akademik, aktivitas organisasi, dan kehidupan spiritual. Keseimbangan tersebut dinilai penting untuk membentuk pribadi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.

Rutinan bulanan ini diisi dengan istighotsah bersama ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Melalui istighotsah, mahasiswa memanjatkan doa dan ikhtiar batin kepada Allah SWT untuk memohon ampunan, ketenangan hati, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta keberkahan dalam setiap aktivitas akademik maupun organisasi yang dijalani.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Juga menjadi momentum dalam memperkuat solidaritas antar sesama,” harapnya.

Rutinan Bulanan HIMA PGMI menjadi bukti komitmen mahasiswa PGMI dalam menjaga nilai-nilai religius di lingkungan kampus. Dengan istiqamah melaksanakan kegiatan ini, HIMA PGMI berharap dapat mencetak generasi pendidik madrasah ibtidaiyah yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat dan bangsa.

“Alhamdulillah, semoga kegiatan ini dapat istiqamah dan memiliki manfaat dalam menunjang semangat dalam berkuliah,” pungkasnya.

Penulis: Putri Hidayati

Rapat Perdana BEM-FT UNUSIDA 2025–2026 (Foto: Rifki Hidayat/BEM-FT UNUSIDA)

Rapat Perdana BEM-FT UNUSIDA 2025–2026, Bangun Fondasi Organisasi yang Solid, Disiplin, dan Kolaboratif

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BEM-FT UNUSIDA) secara resmi memulai roda kepengurusan periode 2025–2026 melalui pelaksanaan Rapat Perdana yang digelar di Kedai Ahmed 4, l. Sekawan Anggun raya No.30, Perum Bef, Bulusidokare, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (27/12/2025).

Rapat perdana tersebut tidak hanya diikuti oleh jajaran pengurus inti BEM-FT UNUSIDA, tetapi juga melibatkan seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik, yakni Himpunan Mahasiswa Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia. Forum ini menjadi ruang konsolidasi awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan gerak, serta memperkuat komunikasi lintas ormawa fakultas.

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur BEM-FT UNUSIDA Periode 2025–2026, Marendra Firdaus Putra, didampingi Wakil Gubernur Ulil Najwa. Agenda awal rapat diisi dengan penyampaian Tata Tertib Organisasi sebagai pijakan kerja kolektif Kabinet Mandala Aksi. Pemaparan tata tertib ini dimaksudkan untuk membangun kesamaan persepsi mengenai mekanisme kerja, kedisiplinan, serta tanggung jawab struktural setiap pengurus.

Marendra menegaskan bahwa tata tertib organisasi tidak dimaknai sebatas aturan administratif, melainkan sebagai instrumen etika dan komitmen bersama. Ia menyebut, rapat kali ini menjadi langkah awal strategis dalam membangun fondasi organisasi yang solid, disiplin, dan kolaboratif.

“Tata tertib ini kami hadirkan sebagai upaya menyelaraskan pola kerja, menjaga komitmen, dan memastikan setiap langkah BEM-FT berjalan dalam koridor tanggung jawab organisasi,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur BEM-FT UNUSIDA Ulil Najwa menekankan pentingnya tata tertib sebagai budaya kerja bersama, bukan sebagai pembatas kreativitas. Menurutnya, keberlangsungan organisasi mahasiswa sangat ditentukan oleh kesadaran kolektif dalam menaati aturan yang telah disepakati.

Melalui rapat perdana ini, ia dan tim menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola organisasi yang disiplin, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kualitas kader. Forum ini menjadi titik awal konsolidasi gerak mahasiswa teknik dalam menyongsong satu periode kepengurusan dengan semangat sinergi dan tanggung jawab bersama.

“Disiplin organisasi tidak boleh dimaknai sebagai beban, tetapi sebagai fondasi agar setiap program dan gagasan dapat berjalan secara tertib, terukur, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Agenda rapat kemudian dilanjutkan dengan sinkronisasi program kerja lintas organisasi mahasiswa Fakultas Teknik yang dikoordinasikan oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM-FT UNUSIDA. Forum ini dihadiri oleh bupati, wakil bupati, serta jajaran pengurus dari masing-masing himpunan mahasiswa Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia. Sinkronisasi dilakukan guna menyelaraskan kalender kegiatan, menghindari benturan agenda, serta memperkuat sinergi antarormawa.

Dalam sesi berikutnya, Departemen Riset dan Teknologi BEM-FT UNUSIDA memaparkan sejumlah rancangan program kerja. Salah satunya adalah National Essay and Poster Design Competition (NEPC) yang disampaikan oleh Koordinator Departemen Riset dan Teknologi, Rifki Hidayat. Selain itu, turut diajukan gagasan pengembangan konten edukatif berkala yang mengangkat isu-isu aktual melalui analisis kolaboratif lintas keilmuan.

“Kami ingin mendorong tradisi berpikir kritis melalui konten edukasi yang tidak sektoral, tetapi dianalisis secara integratif dari perspektif Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia,” jelas Rifki.

Rangkaian rapat perdana dilanjutkan dengan sosialisasi kepanitiaan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Fakultas Teknik yang juga dikoordinasikan oleh Departemen PSDM. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Koordinator PSDM, Nur Cahyo Febrianto, yang menekankan pentingnya pembentukan kepanitiaan sejak dini demi memastikan kesiapan kegiatan.

“Kegiatan ini membutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi manajerial maupun sumber daya manusia. Oleh karena itu, sosialisasi awal menjadi kunci kesiapan panitia secara menyeluruh,” tuturnya.

Sebagai penutup, dilaksanakan interview rekrutmen calon panitia LKMM-TD Fakultas Teknik yang dipimpin oleh Koordinator PSDM dan didampingi staf PSDM, Muchammad Waziruddin. Proses wawancara ini tidak hanya berorientasi pada seleksi teknis, tetapi juga menjadi ruang awal pembentukan chemistry dan pemetaan potensi kader.

“Kami mencari individu yang siap belajar, berproses, dan berkontribusi secara kolektif. Kaderisasi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi investasi jangka panjang organisasi,” pungkasnya.

Penulis; Rifki Hidayat