Pos

Rapat Koordinasi BEM UNUSIDA Masa Khidmat 2025-2026 (Foto: BEM UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Rapat Koordinasi Perdana, Menata Gerak Kolektif Menuju Sustainable Building Movement

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi mengawali masa bakti kepengurusan periode 2025–2026 melalui rangkaian Pelantikan Raya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNUSIDA yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (24/12/2025) lalu.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Perdana BEM UNUSIDA yang berlangsung di Ruang 409 Kampus 2 UNUSIDA sebagai penanda dimulainya kerja kolektif Ormawa tingkat universitas.

Rapat koordinasi perdana ini dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA periode 2025–2026, M. Rafly Afandi, didampingi Wakil Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto. Forum berlangsung khidmat dan substantif, menghadirkan semangat awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan arah kerja, serta memperkuat konsolidasi antarkementerian dalam struktur BEM UNUSIDA.

Dalam pemaparannya, Presma Rafly memperkenalkan visi Kabinet Reformist BEM UNUSIDA, yakni Sustainable Building Movement. Visi ini dimaknai sebagai gerakan membangun organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif, serta bertumpu pada daya kolektif. Ia menegaskan bahwa misi utama kabinet adalah mewujudkan organisasi yang berorientasi pada kerja kolektif sekaligus membudayakan proses belajar yang berkelanjutan sebagai fondasi penguatan kapasitas kader dan institusi.

“Rapat koordinasi perdana ini menjadi ruang awal konsolidasi ide dan energi, sekaligus menegaskan komitmen BEM UNUSIDA periode 2025–2026 untuk bergerak secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan semangat Sustainable Building Movement, BEM UNUSIDA meneguhkan langkahnya dalam membangun organisasi mahasiswa yang relevan, progresif, dan berdampak nyata bagi sivitas akademika serta masyarakat,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Alvin Dwi Yunianto menyampaikan refleksi kritis terkait tantangan menurunnya minat mahasiswa dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa BEM UNUSIDA bukanlah organisasi profit, melainkan ruang pengabdian dan pembelajaran bersama. Oleh karena itu, energi kolektif yang dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi harus menjadi napas utama gerak organisasi. Ia juga memberikan penguatan moral kepada pengurus yang belum memiliki pengalaman kepemimpinan di tingkat fakultas, seraya menekankan bahwa kualitas diri dapat terus diasah melalui proses dan komitmen.

Dalam forum tersebut juga disampaikan rencana penguatan tata kelola organisasi. BEM UNUSIDA berkomitmen melaksanakan rapat koordinasi minimal satu kali setiap bulan, menggelar rapat kerja pra-sinkronisasi program kerja yang difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA, serta merancang sistem meritokrasi hingga ke BEM tingkat fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi guna mendukung mobilisasi massa dan penguatan jejaring organisasi.

Rapat kemudian berlanjut dengan sesi brainstorming internal masing-masing kementerian untuk merumuskan rancangan awal program kerja. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusulkan program penguatan kapasitas mahasiswa melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan, konten edukasi isu-isu aktual, serta gerakan EduTech Go To School Movement sebagai bentuk kontribusi nyata di sektor pendidikan.

Kementerian Sosial, Politik, dan Hukum serta Hak Asasi Manusia mengajukan forum pendidikan politik sebagai ruang literasi demokrasi mahasiswa. Kementerian Pemberdayaan Perempuan merancang program woman leadership inspiratif untuk mendorong peran dan kepemimpinan perempuan di lingkungan kampus. Sementara itu, Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan penyelenggaraan bazar sebagai wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan Kementerian Dalam Negeri mengajukan program sosialisasi kode etik serta standar operasional prosedur organisasi mahasiswa ke BEM tingkat fakultas.

Di bidang eksternal, Kementerian Luar Negeri merancang agenda studi banding serta forum diskusi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kabupaten Sidoarjo yang tergabung dalam Forum BEM DELTA. Kementerian Agama mengusulkan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai ruang penguatan spiritualitas mahasiswa, sedangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga merencanakan kompetisi olahraga, salah satunya UNUSIDA Futsal Cup, sebagai medium kebersamaan dan sportivitas.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Teknik Lingkungan UNUSIDA Serukan Merawat Alam, Menyulam Solidaritas, Meneguhkan Keluarga Keilmuan dalam ENVIRO CAMP 2025 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Serukan Merawat Alam dan Menyulam Solidaritas Antar Sesama

PACET — Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyerukan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan solidaritas antar sesama anggota. Hal tersebut diserukan usai kegiatan ENVIRO CAMP 2025 sebagai bagian dari rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) yang pada tahun ini terintegrasi dengan kegiatan OASE 2.0. Kegiatan yang berlangsung di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Sabtu-Ahad (22–23/12/2025).

Kegiatan ini merupakan lanjutan pembinaan mahasiswa baru dengan pendekatan akademik, emosional, dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas Teknik Lingkungan UNUSIDA. Adapun peserta utama ENVIRO CAMP 2025 kali ini adalah mahasiswa baru Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2025. Dinamika kegiatan semakin kuat dengan kehadiran mahasiswa aktif angkatan 2022 hingga 2024 serta para alumni angkatan 2016 sampai 2019 yang kini telah berkiprah di berbagai sektor dunia kerja, baik yang beririsan langsung dengan bidang teknik lingkungan maupun lintas profesi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak memahami isu-isu lingkungan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas berbasis aksi dan kebersamaan. Mulai dari diskusi keilmuan, edukasi lingkungan, hingga kegiatan sosial yang menumbuhkan rasa memiliki terhadap alam dan Ormawa Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kesadaran kolektif dan ditanamkan sejak dini. Menurutnya, mahasiswa Teknik Lingkungan memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Merawat alam bukan hanya tugas akademik, tetapi juga panggilan moral. Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan solidaritas antar mahasiswa serta memperkuat keluarga keilmuan Teknik Lingkungan UNUSIDA,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan forum refleksi bersama alumni yang berlangsung hingga larut malam. Diskusi dibagi ke dalam tiga forum utama, yaitu refleksi output materi kegiatan, orientasi berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA, serta penguatan motivasi dan mental mahasiswa. Rangkaian ini menegaskan bahwa menjadi mahasiswa teknik lingkungan bukan semata tentang capaian akademik, melainkan juga kesiapan mental, etika, dan solidaritas dalam berproses bersama.

Salah satu pesan reflektif disampaikan oleh Muchammad Waziruddin, perwakilan mahasiswa angkatan 2023. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar angkatan mahasiswa, sehingga tercipta suasana akademik yang inklusif dan kolaboratif. Nilai kebersamaan yang dibangun diharapkan mampu melahirkan sinergi positif dalam pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Di ruang sederhana ini, kita belajar bahwa Teknik Lingkungan bukan hanya soal ilmu dan gelar, tetapi tentang rasa memiliki, persaudaraan, dan keluarga yang saling menguatkan. Semoga kehangatan yang terbangun di ENVIRO CAMP ini tidak berhenti di Pacet, tetapi terus hidup sebagai legacy baik dalam keluarga Teknik Lingkungan UNUSIDA,” ungkapnya.

Melalui ENVIRO CAMP 2025 menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam membangun ruang orientasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa proses menjadi engineer lingkungan dimulai dari kesadaran merawat alam, diperkuat oleh ilmu pengetahuan, dan dijaga oleh ikatan kekeluargaan yang tumbuh bersama waktu.

Sejalan dengan semangat UNUSIDA sebagai kampus NU, sebagai mahasiwa harus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai keislaman dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Merawat alam dipandang sebagai ikhtiar menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Saya harap, kegiatan ini dapat terus menumbuhkan kesadaran ekologis, memperkuat solidaritas internal, serta meneguhkan identitas sebagai keluarga keilmuan yang siap berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.

ENVIRO CAMP 2025 HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

HMTL UNUSIDA Gelar ENVIRO CAMP 2025: Menyemai Orientasi Akademik dan Jejak Alumni untuk Masa Depan Lestari

PACET Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) UNUSIDA kembali menggelar ENVIRO CAMP 2025, sebuah agenda rutin tahunan yang sarat nilai edukatif dan reflektif. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Sabtu-Ahad (22–23/12/2025) serta terintegrasi dengan kegiatan OASE 2.0 sebagai bagian dari implementasi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Dengan mengusung tema ‘Melangkah Bersama Alam untuk Masa Depan yang Lestari’, ENVIRO CAMP 2025 dirancang tidak hanya sebagai wahana pengenalan lingkungan alam, tetapi juga sebagai ruang dialog akademik antara mahasiswa, dosen, dan alumni terkait dinamika dunia kerja serta peluang pengembangan diri di bidang teknik lingkungan.

Peserta utama kegiatan ini adalah mahasiswa baru angkatan 2025, yang diperkuat kehadirannya oleh mahasiswa aktif angkatan 2022–2024 serta alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 hingga 2019 yang hadir sebagai tamu undangan. Kehadiran lintas generasi ini menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.

Alumni Berbagi Jejak Karier dan Realitas Dunia Kerja
Salah satu sesi utama ENVIRO CAMP 2025 adalah penyampaian materi motivasi dan peluang karier di bidang teknik lingkungan yang disampaikan oleh Mokh. Yahya, S.T., alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 yang kini berkiprah di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam pemaparannya, Mokh. Yahya menekankan bahwa kompetensi teknik lingkungan memiliki irisan yang luas dengan berbagai sektor, termasuk transportasi dan tata kelola wilayah. Ia membagikan pengalamannya dalam pemetaan serta analisis lingkungan kawasan transportasi sebagai bagian dari perencanaan pembangunan berkelanjutan.

“Ilmu teknik lingkungan tidak selalu bekerja di balik cerobong atau instalasi pengolahan limbah. Di dunia kerja, kita dituntut mampu membaca ruang, memetakan dampak, dan memastikan pembangunan berjalan selaras dengan daya dukung lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak membatasi diri pada satu gambaran profesi semata. Menurutnya, fleksibilitas, integritas, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama bagi lulusan teknik lingkungan di tengah perubahan dunia kerja yang dinamis.

Tracer Study sebagai Upaya Reflektif Program Studi
Selain forum motivasi, ENVIRO CAMP 2025 juga dimanfaatkan sebagai media tracer study yang diinisiasi oleh Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. Kehadiran para alumni lintas angkatan menjadi momentum strategis untuk menelusuri jejak lulusan sekaligus memetakan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Dalam sambutannya, Muchammad Tamyiz menegaskan bahwa tracer study bukan sekadar pendataan administratif, melainkan bagian dari proses reflektif dan evaluatif program studi.

“Melalui pertemuan seperti ini, kami ingin mendengar langsung cerita alumni, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan menjadikannya masukan berharga bagi pengembangan kurikulum. Harapannya, mahasiswa yang hari ini mengikuti ENVIRO CAMP dapat melihat gambaran masa depan mereka secara lebih nyata dan terarah,” ujarnya.

Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Holistik
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan partisipatif. Interaksi antara mahasiswa baru, mahasiswa aktif, dan alumni tidak hanya membahas capaian akademik, tetapi juga menyentuh aspek mentalitas, etika kerja, serta peran engineer lingkungan dalam menjawab isu keberlanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Melalui ENVIRO CAMP 2025, Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA dan HIMA TL UNUSIDA menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang holistik. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan mahasiswa baru pada alam dan lingkungan sekitar, tetapi juga menautkan mereka dengan realitas profesi, jejaring alumni, serta nilai keberlanjutan yang menjadi ruh keilmuan teknik lingkungan.

“Dengan semangat melangkah bersama alam, ENVIRO CAMP 2025 menjadi pijakan awal bagi lahirnya generasi engineer lingkungan yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada masa depan yang lestari,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Pelantikan Raya Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ormawa UNUSIDA 2026 Resmi Dilantik, Rektor Tekankan Jadi Laboratorium Kepemimpinan dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) periode 2026 resmi dilantik pada Rabu, (24/12/2025). Pelantikan ini meliputi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi), serta Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UNUSIDA.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan ini menandai dimulainya masa bakti pengurus Ormawa UNUSIDA 2026 yang diharapkan mampu membawa organisasi mahasiswa semakin profesional, kolaboratif, dan berdampak.

Pelantikan Ormawa ini merupakan rangkaian akhir dari proses demokrasi kampus melalui Pemilu Raya (Pemira) Ormawa UNUSIDA, yang telah dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan partisipatif beberapa waktu yang lalu. Melalui Pemira, mahasiswa UNUSIDA diberi ruang untuk menentukan pemimpin organisasinya sebagai wujud praktik demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang bermakna dan membanggakan bagi UNUSIDA. Berbagai capaian institusional dan prestasi mahasiswa menjadi bukti bahwa pengelolaan akademik dan kemahasiswaan berjalan secara sistematis dan produktif.

“UNUSIDA berhasil meraih berbagai pengakuan nasional, mulai dari Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama, capaian Sistem Informasi Kinerja Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) pada klaster baik, hingga masuk kelompok perguruan tinggi berprestasi nasional. Ini bukan prestasi yang dibeli, melainkan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran strategis organisasi kemahasiswaan sebagai motor penggerak prestasi, penguatan karakter, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Ormawa periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun kehidupan kemahasiswaan yang aktif dan produktif. Kepada pengurus Ormawa yang terpilih melalui Pemira, ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah moral dan tanggung jawab kepemimpinan.

“Pengurus Ormawa adalah wajah mahasiswa UNUSIDA. Kalian diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak perubahan, serta tampil sebagai generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, dan berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fatkul Anam menyebut organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium kepemimpinan, etika demokrasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia mendorong pengurus Ormawa ke depan untuk menjadi mitra strategis universitas dengan menghadirkan program-program yang kreatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, persatuan, dan budaya akademik yang sehat di lingkungan organisasi. Menurutnya, pengurus Ormawa harus menjadi contoh kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.

Ia mendorong agar seluruh elemen organisasi mahasiswa dapat bersinergi menjadi mitra strategis universitas dalam penguatan prestasi akademik maupun non-akademik, pengembangan karakter kepemimpinan, serta peningkatan kualitas kehidupan kemahasiswaan.

Selain itu, ia menekankan Ormawa UNUSIDA harus mampu menghadirkan program-program yang inovatif, menjaga etika dan budaya akademik, serta berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi mahasiswa juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengembangan potensi diri bagi seluruh mahasiswa.

“Kita membutuhkan organisasi mahasiswa yang adaptif terhadap tantangan zaman, tetapi tidak kehilangan jati diri keilmuan dan nilai-nilai luhur kampus,” pungkasnya.

Pelantikan Ormawa UNUSIDA 2026 ini sekaligus menjadi awal komitmen bersama untuk melanjutkan estafet kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, adaptif terhadap tantangan zaman, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keilmuan serta keislaman khas Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 Resmi Demisioner (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus Ormawa UNUSIDA Tahun 2025 Resmi Demisioner, Pesankan Regenerasi dan Semangat Baru Kepemimpinan

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi memasuki masa demisioner seiring berakhirnya kepengurusan periode 2025. Pendemisioneran ini dihadiri oleh seluruh jajaran ketua Ormawa UNUSIDA periode tahun 2025, mulai dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himaprodi, dan Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UNUSIDA, Rabu (24/12/2025).

Presiden BEM UNUSIDA Tahun 2025, M. Burhanuddin Robbani, S.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan universitas, jajaran kemahasiswaan, serta seluruh civitas akademika yang telah membersamai perjalanan Ormawa selama satu periode kepengurusan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang telah menyelenggarakan seluruh rangkaian Pemilu Raya (Pemira) hingga pelantikan Ormawa secara demokratis dan kondusif. Menurutnya, momentum ini menjadi penanda penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa menuju Ormawa UNUSIDA periode 2026.

“Kepemimpinan akan berhasil jika ada keberlanjutan. Regenerasi adalah kunci agar organisasi terus hidup dan melompat lebih tinggi dari periode sebelumnya,” ujarnya.

Buhan menekankan bahwa wajah-wajah baru pengurus Ormawa periode 2026 harus hadir dengan semangat baru, keberanian bersuara, dan komitmen menjaga nama baik universitas. Ia mengingatkan agar dinamika dan tantangan yang terjadi pada periode sebelumnya tidak terulang, melainkan dijadikan bahan evaluasi bersama.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Ormawa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia UNUSIDA, termasuk kontribusi dalam mengenalkan kampus kepada calon mahasiswa baru.

“Ormawa tidak hanya bertugas menjalankan program kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membesarkan UNUSIDA, salah satunya melalui peran aktif dalam menarik dan menginspirasi calon mahasiswa baru,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPM UNUSIDA Tahun 2025, Muhammad Birrul Alim menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh Ormawa periode 2025 atas segala kekurangan selama menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kepengurusan selanjutnya mampu membawa Ormawa UNUSIDA semakin gemilang.

Birrul menegaskan bahwa jabatan bukanlah segalanya dalam organisasi, melainkan kontribusi nyata dan dedikasi yang akan meninggalkan jejak kebermanfaatan. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menjaga solidaritas dan merawat organisasi dengan semangat kebersamaan, diibaratkan seperti pohon yang kuat karena akarnya kokoh, batangnya teguh, dan daunnya saling melindungi.

“Tidak terpilih dalam kontestasi bukan berarti tidak bisa berkontribusi. Organisasi membutuhkan orang-orang yang bergerak, bukan hanya menunggu jabatan,” tegasnya.

Dengan berakhirnya masa kepengurusan Ormawa UNUSIDA 2025, diharapkan kepemimpinan mahasiswa periode 2026 mampu melanjutkan estafet perjuangan, menghadirkan program yang berdampak, serta memperkuat peran Ormawa sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengabdian bagi mahasiswa UNUSIDA.

OASE 2.0 Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA)

HMTL UNUSIDA Bekali Mahasiswa Baru Perancangan Program Nyata dalam Berorganisasi

PACET Kegiatan Orientation and Academic Skills for Environmental Engineers (OASE 2.0) kembali menjadi ruang pembelajaran awal bagi mahasiswa baru Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kegiatan ini diselenggarakan di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Mojokerto, Sabtu-Ahad (22–23/11/2025) lalu.

Dalam kesempatan tersebut juga menjadi ajang mengenalkan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) UNUSIDA yang sejalan dengan tujuan kegiatan yang menekankan penguatan orientasi akademik sekaligus keorganisasian bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Hal tersebut menjadi salah satu fokus utama OASE 2.0 tahun ini yaitu orientasi berorganisasi di lingkungan HMTL UNUSIDA.

Ketua HMTL UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho menegaskan bahwa OASE 2.0 tidak berhenti pada pengenalan kampus semata, melainkan diarahkan untuk membangun kesiapan mahasiswa baru dalam memahami dinamika organisasi, tanggung jawab struktural, serta budaya kerja kolektif selama menjadi bagian dari HMTL UNUSIDA.

“OASE 2.0 kami arahkan sebagai proses awal pembentukan karakter berorganisasi. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan kampus, tetapi juga dibekali pemahaman tentang bagaimana bekerja dalam tim, memikul tanggung jawab, dan berkontribusi secara nyata selama menjadi bagian dari HMTL UNUSIDA,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga dibekali dengan materi pengenalan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkup program studi yaitu HMTL, termasuk keterkaitannya dengan Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) serta struktur dan fungsi departemen di HMTL UNUSIDA yang disampaikan oleh Sheli Juwati Anggreni, Wakil Ketua HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Periode 2023–2024. ]

Dalam pemaparannya, Sheli menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang belajar kepemimpinan dan pengabdian. “Himpunan bukan sekadar tempat berkegiatan, tetapi laboratorium karakter, tempat mahasiswa belajar mengelola gagasan, konflik, dan tanggung jawab secara nyata,” ujarnya.

Sheli juga menjelaskan bahwa keberadaan HMTL UNUSIDA sebagai bagian dari jejaring IMTLI membuka peluang kolaborasi yang luas, baik di tingkat regional maupun nasional. Pemahaman struktur organisasi sejak awal dinilai penting agar mahasiswa baru dapat menentukan peran dan minatnya secara terarah, sekaligus menyadari kontribusi strategis setiap departemen dalam mendukung keberlanjutan organisasi dan program studi.

Lebih lanjut, mahasiswa juga dibekali dengan materi Administrasi dan Kesekretariatan yang disampaikan oleh Muchammad Waziruddin, Sekretaris 1 HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Periode 2025. Materi ini menitikberatkan pada praktik dasar administrasi organisasi, mulai dari tata naskah dinas, pengelolaan surat-menyurat, hingga penyusunan proposal kegiatan dan rencana anggaran biaya (RAB).

“Administrasi sering dianggap teknis, padahal ia adalah fondasi profesionalisme organisasi. Gagasan yang baik tidak akan berjalan tanpa administrasi yang rapi, tertib, dan akuntabel,” tegas Wazir.

Diskusi pada sesi ini berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa baru secara aktif mengajukan pertanyaan seputar mekanisme penyusunan proposal, pembagian peran kepanitiaan, hingga strategi menyusun program kerja yang selaras dengan visi organisasi. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami organisasi secara konseptual, tetapi juga mulai berpikir aplikatif.

Kedua materi orientasi berorganisasi ini menjadi penegasan arah OASE 2.0 sebagai orientasi berbasis praktik. Output utama yang dihasilkan adalah penugasan kepada seluruh peserta untuk menyusun proposal kegiatan secara berkelompok, yang mencakup konsep kegiatan, tujuan, susunan kepanitiaan, serta rencana anggaran biaya yang realistis dan terukur.

Menariknya, proposal-proposal tersebut tidak sekadar menjadi latihan, melainkan akan dikurasi dan diproyeksikan untuk direalisasikan sebagai program kerja HMTL UNUSIDA pada periode kepengurusan berikutnya. Dengan demikian, OASE 2.0 menjadi titik awal keterlibatan aktif mahasiswa baru dalam proses perencanaan dan pengembangan kegiatan kemahasiswaan yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, ia menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA yang tidak hanya memahami identitas akademiknya, tetapi juga siap berorganisasi, berpikir sistematis, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan gagasan menjadi program nyata.

“Semangat Green Integrity, Bright Future bukan sekadar sebagai slogan kegiatan, melainkan diimplementasikan sebagai praktik pembelajaran nyata yang ditanamkan sejak hari pertama mahasiswa memasuki dunia kampus. Nilai integritas, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab akademik dihadirkan melalui proses belajar yang reflektif, kolaboratif, dan aplikatif, sehingga mahasiswa sejak awal diarahkan untuk membangun karakter sebagai insan akademik dan calon engineer lingkungan yang beretika serta berorientasi pada keberlanjutan,” pungkasnya.

OASE 2.0 Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

OASE 2.0 Teknik Lingkungan UNUSIDA, Kuatkan Integritas dan Keilmuan Sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Mahasiswa

PACET Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (HIMA TL UNUSIDA) berkolaborasi dengan Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA menyelenggarakan Orientation and Academic Skills for Environmental Engineers (OASE 2.0) sebagai implementasi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan yang mengusung tema ‘Green Integrity, Bright Future: Mendorong Mahasiswa Berintegritas dan Peduli Lingkungan untuk Masa Depan’ ini dilaksanakan pada Sabtu–Ahad (22–23 November 2025) bertempat di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Mojokerto.

Ketua Pelaksana Kegiatan Moh. Rofiqi Malik, mengatakan bahwa OASE 2.0 dirancang dengan pendekatan pembelajaran kontekstual yang menekankan penguatan integritas, keilmuan, dan kepedulian lingkungan sebagai fondasi awal pembentukan karakter mahasiswa Teknik Lingkungan. Kegiatan ini menjadi ruang transisi akademik bagi mahasiswa baru agar siap menghadapi dunia perkuliahan sekaligus tantangan profesi sebagai calon engineer lingkungan.

Mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2024 menegaskan bahwa OASE 2.0 tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga membekali mahasiswa baru dengan orientasi nilai, keterampilan belajar, serta kesiapan berorganisasi.

“Melalui OASE 2.0, kami ingin mahasiswa baru memahami arah pengembangan diri sebagai calon engineer lingkungan yang berintegritas dan solutif terhadap persoalan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho, menekankan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan berbasis sains dan etika. Menurutnya, HIMA TL hadir sebagai ruang pendampingan agar mahasiswa memiliki keberanian berpikir kritis, kepekaan sosial, serta komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan.

Ia menyoroti pentingnya solidaritas dan kolaborasi lintas program studi di lingkup Fakultas Teknik (FT) UNUSIDA dalam mendukung kegiatan yang berdampak nantinya. Melalui OASE 2.0, ia berkomitmen dalam mencetak engineer lingkungan muda yang berintegritas, berwawasan ilmiah, dan peduli lingkungan.

“Alhamdulillah, terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak. Kegiatan ini menjadi pijakan awal menuju masa depan cerah, tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan ekologis. Keberagaman latar belakang mahasiswa adalah kekuatan. Dari sana, kolaborasi antarbidang teknik dapat melahirkan solusi lingkungan yang berdampak nyata,” ungkapnya.

Kegiatan OASE 2.0 dibuka secara resmi oleh Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa OASE 2.0 merupakan fondasi awal pembentukan karakter akademik mahasiswa.

“OASE 2.0 adalah pintu masuk untuk menanamkan integritas, etos ilmiah, dan tanggung jawab profesional. Output yang kami harapkan adalah mahasiswa yang unggul secara kompetensi dan matang secara karakter,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan materi pertama bertajuk Lingkup dan Kompetensi Program Studi Teknik Lingkungan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang peta kompetensi lulusan, relevansi kurikulum dengan tantangan lingkungan global dan nasional, serta peran strategis engineer lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan.

“Teknik lingkungan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga keputusan berbasis data, etika profesi, dan keberpihakan pada keberlanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, materi kedua mengenai PKM, PPK Ormawa, dan Safety Laboratorium disampaikan oleh Khilyatul Afkar, S.T., yang merupakan laboran Laboratorium Kualitas Lingkungan Fakultas Teknik UNUSIDA. Berbekal pengalaman lolos pendanaan PKM dan PPK Ormawa, ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam riset dan pengabdian masyarakat, tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.

“Pengalaman riset dan pengabdian akan membentuk daya saing mahasiswa. Namun, keselamatan di laboratorium adalah prasyarat utama yang tidak bisa ditawar,” terang khilya yang merupakan alumni Teknik Lingkungan angkatan 2018 tersebut.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Pemilu Raya ORMAWA UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Pemilu Raya ORMAWA UNUSIDA, Wujudkan Demokrasi Kampus yang Partisipatif dan Berintegritas

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Pemilu Raya (PEMIRA) Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) 2025, Selasa (25/11/2025). sebuah agenda tahunan yang menjadi instrumen penting dalam regenerasi kepemimpinan dan penguatan budaya demokrasi di lingkungan kampus.

Kegiatan yang dipusatkan di area Kampus 2 UNUSIDA ini berlangsung tertib dan penuh antusiasme dari mahasiswa. Adapun Pemilu Raya ini melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai program studi untuk memilih pengurus inti ORMAWA UNUSIDA mulai dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas maupun fakultas, hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi).

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Pemilu Raya menjadi momentum strategis bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi sekaligus mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan sejak dini.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus fokus pada penguatan kapasitas organisasi, konsistensi pelaporan dan dokumentasi kegiatan, kegiatan yang selaras dengan indikator SIMKATMAWA, pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi terhadap lingkungan kampus.

“Pemilu Raya bukan hanya soal memilih ketua organisasi, tetapi juga proses edukasi demokrasi. Di sini mahasiswa belajar bagaimana mengelola aspirasi, menjaga integritas, dan menghargai perbedaan. Kami berkomitmen memastikan penyelenggaraan berlangsung jujur, adil, dan transparan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Biro Kemahasiswaan terus mendorong ORMAWA untuk menciptakan persaingan sehat, menyusun visi-misi yang relevan, serta mendorong program yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.

Ketua KPU-M UNUSIDA, Mohammad Irsyad Haki sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa pada tahun ini yang secara tertib mengikuti prosedur PEMIRA dari awal. Nampak, mahasiswa mulai memadati lokasi pemungutan suara untuk memberikan hak pilih mereka sejak pagi. Hal tersebut menunjukkan euforia Pemilu Raya terasa kuat, menandakan tingginya kesadaran berdemokrasi di kalangan mahasiswa.

“Alhamdulillah mahasiswa dari berbagai angkatan terlibat aktif dalam tahapan kampanye hingga pemungutan suara. Semoga momentum Pemilu Raya merupakan kesempatan untuk memperkuat organisasi mahasiswa agar lebih adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan kampus,” ungkapnya.

Irsyad memastikan seluruh proses berlangsung objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, panitia sejak awal sudah menerapkan tahapan verifikasi kandidat yang ketat, penyampaian visi-misi secara terbuka melalui masa kampanye, hingga penghitungan suara secara transparan.

Ia berharap para ketua terpilih dapat menjalankan amanah dan menyusun program kerja yang selaras dengan visi universitas. Sebab melalui partisipasi yang tinggi dan pelaksanaan yang profesional, ia mengajak agar Pemilu Raya ini menjadi momentum penting dalam menghasilkan pemimpin mahasiswa yang berintegritas dan visioner.

“Penyelenggaraan Pemilu Raya ORMAWA 2025 menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus berupaya membangun iklim organisasi yang sehat, inklusif, dan demokratis. Saya harap pemimpin terpilih mampu membawa energi baru, gagasan segar, dan semangat kolaboratif untuk memajukan organisasi mahasiswa sekaligus mendukung prestasi kampus di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” pungkasnya.

Flyer Ucapan UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 (Foto: Istimewa)

UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025: Bukti Penguatan Tata Kelola Kemahasiswaan yang Akuntabel dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada tahun 2025. Berdasarkan surat resmi nomor 4744/B2/DT.01.01/2025, UNUSIDA berhasil meraih predikat Baik Sekali dalam Sistem Informasi dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek). Capaian ini menegaskan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya sekaligus menempatkan UNUSIDA sejajar dengan perguruan tinggi lain yang memiliki tata kelola kemahasiswaan unggul.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam terhadap seluruh civitas akademika atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan predikat ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari biro, program studi, dosen pembimbing, hingga organisasi mahasiswa yang aktif berkegiatan dan berprestasi.

“Alhamdulillah, predikat SIMKATMAWA UNUSIDA naik menjadi Baik Sekali, bersama dengan UNUSA. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UNUSIDA dalam membangun sistem tata kelola kemahasiswaan yang unggul, akuntabel, dan berdampak bagi mahasiswa. Terima kasih atas kerja keras seluruh civitas academica. Mari terus bergerak maju, tumbuh bersama, dan berprestasi lebih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., menguraikan langkah strategis yang ditempuh dalam meningkatkan kualitas pelaporan serta tata kelola SIMKATMAWA. Strategi tersebut meliputi:

  • Penguatan koordinasi dengan tim internal dan program studi untuk memastikan data lengkap dan tepat waktu.

  • Standarisasi prosedur pelaporan, melalui penyusunan panduan teknis dan penetapan timeline yang terstruktur.

  • Monitoring dan evaluasi berkala agar data yang dilaporkan akurat, relevan, dan sesuai indikator penilaian.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan predikat SIMKATMAWA tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga memberi efek domino bagi kualitas institusi.

Dampak pada Akreditasi Institusi dan Reputasi Publik

Fajar menjelaskan bahwa SIMKATMAWA memuat berbagai komponen pelaporan, mulai dari prestasi mahasiswa tingkat kementerian maupun non-kementerian, kegiatan mandiri di luar kampus, program MBKM, aktivitas Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta program pengembangan karier dan kompetensi.

“Dengan meningkatnya peringkat SIMKATMAWA, beberapa indikator akreditasi institusi otomatis terpenuhi sehingga menjadi modal kuat untuk akreditasi berikutnya. Selain itu, capaian ini meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik karena prestasi dan kinerja mahasiswa mencerminkan kualitas pendidikan serta pembinaan di UNUSIDA,” jelasnya.

Fasilitasi Ormawa agar Lebih Produktif dan Relevan

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menyebutkan bahwa selama ini pihaknya juga memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa melalui berbagai dukungan, mulai dari pendampingan rutin agar program kerja selaras dengan indikator SIMKATMAWA dan instrumen akreditasi, pelatihan dan workshop manajemen organisasi, kepemimpinan, dan penyusunan program kegiatan, dukungan administratif dan pendanaan agar kegiatan terdokumentasi dengan baik, hingga rutin menggelar rapat koordinasi serta monitoring-evaluasi berkala untuk memastikan kegiatan ormawa lebih terarah dan berdampak.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kegiatan mahasiswa tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi nilai strategis bagi perkembangan institusi.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya organisasi mahasiswa. Sebab, predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 menjadi tonggak penting bagi UNUSIDA dalam memperkuat tata kelola kemahasiswaan yang lebih profesional, partisipatif, dan berorientasi prestasi. Capaian ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah baru menuju universitas yang unggul dan berdaya saing nasional.

“Terima kasih atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak, termasuk pengurus Ormawa yang telah menjalankan program kerja sesuai target. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan, memperkuat sinergi, dan menjaga konsistensi kinerja agar UNUSIDA semakin berprestasi dan berdaya saing,” pesannya. (MY)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda (Foto: UKM KSR PMI UNUSIDA)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda

SIDOARJO – Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (UKM KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan di Markas PMI Kabupaten Sidoarjo, Ahad (9/11/2025) lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak relawan muda yang kompeten, bertanggung jawab, serta siap bertindak cepat dalam situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Pelatihan yang diikuti puluhan anggota aktif dan calon anggota KSR-PMI UNUSIDA tersebut menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus keterampilan praktis terkait penanganan keadaan darurat. Pertolongan pertama sering menjadi penentu keselamatan seseorang sebelum mendapat tindakan medis lanjutan. Karena itu, kehadiran relawan yang terlatih dan memahami teknik yang benar sangat dibutuhkan di berbagai situasi, terlebih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan potensi risiko kecelakaan yang tak terduga.

Sejak pagi, peserta telah memadati aula pelatihan Markas PMI Sidoarjo dengan antusiasme tinggi. Kegiatan diawali dengan pengenalan dasar mengenai prinsip-prinsip pertolongan pertama, peran relawan, hingga etika penanganan korban. Tim instruktur dari PMI Kabupaten Sidoarjo, yang dikenal berpengalaman dalam dunia medis dan penanganan kebencanaan, memberikan materi secara sistematis dan mudah dipahami, baik bagi peserta baru maupun anggota yang sudah lebih dulu bergabung. Para instruktur tidak hanya memberikan teori, namun juga menekankan pentingnya ketenangan, kecepatan, dan ketepatan dalam mengambil tindakan ketika menghadapi korban kecelakaan.

Dalam sesi teori, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai langkah awal penanganan kecelakaan, mulai dari metode pemeriksaan respons korban, teknik memanggil bantuan, hingga cara mengamankan lokasi agar proses pertolongan dapat dilakukan dengan aman. Instruksi mengenai jenis-jenis luka, penanganan pendarahan, hingga cara memberikan bantuan pada korban tidak sadarkan diri turut menjadi bagian penting dalam materi tersebut. Peserta kemudian diarahkan untuk memahami kondisi-kondisi darurat yang paling sering terjadi di lingkungan kampus, seperti cedera saat olahraga, kecelakaan ringan, hingga situasi medis mendadak yang memerlukan respons cepat.

Memasuki sesi praktik, suasana semakin dinamis. Peserta berkesempatan mempraktikkan langsung berbagai teknik pertolongan pertama yang telah dipelajari. Instruktur PMI memberikan demonstrasi terkait pembalutan luka, penanganan pendarahan, teknik memasang bidai pada anggota tubuh yang patah, hingga cara aman memindahkan korban dari lokasi kejadian. Tidak sedikit peserta yang awalnya tampak gugup, namun seiring berjalannya waktu mulai menunjukkan kepercayaan diri dalam mempraktikkan langkah-langkah tersebut bersama tim kecil masing-masing.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah simulasi kasus lapangan. Dalam simulasi ini, peserta dihadapkan pada skenario seolah-olah sedang menangani korban kecelakaan secara nyata. Mereka harus melakukan asesmen situasi, melakukan tindakan pertolongan pertama sesuai prosedur, hingga bekerja sama dalam tim untuk menyelamatkan “korban”. Suasana simulasi dibuat semirip mungkin dengan kondisi di lapangan, sehingga peserta dapat memahami pentingnya kerja cepat, komunikasi efektif, dan ketelitian saat memberikan pertolongan.

Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter relawan muda yang tanggap dan terampil. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kesiapsiagaan anggota KSR dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki potensi besar untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kebencanaan, sehingga pelatihan seperti ini menjadi landasan penting sebelum mereka terjun langsung ke lapangan.

Lebih dari sekadar memenuhi agenda tahunan, pelatihan ini juga menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas relawan. Mahasiswa yang terlatih diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat sekitar. Selain itu, keberadaan relawan KSR UNUSIDA yang kompeten dapat mendukung berbagai kegiatan kampus dan kemanusiaan, terutama dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Kegiatan pelatihan juga mendapatkan apresiasi dari pihak PMI Kabupaten Sidoarjo. Mereka menilai bahwa UNUSIDA merupakan salah satu kampus yang aktif mendukung pengembangan kompetensi pertolongan pertama bagi mahasiswa. Menurut tim instruktur PMI, semakin banyak relawan muda yang terampil, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi risiko cedera dan mempercepat penanganan keadaan darurat.

Di akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman mereka mengenai materi yang telah disampaikan. Evaluasi dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, dan uji praktik, sehingga peserta benar-benar dapat memastikan bahwa teknik yang dilakukan sudah sesuai prosedur keselamatan. Tidak sedikit peserta yang merasa bahwa pelatihan ini membuka cara pandang baru mengenai pentingnya pertolongan pertama.

Salah satu peserta menyampaikan kesan bahwa pelatihan ini membuatnya lebih percaya diri dalam menghadapi situasi darurat. “Biasanya saya bingung kalau melihat ada orang terluka, tetapi setelah pelatihan ini saya jadi tahu tindakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan UKM KSR-PMI UNUSIDA ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan dan memperluas pengalaman mereka dalam bidang kemanusiaan. Dengan bekal kemampuan teknis dan mental yang kuat, mahasiswa dapat menjadi bagian dari relawan yang sigap, berpengetahuan, dan siap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pembagian sertifikat yang menandai komitmen para peserta untuk menjadi relawan muda yang lebih siap menghadapi keadaan darurat. Ke depan, UKM KSR-PMI UNUSIDA berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan lanjutan, menjalin kerja sama dengan PMI, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat dalam bidang kebencanaan dan kesehatan.

 

Penulis: Afidatul Aliyah