Pos

2 Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Torehkan Prestasi Gemilang di Kejurcab IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025 1

2 Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Torehkan Prestasi Gemilang di Kejurcab IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025

SIDOARJO — Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Cabang IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Tenis Indoor GOR Sidoarjo, Jum’at-Ahad (10-12). Dua mahasiswa Program Studi Manajemen berhasil membawa pulang medali dan mengharumkan nama kampus.

Tri Maharani, mahasiswa Manajemen angkatan 2024, sukses meraih Juara 1 Jurus Baku sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri Kategori Seni. Sementara itu, Romaldi Jabbar R, mahasiswa Manajemen angkatan 2023, berhasil meraih Juara 3 Tanding Kelas C Dewasa Putra.

Perjuangan dan Tekad Seorang Pesilat Terbaik

Tri Maharani menceritakan awal perjalanannya dalam dunia pencak silat yang berawal dari keinginannya mengikuti jejak sang kakak. Namun, tekad itu sempat terhalang restu orang tua yang tidak mengizinkan putri satu-satunya untuk terjun ke dunia bela diri.

“Saya akhirnya tetap mengikuti pencak silat meskipun berbeda perguruan dengan kakak. Tahun 2019 saya diam-diam ikut kejuaraan seni pencak silat virtual untuk pertama kalinya. Dengan tekad, mental, dan kemampuan finansial yang terbatas, saya berusaha semampunya dan Alhamdulillah meraih juara 3. Dari situ saya membuktikan kepada keluarga bahwa saya bisa berprestasi di pencak silat,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (21/10/2025).

Perjuangannya tidak berhenti di sana. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, terutama menjaga kesehatan dan stamina di tengah padatnya aktivitas.

“Untuk memperoleh gelar pesilat terbaik itu tidak mudah. Saya berlatih rutin dua hingga tiga kali sehari sejak 2019 hingga 2025,” ungkapnya.

Selain sebagai mahasiswa, ia juga aktif bekerja dan menjadi pelatih silat bagi siswa-siswi di sekolah.

“Mengatur waktu kuliah, kerja, dan latihan bukan hal mudah. Pagi kuliah, siang mengajar pencak silat, malam latihan. Tapi dari situ saya belajar menjadi pribadi yang profesional,” jelasnya.

Rani mengaku tak menyangka berhasil membawa pulang gelar Pesilat Terbaik Putri, apalagi bersama 100 atlet binaannya yang semuanya juga berhasil meraih juara.

“Ini bukan sekadar tentang menjadi juara, tetapi tentang kerja keras, dedikasi, dan ketekunan. Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga, pelatih, dan UNUSIDA yang selalu mendukung kami,” tuturnya.

Bagi Tri, kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga wujud nyata nilai-nilai Nahdlatul Ulama yang menekankan kesederhanaan, kerja keras, dan kepedulian sosial. Ia berharap prestasinya dapat menginspirasi mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk terus berproses dan mengembangkan potensi diri.

Romaldi Jabbar: Menang dengan Sportivitas dan Disiplin

Sementara itu, Romaldi Jabbar R, peraih Juara 3 Tanding Kelas C Dewasa Putra, juga mengakui bahwa perjalanan menuju podium tidak mudah.

“Perjalanan ini memerlukan proses panjang, mulai dari latihan rutin, menjaga kedisiplinan, hingga menghadapi tantangan fisik dan mental. Setiap pertandingan memberi pengalaman berharga, bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana menghargai proses,” jelasnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program (Himaprodi) Manajemen tersebut, menekankan pentingnya keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual dalam menghadapi kompetisi.

“Saya menjaga pola makan, istirahat cukup, banyak berdoa, dan menjaga niat. Mental itu penting, karena di arena yang diuji bukan hanya tenaga, tapi juga ketenangan,” katanya.

Baginya, sportivitas adalah nilai utama seorang pesilat. “Kemenangan sejati bukan hanya soal skor, tapi bagaimana kita menghormati lawan. Nilai-nilai seperti disiplin, hormat, dan tanggung jawab yang saya pelajari dari pencak silat juga saya terapkan di kehidupan kampus,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jabbar berpesan kepada seluruh mahasiswa UNUSIDA agar tidak takut mencoba dan terus berproses.

“Prestasi itu bukan hanya hasil, tapi perjalanan. Setiap orang punya jalannya masing-masing, yang penting tetap rendah hati dan terus belajar,” tutupnya.

Kemenangan dua mahasiswa ini menjadi bukti bahwa UNUSIDA tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berprestasi di bidang olahraga dan seni bela diri. Semangat juang, disiplin, dan kerja keras yang ditunjukkan Tri Maharani dan Romaldi Jabbar menjadi inspirasi bahwa mahasiswa santri NU mampu bersaing dan berprestasi di tingkat daerah maupun nasional. (MY)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Pagar Nusa Championship Vol. 2 dengan mengusung tema ‘Seni dalam Kendali: Menjaga Tradisi Mewujudkan Prestasi’. Kejuaraan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (24–25/9/2025) di GOR Serbaguna Sidoarjo dan diikuti puluhan kontingen dari berbagai daerah.

Perwakilan Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sidoarjo, Muhammad Khoiri, yang memberikan apresiasi tinggi kepada panitia. Ia menegaskan bahwa terselenggaranya event ini adalah buah dari komitmen dan semangat yang luar biasa, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Kami bangga dengan kerja keras panitia. Perjuangan ini tidak mudah, tapi semangat dan pengorbanan mereka patut menjadi teladan bagi para atlet dan peserta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaprodi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga atas inisiatif mahasiswa menggelar kejuaraan pencak silat berskala besar di luar kegiatan akademik rutin.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar pesilat, pelatih, dan komunitas Pagar Nusa. Ia berharap, event ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjaga tradisi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada HIMA Manajemen yang mampu melaksanakan event ini untuk kedua kalinya. Semoga bisa menjadi agenda berkelanjutan, bahkan berkembang ke edisi berikutnya dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Kejuaraan ini juga dihadiri Nur Yahya, Dewan Pendekar Pagar Nusa Jawa Timur, serta para pelatih dan pendamping dari berbagai kontingen. Pertandingan digelar dalam berbagai kategori mulai dari Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa.

Lebih lanjut, Ketua HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar mengungkapkan bahwa persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, berkat kerja keras panitia, dukungan dari kampus, serta semangat luar biasa para atlet dan pelatih, acara ini bisa berjalan sukses hingga akhir.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, semoga Pagar Nusa Championship berikutnya bisa lebih meriah dan bermanfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

Juara Umum Pagar Nusa Championship Vol. 2

  • Juara 1: Padepokan Bina Bangsa Surabaya – 21 Emas, 8 Perak, 11 Perunggu,

  • Juara 2: CR Club – 14 Emas, 6 Perak, 3 Perunggu,

  • Juara 3: Harmoni Club – 5 Emas, 4 Perak, 3 Perunggu. (MY)

Tri Maharani, Mahasiswi Manajemen UNUSIDA Raih Juara 2 Nasional Pencak Silat "Malang Championship 5" 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Tri Maharani, Mahasiswi UNUSIDA Raih Juara 2 Nasional Pencak Silat ‘Malang Championship 5’ 2025

Sidoarjo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kali ini, Tri Maharani, mahasiswi Program Studi Manajemen angkatan 2024, berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat ‘Malang Championship 5’ Tahun 2025 yang memperebutkan Piala KEMENDIKBUD RI dan Wali Kota Malang.

Kejuaraan tingkat nasional tersebut diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai provinsi di Indonesia. Tri Maharani menunjukkan performa luar biasa hingga mencapai partai final dan meraih juara 2. Ia mengaku merasa bangga dan bersyukur atas pencapaiannya.

“Sudah pasti saya merasa bangga dan bersyukur karena masih bisa mendapatkan juara 2, walaupun belum bisa meraih posisi juara 1,” ungkapnya, Selasa (29/7/2025).

Rani sapaan akrabnya menjelaskan bahwa motivasi terbesarnya dalam mengikuti kejuaraan ini adalah keinginan untuk menguji kemampuan diri, serta membuktikan bahwa ia mampu bersaing di tingkat nasional dan membanggakan orang tua.

Mengawali perjalanan di dunia pencak silat sejak masih duduk di bangku SMK, Rani terus menunjukkan konsistensinya. Ia mengaku jatuh cinta pada olahraga bela diri tradisional ini karena mampu membentuk kedisiplinan dan meningkatkan rasa percaya dirinya.

“Saya sangat menyukai pencak silat. Selain menjaga kesehatan dan kebugaran, pencak silat juga mendidik kita untuk disiplin dan percaya diri,” tambahnya.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan, Rani menjalani latihan intensif selama 6 bulan dengan jadwal padat, yakni empat kali seminggu. Namun, perjuangannya tidak berjalan mulus. Ia sempat mengalami cedera beberapa minggu sebelum pertandingan.

“Tantangan terbesar saya adalah cedera. Tapi alhamdulillah, saya bisa pulih dan siap bertanding,” ujarnya.

Salah satu momen paling berkesan bagi Rani adalah ketika berhasil mengalahkan lawan tangguh dari provinsi lain di babak semifinal, pengalaman yang ia sebut sebagai pembuktian nyata atas kerja kerasnya selama ini.

Rani juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Ia berharap mahasiswa tidak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga aktif di bidang non-akademik sebagai bentuk pengembangan diri.

“Mahasiswa bisa menjadi agen pelestari budaya. Pencak silat bukan hanya olahraga, tapi juga bagian dari identitas bangsa yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rani memberikan semangat kepada rekan-rekan mahasiswa UNUSIDA untuk terus berani mencoba, menggali potensi, dan jangan pernah takut gagal.

“Jangan ragu untuk mencoba hal-hal baru. Teruslah mengembangkan diri dan jadilah versi terbaik dari dirimu, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tuturnya.

Ke depan, Tri menargetkan untuk berkompetisi di ajang internasional dan menorehkan prestasi yang lebih tinggi. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama baik kampus serta bangsa di kancah global.

Prestasi Tri Maharani ini menambah deretan mahasiswa berprestasi UNUSIDA dan menjadi bukti bahwa semangat juang, latihan yang konsisten, dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar adalah kunci keberhasilan menuju podium kemenangan. (MY)

Malinda Dwi Harjani Setyo, Mahasiswi Manajemen UNUSIDA peraih Juara 3 Nasional Kejuaraan Pencak Silat “Malang Championship 5” Tahun 2025 (Foto: Istimewa)

Cerita Inspiratif Malinda, Mahasiswi UNUSIDA Peraih Juara 3 Nasional Pencak Silat 2025

Sidoarjo – Malinda Dwi Hanjani Setyo, mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2024, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Nasional dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Malang Championship 5 Tahun 2025, memperebutkan Piala KEMENDIKBUD RI dan Piala Wali Kota Malang.

Dalam wawancara, Malinda mengungkapkan perasaan haru dan bangganya atas capaian tersebut. “Perasaan saya sungguh sangat senang dan bangga pada diri sendiri karena sudah mau berjuang sampai di titik ini,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).

Motivasi Tak Pernah Padam

Sejak duduk di bangku kelas 8 SMP pada tahun 2018, Malinda telah menaruh minat besar terhadap dunia pencak silat. Berawal dari kejuaraan tingkat pondok pesantren se-Jawa dan Bali, ia terus mengasah kemampuan dan mengikuti berbagai kompetisi, dari tingkat provinsi hingga nasional. Meski kerap menemui kegagalan, ia tak pernah menyerah.

“Motivasi yang selalu saya tanamkan adalah, jika orang lain bisa, maka saya juga harus bisa,” tegasnya.

Pernah mengalami kegagalan karena kelebihan berat badan, bahkan kecelakaan parah yang membuatnya gagal ikut seleksi Porprov, tak membuat semangat Malinda padam. Sebaliknya, semua itu ia jadikan batu loncatan untuk terus membuktikan diri, termasuk kepada keluarganya yang sempat meragukan pilihannya menekuni dunia persilatan.

Perjalanan Panjang Penuh Cerita

Sebelum sukses di Malang Championship 5, Malinda sempat mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari O2SN, Kejurkab, Kejurda, hingga PORSENI NU tingkat nasional di Solo. Ia juga aktif dalam berbagai kategori, mulai dari tanding individu, jurus tunggal, hingga beregu bersama rekan satu kampusnya, Tri Maharani.

Tantangan pun tak hanya datang di arena pertandingan. Ketika hendak mengikuti kejuaraan di Malang, ia dan Tri Maharani bahkan hampir membatalkan keberangkatan karena kendala biaya. Berkat dukungan dari dari teman seperjuangan, serta restu orang tua dan pelatih, mereka akhirnya bisa berangkat dan pulang membawa prestasi.

“Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Dengan effort besar, mulai dari waktu, pikiran, hingga materi, semua akhirnya terbayar lunas dengan kemenangan ini,” ucap Malinda penuh haru.

Persiapan Kilat dan Mental Tangguh

Dengan waktu persiapan yang hanya empat hari, Malinda berlatih keras untuk menghadapi kejuaraan nasional ini. Meskipun latihan berlangsung singkat, fokus dan determinasi membuatnya tetap percaya diri. Ia mengakui bahwa tantangan terberat justru saat menjelang pertandingan, ketika rasa gugup mulai muncul.

“Grogi itu manusiawi. Tapi saya punya cara sendiri untuk mengatasi, salah satunya dengan bercanda bersama teman dan tidak mencari tahu siapa lawan saya. Fokus saja pada yang saya bawa ke atas matras,” jelasnya.

Momen Tak Terlupakan dan Pandangan tentang Pencak Silat

Bagi Malinda, momen paling berkesan dalam kejuaraan ini bukan hanya saat menerima medali, tapi kebersamaan bersama tim: tidur bersama di satu tempat, latihan bareng, panik bersama, dan tentu saja saling menyemangati.

“Pencak silat bukan hanya olahraga, tapi juga budaya dan karakter. Mahasiswa punya peran besar dalam melestarikannya dan menyebarkan nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan cinta tanah air,” ungkapnya.

Pesan dan Harapan

Malinda menegaskan pentingnya semangat pantang menyerah dalam meraih mimpi. “Jangan pernah takut mencoba meski hasilnya tak sesuai harapan. Habiskan masa sulitmu di masa muda, dan nikmati suksesmu di masa tua. Jangan malas berusaha dan libatkan Tuhan, orang tua, pelatih, dan orang terdekatmu dalam setiap langkahmu,” tuturnya.

Target ke depan, Malinda ingin terus berprestasi dan menorehkan pencapaian yang lebih tinggi lagi di dunia persilatan. Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tapi juga ia persembahkan membanggakan almamater UNUSIDA, yang senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif, berprestasi, dan melestarikan budaya bangsa melalui berbagai jalur, termasuk pencak silat.

“Saya ingin terus melangkah lebih jauh. Semua ini bukan hanya tentang kejuaraan, tapi juga tentang membuktikan kepada diri sendiri dan keluarga bahwa saya bisa. Ini baru awal dari perjalanan panjang saya,” pungkasnya. (MY)

Flyer Romaldi Jabbar, Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 Tingkat Jawa Timur (Foto: istimewa)

Romaldi Jabbar, Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Raih Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 Tingkat Jawa Timur

Sidoarjo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Romaldi Jabbar Rohmansyah, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kejuaraan bergengsi yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah ini menjadi tantangan tersendiri bagi Jabbar, sapaan akrabnya. Meski bersyukur atas pencapaian tersebut, ia tidak menampik adanya rasa kecewa karena belum berhasil meraih juara pertama.

“Perasaannya pasti senang, tapi juga ada sedihnya karena belum bisa top satu. Tapi ini jadi motivasi buat lebih baik lagi ke depan,” ungkapnya, Jum’at (25/7/2025).

Jabbar mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kejuaraan ini bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara, tetapi lebih kepada menambah jam terbang di dunia non-akademik, terutama dalam bela diri yang telah ditekuninya sejak SMP. Sebelumnya, ia juga pernah meraih Juara 1 dan Juara 3 dalam kejuaraan saat duduk di bangku SMA.

Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Prodi Manajemen tersebut mengaku persiapan menuju kejuaraan ini diakuinya cukup berat. Banyak peserta merupakan perwakilan dari institusi besar, termasuk dari jajaran kepolisian.

“Yang ikut kebanyakan dari Kapolda, jadi persaingan ketat banget. Tapi saya terus berusaha, yakin, dan yang penting nggak lupa berdoa,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan salah satu momen paling berkesan baginya adalah suasana kekeluargaan yang terasa meski sedang berlaga di atas gelanggang.

“Yang paling berkesan itu ketika di atas gelanggang kita jadi lawan, tapi setelah selesai pertandingan, kita saling bersahabat. Itu nilai yang keren dari pencak silat,” tutur Jabbar.

Sebagai mahasiswa, Jabbar meyakini bahwa peran generasi muda sangat penting dalam melestarikan budaya bela diri tradisional seperti pencak silat.

“Caranya dengan terus ikut event dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya silat. Bukan hanya soal bertanding, tapi juga menjaga identitas budaya bangsa,” jelasnya.

Jabbar berpesan agar terus semangat menjalani proses. Menurutnya, mahasiswa UNUSIDA juga memiliki potensi dan peluang yang sama untuk bersaing meraih prestasi. Capaiannya kali ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi di ranah budaya dan olahraga, khususnya dalam melestarikan seni bela diri pencak silat di tingkat regional maupun nasional.

“Jalan untuk berkembang itu luas. Nggak harus jadi juara dulu, yang penting terus berproses dan semangat,” tuturnya.

Ke depan, ia bertekad masih ingin terus mengikuti kejuaraan-kejuaraan lainnya. Namun, keterbatasan ekonomi kadang menjadi kendala yang harus ia hadapi. Meski begitu, semangatnya tak surut.

“Keinginan ikut event itu selalu ada, tapi kadang terhalang biaya. Tapi saya akan terus cari cara dan jalan supaya tetap bisa ikut dan berkembang,” pungkasnya. (MY)

UKM Pagar Nusa Unusida dalam Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024 (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswi Unusida Raih Prestasi di Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024

Prestasi gemilang kembali diraih oleh dua mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) dalam Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024 yang berlangsung pada Sabtu-Senin, 21-23 Desember 2024 di GOR Serbaguna Sidoarjo. Dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini, Annisa Azizatul Izzati dan Farichatul Ummah berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Tanding Dewasa Putri.

Annisa Azizatul Izzati, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021, meraih Juara 1 Kategori Tanding Kelas Under Dewasa Putri. Sedangkan Farichatul Ummah, mahasiswi PGSD angkatan 2024, juga berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih Juara 1 Kategori Tanding Kelas A Dewasa Putri.

Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024 diikuti oleh pesilat dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga pencapaian ini semakin memperlihatkan kualitas dan potensi mahasiswa Unusida dalam bidang olahraga, khususnya pencak silat.

Rektor Unusida, Dr. H. Fatkul Anam, M. Si , menyampaikan selamat dan bangga atas prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswi tersebut. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unusida memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Annisa dan Farichatul. Ini adalah hasil dari latihan yang keras, semangat juang yang tinggi, dan tentu saja dukungan dari seluruh civitas akademika Unusida. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Unusida, Nur Chasanah menjelaskan, prestasi ini sangat mengharumkan nama Unusida di kancah daerah maupun nasional. Tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia olahraga pencak silat di Indonesia.

“Keberhasilannya ini menjadi bukti dedikasi dan kerja keras dalam berlatih pencak silat. Semoga prestasi ini semakin memperkuat nama Unusida di kancah olahraga nasional,” harapnya.

Ia mengungkapkan bahwa tekad yang dimiliki anggota UKM Pagar Nusa Unusida dalam berlatih pencak silat sangat patut dicontoh mahasiswa untuk meraih prestasi. Seperti dalam hal disiplin dalam latihan, menjaga kondisi fisik dengan menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, serta fokus terhadap teknik yang akan digunakan.

“Alhamdulillah, semua dapat bersaing dengan sehat untuk meningkatkan keterampilan dan mencapai hasil yang maksimal. Serta selalu siap dan percaya diri dalam berlatih dan bertanding di pencak silat,” jelasnya.

 

(my)

Kontingen UKM Pagar Nusa Unusida di Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa PandalungaN Cup 2 (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida berhasil Sabet 2 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa PandalungaN Cup 2

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali mengukir prestasi gemilang di bidang olahraga pencak silat. Alim Rohmatullah dan Aisyah Indy Hidayati, dua atlet pencak silat unggulan dari Unusida, sukses meraih podium pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa PandalungaN Cup 2 yang diadakan oleh UKM Pagar Nusa Universitas Jember, yang digelar pada Selasa-Kamis (12-14/11/2024).

Alim Rohmatullah, mahasiswa Unusida jurusan Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 pada kategori Tanding Kelas E Dewasa Putra. Kemenangan ini merupakan bukti ketekunan dan kerja keras Alim dalam berlatih sehingga dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam sebuah kejuaraan.

Sementara itu, Aisyah Indy Hidayati, tampil memukau dan berhasil meraih Juara 3 pada kategori Tanding Kelas D Dewasa Putri. Aisyah yang merupakan mahasiswi program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) tersebut menunjukkan semangat juang yang tinggi dan teknik dengan baik. Capaian ini semakin menegaskan potensi besar Aisyah dalam dunia pencak silat.

Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa PandalungaN Cup 2 kali ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dari berbagai daerah. Kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian kemampuan para pesilat muda di Indonesia.

Keberhasilan ini tentu saja menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Unusida. Rektor Unusida, Dr. H. Fatkul Anam, M,Si, mengungkapkan rasa bangga dan memberikan apresiasi terhadap prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswa tersebut.

“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Alim Rohmatullah dan Aisyah Indy Hidayati. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unusida tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga, khususnya pencak silat,” ujarnya.

Menurutnya, prestasi ini semakin menegaskan eksistensi Unusida dalam mengembangkan potensi mahasiswa di berbagai bidang, baik akademik, seni, olahraga, maupun budaya. Dengan semangat dan kerja keras, diharapkan ke depannya lebih banyak lagi mahasiswa Unusida yang dapat meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Selamat untuk Alim Rohmatullah dan Aisyah Indy Hidayati, semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” katanya.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Unusida, Nur Chasanah menjelaskan, perkembangan pencak silat di kalangan mahasiswa Unusida cukup positif. Mahasiswa mulai menyadari pentingnya mengembangkan diri tidak hanya dalam akademik, tetapi juga dalam olahraga dan seni bela diri.

Pencak silat, sebagai bagian dari budaya Indonesia, memiliki tempat yang sangat penting, dan kami di UKM Pagar Nusa berkomitmen untuk memperkenalkan dan memperkuat eksistensi Unusida di bidang olahraga pencak silat.

“Kami melihat banyak mahasiswa yang antusias dan bersemangat untuk bergabung dengan UKM kami, baik untuk berlatih sebagai hobi maupun untuk mengembangkan potensi sebagai atlet,” jelasnya kepada Humas Unusida, Jumat (15/11/2024).

Ana menyadari peran UKM Pagar Nusa di Unusida dalam mendukung atlet muda sangat krusial. Oleh karena itu, kegiatan di UKM tidak hanya fokus pada pembinaan keterampilan teknik pencak silat, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental juara.

Melalui fasilitas yang ada, ia mencoba melaksanakan kegiatan latihan rutin, seminar, dan event internal, guna menciptakan atmosfer yang mendukung pertumbuhan potensi mahasiswa.

“Semoga UKM pencak silat, khususnya Pagar Nusa di Unusida, dapat terus menjadi wadah yang produktif untuk mengembangkan bakat-bakat baru yang nantinya bisa berkontribusi di tingkat yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” harapnya.

Pagar Nusa Championship Himaprodi Manajemen Unusida (Foto: Humas Unusida)

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Pagar Nusa Championship Himaprodi Manajemen Unusida

Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Pagar Nusa Championship. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, Jum’at (30/08/2024) – Ahad (01/09/2024) tersebut dipusatkan di Gedung Serbaguna Pulo Kencono, Rangkah Kidul, Sidoarjo.

Tampak antusias ratusan peserta yang mengikuti kejuaraan pencak silat tingkat Jawa Timur tersebut diikuti sebanyak 386 peserta dari 38 kontingen. Yang mempertandingkan kategori seni dan kelompok usia mulai dari usia dini, pra remaja, remaja, sampai dewasa.

Wakil Rektor Unusida, Hadi Ismanto menyampaikan pentingnya kejuaraan pagar nusa yang diselenggarakan oleh Himaprodi Manajemen Unusida. Menurutnya, pagar nusa memiliki peran penting dalam menjaga Amaliyah NU, menjaga para kiai NU serta menjaga NKRI.

“Pagar nusa memiliki peran penting dalam menjaga ketentraman di Indonesia. Menjadi benteng bagi bangsa Indonesia dan juga para kiai,” terangnya saat membuka kegiatan tersebut.

Anggota DPRD Sidoarjo, Zakaria Dimas Pratama mengatakan, kegiatan ini tidak sekedar sebagai kompetisi, tapi menjadi ajang silaturahmi dari seluruh penderkar pagar nusa. Tidak hanya sekedar olahraga, akan tetapi seni bela diri bagi para pelajar.

Alumni Unusida tersebut sangat mengapresiasi hasil program kerja untuk memfasilitasi pendekar pagar nusa untuk dapat berkompetisi dan berprestasi. Melalui kegiatan kejuaraan seperti ini yang dapat mengasah skill dan mental para atlet ketika bertanding.

“Semoga kegiatan ini rutin diselenggarakan Ormawa Unusida untuk mewadahi atlet-atlet berbakat yang akan meneruskan prestasi yang sudah ditorehkan Kabupaten Sidoarjo dalam ajang Pekan Olahraga tingkat provinsi selanjutnya,” harapnya.

Dimas berpesan untuk tetap semangat dalam berlatih untuk mencapai sebuah prestasi. Ia mengatakan bahwa latihan yang tekun merupakan sebuah proses untuk mendapatkan hasil terbaik dalam sebuah kompetisi

“Jika ingin berprestasi, harus lebih banyak berlatih daripada lawan. Jika lawan berlatih 1x, kita harus berlatih 2x, semangat menjadi pendekar pagar nusa,” tuturnya.

Ketua Himaprodi Manajemen, Hilmi Ubaidillah menambahkan melalui kejuaraan ini akan melahirkan potensi atlet-atlet pencak silat di daerah Sidoarjo.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan dosen yang telah memberikan arahan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

 

(my)