Pos

Empat Mahasiswa UNUSIDA Lolos WIJABA Internship Program Batch 10 Tahun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Lagi! Mahasiswa UNUSIDA Kembali Lolos WIJABA Internship Program Batch 10 Tahun 2026

SIDOARJO — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Empat mahasiswa UNUSIDA berhasil lolos sebagai peserta WIJABA Internship Program Batch 10 Tahun 2026, sebuah program magang nasional yang memberikan ruang pengembangan kompetensi, pengalaman profesional, serta peningkatan soft skill bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Adapun mahasiswa UNUSIDA yang terpilih dalam program tersebut adalah:

  • Aisyah Indy Hidayati – PGMI Angkatan 2023 (NIM 51423021) sebagai Environmental Program Officer,

  • Aininna Halizah Rahmah – PGSD Angkatan 2023 (NIM 42423186) sebagai Environmental Program Officer,

  • Muhamad Aviv Fernanda – Informatika Angkatan 2023 (NIM 23423025) sebagai Video Editor and Content Creator,

  • Ismialifatarbiyah – DKV Angkatan 2023 (NIM 22423018) sebagai Environmental Program Officer.

Salah satu peserta, Muhamad Aviv Fernanda, mengungkapkan rasa bangganya dapat bergabung dalam program tersebut. Ia berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik sekaligus mengharumkan nama almamater.

“Saya sangat bersyukur dan bangga mendapatkan kesempatan ini. InsyaAllah saya akan memberikan yang terbaik dan membawa nama baik UNUSIDA selama mengikuti program,” ujarnya.

Senada dengan itu, Aininna Halizah Rahmah menilai bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari usaha, doa, serta proses seleksi yang ketat bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi. Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNUSIDA lainnya.

“Kesempatan ini datang karena kita mau berusaha dan terus belajar. Saya ingin menularkan semangat kompetitif kepada teman-teman UNUSIDA agar berani mencari peluang di luar perkuliahan untuk meningkatkan soft skill. Mumpung masih kuliah, kesempatan sangat terbuka luas kalau kita mau bergerak,” tuturnya.

Sementara itu, dosen pengampu Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom turut menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswa tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata semangat mahasiswa UNUSIDA dalam mengembangkan potensi diri, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di dunia profesional.

Kepala Program Studi (Prodi) Informatika tersebut berharap, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika UNUSIDA untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Selamat untuk mahasiswa yang terpilih, buktikan kalian layak dipilih. Serap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, selalu kompak dan saling mendukung satu sama lain,” pesannya.

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan JNE (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan JNE, Perkuat Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri

SIDOARJO — Mengawali tahun 2026, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Selasa (27/1/2026). Kerja sama ini dilaksanakan melalui Fakultas Ekonomi UNUSIDA sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., didampingi Dekan Fakultas Ekonomi serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M. Kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi strategis yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Melalui kerja sama ini, JNE memperoleh akses terhadap talenta muda UNUSIDA dalam proses rekrutmen sumber daya manusia, sekaligus membuka peluang program magang bagi mahasiswa. Program tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja profesional.

Kepala Cabang JNE Sidoarjo, Ninil Indrasari, menjelaskan bahwa kerja sama antara JNE dan UNUSIDA sebelumnya telah terjalin dalam layanan pengiriman, kemudian berkembang ke berbagai aspek yang memberikan manfaat lebih luas, khususnya bagi mahasiswa.

“Kerja sama dengan institusi pendidikan merupakan salah satu bentuk dukungan JNE terhadap dunia pendidikan sekaligus tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa,” ujar Ninil.

Ia juga menambahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan UNUSIDA menjadi salah satu jaringan titik layanan JNE guna memudahkan civitas akademika maupun masyarakat sekitar dalam kebutuhan pengiriman.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyambut baik terjalinnya kolaborasi ini. Menurutnya, kampus membuka peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang maupun kerja praktik sebagai sarana mengenal dunia industri secara langsung.

“Kerja sama ini tidak hanya memperluas jaringan dan koneksi antara akademisi dan pelaku industri, tetapi juga memberikan insight bagi pengembangan riset dan inovasi di bidang logistik serta peningkatan kualitas layanan. Bagi universitas, kolaborasi ini dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap kehadiran JNE di lingkungan kampus mampu menumbuhkan produktivitas serta semangat kewirausahaan mahasiswa. Sejumlah program JNE berpotensi dikolaborasikan dengan kampus, mahasiswa, maupun stakeholder terkait bisnis dan logistik, sehingga turut menggerakkan roda perekonomian.

“Kerja sama ini tidak sekadar bertujuan membangun brand awareness, melainkan menjadi wujud nyata semangat bergerak bersama untuk dunia pendidikan. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan dampak signifikan bagi kedua belah pihak, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta inovasi di Indonesia,” pungkasnya.

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026

SIDOARJO – Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa melalui kegiatan Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026 bertema ‘Membangun Narasi Riset Berkualitas untuk Mempercepat Proses Terbit di Jurnal Terakreditasi’. Kegiatan ini dilaksanakan pada , bertempat di Lantai 4 Kampus II UNUSIDA, Selasa (27/1/2026).

Workshop menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Dosen Prodi Akuntansi FEB UPN Veteran Jawa Timur Dr. Gidion Budiwitjiaksono, S.E., M.Si., CfrA., CRA., CRP., dan Dosen Prodi Akuntansi FE UNUSIDA Kafidin Muzakki, S.E., M.Ak. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2023 serta dosen pendamping sebagai bagian dari penguatan budaya riset di lingkungan Prodi Akuntansi.

Ketua Program Studi Akuntansi UNUSIDA, Dian Fahriani, S.E., M.SA., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda berkelanjutan yang telah memasuki volume ketiga.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, khususnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek penelitian. Mahasiswa sebenarnya sudah memiliki proyek riset melalui perkuliahan, namun tantangannya adalah bagaimana hasil tersebut bisa dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Melalui coaching clinic ini, kami ingin mendampingi mereka secara strategis hingga siap submit,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa workshop ini juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa menjelang semester akhir, di mana publikasi artikel menjadi salah satu target akademik.

“Melalui Workshop & Coaching Clinic Vol. III ini, kami berharap mahasiswa semakin percaya diri menulis karya ilmiah, aktif berkontribusi dalam publikasi nasional, serta mampu meningkatkan daya saing akademik di tingkat perguruan tinggi,” harapnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Gidion Budiwitjiaksono menekankan bahwa artikel ilmiah berangkat dari ide yang dituangkan secara tertulis agar memiliki rekam jejak akademik yang abadi.

“Kalau ide hanya disampaikan secara lisan, akan hilang begitu saja. Tapi ketika ditulis dan dipublikasikan, ide itu menjadi jejak ilmiah yang bisa diakses kapan pun. Jurnal terakreditasi berarti tulisan tersebut telah memenuhi standar kelayakan ilmiah untuk dikonsumsi publik,” jelasnya.

Ia juga membagikan tips teknis penulisan artikel, mulai dari struktur naskah, kesesuaian fokus jurnal, pentingnya afiliasi penulis, hingga ketelitian dalam mencantumkan daftar pustaka.

“Mahasiswa harus memahami rumah jurnal yang dituju. Jangan sampai salah kamar. Artikel akuntansi harus masuk jurnal akuntansi. Selain itu, pastikan semua referensi muncul di badan naskah dan ikuti template jurnal dengan disiplin, karena banyak artikel gugur di tahap administratif,” pesannya.

Sementara itu, Kafidin Muzakki, S.E., M.Ak., turut memberikan pendampingan praktis terkait penyusunan narasi penelitian serta strategi memilih jurnal yang relevan dengan topik riset mahasiswa.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga dirancang berkelanjutan melalui sesi pendampingan lanjutan, agar mahasiswa mampu menghasilkan artikel ilmiah yang siap dipublikasikan.

SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan Laksanakan Campus Visit ke UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan Laksanakan Campus Visit ke UNUSIDA, Perkuat Akses Pendidikan dan Wawasan Siswa

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan campus visit dari SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan, Madura, sebagai bagian dari upaya membuka cakrawala pendidikan siswa sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga. Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua institusi ini dipusatkan di Hall Lantai 5 Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Kamis (29/1/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan bersama jajaran guru dan siswa. Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus menggali informasi seputar program studi, kewirausahaan, dan pendidikan keagamaan.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan, Eka Restuti Kusuma Ningrum, S.Pd., M.Pd., Gr., menyampaikan refleksi perjalanan hidupnya sebagai pendidik yang ditakdirkan mengabdi di wilayah luar Pulau Jawa.

“Awalnya saya tidak pernah membayangkan akan mengajar di Pamekasan. Namun ternyata Allah memberikan jalan yang berbeda. Justru di sana saya menemukan ketenangan, terlebih ketika berada di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Dari situlah tumbuh kesadaran bahwa anak-anak kami perlu diajak keluar melihat dunia yang lebih luas agar memperoleh ilmu yang lebih baik,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia di daerah menjadi alasan utama pihak sekolah memilih untuk bergerak keluar mencari tambahan wawasan bagi siswa.

“Wilayah kami jauh dari perkotaan. Maka kami membawa anak-anak ke sini agar mendapatkan ilmu dari luar, terutama tentang kewirausahaan dan pendidikan agama. Harapannya, ilmu yang diperoleh di UNUSIDA bisa kami aplikasikan sepulang ke Pamekasan,” jelasnya.

Secara khusus, rombongan menyatakan ketertarikan pada Fakultas Ekonomi untuk penguatan kewirausahaan serta Fakultas Agama Islam (PAI) yang relevan dengan kurikulum sekolah berbasis pesantren.

Sementara itu, Plt Rektor UNUSIDA,  Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menyambut hangat kedatangan rombongan SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan. Ia mengapresiasi semangat sekolah dalam memperjuangkan pemerataan akses pendidikan.

“Atas nama civitas academica UNUSIDA, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan. Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjembatani pendidikan antara daerah dan perkotaan,” ujarnya.

Dr. Hadi juga menegaskan bahwa UNUSIDA terbuka untuk berkolaborasi dalam peningkatan kualitas SDM, sejalan dengan program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Pihaknya berharap silaturahmi ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan dalam mendukung pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas generasi muda, khususnya di wilayah Madura.

“Generasi hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Semangat saja tidak cukup, perlu arah yang jelas, pendampingan lembaga pendidikan, serta penguatan karakter. Kampus, sekolah, dan pesantren harus bersinergi membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” tambahnya.

Kegiatan campus visit ini diisi dengan pengenalan profil UNUSIDA, kunjungan fakultas, dialog interaktif, serta pemaparan peluang studi lanjut. Melalui kunjungan ini, diharapkan para siswa semakin termotivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta membawa semangat belajar kembali ke daerah asal.

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Seminar Konsentrasi (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Seminar Konsentrasi: Bekali Mahasiswa Kenali Potensi Diri di Bidang Marketing, Finance, dan HR

SIDOARJO – Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Konsentrasi bertajuk ‘Starting Your Journey: Discovering Your True Potential in Marketing, Finance, and Human Resources’, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa sebelum menentukan konsentrasi bidang studi yang akan ditempuh.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari dunia praktisi, yakni Nur Rahmawati, S.E. (Owner Rahma Fashion dan SBR Fruit Salad), Ina Diyanti, S.E. (HRD CV Sari Bakery), serta Rinaldi Nugraha (Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan/OJK Jawa Timur).

Kaprodi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., menegaskan pentingnya spesialisasi di era modern. Menurutnya, perkembangan dunia kerja menuntut mahasiswa untuk tidak hanya memahami ilmu manajemen secara umum, tetapi juga mendalami bidang tertentu seperti pemasaran, sumber daya manusia, atau keuangan.

Ia berharap, melalui seminat ini mahasiswa dapat mampu mengenali minat serta kekuatan masing-masing, sehingga dapat menentukan konsentrasi secara tepat dan siap menjadi lulusan Manajemen UNUSIDA yang kompeten, mandiri, serta berdaya saing.

“Dulu manusia memenuhi kebutuhannya sendiri. Sekarang semuanya berbasis spesialisasi. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini sesuai minat dan potensinya, agar setelah lulus benar-benar siap terjun ke dunia profesional,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UNUSIDA, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M., menyampaikan bahwa seminar ini dirancang agar mahasiswa tidak memilih konsentrasi secara asal, melainkan berdasarkan pemahaman yang matang. Sehingga tidak memilih secara asal, melainkan berdasarkan minat, potensi diri, serta gambaran nyata dunia kerja.

“Kami hadirkan langsung praktisi marketing, HR, dan keuangan agar mahasiswa mendapat gambaran nyata dunia kerja. Selain itu, profil lulusan Manajemen juga diarahkan pada jiwa wirausaha, sehingga mahasiswa bisa belajar langsung dari pelaku usaha,” ujarnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., turut memberikan motivasi kepada peserta. Ia menekankan bahwa kesiapan karier harus dibangun sejak awal perkuliahan, termasuk melalui penguatan karakter dan kompetensi diri.

“Konsentrasi ini bukan sekadar pilihan akademik, tapi langkah strategis membangun masa depan. Yang terpenting adalah kemauan belajar, konsistensi, dan keberanian mengembangkan potensi diri,” pesannya.

Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia (Foto: Istimewa)

Refleksi Hari Pendidikan Internasional 2026, Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia

Hari Pendidikan Internasional 2026 hadir sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan untuk segera mengakhiri era standarisasi manusia. Di tengah kemajuan kecerdasan artifisial yang mampu menggantikan kemampuan kognitif rata-rata, pendidikan dituntut melakukan lompatan paradigmatik. Kearifan klasik Islam telah lama memberi peringatan yang relevan lintas zaman: “La tahtaqir man dunaka, fa inna likulli syai’in maziyyah” jangan meremehkan siapa pun, karena pada setiap diri terdapat keistimewaan.

Ungkapan ini kini bertransformasi menjadi sebuah Manifesto Pedagogis. Jika sekolah masih mendidik murid untuk sekadar menjadi rata-rata, maka cepat atau lambat peran mereka akan digantikan oleh mesin. Tantangan guru abad ke-21 bukan lagi sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan menjadi penemu keunikan menggali maziyyah yang membuat setiap murid tak tergantikan.

Konsep demokrasi kecerdasan menjadi keniscayaan untuk meruntuhkan kasta intelektual yang selama ini memuja satu standar tunggal. Teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner telah lama membongkar mitos kecerdasan tunggal. Meremehkan murid yang tidak unggul secara akademik bukan sekadar kesalahan pedagogis, melainkan kekeliruan epistemologis yang fatal.

Fenomena global tentang neurodiversity semakin menegaskan hal ini. Anak dengan disleksia, ADHD, atau spektrum autisme justru kerap menunjukkan human signature yang luar biasa: kemampuan visual, kreativitas spasial, empati mendalam, hingga pola pikir visioner yang tidak dapat direplikasi oleh algoritma. Jangan meremehkan mereka yang sulit mengeja, sebab bisa jadi merekalah arsitek masa depan atau pemimpin inovatif dengan cara berpikir yang melampaui kelaziman.

Dalam konteks inilah, pedagogi berdiferensiasi pada tahun 2026 bukan lagi pilihan metodologis, melainkan bentuk penghormatan tertinggi terhadap martabat manusia. Carol Ann Tomlinson menegaskan bahwa keadilan di ruang kelas bukanlah memberi perlakuan yang sama, tetapi memberi dukungan yang tepat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing murid. Di era hyper-personalized learning, homogenisasi pembelajaran justru menjadi bentuk ketidakadilan.

Ketika guru berani mendiferensiasi konten, proses, dan produk pembelajaran, sejatinya ia sedang mempraktikkan keadilan sosial dalam bentuk paling konkret. Setiap murid diberi jembatan yang sesuai untuk menyeberang dari keterbatasan menuju aktualisasi diri. Inilah pendidikan yang memerdekakan, bukan menyingkirkan.

Lebih jauh, menuntun kodrat murid hari ini berarti membekali mereka dengan Human Flourishing Skills kemampuan untuk tetap bermakna di tengah dominasi mesin. Filosofi Ki Hadjar Dewantara tentang guru sebagai pamong kembali menemukan relevansinya, terutama saat dunia menghadapi krisis kesehatan mental remaja secara global. Murid yang terus-menerus diremehkan karena nilai akademik sering kali kehilangan kepercayaan diri, bahkan kehilangan makna hidup.

Guru masa kini adalah kurator bakat. Seperti petani yang bijaksana, ia merawat padi agar tumbuh menjadi padi unggul tanpa pernah memaksanya menjadi jagung. Menghargai keistimewaan anak bukan sekadar soal prestasi, melainkan tentang menjaga nyala api potensi agar tidak padam di tengah disrupsi zaman.

Pesan penutup dari refleksi ini adalah pentingnya kerendahan hati intelektual dalam dunia pendidikan. Sikap meremehkan lahir dari pola pikir kaku (fixed mindset), sementara pengakuan atas maziyyah tumbuh dari visi masa depan yang memahami bahwa diversitas bukan ancaman, melainkan sumber stabilitas. Dalam ekonomi kolaborasi 2026, keberhasilan tidak ditentukan oleh siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling mampu berharmoni dengan beragam jenis kecerdasan.

Mari jadikan ruang kelas sebagai panggung simfoni, tempat setiap instrumen kecerdasan memainkan perannya. Jangan biarkan satu pun cahaya murid padam hanya karena kita gagal mengenalinya.

Penulis: Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd.

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., saat memberikan penghargaan kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional (Foto: Humas UNUSIDA)

Momen Mujahadah, UNUSIDA Berikan Apresiasi kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Mujahadah Jumat Kliwon di Masjid K.H. M. Hasyim Asy’ari UNUSIDA, Jumat (23/1/2026).

Apresiasi diberikan secara langsung oleh Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dan Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, S.Pd., M.Pd., sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kerja keras, serta prestasi gemilang mahasiswa dan dosen pembimbing dalam berbagai ajang kompetisi bergengsi.

Adapun mahasiswa dan dosen pembimbing yang menerima apresiasi antara lain:

  1. Dr. Arda Surya Editia, M.T. beserta mahasiswa peraih Juara 1 Innovation Design Startup Competition,

  2. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 2 World Entrepreneurial Case Competition (WECC),

  3. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 3 International Business Plan Competition,

  4. Anggay Luri Pramana, M.Kom. beserta mahasiswa peraih Juara 1 National Applied Science Project Olympiad,

  5. M. Fathir Firmansyah – Juara 2 Nasional Kompetisi Fotografi,

  6. Lailatul Ma’rifah – Juara 3 Lomba Esai Nasional FORPIMAWA 2025,

  7. Indah Dwi Cahyani – Lomba Poster Nasional THEORIST 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa capaian prestasi ini merupakan bukti nyata kualitas sumber daya manusia UNUSIDA yang mampu bersaing di level nasional dan internasional. Selaras dengan suasana Mujahadah Jumat Kliwon, pemberian penghargaan kali ini sekaligus menjadi refleksi spiritual atas capaian prestasi yang diraih serta menginspirasi mahasiswa lain.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi. UNUSIDA akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk berani berkompetisi dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui pembinaan akademik, riset, dan inovasi. UNUSIDA sebagai perguruan tinggi tidak hanya menjadi kampus unggul secara akademik, tetapi juga konsisten dalam membangun budaya prestasi, inovasi, dan karakter mahasiswa yang berdaya saing global.

“Kami berharap apresiasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UNUSIDA untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.

Alumni UNUSIDA Kak Maulidia Nur Rachmah Bagikan Tips Menyeimbangkan Akademik dan Organisasi dalam Latihan Rutin UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA (Foto: UKM Pramuka)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Latihan Rutin Bahas Struktur Organisasi

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar latihan rutin, Ahad (18/01/2026), di lingkungan Kampus UNUSIDA. Kegiatan ini diikuti oleh anggota aktif serta calon anggota baru.

Pada pertemuan kali ini, peserta mendapatkan materi tentang struktur organisasi Pramuka Khatulistiwa yang disampaikan oleh Kak Maulidia Nur Rachmah, S.Pd. Materi tersebut difokuskan pada pengenalan peran, tugas, serta alur koordinasi dalam organisasi, baik pada level pengurus inti maupun unsur pendukung lainnya.

Dalam pemaparannya, Kak Maulidia menjelaskan susunan organisasi yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Dewan Racana, Pembina, serta beberapa bidang teknis yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Penjelasan ini bertujuan agar peserta memahami hubungan fungsional antarbagian serta pentingnya pola komunikasi organisasi yang efektif.

“Struktur organisasi tidak hanya menunjukkan susunan jabatan, tetapi juga sistem kerja yang mengatur koordinasi antaranggota. Pemahaman ini penting agar organisasi dapat berjalan tertib, efisien, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar teknis organisasi, pembagian tugas, serta mekanisme komunikasi internal. Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi anggota aktif maupun calon anggota baru.

Sebagai alumni yang pernah aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, Kak Maulidia menegaskan bahwa akademik tetap harus menjadi prioritas utama, tanpa harus mengesampingkan peran organisasi sebagai ruang pengembangan diri.

Menurutnya, menjalani perkuliahan sambil aktif berorganisasi kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa. Akan tetapi, keduanya justru dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan apabila dikelola dengan manajemen waktu dan prioritas yang tepat.

“Kuliah adalah tanggung jawab utama mahasiswa. Organisasi hadir sebagai sarana belajar kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen diri yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menentukan skala prioritas sejak awal semester. Mahasiswa perlu memetakan jadwal kuliah, tugas akademik, serta agenda organisasi agar tidak saling berbenturan. Sebab, penggunaan agenda harian atau kalender digital dapat membantu mahasiswa mengelola waktu secara lebih teratur dan disiplin.

Selain itu, Kak Maulidia menyarankan mahasiswa untuk berani berkata jujur pada diri sendiri mengenai kemampuan dan batasan. Tidak semua kegiatan harus diikuti, dan tidak semua jabatan harus diambil. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas anggota dalam pengelolaan organisasi, sekaligus meningkatkan kualitas keanggotaan serta kaderisasi Pramuka di lingkungan kampus.

“Aktif organisasi bukan soal banyaknya kegiatan, tetapi tentang konsistensi, komitmen, dan tanggung jawab terhadap amanah yang diemban,” tuturnya.

Alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) juga menilai bahwa organisasi justru dapat mendukung prestasi akademik apabila dijalani dengan benar. Keterampilan seperti kerja tim, komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang diperoleh di organisasi akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan maupun menghadapi tantangan di dunia kerja.

Ia mengajak mahasiswa UNUSIDA untuk menjadikan masa kuliah sebagai fase pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. “Ketika akademik dan organisasi dijalani dengan niat belajar dan pengelolaan waktu yang baik, keduanya akan saling melengkapi dan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” pungkasnya.

Mahasiswa UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026 (Foto: Putri Nely/ Humas UNUSIDA)

34 Mahasiswa UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Relawan Pajak Renjani Tahun 2026

SIDOARJO – Sebanyak 34 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi dikukuhkan sebagai Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026 oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Jawa Timur II. Kegiatan pengukuhan tersebut dilaksanakan di Kantor Kanwil DJP Jawa Timur II, Senin (19/01/2026).

Pengukuhan Relawan Pajak ini dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi mitra yang tergabung dalam program DJP Kanwil Jawa Timur II. Melalui pengukuhan ini, para mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi resmi mendapatkan mandat untuk bertugas membantu edukasi, asistensi, dan pelayanan perpajakan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program Relawan Pajak merupakan salah satu inisiatif Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka meningkatkan literasi dan kepatuhan perpajakan masyarakat, sekaligus memberikan ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan publik di bidang perpajakan.

Ketua Tax Center UNUSIDA, Chairil Anwar, S.P., M.Ak., menegaskan komitmen UNUSIDA dalam mendukung penuh program pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP), melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam program Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026.

Selain itu, pihaknya juga mendukung penguatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa di bidang perpajakan. Selain itu, program ini menjadi wujud kontribusi nyata UNUSIDA dalam mendukung pembangunan nasional melalui peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak di masyarakat.

Menurutnya, program Relawan Pajak merupakan bentuk sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah dalam upaya meningkatkan literasi serta kepatuhan perpajakan masyarakat.

“Kami di UNUSIDA, melalui Tax Center, selalu berkomitmen mendukung program-program pemerintah, khususnya DJP. Relawan Pajak ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya nyata membangun kesadaran pajak sejak dini melalui peran mahasiswa,” ungkap Dosen Akuntansi tersebut.

Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dalam program Relawan Pajak memberikan pengalaman langsung dalam pelayanan publik, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga membentuk tanggung jawab sosial dan etika profesional.

Dari total 34 Relawan Pajak UNUSIDA yang tergabung dalam RENJANI Tahun 2026, sebanyak 11 mahasiswa hadir sebagai perwakilan dalam kegiatan pengukuhan. Perwakilan tersebut terdiri dari 10 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan 1 mahasiswa Program Studi Informatika.

“Perpajakan hari ini tidak bisa dilepaskan dari aspek teknologi dan sistem informasi. Keterlibatan lintas program studi ini mencerminkan kolaborasi multidisipliner dalam mendukung pelaksanaan edukasi dan asistensi perpajakan yang lebih efektif. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menjadi nilai tambah dalam mendukung kinerja DJP di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap para Relawan Pajak UNUSIDA yang ditempatkan di berbagai KPP wilayah Jawa Timur II dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menjadi duta literasi pajak yang baik di tengah masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi perpajakan yang humanis, mudah dipahami, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Adapun penempatan Relawan Pajak UNUSIDA pada tahun 2026 tersebar di beberapa unit kerja DJP wilayah Jawa Timur II, yakni 6 mahasiswa bertugas di KPP Madya, 18 mahasiswa di KPP Utara, dan 10 mahasiswa di KPP Barat. Penempatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan peran relawan pajak, khususnya dalam mendukung pelayanan wajib pajak pada masa pelaporan dan kegiatan edukasi perpajakan.

Campus Roadshow Future Talent Hub di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor UNUSIDA Tekankan Pentingnya Kompetensi Digital Bagi Mahasiswa dalam Campus Roadshow Future Talent Hub

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menjadi tuan rumah kegiatan Campus Roadshow Future Talent Hub yang diselenggarakan pada Kamis (22/01/2026) di Hall Lt. 5 Kampus 2 UNUSIDA. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Future Talent Hub by Pijar Foundation bersama Temasek Foundation, yang bertujuan meningkatkan kompetensi industri mahasiswa di era ekonomi digital.

Kegiatan tersebut menghadirkan Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., sebagai keynote speaker, serta Titus Aldi Nata W, Curriculum & Program Lead Future Skills Pijar Foundation, sebagai pemateri utama. Acara ini diikuti dengan antusias oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Fatkul Anam menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, serta tuntutan dunia kerja global. Oleh karena itu, menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga harus kreatif, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Perguruan tinggi harus menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi abad ke-21. Salah satunya adalah penguasaan keterampilan digital dan pemahaman terhadap ekosistem industri, termasuk bidang teknologi dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Future Talent Hub menjadi sangat strategis karena program ini tidak hanya berupa pelatihan semata, melainkan sebuah ekosistem pengembangan talenta muda yang menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengasah kompetensi, serta membangun pengalaman yang menjadi bekal penting di dunia kerja.

Sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, UNUSIDA terus mendorong kolaborasi dengan mitra strategis. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga seperti Pijar Foundation merupakan kunci dalam menyiapkan generasi unggul, berdaya saing global, dan berdampak bagi bangsa dan negara.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan takut belajar hal baru dan keluar dari zona nyaman. Masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang berhenti belajar,” pesan Rektor kepada para mahasiswa.

Sementara itu, perwakilan Future Talent Hub, Titus Aldi Nata W, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari pembelajaran berbasis video, pre-test, hingga proses seleksi untuk mengikuti program internship baik secara daring maupun luring.

Pada tahun 2026, Future Talent Hub menargetkan jumlah peserta yang lebih besar dengan keterlibatan industri yang lebih luas. Mahasiswa yang terdaftar akan mendapatkan akses kelas pembelajaran, pendampingan proyek, hingga kesempatan magang selama beberapa bulan sebagai bentuk penerapan langsung kompetensi yang telah dipelajari.

“Melalui kegiatan Campus Roadshow ini, kami berharap dapat semakin banyak menjangkau kalangan mahasiswa, khususnya di kampys UNUSIDA semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan dan mampu menjadi talenta unggul yang adaptif di era digital,” pungkasnya.