Inspiratif! Savira Rizqiah Ilahi Buktikan Ilmu Manajemen UNUSIDA Berdampak di Dunia Pendidikan
Sidoarjo – Perjalanan pendidikan di perguruan tinggi tidak selalu berhenti pada pencapaian gelar. Bagi Savira Rizqiah Ilahi, M.M., alumni Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2025, pengalaman selama menempuh pendidikan justru menjadi bekal untuk mengembangkan diri dan menerapkan ilmu di dunia kerja.
Kini, Savira mengabdikan diri sebagai guru di MINU KH Mukmin Sidoarjo. Latar belakang pendidikan Manajemen yang ditempuh di UNUSIDA menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandangnya terhadap pengelolaan organisasi, sumber daya manusia, kepemimpinan, hingga strategi peningkatan kualitas pendidikan.
Bagi Savira, kuliah bukan sekadar proses untuk mendapatkan gelar akademik. Lebih dari itu, perguruan tinggi menjadi ruang untuk membangun pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sekaligus kepercayaan diri yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional.
“Kuliah bukan sekadar meraih gelar, tetapi membangun pengetahuan dan keahlian manajemen yang dapat diterapkan di dunia pendidikan,” ujar Savira.
Menurutnya, berbagai pengetahuan yang diperoleh selama kuliah memiliki relevansi dengan aktivitas di lingkungan pendidikan. Pemahaman mengenai organisasi, misalnya, dapat membantu seseorang melihat bagaimana sebuah lembaga menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.
Begitu pula dengan pengelolaan sumber daya manusia. Dalam lingkungan pendidikan, kemampuan memahami karakter, membangun komunikasi, serta mengelola potensi individu menjadi hal yang penting. Guru tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berinteraksi dengan peserta didik, rekan kerja, orang tua, dan berbagai unsur dalam lembaga pendidikan.
Pengalaman belajar Manajemen di UNUSIDA turut memberikan perspektif bagi Savira bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang posisi atau jabatan. Kepemimpinan juga berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan, bekerja sama, mengelola tanggung jawab, serta memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.
“Mulai dari memahami organisasi, mengelola SDM, membangun kepemimpinan, hingga menyusun strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Dalam perjalanan kariernya sebagai guru, ilmu tersebut menjadi bekal yang dapat mendukung Savira dalam menjalankan perannya di lingkungan pendidikan. Ia membawa pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk terus belajar dan berkembang sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja.
Bagi Savira, pengalaman menjadi bagian dari lingkungan akademik UNUSIDA juga menjadi proses pembentukan diri. Perkuliahan tidak hanya memberikan pengetahuan yang bersifat teoritis, tetapi juga membuka ruang untuk mengembangkan pola pikir, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan keberanian untuk mengambil peran.
Hal tersebut menjadi penting ketika seorang lulusan memasuki dunia kerja. Tantangan yang dihadapi tidak selalu sama dengan situasi di ruang kelas. Karena itu, kemampuan beradaptasi dan mengembangkan pengetahuan menjadi bagian dari proses yang terus berjalan.
Savira pun memandang bahwa ilmu manajemen memiliki ruang penerapan yang luas, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemampuan menyusun perencanaan, mengelola sumber daya, membangun koordinasi, dan mengevaluasi proses dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih terarah dan berkualitas.
“Ilmu dari kampus menjadi bekal untuk memimpin, berkembang, dan menciptakan perubahan yang berdampak,” tuturnya.
Kisah Savira menjadi bagian dari perjalanan alumni UNUSIDA yang mengembangkan kompetensi sesuai bidang dan lingkungan pengabdiannya. Setelah menyelesaikan studi Manajemen pada 2025, ia melanjutkan kiprahnya sebagai pendidik di MINU KH Mukmin Sidoarjo.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh dari perguruan tinggi dapat menemukan bentuk penerapannya di berbagai bidang. Ilmu manajemen yang dipelajari Savira menjadi salah satu bekal dalam menjalankan peran profesionalnya di dunia pendidikan.
Bagi UNUSIDA, perjalanan alumni merupakan bagian penting dari keberlanjutan proses pendidikan. Keberhasilan alumni dalam menerapkan ilmu dan berkontribusi di tengah masyarakat menjadi gambaran bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat terus berkembang menjadi pengalaman nyata setelah mahasiswa menyelesaikan studi.
Melalui kisah Savira, semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan manfaat menjadi pesan yang relevan bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa. Pendidikan tinggi bukan hanya tentang menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
Savira pun terus melangkah dalam profesinya sebagai guru dengan membawa bekal ilmu Manajemen dari UNUSIDA. Baginya, pengetahuan yang diperoleh selama kuliah bukanlah sesuatu yang berhenti setelah wisuda, melainkan modal yang dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam berbagai situasi.
Dari ruang kuliah menuju ruang pendidikan, perjalanan Savira menjadi pengingat bahwa ilmu dapat memiliki banyak jalan untuk memberikan manfaat. Ketika pengetahuan dipadukan dengan pengalaman, kepemimpinan, dan kemauan untuk terus berkembang, proses pendidikan dapat menjadi bekal untuk menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.










