Suasana Pelepasan dan Pembukaan KKN 2026 di Pendopo Delta Wibawa (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berangkatkan 448 Mahasiswa KKN, Fokuskan Program Berbasis Keilmuan Fakultas

SIDOARJO — Sebanyak 448 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNUSIDA BERDAYA 2026. Pelepasan peserta digelar di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026) pagi, dalam suasana khidmat dan penuh semangat pengabdian.

KKN tahun ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keilmuan Fakultas untuk Mewujudkan Desa dan Komunitas yang Cerdas, Mandiri, Produktif, Sehat, serta Berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah’. Para mahasiswa akan diterjunkan ke 19 lokasi KKN yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Acara pelepasan dihadiri jajaran pimpinan UNUSIDA, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, perwakilan pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat.

“Sebanyak 448 mahasiswa UNUSIDA resmi diberangkatkan untuk mengabdi kepada masyarakat di 19 lokasi KKN. Saudara akan menjadi representasi UNUSIDA di tengah masyarakat, mulai dari Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran hingga Sidoarjo,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik universitas dan Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sikap, etika, dan kemampuan berkomunikasi harus senantiasa dijaga selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata yang akan membentuk kepekaan sosial dan kemampuan problem solving mahasiswa.

“Di masyarakat, kita belajar memahami kehidupan, membangun empati, serta menyelesaikan persoalan bersama,” tambahnya.

Dengan mengusung semangat UNUSIDA BERDAYA, setiap fakultas menghadirkan program unggulan berbasis keilmuan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) fokus pada penguatan literasi dan pendidikan karakter. Fakultas Ekonomi mengembangkan UMKM melalui inovasi produk, digitalisasi, hingga pemasaran digital.

Sementara Fakultas Ilmu Komputer mendorong transformasi digital desa, Fakultas Teknik mengusung konsep eco-friendly residential, dan Fakultas Agama Islam memperkuat edukasi Islam moderat berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.

Sebanyak 19 desa yang menjadi lokasi pengabdian meliputi wilayah Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran, hingga Kecamatan Sidoarjo.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PCNU Sidoarjo, Ir. H. Agus Mahbub Ubaidillah, memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Sidoarjo ini merupakan kebanggaan kita bersama. Ilmu yang didapat hari ini harus bisa diaktualisasikan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa mampu menerjemahkan teori yang dipelajari di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Seluruh mahasiswa hendaknya mampu menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat luas. Mahasiswa tidak hanya menjadi insan akademis, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat serta membawa nilai-nilai keislaman yang moderat dalam kehidupan sosial,” pesannya.

Belajar, Berorganisasi, dan Berprestasi: Tiga Pilar Fondasi Mahasiswa Baru yang Unggul 1

Belajar, Berorganisasi, dan Berprestasi: Tiga Pilar Fondasi Mahasiswa Baru yang Unggul

Oleh: Ali Masykuri, M.Pd.I

Menjadi mahasiswa merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah. Memasuki gerbang perguruan tinggi bukan hanya menandai perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa, tetapi juga menjadi titik awal perjalanan intelektual, moral, dan sosial. Bagi mahasiswa baru, masa transisi ini adalah momentum penting untuk membangun jati diri sebagai insan akademik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan jiwa kepemimpinan.

Di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), proses adaptasi mahasiswa baru tidak berhenti pada pengenalan lingkungan kampus. Lebih dari itu, mahasiswa diajak memahami budaya akademik, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah (Aswaja), serta tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat akademik yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kemaslahatan bersama. Inilah fondasi yang membedakan pendidikan tinggidengan jenjang pendidikan sebelumnya.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menegaskan bahwa pendidikan tinggi bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. Tujuan tersebut mengandung pesan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari karakter, kepemimpinan, dan kontribusinya bagi masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, terdapat tiga pilar yang perlu dibangun sejak hari pertama menjadi mahasiswa, yaitu belajar, berorganisasi, dan berprestasi.

Pilar pertama adalah belajar. Perguruan tinggi menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Dosen tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan fasilitator yang membimbing mahasiswa untuk berpikir kritis, melakukan kajian ilmiah, berdiskusi, meneliti, serta menghasilkan gagasan yang bermanfaat. Budaya akademikmenuntut mahasiswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan membaca secara mendalam, menulis secara ilmiah, serta menjunjung tinggi kejujuran akademik. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan, mahasiswa harus mampu menjadi pembelajar yang adaptif. Kemampuan memilah informasi, berpikir kritis, dan menghasilkan solusi yang inovatif menjadi kompetensi yang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, budaya belajar tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus menjadi kebiasaan sepanjang hayat.

Pilar kedua adalah berorganisasi. Organisasi kemahasiswaan bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan laboratorium kepemimpinan. Melalui organisasi, mahasiswa belajar mengelola program, membangun komunikasi, bekerja sama dalam tim, menyelesaikan perbedaan pendapat, serta mengambil keputusan secara demokratis dan bertanggung jawab. Pengalaman seperti ini sulit diperoleh hanya melalui perkuliahan formal.
Di lingkungan UNUSIDA, organisasi kemahasiswaan juga menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, seperti tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (tegak lurus dalam menegakkan keadilan). Nilai-nilai tersebut membentuk karakter pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana, inklusif, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Keaktifan dalam organisasi bukan alasan untuk mengabaikan kewajiban akademik. Sebaliknya, organisasi mengajarkan disiplin, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Mahasiswa yang mampu menyeimbangkan prestasi akademik dengan aktivitas organisasi akan memiliki keunggulan kompetitif ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Pilar ketiga adalah berprestasi. Prestasi merupakan buah dari proses belajar yang tekun, disiplin, dan konsisten. Prestasi tidak hanya berupa kemenangan dalam perlombaan atau tingginya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga kemampuan menghasilkan karya ilmiah, inovasi teknologi, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, maupun kontribusi nyata
dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar. Sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan Kampus Berdampak, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga pencipta solusi bagi masyarakat. Ilmu yang dipelajari di ruang kuliah harus mampu diterapkan dalam kehidupan nyata melalui penelitian, inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi dengan berbagai
pemangku kepentingan. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan, sesuai dengan semangat khairunnas anfa’uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Mahasiswa baru perlu menyadari bahwa masa kuliah adalah investasi jangka panjang. Kesempatan belajar dari dosen, berdiskusi dengan teman, mengikuti organisasi, membangun jejaring, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan merupakan modal yang akan menentukan kualitas diri di masa depan. Mereka yang memanfaatkan kesempatan ini dengan baik akan tumbuh menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi, karakter, dan rekam jejak prestasi yang membanggakan. Sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama, mahasiswa UNUSIDA memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi generasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat. Keunggulan akademik harus berjalan seiringdengan akhlak yang mulia, kepemimpinan yang berintegritas, serta komitmen untuk menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa dan negara. Akhirnya, masa adaptasi mahasiswa baru hendaknya dipandang sebagai proses membangun fondasi, bukan sekadar menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus. Ketika budaya belajar tumbuh kuat, organisasi dijalani dengan penuh tanggung jawab, dan prestasi terus diupayakan melalui kerja keras serta kolaborasi, maka akan lahir generasi mahasiswa yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, kokoh secara spiritual, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Itulah hakikat mahasiswa yang tidak hanya berhasil menyelesaikan studi, tetapi juga mampu membawa perubahan yang bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.

 

Kerja Sama FKIP UNUSIDA Resmi Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi Bersama Universitas Muria Kudus 2

Kerja Sama FKIP UNUSIDA Resmi Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi Bersama Universitas Muria Kudus

SIDOARJO – Kerja Sama FKIP UNUSIDA dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) resmi terjalin melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) tentang pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan MoA dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) di Sidoarjo. Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Dekan FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., sebagai pihak pertama dan Dekan FKIP Universitas Muria Kudus, Dr. Erik Aditia Ismaya, S.Pd., M.A., sebagai pihak kedua.

Kesepakatan ini menjadi komitmen kedua institusi dalam mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mampu meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat implementasi Tridarma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.

Kerja Sama FKIP UNUSIDA untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Melalui Kerja Sama FKIP UNUSIDA, kedua fakultas sepakat mengembangkan berbagai aktivitas akademik yang meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pertukaran dosen, kuliah tamu, seminar nasional maupun internasional, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ruang berbagi pengalaman (sharing knowledge) dan praktik baik (best practice) dalam pengelolaan fakultas maupun pelaksanaan pembelajaran yang inovatif.

Selain memberikan manfaat bagi dosen, kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik lintas perguruan tinggi sehingga memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.

Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi Melalui Kolaborasi

Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi menjadi fokus utama dalam Kerja Sama FKIP UNUSIDA dan FKIP Universitas Muria Kudus. Pada bidang pendidikan, kedua fakultas akan mendorong penyelenggaraan kegiatan akademik secara bersama, mulai dari seminar, workshop, kuliah praktisi, hingga pengembangan model pembelajaran inovatif.

Pada bidang penelitian, kedua institusi akan memperkuat kolaborasi riset antar dosen, penyusunan artikel ilmiah, publikasi pada jurnal bereputasi, serta pengembangan inovasi pendidikan yang memberikan kontribusi bagi dunia akademik.

Sementara pada bidang pengabdian kepada masyarakat, kedua fakultas akan mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis hasil penelitian dan keilmuan yang dimiliki masing-masing institusi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas luaran Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., mengatakan bahwa Kerja Sama FKIP UNUSIDA dengan Universitas Muria Kudus merupakan bagian dari strategi fakultas dalam memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

“Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan tinggi lahir dari kolaborasi yang saling menguatkan. Melalui kerja sama ini, FKIP UNUSIDA dan FKIP Universitas Muria Kudus dapat saling berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi pembelajaran, memperkuat penelitian kolaboratif, serta menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang lebih berdampak. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoA, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pendidikan yang terus berkembang menuntut perguruan tinggi untuk membangun sinergi yang kuat agar mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.

Kerja Sama FKIP UNUSIDA Dukung Peningkatan Reputasi Akademik

Bagi FKIP UNUSIDA, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan reputasi akademik melalui penguatan jejaring nasional. Semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang untuk menghasilkan inovasi, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperkuat akreditasi, serta mendukung pencapaian berbagai indikator kinerja perguruan tinggi.

Ke depan, kedua fakultas berkomitmen menyusun berbagai program tindak lanjut agar implementasi MoA berjalan secara optimal. Program tersebut meliputi penelitian kolaboratif, pertukaran narasumber, pendampingan publikasi ilmiah, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat bersama, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang mendukung pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa.

Melalui Kerja Sama FKIP UNUSIDA dengan FKIP Universitas Muria Kudus, kedua institusi berharap dapat menghadirkan inovasi pendidikan yang semakin berkualitas sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak pendidik profesional dan memberikan solusi atas berbagai tantangan dunia pendidikan di Indonesia.

UNUSIDA Berhasil Raih Peringkat 405 Webometrics Juli 2026, Reputasi Digital Kampus Semakin Kuat 3

UNUSIDA Berhasil Raih Peringkat 405 Webometrics Juli 2026, Reputasi Digital Kampus Semakin Kuat

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan pemeringkatan Webometrics Ranking of World Universities edisi Juli 2026, UNUSIDA berhasil menempati peringkat ke-405 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan World Rank 6.372. Pencapaian ini menjadi indikator positif atas meningkatnya visibilitas digital, kualitas publikasi, dan eksistensi akademik UNUSIDA di tingkat global.

Hasil pemeringkatan tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan edisi sebelumnya. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih merupakan buah dari kerja sama seluruh sivitas akademika dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berorientasi pada mutu.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh sivitas akademika UNUSIDA. Peringkat Webometrics bukan sekadar angka, tetapi menjadi indikator bahwa upaya kami dalam meningkatkan kualitas website institusi, publikasi ilmiah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta transformasi digital mulai menunjukkan hasil yang positif. Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan kualitas akademik dan visibilitas internasional agar UNUSIDA semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Webometrics merupakan salah satu pemeringkatan perguruan tinggi yang banyak dijadikan acuan untuk melihat tingkat visibilitas dan dampak kehadiran sebuah universitas di dunia digital. Berbeda dengan pemeringkatan yang hanya berfokus pada kualitas riset, Webometrics juga menilai bagaimana perguruan tinggi mampu mendiseminasikan ilmu pengetahuan melalui website institusi dan berbagai platform akademik yang dapat diakses masyarakat luas.

Pada edisi Juli 2026, UNUSIDA memperoleh World Rank 6.372, Impact Rank 2.888, Openness Rank 8.556, serta Excellence Rank 2.198. Hasil tersebut menunjukkan bahwa UNUSIDA terus memperkuat eksistensinya melalui pengembangan website, publikasi karya ilmiah, repository institusi, serta peningkatan kualitas penelitian dosen.

Peningkatan posisi dalam pemeringkatan Webometrics tidak terlepas dari komitmen UNUSIDA dalam membangun ekosistem digital yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selama beberapa tahun terakhir, universitas secara konsisten melakukan optimalisasi berbagai platform digital, mulai dari website utama universitas, laman fakultas dan program studi, repository institusi, hingga jurnal ilmiah berbasis Open Journal System (OJS).

Selain itu, berbagai berita mengenai aktivitas akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, prestasi mahasiswa, serta kerja sama nasional dan internasional terus dipublikasikan secara berkala. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan visibilitas informasi sekaligus memperkuat reputasi institusi di ruang digital.

Dalam aspek penelitian, UNUSIDA juga terus mendorong dosen untuk meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Berbagai program pendampingan penulisan artikel ilmiah, hibah penelitian, kolaborasi riset lintas perguruan tinggi, hingga kerja sama dengan mitra industri menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas luaran akademik universitas.

Di bidang pengabdian kepada masyarakat, UNUSIDA aktif menghadirkan berbagai program pemberdayaan berbasis keilmuan yang melibatkan seluruh fakultas. Melalui program UNUSIDA BERDAYA, sivitas akademika menerapkan hasil penelitian dan inovasi untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat, mulai dari penguatan UMKM, pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga transformasi digital desa.

Komitmen terhadap internasionalisasi juga terus diperkuat. Dalam beberapa tahun terakhir, UNUSIDA menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi luar negeri melalui program pertukaran mahasiswa, kolaborasi penelitian, kuliah tamu internasional, hingga pengabdian masyarakat lintas negara. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jejaring akademik sekaligus memperkuat posisi UNUSIDA di tingkat global.

Di sisi lain, penguatan layanan digital juga menjadi fokus pengembangan universitas. Berbagai sistem informasi akademik, layanan administrasi berbasis teknologi, serta optimalisasi infrastruktur website terus dikembangkan agar mampu memberikan layanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh mahasiswa maupun masyarakat.

Ke depan, UNUSIDA menargetkan peningkatan capaian pada berbagai indikator Webometrics melalui penguatan kualitas konten digital, peningkatan jumlah publikasi ilmiah, optimalisasi repository institusi, serta perluasan kerja sama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional. Langkah tersebut sejalan dengan visi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi unggul yang berkarakter, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Capaian peringkat 405 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics Juli 2026 menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus bergerak maju dalam meningkatkan kualitas tata kelola, layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari sekadar angka, hasil ini merupakan refleksi dari komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, terbuka terhadap kolaborasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Melalui semangat “Bersama Bergerak, Nyata Berdampak”, UNUSIDA optimistis dapat terus meningkatkan reputasi akademik dan digitalnya, sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang unggul, berdaya saing, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

FKIP UNUSIDA Gelar FGD Bahas Integrasi TPACK bersama Sri Surachmi W, dosen dan akademisi di Universitas Muria Kudus (UMK). (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar FGD, Bahas Integrasi TPACK Berbasis Genre dalam Pembelajaran

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Integrasi TPACK Berbasis Genre-Based Pedagogy dalam Pembelajaran’ pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sri Surachmi W, dosen dan akademisi dari Universitas Muria Kudus (UMK), yang membahas pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran di era digital.

Dalam pemaparannya, Sri Surachmi menjelaskan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan materi, pedagogi, dan teknologi melalui kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK).

“Teknologi bukan tujuan pembelajaran, tetapi sarana untuk membantu peserta didik memahami materi secara lebih efektif,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa TPACK terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Content Knowledge (CK), Pedagogical Knowledge (PK), dan Technological Knowledge (TK). Ketiga aspek tersebut saling berinteraksi hingga membentuk integrasi pembelajaran yang utuh dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, Sri Surachmi juga mengulas Pendekatan Berbasis Genre (Genre-Based Approach) yang berfokus pada pengembangan literasi melalui pemahaman berbagai jenis teks sesuai fungsi komunikatifnya. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka karena mampu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, dan komunikasi peserta didik.

Dalam penerapannya, pembelajaran berbasis genre dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu:

  1. Building Knowledge of the Field (BKOF)
  2. Modeling of the Text (MOT)
  3. Joint Construction of the Text (JCOT)
  4. Independent Construction of the Text (ICOT)

Keempat tahapan tersebut dapat dipadukan dengan pemanfaatan berbagai teknologi digital seperti YouTube, Canva, Google Docs, hingga platform kolaboratif lainnya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa integrasi TPACK berbasis genre tidak hanya membuat pembelajaran lebih kontekstual, tetapi juga mampu meningkatkan literasi digital serta keterampilan abad ke-21 (4C), yaitu critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.

Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan dalam implementasi, seperti keterbatasan kompetensi digital pendidik, akses teknologi, serta kecenderungan penggunaan aplikasi tanpa mempertimbangkan relevansi pembelajaran.

“Perencanaan yang matang menjadi kunci agar teknologi benar-benar mendukung kualitas pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan fakultas.

Dengan adanya penguatan konsep TPACK berbasis genre, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya praktik pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik masa kini.

“Semoga melalui kegiatan FGD ini, para dosen dan pendidik di lingkungan FKIP UNUSIDA dapat semakin memahami pentingnya integrasi TPACK berbasis genre dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran ide antar pendidik guna menjawab tantangan pendidikan di era digital,” pungkasnya.

Humas UNUSIDA Jadi Salah Satu dari 60 Humas PTS Jawa Timur, Perkuat Strategi Komunikasi Diktisaintek Berdampak 4

Humas UNUSIDA Jadi Salah Satu dari 60 Humas PTS Jawa Timur, Perkuat Strategi Komunikasi Diktisaintek Berdampak

Malang, 22 Juli 2026 – Sebanyak 60 Hubungan Masyarakat (Humas) dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jawa Timur mengikuti Forum Penguatan Humas Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VII yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (22/7/2026). Mengusung tema “Strategi Kehumasan untuk Mewujudkan Diktisaintek Berdampak”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para insan humas perguruan tinggi dalam memperkuat strategi komunikasi, membangun citra institusi, serta mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Forum ini menghadirkan berbagai narasumber yang membahas peran strategis kehumasan di tengah transformasi pendidikan tinggi. Kehadiran para pengelola humas dari berbagai PTS di Jawa Timur menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik yang adaptif, informatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., menegaskan bahwa perguruan tinggi pada hakikatnya merupakan institusi penyedia layanan jasa pendidikan. Oleh karena itu, pengelolaan branding menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Kita sebagai layanan jasa harus memiliki orang-orang yang mengelola branding institusi dengan baik. Kampus harus mampu menghadirkan citra yang positif melalui pelayanan yang berkualitas dan komunikasi yang tepat,” ujarnya.

Prof. Diah juga menyinggung peluncuran program Mahasiswa Berdampak yang menjadi salah satu arah baru penguatan kebijakan Kemdiktisaintek. Menurutnya, konsep kampus berdampak tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan mahasiswa, tetapi juga melalui kontribusi nyata dosen dan seluruh sivitas akademika.

Ia menjelaskan bahwa indikator dosen berdampak tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga dari kualitas pengabdian dan kontribusinya kepada masyarakat. Dosen yang telah memiliki sertifikat pendidik (Serdos), menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, berprestasi dalam bidang sains maupun pengembangan ilmu pengetahuan, serta mampu mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi merupakan wujud nyata dosen berdampak.

Lebih lanjut, Prof. Diah menekankan bahwa humas memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pelayanan informasi kepada publik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh bagaimana humas menyampaikan informasi secara profesional.

“Sebagai public relations, kita harus mampu membuat orang yang kita layani merasa tenang. Sebarkan dan tangkap informasi sebagai kekuatan kita. Pelayanan juga tidak boleh didasarkan pada like and dislike, tetapi harus profesional dan berorientasi pada kepentingan publik,” pesannya.

Pada sesi materi pertama, Kepala Bagian Humas dan Protokol Kemdiktisaintek, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si., menyampaikan paparan bertajuk “Peran Kehumasan Membangun Narasi Kampus Berdampak.” Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi membutuhkan dukungan komunikasi publik yang terencana, cepat, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Menurut Doddy, humas perguruan tinggi saat ini tidak lagi sekadar berperan sebagai penyebar informasi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam membangun narasi yang menunjukkan dampak nyata kampus bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap program, inovasi, riset, pengabdian masyarakat, maupun prestasi sivitas akademika perlu dikemas menjadi cerita yang memiliki nilai dan manfaat sehingga mudah dipahami oleh publik. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui aktivitas kampus, tetapi juga memahami kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.

Selain membangun narasi positif, Doddy juga menyoroti pentingnya komunikasi yang cepat ketika terjadi perubahan kebijakan akademik. Menurutnya, keterlambatan penyampaian informasi sering kali memunculkan spekulasi dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saat terjadi perubahan kebijakan akademik, kampus harus segera memberikan penjelasan secara resmi melalui website maupun media sosial resmi perguruan tinggi. Kecepatan dan kejelasan informasi menjadi kunci agar publik memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa website resmi perguruan tinggi tetap menjadi sumber informasi utama yang memiliki kredibilitas tinggi, sedangkan media sosial berfungsi memperluas jangkauan informasi secara cepat kepada berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kedua platform tersebut harus dikelola secara profesional, konsisten, dan saling terintegrasi.

Pada sesi materi kedua , Kepala Bagian Humas dan Protokole UNESA, Dr. Vinda Maya Serianingrum, S.Sos., M.A, menyampaikan paparan bertajuk “Pelatihan Penguatan Humas PTS Jawa Timur.” Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa konten yang dibuat apa dampaknya untuk masyarakat.

Dalam forum tersebut, para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan kehumasan di era digital, mulai dari pengelolaan media sosial, penanganan isu dan krisis komunikasi, hingga strategi membangun reputasi institusi di tengah derasnya arus informasi. Berbagai pengalaman dari masing-masing perguruan tinggi menjadi bahan pembelajaran bersama untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan komunikasi publik.

Melalui forum ini, LLDIKTI Wilayah VII berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antarpengelola humas PTS di Jawa Timur dalam mendukung visi Diktisaintek Berdampak. Humas diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan informasi yang akurat, membangun citra positif institusi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta.

Bagi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), keikutsertaan dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kehumasan yang profesional, adaptif, dan berdampak. Berbagai wawasan dan strategi yang diperoleh selama kegiatan akan menjadi bekal dalam memperkuat komunikasi institusi, mengoptimalkan publikasi capaian tridarma perguruan tinggi, serta menghadirkan pelayanan informasi yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, humas tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, terpercaya, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa dan masyarakat.

HIMAKSI UNUSIDA Sukses menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Olimpiade Akuntansi 2026, Ajang Pengembangan Pelajar Menuju Generasi Berprestasi

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 (OAU 2026) sebagai wadah kompetisi akademik bagi siswa SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengusung tema ‘Accounting Competition: Unlock Your Potential, Show Your Achievements’, Olimpiade ini dilaksanakan dalam 2 sesi, dimulai dari babak penyisihan hingga semi final yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, hingga final yang dilaksanakan secara langsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (20/7/2026).

Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 merupakan bentuk kontribusi HIMAKSI UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi dan ekonomi. Selain menjadi ruang pengembangan akademik, kegiatan ini juga memperkuat sinergi Program Studi Akuntansi UNUSIDA dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur dalam mendorong lahirnya calon akuntan muda yang kompeten dan berintegritas.

Kompetisi tahun ini menghadirkan 18 tim dari berbagai SMA, SMK, dan MA. Seluruh peserta akan mengikuti babak penyisihan untuk memperebutkan posisi 10 tim terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal. Selanjutnya, tiga tim terbaik akan bertanding pada babak final untuk menentukan juara Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan sekaligus memperluas pengalaman belajar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengasah kompetensi akademik, serta menunjukkan prestasi melalui kompetisi yang sehat, kompetitif, dan edukatif.

“Kompetisi ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi kesempatan untuk mengukur kualitas diri, memperkuat kemampuan, dan mempersiapkan langkah menuju masa depan. Menang memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman hari ini menjadi bekal untuk meraih keberhasilan berikutnya,” tuturnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 juga datang dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur. Salah satu pengurus IAI, Agus Ariyanto Tohi, yang juga merupakan dosen Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra Surabaya, mengapresiasi perkembangan UNUSIDA dan semangat yang diusung dalam kompetisi tersebut.

“Saya melihat perkembangan UNUSIDA sangat luar biasa. Kampusnya representatif dan memiliki semangat yang kuat. Saya juga tertarik dengan tagline UNUSIDA yang menekankan pentingnya keunggulan yang dibangun di atas nilai moral. Itu menjadi pesan yang sangat relevan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ia menilai tema yang diusung kali ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa dan pelajar saat ini adalah generasi yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa.

“Generasi muda memiliki energi dan potensi besar. Melalui kompetisi seperti ini, kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Selain kemampuan akademik, bangun jiwa kompetitif yang positif, kemampuan berpikir kritis, keberanian mengambil keputusan, serta jangan lupakan pentingnya membangun networking. Bisa jadi teman yang hari ini menjadi lawan kompetisi adalah rekan kerja atau mitra bisnis kalian di masa depan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dosen, panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Olimpiade Akuntansi UNUSIDA bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi rumah untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, menjunjung tinggi sportivitas, serta melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di masa depan,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai proses pembelajaran. Ia berharap Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di era globalisasi dan digitalisasi. Kompetisi ini juga menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam membangun budaya akademik yang kompetitif, produktif, dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kehadiran kalian hari ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki keberanian untuk belajar, berkompetisi, dan terus berkembang. Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi, setiap proses sebagai pembelajaran, dan setiap hasil sebagai langkah menuju kesuksesan. Menang bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi keberanian untuk terus belajar dan berkembang adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Selama kompetisi, peserta akan diuji melalui berbagai materi yang mencakup bidang akuntansi, ekonomi, perpajakan, hingga penyelesaian studi kasus yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan keuangan. Selain menguji kemampuan akademik, kompetisi ini juga menjadi sarana membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pelajar.

Peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, dan pimpinan fakultas berfoto bersama setelah pemaparan Program Kerja KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA. (Foto: LPPM UNUSIDA)

Matangkan Program Pengabdian, Peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 Gelar Pemaparan Program Kerja Berbasis SDGs

SIDOARJO — Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Pemaparan Program Kerja di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Selasa-Rabu (14-15/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memastikan setiap program yang akan dijalankan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa serta memiliki dampak yang berkelanjutan.

KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 tahun ini mengusung tema ‘Berkhidmah dan Berkarya di Desa’, yang dirancang sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa sebagai peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, dan masyarakat. Seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan desa dengan mengoptimalkan kompetensi keilmuan dari masing-masing fakultas.

Pemaparan program kerja diikuti oleh kelompok KKN yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM). Setiap kelompok diwakili oleh dua mahasiswa yang mempresentasikan rancangan program, mulai dari latar belakang, sasaran kegiatan, metode pelaksanaan, target luaran, hingga strategi keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Program yang dipresentasikan mencerminkan karakteristik keilmuan setiap fakultas. Bidang pendidikan menghadirkan inovasi penguatan literasi, pembelajaran kreatif, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Fakultas Ekonomi mengusung program pemberdayaan UMKM, pengembangan kewirausahaan, pemasaran digital, dan penguatan tata kelola usaha masyarakat.

Sementara itu, Fakultas Agama Islam menawarkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan, pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan kelembagaan sosial. Fakultas Teknik menghadirkan program pengelolaan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta peningkatan sarana pendukung desa. Adapun Fakultas Ilmu Komputer fokus pada literasi digital, digitalisasi pelayanan desa, pengembangan media informasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung potensi desa.

Seluruh program kerja disusun dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan KKN tidak sekadar kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi menghasilkan program yang relevan, terukur, dan dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. Oleh karena itu, setiap kelompok didorong untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi riil desa sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

Dalam sesi presentasi, para Dosen Pembimbing Lapangan dan pimpinan fakultas memberikan berbagai masukan terhadap kelayakan program, ketepatan sasaran, kesesuaian dengan kondisi desa, indikator keberhasilan, hingga peluang keberlanjutan program. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan rencana kerja sehingga implementasinya di lapangan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan pemaparan juga menjadi sarana menyelaraskan program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar setiap kegiatan dapat diterima, dilaksanakan secara kolaboratif, serta memberikan dampak yang berkelanjutan.

Melalui KKN UNUSIDA BERDAYA 2026, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan, kebutuhan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai mitra masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, sekaligus menghasilkan karya yang mendukung kemajuan desa.

“Dengan persiapan yang matang, kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta semangat berkhidmah kepada masyarakat, semoga KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 kali ini menjadi media pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Proses pengecoran tiang-tiang di Lantai 3 Gedung B Komplek Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Pembangunan Kampus UNUSIDA Terus Berjalan, Gedung B Masuki Tahap Pengecoran Lantai 3

SIDOARJO — Pembangunan infrastruktur di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Lingkar Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, pembangunan Gedung B telah memasuki tahap pengecoran lantai 3 dari total rencana 7 lantai.

Kepala Biro Umum UNUSIDA, Ikhwan Abdillah, S.H., M.Pd., menyampaikan bahwa Gedung B diproyeksikan sebagai pusat perkuliahan sekaligus kantor pelayanan terpadu bagi seluruh civitas akademika.

“Pembangunan Gedung B saat ini sudah memasuki tahap pengecoran lantai 3. Sebelumnya, dua lantai telah selesai dan sudah dimanfaatkan untuk berbagai layanan mahasiswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, lantai yang telah difungsikan saat ini digunakan untuk berbagai unit pelayanan, di antaranya kehumasan, kemahasiswaan, keuangan, IT dan teknologi, sarana prasarana, hingga Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Dengan rencana pembangunan hingga 7 lantai, ia berharap dengan penambahan sarana prasarana di Gedung B mampu menunjang seluruh aktivitas akademik dan pelayanan secara lebih optimal ke depan.

“Pembangunan yang terus berjalan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang unggul, nyaman, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Selain Gedung B, UNUSIDA juga telah memiliki Gedung A yang terdiri dari 5 lantai. Ke depan, gedung tersebut akan difokuskan sebagai pusat kegiatan dosen dan mahasiswa, seperti ruang pertemuan, laboratorium, serta ruang kelas yang representatif.

Sementara itu, Muhammad Iqbal Annafi selaku panitia pembangunan menyampaikan bahwa proses pembangunan di kawasan kampus juga mencakup penyelesaian Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari serta penataan eksterior dan interior lingkungan kampus.

“Untuk pembangunan tahap selanjutnya akan dilanjutkan ke lantai 3. Kami menargetkan pembangunan ini dapat selesai pada bulan November. Insya Allah kami upayakan selesai pada bulan November,” ungkapnya.

Ia juga berharap, dengan adanya pembangunan dan penyempurnaan fasilitas kampus, mahasiswa akan semakin nyaman dalam menjalani aktivitas akademik.

“Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan dan finishing yang baru, mahasiswa semakin nyaman, betah, dan semakin banyak yang beraktivitas di kampus ini. Harapan kami juga, kampus ini dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya,” pungkasnya.

Stefanny Imelda saat menjadi narasumber dalam Seminar Public Speaking FE UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA Dibekali Strategi Personal Branding dan Teknik Sukses Interview Kerja

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Public Speaking bertajuk ‘Stand Out from the Crowd: Seni Membangun Personal Branding lewat CV dan Sesi Interview’ di Auditorium Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Seminar menghadirkan praktisi sekaligus trainer pengembangan diri, Stefanny Imelda, yang membagikan berbagai strategi membangun personal branding, menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, hingga teknik menghadapi sesi wawancara kerja agar mampu tampil percaya diri dan unggul di tengah persaingan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan komunikasi dan personal branding merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa selain kemampuan akademik.

“Yang harus kita lakukan adalah membangun mental dan personal branding. Faktor komunikasi ini sangat penting karena ketika mahasiswa menjalani PKL maupun memasuki dunia kerja, hambatan yang paling banyak ditemui adalah kemampuan komunikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan berbagai survei dan masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholder), lulusan perguruan tinggi umumnya masih perlu meningkatkan kemampuan komunikasi agar lebih siap bersaing di dunia profesional. Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk mampu mengaitkan pengalaman organisasi, praktik kerja lapangan, maupun kegiatan selama kuliah sebagai bukti kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Beberapa stakeholder juga menyampaikan bahwa salah satu kekurangan lulusan adalah di aspek komunikasi. Bahkan ketika sudah diterima bekerja, mereka masih perlu dipoles lagi, terutama dalam menghadapi pelanggan, menyelesaikan komplain, dan berkomunikasi secara profesional, khususnya di perusahaan yang bergerak di bidang jasa,” tambahnya.

Karena itu, menurutnya, seminar ini menjadi bekal penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membangun citra diri yang positif melalui komunikasi yang efektif.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Muhafidhah Novie juga mengapresiasi narasumber Stefanny Imelda yang dinilai memiliki pengalaman luas sebagai pembicara dan mentor di bidang pengembangan diri. Melalui seminar ini, ia berharap mahasiswa memiliki bekal yang lebih matang dalam membangun personal branding, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mampu menghadapi proses rekrutmen kerja dengan percaya diri sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia profesional.

“Beliau sudah luar biasa. Saya melihat kiprahnya melalui berbagai media sosial maupun kegiatan pelatihan. Kiprahnya sudah di level nasional, bahkan saya yakin ke depan akan semakin berkembang hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Stefanny Imelda menjelaskan bahwa proses wawancara kerja memiliki porsi yang sangat besar dalam menentukan diterima atau tidaknya seorang pelamar.

“Nilai akademik yang tinggi belum tentu menjadi faktor utama diterima bekerja. Interview adalah penentunya. Pintar di kelas belum tentu pintar dalam bekerja, sehingga kemampuan menghadapi interview harus benar-benar dipersiapkan,” jelasnya.

TV Presenter JTV tersebut menekankan bahwa persiapan wawancara tidak dapat dilakukan secara mendadak. Menurutnya, setiap kandidat harus memahami diri sendiri, mengenali kemampuan yang dimiliki, serta mampu menunjukkan karakter positif kepada perusahaan.

“Interview menjadi cara HRD untuk menilai apakah seseorang mengenal dirinya sendiri, memahami kompetensinya, memiliki loyalitas, dan mampu bekerja sama dengan tim,” katanya.

Stefanny juga membagikan strategi dalam menjawab pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara, seperti “Coba perkenalkan diri Anda” dan “Mengapa Anda tertarik bergabung di perusahaan ini?”

Menurutnya, banyak pelamar masih menjawab dengan cara yang terlalu umum, seperti menyebutkan nama, usia, atau tempat lahir, padahal informasi tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam CV.

“Saat memperkenalkan diri, jangan hanya mengulang data pribadi. Mulailah dengan menjelaskan aktivitas dan fokus yang sedang dijalani saat ini, kompetensi yang dimiliki, serta tujuan karier yang ingin dicapai. Jawaban seperti itu akan lebih menarik perhatian HRD,” paparnya.