Seminar Hasil Penelitian sebagai bentuk diseminasi riset dosen PIAUD UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen PIAUD UNUSIDA Diseminasi Hasil Riset, Perkuat Edukasi Orang Tua untuk Cegah Stunting

SIDOARJO — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Hasil Penelitian sebagai bentuk diseminasi riset dosen yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan gizi anak usia dini. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan, Gedung B Kampus UNUSIDA, Rabu (24/6/2026).

Seminar ini menghadirkan pemaparan hasil penelitian bertajuk ‘Analisis Tingkat Pemahaman Orang Tua tentang Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini (Studi Kasus Komparatif Wilayah Urban dan Rural di Jawa Timur)’. Penelitian tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Peneliti, Shofiyatus Zahroh, bersama tim dosen PIAUD UNUSIDA.

Dalam paparannya, Shofiyatus Zahroh menjelaskan bahwa penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman orang tua mengenai kesehatan dan gizi anak usia dini di wilayah perkotaan maupun pedesaan di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi kepada orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting sejak dini.

“Pemahaman orang tua mengenai kesehatan dan gizi anak memiliki peran strategis dalam mencegah stunting. Karena itu, penguatan edukasi keluarga perlu terus dilakukan agar anak memperoleh pemenuhan gizi dan pola pengasuhan yang tepat,” ujarnya.

Seminar hasil penelitian ini menjadi wadah bagi dosen untuk menyebarluaskan temuan ilmiah sekaligus membuka ruang diskusi bersama akademisi, praktisi pendidikan, dan peserta yang hadir. Melalui forum tersebut, berbagai masukan diberikan guna memperkaya hasil penelitian agar dapat diimplementasikan secara lebih luas di masyarakat.

Ketua Program Studi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan dosen merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat, khususnya isu kesehatan anak usia dini.

Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan.

Melalui seminar hasil penelitian ini, ia menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil riset yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi keluarga, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan serta gizi anak usia dini menuju generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

“Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia,” ungkap Rif’atul Anita.

Ayu Munjidah, S.Pd., alumni Program Studi S1 PGSD UNUSIDA sebagai guru di MI Al Abror Pekauman. (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif! Ayu Munjidah Menebar Manfaat sebagai Pendidik Berbekal Ilmu dan Pengalaman Organisasi

Pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik, tetapi juga perjalanan membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta menyiapkan generasi muda untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Nilai itulah yang dirasakan oleh Ayu Munjidah, S.Pd., alumni Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2020 yang kini mengabdikan diri sebagai guru di MI Al Abror Pekauman.

Bagi Ayu, perjalanan selama menempuh pendidikan di UNUSIDA menjadi salah satu fase paling berharga dalam hidupnya. Tidak hanya memperoleh bekal ilmu akademik, ia juga mendapatkan pengalaman organisasi, karya ilmiah, hingga pembinaan karakter yang menjadi modal utama dalam menjalankan profesinya sebagai seorang pendidik.

Saat mengenang masa-masa kuliah, Ayu mengaku memiliki banyak pengalaman yang sulit dilupakan. Salah satu momen yang paling membanggakan adalah ketika dirinya berhasil menerbitkan dua buku antologi puisi bersama beberapa dosen UNUSIDA.

Karya tersebut lahir melalui proses pendampingan dan bimbingan yang intensif dari para dosen, khususnya Agung Purnomo, beserta dosen-dosen lainnya yang terus mendorong mahasiswa untuk berani berkarya dan mengembangkan kreativitas di luar kegiatan akademik.

“Pengalaman saya selama kuliah di UNUSIDA yang paling berkesan adalah ketika saya memiliki dua buku puisi karya saya bersama beberapa dosen UNUSIDA dengan bimbingan Pak Agung Purnomo dan beberapa dosen lainnya,” ungkap Ayu.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa lingkungan akademik UNUSIDA tidak hanya mendorong mahasiswa untuk unggul di bidang akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa.

Selain aktif berkarya, Ayu juga menjadi bagian dari perjalanan awal berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Unggul. Bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya, ia turut merintis organisasi tersebut dari awal hingga berkembang menjadi salah satu wadah pengembangan prestasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Menurutnya, membangun sebuah organisasi bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan komitmen, kerja sama, serta semangat untuk terus belajar dan berproses bersama.

“Pengalaman bersama teman-teman UKM Mahasiswa Unggul menjadi salah satu cerita yang tidak akan pernah saya lupakan. Kami merintis dan membangun UKM tersebut mulai dari nol hingga berada di titik seperti sekarang,” kenangnya.

Melihat perkembangan UKM Mahasiswa Unggul yang terus melahirkan mahasiswa berprestasi setiap tahunnya memberikan kebanggaan tersendiri bagi Ayu. Ia merasa perjuangan yang dilakukan bersama teman-teman saat merintis organisasi tersebut kini mulai membuahkan hasil.

“Saya sangat bangga melihat perkembangan UKM Mahasiswa Unggul yang dari tahun ke tahun bisa berkarya lebih baik lagi dan terus dilanjutkan oleh adik-adik junior yang hebat,” ujarnya.

Kini, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjadi mahasiswa UNUSIDA menjadi bekal utama Ayu dalam menjalankan amanah sebagai seorang pendidik di MI Al Abror Pekauman.

Ia menilai bahwa UNUSIDA memberikan banyak manfaat bagi perjalanan kariernya. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter serta memberikan nilai-nilai kehidupan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.

“Kampus UNUSIDA banyak memberikan manfaat untuk karier saya yang sekarang, alhamdulillah masih diamanahi menjadi seorang pendidik,” tuturnya.

Menurut Ayu, keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar, tetapi juga oleh keteladanan, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar. Nilai-nilai tersebut banyak ia pelajari dari para dosen selama menempuh pendidikan di UNUSIDA.

Ia mengaku masih mengingat dengan baik setiap ilmu, nasihat, dan keteladanan yang diberikan oleh para dosen. Baginya, para dosen UNUSIDA bukan hanya pengajar, tetapi juga mentor yang memberikan inspirasi dalam menjalani profesi sebagai pendidik.

“Di bangku kuliah, saya bertemu dengan dosen-dosen yang hebat dan kompeten. Mereka menjadi salah satu penunjang bagi saya ketika kuliah dan sampai detik ini saya masih mengingat jasa serta ilmu yang beliau ajarkan kepada kami,” katanya.

Pengalaman belajar bersama dosen yang berdedikasi membuat Ayu semakin yakin bahwa menjadi seorang guru adalah profesi yang mulia sekaligus penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen untuk meneruskan nilai-nilai yang telah diajarkan selama kuliah kepada peserta didiknya.

Sebagai alumni, Ayu berharap UNUSIDA terus melahirkan lulusan-lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat berkarya, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan agar memanfaatkan setiap kesempatan yang ada di kampus, baik melalui kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi, berkarya, dan membangun jejaring selama kuliah akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika memasuki dunia kerja.

“Perjalanan di bangku kuliah bukan sekadar mengejar nilai atau gelar, melainkan proses membentuk pribadi yang tangguh, kreatif, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Dengan bekal ilmu, pengalaman organisasi, serta bimbingan para dosen, yang menjadi inspirasi hingga kini untuk terus mengabdikan diri di dunia pendidikan dengan harapan dapat mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Viki Topan Fernando, S.Kom., alumni Program Studi Sistem Informasi angkatan lulus 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Alumni UNUSIDA Jadi PPPK RSUD Eka Candrarini, Viki Topan Fernando: Karakter dan Integritas adalah Bekal Terpenting

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kisah inspiratif dari alumninya. Kali ini datang dari Viki Topan Fernando, S.Kom., alumni Program Studi Sistem Informasi angkatan lulus 2025 yang kini mengabdi sebagai PPPK Bagian Umum dan Keuangan RSUD Eka Candrarini, Rungkut, Surabaya.

Bagi Viki, perjalanan selama menempuh pendidikan di UNUSIDA tidak hanya memberikan bekal akademik, tetapi juga membentuk karakter, prinsip, dan integritas yang menjadi modal utama dalam menjalani dunia kerja.

“UNUSIDA tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga membantu membentuk karakter, prinsip, dan integritas yang kuat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalani karier dan memberikan kontribusi terbaik bagi instansi maupun perusahaan,” ungkap Viki kepada Humas UNUSIDA, Kamis (25/6/2026).

Ia juga mengenang suasana perkuliahan yang penuh dukungan dari para dosen dan teman-teman seperjuangan. Menurutnya, lingkungan akademik yang positif menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembelajaran.

“Teman-teman yang luar biasa dan dosen-dosen yang keren serta sabar mendidik hingga saya menyelesaikan studi menjadi pengalaman yang sangat berharga. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberikan teladan dalam bersikap dan bekerja,” tuturnya.

Viki meyakini bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari pekerjaan yang diraih, tetapi juga dari nilai-nilai yang dibawa dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.

“Kesuksesan bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga tentang membawa nilai, integritas, dan manfaat bagi lingkungan sekitar. Pendidikan yang baik bukan hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga pribadi yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia bertekad ingin membuktikan bahwa lulusan UNUSIDA mampu bersaing di dunia kerja dengan bekal kompetensi, karakter, serta nilai-nilai ke-NU-an yang ditanamkan selama masa perkuliahan. Ia juga sangat mengapresiasi program Inspirasi Alumni, UNUSIDA terus menghadirkan cerita sukses para alumninya sebagai motivasi bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan sejak di bangku kuliah.

“Semoga perjalanan karier saya menjadi inspirasi bahwa kesuksesan lahir dari perpaduan antara ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, integritas, serta semangat untuk terus memberikan manfaat bagi sesama,” harapnya.

Salah satu teatrikal drama Roro Jonggrang yang ditampilkan dalam FAI Got Talent 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI Got Talent 2026 Jadi Panggung Mahasiswa Tampilkan Bakat dan Kreativitas di UNUSIDA

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar FAI Got Talent 2026 di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI UNUSIDA ini menjadi ajang perdana untuk menampilkan potensi, kreativitas, dan bakat mahasiswa sekaligus melibatkan peserta dari tingkat sekolah dasar.

Beragam penampilan seni, mulai dari tari, musik, hingga pertunjukan kreativitas lainnya, memeriahkan acara. FAI Got Talent tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan soft skills bagi mahasiswa agar lebih percaya diri dalam mengekspresikan kemampuan yang dimiliki.

Ketua BEM FAI UNUSIDA, Wiwin Lestari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan FAI Got Talent merupakan hasil kerja sama seluruh tim yang telah mempersiapkan acara dengan maksimal.

“Hari ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan jajaran yang telah menyelesaikan rangkaian acara dengan baik. Harapan saya, FAI Got Talent tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus menjadi agenda tahunan Fakultas Agama Islam UNUSIDA dan berkembang lebih baik di tahun-tahun mendatang,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUSIDA, Rif’atul Anita, mengungkapkan bahwa FAI Got Talent merupakan kegiatan perdana yang menjadi tonggak baru bagi BEM Fakultas Agama Islam dalam memberikan ruang ekspresi kepada mahasiswa.

“Ini adalah kegiatan perdana dari BEM Fakultas Agama Islam. Saya mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja luar biasa, bahkan sampai lembur demi mempersiapkan acara ini. Semoga segala usaha yang dilakukan menjadi amal ibadah dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan tema ‘Show Your Talent, Be the Inspiration’, yaitu memberikan kesempatan kepada mahasiswa Program Studi PGMI maupun PIAUD untuk menunjukkan bakat sekaligus menginspirasi orang lain melalui karya seni.

“FAI memang berbasis keagamaan, tetapi mahasiswa juga harus memiliki kemampuan di bidang seni. Seni sangat penting untuk membentuk jiwa, kreativitas, dan rasa percaya diri. Apa yang ditampilkan hari ini akan menjadi bekal ketika nanti menjadi guru dan terjun ke masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan FAI Got Talent juga dirangkaikan dengan proses pembelajaran mata kuliah seni yang sedang ditempuh mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung di atas panggung.

“Ketika nanti lulus dan menjadi guru, mahasiswa tidak akan canggung lagi saat mendampingi murid dalam pentas seni, lomba tari, atau kegiatan sekolah lainnya. Mereka sudah memiliki pengalaman mengelola penampilan, mengenakan kostum, hingga tampil di depan banyak orang,” tambahnya.

Selain penampilan mahasiswa, FAI Got Talent 2026 juga menghadirkan lomba tari yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat sekolah dasar se-Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran peserta dari luar kampus diharapkan menjadi sarana memperkenalkan Fakultas Agama Islam UNUSIDA kepada masyarakat luas.

Anita berharap pengalaman mengikuti perlombaan di UNUSIDA akan menjadi kenangan yang membekas bagi para peserta sejak usia dini. Ia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam bidang keislaman, tetapi juga memiliki kreativitas, keberanian berekspresi, serta kemampuan seni yang dapat mendukung profesionalisme mereka sebagai pendidik di masa depan.

“Kami ingin adik-adik memiliki pengalaman berharga dan mengenal UNUSIDA sejak sekarang. Semoga ketika nanti mereka melanjutkan pendidikan tinggi, mereka teringat bahwa di UNUSIDA ada Program Studi PGMI dan PIAUD yang siap mencetak calon guru profesional, kreatif, dan berkarakter,” ungkapnya.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, S.Sos., M.M., saat menjadi Narasumber dalam Pembekalan KKN UNUSIDA Berdaya 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ratusan Mahasiswa UNUSIDA Ikuti Pembekalan KKN BERDAYA 2026, Tekankan Menjadi Mitra Pemberdayaan Masyarakat

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Pembekalan KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum terjun ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (25/6/2026). dan diikuti oleh seluruh peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 dengan mengusung semangat ‘Berhikmah, Berkarya, dan Berdampak’.

Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai peran, tugas, serta tanggung jawab selama melaksanakan pengabdian di masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN hadir di desa bukan sebagai pihak yang merasa paling tahu atau datang untuk menyelamatkan masyarakat, melainkan sebagai mitra pemberdayaan yang belajar bersama masyarakat.

“Mahasiswa hadir ke desa sebagai mitra pemberdayaan. Teman-teman tidak perlu datang dengan pemikiran bahwa akan menyelamatkan dunia atau membawa program-program yang terlalu muluk. Yang terpenting adalah program yang berdampak, realistis, dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” ujar Elsa dalam sesi pembekalan.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut juga mengingatkan bahwa mahasiswa pada dasarnya masih berada dalam proses belajar. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan selama KKN harus mengedepankan sikap rendah hati, kemampuan mendengar, serta kesediaan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam pemaparannya, Elsa menjelaskan bahwa mahasiswa KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 memiliki beberapa peran utama selama berada di lokasi pengabdian. Pertama, sebagai pembelajar yang hadir untuk mendengarkan kebutuhan warga dan memahami kondisi serta konteks desa. Kedua, sebagai fasilitator yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan, data, dan solusi sederhana bagi masyarakat. Ketiga, sebagai kolaborator yang bekerja sama dengan pemerintah desa, kader masyarakat, sekolah, pelaku UMKM, dan berbagai komunitas lokal. Serta yang terakhir, sebagai pembawa dampak, yakni meninggalkan luaran, rekomendasi, serta program keberlanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Elsa menjelaskan bahwa tema besar KKN telah ditentukan oleh masing-masing fakultas dan akan menjadi dasar dalam penyusunan program kerja di setiap kelompok. Namun demikian, implementasi program tetap harus menyesuaikan karakteristik dan potensi masing-masing desa.

“Program kerja nantinya bergantung pada tema yang dibawa oleh masing-masing kelompok dan kondisi desa yang ditempati. Mahasiswa dapat berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) maupun Tim Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) agar program yang disusun benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Ia berharap, KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 mampu menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Elsa pun menutup arahannya dengan pesan yang sarat makna bagi seluruh peserta KKN.

“Datang dengan adab, bekerja dengan ilmu, pulang meninggalkan manfaat,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan pembagian kelompok KKN UNUSIDA BERDAYA 2026. Seluruh peserta diminta untuk segera mengecek nama, kelompok, lokasi desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing melalui tautan yang telah disediakan disini

Setelah mengetahui kelompoknya, mahasiswa diimbau untuk segera berkoordinasi dengan anggota kelompok serta DPL guna mempersiapkan pelaksanaan program kerja dan keberangkatan ke lokasi KKN.

“Semoga seluruh peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 dapat melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan kemasyarakatan, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” harapnya.

Dalam pembekalan tersebut menghadirkan Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, S.Sos., M.M., sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan gambaran kondisi masyarakat Sidoarjo sekaligus tantangan pembangunan desa yang perlu dipahami mahasiswa.

Probo Agus Sunarno menjelaskan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga sebagai mitra pemerintah desa dalam mengidentifikasi potensi, memetakan persoalan, dan menghadirkan solusi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat dan memberdayakan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu membaca kondisi riil masyarakat. Data yang kami sampaikan ini diharapkan menjadi bekal agar program KKN yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa, bukan sekadar melaksanakan kegiatan seremonial,” pungkasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA saat Mengunjungi SWAKARYA 2026, Pameran Tugas Akhir Mahasiswa DKV UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa DKV UNUSIDA Gelar Swakarya Pameran Tugas Akhir, Tampilkan Puluhan Karya Kreatif

SIDOARJO — Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Swakarya: Pameran Tugas Akhir Mahasiswa yang berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu (25–27 Juni 2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa angkatan 2022 untuk memamerkan hasil karya terbaik mereka sebelum memasuki tahapan akhir akademik berupa ujian skripsi, yudisium, dan wisuda.

Pameran yang digelar di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA tersebut menampilkan beragam karya kreatif mahasiswa DKV, mulai dari branding, ilustrasi, desain kampanye, fotografi, videografi, hingga berbagai karya visual yang lahir dari proses riset dan perancangan selama masa studi.

Dosen DKV sekaligus pembimbing tugas akhir, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menyampaikan apresiasi atas perjuangan mahasiswa yang telah berhasil mencapai tahap pameran tugas akhir. Menurutnya, perjalanan hingga titik ini tidaklah mudah dan membutuhkan konsistensi serta kesungguhan yang tinggi.

“Setelah pameran ini, tahapan berikutnya adalah ujian skripsi, kemudian yudisium dan wisuda. Artinya, kalian tinggal menyelesaikan beberapa langkah terakhir sebelum resmi menjadi sarjana,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 66 mahasiswa angkatan 2022, hanya sekitar 35 mahasiswa yang berhasil mencapai tahap pameran tugas akhir saat ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan semata, tetapi juga oleh komitmen dan konsistensi dalam menjalani proses.

“Banyak orang yang terlihat lebih hebat, tetapi belum tentu mampu bertahan hingga akhir. Yang membawa kalian sampai di sini adalah kesungguhan, kerja keras, dan konsistensi. Modal itulah yang nantinya juga akan sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menekankan bahwa pameran merupakan bagian penting dalam disiplin ilmu DKV yang berbasis seni dan komunikasi visual.

“DKV adalah rumpun keilmuan seni. Karena itu karya harus ditampilkan dan dikomunikasikan kepada publik. Pameran menjadi sarana untuk menunjukkan hasil proses kreatif yang selama ini dikerjakan mahasiswa,” jelasnya.

Menurut Arda, kegiatan pameran tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat, industri kreatif, hingga calon pengguna jasa desain yang berkunjung ke lokasi pameran.

“Kalau pameran, tentu harus ada yang dipamerkan. Karya-karya mahasiswa inilah yang menjadi bukti kompetensi mereka. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan dapat melibatkan lebih banyak pihak dari luar kampus sehingga karya mahasiswa semakin dikenal luas,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada mahasiswa agar mampu menjaga kualitas sekaligus menyelesaikan studi tepat waktu.

“Masuk UNUSIDA harus bermutu dan lulus tepat waktu. Khusus di DKV, mutu itu dibuktikan melalui karya. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa telah menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun profesional,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian dan keberanian mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, kemampuan teknis harus dibarengi dengan keberanian untuk menunjukkan hasil karya kepada publik.

“Jangan takut menunjukkan karya. Jangan berkecil hati. Kalian sudah berani memamerkan hasil kerja keras kepada masyarakat. Itu adalah langkah awal yang sangat penting untuk memasuki dunia profesional,” tuturnya.

Selain pameran karya, SWAKARYA 2026 juga menghadirkan seminar bersama praktisi kreatif yang membagikan pengalaman dan wawasan mengenai dunia industri kreatif. Pada hari pertama, seminar menghadirkan Habib Maulana, S.Ds. dengan tema Every Perspective Tells Motions. Sementara pada hari kedua, Charis Shodiq, S.Ds. berbagi materi bertajuk Menata Karier Pekerja Kreatif di Era Industri Digital.

Pameran ini dibuka untuk umum yang menjadi ruang apresiasi sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan menyelesaikan studi dengan mutu yang baik serta tepat waktu.

Mahasiswa UNUSIDA Mendapatkan Pelatihan Pembuatan Dimsum dan Minuman Kekinian dari Mitra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Gelar Pelatihan Wirausaha Baru

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Pelatihan Wirausaha Baru bagi mahasiswa sebagai upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (23/6/2026) tersebut berlangsung dengan antusias dan menghadirkan materi praktis yang dapat langsung diterapkan sebagai peluang usaha.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan secara langsung.

Menurutnya, program ini menjadi langkah positif karena mahasiswa kini mulai dilibatkan dalam berbagai program pemberdayaan UMKM yang sebelumnya lebih banyak menyasar masyarakat umum.

“Alhamdulillah, saat ini mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, menimba ilmu, dan berlatih menjadi seorang wirausaha. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik serta pembinaan manajemen usaha yang dapat menjadi bekal ketika terjun ke dunia bisnis,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program pelatihan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Rencananya, akan ada pelatihan lanjutan yang dilaksanakan pada periode Juli hingga September 2026 dengan peserta yang sama guna memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Kesempatan seperti ini sangat berharga karena para narasumber yang hadir merupakan praktisi dan pelaku UMKM yang telah berpengalaman di bidangnya,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung mengenai proses pembuatan dimsum dan minuman kekinian yang saat ini banyak diminati oleh kalangan muda. Selain mempraktikkan proses produksi, peserta juga dibekali wawasan mengenai pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga manajemen usaha sederhana.

Materi tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas dan modal usaha yang relatif terjangkau, sehingga cocok dijadikan alternatif usaha bagi mahasiswa untuk memperoleh tambahan penghasilan sekaligus melatih jiwa entrepreneur sejak dini.

Novie menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mampu menciptakan peluang usaha baru serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami optimistis akan lahir wirausahawan muda dari mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial yang kuat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.

BEM FE UNUSIDA Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FE UNUSIDA Gelar Grand Final Duta Ekonomi 2026, Cetak Generasi Cerdas, Kreatif, Inspiratif, dan Berintegritas

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Grand Final Duta Ekonomi 2026 pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema ‘Membentuk Duta Ekonomi Masa Depan yang Cerdas, Kreatif, Inspiratif dan Berintegritas’ ini menjadi puncak rangkaian seleksi yang telah dilalui para finalis melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, hingga penampilan pada saat grand final.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta keluarga finalis yang memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026, terpilihnya M. Fadli Rahmadhani Manajemen 2025A dan Lili Itaurrahma Manajemen 2025A sebagai Duta Fakultas Ekonomi 2026.

Gubernur BEM Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Pingkya Angelica Thaufani, dalam sambutannya mengaku bangga dan terharu dapat menyaksikan proses para finalis yang telah berjuang hingga mencapai tahap akhir kompetisi.

“Saya berdiri di sini dengan rasa bangga karena dulu saya juga pernah berproses di tempat ini. Hari ini saya menyaksikan adik-adik yang telah melalui perjalanan panjang mulai dari seleksi, wawancara, karantina hingga grand final. Kalian adalah mahasiswa pilihan yang telah membuktikan komitmen dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia berharap Duta Fakultas Ekonomi 2026 dapat menjadi generasi yang lebih baik dan mampu melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya.

“Pemilihan Duta Ekonomi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan soft skills mahasiswa. Sebab, generasi muda saat ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, serta kemampuan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta fakultas merupakan wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Kompetisi ini sangat bermanfaat karena menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, etika, serta kepemimpinan. Saya melihat para finalis memiliki perubahan yang luar biasa, baik dari sikap, gestur, maupun cara berinteraksi,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pembina, serta para Duta Fakultas Ekonomi yang selama ini aktif membantu promosi dan pengembangan citra Fakultas Ekonomi melalui berbagai kegiatan dan media sosial.

“Duta Fakultas Ekonomi adalah brand ambassador fakultas. Mereka membawa nama baik Fakultas Ekonomi sekaligus UNUSIDA. Pengalaman yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja nanti,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar duta sebagai ajang prestise, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kualitas diri.

Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini.

“Yang paling penting adalah kemampuan berkomunikasi. Bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan, membangun relasi, dan menunjukkan kualitas dirinya melalui komunikasi yang baik. Itulah yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan maupun dunia kerja,” tuturnya.

Ia juga mendorong para finalis untuk terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Semoga Duta Ekonomi nanti mampu menjalankan perannya sebagai representasi fakultas, menjadi agen promosi kampus, serta berkontribusi aktif dalam mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa dan institusi di masa mendatang,” pungkasnya.

Diklatsar II MAPANUSIDA di Lembah Madu Pandaan (Foto: Humas UNUSIDA)

Diklatsar II MAPANUSIDA Jadi Momentum Meneguhkan Kembali Nilai Khitah Gerakan Intelektual Soe Hok Gie

PASURUAN — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (MAPANUSIDA) kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun karakter mahasiswa melalui pelaksanaan Diklatsar II yang dilaksanakan di Lembah Madu, Pandaan, Sabtu-Ahad (20-21/6/2026).

Ketua UKM MAPANUSIDA, Muhammad Reza Sujali menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda regenerasi organisasi, tetapi juga sebagai ruang transformasi nilai untuk membentuk pribadi yang tangguh, kritis, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan realitas sosial.

Semangat tersebut berangkat dari pemikiran Soe Hok Gie, tokoh yang dikenal sebagai penggagas lahirnya organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di Indonesia. Gie mendirikan Mapala sebagai bentuk kegelisahannya terhadap kondisi mahasiswa yang dinilai terlalu larut dalam politik praktis dan kehilangan independensi berpikir. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang lahirnya manusia merdeka yang kritis, bukan sekadar perpanjangan kepentingan tertentu.

“Diklatsar bukan sekadar gerbang masuk organisasi, melainkan ruang transformasi manusia. Dari proses ini, kami berharap lahir kader-kader yang tidak hanya kuat di medan alam, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran untuk berkontribusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui Mapala, Gie menghadirkan ruang yang inklusif dan nonpolitik, tempat mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat belajar bersama tanpa sekat kepentingan. Alam dipilih sebagai media pembelajaran karena dianggap sebagai ruang paling jujur untuk memahami kehidupan. Di alam, manusia dituntut untuk mengandalkan kemampuan diri, menjunjung solidaritas, serta menjaga kejujuran dalam menghadapi berbagai tantangan.

Nilai-nilai tersebut kini terus dihidupkan oleh MAPANUSIDA. Bagi organisasi ini, mendaki gunung, menjelajah alam, maupun mengikuti kegiatan lapangan bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan cara untuk membaca realitas kehidupan secara lebih autentik. Setiap perjalanan, rasa lelah, hingga proses bertahan dalam situasi sulit menjadi bagian dari pendidikan karakter yang membentuk ketahanan mental dan kesadaran kritis.

Di tengah era modern, organisasi pecinta alam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari anggapan sebagai organisasi yang kurang diminati, stigma aktivitas berisiko, hingga pandangan bahwa kegiatan Mapala tidak memiliki kontribusi akademik yang signifikan. Padahal, di balik setiap prosesnya, terdapat pembelajaran penting tentang disiplin, kepemimpinan, solidaritas, manajemen risiko, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menegaskan bahwa organisasi pecinta alam merupakan ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter, mental, dan kepemimpinan mahasiswa melalui berbagai pengalaman nyata di lapangan. Menurutnya, setiap kegiatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada eksplorasi alam, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang membangun nilai-nilai kehidupan.

Oleh karena itu, melalui Diklatsar II ini, MAPANUSIDA berupaya menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan proses kaderisasi yang berorientasi pada transfer nilai. Peserta tidak hanya ditempa secara fisik, tetapi juga diajak memahami makna dari setiap proses yang dijalani. Ketahanan fisik dipadukan dengan pembentukan mental, sehingga melahirkan pribadi yang mampu menghadapi dinamika kehidupan dengan lebih matang.

“MAPANUSIDA bukan hanya tempat berkumpulnya mahasiswa yang memiliki minat terhadap alam bebas. Lebih dari itu, organisasi ini menjadi laboratorium kehidupan yang mengajarkan tentang tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, kedisiplinan, hingga kemampuan mengambil keputusan dalam berbagai situasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas di alam terbuka memberikan pengalaman yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Berhadapan langsung dengan berbagai kondisi alam menuntut setiap anggota untuk mampu beradaptasi, berpikir cepat, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi.

Melalui proses tersebut, mahasiswa belajar memahami arti penting kepemimpinan, solidaritas, serta rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat terjun ke masyarakat.

Menurutnya, keberadaan organisasi pecinta alam juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Di tengah berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai bagian dari solusi.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui berbagai kegiatan konservasi, edukasi lingkungan, dan pengabdian kepada masyarakat, anggota MAPANUSIDA diajak untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Reza menuturkan bahwa pengalaman berorganisasi di MAPANUSIDA turut membentuk mental tangguh yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Kegiatan lapangan yang menuntut ketahanan fisik dan mental menjadi sarana bagi anggota untuk mengenali potensi diri sekaligus belajar mengelola berbagai situasi yang tidak terduga.

Baginya, setiap perjalanan di alam merupakan proses pembelajaran yang sarat makna. Alam mengajarkan manusia tentang kesederhanaan, kesabaran, rasa syukur, dan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya.

“Alam bukan sekadar tujuan perjalanan. Alam adalah ruang belajar yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Ketika berada di alam, kita belajar menghargai proses, memahami keterbatasan diri, dan menyadari bahwa manusia merupakan bagian dari ekosistem yang harus hidup berdampingan dengan lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Rifki Hidayat (MY)

Salah satu mahasiswa sedang mempresentasikan sekaligus mendiseminasikan hasil karya ilmiah dan inovasi teknologi saat Diseminasi Tugas Akhir FILKOM UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Diseminasi Tugas Akhir Secara Terbuka, Jadi Ajang Unjuk Karya Inovasi Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Diseminasi Tugas Akhir Mahasiswa di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan sekaligus mendiseminasikan hasil karya ilmiah dan inovasi teknologi yang telah dikembangkan sebagai tugas akhir kepada masyarakat akademik, dunia industri, dan sektor pendidikan.

Sebanyak 28 mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Sistem Informasi, dan Informatika turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka memaparkan hasil penelitian, aplikasi, sistem informasi, produk digital, hingga karya desain yang telah disusun sebagai syarat penyelesaian studi.

Berbeda dari sidang tugas akhir pada umumnya, kegiatan ini menghadirkan berbagai pihak eksternal sebagai mitra dan pengguna potensial hasil karya mahasiswa. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan industri dari PT SIAP, dosen, mahasiswa, serta perwakilan sektor pendidikan, termasuk guru dari SMK NU Ketegan.

Melalui forum diseminasi ini, para mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil penelitiannya, tetapi juga melakukan demonstrasi dan uji coba langsung terhadap produk maupun sistem yang telah dikembangkan. Para peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk memberikan masukan, kritik, dan saran guna menyempurnakan inovasi yang dihasilkan.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif FILKOM UNUSIDA dalam menghadirkan model pembelajaran yang menghubungkan karya akademik mahasiswa dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

Menurutnya, kegiatan diseminasi tugas akhir menjadi langkah strategis untuk memastikan hasil penelitian mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen akademik semata, tetapi dapat dimanfaatkan oleh dunia industri, lembaga pendidikan, maupun masyarakat luas.

“Inovasi, kreativitas, dan solusi teknologi karya mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA dipresentasikan dalam kegiatan Diseminasi Tugas Akhir sebagai wujud kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan perkembangan teknologi digital. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan karya yang aplikatif, inovatif, dan berdampak,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dan dunia kerja.

Lebih lanjut, Dr. Hadi Ismanto menilai bahwa pelaksanaan diseminasi tugas akhir yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah progresif yang patut dikembangkan di lingkungan UNUSIDA.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif FILKOM UNUSIDA yang menghadirkan berbagai pihak dari dunia industri dan pendidikan untuk melihat langsung karya mahasiswa. Dengan demikian, hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan dapat dikenalkan kepada mitra, dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan pengguna,” ujarnya.

Menurutnya, model diseminasi seperti ini dapat menjadi pilot project bagi fakultas dan program studi lain di UNUSIDA. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki nilai guna dan dampak yang nyata.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi budaya akademik di UNUSIDA. Mahasiswa perlu diarahkan untuk menghasilkan inovasi dan karya ilmiah yang dapat diakses, dipahami, serta dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi tugas akhir merupakan salah satu upaya untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Selain menjadi ruang publikasi hasil penelitian mahasiswa, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dan pengembangan produk yang lebih luas.

Beragam karya yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan melalui pendekatan teknologi digital. Mulai dari pengembangan aplikasi berbasis web dan mobile, sistem informasi untuk kebutuhan organisasi dan pendidikan, hingga karya desain komunikasi visual yang mendukung promosi dan edukasi masyarakat.

Pihaknya sangat mendukung potensi mahasiswa untuk dapat menjelaskan konsep, proses pengembangan, hingga manfaat dari karya yang mereka hasilkan. Di sisi lain, para mitra industri dan guru yang hadir turut memberikan masukan mengenai peluang implementasi serta pengembangan produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

“Melalui kegiatan Diseminasi Tugas Akhir ini, kami tidak hanya menunjukkan kualitas karya mahasiswa, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang relevan, solutif, dan berdaya saing, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan ekosistem teknologi dan inovasi di Indonesia.

“Tentu, akan ada evaluasi dan inovasi disetiap penyelenggaraan. Kami ingin menunjukkan bahwa tugas akhir bukan sekadar syarat akademik untuk meraih gelar sarjana, melainkan dapat menjadi sarana lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan industri,” pungkasnya.