Penyerahan SK Plt. Rektor UNUSIDA oleh Ketua BPP UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Resmi, Dr. Hadi Ismanto Menjabat Plt Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menunjuk Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, menggantikan Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang akan purna tugas. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor ini dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026).

Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo serta PC Muslimat NU Sidoarjo untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memastikan roda akademik dan kelembagaan kampus tetap berjalan optimal.

Dr. Hadi Ismanto dipercaya mengemban amanah tersebut dengan membawa komitmen kuat dalam melanjutkan program-program strategis UNUSIDA, khususnya penguatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta akselerasi capaian visi kampus sebagai perguruan tinggi unggul berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Penunjukan Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. UNUSIDA dinilai tepat, mengingat rekam jejaknya yang panjang dalam kepemimpinan kampus. Sebelumnya, Dr. Hadi Ismanto menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik UNUSIDA selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

Selama mengemban amanah tersebut, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan akademik, penguatan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan akreditasi institusi dan program studi. Pengalaman panjang ini membuatnya sangat memahami karakteristik internal UNUSIDA sekaligus blueprint pengembangan kampus ke depan.

Kedekatannya dengan civitas academica serta keterlibatan aktif dalam berbagai agenda strategis universitas menjadi modal penting dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan. Dr. Hadi Ismanto juga dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong integrasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam sistem pendidikan tinggi, sejalan dengan visi besar UNUSIDA sebagai kampus berbasis keislaman dan kebangsaan.

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. Rektor UNUSIDA diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus melanjutkan program-program prioritas, terutama dalam penguatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta akselerasi capaian menuju kampus unggul dan berdaya saing. Serta tetap konsisten melangkah dalam mencetak lulusan berkarakter, berkompeten, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat.

Tampak hadir, ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Katib Syuriyah KH Syihabuddin Sholeh, Wakil Ketua Tanfidziyah H. Sullamul Hadi Nurmawan, S.Th.I., Bendahara Umum PCNU Sidoarjo H Royyan, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra. Hj. Ainun Jariyah, beserta seluruh pimpinan UNUSIDA.

UNUSIDA Sambut Mahasiswa Asing Penerima Beasiswa USoF dari Nigeria (Foto: Humas UNUSIDA)

Abdurrashid Lawal, Mahasiswa Asing di UNUSIDA Pertama Penerima Beasiswa USoF dari Nigeria

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berdaya saing global melalui program UNUSIDA Scholarship for Foreign Students (USoF). Awal tahun 2026 ini, Abdurrashid Lawal asal Nigeria resmi menjadi penerima beasiswa penuh UNUSIDA untuk menempuh pendidikan jenjang Sarjana (S1) pada Program Studi (Prodi) Informatika, Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) UNUSIDA.

Kehadiran Abdurrashid disambut hangat oleh sivitas akademika UNUSIDA. Ia pertama kali dikenalkan pada saat rapat pimpinan dalam rangka Serah Terima Plt. Rektor UNUSIDA, Senin (26/1/2026).

Sebelum resmi diterima sebagai mahasiswa UNUSIDA, Abdulrashid Lawal telah melalui serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat. Proses tersebut dimulai dari pendaftaran daring, sesi wawancara, hingga melengkapi berbagai persyaratan administratif, termasuk pengurusan visa dan izin belajar. Seluruh tahapan itu dijalaninya dengan penuh kesungguhan hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa di UNUSIDA

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional UNUSIDA, Masyitah Noviyanti, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa program beasiswa mahasiswa asing telah lama dirancang sebagai bagian dari visi internasionalisasi kampus. Program USoF sendiri merupakan inisiatif strategis kampus dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional sekaligus memperluas jejaring global UNUSIDA.

“Program ini kami siapkan untuk membuka peluang studi di UNUSIDA bagi mahasiswa dari berbagai negara. Harapannya, UNUSIDA dapat menjadi ruang perjumpaan lintas budaya sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Melalui program USoF, pihaknya tidak hanya menghadirkan pendidikan berkualitas, tetapi juga menanamkan nilai toleransi, keberagaman, dan persaudaraan global. Kehadiran mahasiswa asing diharapkan mampu memperkaya atmosfer akademik kampus serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk berani bermimpi dan berkiprah di tingkat internasional.

“Selamat datang di UNUSIDA, Abdulrashid Lawal. Semoga perjalanan akademikmu sukses dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdulrashid Lawal mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya bisa memperoleh kesempatan belajar di Indonesia, khususnya di UNUSIDA. Ia mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia sejak pertama kali tiba.

“Saya sangat senang dan bersyukur mendapatkan beasiswa ini. Orang Indonesia sangat baik dan ramah,” tuturnya.

Selama menempuh pendidikan di Prodi Informatika, Abdurrashid juga akan menetap di Pondok Pesantren Sabilur Rosyad untuk memperdalam ilmu keislaman. Baginya, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus spiritual.

Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia (Foto: Istimewa)

Refleksi Hari Pendidikan Internasional 2026, Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia

Hari Pendidikan Internasional 2026 hadir sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan untuk segera mengakhiri era standarisasi manusia. Di tengah kemajuan kecerdasan artifisial yang mampu menggantikan kemampuan kognitif rata-rata, pendidikan dituntut melakukan lompatan paradigmatik. Kearifan klasik Islam telah lama memberi peringatan yang relevan lintas zaman: “La tahtaqir man dunaka, fa inna likulli syai’in maziyyah” jangan meremehkan siapa pun, karena pada setiap diri terdapat keistimewaan.

Ungkapan ini kini bertransformasi menjadi sebuah Manifesto Pedagogis. Jika sekolah masih mendidik murid untuk sekadar menjadi rata-rata, maka cepat atau lambat peran mereka akan digantikan oleh mesin. Tantangan guru abad ke-21 bukan lagi sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan menjadi penemu keunikan menggali maziyyah yang membuat setiap murid tak tergantikan.

Konsep demokrasi kecerdasan menjadi keniscayaan untuk meruntuhkan kasta intelektual yang selama ini memuja satu standar tunggal. Teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner telah lama membongkar mitos kecerdasan tunggal. Meremehkan murid yang tidak unggul secara akademik bukan sekadar kesalahan pedagogis, melainkan kekeliruan epistemologis yang fatal.

Fenomena global tentang neurodiversity semakin menegaskan hal ini. Anak dengan disleksia, ADHD, atau spektrum autisme justru kerap menunjukkan human signature yang luar biasa: kemampuan visual, kreativitas spasial, empati mendalam, hingga pola pikir visioner yang tidak dapat direplikasi oleh algoritma. Jangan meremehkan mereka yang sulit mengeja, sebab bisa jadi merekalah arsitek masa depan atau pemimpin inovatif dengan cara berpikir yang melampaui kelaziman.

Dalam konteks inilah, pedagogi berdiferensiasi pada tahun 2026 bukan lagi pilihan metodologis, melainkan bentuk penghormatan tertinggi terhadap martabat manusia. Carol Ann Tomlinson menegaskan bahwa keadilan di ruang kelas bukanlah memberi perlakuan yang sama, tetapi memberi dukungan yang tepat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing murid. Di era hyper-personalized learning, homogenisasi pembelajaran justru menjadi bentuk ketidakadilan.

Ketika guru berani mendiferensiasi konten, proses, dan produk pembelajaran, sejatinya ia sedang mempraktikkan keadilan sosial dalam bentuk paling konkret. Setiap murid diberi jembatan yang sesuai untuk menyeberang dari keterbatasan menuju aktualisasi diri. Inilah pendidikan yang memerdekakan, bukan menyingkirkan.

Lebih jauh, menuntun kodrat murid hari ini berarti membekali mereka dengan Human Flourishing Skills kemampuan untuk tetap bermakna di tengah dominasi mesin. Filosofi Ki Hadjar Dewantara tentang guru sebagai pamong kembali menemukan relevansinya, terutama saat dunia menghadapi krisis kesehatan mental remaja secara global. Murid yang terus-menerus diremehkan karena nilai akademik sering kali kehilangan kepercayaan diri, bahkan kehilangan makna hidup.

Guru masa kini adalah kurator bakat. Seperti petani yang bijaksana, ia merawat padi agar tumbuh menjadi padi unggul tanpa pernah memaksanya menjadi jagung. Menghargai keistimewaan anak bukan sekadar soal prestasi, melainkan tentang menjaga nyala api potensi agar tidak padam di tengah disrupsi zaman.

Pesan penutup dari refleksi ini adalah pentingnya kerendahan hati intelektual dalam dunia pendidikan. Sikap meremehkan lahir dari pola pikir kaku (fixed mindset), sementara pengakuan atas maziyyah tumbuh dari visi masa depan yang memahami bahwa diversitas bukan ancaman, melainkan sumber stabilitas. Dalam ekonomi kolaborasi 2026, keberhasilan tidak ditentukan oleh siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling mampu berharmoni dengan beragam jenis kecerdasan.

Mari jadikan ruang kelas sebagai panggung simfoni, tempat setiap instrumen kecerdasan memainkan perannya. Jangan biarkan satu pun cahaya murid padam hanya karena kita gagal mengenalinya.

Penulis: Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd.

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., saat memberikan penghargaan kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional (Foto: Humas UNUSIDA)

Momen Mujahadah, UNUSIDA Berikan Apresiasi kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Mujahadah Jumat Kliwon di Masjid K.H. M. Hasyim Asy’ari UNUSIDA, Jumat (23/1/2026).

Apresiasi diberikan secara langsung oleh Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dan Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, S.Pd., M.Pd., sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kerja keras, serta prestasi gemilang mahasiswa dan dosen pembimbing dalam berbagai ajang kompetisi bergengsi.

Adapun mahasiswa dan dosen pembimbing yang menerima apresiasi antara lain:

  1. Dr. Arda Surya Editia, M.T. beserta mahasiswa peraih Juara 1 Innovation Design Startup Competition,

  2. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 2 World Entrepreneurial Case Competition (WECC),

  3. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 3 International Business Plan Competition,

  4. Anggay Luri Pramana, M.Kom. beserta mahasiswa peraih Juara 1 National Applied Science Project Olympiad,

  5. M. Fathir Firmansyah – Juara 2 Nasional Kompetisi Fotografi,

  6. Lailatul Ma’rifah – Juara 3 Lomba Esai Nasional FORPIMAWA 2025,

  7. Indah Dwi Cahyani – Lomba Poster Nasional THEORIST 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa capaian prestasi ini merupakan bukti nyata kualitas sumber daya manusia UNUSIDA yang mampu bersaing di level nasional dan internasional. Selaras dengan suasana Mujahadah Jumat Kliwon, pemberian penghargaan kali ini sekaligus menjadi refleksi spiritual atas capaian prestasi yang diraih serta menginspirasi mahasiswa lain.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi. UNUSIDA akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk berani berkompetisi dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui pembinaan akademik, riset, dan inovasi. UNUSIDA sebagai perguruan tinggi tidak hanya menjadi kampus unggul secara akademik, tetapi juga konsisten dalam membangun budaya prestasi, inovasi, dan karakter mahasiswa yang berdaya saing global.

“Kami berharap apresiasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UNUSIDA untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.

FAI UNUSIDA Launching Program Pembiasaan Amaliyah Aswaja (P2A) (Foto: Humas UNUSIDA)

Cetak Pemimpin Keagamaan Muda, FAI UNUSIDA Launching Program Pembiasaan Amaliyah Aswaja

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi meluncurkan Program Pembiasaan Amaliyah Aswaja (P2A) sebagai ikhtiar strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang religius, berakhlak, serta siap menjadi pemimpin kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Hall Kampus 2 Gedung A, Lantai 5 UNUSIDA, Jum’at (23/1/2026).

Launching program ini disampaikan langsung oleh Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I., yang menegaskan bahwa pelaksanaan P2A telah dipertimbangkan secara matang agar tidak mengganggu aktivitas akademik mahasiswa, khususnya di awal semester ganjil.

“Kami melaporkan kepada Bapak Rektor dan memilih waktu yang tepat agar program ini tidak mengganggu perkuliahan. P2A ini adalah inisiatif dosen-dosen FAI untuk memfasilitasi mahasiswa mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masyarakat, tanpa harus menunggu lulus,” ujarnya.

Tujuh Amaliyah Aswaja Dibiasakan Secara Terstruktur
Feri menyebutkan bahwa program P2A dirancang dengan tujuh bentuk amaliyah Aswaja yang akan dibiasakan secara berkelanjutan, meliputi pembukaan acara, pembacaan tawassul, Yasin, istighotsah, tahlil, doa, hingga sambutan. Seluruh rangkaian ini dikemas menyerupai tradisi keagamaan di pesantren dan masyarakat Nahdlatul Ulama.

Pada tahap awal, mahasiswa tidak dituntut untuk menghafal, melainkan membaca sesuai pedoman yang telah disiapkan fakultas. Mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil beranggotakan 10–11 orang dan didampingi oleh Dosen Wali Aswaja. Setiap pertemuan, peran mahasiswa akan diputar agar seluruh peserta memperoleh pengalaman memimpin seluruh rangkaian amaliyah.

“Target kami, mahasiswa bukan hanya bisa mengikuti, tetapi mampu memimpin. Hafal istighotsah, berani tampil, dan siap memimpin kegiatan keagamaan di lingkungannya,” tegasnya.

Merangkul Mahasiswa Beragam Latar Belakang
Ia mengungkapkan, program ini dirancang inklusif bagi mahasiswa yang berlatar belakang pesantren maupun non-pesantren. Mahasiswa yang belum terbiasa dengan amaliyah Aswaja tidak perlu khawatir, karena seluruh proses dilakukan bertahap dengan pendampingan intensif.

“FAI ini lengkap. Ada yang dari pesantren, ada yang bukan. Justru P2A menjadi kawah candradimuka untuk membekali yang belum terbiasa sekaligus memperkuat yang sudah memiliki dasar,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa nilai-nilai dalam pembiasaan amaliyah Aswaja sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat.

Menurutnya, pembiasaan ini bukan hanya membentuk kecakapan spiritual, tetapi juga memperkuat karakter, akhlak, kecintaan terhadap tradisi, serta rasa tanggung jawab sosial mahasiswa.

“Nilai-nilai Aswaja ini menjadi pondasi penting agar mahasiswa tetap kokoh dalam akidah, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Ini perlu dimonitor dan dievaluasi agar menjadi budaya akademik yang berkelanjutan,” terangnya.

Ia berharap menjadi keunggulan khas FAI UNUSIDA, sekaligus identitas lulusan yang matang secara intelektual, spiritual, dan sosial. Ke depan, P2A akan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat tanpa perkuliahan, terpusat, dan dievaluasi secara berkala. Selain itu, program ini akan menjadi pilot project bagi seluruh prodi dan fakultas di UNUSIDA.

“Melalui Program Pembiasaan Amaliyah Aswaja, kami optimistis UNUSIDA mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap hadir, memimpin, dan mengabdi di tengah masyarakat dengan nilai-nilai ke-NU-an yang kokoh dan relevan sepanjang zaman,” pungkasnya.

Alumni UNUSIDA Kak Maulidia Nur Rachmah Bagikan Tips Menyeimbangkan Akademik dan Organisasi dalam Latihan Rutin UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA (Foto: UKM Pramuka)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Latihan Rutin Bahas Struktur Organisasi

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar latihan rutin, Ahad (18/01/2026), di lingkungan Kampus UNUSIDA. Kegiatan ini diikuti oleh anggota aktif serta calon anggota baru.

Pada pertemuan kali ini, peserta mendapatkan materi tentang struktur organisasi Pramuka Khatulistiwa yang disampaikan oleh Kak Maulidia Nur Rachmah, S.Pd. Materi tersebut difokuskan pada pengenalan peran, tugas, serta alur koordinasi dalam organisasi, baik pada level pengurus inti maupun unsur pendukung lainnya.

Dalam pemaparannya, Kak Maulidia menjelaskan susunan organisasi yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Dewan Racana, Pembina, serta beberapa bidang teknis yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Penjelasan ini bertujuan agar peserta memahami hubungan fungsional antarbagian serta pentingnya pola komunikasi organisasi yang efektif.

“Struktur organisasi tidak hanya menunjukkan susunan jabatan, tetapi juga sistem kerja yang mengatur koordinasi antaranggota. Pemahaman ini penting agar organisasi dapat berjalan tertib, efisien, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar teknis organisasi, pembagian tugas, serta mekanisme komunikasi internal. Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi anggota aktif maupun calon anggota baru.

Sebagai alumni yang pernah aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, Kak Maulidia menegaskan bahwa akademik tetap harus menjadi prioritas utama, tanpa harus mengesampingkan peran organisasi sebagai ruang pengembangan diri.

Menurutnya, menjalani perkuliahan sambil aktif berorganisasi kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa. Akan tetapi, keduanya justru dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan apabila dikelola dengan manajemen waktu dan prioritas yang tepat.

“Kuliah adalah tanggung jawab utama mahasiswa. Organisasi hadir sebagai sarana belajar kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen diri yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menentukan skala prioritas sejak awal semester. Mahasiswa perlu memetakan jadwal kuliah, tugas akademik, serta agenda organisasi agar tidak saling berbenturan. Sebab, penggunaan agenda harian atau kalender digital dapat membantu mahasiswa mengelola waktu secara lebih teratur dan disiplin.

Selain itu, Kak Maulidia menyarankan mahasiswa untuk berani berkata jujur pada diri sendiri mengenai kemampuan dan batasan. Tidak semua kegiatan harus diikuti, dan tidak semua jabatan harus diambil. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas anggota dalam pengelolaan organisasi, sekaligus meningkatkan kualitas keanggotaan serta kaderisasi Pramuka di lingkungan kampus.

“Aktif organisasi bukan soal banyaknya kegiatan, tetapi tentang konsistensi, komitmen, dan tanggung jawab terhadap amanah yang diemban,” tuturnya.

Alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) juga menilai bahwa organisasi justru dapat mendukung prestasi akademik apabila dijalani dengan benar. Keterampilan seperti kerja tim, komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang diperoleh di organisasi akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan maupun menghadapi tantangan di dunia kerja.

Ia mengajak mahasiswa UNUSIDA untuk menjadikan masa kuliah sebagai fase pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. “Ketika akademik dan organisasi dijalani dengan niat belajar dan pengelolaan waktu yang baik, keduanya akan saling melengkapi dan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” pungkasnya.

Mahasiswa UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026 (Foto: Putri Nely/ Humas UNUSIDA)

34 Mahasiswa UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Relawan Pajak Renjani Tahun 2026

SIDOARJO – Sebanyak 34 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi dikukuhkan sebagai Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026 oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Jawa Timur II. Kegiatan pengukuhan tersebut dilaksanakan di Kantor Kanwil DJP Jawa Timur II, Senin (19/01/2026).

Pengukuhan Relawan Pajak ini dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi mitra yang tergabung dalam program DJP Kanwil Jawa Timur II. Melalui pengukuhan ini, para mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi resmi mendapatkan mandat untuk bertugas membantu edukasi, asistensi, dan pelayanan perpajakan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program Relawan Pajak merupakan salah satu inisiatif Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka meningkatkan literasi dan kepatuhan perpajakan masyarakat, sekaligus memberikan ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan publik di bidang perpajakan.

Ketua Tax Center UNUSIDA, Chairil Anwar, S.P., M.Ak., menegaskan komitmen UNUSIDA dalam mendukung penuh program pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP), melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam program Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026.

Selain itu, pihaknya juga mendukung penguatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa di bidang perpajakan. Selain itu, program ini menjadi wujud kontribusi nyata UNUSIDA dalam mendukung pembangunan nasional melalui peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak di masyarakat.

Menurutnya, program Relawan Pajak merupakan bentuk sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah dalam upaya meningkatkan literasi serta kepatuhan perpajakan masyarakat.

“Kami di UNUSIDA, melalui Tax Center, selalu berkomitmen mendukung program-program pemerintah, khususnya DJP. Relawan Pajak ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya nyata membangun kesadaran pajak sejak dini melalui peran mahasiswa,” ungkap Dosen Akuntansi tersebut.

Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dalam program Relawan Pajak memberikan pengalaman langsung dalam pelayanan publik, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga membentuk tanggung jawab sosial dan etika profesional.

Dari total 34 Relawan Pajak UNUSIDA yang tergabung dalam RENJANI Tahun 2026, sebanyak 11 mahasiswa hadir sebagai perwakilan dalam kegiatan pengukuhan. Perwakilan tersebut terdiri dari 10 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan 1 mahasiswa Program Studi Informatika.

“Perpajakan hari ini tidak bisa dilepaskan dari aspek teknologi dan sistem informasi. Keterlibatan lintas program studi ini mencerminkan kolaborasi multidisipliner dalam mendukung pelaksanaan edukasi dan asistensi perpajakan yang lebih efektif. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menjadi nilai tambah dalam mendukung kinerja DJP di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap para Relawan Pajak UNUSIDA yang ditempatkan di berbagai KPP wilayah Jawa Timur II dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menjadi duta literasi pajak yang baik di tengah masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi perpajakan yang humanis, mudah dipahami, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Adapun penempatan Relawan Pajak UNUSIDA pada tahun 2026 tersebar di beberapa unit kerja DJP wilayah Jawa Timur II, yakni 6 mahasiswa bertugas di KPP Madya, 18 mahasiswa di KPP Utara, dan 10 mahasiswa di KPP Barat. Penempatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan peran relawan pajak, khususnya dalam mendukung pelayanan wajib pajak pada masa pelaporan dan kegiatan edukasi perpajakan.

Campus Roadshow Future Talent Hub di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor UNUSIDA Tekankan Pentingnya Kompetensi Digital Bagi Mahasiswa dalam Campus Roadshow Future Talent Hub

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menjadi tuan rumah kegiatan Campus Roadshow Future Talent Hub yang diselenggarakan pada Kamis (22/01/2026) di Hall Lt. 5 Kampus 2 UNUSIDA. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Future Talent Hub by Pijar Foundation bersama Temasek Foundation, yang bertujuan meningkatkan kompetensi industri mahasiswa di era ekonomi digital.

Kegiatan tersebut menghadirkan Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., sebagai keynote speaker, serta Titus Aldi Nata W, Curriculum & Program Lead Future Skills Pijar Foundation, sebagai pemateri utama. Acara ini diikuti dengan antusias oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Fatkul Anam menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, serta tuntutan dunia kerja global. Oleh karena itu, menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga harus kreatif, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Perguruan tinggi harus menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi abad ke-21. Salah satunya adalah penguasaan keterampilan digital dan pemahaman terhadap ekosistem industri, termasuk bidang teknologi dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Future Talent Hub menjadi sangat strategis karena program ini tidak hanya berupa pelatihan semata, melainkan sebuah ekosistem pengembangan talenta muda yang menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengasah kompetensi, serta membangun pengalaman yang menjadi bekal penting di dunia kerja.

Sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, UNUSIDA terus mendorong kolaborasi dengan mitra strategis. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga seperti Pijar Foundation merupakan kunci dalam menyiapkan generasi unggul, berdaya saing global, dan berdampak bagi bangsa dan negara.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan takut belajar hal baru dan keluar dari zona nyaman. Masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang berhenti belajar,” pesan Rektor kepada para mahasiswa.

Sementara itu, perwakilan Future Talent Hub, Titus Aldi Nata W, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari pembelajaran berbasis video, pre-test, hingga proses seleksi untuk mengikuti program internship baik secara daring maupun luring.

Pada tahun 2026, Future Talent Hub menargetkan jumlah peserta yang lebih besar dengan keterlibatan industri yang lebih luas. Mahasiswa yang terdaftar akan mendapatkan akses kelas pembelajaran, pendampingan proyek, hingga kesempatan magang selama beberapa bulan sebagai bentuk penerapan langsung kompetensi yang telah dipelajari.

“Melalui kegiatan Campus Roadshow ini, kami berharap dapat semakin banyak menjangkau kalangan mahasiswa, khususnya di kampys UNUSIDA semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan dan mampu menjadi talenta unggul yang adaptif di era digital,” pungkasnya.

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0 “Industrial Integrity Vol. 3”, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing (Foto: Aisyah Widayani/Humas UNUSIDA)

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan orientasi Program Studi bertajuk Pengenalan dan Sosialisasi Organisasi Mahasiswa (PESONA) 3.0  dengan mengusung tema ‘Industrial Integrity Vol. 3: Menyiapkan Engineer Muda Profesional, Etis, dan Kompetitif’. Kegiatan ini dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu-Ahad (17-18/1/2026).

Ketua HMTI UNUSIDA, Abdee Alifio menjelaskan, kgiatan ini merupakan rangkaian awal pembinaan bagi mahasiswa baru Program Studi Teknik Industri, yang bertujuan memperkenalkan lingkungan akademik, budaya perkuliahan, serta nilai-nilai dasar keorganisasian di lingkungan kampus.

Melalui PESONA 3.0, HMTI UNUSIDA berupaya menanamkan sikap profesionalisme, integritas, dan etika sejak dini kepada mahasiswa baru sebagai bekal utama dalam membentuk karakter calon engineer muda yang siap menghadapi tantangan dunia industri yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Sebagai mahasiswa Teknik Industri sangat penting mengenal budaya akademik di kampus dalam menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri. Oleh karena itu, orientasi ini kita kemas dengan menyenangkan dan inspiratif untuk menumbuhkan daya inovasi dan kritis,” terangnya.

Selain pengenalan akademik, Abdee menekankan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas antar mahasiswa, membentuk sikap tanggung jawab dan disiplin, dan mempersiapkan mental serta kesiapan mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik maupun organisasi selama masa perkuliahan.

Berbagai materi pengenalan program studi, dinamika organisasi, serta nilai-nilai keinsinyuran menjadi materi utama dalam kegiatan ini. Hal ini ditujukan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa baru tentang peran dan tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika Teknik Industri UNUSIDA.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga memiliki karakter unggul, etis, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi mencetak lulusan Teknik Industri yang profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

“Mahasiswa UNUSIDA harus memiliki karakter dan integritas. Hal itu yang nantinya akan menjadi identitas tersendiri sebagai kader muda NU dalam belajar, menciptakan inovasi untuk melahirkan solusi dan mengabdi di tengah masyarakat dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Aisyah Widayani (MY)

Penyerahan Penghargaan Unit Kerja Terbaik Berdasarkan AMINA 2025 dan Capaian Prestasi (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berikan Penghargaan Kepada Unit Kerja Terbaik dalam Raker 2025–2026

SITUBONDO — Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan Penghargaan Unit Kerja Terbaik dalam Audit Mutu Internal Non Akademik (AMINA) pada Rapat Kerja (Raker) UNUSIDA Tahun Akademik 2025–2026 di Utama Raya Cottage, Situbondo, pada Kamis (15/1/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam rangkaian Raker yang berlangsung sebagai bentuk apresiasi atas kinerja unit kerja dalam membangun tata kelola institusi yang akuntabel, profesional, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil AMINA 2025, unit kerja terbaik yang meraih penghargaan adalah:

  1. UPT Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA,

  2. Biro Humas dan Kerja Sama,

  3. Lembaga Sumber Daya Manusia (SDM) UNUSIDA.

Penghargaan ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam memperkuat budaya mutu dan evaluasi berkelanjutan di seluruh unit kerja non akademik.

“Penghargaan ini menegaskan komitmen UNUSIDA untuk terus memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan mutu layanan akademik dan non akademik, serta mendorong prestasi mahasiswa dan dosen di tingkat nasional maupun internasional, sejalan dengan visi UNUSIDA Unggul dan Berdampak,” ungkapnya.

Selain penghargaan AMINA, UNUSIDA juga memberikan apresiasi khusus kepada unit kerja yang berhasil menorehkan prestasi nasional dan internasional.

Salah satunya adalah Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, yang berhasil mengantarkan UNUSIDA meraih predikat “Baik Sekali” dalam SIMKATMAWA 2025 (Sistem Informasi dan Tata Kelola Kemahasiswaan) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Capaian tersebut menunjukkan tata kelola kemahasiswaan UNUSIDA yang kuat, akuntabel, dan berdaya saing, dengan aktivitas kemahasiswaan yang sangat dinamis dan terstruktur. UNUSIDA memiliki beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang aktif dan berprestasi, di antaranya di bidang olahraga Futsal dan Pencak Silat Pagar Nusa, bidang seni Teater SAE, Tari Samita, dan Paduan Suara, bidang religi dan sosial terdapat UKM Religi Nahdlatul Syubban, Magana (Mahasiswa Tanggap Bencana), KSR PMI UNUSIDA, hingga di bidang kepemimpinan terdapat UKM Mahasiswa Unggul, Pramuka Khatulistiwa.

Selain itu, pengembangan organisasi mahasiswa juga diperkuat melalui program seperti Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Manajemen Tingkat Menengah (LKMM-TM) UNUSIDA sebagai upaya membangun sinergi strategis dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa).

Selain itu, Unit Kerja lain yang mengantarkan prestasi yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, atas keberhasilan mengawal publikasi jurnal dan program pengabdian, sehingga mengantarkan UNUSIDA meraih Gold Winner Anugerah Riset dan Pengabdian Diktisaintek 2025 kategori Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA Award).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, yang dihadiri oleh Ketua BPP UNUSIDA, Drs. H. Arli Fauzi, M.H., Sekretaris BPP UNUSIDA, Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., dan Muhammad Sururi Arumbani, S.Sos.