Dekan FILKOM UNUSIDA Diundang dalam Forum ASEAN Outsmart the Scammers, Perkuat Kolaborasi Lawan Kejahatan Siber
JAKARTA — Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., turut berkontribusi dalam kegiatan YSEALI Regional Workshop CyberSafe ASEAN: Equipping Young Leaders to Outsmart Scammers yang digelar di Jakarta pada akhir Januari 2026 lalu.
Workshop regional ini menjadi wadah strategis bagi para pemimpin muda dari negara-negara anggota ASEAN dan Timor-Leste untuk meningkatkan kapasitas, memperdalam pemahaman, serta membangun jejaring kolaboratif dalam menghadapi ancaman keamanan siber dan penipuan daring yang kian kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arda menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya memperkuat kolaborasi regional menghadapi maraknya penipuan online dan kejahatan siber ini. Sebagai seorang dari kalangan akademisi, pihaknya memiliki komitmen bersama untuk memberantas kejahatan digital lintas negara.
“Saya hadir disini untuk mencerminkan komitmen institusi pendidikan tinggi dalam mendukung upaya pencegahan penipuan online dan kejahatan siber, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam pengembangan literasi digital, keamanan siber, serta kolaborasi lintas negara,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (3/2/2026).
Forum ini mempertemukan praktisi, akademisi, pembuat kebijakan, serta pegiat keamanan digital dari berbagai negara di kawasan ASEAN. Melalui diskusi strategis, berbagi praktik terbaik, dan penguatan jejaring profesional, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, kapasitas, serta kerja sama regional dalam menghadapi ancaman penipuan online yang kian kompleks dan masif.
Melalui tema Outsmart the Scammers, acara ini menegaskan pentingnya pendekatan cerdas, kolaboratif, dan berbasis pengetahuan dalam melawan pelaku kejahatan siber. Para peserta diajak memahami pola terbaru penipuan digital, dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan, serta strategi pencegahan dan penanganan yang efektif di tingkat nasional maupun regional.
Dalam forum ini, Dr. Arda juga turut berbagi perspektif akademik terkait penguatan literasi keamanan siber di kalangan generasi muda serta pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang sehat. Kontribusi tersebut menegaskan peran institusi pendidikan tinggi sebagai agen perubahan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan teknologi.
“Kolaborasi regional seperti sangat penting untuk menghadapi modus penipuan online yang semakin beragam, mulai dari phishing, penipuan investasi digital, hingga penyalahgunaan data pribadi,” tandasnya.
Ia mengungkapkan, kegiatan internasional ini sejalan dengan komitmen kampus untuk terus memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam isu-isu strategis, khususnya keamanan siber. Ia berharap, hasil dari workshop ini dapat ditransformasikan menjadi program edukasi dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung, guna meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga keamanan di ruang digital.
“Sinergi berkelanjutan antarprofesional ASEAN untuk saling berbagi informasi, memperkuat kebijakan, dan mendorong aksi nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital. Inisiatif ini menjadi langkah strategis menuju kawasan ASEAN yang lebih aman, cerdas, dan tangguh di era transformasi digital,” ungkapnya.
Kegiatan ini didukung berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu keamanan digital dan perlindungan masyarakat di ruang siber, serta diimplementasikan oleh Biji–Biji Initiative sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan terpercaya di kawasan ASEAN.











