Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., saat menyampaikan materi dalam PEMABA ke-10 (Foto: Humas UNUSIDA)

PEMABA ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA, Tekankan Regenerasi Kreatif, Adaptif, dan Solid

SIDOARJO — Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pekan Mahasiswa Baru (PEMABA) ke-10 dengan mengusung tema ‘Regenerasi Kreatif, Adaptif, dan Solid untuk Masa Depan’. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Sabtu-Ahad (12-13/9/2026).

Ketua BEM Fakultas Teknik UNUSIDA, Marendra Firdaus, dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat untuk menyelesaikan pendidikan secara bersama-sama. Oleh karena itu, momentum orientasi di tingkat fakultas ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan sekaligus pembekalan mahasiswa baru sebelum menjalani proses perkuliahan di lingkungan Fakultas Teknik.

“Jadi awal masuk jumlahnya 49, lulus juga harus 49,” tegas Marendra.

Menurutnya, mahasiswa Fakultas Teknik perlu membangun karakter yang mampu menghadapi perkembangan zaman. Regenerasi mahasiswa diharapkan tidak hanya melanjutkan estafet organisasi, tetapi juga melahirkan generasi yang kreatif, adaptif, dan solid.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., mengingatkan mahasiswa baru agar mantap menjalani pilihan program studi yang telah diambil. Ia menyampaikan bahwa keputusan untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik perlu disertai kesungguhan, ketekunan, serta komunikasi yang baik dengan dosen dan lingkungan akademik.

“Ketika kita sudah meminta doa dan restu untuk masuk kuliah, doa dari orang tua kita pasti menginginkan yang terbaik. Yang terbaik ketika kita masuk kuliah adalah sukses, dan sukses itu salah satunya lulus,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan karakteristik mahasiswa Fakultas Teknik yang cukup beragam. Sebagian mahasiswa diketahui harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Kondisi tersebut, menurutnya, bukan menjadi penghalang untuk menyelesaikan studi selama mahasiswa mampu menjaga kedisiplinan, ketekunan, serta membangun komunikasi dengan dosen dan program studi.

“Di Fakultas Teknik ini beda dengan fakultas yang lain. Sebagian besar mahasiswa kami ini bekerja,” jelasnya.

Karena itu, mahasiswa yang memiliki aktivitas pekerjaan diharapkan tidak ragu menyampaikan kondisi dan melakukan komunikasi dengan dosen maupun program studi apabila terdapat kendala dalam mengikuti perkuliahan. Fakultas, kata dia, akan membantu mahasiswa agar aktivitas pekerjaan tidak mengganggu proses akademik.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan keberadaan dosen wali yang memiliki peran penting dalam mendampingi mahasiswa selama menjalani studi. Dosen wali dapat menjadi tempat konsultasi mahasiswa, termasuk dalam proses Kartu Rencana Studi (KRS) maupun ketika menghadapi persoalan akademik.

Selain pembekalan akademik, mahasiswa juga diingatkan mengenai pentingnya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pemaba Fakultas Teknik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan mahasiswa terhadap lingkungan fakultas dan menjadi salah satu tahapan yang harus diikuti sebagai bagian dari perjalanan akademik.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sejumlah dosen Fakultas Teknik yang nantinya akan mendampingi proses pembelajaran. Pengenalan tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih dekat dengan para dosen sekaligus memudahkan komunikasi selama menjalani perkuliahan.

Fakultas Teknik juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi. Mahasiswa yang memiliki minat dan potensi untuk mengikuti lomba akan mendapatkan pendampingan dari dosen.

“Ketika kita nanti akan mengikuti lomba, itu merupakan prestasi dari mahasiswa dan biasanya didampingi dari bapak ibu dosen,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa diajak untuk mengenal potensi lokal Sidoarjo melalui kegiatan kelompok. Salah satu materi yang disinggung adalah keberadaan sejumlah situs cagar budaya dan candi di Sidoarjo yang dapat menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa di luar kelas.

Menutup sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia berharap seluruh rangkaian Pemaba Fakultas Teknik ke-10 dapat berjalan lancar dan menjadi awal yang baik bagi perjalanan mahasiswa dalam menempuh pendidikan di UNUSIDA.

“Selamat bergabung di Fakultas Teknik. Semoga acaranya lancar dan sukses, menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, membangun solidaritas, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang kompeten dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Momen foto bersama seluruh mahasiswa FILKOM UNUSIDA saat kunjungan industri di OMADATA, Surabaya (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa FILKOM UNUSIDA Kenali Dunia Industri melalui Kunjungan ke Suara Surabaya dan OMADATA

SURABAYA — Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan Kunjungan Industri Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 dengan mengunjungi Radio Suara Surabaya dan OMADATA, Selasa (8/9/2026).

Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan OMADATA atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa FILKOM UNUSIDA.

“Terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan OMADATA atas kesempatan, ilmu, dan pengalaman yang diberikan kepada mahasiswa FILKOM UNUSIDA,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman belajar di luar kampus seperti kunjungan industri penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa. Interaksi langsung dengan praktisi dan lingkungan kerja diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia profesional.

Dr. Arda menjelaskan bahwa kunjungan industri menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus mendapatkan gambaran lebih konkret mengenai peluang dan dinamika industri di bidang teknologi informasi.

“Dari ruang kelas menuju dunia industri, dari teori menuju pengalaman nyata,” ujarnya.

Menurut Arda, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FILKOM UNUSIDA dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kunjungan langsung, mahasiswa dapat mengenal lingkungan kerja profesional sekaligus melihat bagaimana teknologi dan kompetensi di bidang ilmu komputer diterapkan dalam praktik.

Kunjungan industri juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengamati proses kerja secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri sekaligus membantu mereka menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan profesional di lapangan.

Dengan mengunjungi dua institusi yang bergerak di bidang media dan teknologi, mahasiswa FILKOM UNUSIDA mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung proses kerja maupun pengembangan berbagai layanan industri.

Arda menegaskan bahwa pembelajaran tidak seharusnya hanya berhenti di ruang kelas. Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia profesional agar memiliki gambaran mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademis, tetapi juga memiliki gambaran mengenai kompetensi, keterampilan, dan budaya kerja yang dibutuhkan ketika memasuki dunia industri,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidangnya, membangun jejaring profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi perkembangan industri teknologi yang terus berubah.

“Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan proses pendidikan yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan, sehingga lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap berkarya dan berkontribusi di dunia profesional,” pungkasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto usai menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan 16th International Conference on Economics, Law, Social, Engineering, and Innovation (IC-ELSEI 2026) (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto Bawa Gagasan Inovasi Berkelanjutan di Forum Internasional IC-ELSEI 2026

BALI — Plt. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., dipercaya sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan 16th International Conference on Economics, Law, Social, Engineering, and Innovation (IC-ELSEI 2026) yang diselenggarakan di Hotel Santika Kuta, Badung, Bali, Sabtu (5/9/2026).

Dalam forum internasional tersebut, Dr. Hadi Ismanto hadir dengan membawa perspektif mengenai inovasi berkelanjutan ala Nahdlatul Ulama (NU). Gagasan yang disampaikan menekankan bahwa inovasi dan perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Hadi Ismanto, yang tercantum sebagai Rector of Universitas Nahdlatul Ulama, Sidoarjo, Indonesia, menegaskan bahwa membangun inovasi berkelanjutan membutuhkan proses yang konsisten. Perubahan dapat dimulai dari keluarga dengan membiasakan pola pikir, perilaku, dan budaya akademik yang terstruktur.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan seseorang. Dari lingkungan tersebut, nilai-nilai positif kemudian dapat berkembang ke lingkungan pendidikan, organisasi, hingga masyarakat.

“Inovasi berkelanjutan ala Nahdlatul Ulama dimulai dari keluarga terdekat. Kita membiasakan kebiasaan akademik yang terstruktur, kemudian menularkannya kepada masyarakat sekitar hingga akhirnya menjadi sebuah gerakan bersama,” jelas Dr. Hadi dalam pemaparannya.

Gagasan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam materi yang disampaikan di hadapan peserta IC-ELSEI 2026. Inovasi, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan gagasan baru, tetapi harus mampu menciptakan kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus sehingga memberikan dampak nyata.

Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Dr. Hadi menjelaskan bahwa budaya inovasi dapat tumbuh ketika lingkungan terdekat mampu menciptakan kebiasaan yang mendukung proses belajar, berpikir kritis, berdiskusi, dan menyelesaikan persoalan secara sistematis.

Kebiasaan akademik yang terstruktur dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas sederhana. Misalnya, membangun budaya membaca, berdiskusi, mencatat, melakukan evaluasi, menyusun rencana, serta membiasakan diri mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kebiasaan baik sudah terbentuk di keluarga, kebiasaan tersebut akan lebih mudah dibawa ke lingkungan yang lebih luas. Dari keluarga ke kampus, dari kampus ke masyarakat, dan dari masyarakat kemudian menjadi gerakan bersama,” ungkapnya.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat pengabdian dan pemberdayaan yang menjadi bagian penting dari nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Pengetahuan tidak berhenti pada individu, tetapi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dari Individu Menjadi Gerakan Bersama

Lebih lanjut, Dr. Hadi menekankan pentingnya membangun inovasi yang memiliki keberlanjutan. Sebuah inovasi tidak boleh berhenti pada sebuah program atau kegiatan sesaat, melainkan harus mampu melahirkan ekosistem yang membuat masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkannya.

Dalam konteks perguruan tinggi, budaya tersebut dapat dibangun melalui sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dan sivitas akademika tidak hanya didorong untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya UNUSIDA dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial. Perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan gerakan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Kehadiran Dr. Hadi Ismanto sebagai keynote speaker dalam IC-ELSEI 2026 sekaligus menjadi momentum bagi UNUSIDA untuk memperkenalkan perspektif pendidikan dan inovasi berbasis nilai-nilai Nahdlatul Ulama di forum internasional.

Forum IC-ELSEI 2026 ini sendiri mempertemukan berbagai akademisi dan pemangku kepentingan dari sejumlah institusi dalam membahas perkembangan ekonomi, hukum, sosial, teknik, serta inovasi.

Melalui forum tersebut, Dr. Hadi Ismanto membawa pesan bahwa inovasi berkelanjutan bukan sekadar tentang teknologi atau menciptakan sesuatu yang baru, tetapi tentang membangun kebiasaan baik, menumbuhkan budaya akademik, dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dari keluarga sebagai lingkungan terdekat, kebiasaan baik ditanamkan. Dari kebiasaan, lahirlah budaya. Dari budaya, tumbuh inovasi. Dan dari inovasi yang dilakukan secara bersama-sama, tercipta gerakan yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“UNUSIDA terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berdaya, inovatif, dan berdampak, sekaligus membawa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah untuk menjawab tantangan masa depan,” tandasnya.

Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru, Presiden Mahasiswa UNUSIDA Tegaskan: Berakar pada Tradisi, Berani Menjemput Masa Depan 1

Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru, Presiden Mahasiswa UNUSIDA Tegaskan: Berakar pada Tradisi, Berani Menjemput Masa Depan

Sidoarjo, 8 September 2026 — Semangat dan energi baru mewarnai pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun Akademik 2026/2027. Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus meneguhkan identitas, karakter, dan semangat dalam menempuh perjalanan akademik.

Pesan tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa UNUSIDA sekaligus Ketua Pelaksana PKKMB Tahun Akademik 2026/2027, Muhammad Rafi Al-Fandi, dalam sambutan pembukaan di hadapan jajaran pimpinan universitas, para tokoh Nahdlatul Ulama, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, panitia, dan seluruh mahasiswa baru.

Dalam sambutannya, Rafi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya PKKMB serta menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar UNUSIDA.

Menurutnya, PKKMB bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, PKKMB merupakan pintu awal bagi mahasiswa untuk mulai mengenal lingkungan akademik, membangun relasi, memahami budaya kampus, serta mempersiapkan diri menghadapi perjalanan panjang sebagai mahasiswa.

Tahun ini, panitia mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen untuk mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan perkembangan zaman.

Rafi menekankan bahwa generasi muda tidak boleh melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi yang semakin cepat, mahasiswa tetap harus mampu menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan.

Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan PKKMB melalui penggunaan unsur budaya khas Kabupaten Sidoarjo. Para mahasiswa baru mengenakan udeng Pacar Gowang dan scarf khas Sidoarjo.

Menurut Rafi, penggunaan atribut tersebut bukan hanya bagian dari penampilan, tetapi menjadi simbol bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki kebanggaan terhadap identitas daerah dan budaya lokal.

Ia pun mengajak mahasiswa baru memberikan apresiasi terhadap budaya daerah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sidoarjo.

“Tradisi harus tetap kita pedulikan, karena dari tradisi kita mengenal identitas dan jati diri,” menjadi semangat yang disampaikan dalam sambutannya.

Di sisi lain, Rafi mengajak mahasiswa baru untuk tidak berhenti pada pelestarian tradisi. Mahasiswa harus mampu bergerak mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan berbagai peluang yang muncul dari kemajuan teknologi.

Modernisasi, menurutnya, harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan menciptakan karya.

Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk menjadikan masa kuliah sebagai perjalanan membangun masa depan. Mereka tidak hanya dituntut untuk hadir di ruang kelas, tetapi juga aktif mencari pengalaman, memperluas jejaring, mengembangkan potensi, dan menemukan berbagai peluang untuk bertumbuh.

Rafi juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa baru agar berani menjemput masa depan yang lebih gemilang.

Ia mengajak mahasiswa untuk terus mencari ilmu dan menemukan “api-api kecil” yang dapat menjadi sumber semangat dalam perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA.

Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki potensi masing-masing. Tugas mahasiswa adalah menemukan potensi tersebut, mengembangkannya, kemudian mengubahnya menjadi prestasi dan karya yang memberikan manfaat.

Semangat mahasiswa dalam mengikuti PKKMB juga terlihat melalui berbagai yel-yel yang dibawakan dengan penuh energi. Rafi mengajak mahasiswa membangun solidaritas dan keberanian sebagai bagian dari kehidupan mahasiswa.

Seruan “Hidup mahasiswa!” disambut dengan penuh semangat oleh seluruh peserta.

Interaksi tersebut menjadi gambaran bahwa mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga diajak memahami bahwa kehidupan mahasiswa membutuhkan keberanian, solidaritas, kreativitas, dan kepedulian.

Sebagai Presiden Mahasiswa sekaligus Ketua Pelaksana, Rafi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya PKKMB. Ia mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, jajaran fakultas, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyambut mahasiswa baru.

Kepada mahasiswa baru, ia kembali menyampaikan ucapan selamat datang di UNUSIDA.

Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan hari pertama sebagai awal dari perjalanan panjang yang penuh pengalaman dan pembelajaran.

“Selamat datang, selamat merangkai perjalanan baru untuk menuju masa depan yang lebih gemilang,” pesannya.

Melalui tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi,” Presiden Mahasiswa UNUSIDA mengajak generasi baru untuk tidak memilih antara tradisi dan modernisasi. Keduanya harus berjalan beriringan.

Tradisi menjadi akar yang menjaga identitas, sedangkan modernisasi menjadi layar yang membawa mahasiswa menuju masa depan.

PKKMB 2026/2027 pun menjadi momentum untuk menanamkan semangat tersebut sejak langkah pertama mahasiswa memasuki dunia perguruan tinggi.

Dari Sidoarjo, mahasiswa UNUSIDA diajak berakar kuat pada tradisi, berani menghadapi perubahan, dan siap berlayar menuju masa depan dengan ilmu, karakter, pengalaman, serta karya.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Teguhkan Tradisi, Pacu Prestasi hingga Kancah Internasional, Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Unggul dan Adaptif 2

Teguhkan Tradisi, Pacu Prestasi hingga Kancah Internasional, Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Unggul dan Adaptif

Sidoarjo, 8 September 2026 — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) meneguhkan komitmennya untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, adaptif terhadap teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pesan tersebut disampaikan Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, M.Pd., dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memahami nilai-nilai yang menjadi fondasi UNUSIDA sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia yang semakin dinamis.

Dalam sambutannya, Dr. Hadi menegaskan bahwa tema tersebut menggambarkan arah perjalanan UNUSIDA. Modernisasi, menurutnya, tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan akar budaya dan nilai yang selama ini menjadi identitas kampus.

UNUSIDA akan terus berdiri kokoh dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, tradisi keilmuan, dan akhlakul karimah, namun pada saat yang sama harus terus bergerak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta perubahan zaman.

“Berakar pada tradisi, berlayar menuju modernisasi,” menjadi pesan penting yang diharapkan tidak hanya dipahami sebagai tema kegiatan, tetapi juga menjadi prinsip mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik.

Di hadapan mahasiswa baru, Dr. Hadi menyampaikan apresiasi karena mereka telah memilih UNUSIDA sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Menurutnya, mahasiswa baru hadir pada momentum ketika UNUSIDA terus mengalami pertumbuhan dan mencatat berbagai capaian.

Selama 12 tahun berdiri, UNUSIDA telah mengembangkan berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak harus berada di kota besar untuk dapat memberikan dampak dan memiliki daya saing.

UNUSIDA juga terus memperkuat internasionalisasi. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui program KKN internasional dengan mengirimkan mahasiswa ke Malaysia. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang dan melibatkan lebih banyak mahasiswa serta berbagai program studi.

“Ekonomi siap, Teknik siap, FKIP siap, FAI siap. Semua akan kita upayakan untuk internasionalisasi,” tegasnya.

Menurut Dr. Hadi, internasionalisasi menjadi salah satu langkah penting agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih luas. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman lintas budaya, membangun jejaring internasional, dan membawa nama baik UNUSIDA serta Nahdlatul Ulama di berbagai tempat.

Prestasi kemahasiswaan juga menjadi perhatian khusus. Ia mengapresiasi berbagai capaian mahasiswa UNUSIDA di tingkat internasional, termasuk pengalaman dan aktivitas mahasiswa di sejumlah negara seperti Polandia dan Turki.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki peluang yang besar untuk berkembang apabila diberikan ruang, dukungan, dan keberanian untuk mengambil kesempatan.

Tidak hanya berbicara mengenai prestasi mahasiswa, Dr. Hadi juga menyoroti pentingnya tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, kemajuan kampus tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah sistem dan template tata kelola UNUSIDA telah menjadi referensi bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama lainnya di Indonesia. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengelolaan keuangan.

UNUSIDA juga terus memperkuat akuntabilitas melalui keterlibatan Kantor Akuntan Publik (KAP). Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan universitas dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah berbagai capaian tersebut, Dr. Hadi mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan kuliah hanya sebagai jalan untuk memperoleh ijazah.

Ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengejar ilmu, pengalaman, prestasi, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi.

“Jangan hanya mengejar ijazah, tetapi kejarlah ilmu, pengalaman, prestasi, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” pesannya.

Ia juga mengajak mahasiswa belajar dari para tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan hanya berdiam diri. Setiap capaian lahir dari proses panjang, kerja keras, pengabdian, dan keberanian untuk terus bergerak.

Karena itu, mahasiswa UNUSIDA diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan, organisasi, kompetisi, maupun aktivitas sosial yang dapat memperkaya pengalaman dan membentuk karakter.

Namun, aktivitas tersebut harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab akademik. Mahasiswa didorong untuk aktif berorganisasi dan membawa nama baik NU di tingkat nasional maupun internasional, tetapi tetap memiliki komitmen untuk lulus tepat waktu, profesional, dan bermutu.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa UNUSIDA ingin membentuk mahasiswa secara utuh. Kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan karakter, pengalaman, kemampuan teknologi, jejaring, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Melalui PKKMB 2026/2027, Dr. Hadi mengajak seluruh mahasiswa baru menjadikan awal perkuliahan sebagai titik tolak perjalanan menuju masa depan yang lebih besar.

Berakar kuat pada tradisi, bergerak mengikuti modernisasi, dan berani menembus batas prestasi. UNUSIDA menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari perubahan tersebut.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

“Jangan Hanya Jadi Wong Pintar, Jadilah Wong Bener!” Ketua PCNU Sidoarjo Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru UNUSIDA untuk Berprestasi dan Berkarakter 3

“Jangan Hanya Jadi Wong Pintar, Jadilah Wong Bener!” Ketua PCNU Sidoarjo Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru UNUSIDA untuk Berprestasi dan Berkarakter

Sidoarjo, 8 September 2026 — Pesan penuh semangat dan refleksi disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo, Kiai Haji Zainal Abidin, kepada mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dengan gaya komunikatif, penuh humor, dan sesekali menggunakan bahasa Jawa, ia mengajak mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga membangun karakter dan menjadi pribadi yang benar.

Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB UNUSIDA menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus menanamkan nilai-nilai ke-NU-an, akhlakul karimah, semangat belajar, dan keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Kiai Haji Zainal Abidin menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa UNUSIDA merupakan sebuah kesempatan dan amanah yang patut disyukuri. Menurutnya, mahasiswa baru telah mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang berada dalam lingkungan Nahdlatul Ulama, dengan dukungan para kiai, bu nyai, ustaz, dosen, serta seluruh sivitas akademika.

“Anak-anakku ditakdirkan bisa kuliah di universitas milik Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa di UNUSIDA bukan hanya untuk memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi manusia yang sukses sekaligus memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat.

Salah satu pesan yang paling menonjol dalam sambutannya adalah pentingnya menjadi “wong bener”, bukan hanya “wong pintar”.

“Sekarang mencari wong pintar akeh, tetapi golek wong bener iku angel,” tegasnya.

Menurutnya, kecerdasan akademik memang penting, tetapi tidak cukup untuk menghadapi kehidupan. Dunia membutuhkan generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab, akhlak, kepedulian, dan keberanian untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Karena itu, ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa muda sebagai kesempatan emas untuk membentuk diri. Masa perkuliahan harus digunakan untuk mengembangkan potensi, bakat, kemampuan, pengalaman, organisasi, dan jejaring.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk aktivitas yang tidak produktif.

Dengan gaya khas yang mengundang tawa mahasiswa, Kiai Zainal mengingatkan agar mahasiswa tidak datang ke kampus hanya untuk duduk, tidur, kemudian pulang. Ia juga memberikan istilah “mahasiswa abadi” bagi mereka yang menjalani perkuliahan tanpa target dan kesungguhan hingga akhirnya tidak kunjung menyelesaikan pendidikan.

“Jangan menjadi mahasiswa abadi,” pesannya.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki target sejak awal, termasuk memiliki komitmen untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Masa kuliah harus menjadi fase untuk membangun kepantasan diri dalam menjemput masa depan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berorganisasi dan memperluas pengalaman. Lingkungan kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menjadi pemimpin, bekerja sama, menyampaikan gagasan, serta menyelesaikan berbagai persoalan.

Selain akademik dan organisasi, mahasiswa juga diminta membangun prestasi. Ia menegaskan bahwa UNUSIDA memiliki berbagai capaian yang membuktikan bahwa kampus tersebut mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak minder dengan lokasi kampus yang berada di kawasan Sidoarjo.

“Walaupun kampus ini pinggir tambak, jangan remehkan kampus di pinggir tambak,” ungkapnya.

Menurutnya, lokasi bukanlah batas bagi seseorang untuk bermimpi dan berprestasi. Justru dari kampus tersebut dapat lahir generasi yang mampu menjadi pemimpin nasional dan memberikan kontribusi lebih luas.

Untuk itu, ia meminta mahasiswa baru menanamkan keyakinan sejak hari pertama memasuki UNUSIDA.

Ia mengajak mahasiswa menulis dengan “tinta emas” dalam hati masing-masing sebuah komitmen:

“Saya harus berhasil. Saya harus sukses. Saya harus menjadi generasi yang tangguh. Saya harus menjadi generasi yang militan.”

Semangat tersebut, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai perjuangan para alim ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melanjutkan perjuangan dalam bentuk karya dan pengabdian.

Di akhir sambutannya, Kiai Zainal mendoakan agar seluruh mahasiswa baru merasa nyaman dan betah belajar di UNUSIDA, menyelesaikan pendidikan hingga tuntas, serta mampu mengukir prestasi selama menjadi mahasiswa maupun setelah menjadi alumni.

“Semakin dekat, semakin lekat, semakin cinta kepada Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan mahasiswa tidak berhenti pada ruang kelas. Menjadi mahasiswa UNUSIDA berarti menjadi bagian dari proses pembentukan manusia yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran.

Dari UNUSIDA, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi “wong pintar”, tetapi didorong untuk tumbuh menjadi “wong bener” yang mampu membawa manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Kepala UPT PIK, H. Arisy Kuswanto saat membuka Peringatan Maulid Nabi di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Peringati Maulid Nabi, UNUSIDA Tanamkan Rasa Cinta Rasul dan Semangat Membangun Kampus Penuh Berkah

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar pengajian dan shalawatan di Plaza Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat ‘Cinta Nabi, Cinta NKRI’ tersebut diikuti sivitas akademika UNUSIDA serta sejumlah masyarakat. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan kampus.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA, Arisy Kurwanto, mengatakan kegiatan Maulid Nabi merupakan momentum istimewa bagi keluarga besar UNUSIDA. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti istighotsah dan shalawatan sebenarnya telah menjadi bagian dari rutinitas di lingkungan kampus.

“Di samping kita tiap Jumat Kliwon ada istighotsah, juga ditutup dengan shalawatan. Tetapi ini menjadi momen istimewa karena berada di bulan Maulid,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bulan Rabiul Awal memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia mengutip pandangan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki bahwa sebelum kelahiran Rasulullah SAW, Rabiul Awal bukan termasuk bulan yang secara khusus memiliki keutamaan seperti empat bulan haram, bulan haji, maupun bulan-bulan hari raya.

“Berarti semenjak ada kelahiran Rasulullah SAW di bulan Rabiul Awal, maka Rabiul Awal menjadi bulan yang istimewa. Bahkan sampai ke Tanah Jawa dikenal sebagai bulan Maulud, bulan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW,” jelasnya.

Tabarrukan dengan Gedung B

Gus Arisy yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Kholil, Jetis, Sidoarjo tersebut mengungkapkan alasan dipilihnya Gedung B sebagai lokasi kegiatan. Selain karena kegiatan tersebut berdekatan dengan tempat yang selama ini digunakan untuk berdoa dan kegiatan keagamaan, pembangunan masjid UNUSIDA juga masih dalam proses.

Ia berharap keberadaan dan aktivitas keagamaan yang dilakukan di Gedung B dapat menjadi bentuk tabarrukan sekaligus tafa’ulan bagi perkembangan UNUSIDA.

Gus Arisy mengambil pelajaran dari perubahan Kota Yatsrib setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW. Sebelum Rasulullah hijrah, Yatsrib merupakan sebuah kota yang belum menjadi pusat perhatian. Namun setelah Rasulullah SAW hijrah dan Islam berkembang di sana, kota tersebut menjadi pusat peradaban dan dikenal sebagai Madinah al-Munawwarah.

“Mudah-mudahan dengan sering dibacakan shalawat dan digelar peringatan Maulid seperti ini, kampus kita menjadi kampus yang bercahaya, Al-Munawwarah,” harapnya.

Menurutnya, harapan tersebut juga perlu diwujudkan melalui prestasi nyata seluruh elemen kampus. Slogan dan yel-yel kejayaan UNUSIDA, kata dia, harus diiringi dengan capaian konkret dari dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

“Sudah kita buktikan dengan banyak prestasi dari dosen-dosennya, tenaga kependidikannya, dan mahasiswanya. Prestasi secara lahir kita wujudkan, secara batin kita wujudkan dengan amaliah-amaliah istiqamah, mengawal dan melestarikan tradisi kemuliaan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” tuturnya.

Ekspresi Cinta kepada Rasulullah

Gus Arisy menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah menunjukkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diekspresikan dalam beragam bentuk.

Menurutnya, tradisi Maulid di tengah masyarakat memiliki banyak ragam, mulai dari pembacaan shalawat, marhaban, hingga berbagi makanan dan berbagai bentuk sedekah.

“Dalam rangka menumbuhkan cinta Nabi, ekspresinya macam-macam. Ada yang membuat doorprize, ada yang setelah marhaban berebut makanan yang dilempar. Itu merupakan ekspresi cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Ia menilai peringatan Maulid Nabi di UNUSIDA menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan tersebut, yang dikemas melalui shalawatan dan tausiyah keagamaan.

Pada kesempatan itu, tausiyah disampaikan oleh KH Abdul Khobir, M.Pd.I, Wakil Katib PCNU Sidoarjo sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Siwalanpanji. Kehadiran ulama muda tersebut diharapkan memberikan penguatan spiritual sekaligus menambah wawasan keislaman bagi sivitas akademika UNUSIDA.

Arisy berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan mampu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak, keistiqamahan beribadah, semangat belajar, berkarya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

“Semoga kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW terus tumbuh di keluarga besar UNUSIDA, sehingga kampus ini tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam tradisi keagamaan dan akhlak,” pungkasnya.

Dorong Generasi Muda Berani Bermimpi dan Berkarya, Kadisdik Sidoarjo: Mahasiswa UNUSIDA Harus Jadi SDM Unggul Berdaya Saing 4

Dorong Generasi Muda Berani Bermimpi dan Berkarya, Kadisdik Sidoarjo: Mahasiswa UNUSIDA Harus Jadi SDM Unggul Berdaya Saing

Sidoarjo, 8 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Rido Prasetyo, S.STP., M.AP., saat memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun Akademik 2026/2027.

Hadir mewakili Bupati Sidoarjo, Rido menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap UNUSIDA yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat selama 12 tahun berdiri.

Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB UNUSIDA menjadi momentum penting dalam mempersiapkan mahasiswa baru menghadapi kehidupan akademik sekaligus tantangan perubahan zaman. Rido menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi muda yang nantinya akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Rido terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Sidoarjo, Bapak Haji Subandi, S.H., M.Kn., sedianya dijadwalkan hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Namun, karena adanya agenda pemerintahan yang berlangsung hingga pagi hari dan sejumlah kegiatan yang masih harus diselesaikan, Bupati tidak dapat hadir sehingga dirinya ditugaskan untuk mewakili.

Rido kemudian menyampaikan pesan Bupati Sidoarjo mengenai pentingnya pendidikan dalam pembangunan daerah. Pendidikan menjadi salah satu bagian utama dalam visi pembangunan Kabupaten Sidoarjo, yaitu menata desa dan membangun kota menuju Sidoarjo sebagai metropolitan yang inklusif, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan.

Visi tersebut didukung melalui misi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, berakhlak, serta memiliki jaminan kesejahteraan sosial yang merata.

Menurut Rido, UNUSIDA menjadi salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo yang patut diapresiasi. Selama 12 tahun perjalanan, UNUSIDA telah membangun berbagai bentuk kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjawab kebutuhan pembangunan. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan, inovasi, dan sumber daya manusia yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya Program Beasiswa Pendidikan Tahun 2026 yang telah diluncurkan pada 9 Juli 2026.

Program tersebut menyediakan kuota sebanyak 4.000 penerima manfaat, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, terdapat penerima beasiswa mahasiswa di berbagai kategori, antara lain 500 mahasiswa bidang keagamaan, 1.000 mahasiswa berprestasi akademik dan nonakademik, serta 378 mahasiswa dari kelompok kurang mampu.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap akses pendidikan sekaligus upaya meningkatkan kualitas generasi muda Sidoarjo.

Di hadapan mahasiswa baru UNUSIDA, Rido berpesan agar masa perkuliahan tidak hanya digunakan untuk mengejar nilai akademik dan ijazah. Mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, mengasah kompetensi, membangun karakter, dan berani berinovasi.

“Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, kepedulian, semangat, dan fondasi agama yang kuat,” pesannya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut terhadap perubahan. Menurutnya, perubahan merupakan bagian dari kehidupan yang harus dihadapi dengan kesiapan dan keberanian.

“Jangan takut menghadapi perubahan, karena setiap perubahan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkarya,” tegas Rido.

Selain kompetensi akademik, mahasiswa juga didorong untuk membangun jejaring seluas-luasnya. Rido mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya membangun relasi di lingkungan kampus sendiri, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, semakin luas jejaring yang dimiliki, semakin besar pula peluang mahasiswa untuk menghasilkan karya dan membuka kesempatan di masa depan. Relasi yang dibangun selama masa kuliah bahkan dapat menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia profesional setelah lulus.

Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan potensi diri secara menyeluruh. Belajar, berorganisasi, berprestasi, berkolaborasi, dan membangun jejaring harus menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai mahasiswa.

Rido optimistis mahasiswa UNUSIDA mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang memiliki daya saing tinggi. Dengan semangat belajar, kerja keras, inovasi, dan kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Pesan tersebut semakin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi dari seberapa besar kontribusi lulusan tersebut bagi masyarakat.

Melalui PKKMB 2026/2027, mahasiswa baru UNUSIDA diajak menjadikan kampus sebagai ruang untuk bermimpi lebih besar, mengasah kemampuan, membangun karakter, memperluas jejaring, dan menciptakan karya nyata.

Dari Sidoarjo, generasi muda dipersiapkan untuk mengambil peran lebih luas. UNUSIDA dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersinergi mendorong lahirnya generasi unggul yang berintegritas, berakhlak, inovatif, adaptif, dan siap berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Dari Tradisi Menuju Prestasi Global, PKKMB UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Emas 5

Dari Tradisi Menuju Prestasi Global, PKKMB UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Emas

Sidoarjo, 8 September 2026 — Semangat perubahan dan optimisme menyelimuti pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun Akademik 2026/2027. Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus meneguhkan jati diri sebagai generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan UNUSIDA, PCNU Kabupaten Sidoarjo, PC Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, serta seluruh panitia dan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Dalam sambutan pembuka, Presiden Mahasiswa sekaligus Ketua Pelaksana PKKMB UNUSIDA 2026/2027, Muhammad Rafi Al-Fandi, mengajak mahasiswa baru menjadikan momentum PKKMB sebagai awal perjalanan untuk membangun masa depan. Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, tetapi menggambarkan komitmen mahasiswa untuk tetap menjaga akar tradisi sekaligus berani berlayar menuju perkembangan zaman.

Semangat tersebut tampak dari penggunaan unsur budaya lokal dalam pelaksanaan PKKMB. Mahasiswa baru mengenakan udeng Pacar Gowang dan scarf khas Sidoarjo sebagai bentuk penghargaan terhadap identitas dan tradisi daerah.

“Selamat datang dan selamat merangkai perjalanan baru untuk menuju masa depan yang lebih gemilang,” menjadi pesan yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

Pesan tersebut selaras dengan arahan Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, M.Pd., yang menegaskan bahwa modernisasi tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan akar nilai dan karakter.

Menurutnya, UNUSIDA akan terus menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, tradisi keilmuan, dan akhlakul karimah, sekaligus mendorong mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mahasiswa baru juga diingatkan agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan selama menempuh pendidikan tinggi.

“Jangan hanya mengejar ijazah, tetapi kejarlah ilmu, pengalaman, prestasi, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” pesan Dr. Hadi.

Ia turut menegaskan berbagai capaian UNUSIDA yang terus berkembang sejak berdiri 12 tahun lalu. Kampus tidak hanya aktif dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga mulai memperkuat kiprah internasional.

Salah satunya melalui program KKN internasional dengan pengiriman mahasiswa ke Malaysia. Berbagai prestasi mahasiswa juga telah mengantarkan nama UNUSIDA ke panggung internasional, termasuk melalui aktivitas dan kompetisi di sejumlah negara.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan UNUSIDA di kawasan Sidoarjo tidak menjadi penghalang untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.

Semangat untuk menjadi generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter, turut ditegaskan Ketua PCNU Kabupaten Sidoarjo, Kiai Haji Zainal Abidin. Dalam sambutannya, ia mengingatkan mahasiswa bahwa dunia membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik.

“Sekarang mencari wong pintar akeh, tetapi golek wong bener iku angel,” ungkapnya.

Karena itu, mahasiswa UNUSIDA diharapkan mampu menjadi pribadi yang memiliki kompetensi sekaligus integritas. Masa muda, menurutnya, merupakan kesempatan emas untuk membangun diri, mengembangkan bakat, memperluas jejaring, mengikuti organisasi, dan mencetak prestasi.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan masa kuliah dengan aktivitas yang tidak produktif. Mahasiswa didorong untuk memiliki target akademik dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

“Tanamkan dalam dada: saya harus berhasil, saya harus sukses, saya harus menjadi generasi yang tangguh dan militan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Rido Prasetyo, S.STP., M.AP., yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Sidoarjo. Karena itu, mahasiswa harus memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperluas wawasan, mengasah kompetensi, membangun karakter, dan berani berinovasi.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga terus memberikan dukungan melalui berbagai program pendidikan, termasuk program beasiswa tahun 2026 yang menyediakan ribuan kuota penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.

Rido juga mengajak mahasiswa untuk memperluas jejaring. Tidak hanya membangun relasi di lingkungan kampus, mahasiswa juga didorong menjalin pertemanan dan kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sidoarjo.

“Jangan takut menghadapi perubahan, karena setiap perubahan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkarya,” pesannya.

Melalui PKKMB 2026/2027, UNUSIDA ingin memastikan bahwa perjalanan mahasiswa dimulai dengan fondasi yang kuat. Tradisi menjadi akar, ilmu menjadi bekal, karakter menjadi kekuatan, teknologi menjadi sarana, dan prestasi menjadi tujuan.

Dari kampus yang berakar kuat pada nilai Nahdlatul Ulama, UNUSIDA terus menyiapkan generasi muda yang unggul, berakhlak, adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

PKKMB bukan sekadar penyambutan mahasiswa baru. Ini adalah langkah pertama menuju perjalanan besar untuk tumbuh, berkarya, dan membawa nama UNUSIDA semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

KKN UNUSIDA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sentul melalui Konten Kreatif, Google Maps, dan QRIS 6

KKN UNUSIDA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sentul melalui Konten Kreatif, Google Maps, dan QRIS

Sidoarjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Kali ini, mahasiswa KKN UNUSIDA berupaya mendorong transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, melalui program pendampingan digitalisasi UMKM.

Program tersebut menyasar lima pelaku UMKM di Desa Sentul dengan memberikan pendampingan dalam pembuatan konten kreatif, pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps, serta pembuatan QRIS sebagai sarana pembayaran digital. Kegiatan mulai dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 hingga selesai dengan pendekatan langsung kepada para pelaku usaha di lokasi masing-masing.

Pendampingan digitalisasi ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN UNUSIDA yang berkelanjutan dalam membantu meningkatkan potensi UMKM Desa Sentul. Sebelumnya, mahasiswa KKN telah melaksanakan program pembuatan dan pemasangan banner bagi pelaku UMKM. Jika kegiatan sebelumnya berfokus pada penguatan identitas usaha dan media promosi secara fisik, program lanjutan ini diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan kemudahan pelayanan kepada konsumen.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNUSIDA mendatangi rumah atau lokasi usaha masing-masing pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan setiap usaha. Mahasiswa membantu proses pengambilan video produk, memberikan pendampingan pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, serta membantu pelaku UMKM dalam proses pembuatan QRIS.

Salah satu kegiatan utama adalah pembuatan konten kreatif. Mahasiswa mengambil video berbagai produk dan barang dagangan yang dimiliki oleh pelaku UMKM. Materi visual tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan promosi melalui berbagai media digital. Dengan adanya konten yang lebih menarik, produk UMKM diharapkan dapat lebih mudah dikenalkan kepada masyarakat dan menjangkau calon konsumen yang lebih luas.

Pemanfaatan konten kreatif menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan pola pemasaran yang semakin berkembang. Tidak hanya mengandalkan promosi secara langsung, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk, menampilkan keunggulan usaha, serta membangun daya tarik kepada calon konsumen.

Selain membantu pembuatan konten, mahasiswa KKN UNUSIDA juga memberikan pendampingan dalam mendaftarkan lokasi UMKM melalui Google Maps. Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan usaha dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat, terutama calon konsumen yang berada di sekitar Desa Sentul dan wilayah sekitarnya.

Dengan tercantumnya lokasi usaha pada Google Maps, konsumen dapat memperoleh informasi mengenai keberadaan UMKM sekaligus mendapatkan petunjuk menuju lokasi usaha. Kehadiran informasi lokasi secara digital diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan aksesibilitas dan peluang mendapatkan konsumen baru.

Pendampingan berikutnya dilakukan melalui pembuatan QRIS bagi lima pelaku UMKM yang menjadi sasaran program. Penggunaan QRIS memberikan alternatif pembayaran secara non-tunai yang lebih praktis bagi konsumen. Di tengah meningkatnya penggunaan transaksi digital, keberadaan QRIS dapat membantu pelaku UMKM menyediakan pilihan pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumen saat ini.

Proses pendampingan dilakukan secara langsung sehingga para pelaku UMKM dapat memahami tahapan pemanfaatan fasilitas digital tersebut. Mahasiswa tidak hanya membantu dalam proses pembuatan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai fungsi dan manfaat dari setiap fasilitas digital yang diterapkan.

Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku usaha menyambut baik pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UNUSIDA karena mendapatkan kesempatan untuk mengenal sekaligus memanfaatkan teknologi digital yang dapat mendukung kegiatan usaha mereka.

Pendekatan secara langsung juga memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk mengikuti proses pendampingan tanpa harus meninggalkan aktivitas usaha. Mahasiswa dapat menyesuaikan waktu dan kondisi di lapangan sehingga proses digitalisasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan yang saling berkesinambungan, mulai dari pembuatan dan pemasangan banner hingga pendampingan konten kreatif, Google Maps, dan QRIS, mahasiswa berupaya membantu UMKM Desa Sentul agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi.

Digitalisasi tidak hanya memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pemasaran, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, UMKM diharapkan mampu membangun keberadaan usaha yang lebih mudah ditemukan, dipromosikan, dan diakses oleh masyarakat.

Melalui program pendampingan tersebut, lima UMKM Desa Sentul diharapkan dapat memanfaatkan hasil kegiatan secara berkelanjutan. Konten kreatif dapat digunakan untuk mendukung promosi, Google Maps membantu meningkatkan kemudahan akses lokasi, sedangkan QRIS memberikan pilihan transaksi non-tunai bagi konsumen.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendorong UMKM Desa Sentul agar semakin adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di era digital. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.