Pos

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban (Foto: Humas UNUSIDA)

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban kepada Masyarakat Sekitar

SIDOARJO — Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh Jaringan Pengelola Zakat, Infaq dan Shadaqah (JPZIS) Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 H. Tahun ini, JPZIS LAZISNU UNUSIDA menyalurkan ratusan paket daging kurban kepada masyarakat sekitar kampus dan jamaah Masjid KH M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan distribusi daging kurban tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Tampak masyarakat dan jamaah sangat antusias memadati area pembagian untuk menerima paket daging kurban yang telah dipersiapkan oleh panitia. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UNUSIDA melalui JPZIS LAZISNU dalam menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat sekitar.

Ketua JPZIS LAZISNU UNUSIDA, Moch. Fabet Ali Taufan, S.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dapat menyalurkan ratusan paket daging kurban kepada masyarakat. Kami berharap daging kurban yang dibagikan dapat memberikan manfaat serta menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima, khususnya masyarakat di sekitar kampus dan jamaah Masjid KH M. Hasyim Asy’ari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid KH M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo, H. Zainal Hayat, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pengurus masjid dan JPZIS LAZISNU UNUSIDA dalam pelaksanaan penyembelihan hingga pendistribusian hewan kurban.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana berbagi rezeki, tetapi juga mempererat hubungan antara civitas akademika UNUSIDA dengan masyarakat sekitar. Antusiasme jamaah yang hadir menjadi bukti bahwa program kurban memiliki nilai sosial yang sangat besar dalam membangun kepedulian dan kebersamaan.

“Semangat berkurban tidak boleh berhenti pada proses penyembelihan semata, melainkan menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah, serta menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan semangat berbagi, Iduladha menjadi momentum untuk memperkokoh nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Ketua JPZIS LAZISNU UNUSIDA, Moch. Fabet Ali Taufan, S.Si., Saat Menyalurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Grinting Tulangan (Foto: Humas UNUSIDA)

Wujud Nyata Solidaritas, JPZIS UNUSIDA Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Kebakaran

SIDOARJO — Musibah kebakaran yang menimpa salah satu mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada Kamis (21/5/2026) pagi lalu, mengundang kepedulian berbagai pihak. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit rumah keluarga mahasiswa UNUSIDA di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan yang terdampak sehingga mengalami kerusakan parah. Namun beruntungnya tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Penggalangan bantuan tersebut menghimpun berbagai bentuk dukungan, mulai dari donasi dana, pakaian layak pakai, kebutuhan pokok, hingga perlengkapan sehari-hari guna membantu meringankan beban korban pascakebakaran.

Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur civitas akademika UNUSIDA, mulai dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa. Partisipasi aktif seluruh elemen kampus menjadi bukti kuatnya solidaritas dan semangat gotong royong dalam merespons musibah yang terjadi di tengah masyarakat.

Ketua JPZIS LAZISNU UNUSIDA, Moch. Fabet Ali Taufan, S.Si., menyampaikan bahwa aksi sosial tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materiil, tetapi juga membangun kepedulian sosial yang lebih luas di lingkungan kampus dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kebersamaan harus terus dirawat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban,” ujarnya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada keluarga korban. Selain dukungan materiil, JPZIS LAZISNU UNUSIDA juga memberikan dukungan moril yang diharapkan mampu menguatkan keluarga korban dalam menghadapi masa pemulihan pascamusibah.

Pihak keluarga korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh JPZIS LAZISNU UNUSIDA bersama seluruh civitas akademika UNUSIDA. Kehadiran berbagai pihak dinilai sangat membantu di tengah situasi sulit yang sedang mereka hadapi.

Lebih lanjut, Moch. Fabet Ali Taufan menegaskan komitmen JPZIS LAZISNU UNUSIDA untuk terus melakukan pendampingan dan membuka peluang bantuan lanjutan sesuai kebutuhan korban, baik berupa kebutuhan pokok maupun dukungan lain guna menunjang proses pemulihan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan saling membantu, khususnya ketika ada saudara yang sedang tertimpa musibah. Aksi kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian sosial kampus dalam menumbuhkan nilai empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.

Iyung Fachrur Rozi, Alumni Informatika UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri: Iyung Fachrur Rozi, Alumni Informatika UNUSIDA yang Kini Berkarier sebagai Programmer

Dunia teknologi yang terus berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, serta memiliki kemampuan problem solving yang kuat. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan karier Iyung Fachrur Rozi, S.Kom., alumni Program Studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2025 yang kini berkarier sebagai Programmer di PT. Madina Mentari Teknologi.

Bagi Iyung, menjadi mahasiswa Informatika UNUSIDA bukan sekadar perjalanan akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, masa perkuliahannya menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kemampuan berpikir logis, keterampilan pemrograman, hingga kesiapan menghadapi kebutuhan industri teknologi yang dinamis.

“Menjadi mahasiswa Informatika UNUSIDA adalah pengalaman berkesan karena saya tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktik membangun sistem nyata yang relevan dengan dunia kerja,” ungkap Iyung kepada Humas UNUSIDA, Ahad (17/5/2026).

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya saat ini. Di tengah perkembangan industri digital yang menuntut inovasi cepat dan kemampuan adaptasi tinggi, pengalaman praktik yang diperoleh selama masa kuliah memberikan nilai tambah tersendiri.

Selama menempuh pendidikan di UNUSIDA, Iyung merasakan bahwa proses pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan aspek implementasi. Mahasiswa didorong untuk terlibat dalam berbagai proyek, pengembangan sistem, serta penyelesaian studi kasus yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Pendekatan pembelajaran tersebut membantu mahasiswa memahami bagaimana konsep pemrograman, pengembangan perangkat lunak, serta manajemen sistem diterapkan secara nyata dalam lingkungan profesional. Melalui berbagai pengalaman proyek, mahasiswa tidak hanya belajar menulis kode, tetapi juga memahami proses analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, hingga penyelesaian masalah berbasis teknologi.

Menurut Iyung, lingkungan akademik yang suportif menjadi salah satu faktor penting yang mendukung perkembangan kompetensinya. Dukungan dosen yang kompeten dan terbuka terhadap diskusi membuat proses belajar terasa lebih dinamis dan aplikatif.

“Lingkungan akademik yang suportif dan dosen yang kompeten membantu saya mengembangkan kemampuan problem solving serta logika pemrograman secara mendalam,” jelasnya.

Kemampuan problem solving sendiri menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam profesi programmer. Dalam dunia kerja, seorang programmer tidak hanya dituntut mampu membuat program berjalan dengan baik, tetapi juga harus mampu menemukan solusi atas berbagai tantangan teknis yang muncul selama proses pengembangan teknologi.

Kini, sebagai seorang programmer di PT. Madina Mentari Teknologi, Iyung merasakan secara langsung bagaimana fondasi yang dibangun selama kuliah berperan besar dalam mendukung pekerjaannya. Ia menghadapi berbagai tantangan industri yang membutuhkan ketelitian, kemampuan analitis, serta kecepatan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, dunia teknologi adalah bidang yang bergerak sangat cepat. Bahasa pemrograman, framework, hingga kebutuhan industri dapat berubah dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, seseorang yang berkarier di bidang teknologi harus memiliki pola pikir pembelajar dan kesiapan untuk terus mengembangkan kompetensi.

“Kini, sebagai seorang programmer, saya merasakan bahwa fondasi yang dibangun selama kuliah sangat berperan dalam menghadapi tantangan industri teknologi,” ujarnya.

Selain pembelajaran di kelas, pengalaman proyek selama kuliah juga menjadi bekal berharga dalam memahami kebutuhan industri secara nyata. Keterlibatan dalam proyek pengembangan sistem membuat Iyung terbiasa bekerja secara sistematis, memahami alur kerja pengembangan teknologi, serta berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas berbasis tim.

Ia menilai bahwa kampus memiliki peran besar dalam membentuk dasar keilmuan sekaligus pola pikir profesional seorang mahasiswa. Melalui pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga diajarkan bagaimana menghadapi tantangan pekerjaan secara profesional.

“Kampus berperan penting dalam membentuk dasar keilmuan dan pola pikir saya sebagai seorang programmer melalui pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif. Dukungan dosen serta pengalaman proyek selama kuliah membantu saya memahami kebutuhan industri secara nyata,” tuturnya.

Bekal tersebut membuatnya lebih siap dan percaya diri dalam memulai serta mengembangkan karier di bidang teknologi. Baginya, kesiapan memasuki dunia kerja tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses belajar yang konsisten, lingkungan yang mendukung, dan kemauan untuk terus berkembang.

Kisah Iyung Fachrur Rozi menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan penting dalam membentuk generasi profesional yang siap bersaing di dunia kerja. Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa kombinasi antara pembelajaran teoritis, praktik nyata, dan dukungan akademik mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Sebagai alumni Informatika UNUSIDA, Iyung juga memberikan pesan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan agar memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin untuk memperkuat kompetensi dan memperluas pengalaman.

Menurutnya, mahasiswa tidak perlu takut mencoba hal baru, mengikuti proyek, maupun mengasah keterampilan di luar ruang kelas. Sebab, pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia profesional.

“Alumni UNUSIDA harus membuktikan bahwa lulusan muda hari ini mampu bersaing dan berkontribusi dalam industri teknologi. Kisah inspiratif ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNUSIDA untuk terus membangun kompetensi, mengembangkan inovasi, dan berani mengambil peran dalam menghadapi tantangan era digital,” pungkasnya.

Agung Yundi, Analis SDM Aparatur LLDikti Wilayah VII Jawa Timur saat menyampaikan materi dalam LKMM-TM UNUSIDA 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Agung Yundi Tekankan Mahasiswa Harus Aktif dan Berdampak

SIDOARJO — Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur, Agung Yundi menjelaskan arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi sekaligus pentingnya peran aktif mahasiswa dalam pengembangan kapasitas diri. Hal tersebut disampaikan dalam Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026, di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur KM 5,5 Sidoarjo, (12/5/2026).

Dalam pemaparannya, Agung Yundi menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam sistem pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi aktor perubahan yang hadir membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar maupun masa depan dirinya sendiri.

Pria yang merupakan Alumni S1 Ilmu Hukum Universitas Jember dan Alumni S2 Ilmu Hukum Universitas Airlangga tersebut menyampaikan pesan reflektif yang menjadi penutup materinya dan mendapat perhatian besar dari peserta.

“Kalau tidak ingin menganggur saat lulus nanti, maka jangan belajar menjadi penganggur saat masih menjadi mahasiswa. Aktiflah, bergeraklah, mari berdampak,” ujarnya

Lebih lanjut, Agung juga menekankan pentingnya masa kuliah bukan sekadar fase akademik, melainkan momentum membangun kompetensi, pengalaman, serta karakter kepemimpinan. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam organisasi, forum pelatihan, maupun kegiatan kampus seperti LKMM-TM merupakan investasi penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial di masa mendatang.

Selain itu, Agung juga menjelaskan arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi yang saat ini menuntut mahasiswa lebih adaptif, kolaboratif, serta memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang baik. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga individu yang mampu bekerja sama, berpikir kritis, dan menyelesaikan persoalan secara sistematis.

Ia menambahkan bahwa LKMM-TM menjadi ruang strategis dalam membentuk karakter tersebut karena mahasiswa dilatih memahami pola kerja organisasi, pengambilan keputusan, manajemen program, hingga kemampuan komunikasi dan koordinasi tim.

“Mahasiswa hari ini harus memiliki nilai tambah. Tidak cukup hanya mengandalkan IPK, tetapi juga pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan,” jelasnya.

Ia menyebut, LKMM-TM menjadi upaya pengembangan kepemimpinan mahasiswa dalam bentuk pelatihan untuk membentuk mahasiswa yang mampu berpikir strategis, memiliki kemampuan manajerial, serta siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Program ini menjadi salah satu wadah penting dalam menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan kolaborasi di lingkungan mahasiswa UNUSIDA.

“Melalui LKMM-TM ini, kami berupaya mendorong mental untuk memanfaatkan masa studi sebagai proses pembentukan kapasitas diri dan kesiapan menghadapi masa depan. Serta diharapkan mampu melahirkan generasi mahasiswa yang siap memimpin, siap berkontribusi, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Plt. Rektor Buka LKMM-TM UNUSIDA 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LKMM-TM 2026 UNUSIDA Tekankan Peran Ormawa dalam Membangun Kampus Unggul

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) Angkatan VII Tahun 2026 dengan mengusung tema Ormawa Super, UNUSIDA Super. Kegiatan resmi dibuka di Hall Kampus 2 UNUSIDA pada Selasa (12/5/2026) dan dilanjutkan di Pondok Darul Mutta’allimin, Trawas, Mojokerto pada Kamis–Sabtu (14–16/5/2026).

Dalam arahannya, Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki mahasiswa peserta LKMM-TM, yakni komunikasi, kecepatan merespons, dan evaluasi berkelanjutan.

Menurutnya, komunikasi bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh penerima. Selain itu, mahasiswa juga dituntut memiliki kepekaan dan kecepatan dalam merespons berbagai persoalan organisasi maupun sosial.

“Mahasiswa yang terlatih secara manajerial harus mampu bergerak cepat, peka terhadap situasi, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan selama proses kegiatan berlangsung. Keberhasilan sebuah kegiatan, menurutnya, tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga tampak dari kualitas proses, partisipasi, dan kedisiplinan peserta selama mengikuti pelatihan.

Hadi Ismanto menegaskan bahwa LKMM-TM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang pembentukan karakter mahasiswa agar siap menjadi penggerak organisasi kemahasiswaan yang unggul dan berdampak.

Melalui LKMM-TM 2026, ia berharap lahir kader-kader organisasi mahasiswa yang komunikatif, responsif, dan reflektif, sejalan dengan visi kampus dalam mencetak generasi mahasiswa unggul dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang manajemen organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan karakter sebagai penggerak organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus,” jelasnya.

Sementara itu,

Kepala Biro Kemahasiswaan UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., menyampaikan bahwa salah satu inovasi dalam pelaksanaan LKMM-TM tahun ini adalah penerapan sistem absensi digital menggunakan barcode pada kartu identitas peserta.

Melalui sistem tersebut, data kehadiran peserta dapat langsung terekam secara otomatis sehingga proses kontrol pelatihan menjadi lebih efektif dan akurat. Selain itu, inovasi ini juga menjadi langkah dalam membangun budaya disiplin mahasiswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Dengan absensi barcode, kehadiran peserta dapat dipantau secara real time sehingga kedisiplinan peserta semakin meningkat,” ujarnya.

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya secara konsisten melakukan evaluasi dan inovasi setiap tahun guna memastikan penguatan Ormawa berjalan semakin efektif. Menurutnya, LKMM-TM bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas dan visioner.

“Evaluasi dan inovasi selalu kami lakukan agar penguatan Ormawa dalam pembangunan kampus semakin baik dari tahun ke tahun. LKMM-TM menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami tata kelola organisasi secara profesional,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan keseriusan peserta tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari antusiasme mahasiswa saat mengikuti sesi materi, diskusi kelompok, hingga refleksi pembelajaran yang berjalan secara intensif dan terarah.

“Kader-kader Ormawa harus mampu menjadi motor penggerak kemajuan kampus. Dengan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, kami optimis Ormawa akan semakin berkontribusi dalam menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang aktif, progresif, dan berdampak nyata bagi civitas akademika,” pungkasnya.

PIAUD UNUSIDA Aktif di RAT ke-6 PPIAUD Indonesia (Foto; Humas UNUSIDA)

PIAUD UNUSIDA Turut Berperan Aktif di RAT ke-6 PPIAUD Indonesia, Dorong Penguatan Mutu dan Isu Strategis RA Negeri

BATU — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-6 Perkumpulan Program Studi PIAUD Indonesia yang digelar di Amartahills Hotel and Resort Batu, Malang, Rabu-Kamis (29–30/4/2026).

Forum nasional ini menjadi ajang strategis dalam memperkuat jejaring antar Program Studi PIAUD se-Indonesia, meningkatkan mutu tata kelola program studi, mendorong kolaborasi tridharma perguruan tinggi, serta merumuskan arah kebijakan pendidikan anak usia dini di tingkat perguruan tinggi.

Kegiatan RAT tahun ini dipandu oleh tiga tuan rumah, yakni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang, dan Universitas Al-Qolam Malang. Rangkaian kegiatan meliputi pengabdian kepada masyarakat, visiting lecture, stadium general, international conference, PPIAUD Award, penyusunan RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga pemilihan kepengurusan periode 2026–2029.

Dalam forum tersebut, Kaprodi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd., turut mendorong pembahasan isu-isu strategis pendidikan anak usia dini dalam forum nasional PPIAUD. Salah satu perhatian utama yang diangkat adalah pentingnya penegerian Raudhatul Athfal (RA) di Indonesia sebagai langkah penguatan tata kelola, pemerataan mutu, serta peningkatan kesejahteraan lembaga dan pendidik RA di berbagai daerah.

Menurutnya, penegerian RA menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas, terstandar, dan berkelanjutan. Isu ini dinilai krusial karena RA selama ini memiliki kontribusi besar dalam pendidikan karakter dan fondasi keagamaan anak sejak dini, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam dukungan kebijakan dan pembiayaan.

Selain itu, Rif’atul Anita juga menekankan pentingnya respons dunia pendidikan terhadap tantangan zaman melalui integrasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran PIAUD. Ia menilai, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital.

“Peningkatan literasi digital dosen dan mahasiswa menjadi fokus penting, sekaligus pengembangan model pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berpusat pada anak,” ujarnya.

Seluruh peserta RAT menyepakati dan menandatangani komitmen bersama untuk mengajukan RA Negeri kepada kementerian terkait. Langkah ini dinilai penting dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, sekaligus membuka peluang status ASN bagi pendidik RA di masa depan.

Perkumpulan Program Studi PIAUD Indonesia memiliki peran strategis sebagai simpul koordinasi nasional antar Prodi PIAUD. Organisasi ini mendorong peningkatan mutu melalui penyusunan standar kurikulum bersama, fasilitasi kolaborasi tridharma, serta kemitraan strategis dengan pemerintah dalam pengembangan kebijakan PAUD.

Selain itu, forum juga menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) yang dapat diadopsi oleh masing-masing program studi, di antaranya Penguatan tata kelola program studi, Pengembangan kurikulum dan RPS berbasis OBE, Implementasi pembelajaran berbasis teknologi, Perluasan kerja sama antar anggota PPIAUD dan Inovasi riset dan pengabdian berbasis kebutuhan anak usia dini.

Integrasi teknologi dalam pembelajaran PIAUD, lanjutnya, bukan sekadar penggunaan perangkat digital, tetapi bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

Anita berharap, keikutsertaan PIAUD UNUSIDA dalam forum PPIAUD ini dapat semakin memperkuat posisi program studi dalam jejaring nasional antar PIAUD di Indonesia. Forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi riset, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang dapat berdampak langsung pada peningkatan mutu akademik.

Lebih jauh, keberadaan PPIAUD dinilai memiliki peran strategis sebagai jembatan efektif antara perguruan tinggi dan para pemangku kebijakan dalam merumuskan standar pendidikan PIAUD masa depan yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, aspirasi akademisi PIAUD dapat terakomodasi dalam kebijakan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar MONEV Bersama Mitra Pesantren Madura (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama dengan Pesantren di Madura

SIDOARJO — Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan agenda Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bersama Mitra Pesantren Madura yang bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 5 Kampus II UNUSIDA, Rabu (29/4/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dekan Fakultas Ekonomi, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, serta perwakilan unit Kemahasiswaan dan Keuangan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen institusi agar kolaborasi dengan dunia pesantren tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi tata kelola keuangan serta pengembangan sumber daya manusia di kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III, H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya sinkronisasi antara capaian akademik dan pembentukan karakter mahasiswa melalui keterlibatan langsung di masyarakat. Ia menjelaskan pentingnya kerja sama lintas sektoral sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan mitra eksternal menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berdampak.

“Perlu adanya sinkronisasi antara capaian akademik dengan pembentukan karakter mahasiswa. Salah satunya melalui keterlibatan langsung mahasiswa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program pengabdian dan kegiatan lapangan tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika di masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pesantren merupakan wujud nyata implementasi visi universitas, khususnya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Sinergi akademisi dan pesantren adalah perwujudan visi universitas dalam pengabdian kepada umat. Kolaborasi ini penting untuk mendorong penguatan kapasitas lembaga pesantren, terutama dalam aspek tata kelola keuangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan peran strategis Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam mendampingi pesantren agar mampu mengelola keuangan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pendampingan tersebut tidak hanya berorientasi pada penerapan standar akuntansi modern, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai khas pesantren sebagai identitas utama lembaga pendidikan keagamaan.

“Prodi Akuntansi memiliki peran krusial dalam mendampingi pesantren agar pengelolaan keuangannya sesuai standar, namun tetap selaras dengan nilai-nilai pesantren,” tambahnya.

Paparan tersebut diperkuat oleh Ketua Prodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.SA., dan Sekretaris Prodi, Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang memaparkan capaian program pendampingan, mulai dari penyusunan laporan keuangan pesantren hingga efektivitas program magang mahasiswa di sejumlah pesantren di Madura selama satu periode terakhir.

Masukan tersebut disambut positif oleh perwakilan Mitra Pesantren Madura yang berharap peningkatan durasi dan intensitas pendampingan, terutama dalam digitalisasi pencatatan keuangan unit usaha pesantren. Alhasil, seluruh pihak sepakat menyusun rencana aksi konkret sebagai tindak lanjut hasil evaluasi. Beberapa poin prioritas yang akan segera diimplementasikan meliputi pembaruan modul pelatihan akuntansi pesantren yang lebih aplikatif, pengembangan sistem monitoring berbasis digital, penyelenggaraan LKMM-TD bagi mahasiswa pesantren, serta penataan ulang koordinasi perkuliahan untuk menunjang pembelajaran luring.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan dokumen MONEV yang menandai babak baru penguatan kolaborasi antara UNUSIDA dan jaringan pesantren di Madura dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.

Tangkapan Layar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Tingkatkan Produktivitas dan Tata Kelola

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan fakultas, program studi, UPT, serta unit kerja di lingkungan UNUSIDA sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola kehumasan dan kerja sama institusi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas kerja sama yang tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi juga implementasi yang nyata dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarunit.

“Harapan kami dengan adanya pertemuan ini adalah adanya peningkatan produktivitas kerja sama, baik dari sisi MoU maupun implementasinya. Selain itu, komunikasi antarunit juga harus semakin kuat dan terstruktur, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya standarisasi dalam penyusunan dokumen kerja sama agar memiliki keseragaman di seluruh unit. Menurutnya, draft kerja sama sebaiknya mengacu pada pedoman yang telah disusun oleh Biro Humas dan Kerja Sama, meskipun tetap memberi ruang fleksibilitas dalam kondisi tertentu.

Selain aspek kerja sama, Ali Masykuri juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kehumasan dan keprotokoleran, seperti tata cara penyelenggaraan acara, standar pembukaan dan penutupan kegiatan, hingga kesiapan teknis yang seringkali dianggap sepele namun berdampak pada kualitas kegiatan. Ia juga mendorong adanya pendataan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan khusus, seperti MC, qori, maupun petugas protokol, agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai kegiatan kampus.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengelolaan media informasi kampus secara tertib dan terarah. Menurutnya, media publikasi seperti banner, poster, hingga promosi kegiatan harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan kesan semrawut dan tetap menjaga citra institusi.

“Media informasi harus dikelola dengan baik, tidak boleh ditempel sembarangan. Jika ada pihak yang ingin melakukan promosi di lingkungan kampus, maka harus diatur agar tetap tertib dan memberikan dampak positif bagi institusi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menjelaskan secara teknis terkait pedoman kerja sama yang berlaku di UNUSIDA. Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis dokumen utama dalam kerja sama, yaitu Memorandum of Understanding (MoU) sebagai kesepakatan antar institusi, serta dokumen turunan lainnya yang mengatur implementasi kerja sama.

Sonhaji menjelaskan bahwa pengajuan dokumen kerja sama kini dapat dilakukan secara lebih mudah melalui sistem digital, salah satunya melalui Google Form yang telah disediakan. Melalui sistem ini, unit kerja cukup mengisi data mitra, waktu pelaksanaan, serta jenis kerja sama yang akan dilakukan, kemudian akan diproses oleh Biro Humas dan Kerja Sama.

“Kami sudah menyiapkan sistem pengajuan yang lebih terstruktur. Nantinya semua pengajuan akan kami verifikasi dan koordinasikan bersama tim, termasuk dengan pimpinan universitas, agar prosesnya lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendataan kerja sama yang selama ini masih belum optimal. Berdasarkan data yang ditampilkan, masih terdapat sejumlah kegiatan kerja sama yang belum terdokumentasi dengan baik, terutama pada tahun 2026. Padahal, kegiatan seperti KKN, magang, maupun program praktik lapangan lainnya sebenarnya merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang perlu didokumentasikan secara resmi.

“Seringkali kita melaksanakan kerja sama, tetapi tidak memiliki dokumen MoU atau MoA, atau bahkan tidak terdokumentasi sama sekali. Ini menjadi kendala saat akreditasi, karena yang dibutuhkan bukan hanya dokumentasi kegiatan, tetapi juga dokumen kerja sama yang sah,” ungkapnya.

Selain itu, Sonhaji juga memperkenalkan sistem pelaporan implementasi kerja sama serta layanan permohonan peliputan kegiatan oleh tim humas. Melalui sistem ini, setiap unit dapat mengajukan dokumentasi kegiatan tanpa harus melalui proses administrasi yang rumit, cukup dengan mengisi data kegiatan secara online. Semua hal tersebut dapat diakses disini

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan program Inspirasi Alumni, yang menjadi salah satu konten unggulan media sosial UNUSIDA. Program ini mengajak seluruh unit untuk berkontribusi mengirimkan data alumni berprestasi yang nantinya akan dipublikasikan secara berkala.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh sivitas akademika terkait pentingnya tata kelola kehumasan dan kerja sama yang terintegrasi. Dengan adanya pedoman yang jelas serta sistem yang terstruktur, UNUSIDA optimis dapat meningkatkan kualitas kerja sama, memperkuat citra institusi, serta mendukung pencapaian akreditasi yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Evaluasi VMTS FE dan Visi Keilmuan Prodi Manajemen UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Evaluasi VMTS dan FGD Kurikulum, Perkuat Relevansi Lulusan dengan Dunia Kerja

SIDOARJO – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Evaluasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) serta Visi Keilmuan Program Studi Manajemen di Ruang Pertemuan Gedung B Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai stakeholder terkait.

Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kaprodi, Sekretaris serta seluruh Dosen di Prodi Manajemen atas kerja keras dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika kebutuhan dunia kerja. Kami berharap melalui FGD ini akan muncul berbagai masukan yang benar-benar relevan untuk pengembangan skill mahasiswa, sehingga output pembelajaran siap diterapkan di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masukan dari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, alumni, hingga mitra industri, menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kurikulum. Hal ini bertujuan agar lulusan Fakultas Ekonomi tidak hanya siap menjadi entrepreneur, tetapi juga mampu berkontribusi di berbagai sektor profesional.

“Semoga kolaborasi antara kampus dan mitra dapat terus berlanjut guna menciptakan lulusan yang berkualitas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya relevansi antara dunia pendidikan dan dunia kerja sebagaimana ditekankan oleh kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Perguruan tinggi tidak boleh tertutup terhadap inovasi. Harus ada pembaruan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Kompetensi mahasiswa juga harus dikembangkan secara cepat agar mampu membaca peluang dan menghadapi perubahan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran di kelas harus terhubung dengan implementasi nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa turut didorong untuk aktif memberikan masukan terhadap kurikulum yang diterapkan, guna menjaga kredibilitas institusi pendidikan di mata masyarakat.

Melalui forum ini, berbagai masukan strategis dihimpun sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum ke depan. FGD ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, organisasi mahasiswa seperti BEM Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen, alumni, hingga mitra industri.

Di antaranya Direktur Utama PT Surya Inti Aneka Pangan (SIAP) Andri Halim Gunawan, perwakilan dari PT Sekala Biru Amerta Hardiansyah,perwakilan dari PT Aliyan Jaya Perkasa Moh Viky Aliyan, CV. Mysneaker Retail Indo Zharvan Pradito Utomo. Selain itu, juga dihadiri oleh beberapa alumni, seperti Finance Supervisor PT Dream Dare Discovery Izzah Nadhifah Kirana, S.M., HRD PT Cin Rui Internasional Konstruksi Moch Tegar Pratama, S.M., Direktur CJB M Syafril Nurdiansyah, S.M.

Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Halal Bihalal Keluarga Besar UNUSIDA: Teguhkan Profesionalisme dan Khidmah Pasca Ramadhan

SIDOARJO — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti agenda Halal Bihalal keluarga besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di Hall Kampus 2, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum saling memaafkan sekaligus meneguhkan kembali komitmen kerja yang profesional dan berlandaskan khidmah setelah sebulan ditempa dalam madrasah ruhaniyah Ramadhan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh unsur kampus dosen, tenaga kependidikan, keamanan, hingga driver untuk menjaga semangat kebersamaan. Ia menekankan bahwa bekerja di perguruan tinggi tidak cukup hanya hadir, tetapi harus terukur kinerjanya.

“Ukuran profesional itu nyata. Kita punya instrumen penilaian kinerja, mulai dari kehadiran hingga performa. Profesionalisme bukan slogan, tetapi budaya kerja,” tegasnya.

Menurutnya, profesionalisme harus dibaca selaras dengan tata kelola kelembagaan. Setiap unit rektorat, fakultas, dan lembaga memiliki indikator kinerja yang tertuang dalam rencana kerja institusional. Karena itu, transformasi mutu SDM perlu diiringi manajemen yang terbuka pada perbaikan dari dalam dan pembelajaran dari luar.

Halal Bihalal ini juga diisi tausiyah oleh Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arli Fauzi, yang mengajak sivitas akademika merefleksikan capaian Ramadhan. Disampaikan bahwa ketika Allah menerima amal seorang hamba, maka Allah memudahkan langkahnya pada amal-amal saleh berikutnya. Artinya, keberhasilan Ramadhan semestinya tampak pada kebiasaan baik yang berlanjut setelahnya.

Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Sepande tersebut menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadhan setelah bulan suci berlalu. Ia menegaskan bahwa tanda diterimanya amal seseorang oleh Allah adalah dimudahkannya ia untuk melakukan amal-amal saleh berikutnya.

“Jika Ramadan kita diterima, maka Allah akan memudahkan kita untuk terus berbuat kebaikan setelahnya. Tugas kita di bulan Syawal dan seterusnya adalah menjaga apa yang sudah kita raih selama Ramadhan,” tuturnya.

Kiai Arli juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan besar dalam menjaga mata, telinga, hati, serta mengendalikan hawa nafsu. Menurutnya, keberkahan Ramadhan seharusnya tidak berhenti ketika bulan itu usai.

“Secara waktu, Ramadhan hanya satu bulan. Namun secara substansi, nilai dan keberkahannya bisa kita rasakan selama satu tahun penuh, bahkan sepanjang hayat, jika mampu kita jaga,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat pergulatan antara hati, akal, dan nafsu. Ketika nafsu tidak dikendalikan, maka ia dapat menyeret manusia pada kesewenang-wenangan, keangkuhan, bahkan penyakit-penyakit hati. Karena itu, Ramadhan menjadi sarana pendidikan ruhani agar manusia mampu mengendalikan dirinya.

Kiai Arli mengemukakan pentingnya mengendalikan diri. Manusia memiliki potensi akal, hati, dan nafsu yang saling memengaruhi. Jika nafsu tak terkendali, ia dapat menyeret pada penyakit batin seperti mudah tersinggung, marah, dan merasa paling benar. Karena itu, puasa menjadi latihan pengendalian yang hasilnya harus dijaga dalam keseharian kerja.

“Hidup bukan tentang siapa yang menang, tetapi siapa yang mampu menerima dengan ikhlas. Dari situlah kualitas diri dan kualitas kerja tumbuh,” pesannya.