Pos

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar MONEV Bersama Mitra Pesantren Madura (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama dengan Pesantren di Madura

SIDOARJO — Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan agenda Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bersama Mitra Pesantren Madura yang bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 5 Kampus II UNUSIDA, Rabu (29/4/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dekan Fakultas Ekonomi, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, serta perwakilan unit Kemahasiswaan dan Keuangan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen institusi agar kolaborasi dengan dunia pesantren tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi tata kelola keuangan serta pengembangan sumber daya manusia di kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III, H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya sinkronisasi antara capaian akademik dan pembentukan karakter mahasiswa melalui keterlibatan langsung di masyarakat. Ia menjelaskan pentingnya kerja sama lintas sektoral sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan mitra eksternal menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berdampak.

“Perlu adanya sinkronisasi antara capaian akademik dengan pembentukan karakter mahasiswa. Salah satunya melalui keterlibatan langsung mahasiswa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program pengabdian dan kegiatan lapangan tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika di masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pesantren merupakan wujud nyata implementasi visi universitas, khususnya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Sinergi akademisi dan pesantren adalah perwujudan visi universitas dalam pengabdian kepada umat. Kolaborasi ini penting untuk mendorong penguatan kapasitas lembaga pesantren, terutama dalam aspek tata kelola keuangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan peran strategis Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam mendampingi pesantren agar mampu mengelola keuangan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pendampingan tersebut tidak hanya berorientasi pada penerapan standar akuntansi modern, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai khas pesantren sebagai identitas utama lembaga pendidikan keagamaan.

“Prodi Akuntansi memiliki peran krusial dalam mendampingi pesantren agar pengelolaan keuangannya sesuai standar, namun tetap selaras dengan nilai-nilai pesantren,” tambahnya.

Paparan tersebut diperkuat oleh Ketua Prodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.SA., dan Sekretaris Prodi, Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang memaparkan capaian program pendampingan, mulai dari penyusunan laporan keuangan pesantren hingga efektivitas program magang mahasiswa di sejumlah pesantren di Madura selama satu periode terakhir.

Masukan tersebut disambut positif oleh perwakilan Mitra Pesantren Madura yang berharap peningkatan durasi dan intensitas pendampingan, terutama dalam digitalisasi pencatatan keuangan unit usaha pesantren. Alhasil, seluruh pihak sepakat menyusun rencana aksi konkret sebagai tindak lanjut hasil evaluasi. Beberapa poin prioritas yang akan segera diimplementasikan meliputi pembaruan modul pelatihan akuntansi pesantren yang lebih aplikatif, pengembangan sistem monitoring berbasis digital, penyelenggaraan LKMM-TD bagi mahasiswa pesantren, serta penataan ulang koordinasi perkuliahan untuk menunjang pembelajaran luring.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan dokumen MONEV yang menandai babak baru penguatan kolaborasi antara UNUSIDA dan jaringan pesantren di Madura dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.

Tangkapan Layar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Tingkatkan Produktivitas dan Tata Kelola

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan fakultas, program studi, UPT, serta unit kerja di lingkungan UNUSIDA sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola kehumasan dan kerja sama institusi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas kerja sama yang tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi juga implementasi yang nyata dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarunit.

“Harapan kami dengan adanya pertemuan ini adalah adanya peningkatan produktivitas kerja sama, baik dari sisi MoU maupun implementasinya. Selain itu, komunikasi antarunit juga harus semakin kuat dan terstruktur, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya standarisasi dalam penyusunan dokumen kerja sama agar memiliki keseragaman di seluruh unit. Menurutnya, draft kerja sama sebaiknya mengacu pada pedoman yang telah disusun oleh Biro Humas dan Kerja Sama, meskipun tetap memberi ruang fleksibilitas dalam kondisi tertentu.

Selain aspek kerja sama, Ali Masykuri juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kehumasan dan keprotokoleran, seperti tata cara penyelenggaraan acara, standar pembukaan dan penutupan kegiatan, hingga kesiapan teknis yang seringkali dianggap sepele namun berdampak pada kualitas kegiatan. Ia juga mendorong adanya pendataan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan khusus, seperti MC, qori, maupun petugas protokol, agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai kegiatan kampus.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengelolaan media informasi kampus secara tertib dan terarah. Menurutnya, media publikasi seperti banner, poster, hingga promosi kegiatan harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan kesan semrawut dan tetap menjaga citra institusi.

“Media informasi harus dikelola dengan baik, tidak boleh ditempel sembarangan. Jika ada pihak yang ingin melakukan promosi di lingkungan kampus, maka harus diatur agar tetap tertib dan memberikan dampak positif bagi institusi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menjelaskan secara teknis terkait pedoman kerja sama yang berlaku di UNUSIDA. Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis dokumen utama dalam kerja sama, yaitu Memorandum of Understanding (MoU) sebagai kesepakatan antar institusi, serta dokumen turunan lainnya yang mengatur implementasi kerja sama.

Sonhaji menjelaskan bahwa pengajuan dokumen kerja sama kini dapat dilakukan secara lebih mudah melalui sistem digital, salah satunya melalui Google Form yang telah disediakan. Melalui sistem ini, unit kerja cukup mengisi data mitra, waktu pelaksanaan, serta jenis kerja sama yang akan dilakukan, kemudian akan diproses oleh Biro Humas dan Kerja Sama.

“Kami sudah menyiapkan sistem pengajuan yang lebih terstruktur. Nantinya semua pengajuan akan kami verifikasi dan koordinasikan bersama tim, termasuk dengan pimpinan universitas, agar prosesnya lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendataan kerja sama yang selama ini masih belum optimal. Berdasarkan data yang ditampilkan, masih terdapat sejumlah kegiatan kerja sama yang belum terdokumentasi dengan baik, terutama pada tahun 2026. Padahal, kegiatan seperti KKN, magang, maupun program praktik lapangan lainnya sebenarnya merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang perlu didokumentasikan secara resmi.

“Seringkali kita melaksanakan kerja sama, tetapi tidak memiliki dokumen MoU atau MoA, atau bahkan tidak terdokumentasi sama sekali. Ini menjadi kendala saat akreditasi, karena yang dibutuhkan bukan hanya dokumentasi kegiatan, tetapi juga dokumen kerja sama yang sah,” ungkapnya.

Selain itu, Sonhaji juga memperkenalkan sistem pelaporan implementasi kerja sama serta layanan permohonan peliputan kegiatan oleh tim humas. Melalui sistem ini, setiap unit dapat mengajukan dokumentasi kegiatan tanpa harus melalui proses administrasi yang rumit, cukup dengan mengisi data kegiatan secara online. Semua hal tersebut dapat diakses disini

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan program Inspirasi Alumni, yang menjadi salah satu konten unggulan media sosial UNUSIDA. Program ini mengajak seluruh unit untuk berkontribusi mengirimkan data alumni berprestasi yang nantinya akan dipublikasikan secara berkala.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh sivitas akademika terkait pentingnya tata kelola kehumasan dan kerja sama yang terintegrasi. Dengan adanya pedoman yang jelas serta sistem yang terstruktur, UNUSIDA optimis dapat meningkatkan kualitas kerja sama, memperkuat citra institusi, serta mendukung pencapaian akreditasi yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Kolaborasi UKM Pramuka Khatulistiwa dan HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Workshop Keprotokoleran (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Pramuka Khatulistiwa dan HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Workshop Keprotokoleran, Tingkatkan Soft Skills Mahasiswa

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa. Kali ini melalui kolaborasi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) antara Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang Workshop Keprotokoleran di Aula Kampus UNUSIDA, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias mengasah keterampilan organisasi dan manajemen acara.

Ketua UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA, M Syafi’i, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk menambah pemahaman mahasiswa terkait pentingnya keprotokoleran dalam dunia organisasi dan akademik.

Menurutnya, keprotokoleran merupakan aspek penting yang sangat menentukan kelancaran, ketertiban, serta profesionalitas sebuah kegiatan. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali keterampilan yang memadai agar mampu terlibat aktif dalam penyelenggaraan berbagai agenda resmi di masa depan.

“Workshop ini kami hadirkan sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang tata kelola acara resmi maupun nonresmi. Dalam organisasi dan akademik, keprotokoleran menjadi unsur penting yang menentukan kelancaran dan profesionalitas kegiatan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kemampuan keprotokoleran merupakan bekal penting bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi berbagai kegiatan resmi di lingkungan kampus, organisasi, maupun dunia kerja nantinya.

“Kami berharap, melalui kegiatan mahasiswa semakin percaya diri, sigap, dan profesional dalam mengelola kegiatan, sekaligus memperkuat soft skill kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim,” ungkapnya.

Sejak awal hingga akhir, suasana kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.  Pada sesi inti, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar keprotokoleran, peran dan fungsi protokol dalam sebuah acara, teknik penyusunan susunan acara, hingga etika pelaksanaan kegiatan resmi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertanya.

Menariknya, peserta juga diberi kesempatan melakukan simulasi keprotokoleran. Melalui praktik ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana menjalankan peran sebagai protokol yang baik, mulai dari mengatur jalannya acara, pengelolaan waktu, hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang berbagi pengalaman terkait pelaksanaan acara di organisasi masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Sementara itu, Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kolaborasi kali ini. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam membangun budaya organisasi yang solid dan produktif.

Ia menekankan pentingnya untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa di bidang keprotokoleran sekaligus mendorong penerapannya dalam berbagai kegiatan organisasi maupun akademik. Ia menegaskan pentingnya pengembangan soft skills mahasiswa melalui pelaksanaan Workshop Keprotokoleran yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.

“Mahasiswa saat ini harus mampu meningkatkan keterampilan di bidang keprotokoleran dan mengaplikasikannya dalam kegiatan organisasi maupun akademik,” pungkasnya.

Penulis: Rifa Maslahatulrifa (MY)

UNUSIDA Fasilitasi Aktivasi Coretax dan Pelaporan SPT PPh 21 Tahunan WP OP (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Fasilitasi Aktivasi Coretax dan Pelaporan SPT PPh 21 Tahunan WP OP

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Biro Keuangan memfasilitasi kegiatan aktivasi Coretax dan pelaporan SPT PPh 21 Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini diikuti dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi serta kepatuhan pajak di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Plt. Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa pelaporan pajak merupakan kewajiban administratif yang tidak bisa dihindari oleh setiap warga negara yang memiliki NPWP, terlepas dari besar kecilnya nominal pajak yang dibayarkan.

“Ini bukan semata soal nominal, tetapi soal pelaporan. Kepatuhan administrasi menjadi bagian penting dari tata kelola yang baik, termasuk di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan kepatuhan administrasi, termasuk pelaporan pajak, dengan komitmen UNUSIDA dalam menata sistem tata kelola menuju perguruan tinggi yang unggul. Ketertiban pelaporan, audit, dan kerapian administrasi SDM dinilai menjadi unsur penting dalam proses peningkatan mutu kelembagaan.

Sementara itu, Kepala Bagian Akuntansi dan Pelaporan: Aris Firmansyah, S.E., menjelaskan bahwa mulai tahun 2026, pelaporan PPh 21 diarahkan menggunakan sistem Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak. Sistem ini dirancang untuk merekam aktivitas perpajakan wajib pajak secara lebih terintegrasi dan terdigitalisasi.

Pada masa awal penerapannya di 2025, sistem ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis seperti server dan tampilan aplikasi. Namun kini, penggunaan Coretax semakin disempurnakan dan menjadi kanal utama pelaporan pajak.

Peserta mendapatkan pendampingan langsung mulai dari proses aktivasi akun Coretax, pemutakhiran data, hingga praktik pelaporan SPT Tahunan PPh 21.

Aris menekankan bahwa lapor pajak tidak selalu berarti membayar pajak. Setidaknya terdapat tiga status pelaporan dalam SPT Tahunan:

  1. Nihil (tidak ada pajak yang harus dibayar),
  2. Kurang bayar,
  3. Lebih bayar.

Wajib pajak yang penghasilannya masih di bawah PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) tetap wajib melapor, meskipun statusnya nihil. Hal ini penting agar data perpajakan tetap tertib dan terdokumentasi dengan baik.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berkomitmen dalam membangun budaya tertib administrasi, patuh regulasi, dan melek digital di kalangan sivitas akademika. Pendampingan ini diharapkan membantu dosen dan tenaga kependidikan memahami alur baru pelaporan pajak secara benar, mudah, dan sesuai ketentuan.

“Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar UNUSIDA dalam menyiapkan ekosistem tata kelola kampus yang rapi, akuntabel, dan siap menghadapi tuntutan sistem administrasi digital di masa depan,” pungkasnya.

Evaluasi VMTS FE dan Visi Keilmuan Prodi Manajemen UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Evaluasi VMTS dan FGD Kurikulum, Perkuat Relevansi Lulusan dengan Dunia Kerja

SIDOARJO – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Evaluasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) serta Visi Keilmuan Program Studi Manajemen di Ruang Pertemuan Gedung B Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai stakeholder terkait.

Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kaprodi, Sekretaris serta seluruh Dosen di Prodi Manajemen atas kerja keras dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika kebutuhan dunia kerja. Kami berharap melalui FGD ini akan muncul berbagai masukan yang benar-benar relevan untuk pengembangan skill mahasiswa, sehingga output pembelajaran siap diterapkan di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masukan dari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, alumni, hingga mitra industri, menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kurikulum. Hal ini bertujuan agar lulusan Fakultas Ekonomi tidak hanya siap menjadi entrepreneur, tetapi juga mampu berkontribusi di berbagai sektor profesional.

“Semoga kolaborasi antara kampus dan mitra dapat terus berlanjut guna menciptakan lulusan yang berkualitas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya relevansi antara dunia pendidikan dan dunia kerja sebagaimana ditekankan oleh kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Perguruan tinggi tidak boleh tertutup terhadap inovasi. Harus ada pembaruan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Kompetensi mahasiswa juga harus dikembangkan secara cepat agar mampu membaca peluang dan menghadapi perubahan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran di kelas harus terhubung dengan implementasi nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa turut didorong untuk aktif memberikan masukan terhadap kurikulum yang diterapkan, guna menjaga kredibilitas institusi pendidikan di mata masyarakat.

Melalui forum ini, berbagai masukan strategis dihimpun sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum ke depan. FGD ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, organisasi mahasiswa seperti BEM Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen, alumni, hingga mitra industri.

Di antaranya Direktur Utama PT Surya Inti Aneka Pangan (SIAP) Andri Halim Gunawan, perwakilan dari PT Sekala Biru Amerta Hardiansyah,perwakilan dari PT Aliyan Jaya Perkasa Moh Viky Aliyan, CV. Mysneaker Retail Indo Zharvan Pradito Utomo. Selain itu, juga dihadiri oleh beberapa alumni, seperti Finance Supervisor PT Dream Dare Discovery Izzah Nadhifah Kirana, S.M., HRD PT Cin Rui Internasional Konstruksi Moch Tegar Pratama, S.M., Direktur CJB M Syafril Nurdiansyah, S.M.

HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Webinar Kurikulum Berbasis Cinta (Foto: Tangkapan Layar HIMA PGMI UNUSIDA)

HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Webinar Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Pendidikan Humanis dan Berkarakter

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional dengan mengusung tema ‘Mendesain Masa Depan Pendidikan melalui Kurikulum Berbasis Cinta’ yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (4/42026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, pendidik, serta peserta umum dari berbagai daerah.

Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka Maulidia, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk membuka ruang refleksi sekaligus inspirasi dalam merancang kurikulum pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berlandaskan nilai cinta, empati, dan kemanusiaan.

“Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh jajaran panitia maupun peserta yang telah antusias mengikuti kegiatan ini. Harapannya, tema yang diangkat mampu menjadi gagasan transformatif di dunia pendidikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai cinta dan empati dalam praktik pendidikan sehari-hari. “Semoga webinar ini menjadi kontribusi nyata dalam upaya membangun masa depan pendidikan yang lebih berkarakter, humanis, dan bermakna,” ungkapnya.

Memasuki sesi inti, webinar menghadirkan narasumber kompeten di bidang pendidikan, yakni Risalul Ummah, S.Pd., M.Pd. dan Moh Anang Abidin, M.Pd. Keduanya memaparkan konsep, strategi, serta contoh implementasi kurikulum berbasis cinta dalam praktik pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.

Dalam pemaparannya, Ketua Program Studi PGMI UNUSIDA, Moh. Anang Abidin menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta menekankan pada pendekatan humanis yang mengedepankan empati, kasih sayang, serta penghargaan terhadap potensi setiap individu. Menurutnya, suasana belajar yang dilandasi rasa cinta akan menciptakan lingkungan yang nyaman, inklusif, dan mendorong siswa untuk berkembang secara optimal.

“Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga proses membangun hubungan yang penuh makna antara guru dan peserta didik. Dari situlah nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh secara alami,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan sejumlah strategi implementasi, seperti pendekatan pembelajaran yang dialogis, penguatan pendidikan karakter, serta integrasi nilai-nilai spiritual dan sosial dalam setiap kegiatan belajar. Selain itu, guru juga didorong untuk menjadi teladan dalam menumbuhkan sikap peduli, toleransi, dan tanggung jawab.

Tidak hanya sebatas konsep, Moh. Anang Abidin juga memberikan contoh konkret penerapan kurikulum berbasis cinta di kelas, mulai dari pembiasaan sikap saling menghargai, penggunaan metode pembelajaran kolaboratif, hingga refleksi harian yang membantu siswa memahami nilai-nilai kehidupan.

“Melalui gagasan ini, saya yakin para pendidik mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak positif bagi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik di semua jenjang pendidikan,” jelasnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta berbagi pengalaman dalam mengelola pembelajaran di berbagai konteks pendidikan.

Secara keseluruhan, webinar berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan rencana. Tingginya partisipasi peserta menjadi indikator bahwa tema kurikulum berbasis cinta dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini yang menekankan keseimbangan antara aspek akademik dan nilai kemanusiaan.

Mahasiswa FKIP UNUSIDA Mulai Jalani KKN dan PLP Internasional di 7 Sanggar Bimbingan Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa FKIP UNUSIDA Mulai Jalani KKN dan PLP Internasional di 7 Sanggar Bimbingan Malaysia

KUALA LUMPUR – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi memulai rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional melalui prosesi penyerahan di sejumlah Sanggar Bimbingan (SB) yang tersebar di beberapa wilayah Malaysia.

Prosesi penyerahan mahasiswa dilaksanakan di beberapa titik, di antaranya Sanggar Bimbingan An-Nahdloh di Tanjung Sepat, SB At Tanzil, SB Segambut, serta SB Pantai Dalam. Momentum ini menandai dimulainya aktivitas pengabdian dan praktik kependidikan mahasiswa FKIP UNUSIDA di lingkungan pendidikan nonformal bagi anak-anak Indonesia di perantauan.

Dalam sambutan penyerahan, dosen pendamping FKIP UNUSIDA, Wahyu Maulida Lestari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di Sanggar Bimbingan bukan hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi duta pendidikan dan budaya Indonesia. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan literasi, numerasi, pendampingan belajar, hingga aktivitas kreatif edukatif.

Pengelola Sanggar Bimbingan menyambut hangat kedatangan mahasiswa FKIP UNUSIDA. Mereka menilai program KKN dan PLP Internasional ini sangat membantu proses pembelajaran anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia, khususnya dalam penguatan materi dasar sekolah serta motivasi belajar.

Adapun terdapat 7 Sanggar Bimbingan yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa FKIP UNUSIDA, yaitu:

  1. SB An-Nahdloh (Tanjung Sepat)
  2. SB At Tanzil
  3. SB Ampang
  4. SB Pandan Jaya
  5. SB Sentul
  6. SB Segambut
  7. SB Pantai Dalam

Melalui sebaran lokasi ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung menghadapi karakteristik peserta didik yang beragam, kondisi sarana prasarana yang berbeda, serta tantangan pembelajaran di lingkungan komunitas pekerja migran Indonesia.

Program KKN dan PLP Internasional ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik FKIP UNUSIDA dalam konteks global. Selain mengasah keterampilan mengajar, mahasiswa juga belajar tentang empati sosial, komunikasi lintas budaya, serta pengabdian nyata kepada masyarakat Indonesia di luar negeri.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan ke depan dengan pendampingan intensif dari dosen pembimbing serta koordinasi bersama pengelola Sanggar Bimbingan di masing-masing lokasi.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa FKIP UNUSIDA mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi proses pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia,” pungkasnya.

FKIP UNUSIDA dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Teken MoA dan IA untuk KKN–PLP Internasional (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Teken MoA dan IA Bersama SIKL Malaysia, Buka Ruang Belajar Lintas Negara Bagi Mahasiswa

KUALA LUMPUR – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui FKIP resmi menjalin kerja sama internasional dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA), Jum’at (3/5/2026). Kesepakatan ini difokuskan pada pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional bagi mahasiswa FKIP.

Penandatanganan dokumen kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam penguatan jejaring global FKIP UNUSIDA, sekaligus membuka ruang pengalaman belajar lintas negara bagi mahasiswa calon pendidik. Melalui MoA dan IA tersebut, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan melaksanakan praktik kependidikan secara langsung di lingkungan sekolah Indonesia di luar negeri dengan standar internasional.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa dalam konteks pendidikan global. “Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar di kelas, tetapi juga belajar adaptasi budaya, komunikasi lintas negara, serta memahami sistem pendidikan Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Ia menyebutkan program KKN–PLP Internasional ini juga menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan UNUSIDA. Dengan pengalaman praktik di luar negeri, mahasiswa diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi serta perspektif pendidikan yang lebih luas saat kembali mengabdi di masyarakat.

” Kami berharap kerja sama internasional ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan kapasitas guru dan calon guru dalam skala internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak SIKL menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari penguatan peran sekolah Indonesia di luar negeri dalam mendukung peningkatan kualitas calon guru dari tanah air. Kehadiran mahasiswa FKIP UNUSIDA dinilai akan memberikan energi baru dalam proses pembelajaran, sekaligus menjadi ajang pertukaran pengalaman pendidikan.

Ruang lingkup kerja sama dalam IA mencakup penempatan mahasiswa KKN dan PLP, pendampingan oleh guru pamong di SIKL, supervisi akademik dari dosen pembimbing FKIP, hingga evaluasi bersama terhadap pelaksanaan program. Skema ini memastikan kegiatan berjalan terstruktur, terukur, dan memberikan dampak nyata baik bagi mahasiswa maupun pihak sekolah.

UNUSIDA Menghadiri Forum Bersama WWF Indonesia (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Tunjukkan Peran Aktif di Forum Lingkungan, Jalin Kolaborasi bersama WWF Indonesia

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menunjukkan komitmen kuat dalam isu lingkungan dengan berpartisipasi aktif dalam forum kolaborasi bersama WWF Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang dikemas dalam forum silaturahmi dan diskusi ini menjadi momentum penting untuk membahas keberlanjutan program lingkungan, khususnya terkait berakhirnya Project COAST yang selama ini berjalan di wilayah pesisir Sidoarjo.

Dalam forum tersebut, perwakilan WWF Indonesia menyampaikan bahwa program yang sebelumnya didukung hingga April 2028 mengalami penyesuaian dan akan berakhir lebih awal pada Maret 2026. Meski demikian, WWF menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan kegiatan pendampingan di Sidoarjo melalui sumber pendanaan lain.

“Kegiatan seperti penanaman mangrove dan program lingkungan lainnya tetap kami jalankan selama masa transisi ini. Ke depan, WWF Indonesia akan tetap hadir dan melanjutkan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.

Melalui forum ini, WWF Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan program, terutama setelah berakhirnya dukungan pendanaan utama. WWF Indonesia berharap dukungan dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat tetap terjaga agar inisiatif yang telah berjalan tidak terhenti.

“Selain menjadi ajang penyampaian informasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi santai antar stakeholder untuk memperkuat sinergi ke depan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menegaskan kesiapan untuk terus berperan aktif dalam mendukung program-program lingkungan berkelanjutan.

Pihaknya berkomitmen mengakomodasi mahasiswa agar terlibat langsung sebagai agent of change melalui berbagai skema akademik, antara lain Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Penelitian mahasiswa sesuai bidang keilmuan, Program pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan edukasi dan literasi lingkungan.

Langkah ini dinilai strategis dalam membangun kesadaran sekaligus kapasitas mahasiswa untuk berkontribusi nyata terhadap persoalan lingkungan di masyarakat.

Partisipasi aktif UNUSIDA dalam forum ini menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial dan lingkungan.

“Melalui keterlibatan mahasiswa dalam program nyata di lapangan, kami berharap mampu menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.

Mahasiswa Informatika UNUSIDA (dari kiri) Achmad Raffy Nadjib, Muhammad Rafi Nur Setyawan, dan M. Satrio Rohmatullah (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Informatika UNUSIDA Raih Juara 1 IYSA 2026 Kategori Sosial, Angkat Isu Kesenjangan Digital

SIDOARJO — Tiga mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association tahun 2026 kategori sosial.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Achmad Raffy Nadjib, Muhammad Rafi Nur Setyawan, dan M. Satrio Rohmatullah. Mereka mengusung karya berjudul ‘Implementasi Infrastruktur Nirkabel Point to Point (P2P) Jarak Jauh sebagai Solusi Kesenjangan Digital Pendidikan dan Masyarakat di Dusun Pucukan, Sidoarjo’.

Dengan mengangkat isu kesenjangan digital yang masih terjadi di wilayah Sidoarjo, khususnya di Dusun Pucukan. Ketua tim, Rafi Nur Setyawan menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari kondisi nyata di lapangan, di mana masih terdapat wilayah yang memiliki keterbatasan akses digital, terutama untuk kebutuhan pendidikan.

“Awalnya ini dari keresahan kami melihat masih adanya kesenjangan akses internet. Padahal di era sekarang, akses digital sangat penting, khususnya untuk pendidikan,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (31/3/2026).

Karya yang diusung berfokus pada pembangunan infrastruktur jaringan nirkabel jarak jauh berbasis point to point (P2P) untuk mengatasi kesenjangan akses digital, khususnya di wilayah terpencil seperti Dusun Pucukan, Sidoarjo. Solusi ini diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan dan informasi bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, keunggulan dari solusi yang mereka tawarkan terletak pada efisiensi dan kemampuannya menjangkau wilayah yang sulit terakses jaringan konvensional. Meski demikian, mereka mengakui terdapat tantangan dalam proses implementasi, terutama pada aspek teknis dan pengujian jaringan agar tetap stabil dalam berbagai kondisi.

“Harapan kami, solusi ini bisa benar-benar diterapkan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia menilai bahwa inovasi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah dengan kondisi geografis serupa di Indonesia.

Meski berhasil meraih juara pertama, Rafi dan tim mengaku belum merasa puas. Mereka menganggap capaian ini sebagai langkah awal dari perjalanan panjang dalam pengembangan karya.

“Bagi kami, lomba ini hanya panggung kecil. Tujuan kami bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana solusi ini benar-benar bisa diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap mereka.

Solusi yang ditawarkan berupa pembangunan jaringan nirkabel jarak jauh menggunakan teknologi point to point (P2P). Teknologi ini dinilai mampu menjangkau daerah terpencil dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan infrastruktur konvensional.

Ke depan, ia berharap inovasi ini tidak hanya berhenti pada tahap karya ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dan diperluas ke wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa. Ia menekankan kepada mahasiswa terus peka terhadap permasalahan di sekitar dan berani mengembangkan solusi nyata.

“Mulailah dari masalah di sekitar kita, bukan hanya mencari judul yang terlihat menarik. Tetap santai, serius, dan sukses,” pungkasnya.