Pos

Mahasiswa Informatika (dari kiri) Khoirul Anam, Mochammad Rifky Sabilur Khaqiq, Muhammad Athaalf Attohir (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Informatika UNUSIDA Raih Juara 1 IYSA 2026 Lewat Inovasi Deteksi Longsor Si-Palang

SIDOARJO — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa program studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kali ini, 2 tim mahasiswa Program Studi Informatika berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) tahun 2026.

Ketua tim, Moch Rifky Sabilul Khaqiq menyebutkan bahwa keberhasilan ini berawal dari ide sederhana yang lama tertahan di kepala. Momentum hadir ketika kompetisi dari IYSA dibuka. Tim melihatnya sebagai wadah yang tepat untuk mengeksekusi gagasan tersebut.
“Bisa dibilang kami memanfaatkan kesempatan. Mumpung ada peluang, kami ambil dan kami maksimalkan,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (31/3/2026).

Rifky menjelaskan, ketertarikan terhadap topik ini tidak muncul begitu saja. Titik baliknya terjadi saat bencana longsor di Aceh pada tahun 2025. Peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi tim, terutama karena longsor sebenarnya memiliki tanda-tanda awal yang berpotensi dideteksi.

Ia membandingkan dengan kemajuan teknologi di negara seperti Jepang, di mana gempa bumi saja sudah dapat diprediksi. Dari situ muncul dorongan kuat untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kondisi Indonesia.

Dari keresahan tersebut, lahirlah inovasi bernama Si-Palang (Sistem Pantau Lahan & Longsor). Sistem ini menggabungkan sensor kemiringan tanah dan kelembapan dengan algoritma Dynamic Thresholding.

Secara sederhana, alat ini mampu menyesuaikan ambang batas secara otomatis, seperti semakin miring tanah, semakin kecil toleransi kadar air sebelum sistem memberikan peringatan, serta dapat mengirim notifikasi ke ponsel warga melalui sistem geofencing.

“Keunggulan utama dari sistem ini adalah meminimalisir false alarm (peringatan palsu di area datar), mencegah gagal deteksi pada area lereng curam dan lebih dinamis, karena tidak bergantung pada satu parameter saja,” jelasnya.

Dalam proses pengembangan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah tahap pengujian sistem, khususnya dalam menemukan korelasi yang tepat antara tingkat kemiringan dan kelembapan tanah.

Meski begitu, ia dan tim optimis bahwa inovasi ini memiliki potensi besar. Mengingat kondisi geografis Indonesia yang didominasi wilayah perbukitan dan dataran tinggi, teknologi seperti Si-Palang dapat menjadi solusi nyata dalam mitigasi bencana.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem agar semakin adaptif dan responsif terhadap kondisi lingkungan,” tandasnya.

Baginya, kemenangan ini bukanlah akhir. Rifky menganggap ajang ini hanya sebagai langkah awal dari perjalanan panjang inovasi mereka.

“Jujur saja, kami belum puas. Ini baru panggung kecil. Tujuan kami bukan sekadar piala atau sertifikat, tapi ketika Si-Palang benar-benar dipasang di daerah rawan longsor dan bisa menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga menjadi bukti bahwa karya mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mulailah dari masalah nyata di sekitar kita, bukan sekadar mencari judul yang terlihat keren. Tetap santai, serius, dan sukses,” pungkasnya.

FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Berangkatkan 19 Mahasiswa KKN–PLP Internasional ke Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Berangkatkan 19 Mahasiswa KKN–PLP Internasional ke Malaysia

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi memberangkatkan 19 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional ke Malaysia pada Selasa (31/3/2026). Program ini akan berlangsung mulai 2 April hingga 29 April 2026 di sejumlah sanggar bimbingan dan satuan pendidikan mitra di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas mahasiswa melalui pengalaman pembelajaran berbasis internasional. Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak manfaat strategis bagi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pengalaman lapangan.

“Mahasiswa akan mendapatkan konversi akademik hingga 20 SKS, dengan maksimal 12 SKS berasal dari mata kuliah. Selain itu, mereka juga memperoleh sertifikat kegiatan internasional yang menjadi nilai tambah penting dalam dunia kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam program ini akan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan mahasiswa lainnya, terutama dalam hal adaptasi budaya, komunikasi global, serta praktik pendidikan di lingkungan internasional.

Program KKN dan PLP internasional ini akan dilaksanakan di beberapa sekolah mitra di wilayah Kuala Lumpur. FKIP UNUSIDA telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pihak sekolah serta institusi setempat, sehingga pelaksanaan kegiatan dipastikan berjalan dengan baik dan terstruktur.

Mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) serta tim pendamping selama kegiatan berlangsung. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai sekolah dengan sistem pembagian kelompok. Setiap lokasi telah disiapkan fasilitas penunjang, termasuk tempat tinggal dan kebutuhan dasar mahasiswa.

“Alhamdulillah, lokasi kegiatan sudah siap dan beberapa institusi di Malaysia juga sudah berpengalaman menerima mahasiswa dari Indonesia untuk program serupa,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua serta menjaga nama baik institusi selama berada di luar negeri.

Selain kegiatan akademik dan pengabdian, mahasiswa juga akan mendapatkan kesempatan mengenal lingkungan sekitar sebagai bagian dari pembelajaran budaya dan sosial. Program ini dijadwalkan berakhir pada tanggal 28–29 April 2026 mendatang, dengan kepulangan mahasiswa ke Indonesia setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

“Melalui program ini, kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan adaptasi, serta kesiapan menghadapi tantangan di dunia internasional,” ungkapnya.

Daftar Mahasiswa & Penempatan KKN–PLP Internasional Malaysia

No Nama Prodi Penempatan
1 Azzawiyatul Annajiyah PBI Sanggar Bimbingan An Nahdlo
2 Afifah Rochmadin PBI Sanggar Bimbingan An Nahdlo
3 Fahira Nur Ramadhania PGSD Sanggar Bimbingan An Nahdlo
4 Luthfiyah Rahmah Ahmadiy PBI Sanggar Bimbingan Sentul
5 Alycia Agnie Aryane Putri PGSD Sanggar Bimbingan Sentul
6 Ariandin Nur Yasidh PBI Sanggar Bimbingan Segambut
7 Hanifah PBI Sanggar Bimbingan Segambut
8 Muhammad Adani Maulidan PBI Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
9 Ahmad Isrofi Kholilurrohman PGSD Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
10 M. Anwar Rofik PGSD Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
11 Muhammad Firman Firdaus PGSD Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
12 Nuril Safra Rahayu PBI Sanggar Bimbingan Ampang
13 Yesi Alviyanti PBI Sanggar Bimbingan Ampang
14 Lailatul Rahma Agustina PGSD Sanggar Bimbingan Ampang
15 Ken Izun Nadlifah PBI Sanggar Bimbingan Pandan Jaya
16 Aula Fadhi Olivia PGSD Sanggar Bimbingan Pandan Jaya
17 Azlin Azha PBI Sanggar Bimbingan At-Tanzil
18 Nur Thazim M. PGSD Sanggar Bimbingan At-Tanzil
19 Durrotun Naliyah Putri Al Arifani PGSD Sanggar Bimbingan At-Tanzil

Lebih lanjut, Plt. Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., mengingatkan agar seluruh mahasiswa menyusun perencanaan kegiatan dengan baik sejak awal keberangkatan. Setiap aktivitas yang dilakukan selama di luar negeri diharapkan terdokumentasi secara sistematis.

Ia juga menyoroti bahwa pengalaman belajar di luar negeri harus mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global. Mahasiswa juga diminta untuk mencatat rencana dan aktivitas harian dalam bentuk laporan atau buku kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas kepada kampus dan orang tua.

“Semua kegiatan harus terencana dan terdokumentasi dengan baik, sehingga orang tua juga dapat memantau perkembangan aktivitas mahasiswa selama di luar negeri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tetap menjaga sikap, etika, serta nama baik institusi selama berada di Malaysia.

“Selamat berjuang. Tunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing, beradaptasi, dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan internasional,” pesannya.

Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Halal Bihalal Keluarga Besar UNUSIDA: Teguhkan Profesionalisme dan Khidmah Pasca Ramadhan

SIDOARJO — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti agenda Halal Bihalal keluarga besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di Hall Kampus 2, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum saling memaafkan sekaligus meneguhkan kembali komitmen kerja yang profesional dan berlandaskan khidmah setelah sebulan ditempa dalam madrasah ruhaniyah Ramadhan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh unsur kampus dosen, tenaga kependidikan, keamanan, hingga driver untuk menjaga semangat kebersamaan. Ia menekankan bahwa bekerja di perguruan tinggi tidak cukup hanya hadir, tetapi harus terukur kinerjanya.

“Ukuran profesional itu nyata. Kita punya instrumen penilaian kinerja, mulai dari kehadiran hingga performa. Profesionalisme bukan slogan, tetapi budaya kerja,” tegasnya.

Menurutnya, profesionalisme harus dibaca selaras dengan tata kelola kelembagaan. Setiap unit rektorat, fakultas, dan lembaga memiliki indikator kinerja yang tertuang dalam rencana kerja institusional. Karena itu, transformasi mutu SDM perlu diiringi manajemen yang terbuka pada perbaikan dari dalam dan pembelajaran dari luar.

Halal Bihalal ini juga diisi tausiyah oleh Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arli Fauzi, yang mengajak sivitas akademika merefleksikan capaian Ramadhan. Disampaikan bahwa ketika Allah menerima amal seorang hamba, maka Allah memudahkan langkahnya pada amal-amal saleh berikutnya. Artinya, keberhasilan Ramadhan semestinya tampak pada kebiasaan baik yang berlanjut setelahnya.

Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Sepande tersebut menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadhan setelah bulan suci berlalu. Ia menegaskan bahwa tanda diterimanya amal seseorang oleh Allah adalah dimudahkannya ia untuk melakukan amal-amal saleh berikutnya.

“Jika Ramadan kita diterima, maka Allah akan memudahkan kita untuk terus berbuat kebaikan setelahnya. Tugas kita di bulan Syawal dan seterusnya adalah menjaga apa yang sudah kita raih selama Ramadhan,” tuturnya.

Kiai Arli juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan besar dalam menjaga mata, telinga, hati, serta mengendalikan hawa nafsu. Menurutnya, keberkahan Ramadhan seharusnya tidak berhenti ketika bulan itu usai.

“Secara waktu, Ramadhan hanya satu bulan. Namun secara substansi, nilai dan keberkahannya bisa kita rasakan selama satu tahun penuh, bahkan sepanjang hayat, jika mampu kita jaga,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat pergulatan antara hati, akal, dan nafsu. Ketika nafsu tidak dikendalikan, maka ia dapat menyeret manusia pada kesewenang-wenangan, keangkuhan, bahkan penyakit-penyakit hati. Karena itu, Ramadhan menjadi sarana pendidikan ruhani agar manusia mampu mengendalikan dirinya.

Kiai Arli mengemukakan pentingnya mengendalikan diri. Manusia memiliki potensi akal, hati, dan nafsu yang saling memengaruhi. Jika nafsu tak terkendali, ia dapat menyeret pada penyakit batin seperti mudah tersinggung, marah, dan merasa paling benar. Karena itu, puasa menjadi latihan pengendalian yang hasilnya harus dijaga dalam keseharian kerja.

“Hidup bukan tentang siapa yang menang, tetapi siapa yang mampu menerima dengan ikhlas. Dari situlah kualitas diri dan kualitas kerja tumbuh,” pesannya.

Alumni Prodi Manajemen UNUSIDA Tahun 2023, Izzah Nadlifah Kirana (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspirasi Alumni UNUSIDA: Izzah Nadlifah Kirana, dari Bangku Kuliah Menuju Finance Supervisor ZUMA Indonesia

Perjalanan pendidikan di bangku kuliah sering kali menjadi titik awal bagi seseorang untuk menemukan arah masa depan. Hal inilah yang dirasakan oleh Izzah Nadlifah Kirana, S.M., alumni Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang kini berkarier sebagai Finance Supervisor di PT Dream Dare Discover atau yang lebih dikenal dengan ZUMA Indonesia.

Perempuan yang lulus pada tahun 2023 ini mengaku bahwa empat tahun masa kuliahnya di UNUSIDA menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh makna. Selama menempuh pendidikan, ia tidak hanya memperoleh ilmu akademik, tetapi juga berbagai pengalaman, relasi, serta kesempatan belajar yang sangat berharga sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

“Empat tahun menempuh perjalanan kuliah di UNUSIDA sungguh luar biasa. Segala ilmu, relasi hingga pengalaman berharga saya dapatkan di sana,” ungkap Izzah ketika mengenang masa-masa kuliahnya.

Menurutnya, lingkungan akademik yang terbuka dan komunikatif menjadi salah satu faktor penting yang membentuk cara berpikirnya hingga saat ini. Di UNUSIDA, para dosen tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga aktif mengajak mahasiswa untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman.

Hal tersebut menjadi pengalaman belajar yang sangat berkesan bagi Izzah. Ia merasakan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan dosen benar-benar mendorong mahasiswa untuk memahami ilmu secara lebih mendalam serta mengaitkannya dengan situasi nyata di masyarakat maupun di dunia kerja.

“Yang paling menyenangkan adalah ketika dosen-dosen saya tidak pernah bosan untuk mengajak sharing dan diskusi. Seakan mereka selalu memastikan bahwa apa yang telah mereka ajarkan secara teori benar-benar mahasiswa terapkan dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Bagi Izzah, metode pembelajaran seperti ini membuat mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar pasif di kelas, tetapi juga terlibat aktif dalam proses berpikir kritis. Diskusi yang dilakukan bersama dosen dan teman-teman kuliah sering kali membuka wawasan baru serta membantu mahasiswa memahami bagaimana teori manajemen dapat diterapkan secara praktis.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika ia memasuki dunia kerja. Setelah menyelesaikan studi di Program Studi Manajemen UNUSIDA, Izzah berhasil mendapatkan pekerjaan di PT Dream Dare Discover atau ZUMA Indonesia. Di perusahaan tersebut, ia dipercaya untuk mengemban tanggung jawab sebagai Finance Supervisor.

Posisi tersebut tentu tidak mudah karena membutuhkan kemampuan analisis keuangan, ketelitian dalam mengelola data, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat. Namun, Izzah merasa bahwa ilmu yang ia pelajari selama kuliah memberikan fondasi yang kuat untuk menjalankan tugas tersebut.

Ia mengaku banyak materi perkuliahan yang ternyata sangat relevan dengan pekerjaan yang dijalaninya saat ini, mulai dari manajemen keuangan, pengelolaan anggaran, hingga kemampuan analisis data dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

“Hal itulah yang membuat saya akhirnya mendapatkan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang saya dapatkan di kuliah,” katanya.

Selain ilmu akademik, pengalaman berdiskusi dan membangun relasi selama masa kuliah juga membantu Izzah dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama tim. Kemampuan tersebut menjadi salah satu keterampilan penting dalam dunia profesional, terutama ketika harus berkoordinasi dengan berbagai divisi di perusahaan.

Sebagai seorang supervisor di bidang keuangan, Izzah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan data finansial perusahaan, tetapi juga harus mampu memimpin tim dan memastikan seluruh proses keuangan berjalan secara efektif dan akurat. Tanggung jawab ini menuntut ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir strategis.

Menurutnya, pengalaman selama kuliah di UNUSIDA telah membantunya membangun kepercayaan diri untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Ia merasa bahwa bekal yang diberikan selama masa studi tidak hanya berupa teori, tetapi juga cara berpikir dan sikap profesional yang sangat dibutuhkan dalam karier.

Izzah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dosen yang telah membimbing dan memberikan banyak ilmu selama ia menempuh pendidikan di UNUSIDA. Baginya, dukungan dan dedikasi para dosen menjadi salah satu faktor penting yang membantunya mencapai posisi saat ini.

“Terima kasih bapak ibu dosen atas semua ilmu dan bimbingannya,” ujarnya.

Kini, setelah merasakan langsung manfaat dari pendidikan yang ia jalani, Izzah berharap kisah perjalanannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa UNUSIDA. Ia percaya bahwa kesungguhan dalam belajar serta kemauan untuk terus berdiskusi dan berkembang akan membuka banyak peluang di masa depan.

Baginya, masa kuliah bukan hanya tentang mendapatkan gelar sarjana, tetapi juga tentang membangun karakter, memperluas jaringan, serta mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dunia profesional.

Dengan penuh rasa bangga, Izzah menutup ceritanya dengan satu kalimat sederhana yang mencerminkan rasa cintanya terhadap almamater.

“UNUSIDA THE BEST!,” pungkasnya.

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Acara Forum Tinjau Proposal P2MW 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Forum Tinjau Proposal P2MW 2026, Dorong Inovasi Mahasiswa di Bidang Wirausaha

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Progra, Studi (Himaprodi) Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Forum Tinjau Proposal sebagai persiapan mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Kegiatan ini berlangsung secara offline di Auditorium Lantai 5 Kampus II Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Jum’at (13/03/2026).

Dengan mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UNUSIDA yang telah terbagi dalam beberapa kelompok usaha. Forum ini bertujuan untuk memberikan pendampingan serta evaluasi terhadap proposal bisnis yang akan diajukan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.

Ketua HIMA Manajemen UNUSIDA menyampaikan bahwa forum ini tidak hanya bertujuan membantu mahasiswa dalam penyusunan proposal, tetapi juga membangun kesiapan mental dan konseptual mereka sebelum mengikuti kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.

Melalui kegiatan Forum Tinjau Proposal ini, pihaknya berharap mahasiswa dapat mempersiapkan proposal secara lebih matang sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam mengikuti program P2MW.

“Program PM2W ini tidak hanya memberikan dukungan pendanaan bagi usaha mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah kreativitas, memperkuat kerja sama tim, serta meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam dunia kewirausahaan,” jelasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Jeziano Rizkita Boyas menjelaskan bahwa P2MW merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis serta merintis usaha sejak di bangku kuliah.

Menurutnya, melalui program ini mahasiswa didorong untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, dan berani memulai usaha. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Latifah Irsyadiah, menjelaskan bahwa keberhasilan dalam mengikuti program P2MW dimulai dari pembentukan tim yang solid. Setiap tim harus memiliki pembagian peran yang jelas, mulai dari ketua tim, bagian keuangan, produksi, hingga pemasaran, serta didukung dengan komitmen dan kerja sama yang baik antaranggota.

Ia juga menekankan pentingnya menentukan ide usaha yang inovatif, menarik, memiliki nilai jual tinggi, serta memiliki keunikan yang dapat membedakan produk dari kompetitor dan berpotensi berkembang dalam jangka panjang. Dalam proses penyusunan proposal, mahasiswa juga perlu memperhatikan kesesuaian dengan panduan yang berlaku, berbasis data pasar, serta melibatkan dosen pendamping agar proposal lebih terarah.

“Sebuah produk harus memiliki keunikan yang mampu membedakannya dari kompetitor, sekaligus memiliki peluang untuk berkembang secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” terangnya.

Setelah proposal disusun, tim akan melalui berbagai tahapan mulai dari pengumpulan proposal, proses seleksi, pengunggahan ke sistem, hingga menunggu hasil pendanaan. Apabila dinyatakan lolos, tim akan memperoleh dana untuk menjalankan usaha, melakukan pencatatan penggunaan dana secara tertib, serta menyusun laporan perkembangan dan laporan akhir.

Pada tahap selanjutnya, tim juga berkesempatan mempresentasikan perkembangan produknya serta mengikuti kegiatan nasional seperti KMI Expo.

Aininna Halizah Rahma Raih Juara 1 Duta Putri LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Putri Kampus UNUSIDA, Aininna Halizah Rahma Raih Juara 1 Kategori Duta dalam LPTNU Award 2026

SIDOARJO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Aininna Halizah Rahma, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2023 sekaligus Wakil Sekretaris 2 IPPNU UNUSIDA, berhasil meraih Juara 1 Duta Putri PTNU dalam ajang LPTNU Award 2026 yang diselenggarakan oleh LPT PBNU di di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026).

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UNUSIDA, organisasi kemahasiswaan, serta jaringan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di seluruh Indonesia.

Ninna sapaan akrabnya, mengaku sangat bersyukur atas penghargaan yang diraihnya. Ia mengatakan bahwa kemenangan tersebut pada awalnya tidak ia sangka, namun ia memandangnya sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya tentu merasa sangat bersyukur dan awalnya tidak menyangka akan pencapaian ini. Namun bagi saya ini bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk terus berkontribusi membawa nama baik kampus, organisasi, serta PTNU agar semakin berkembang dan berdaya saing,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Ia mengaku, motivasinya mengikuti ajang pemilihan Duta Putri PTNU berangkat dari keinginannya untuk berkontribusi di dunia pendidikan. Sebagai mahasiswa PGSD, ia ingin menjadi bagian dari generasi muda yang mampu menghadirkan gagasan dan inovasi bagi kemajuan pendidikan, khususnya di lingkungan PTNU.

Dalam proses seleksi, Ninna harus melalui berbagai tahapan yang cukup menantang. Seleksi dimulai dari penulisan esai yang membahas ide kontribusi mahasiswa terhadap pengembangan PTNU di tingkat global. Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi wawancara menggunakan bahasa Inggris yang membahas berbagai isu pendidikan.

Tidak hanya itu, peserta juga menjalani serangkaian penilaian lain seperti tes kepemimpinan (leadership), public speaking, serta kemampuan menjawab isu-isu strategis, termasuk diskusi mengenai perdamaian global atau Board of Peace.

Menurutnya, setiap tahapan seleksi memberikan pengalaman berharga yang turut meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan kepemimpinannya.

Dalam persiapannya, Ninna yang juga Putri Kampus UNUSIDA melakukan berbagai langkah sederhana namun konsisten, seperti mempelajari isu-isu yang berkembang di media sosial, memperdalam kemampuan bahasa Inggris, memahami perkembangan PTNU, hingga melatih public speaking dan bahasa Arab.

Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah kualitas para peserta yang sangat kompetitif. Menurutnya, sebagian besar peserta merupakan mahasiswa berprestasi bahkan duta kampus dari berbagai PTNU di Indonesia. Namun hal tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa sekaligus pengurus organisasi, Aininna tetap mampu membagi waktu dengan baik. Ia menerapkan manajemen waktu dengan membuat skala prioritas sehingga dapat menyeimbangkan tanggung jawab organisasi, perkuliahan, dan persiapan kompetisi.

Melalui ajang tersebut, Aininna juga ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar berani bermimpi dan terus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, di era digital saat ini generasi muda memiliki akses luas terhadap informasi yang dapat dimanfaatkan untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam organisasi dan masyarakat. Menurutnya, perempuan masa kini harus mampu berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya. Hal ini selaras dengan prinsip dalam tradisi Nahdlatul Ulama, yaitu ‘Al-Muhafadzatu ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah’, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Aininna menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman-teman organisasi, serta pihak kampus yang telah memberikan doa dan dukungan penuh. Ia juga menyebut dukungan dari para pimpinan kampus dan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang terus memberikan semangat.

Ke depan, Aininna berharap dapat menjalankan amanah sebagai Duta Putri PTNU dengan sebaik-baiknya serta terus berkontribusi dalam mempromosikan dan memperkuat peran PTNU agar semakin maju dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui capaian ini, ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan pendidikan, pengembangan kapasitas generasi muda, serta program yang memperkuat peran mahasiswa dan kader Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan zaman.

Ia juga berpesan kepada kader IPNU–IPPNU dan mahasiswa UNUSIDA agar tidak takut mencoba berbagai kesempatan. “Keberuntungan dan kemenangan itu tercipta ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan,” tutupnya.

Sekretaris LPPM UNUSIDA Nur Asitah, Peringkat 2 Anugerah LPTNU Award 2026 Bidang Pengabdian (Foto: Humas UNUSIDA)

Sekretaris LPPM UNUSIDA, Nur Asitah Raih Peringkat 2 Anugerah LPTNU Award 2026 Bidang Pengabdian

SIDOARJO – Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Nur Asitah, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih Peringkat 2 Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Pengabdian dalam ajang LPTNU Award 2026. Kegiatan sebagai ajang Anugerah LPTNU Award 2026 ini dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026) malam.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UNUSIDA. Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen UNUSIDA untuk terus menghadirkan tridharma perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Usai menerima penghargaan tersebut, Nur Asitah mengaku merasa sangat bersyukur dan terharu atas pencapaian yang diraih. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu memiliki makna.

“Penghargaan ini seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan menemukan maknanya. Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut, menambahkan bahwa penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Baginya, setiap upaya yang dilakukan secara konsisten dan penuh tanggung jawab akan memiliki nilai dan dampak yang berarti.

Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, capaian ini juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak dosen dan mahasiswa untuk aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selama ini, kegiatan pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada program-program pemberdayaan yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Program-program tersebut juga dirancang dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, sehingga tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menciptakan perubahan dan peningkatan kapasitas masyarakat secara nyata.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat. Selain meningkatkan kualitas program, lembaga ini juga berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha.

“Pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama. Karena itu, kami berharap ke depan semakin banyak kolaborasi yang bisa dibangun agar manfaat program pengabdian dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.

LPPM UNUSIDA Raih Dua Penghargaan Nasional di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Raih 2 Penghargaan LPTNU Award 2026 di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNUSIDA (LPPM) berhasil meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Award 2026 yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jl. Jemursari No. 51-57 Surabaya, Selasa (10/3/2026) malam.

Penghargaan tersebut semakin menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja kolektif seluruh tim yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian secara konsisten.

“Kami sangat bersyukur, terharu, dan bangga. Penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan maknanya. Bagi kami, ini adalah buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar program, melainkan jejak kebaikan yang harus terus dirawat dan diperluas manfaatnya.

Secara pribadi, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis sebagai pengakuan atas komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini memperkuat semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas program, memperluas kolaborasi, serta mendorong dosen dan mahasiswa agar semakin aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selama ini, program pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada kegiatan pemberdayaan dan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa program yang menjadi prioritas antara lain pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Selain itu, UNUSIDA juga mendorong model pengabdian yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat untuk terus memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan kami sederhana, semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak dan berbuat lebih baik. Kami ingin kegiatan pengabdian di UNUSIDA semakin kuat, semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan semakin luas dampaknya,” ujarnya.

Ia juga berharap semakin banyak kolaborasi yang terbangun dengan berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas, dunia usaha, maupun mitra lainnya. Menurutnya, pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi justru awal untuk melangkah lebih jauh dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat.” tutupnya.

UNUSIDA Borong Penghargaan di LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Prestasi Gemilang, UNUSIDA Raih 6 Penghargaan dalam LPTNU Award 2026

SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang LPTNU Award 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Tower Lt.9, Jalan Jemursari No. 51–57, Surabaya, pada Selasa (10/3/2026) malam.

Dalam ajang penghargaan bergengsi bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama tersebut, UNUSIDA berhasil meraih sejumlah penghargaan dari berbagai kategori. Capaian ini menunjukkan komitmen kampus dalam pengembangan pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu penghargaan paling bergengsi diraih oleh Rektor UNUSIDA masa khidmah 2014–2026, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang menerima apresiasi pada kategori Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat Bidang Pembangunan Perguruan Tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fatkul Anam menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkhidmah dalam pengembangan PTNU. Pembangunan perguruan tinggi harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, termasuk melalui penguatan manajemen berbasis digital,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mengembangkan kualitas akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap, prestasi dalam LPTNU Award 2026 dapat semakin memotivasi seluruh sivitas akademika UNUSIDA untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama serta pembangunan bangsa.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dan mengembangkan pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Ia terpilih setelah melalui proses penilaian ketat dan bersaing dengan 23 nominator lainnya dari berbagai perguruan tinggi NU di Indonesia.

“Alhamdulillah, rangkaian prestasi dalam LPTNU Award 2026 ini semakin mempertegas posisi UNUSIDA sebagai salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang aktif mengembangkan inovasi pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan umat dan bangsa,” katanya.

Selain itu, prestasi juga datang dari mahasiswa UNUSIDA. Aininna Halizah Rahma dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berhasil meraih Peringkat 1 Duta PTNU Putri. Capaian ini menunjukkan potensi mahasiswa UNUSIDA dalam bidang kepemimpinan, komunikasi, serta representasi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di tingkat nasional.

Sementara itu, dosen UNUSIDA Aris Kuswanto berhasil meraih Peringkat 2 Kategori Dosen Berdampak pada Masyarakat Bidang Khidmat Jam’iyah, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.

Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama. Penghargaan ini menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tidak hanya dari kalangan dosen, penghargaan juga diraih oleh tenaga kependidikan UNUSIDA. Nur Asita berhasil memperoleh Peringkat 2 Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Pengabdian, yang menunjukkan dedikasi tenaga kependidikan dalam mendukung pengembangan kampus sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Terima kasih. Tentu kami sangat bersyukur dan merasa bangga atas penghargaan ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar capaian individu atau lembaga, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh tim di lingkungan UNUSIDA yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Asita yang kini menjadi dosen PGSD tersebut.

Alumni PGSD UNUSIDA, Izathun Alcharimah Ana Safitri, S.Pd., M.Pd. (Foto Humas UNUSIDA)

Dari Dunia Pendidikan ke Ruang Publik, Kisah Izathun Alcharimah Alumni PGSD UNUSIDA Berkiprah di Bawaslu Sidoarjo

Perjalanan karier tidak selalu berjalan lurus sesuai bidang studi. Hal inilah yang dibuktikan oleh alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Izathun Alcharimah Ana Safitri, S.Pd., M.Pd. Lulusan tahun 2019 tersebut kini berkiprah sebagai penyelenggara pemilu di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sidoarjo.

Berangkat dari latar belakang pendidikan dasar, Izathun membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak hanya relevan di ruang kelas, tetapi juga dapat menjadi bekal penting dalam dunia publik yang dinamis. Menurutnya, pendidikan adalah fondasi dalam membangun kesadaran demokrasi dan integritas masyarakat.

“PGSD mengajarkan saya tentang kesabaran, komunikasi, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu sangat relevan ketika bekerja di ruang publik,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (5/3/2026).

Dalam perannya sebagai penyelenggara pemilu di Bawaslu Sidoarjo, Izathun terlibat dalam pengawasan berbagai tahapan pemilu di tingkat kabupaten. Tugasnya meliputi memastikan proses berjalan sesuai regulasi, menjaga netralitas, hingga menangani berbagai dinamika yang muncul di lapangan.

Peran tersebut menuntut ketelitian administrasi, keberanian dalam mengambil keputusan, serta kemampuan menyampaikan informasi secara objektif kepada masyarakat. Menurutnya, dunia kepemiluan merupakan ruang pembelajaran yang sangat kaya akan pengalaman.

“Ketika berada di dunia publik, kita belajar untuk lebih dewasa. Setiap ucapan dan tindakan memiliki konsekuensi. Kita harus bijak, netral, dan tetap berpegang pada aturan,” jelasnya.

Pengalaman tersebut menjadi jembatan menuju kematangan pribadi. Ia belajar mengelola emosi, bersikap profesional di tengah perbedaan pandangan, serta membangun komunikasi yang sehat dengan berbagai pihak—baik peserta pemilu, sesama penyelenggara, maupun masyarakat.

Sebagai alumni PGSD, Izathun juga merasakan bahwa kemampuan mendidik dan memberikan pemahaman kepada masyarakat menjadi nilai tambah tersendiri. Dalam berbagai kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif, latar belakang pendidikannya membantu dalam menyampaikan informasi secara komunikatif dan mudah dipahami.

“Edukasi kepada masyarakat itu penting. Demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga pada kesadaran masyarakat,” tuturnya.

Ia pun membagikan sejumlah pesan bagi mahasiswa, khususnya dari Prodi PGSD, agar tidak membatasi diri dalam menentukan masa depan. Menurutnya, lulusan PGSD memiliki kompetensi komunikasi, manajemen, dan kepemimpinan yang dapat diterapkan di berbagai bidang.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun integritas sejak dini. Dalam dunia kepemiluan, netralitas dan kejujuran menjadi prinsip utama yang tidak dapat ditawar. Kemauan untuk terus belajar serta kesiapan menghadapi kritik juga menjadi bekal penting bagi siapa pun yang ingin berkiprah di ruang publik.

Bagi Izathun, perjalanan kariernya bukan sekadar tentang posisi atau jabatan, tetapi tentang proses bertumbuh sebagai pribadi. Dunia publik membentuknya menjadi lebih sabar, tegas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Kini, sebagai bagian dari Bawaslu Sidoarjo, ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk turut menjaga kualitas demokrasi di daerah. Ia percaya bahwa demokrasi yang kuat memerlukan pengawasan yang profesional serta individu-individu yang matang secara karakter.

Kisah Izathun menjadi bukti bahwa alumni PGSD memiliki ruang kontribusi yang luas, termasuk di dunia kepemiluan. Pendidikan yang ia tempuh menjadi fondasi untuk memahami masyarakat, membangun komunikasi, serta menjaga integritas dalam setiap langkah pengabdian.

“Menjadi bagian dari penyelenggara pemilu bukan hanya tentang bekerja, tetapi tentang mengabdi. Dunia publik adalah ruang untuk belajar menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab,” pungkasnya.