Pos

Ayu Munjidah, S.Pd., alumni Program Studi S1 PGSD UNUSIDA sebagai guru di MI Al Abror Pekauman. (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif! Ayu Munjidah Menebar Manfaat sebagai Pendidik Berbekal Ilmu dan Pengalaman Organisasi

Pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik, tetapi juga perjalanan membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta menyiapkan generasi muda untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Nilai itulah yang dirasakan oleh Ayu Munjidah, S.Pd., alumni Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2020 yang kini mengabdikan diri sebagai guru di MI Al Abror Pekauman.

Bagi Ayu, perjalanan selama menempuh pendidikan di UNUSIDA menjadi salah satu fase paling berharga dalam hidupnya. Tidak hanya memperoleh bekal ilmu akademik, ia juga mendapatkan pengalaman organisasi, karya ilmiah, hingga pembinaan karakter yang menjadi modal utama dalam menjalankan profesinya sebagai seorang pendidik.

Saat mengenang masa-masa kuliah, Ayu mengaku memiliki banyak pengalaman yang sulit dilupakan. Salah satu momen yang paling membanggakan adalah ketika dirinya berhasil menerbitkan dua buku antologi puisi bersama beberapa dosen UNUSIDA.

Karya tersebut lahir melalui proses pendampingan dan bimbingan yang intensif dari para dosen, khususnya Agung Purnomo, beserta dosen-dosen lainnya yang terus mendorong mahasiswa untuk berani berkarya dan mengembangkan kreativitas di luar kegiatan akademik.

“Pengalaman saya selama kuliah di UNUSIDA yang paling berkesan adalah ketika saya memiliki dua buku puisi karya saya bersama beberapa dosen UNUSIDA dengan bimbingan Pak Agung Purnomo dan beberapa dosen lainnya,” ungkap Ayu.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa lingkungan akademik UNUSIDA tidak hanya mendorong mahasiswa untuk unggul di bidang akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa.

Selain aktif berkarya, Ayu juga menjadi bagian dari perjalanan awal berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Unggul. Bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya, ia turut merintis organisasi tersebut dari awal hingga berkembang menjadi salah satu wadah pengembangan prestasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Menurutnya, membangun sebuah organisasi bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan komitmen, kerja sama, serta semangat untuk terus belajar dan berproses bersama.

“Pengalaman bersama teman-teman UKM Mahasiswa Unggul menjadi salah satu cerita yang tidak akan pernah saya lupakan. Kami merintis dan membangun UKM tersebut mulai dari nol hingga berada di titik seperti sekarang,” kenangnya.

Melihat perkembangan UKM Mahasiswa Unggul yang terus melahirkan mahasiswa berprestasi setiap tahunnya memberikan kebanggaan tersendiri bagi Ayu. Ia merasa perjuangan yang dilakukan bersama teman-teman saat merintis organisasi tersebut kini mulai membuahkan hasil.

“Saya sangat bangga melihat perkembangan UKM Mahasiswa Unggul yang dari tahun ke tahun bisa berkarya lebih baik lagi dan terus dilanjutkan oleh adik-adik junior yang hebat,” ujarnya.

Kini, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjadi mahasiswa UNUSIDA menjadi bekal utama Ayu dalam menjalankan amanah sebagai seorang pendidik di MI Al Abror Pekauman.

Ia menilai bahwa UNUSIDA memberikan banyak manfaat bagi perjalanan kariernya. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter serta memberikan nilai-nilai kehidupan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.

“Kampus UNUSIDA banyak memberikan manfaat untuk karier saya yang sekarang, alhamdulillah masih diamanahi menjadi seorang pendidik,” tuturnya.

Menurut Ayu, keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar, tetapi juga oleh keteladanan, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar. Nilai-nilai tersebut banyak ia pelajari dari para dosen selama menempuh pendidikan di UNUSIDA.

Ia mengaku masih mengingat dengan baik setiap ilmu, nasihat, dan keteladanan yang diberikan oleh para dosen. Baginya, para dosen UNUSIDA bukan hanya pengajar, tetapi juga mentor yang memberikan inspirasi dalam menjalani profesi sebagai pendidik.

“Di bangku kuliah, saya bertemu dengan dosen-dosen yang hebat dan kompeten. Mereka menjadi salah satu penunjang bagi saya ketika kuliah dan sampai detik ini saya masih mengingat jasa serta ilmu yang beliau ajarkan kepada kami,” katanya.

Pengalaman belajar bersama dosen yang berdedikasi membuat Ayu semakin yakin bahwa menjadi seorang guru adalah profesi yang mulia sekaligus penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen untuk meneruskan nilai-nilai yang telah diajarkan selama kuliah kepada peserta didiknya.

Sebagai alumni, Ayu berharap UNUSIDA terus melahirkan lulusan-lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat berkarya, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan agar memanfaatkan setiap kesempatan yang ada di kampus, baik melalui kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi, berkarya, dan membangun jejaring selama kuliah akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika memasuki dunia kerja.

“Perjalanan di bangku kuliah bukan sekadar mengejar nilai atau gelar, melainkan proses membentuk pribadi yang tangguh, kreatif, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Dengan bekal ilmu, pengalaman organisasi, serta bimbingan para dosen, yang menjadi inspirasi hingga kini untuk terus mengabdikan diri di dunia pendidikan dengan harapan dapat mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, S.Sos., M.M., saat menjadi Narasumber dalam Pembekalan KKN UNUSIDA Berdaya 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ratusan Mahasiswa UNUSIDA Ikuti Pembekalan KKN BERDAYA 2026, Tekankan Menjadi Mitra Pemberdayaan Masyarakat

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Pembekalan KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum terjun ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (25/6/2026). dan diikuti oleh seluruh peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 dengan mengusung semangat ‘Berhikmah, Berkarya, dan Berdampak’.

Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai peran, tugas, serta tanggung jawab selama melaksanakan pengabdian di masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN hadir di desa bukan sebagai pihak yang merasa paling tahu atau datang untuk menyelamatkan masyarakat, melainkan sebagai mitra pemberdayaan yang belajar bersama masyarakat.

“Mahasiswa hadir ke desa sebagai mitra pemberdayaan. Teman-teman tidak perlu datang dengan pemikiran bahwa akan menyelamatkan dunia atau membawa program-program yang terlalu muluk. Yang terpenting adalah program yang berdampak, realistis, dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” ujar Elsa dalam sesi pembekalan.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut juga mengingatkan bahwa mahasiswa pada dasarnya masih berada dalam proses belajar. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan selama KKN harus mengedepankan sikap rendah hati, kemampuan mendengar, serta kesediaan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam pemaparannya, Elsa menjelaskan bahwa mahasiswa KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 memiliki beberapa peran utama selama berada di lokasi pengabdian. Pertama, sebagai pembelajar yang hadir untuk mendengarkan kebutuhan warga dan memahami kondisi serta konteks desa. Kedua, sebagai fasilitator yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan, data, dan solusi sederhana bagi masyarakat. Ketiga, sebagai kolaborator yang bekerja sama dengan pemerintah desa, kader masyarakat, sekolah, pelaku UMKM, dan berbagai komunitas lokal. Serta yang terakhir, sebagai pembawa dampak, yakni meninggalkan luaran, rekomendasi, serta program keberlanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Elsa menjelaskan bahwa tema besar KKN telah ditentukan oleh masing-masing fakultas dan akan menjadi dasar dalam penyusunan program kerja di setiap kelompok. Namun demikian, implementasi program tetap harus menyesuaikan karakteristik dan potensi masing-masing desa.

“Program kerja nantinya bergantung pada tema yang dibawa oleh masing-masing kelompok dan kondisi desa yang ditempati. Mahasiswa dapat berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) maupun Tim Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) agar program yang disusun benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Ia berharap, KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 mampu menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Elsa pun menutup arahannya dengan pesan yang sarat makna bagi seluruh peserta KKN.

“Datang dengan adab, bekerja dengan ilmu, pulang meninggalkan manfaat,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan pembagian kelompok KKN UNUSIDA BERDAYA 2026. Seluruh peserta diminta untuk segera mengecek nama, kelompok, lokasi desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing melalui tautan yang telah disediakan disini

Setelah mengetahui kelompoknya, mahasiswa diimbau untuk segera berkoordinasi dengan anggota kelompok serta DPL guna mempersiapkan pelaksanaan program kerja dan keberangkatan ke lokasi KKN.

“Semoga seluruh peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 dapat melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan kemasyarakatan, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” harapnya.

Dalam pembekalan tersebut menghadirkan Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, S.Sos., M.M., sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan gambaran kondisi masyarakat Sidoarjo sekaligus tantangan pembangunan desa yang perlu dipahami mahasiswa.

Probo Agus Sunarno menjelaskan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga sebagai mitra pemerintah desa dalam mengidentifikasi potensi, memetakan persoalan, dan menghadirkan solusi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat dan memberdayakan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu membaca kondisi riil masyarakat. Data yang kami sampaikan ini diharapkan menjadi bekal agar program KKN yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa, bukan sekadar melaksanakan kegiatan seremonial,” pungkasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA saat Mengunjungi SWAKARYA 2026, Pameran Tugas Akhir Mahasiswa DKV UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa DKV UNUSIDA Gelar Swakarya Pameran Tugas Akhir, Tampilkan Puluhan Karya Kreatif

SIDOARJO — Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Swakarya: Pameran Tugas Akhir Mahasiswa yang berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu (25–27 Juni 2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa angkatan 2022 untuk memamerkan hasil karya terbaik mereka sebelum memasuki tahapan akhir akademik berupa ujian skripsi, yudisium, dan wisuda.

Pameran yang digelar di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA tersebut menampilkan beragam karya kreatif mahasiswa DKV, mulai dari branding, ilustrasi, desain kampanye, fotografi, videografi, hingga berbagai karya visual yang lahir dari proses riset dan perancangan selama masa studi.

Dosen DKV sekaligus pembimbing tugas akhir, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menyampaikan apresiasi atas perjuangan mahasiswa yang telah berhasil mencapai tahap pameran tugas akhir. Menurutnya, perjalanan hingga titik ini tidaklah mudah dan membutuhkan konsistensi serta kesungguhan yang tinggi.

“Setelah pameran ini, tahapan berikutnya adalah ujian skripsi, kemudian yudisium dan wisuda. Artinya, kalian tinggal menyelesaikan beberapa langkah terakhir sebelum resmi menjadi sarjana,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 66 mahasiswa angkatan 2022, hanya sekitar 35 mahasiswa yang berhasil mencapai tahap pameran tugas akhir saat ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan semata, tetapi juga oleh komitmen dan konsistensi dalam menjalani proses.

“Banyak orang yang terlihat lebih hebat, tetapi belum tentu mampu bertahan hingga akhir. Yang membawa kalian sampai di sini adalah kesungguhan, kerja keras, dan konsistensi. Modal itulah yang nantinya juga akan sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menekankan bahwa pameran merupakan bagian penting dalam disiplin ilmu DKV yang berbasis seni dan komunikasi visual.

“DKV adalah rumpun keilmuan seni. Karena itu karya harus ditampilkan dan dikomunikasikan kepada publik. Pameran menjadi sarana untuk menunjukkan hasil proses kreatif yang selama ini dikerjakan mahasiswa,” jelasnya.

Menurut Arda, kegiatan pameran tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat, industri kreatif, hingga calon pengguna jasa desain yang berkunjung ke lokasi pameran.

“Kalau pameran, tentu harus ada yang dipamerkan. Karya-karya mahasiswa inilah yang menjadi bukti kompetensi mereka. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan dapat melibatkan lebih banyak pihak dari luar kampus sehingga karya mahasiswa semakin dikenal luas,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada mahasiswa agar mampu menjaga kualitas sekaligus menyelesaikan studi tepat waktu.

“Masuk UNUSIDA harus bermutu dan lulus tepat waktu. Khusus di DKV, mutu itu dibuktikan melalui karya. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa telah menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun profesional,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian dan keberanian mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, kemampuan teknis harus dibarengi dengan keberanian untuk menunjukkan hasil karya kepada publik.

“Jangan takut menunjukkan karya. Jangan berkecil hati. Kalian sudah berani memamerkan hasil kerja keras kepada masyarakat. Itu adalah langkah awal yang sangat penting untuk memasuki dunia profesional,” tuturnya.

Selain pameran karya, SWAKARYA 2026 juga menghadirkan seminar bersama praktisi kreatif yang membagikan pengalaman dan wawasan mengenai dunia industri kreatif. Pada hari pertama, seminar menghadirkan Habib Maulana, S.Ds. dengan tema Every Perspective Tells Motions. Sementara pada hari kedua, Charis Shodiq, S.Ds. berbagi materi bertajuk Menata Karier Pekerja Kreatif di Era Industri Digital.

Pameran ini dibuka untuk umum yang menjadi ruang apresiasi sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan menyelesaikan studi dengan mutu yang baik serta tepat waktu.

Mahasiswa UNUSIDA Mendapatkan Pelatihan Pembuatan Dimsum dan Minuman Kekinian dari Mitra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Gelar Pelatihan Wirausaha Baru

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Pelatihan Wirausaha Baru bagi mahasiswa sebagai upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (23/6/2026) tersebut berlangsung dengan antusias dan menghadirkan materi praktis yang dapat langsung diterapkan sebagai peluang usaha.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan secara langsung.

Menurutnya, program ini menjadi langkah positif karena mahasiswa kini mulai dilibatkan dalam berbagai program pemberdayaan UMKM yang sebelumnya lebih banyak menyasar masyarakat umum.

“Alhamdulillah, saat ini mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, menimba ilmu, dan berlatih menjadi seorang wirausaha. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik serta pembinaan manajemen usaha yang dapat menjadi bekal ketika terjun ke dunia bisnis,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program pelatihan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Rencananya, akan ada pelatihan lanjutan yang dilaksanakan pada periode Juli hingga September 2026 dengan peserta yang sama guna memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Kesempatan seperti ini sangat berharga karena para narasumber yang hadir merupakan praktisi dan pelaku UMKM yang telah berpengalaman di bidangnya,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung mengenai proses pembuatan dimsum dan minuman kekinian yang saat ini banyak diminati oleh kalangan muda. Selain mempraktikkan proses produksi, peserta juga dibekali wawasan mengenai pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga manajemen usaha sederhana.

Materi tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas dan modal usaha yang relatif terjangkau, sehingga cocok dijadikan alternatif usaha bagi mahasiswa untuk memperoleh tambahan penghasilan sekaligus melatih jiwa entrepreneur sejak dini.

Novie menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mampu menciptakan peluang usaha baru serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami optimistis akan lahir wirausahawan muda dari mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial yang kuat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.

BEM FE UNUSIDA Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FE UNUSIDA Gelar Grand Final Duta Ekonomi 2026, Cetak Generasi Cerdas, Kreatif, Inspiratif, dan Berintegritas

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Grand Final Duta Ekonomi 2026 pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema ‘Membentuk Duta Ekonomi Masa Depan yang Cerdas, Kreatif, Inspiratif dan Berintegritas’ ini menjadi puncak rangkaian seleksi yang telah dilalui para finalis melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, hingga penampilan pada saat grand final.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta keluarga finalis yang memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026, terpilihnya M. Fadli Rahmadhani Manajemen 2025A dan Lili Itaurrahma Manajemen 2025A sebagai Duta Fakultas Ekonomi 2026.

Gubernur BEM Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Pingkya Angelica Thaufani, dalam sambutannya mengaku bangga dan terharu dapat menyaksikan proses para finalis yang telah berjuang hingga mencapai tahap akhir kompetisi.

“Saya berdiri di sini dengan rasa bangga karena dulu saya juga pernah berproses di tempat ini. Hari ini saya menyaksikan adik-adik yang telah melalui perjalanan panjang mulai dari seleksi, wawancara, karantina hingga grand final. Kalian adalah mahasiswa pilihan yang telah membuktikan komitmen dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia berharap Duta Fakultas Ekonomi 2026 dapat menjadi generasi yang lebih baik dan mampu melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya.

“Pemilihan Duta Ekonomi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan soft skills mahasiswa. Sebab, generasi muda saat ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, serta kemampuan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta fakultas merupakan wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Kompetisi ini sangat bermanfaat karena menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, etika, serta kepemimpinan. Saya melihat para finalis memiliki perubahan yang luar biasa, baik dari sikap, gestur, maupun cara berinteraksi,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pembina, serta para Duta Fakultas Ekonomi yang selama ini aktif membantu promosi dan pengembangan citra Fakultas Ekonomi melalui berbagai kegiatan dan media sosial.

“Duta Fakultas Ekonomi adalah brand ambassador fakultas. Mereka membawa nama baik Fakultas Ekonomi sekaligus UNUSIDA. Pengalaman yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja nanti,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar duta sebagai ajang prestise, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kualitas diri.

Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini.

“Yang paling penting adalah kemampuan berkomunikasi. Bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan, membangun relasi, dan menunjukkan kualitas dirinya melalui komunikasi yang baik. Itulah yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan maupun dunia kerja,” tuturnya.

Ia juga mendorong para finalis untuk terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Semoga Duta Ekonomi nanti mampu menjalankan perannya sebagai representasi fakultas, menjadi agen promosi kampus, serta berkontribusi aktif dalam mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa dan institusi di masa mendatang,” pungkasnya.

Salah satu mahasiswa sedang mempresentasikan sekaligus mendiseminasikan hasil karya ilmiah dan inovasi teknologi saat Diseminasi Tugas Akhir FILKOM UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Diseminasi Tugas Akhir Secara Terbuka, Jadi Ajang Unjuk Karya Inovasi Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Diseminasi Tugas Akhir Mahasiswa di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan sekaligus mendiseminasikan hasil karya ilmiah dan inovasi teknologi yang telah dikembangkan sebagai tugas akhir kepada masyarakat akademik, dunia industri, dan sektor pendidikan.

Sebanyak 28 mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Sistem Informasi, dan Informatika turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka memaparkan hasil penelitian, aplikasi, sistem informasi, produk digital, hingga karya desain yang telah disusun sebagai syarat penyelesaian studi.

Berbeda dari sidang tugas akhir pada umumnya, kegiatan ini menghadirkan berbagai pihak eksternal sebagai mitra dan pengguna potensial hasil karya mahasiswa. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan industri dari PT SIAP, dosen, mahasiswa, serta perwakilan sektor pendidikan, termasuk guru dari SMK NU Ketegan.

Melalui forum diseminasi ini, para mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil penelitiannya, tetapi juga melakukan demonstrasi dan uji coba langsung terhadap produk maupun sistem yang telah dikembangkan. Para peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk memberikan masukan, kritik, dan saran guna menyempurnakan inovasi yang dihasilkan.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif FILKOM UNUSIDA dalam menghadirkan model pembelajaran yang menghubungkan karya akademik mahasiswa dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

Menurutnya, kegiatan diseminasi tugas akhir menjadi langkah strategis untuk memastikan hasil penelitian mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen akademik semata, tetapi dapat dimanfaatkan oleh dunia industri, lembaga pendidikan, maupun masyarakat luas.

“Inovasi, kreativitas, dan solusi teknologi karya mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA dipresentasikan dalam kegiatan Diseminasi Tugas Akhir sebagai wujud kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan perkembangan teknologi digital. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan karya yang aplikatif, inovatif, dan berdampak,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dan dunia kerja.

Lebih lanjut, Dr. Hadi Ismanto menilai bahwa pelaksanaan diseminasi tugas akhir yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah progresif yang patut dikembangkan di lingkungan UNUSIDA.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif FILKOM UNUSIDA yang menghadirkan berbagai pihak dari dunia industri dan pendidikan untuk melihat langsung karya mahasiswa. Dengan demikian, hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan dapat dikenalkan kepada mitra, dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan pengguna,” ujarnya.

Menurutnya, model diseminasi seperti ini dapat menjadi pilot project bagi fakultas dan program studi lain di UNUSIDA. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki nilai guna dan dampak yang nyata.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi budaya akademik di UNUSIDA. Mahasiswa perlu diarahkan untuk menghasilkan inovasi dan karya ilmiah yang dapat diakses, dipahami, serta dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi tugas akhir merupakan salah satu upaya untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Selain menjadi ruang publikasi hasil penelitian mahasiswa, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dan pengembangan produk yang lebih luas.

Beragam karya yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan melalui pendekatan teknologi digital. Mulai dari pengembangan aplikasi berbasis web dan mobile, sistem informasi untuk kebutuhan organisasi dan pendidikan, hingga karya desain komunikasi visual yang mendukung promosi dan edukasi masyarakat.

Pihaknya sangat mendukung potensi mahasiswa untuk dapat menjelaskan konsep, proses pengembangan, hingga manfaat dari karya yang mereka hasilkan. Di sisi lain, para mitra industri dan guru yang hadir turut memberikan masukan mengenai peluang implementasi serta pengembangan produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

“Melalui kegiatan Diseminasi Tugas Akhir ini, kami tidak hanya menunjukkan kualitas karya mahasiswa, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang relevan, solutif, dan berdaya saing, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan ekosistem teknologi dan inovasi di Indonesia.

“Tentu, akan ada evaluasi dan inovasi disetiap penyelenggaraan. Kami ingin menunjukkan bahwa tugas akhir bukan sekadar syarat akademik untuk meraih gelar sarjana, melainkan dapat menjadi sarana lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan industri,” pungkasnya.

Ahmad Rio Afandi, S.T., alumni Program Studi S1 Teknik Kimia UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dari Pekerja Menjadi Profesional di Industri Manufaktur, Rio Afandi Jadi Alumni Teknik Kimia UNUSIDA yang Raih Karir Impian

Perjuangan meraih pendidikan tinggi sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama bagi mereka yang harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi Ahmad Rio Afandi, S.T., alumni Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), untuk mewujudkan impiannya.

Lulusan tahun 2023 tersebut kini berkarier di bidang manufaktur dan bekerja di PT Bidik Inovasi Global. Kesuksesan yang diraihnya saat ini tidak terlepas dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.

Rio mengaku bahwa pada awalnya keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi terasa seperti sesuatu yang sulit diwujudkan. Sebagai seorang pekerja, ia harus menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi waktu maupun kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan formal.

“Kondisi segala keterbatasan saya sebagai pekerja untuk meraih bangku kuliah seperti hal yang tabu. Namun UNUSIDA hadir membantu saya dengan segala kemudahan,” ungkap Rio kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (5/6/2026).

Menurutnya, UNUSIDA memberikan ruang bagi siapa saja yang memiliki semangat untuk belajar dan berkembang. Berbagai fasilitas pendukung yang tersedia, ditambah dengan lingkungan akademik yang kondusif, membuatnya mampu menjalani perkuliahan dengan baik meskipun tetap harus bekerja.

Salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah dukungan yang diberikan oleh para dosen selama proses perkuliahan. Ia merasakan bahwa para dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi motivator yang senantiasa memberikan semangat kepada mahasiswa untuk terus berkembang dan menyelesaikan pendidikan.

“Dosen-dosen sangat suportif kepada saya sehingga saya dapat bekerja dengan nyaman sekaligus menyelesaikan kuliah dengan baik,” ujarnya.

Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi Rio untuk tetap konsisten menjalani dua peran sekaligus, yaitu sebagai pekerja dan mahasiswa. Dengan manajemen waktu yang baik serta lingkungan kampus yang mendukung, ia berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Teknik Kimia hingga meraih gelar sarjana.

Bagi Rio, memilih Teknik Kimia bukan sekadar mengikuti tren atau tuntutan pekerjaan. Ia memiliki ketertarikan yang besar terhadap bidang tersebut dan ingin mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan minat serta potensi dirinya.

Selama menempuh pendidikan di UNUSIDA, ia memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Mulai dari pemahaman mengenai proses kimia, pengolahan bahan, manajemen produksi, hingga kemampuan analisis yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Ia menilai bahwa kurikulum yang diterapkan di Program Studi Teknik Kimia UNUSIDA mampu memberikan fondasi yang kuat bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

“Teknik Kimia UNUSIDA yang mengantarkan saya pada pekerjaan impian saya saat ini,” katanya.

Saat ini, Rio berkiprah di PT Bidik Inovasi Global, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Pekerjaan yang dijalaninya sangat berkaitan dengan ilmu yang diperoleh selama masa kuliah, sehingga ia dapat mengaplikasikan berbagai konsep dan teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.

Menurutnya, keberhasilan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi merupakan salah satu pencapaian yang sangat membanggakan. Hal tersebut membuktikan bahwa pendidikan yang ditempuh memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan dunia industri.

Tidak hanya bekal akademik, Rio juga merasakan manfaat besar dari pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama menjadi mahasiswa UNUSIDA. Sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, UNUSIDA tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan moral mahasiswa.

Rio mengaku bahwa nilai-nilai tersebut menjadi pegangan penting dalam menjalani kehidupan profesional maupun sosial di tengah masyarakat.

“Bekal ilmu akademik, norma agama, dan kehidupan yang saya peroleh saat kuliah membuat saya mampu survive di dunia luar, khususnya dalam dunia kerja,” tuturnya.

Menurutnya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga integritas, etika, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi dan tantangan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting yang terus ia pegang hingga saat ini.

Rio berharap pengalaman yang ia alami dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa yang sedang berjuang menempuh pendidikan di tengah berbagai keterbatasan. Ia meyakini bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan tekad dan kerja keras.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya serta terus mengembangkan potensi diri agar mampu bersaing di dunia profesional.

“Dukungan lingkungan yang tepat, semangat belajar yang kuat, dan kemauan untuk terus berkembang menjadikan setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dari seorang pekerja yang sempat menganggap bangku kuliah sebagai sesuatu yang sulit dijangkau, kini ia berhasil berdiri sebagai profesional di bidang manufaktur yang bekerja sesuai dengan passion dan keilmuan yang ditekuninya,” pungkasnya.

UNUSIDA Perkuat Kemitraan Strategis dengan KADIN Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Perkuat Kemitraan Strategis dengan KADIN Sidoarjo untuk Advokasi Hukum dan Pengembangan SDM

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna mendukung pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran UNUSIDA dalam agenda koordinasi dan penandatanganan kerja sama yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sidoarjo di Ruang Rapat Hj. Maimunah, Kantor Sekretariat KADIN Sidoarjo, Jumat (5/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Etika Bisnis KADIN Sidoarjo, Sigit Hermawan memaparkan sejumlah program strategis, salah satunya pembentukan Klinik Hukum dan Etika Bisnis KADIN Sidoarjo. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha, pengurus KADIN, UMKM, dan profesional mengenai aspek hukum bisnis, tata kelola perusahaan, etika bisnis, kepatuhan regulasi, serta penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Terima kasih atas kehadirannya, pertemuan ini membahas berbagai peluang kolaborasi antara KADIN Sidoarjo dan perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam bidang hukum, etika bisnis, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Selain itu, dipaparkan pula berbagai usulan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, termasuk dengan Program Studi Hukum UNUSIDA. Kerja sama tersebut meliputi penyelenggaraan kuliah umum, penguatan pendidikan hukum bisnis, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Jawa Timur.

Salah satu program prioritas yang menjadi perhatian adalah Advokasi dan Bantuan Hukum bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sidoarjo, pelaku UMKM, serta anggota dan pengurus KADIN Sidoarjo.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan hukum, edukasi, serta perlindungan bagi para pekerja migran dan pelaku usaha agar memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap aspek hukum dalam aktivitas kerja maupun usaha,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif menyampaikan bahwa kemitraan dengan KADIN merupakan langkah strategis dalam mendukung visi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan. Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa memperoleh akses yang lebih luas terhadap pengalaman industri, penguatan kompetensi profesional, serta kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, pihaknya sangat mendukung untuk terus mengembangkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kompetensi mahasiswa, serta percepatan terwujudnya lulusan yang siap bersaing di dunia kerja dan dunia usaha. Selain itu juga untuk membuka peluang bagi UNUSIDA untuk berkontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan hukum dan bisnis yang sejalan dengan kebutuhan dunia industri saat ini.

“Sinergi ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi konsep link and match antara perguruan tinggi dan industri dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. Semoga kolaborasi ini mampu membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis, memperluas jaringan profesional, serta meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Kerja sama yang direncanakan akan dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang disertai pelaksanaan berbagai kegiatan akademik maupun praktis.

Program tersebut direncanakan berlangsung pada periode Maret hingga Juli 2026 dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo sebagai mitra kerja sama.

Guru Besar UiTM Malaysia Prof Shukor Sanim saat menjadi narasumber dalam International Guest Lecture UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Guru Besar UiTM Malaysia Prof Shukor Sanim Bahas Masa Depan Peradaban di Era AI dalam International Guest Lecture di UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan International Guest Lecture yang menghadirkan akademisi dari Malaysia, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 5 Gedung A UNUSIDA ini mengangkat tema “AI and the Future of Civilization: Pedagogical Reconstruction, Economic Acceleration, and Contemporary Ethical Matrices in the ASEAN Context”.

Kuliah tamu internasional ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika UNUSIDA yang antusias mendiskusikan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta dampaknya terhadap pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat ASEAN. Dalam rangka menghadirkan wawasan global bagi mahasiswa serta memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi perubahan peradaban yang dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan.

Dalam pemaparannya, Prof. Shukor Sanim menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan atau fiksi ilmiah, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat ini, AI telah digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan, pertanian, hingga penelitian ilmiah.

“Teknologi sebelumnya membantu pekerjaan fisik manusia, sedangkan AI membantu pekerjaan kognitif manusia, termasuk proses berpikir, pengambilan keputusan, dan kreativitas,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan AI merupakan salah satu lompatan besar dalam sejarah peradaban manusia setelah revolusi industri, penemuan listrik, dan internet. Jika revolusi industri mengubah cara manusia bekerja secara fisik, maka AI mengubah cara manusia berpikir dan memproses informasi.

Trasformasi Pendidikan di Era AI
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah perubahan paradigma pendidikan di era kecerdasan buatan. Prof. Shukor menjelaskan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi tempat penyampaian informasi, karena informasi kini dapat diakses dengan mudah melalui teknologi AI.

“Mahasiswa tidak lagi membutuhkan dosen hanya sebagai sumber informasi. Mereka membutuhkan dosen sebagai pembimbing yang mampu menanamkan kebijaksanaan, pemikiran kritis, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan masa depan harus berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, kepemimpinan, kecerdasan emosional, dan kemampuan berkolaborasi lintas disiplin ilmu. Perguruan tinggi harus bertransformasi dari sekadar penyedia informasi menjadi pusat pengembangan kapasitas manusia.

Selain itu, AI telah mengubah cara belajar melalui kemampuan melakukan sintesis penelitian, menghasilkan kode program, menerjemahkan bahasa secara instan, hingga membantu pembuatan laporan dan presentasi secara cepat.

Peluang Besar Ekonomi Digital ASEAN
Pada sektor ekonomi, Prof. Shukor memaparkan bahwa AI menjadi motor penggerak utama ekonomi digital yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional di berbagai sektor industri.

Ia mengutip proyeksi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan akan tumbuh dari sekitar 200 miliar dolar AS pada tahun 2022 menjadi 1 triliun dolar AS pada tahun 2030. Oleh karena itu, negara-negara ASEAN perlu menentukan posisi strategisnya di tengah perkembangan teknologi global.

“Pertanyaan penting bagi ASEAN adalah apakah kita hanya akan menjadi konsumen teknologi, atau mampu menjadi produsen dan inovator teknologi AI,” katanya.

Menurutnya, transformasi tenaga kerja juga akan terjadi secara signifikan. Sejumlah pekerjaan administratif rutin diprediksi akan berkurang, sementara profesi baru seperti AI Engineer, Data Scientist, AI Ethicist, dan Digital Strategist akan semakin dibutuhkan.

Tantangan Etika dan Integritas Akademik
Di balik berbagai peluang yang ditawarkan AI, Prof. Shukor juga mengingatkan adanya tantangan etika yang harus dihadapi. Ia menyebut bahwa tantangan terbesar AI bukanlah persoalan teknologi, melainkan persoalan moral dan etika.

Fenomena deepfake, manipulasi suara dan video, penyebaran informasi palsu, serta penyalahgunaan AI untuk menghasilkan sumber referensi fiktif menjadi ancaman nyata yang perlu diantisipasi.

Dalam dunia pendidikan, penggunaan AI juga memunculkan tantangan baru terkait integritas akademik, seperti plagiarisme, ketergantungan berlebihan terhadap teknologi, serta menurunnya kemampuan berpikir mandiri mahasiswa.

“Output AI harus selalu diverifikasi. Teknologi dapat membantu manusia, tetapi tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab akademik,” tegasnya.

Universitas Harus menjadi Pemimpin Tranformasi AI
Lebih lanjut, Prof. Shukor menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta digital di kawasan ASEAN. Universitas diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menciptakan solusi AI yang sesuai dengan karakteristik masyarakat ASEAN yang multikultural, multibahasa, dan beragam secara ekonomi.

Ia juga mendorong kolaborasi antarnegara ASEAN dalam bidang kesehatan digital, pendidikan berbasis teknologi, serta pengembangan kebijakan AI yang berlandaskan etika dan nilai-nilai kemanusiaan.

Lebih lanjut, Prof. Shukor menyampaikan bahwa masa depan bukanlah tentang menggantikan manusia dengan AI, melainkan memberdayakan manusia melalui teknologi.

“Teknologi tidak akan mampu membangun peradaban yang lebih baik sendirian. Manusia harus memandunya dengan etika, kepemimpinan, dan visi yang bijaksana,” pungkasnya.

Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin saat menyampaikan sambutan dalam International Guest Lecture di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua PCNU Sidoarjo Ajak Mahasiswa UNUSIDA Bangun Mimpi Besar untuk Berdaya Saing Global

SIDOARJO — Semangat untuk terus belajar, memiliki cita-cita tinggi, dan menghilangkan rasa malas menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Muhammad Zainal Abidin dalam kegiatan International Guest Lecture yang menghadirkan Associate Professor Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Kamis (4/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Zainal mengingatkan para mahasiswa bahwa kemajuan individu maupun bangsa tidak akan tercapai jika seseorang merasa bangga dengan kebodohan dan berhenti belajar. Menurutnya, di tengah persaingan global yang semakin ketat, generasi muda harus memiliki komitmen kuat untuk terus menambah wawasan dan pengetahuan.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan internasional mengenai perkembangan kecerdasan buatan dan peradaban masa depan, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk terus belajar, bermimpi besar, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas serta berdaya saing global.

“Kalau kita tidak ingin tertinggal dengan negara lain, kampus lain, atau kelompok lain, maka jangan pernah bangga dengan kebodohan. Bangun komitmen untuk terus ingin tahu, terus belajar, dan terus mengejar cita-cita,” pesannya di hadapan mahasiswa dan civitas akademika UNUSIDA.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memiliki impian yang besar dan tidak membatasi diri pada target-target yang terlalu kecil. Menurutnya, cita-cita harus digantungkan setinggi langit agar mampu melahirkan semangat dan kerja keras yang luar biasa.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi dokter atau dosen. Gantungkan cita-cita setinggi mungkin. Jika ingin memiliki banyak dokter sebagai bawahan, berarti Anda harus memiliki rumah sakit. Jika ingin memiliki banyak dosen sebagai bawahan, berarti Anda harus memiliki kampus. Cita-cita besar akan melahirkan langkah besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan perkembangan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU yang saat ini telah memiliki ratusan satuan pendidikan dan ribuan tenaga pendidik. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari keberanian untuk bermimpi besar dan konsisten bekerja mewujudkannya.

Selain itu, Kiai Zainal juga menyoroti tantangan terbesar yang sering dihadapi generasi muda, yaitu rasa malas. Ia menilai Indonesia, khususnya Sidoarjo, memiliki berbagai kemudahan dan kenyamanan yang seharusnya menjadi modal untuk berkembang, bukan justru menjadi alasan untuk bermalas-malasan.

“Allah telah memberikan lingkungan yang nyaman kepada kita. Tetapi sering kali dari kenyamanan itu muncul rasa malas. Jika rasa malas tidak dilawan, kita akan tertinggal dari kelompok lain yang lebih giat belajar dan bekerja,” tuturnya.

Menurutnya, Islam sendiri telah mengajarkan umatnya untuk memerangi kemalasan. Oleh karena itu, mahasiswa harus membangun semangat belajar sepanjang hayat dan tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang dimiliki saat ini.

Lebih lanjut, Kiai Zainal menyampaikan harapannya agar mahasiswa UNUSIDA, khususnya kader-kader Nahdlatul Ulama, menjadi generasi penerus yang mampu membawa organisasi, masyarakat, dan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

“Jika hari ini kalian memiliki semangat belajar yang luar biasa dan mampu menghilangkan rasa malas, maka kalian pantas menjadi pemimpin Nahdlatul Ulama, pemimpin Kabupaten Sidoarjo, pemimpin Jawa Timur, bahkan pemimpin bangsa di masa depan,” tegasnya.