Pos

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 (Foto: UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Tamu Racana (PTR) ke-X Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu-Ahad (7-8/2/2026) dengan rangkaian agenda edukatif dan aplikatif.

Ketua UKM Pramuka UNUSIDA, M Syafi’i menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pintu awal bagi calon anggota untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter.

Melalui Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 ini, ia berharap para peserta dapat memahami nilai-nilai kepramukaan secara komprehensif, meningkatkan keterampilan praktis, serta siap menjadi anggota Racana yang aktif, tangguh, dan berkarakter.

“Kami terus berkomitmen menunjukkan UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA dalam membentuk generasi muda yang disiplin, peduli, dan siap mengabdi bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan sebagai simbol dimulainya Penerimaan Tamu Racana. Momentum ini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan kepada seluruh peserta.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi penguatan wawasan dan keterampilan. Materi Wawasan Kebangsaan menjadi sesi pembuka yang bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Melalui materi ini, peserta diharapkan tumbuh menjadi pribadi pramuka yang berjiwa patriotik dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, peserta menerima materi dari Pemadam Kebakaran mengenai dasar-dasar penanggulangan kebakaran, prosedur keselamatan diri, serta langkah-langkah penanganan situasi darurat. Sesi ini memberikan pengetahuan praktis yang relevan dan bermanfaat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas kepramukaan.

Masih di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan materi Survival. Dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan bertahan hidup di alam terbuka, mulai dari mengenali kondisi lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam sekitar, hingga teknik dasar survival yang diperlukan dalam kondisi darurat.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada materi Mountaineering. Peserta dilatih teknik dasar pendakian, penggunaan peralatan dengan benar, serta aspek keselamatan dalam kegiatan alam bebas. Materi ini bertujuan meningkatkan keterampilan fisik, ketahanan mental, serta kerja sama tim antar peserta.

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar International Seminar Secara Hybrid (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Seminar International Bahas Perang Dagang hingga Volatilitas Pasar Minyak

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik berwawasan global melalui penyelenggaraan International Seminar bertajuk ‘Trade Wars, Sanctions, and Oil Market Volatility under Trump-Era Policies’, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini digelar secara hybrid di Hall Kampus2 UNUSIDA dan Zoom Meeting.

Dekan FE UNUSIDA menyampaikan bahwa seminar internasional sebagai forum ilmiah untuk membedah dinamika ekonomi global yang terus bergerak dan berdampak langsung pada perekonomian nasional. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membuka wawasan mahasiswa terkait perkembangan ekonomi global serta kebijakan internasional yang terus mengalami perubahan.

“Forum ini sangat baik untuk membuka wawasan mahasiswa tentang ekonomi global hingga kebijakan internasional yang pergerakannya secara langsung memengaruhi ekonomi nasional. Mahasiswa harus memiliki perspektif luas dan tidak hanya melihat ekonomi dalam lingkup domestik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa, tantangan ekonomi global menjelang tahun 2026 saat ini semakin kompleks. Kebijakan proteksionisme dan sanksi ekonomi telah menjadi instrumen utama dalam diplomasi internasional yang berdampak signifikan terhadap arus perdagangan global serta stabilitas harga energi, termasuk minyak dunia. Oleh karena itu, kajian akademik yang mendalam sangat diperlukan agar mahasiswa mampu memahami konteks global secara komprehensif.

“Saya harap kampus dapat terus menjadi ruang dialog akademik yang responsif terhadap isu-isu global, sekaligus memperkuat kontribusi kampus NU dalam menjawab tantangan ekonomi dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara umum.

“Memasuki tahun 2026, kita menyaksikan dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Perang dagang, kebijakan sanksi, serta volatilitas pasar energi menjadi isu strategis yang perlu dipahami secara akademis. Saya berharap seminar ini dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA sebagai kampus Nahdlatul Ulama terus berupaya menghadirkan forum akademik yang religius, ilmiah, dan progresif, sejalan dengan semangat membangun generasi intelektual yang adaptif terhadap perubahan global.

“Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperluas perspektif sivitas akademika terhadap dinamika ekonomi global sekaligus memperkuat budaya akademik yang kritis, analitis, dan berdaya saing internasional,” pungkasnya.

UNUSIDA Turut Meriahkan Kirab Panji NU Harlah 100 Tahun NU PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Turut Meriahkan Kirab Panji NU dalam Peringatan Harlah 100 Tahun NU

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut ambil bagian dalam Kirab Panji Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo dalam rangka memperingati Harlah 100 Tahun NU dalam penanggalan Masehi, Selasa (10/02/2026).

Dalam kirab tersebut, UNUSIDA tampil mencolok dengan menampilkan miniatur Gedung UNUSIDA sebagai simbol fasilitas pendidikan tinggi milik NU yang diperuntukkan bagi kader dan masyarakat luas. Miniatur tersebut menjadi representasi komitmen NU Sidoarjo dalam membangun peradaban melalui jalur pendidikan tinggi.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran UNUSIDA dalam kirab tersebut bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kehadiran UNUSIDA dalam kirab panji ini mencerminkan peran strategis perguruan tinggi NU dalam menjaga kesinambungan nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus meneguhkan kontribusi NU dalam dunia pendidikan, sosial, dan kebangsaan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, UNUSIDA memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai keislaman dan kebangsaan.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kirab menjadi bentuk penguatan identitas kampus sebagai rumah besar kader NU.

“Partisipasi aktif mahasiswa UNUSIDA merupakan wujud nyata penguatan identitas kampus sebagai rumah besar kader NU, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan semangat kebangsaan,” tambahnya.

Tidak hanya menampilkan ikon kampus, keikutsertaan UNUSIDA juga dimeriahkan oleh putra-putri terbaik kampus serta duta Fakultas Ekonomi yang tergabung dalam barisan kirab. Para mahasiswa dan civitas akademika UNUSIDA tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kirab dengan penuh semangat, sembari tersenyum dan menyapa masyarakat di sepanjang rute perjalanan.

Putri Kampus UNUSIDA, Ainina Halizah Rahmah, mengaku bangga dapat ambil bagian dalam momentum bersejarah tersebut. Ia menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU menjadi refleksi penting bagi generasi muda untuk terus melanjutkan perjuangan para muassis.

“Kami sangat antusias menyambut Harlah ke-100 Tahun NU. Ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk memperkuat semangat khidmah dan menjaga warisan nilai yang telah diperjuangkan para pendiri NU,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Putra Kampus UNUSIDA, M. Tomi Anggara. Ia menilai kirab panji menjadi simbol persatuan dan kekuatan kader NU dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Harlah 100 Tahun NU menjadi bukti bahwa NU tetap kokoh berdiri dan terus berkontribusi bagi bangsa. Kami sebagai generasi muda siap melanjutkan perjuangan tersebut melalui jalur pendidikan dan pengabdian,” ungkapnya.

Empat Mahasiswa UNUSIDA Lolos WIJABA Internship Program Batch 10 Tahun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Lagi! Mahasiswa UNUSIDA Kembali Lolos WIJABA Internship Program Batch 10 Tahun 2026

SIDOARJO — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Empat mahasiswa UNUSIDA berhasil lolos sebagai peserta WIJABA Internship Program Batch 10 Tahun 2026, sebuah program magang nasional yang memberikan ruang pengembangan kompetensi, pengalaman profesional, serta peningkatan soft skill bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Adapun mahasiswa UNUSIDA yang terpilih dalam program tersebut adalah:

  • Aisyah Indy Hidayati – PGMI Angkatan 2023 (NIM 51423021) sebagai Environmental Program Officer,

  • Aininna Halizah Rahmah – PGSD Angkatan 2023 (NIM 42423186) sebagai Environmental Program Officer,

  • Muhamad Aviv Fernanda – Informatika Angkatan 2023 (NIM 23423025) sebagai Video Editor and Content Creator,

  • Ismialifatarbiyah – DKV Angkatan 2023 (NIM 22423018) sebagai Environmental Program Officer.

Salah satu peserta, Muhamad Aviv Fernanda, mengungkapkan rasa bangganya dapat bergabung dalam program tersebut. Ia berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik sekaligus mengharumkan nama almamater.

“Saya sangat bersyukur dan bangga mendapatkan kesempatan ini. InsyaAllah saya akan memberikan yang terbaik dan membawa nama baik UNUSIDA selama mengikuti program,” ujarnya.

Senada dengan itu, Aininna Halizah Rahmah menilai bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari usaha, doa, serta proses seleksi yang ketat bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi. Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNUSIDA lainnya.

“Kesempatan ini datang karena kita mau berusaha dan terus belajar. Saya ingin menularkan semangat kompetitif kepada teman-teman UNUSIDA agar berani mencari peluang di luar perkuliahan untuk meningkatkan soft skill. Mumpung masih kuliah, kesempatan sangat terbuka luas kalau kita mau bergerak,” tuturnya.

Sementara itu, dosen pengampu Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom turut menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswa tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata semangat mahasiswa UNUSIDA dalam mengembangkan potensi diri, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di dunia profesional.

Kepala Program Studi (Prodi) Informatika tersebut berharap, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika UNUSIDA untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Selamat untuk mahasiswa yang terpilih, buktikan kalian layak dipilih. Serap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, selalu kompak dan saling mendukung satu sama lain,” pesannya.

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan JNE (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan JNE, Perkuat Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri

SIDOARJO — Mengawali tahun 2026, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Selasa (27/1/2026). Kerja sama ini dilaksanakan melalui Fakultas Ekonomi UNUSIDA sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., didampingi Dekan Fakultas Ekonomi serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M. Kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi strategis yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Melalui kerja sama ini, JNE memperoleh akses terhadap talenta muda UNUSIDA dalam proses rekrutmen sumber daya manusia, sekaligus membuka peluang program magang bagi mahasiswa. Program tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja profesional.

Kepala Cabang JNE Sidoarjo, Ninil Indrasari, menjelaskan bahwa kerja sama antara JNE dan UNUSIDA sebelumnya telah terjalin dalam layanan pengiriman, kemudian berkembang ke berbagai aspek yang memberikan manfaat lebih luas, khususnya bagi mahasiswa.

“Kerja sama dengan institusi pendidikan merupakan salah satu bentuk dukungan JNE terhadap dunia pendidikan sekaligus tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa,” ujar Ninil.

Ia juga menambahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan UNUSIDA menjadi salah satu jaringan titik layanan JNE guna memudahkan civitas akademika maupun masyarakat sekitar dalam kebutuhan pengiriman.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyambut baik terjalinnya kolaborasi ini. Menurutnya, kampus membuka peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang maupun kerja praktik sebagai sarana mengenal dunia industri secara langsung.

“Kerja sama ini tidak hanya memperluas jaringan dan koneksi antara akademisi dan pelaku industri, tetapi juga memberikan insight bagi pengembangan riset dan inovasi di bidang logistik serta peningkatan kualitas layanan. Bagi universitas, kolaborasi ini dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap kehadiran JNE di lingkungan kampus mampu menumbuhkan produktivitas serta semangat kewirausahaan mahasiswa. Sejumlah program JNE berpotensi dikolaborasikan dengan kampus, mahasiswa, maupun stakeholder terkait bisnis dan logistik, sehingga turut menggerakkan roda perekonomian.

“Kerja sama ini tidak sekadar bertujuan membangun brand awareness, melainkan menjadi wujud nyata semangat bergerak bersama untuk dunia pendidikan. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan dampak signifikan bagi kedua belah pihak, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta inovasi di Indonesia,” pungkasnya.

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026

SIDOARJO – Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa melalui kegiatan Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026 bertema ‘Membangun Narasi Riset Berkualitas untuk Mempercepat Proses Terbit di Jurnal Terakreditasi’. Kegiatan ini dilaksanakan pada , bertempat di Lantai 4 Kampus II UNUSIDA, Selasa (27/1/2026).

Workshop menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Dosen Prodi Akuntansi FEB UPN Veteran Jawa Timur Dr. Gidion Budiwitjiaksono, S.E., M.Si., CfrA., CRA., CRP., dan Dosen Prodi Akuntansi FE UNUSIDA Kafidin Muzakki, S.E., M.Ak. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2023 serta dosen pendamping sebagai bagian dari penguatan budaya riset di lingkungan Prodi Akuntansi.

Ketua Program Studi Akuntansi UNUSIDA, Dian Fahriani, S.E., M.SA., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda berkelanjutan yang telah memasuki volume ketiga.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, khususnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek penelitian. Mahasiswa sebenarnya sudah memiliki proyek riset melalui perkuliahan, namun tantangannya adalah bagaimana hasil tersebut bisa dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Melalui coaching clinic ini, kami ingin mendampingi mereka secara strategis hingga siap submit,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa workshop ini juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa menjelang semester akhir, di mana publikasi artikel menjadi salah satu target akademik.

“Melalui Workshop & Coaching Clinic Vol. III ini, kami berharap mahasiswa semakin percaya diri menulis karya ilmiah, aktif berkontribusi dalam publikasi nasional, serta mampu meningkatkan daya saing akademik di tingkat perguruan tinggi,” harapnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Gidion Budiwitjiaksono menekankan bahwa artikel ilmiah berangkat dari ide yang dituangkan secara tertulis agar memiliki rekam jejak akademik yang abadi.

“Kalau ide hanya disampaikan secara lisan, akan hilang begitu saja. Tapi ketika ditulis dan dipublikasikan, ide itu menjadi jejak ilmiah yang bisa diakses kapan pun. Jurnal terakreditasi berarti tulisan tersebut telah memenuhi standar kelayakan ilmiah untuk dikonsumsi publik,” jelasnya.

Ia juga membagikan tips teknis penulisan artikel, mulai dari struktur naskah, kesesuaian fokus jurnal, pentingnya afiliasi penulis, hingga ketelitian dalam mencantumkan daftar pustaka.

“Mahasiswa harus memahami rumah jurnal yang dituju. Jangan sampai salah kamar. Artikel akuntansi harus masuk jurnal akuntansi. Selain itu, pastikan semua referensi muncul di badan naskah dan ikuti template jurnal dengan disiplin, karena banyak artikel gugur di tahap administratif,” pesannya.

Sementara itu, Kafidin Muzakki, S.E., M.Ak., turut memberikan pendampingan praktis terkait penyusunan narasi penelitian serta strategi memilih jurnal yang relevan dengan topik riset mahasiswa.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga dirancang berkelanjutan melalui sesi pendampingan lanjutan, agar mahasiswa mampu menghasilkan artikel ilmiah yang siap dipublikasikan.

SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan Laksanakan Campus Visit ke UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan Laksanakan Campus Visit ke UNUSIDA, Perkuat Akses Pendidikan dan Wawasan Siswa

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan campus visit dari SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan, Madura, sebagai bagian dari upaya membuka cakrawala pendidikan siswa sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga. Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua institusi ini dipusatkan di Hall Lantai 5 Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Kamis (29/1/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan bersama jajaran guru dan siswa. Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus menggali informasi seputar program studi, kewirausahaan, dan pendidikan keagamaan.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan, Eka Restuti Kusuma Ningrum, S.Pd., M.Pd., Gr., menyampaikan refleksi perjalanan hidupnya sebagai pendidik yang ditakdirkan mengabdi di wilayah luar Pulau Jawa.

“Awalnya saya tidak pernah membayangkan akan mengajar di Pamekasan. Namun ternyata Allah memberikan jalan yang berbeda. Justru di sana saya menemukan ketenangan, terlebih ketika berada di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Dari situlah tumbuh kesadaran bahwa anak-anak kami perlu diajak keluar melihat dunia yang lebih luas agar memperoleh ilmu yang lebih baik,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia di daerah menjadi alasan utama pihak sekolah memilih untuk bergerak keluar mencari tambahan wawasan bagi siswa.

“Wilayah kami jauh dari perkotaan. Maka kami membawa anak-anak ke sini agar mendapatkan ilmu dari luar, terutama tentang kewirausahaan dan pendidikan agama. Harapannya, ilmu yang diperoleh di UNUSIDA bisa kami aplikasikan sepulang ke Pamekasan,” jelasnya.

Secara khusus, rombongan menyatakan ketertarikan pada Fakultas Ekonomi untuk penguatan kewirausahaan serta Fakultas Agama Islam (PAI) yang relevan dengan kurikulum sekolah berbasis pesantren.

Sementara itu, Plt Rektor UNUSIDA,  Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menyambut hangat kedatangan rombongan SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan. Ia mengapresiasi semangat sekolah dalam memperjuangkan pemerataan akses pendidikan.

“Atas nama civitas academica UNUSIDA, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan. Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjembatani pendidikan antara daerah dan perkotaan,” ujarnya.

Dr. Hadi juga menegaskan bahwa UNUSIDA terbuka untuk berkolaborasi dalam peningkatan kualitas SDM, sejalan dengan program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Pihaknya berharap silaturahmi ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan dalam mendukung pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas generasi muda, khususnya di wilayah Madura.

“Generasi hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Semangat saja tidak cukup, perlu arah yang jelas, pendampingan lembaga pendidikan, serta penguatan karakter. Kampus, sekolah, dan pesantren harus bersinergi membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” tambahnya.

Kegiatan campus visit ini diisi dengan pengenalan profil UNUSIDA, kunjungan fakultas, dialog interaktif, serta pemaparan peluang studi lanjut. Melalui kunjungan ini, diharapkan para siswa semakin termotivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta membawa semangat belajar kembali ke daerah asal.

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Seminar Konsentrasi (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Seminar Konsentrasi: Bekali Mahasiswa Kenali Potensi Diri di Bidang Marketing, Finance, dan HR

SIDOARJO – Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Konsentrasi bertajuk ‘Starting Your Journey: Discovering Your True Potential in Marketing, Finance, and Human Resources’, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa sebelum menentukan konsentrasi bidang studi yang akan ditempuh.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari dunia praktisi, yakni Nur Rahmawati, S.E. (Owner Rahma Fashion dan SBR Fruit Salad), Ina Diyanti, S.E. (HRD CV Sari Bakery), serta Rinaldi Nugraha (Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan/OJK Jawa Timur).

Kaprodi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., menegaskan pentingnya spesialisasi di era modern. Menurutnya, perkembangan dunia kerja menuntut mahasiswa untuk tidak hanya memahami ilmu manajemen secara umum, tetapi juga mendalami bidang tertentu seperti pemasaran, sumber daya manusia, atau keuangan.

Ia berharap, melalui seminat ini mahasiswa dapat mampu mengenali minat serta kekuatan masing-masing, sehingga dapat menentukan konsentrasi secara tepat dan siap menjadi lulusan Manajemen UNUSIDA yang kompeten, mandiri, serta berdaya saing.

“Dulu manusia memenuhi kebutuhannya sendiri. Sekarang semuanya berbasis spesialisasi. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini sesuai minat dan potensinya, agar setelah lulus benar-benar siap terjun ke dunia profesional,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UNUSIDA, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M., menyampaikan bahwa seminar ini dirancang agar mahasiswa tidak memilih konsentrasi secara asal, melainkan berdasarkan pemahaman yang matang. Sehingga tidak memilih secara asal, melainkan berdasarkan minat, potensi diri, serta gambaran nyata dunia kerja.

“Kami hadirkan langsung praktisi marketing, HR, dan keuangan agar mahasiswa mendapat gambaran nyata dunia kerja. Selain itu, profil lulusan Manajemen juga diarahkan pada jiwa wirausaha, sehingga mahasiswa bisa belajar langsung dari pelaku usaha,” ujarnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., turut memberikan motivasi kepada peserta. Ia menekankan bahwa kesiapan karier harus dibangun sejak awal perkuliahan, termasuk melalui penguatan karakter dan kompetensi diri.

“Konsentrasi ini bukan sekadar pilihan akademik, tapi langkah strategis membangun masa depan. Yang terpenting adalah kemauan belajar, konsistensi, dan keberanian mengembangkan potensi diri,” pesannya.

Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia (Foto: Istimewa)

Refleksi Hari Pendidikan Internasional 2026, Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia

Hari Pendidikan Internasional 2026 hadir sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan untuk segera mengakhiri era standarisasi manusia. Di tengah kemajuan kecerdasan artifisial yang mampu menggantikan kemampuan kognitif rata-rata, pendidikan dituntut melakukan lompatan paradigmatik. Kearifan klasik Islam telah lama memberi peringatan yang relevan lintas zaman: “La tahtaqir man dunaka, fa inna likulli syai’in maziyyah” jangan meremehkan siapa pun, karena pada setiap diri terdapat keistimewaan.

Ungkapan ini kini bertransformasi menjadi sebuah Manifesto Pedagogis. Jika sekolah masih mendidik murid untuk sekadar menjadi rata-rata, maka cepat atau lambat peran mereka akan digantikan oleh mesin. Tantangan guru abad ke-21 bukan lagi sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan menjadi penemu keunikan menggali maziyyah yang membuat setiap murid tak tergantikan.

Konsep demokrasi kecerdasan menjadi keniscayaan untuk meruntuhkan kasta intelektual yang selama ini memuja satu standar tunggal. Teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner telah lama membongkar mitos kecerdasan tunggal. Meremehkan murid yang tidak unggul secara akademik bukan sekadar kesalahan pedagogis, melainkan kekeliruan epistemologis yang fatal.

Fenomena global tentang neurodiversity semakin menegaskan hal ini. Anak dengan disleksia, ADHD, atau spektrum autisme justru kerap menunjukkan human signature yang luar biasa: kemampuan visual, kreativitas spasial, empati mendalam, hingga pola pikir visioner yang tidak dapat direplikasi oleh algoritma. Jangan meremehkan mereka yang sulit mengeja, sebab bisa jadi merekalah arsitek masa depan atau pemimpin inovatif dengan cara berpikir yang melampaui kelaziman.

Dalam konteks inilah, pedagogi berdiferensiasi pada tahun 2026 bukan lagi pilihan metodologis, melainkan bentuk penghormatan tertinggi terhadap martabat manusia. Carol Ann Tomlinson menegaskan bahwa keadilan di ruang kelas bukanlah memberi perlakuan yang sama, tetapi memberi dukungan yang tepat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing murid. Di era hyper-personalized learning, homogenisasi pembelajaran justru menjadi bentuk ketidakadilan.

Ketika guru berani mendiferensiasi konten, proses, dan produk pembelajaran, sejatinya ia sedang mempraktikkan keadilan sosial dalam bentuk paling konkret. Setiap murid diberi jembatan yang sesuai untuk menyeberang dari keterbatasan menuju aktualisasi diri. Inilah pendidikan yang memerdekakan, bukan menyingkirkan.

Lebih jauh, menuntun kodrat murid hari ini berarti membekali mereka dengan Human Flourishing Skills kemampuan untuk tetap bermakna di tengah dominasi mesin. Filosofi Ki Hadjar Dewantara tentang guru sebagai pamong kembali menemukan relevansinya, terutama saat dunia menghadapi krisis kesehatan mental remaja secara global. Murid yang terus-menerus diremehkan karena nilai akademik sering kali kehilangan kepercayaan diri, bahkan kehilangan makna hidup.

Guru masa kini adalah kurator bakat. Seperti petani yang bijaksana, ia merawat padi agar tumbuh menjadi padi unggul tanpa pernah memaksanya menjadi jagung. Menghargai keistimewaan anak bukan sekadar soal prestasi, melainkan tentang menjaga nyala api potensi agar tidak padam di tengah disrupsi zaman.

Pesan penutup dari refleksi ini adalah pentingnya kerendahan hati intelektual dalam dunia pendidikan. Sikap meremehkan lahir dari pola pikir kaku (fixed mindset), sementara pengakuan atas maziyyah tumbuh dari visi masa depan yang memahami bahwa diversitas bukan ancaman, melainkan sumber stabilitas. Dalam ekonomi kolaborasi 2026, keberhasilan tidak ditentukan oleh siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling mampu berharmoni dengan beragam jenis kecerdasan.

Mari jadikan ruang kelas sebagai panggung simfoni, tempat setiap instrumen kecerdasan memainkan perannya. Jangan biarkan satu pun cahaya murid padam hanya karena kita gagal mengenalinya.

Penulis: Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd.

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., saat memberikan penghargaan kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional (Foto: Humas UNUSIDA)

Momen Mujahadah, UNUSIDA Berikan Apresiasi kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Mujahadah Jumat Kliwon di Masjid K.H. M. Hasyim Asy’ari UNUSIDA, Jumat (23/1/2026).

Apresiasi diberikan secara langsung oleh Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dan Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, S.Pd., M.Pd., sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kerja keras, serta prestasi gemilang mahasiswa dan dosen pembimbing dalam berbagai ajang kompetisi bergengsi.

Adapun mahasiswa dan dosen pembimbing yang menerima apresiasi antara lain:

  1. Dr. Arda Surya Editia, M.T. beserta mahasiswa peraih Juara 1 Innovation Design Startup Competition,

  2. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 2 World Entrepreneurial Case Competition (WECC),

  3. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 3 International Business Plan Competition,

  4. Anggay Luri Pramana, M.Kom. beserta mahasiswa peraih Juara 1 National Applied Science Project Olympiad,

  5. M. Fathir Firmansyah – Juara 2 Nasional Kompetisi Fotografi,

  6. Lailatul Ma’rifah – Juara 3 Lomba Esai Nasional FORPIMAWA 2025,

  7. Indah Dwi Cahyani – Lomba Poster Nasional THEORIST 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa capaian prestasi ini merupakan bukti nyata kualitas sumber daya manusia UNUSIDA yang mampu bersaing di level nasional dan internasional. Selaras dengan suasana Mujahadah Jumat Kliwon, pemberian penghargaan kali ini sekaligus menjadi refleksi spiritual atas capaian prestasi yang diraih serta menginspirasi mahasiswa lain.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi. UNUSIDA akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk berani berkompetisi dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui pembinaan akademik, riset, dan inovasi. UNUSIDA sebagai perguruan tinggi tidak hanya menjadi kampus unggul secara akademik, tetapi juga konsisten dalam membangun budaya prestasi, inovasi, dan karakter mahasiswa yang berdaya saing global.

“Kami berharap apresiasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UNUSIDA untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.