Pos

Alumni UNUSIDA Kak Maulidia Nur Rachmah Bagikan Tips Menyeimbangkan Akademik dan Organisasi dalam Latihan Rutin UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA (Foto: UKM Pramuka)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Latihan Rutin Bahas Struktur Organisasi

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar latihan rutin, Ahad (18/01/2026), di lingkungan Kampus UNUSIDA. Kegiatan ini diikuti oleh anggota aktif serta calon anggota baru.

Pada pertemuan kali ini, peserta mendapatkan materi tentang struktur organisasi Pramuka Khatulistiwa yang disampaikan oleh Kak Maulidia Nur Rachmah, S.Pd. Materi tersebut difokuskan pada pengenalan peran, tugas, serta alur koordinasi dalam organisasi, baik pada level pengurus inti maupun unsur pendukung lainnya.

Dalam pemaparannya, Kak Maulidia menjelaskan susunan organisasi yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Dewan Racana, Pembina, serta beberapa bidang teknis yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Penjelasan ini bertujuan agar peserta memahami hubungan fungsional antarbagian serta pentingnya pola komunikasi organisasi yang efektif.

“Struktur organisasi tidak hanya menunjukkan susunan jabatan, tetapi juga sistem kerja yang mengatur koordinasi antaranggota. Pemahaman ini penting agar organisasi dapat berjalan tertib, efisien, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar teknis organisasi, pembagian tugas, serta mekanisme komunikasi internal. Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi anggota aktif maupun calon anggota baru.

Sebagai alumni yang pernah aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, Kak Maulidia menegaskan bahwa akademik tetap harus menjadi prioritas utama, tanpa harus mengesampingkan peran organisasi sebagai ruang pengembangan diri.

Menurutnya, menjalani perkuliahan sambil aktif berorganisasi kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa. Akan tetapi, keduanya justru dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan apabila dikelola dengan manajemen waktu dan prioritas yang tepat.

“Kuliah adalah tanggung jawab utama mahasiswa. Organisasi hadir sebagai sarana belajar kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen diri yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menentukan skala prioritas sejak awal semester. Mahasiswa perlu memetakan jadwal kuliah, tugas akademik, serta agenda organisasi agar tidak saling berbenturan. Sebab, penggunaan agenda harian atau kalender digital dapat membantu mahasiswa mengelola waktu secara lebih teratur dan disiplin.

Selain itu, Kak Maulidia menyarankan mahasiswa untuk berani berkata jujur pada diri sendiri mengenai kemampuan dan batasan. Tidak semua kegiatan harus diikuti, dan tidak semua jabatan harus diambil. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas anggota dalam pengelolaan organisasi, sekaligus meningkatkan kualitas keanggotaan serta kaderisasi Pramuka di lingkungan kampus.

“Aktif organisasi bukan soal banyaknya kegiatan, tetapi tentang konsistensi, komitmen, dan tanggung jawab terhadap amanah yang diemban,” tuturnya.

Alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) juga menilai bahwa organisasi justru dapat mendukung prestasi akademik apabila dijalani dengan benar. Keterampilan seperti kerja tim, komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang diperoleh di organisasi akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan maupun menghadapi tantangan di dunia kerja.

Ia mengajak mahasiswa UNUSIDA untuk menjadikan masa kuliah sebagai fase pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. “Ketika akademik dan organisasi dijalani dengan niat belajar dan pengelolaan waktu yang baik, keduanya akan saling melengkapi dan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” pungkasnya.

Mahasiswa UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026 (Foto: Putri Nely/ Humas UNUSIDA)

34 Mahasiswa UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Relawan Pajak Renjani Tahun 2026

SIDOARJO – Sebanyak 34 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi dikukuhkan sebagai Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026 oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Jawa Timur II. Kegiatan pengukuhan tersebut dilaksanakan di Kantor Kanwil DJP Jawa Timur II, Senin (19/01/2026).

Pengukuhan Relawan Pajak ini dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi mitra yang tergabung dalam program DJP Kanwil Jawa Timur II. Melalui pengukuhan ini, para mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi resmi mendapatkan mandat untuk bertugas membantu edukasi, asistensi, dan pelayanan perpajakan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program Relawan Pajak merupakan salah satu inisiatif Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka meningkatkan literasi dan kepatuhan perpajakan masyarakat, sekaligus memberikan ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan publik di bidang perpajakan.

Ketua Tax Center UNUSIDA, Chairil Anwar, S.P., M.Ak., menegaskan komitmen UNUSIDA dalam mendukung penuh program pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP), melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam program Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026.

Selain itu, pihaknya juga mendukung penguatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa di bidang perpajakan. Selain itu, program ini menjadi wujud kontribusi nyata UNUSIDA dalam mendukung pembangunan nasional melalui peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak di masyarakat.

Menurutnya, program Relawan Pajak merupakan bentuk sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah dalam upaya meningkatkan literasi serta kepatuhan perpajakan masyarakat.

“Kami di UNUSIDA, melalui Tax Center, selalu berkomitmen mendukung program-program pemerintah, khususnya DJP. Relawan Pajak ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya nyata membangun kesadaran pajak sejak dini melalui peran mahasiswa,” ungkap Dosen Akuntansi tersebut.

Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dalam program Relawan Pajak memberikan pengalaman langsung dalam pelayanan publik, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga membentuk tanggung jawab sosial dan etika profesional.

Dari total 34 Relawan Pajak UNUSIDA yang tergabung dalam RENJANI Tahun 2026, sebanyak 11 mahasiswa hadir sebagai perwakilan dalam kegiatan pengukuhan. Perwakilan tersebut terdiri dari 10 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan 1 mahasiswa Program Studi Informatika.

“Perpajakan hari ini tidak bisa dilepaskan dari aspek teknologi dan sistem informasi. Keterlibatan lintas program studi ini mencerminkan kolaborasi multidisipliner dalam mendukung pelaksanaan edukasi dan asistensi perpajakan yang lebih efektif. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menjadi nilai tambah dalam mendukung kinerja DJP di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap para Relawan Pajak UNUSIDA yang ditempatkan di berbagai KPP wilayah Jawa Timur II dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menjadi duta literasi pajak yang baik di tengah masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi perpajakan yang humanis, mudah dipahami, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Adapun penempatan Relawan Pajak UNUSIDA pada tahun 2026 tersebar di beberapa unit kerja DJP wilayah Jawa Timur II, yakni 6 mahasiswa bertugas di KPP Madya, 18 mahasiswa di KPP Utara, dan 10 mahasiswa di KPP Barat. Penempatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan peran relawan pajak, khususnya dalam mendukung pelayanan wajib pajak pada masa pelaporan dan kegiatan edukasi perpajakan.

Campus Roadshow Future Talent Hub di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor UNUSIDA Tekankan Pentingnya Kompetensi Digital Bagi Mahasiswa dalam Campus Roadshow Future Talent Hub

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menjadi tuan rumah kegiatan Campus Roadshow Future Talent Hub yang diselenggarakan pada Kamis (22/01/2026) di Hall Lt. 5 Kampus 2 UNUSIDA. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Future Talent Hub by Pijar Foundation bersama Temasek Foundation, yang bertujuan meningkatkan kompetensi industri mahasiswa di era ekonomi digital.

Kegiatan tersebut menghadirkan Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., sebagai keynote speaker, serta Titus Aldi Nata W, Curriculum & Program Lead Future Skills Pijar Foundation, sebagai pemateri utama. Acara ini diikuti dengan antusias oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Fatkul Anam menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, serta tuntutan dunia kerja global. Oleh karena itu, menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga harus kreatif, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Perguruan tinggi harus menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi abad ke-21. Salah satunya adalah penguasaan keterampilan digital dan pemahaman terhadap ekosistem industri, termasuk bidang teknologi dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Future Talent Hub menjadi sangat strategis karena program ini tidak hanya berupa pelatihan semata, melainkan sebuah ekosistem pengembangan talenta muda yang menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengasah kompetensi, serta membangun pengalaman yang menjadi bekal penting di dunia kerja.

Sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, UNUSIDA terus mendorong kolaborasi dengan mitra strategis. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga seperti Pijar Foundation merupakan kunci dalam menyiapkan generasi unggul, berdaya saing global, dan berdampak bagi bangsa dan negara.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan takut belajar hal baru dan keluar dari zona nyaman. Masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang berhenti belajar,” pesan Rektor kepada para mahasiswa.

Sementara itu, perwakilan Future Talent Hub, Titus Aldi Nata W, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari pembelajaran berbasis video, pre-test, hingga proses seleksi untuk mengikuti program internship baik secara daring maupun luring.

Pada tahun 2026, Future Talent Hub menargetkan jumlah peserta yang lebih besar dengan keterlibatan industri yang lebih luas. Mahasiswa yang terdaftar akan mendapatkan akses kelas pembelajaran, pendampingan proyek, hingga kesempatan magang selama beberapa bulan sebagai bentuk penerapan langsung kompetensi yang telah dipelajari.

“Melalui kegiatan Campus Roadshow ini, kami berharap dapat semakin banyak menjangkau kalangan mahasiswa, khususnya di kampys UNUSIDA semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan dan mampu menjadi talenta unggul yang adaptif di era digital,” pungkasnya.

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0 “Industrial Integrity Vol. 3”, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing (Foto: Aisyah Widayani/Humas UNUSIDA)

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan orientasi Program Studi bertajuk Pengenalan dan Sosialisasi Organisasi Mahasiswa (PESONA) 3.0  dengan mengusung tema ‘Industrial Integrity Vol. 3: Menyiapkan Engineer Muda Profesional, Etis, dan Kompetitif’. Kegiatan ini dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu-Ahad (17-18/1/2026).

Ketua HMTI UNUSIDA, Abdee Alifio menjelaskan, kgiatan ini merupakan rangkaian awal pembinaan bagi mahasiswa baru Program Studi Teknik Industri, yang bertujuan memperkenalkan lingkungan akademik, budaya perkuliahan, serta nilai-nilai dasar keorganisasian di lingkungan kampus.

Melalui PESONA 3.0, HMTI UNUSIDA berupaya menanamkan sikap profesionalisme, integritas, dan etika sejak dini kepada mahasiswa baru sebagai bekal utama dalam membentuk karakter calon engineer muda yang siap menghadapi tantangan dunia industri yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Sebagai mahasiswa Teknik Industri sangat penting mengenal budaya akademik di kampus dalam menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri. Oleh karena itu, orientasi ini kita kemas dengan menyenangkan dan inspiratif untuk menumbuhkan daya inovasi dan kritis,” terangnya.

Selain pengenalan akademik, Abdee menekankan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas antar mahasiswa, membentuk sikap tanggung jawab dan disiplin, dan mempersiapkan mental serta kesiapan mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik maupun organisasi selama masa perkuliahan.

Berbagai materi pengenalan program studi, dinamika organisasi, serta nilai-nilai keinsinyuran menjadi materi utama dalam kegiatan ini. Hal ini ditujukan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa baru tentang peran dan tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika Teknik Industri UNUSIDA.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga memiliki karakter unggul, etis, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi mencetak lulusan Teknik Industri yang profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

“Mahasiswa UNUSIDA harus memiliki karakter dan integritas. Hal itu yang nantinya akan menjadi identitas tersendiri sebagai kader muda NU dalam belajar, menciptakan inovasi untuk melahirkan solusi dan mengabdi di tengah masyarakat dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Aisyah Widayani (MY)

Penyerahan Penghargaan Unit Kerja Terbaik Berdasarkan AMINA 2025 dan Capaian Prestasi (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berikan Penghargaan Kepada Unit Kerja Terbaik dalam Raker 2025–2026

SITUBONDO — Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan Penghargaan Unit Kerja Terbaik dalam Audit Mutu Internal Non Akademik (AMINA) pada Rapat Kerja (Raker) UNUSIDA Tahun Akademik 2025–2026 di Utama Raya Cottage, Situbondo, pada Kamis (15/1/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam rangkaian Raker yang berlangsung sebagai bentuk apresiasi atas kinerja unit kerja dalam membangun tata kelola institusi yang akuntabel, profesional, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil AMINA 2025, unit kerja terbaik yang meraih penghargaan adalah:

  1. UPT Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA,

  2. Biro Humas dan Kerja Sama,

  3. Lembaga Sumber Daya Manusia (SDM) UNUSIDA.

Penghargaan ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam memperkuat budaya mutu dan evaluasi berkelanjutan di seluruh unit kerja non akademik.

“Penghargaan ini menegaskan komitmen UNUSIDA untuk terus memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan mutu layanan akademik dan non akademik, serta mendorong prestasi mahasiswa dan dosen di tingkat nasional maupun internasional, sejalan dengan visi UNUSIDA Unggul dan Berdampak,” ungkapnya.

Selain penghargaan AMINA, UNUSIDA juga memberikan apresiasi khusus kepada unit kerja yang berhasil menorehkan prestasi nasional dan internasional.

Salah satunya adalah Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, yang berhasil mengantarkan UNUSIDA meraih predikat “Baik Sekali” dalam SIMKATMAWA 2025 (Sistem Informasi dan Tata Kelola Kemahasiswaan) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Capaian tersebut menunjukkan tata kelola kemahasiswaan UNUSIDA yang kuat, akuntabel, dan berdaya saing, dengan aktivitas kemahasiswaan yang sangat dinamis dan terstruktur. UNUSIDA memiliki beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang aktif dan berprestasi, di antaranya di bidang olahraga Futsal dan Pencak Silat Pagar Nusa, bidang seni Teater SAE, Tari Samita, dan Paduan Suara, bidang religi dan sosial terdapat UKM Religi Nahdlatul Syubban, Magana (Mahasiswa Tanggap Bencana), KSR PMI UNUSIDA, hingga di bidang kepemimpinan terdapat UKM Mahasiswa Unggul, Pramuka Khatulistiwa.

Selain itu, pengembangan organisasi mahasiswa juga diperkuat melalui program seperti Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Manajemen Tingkat Menengah (LKMM-TM) UNUSIDA sebagai upaya membangun sinergi strategis dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa).

Selain itu, Unit Kerja lain yang mengantarkan prestasi yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, atas keberhasilan mengawal publikasi jurnal dan program pengabdian, sehingga mengantarkan UNUSIDA meraih Gold Winner Anugerah Riset dan Pengabdian Diktisaintek 2025 kategori Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA Award).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, yang dihadiri oleh Ketua BPP UNUSIDA, Drs. H. Arli Fauzi, M.H., Sekretaris BPP UNUSIDA, Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., dan Muhammad Sururi Arumbani, S.Sos.

Ketua BPP UNUSIDA, Drs. H. Arli Fauzi, M.H saat menyampaikan arahan dalam Raker UNUSIDA Tahun Akademika 2025-2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Rapat Kerja UNUSIDA 2025–2026: Ketua BPP Tekankan Kesungguhan dan Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan

SITUBONDO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Akademik 2025–2026 di Utama Raya Cottage, Situbondo, pada Kamis–Jumat (15–16/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP), pimpinan universitas, fakultas, lembaga, dan unit kerja sebagai forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja UNUSIDA selama satu tahun ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Pelaksana dan Pengelola (BPP) UNUSIDA, Drs. H. Arli Fauzi, M.H., menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya kesungguhan, ketelatenan, dan kolaborasi dalam mengelola perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa tidak ada hasil maksimal yang lahir dari sikap setengah-setengah.

“Dalam hidup ini, kalau kita setengah-setengah, hasilnya juga setengah. Tidak pernah ada hasil maksimal dari ketidaksungguhan. Kalau ingin hasil yang baik, maka harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Kesungguhan sebagai Filosofi Kerja
Kiai Arli mengibaratkan kesungguhan dalam bekerja seperti menggali sumur. Jika penggalian dihentikan di kedalaman dangkal karena air belum keluar, maka yang muncul justru genangan air kotor yang merugikan dan menimbulkan masalah. Sebaliknya, jika penggalian diteruskan hingga dalam, maka air yang dihasilkan akan semakin jernih dan melimpah.

“Kalau satu meter, dua meter belum keluar air, ya teruskan. Semakin dalam kita menggali, semakin besar dan bersih air yang keluar. Begitu pula dalam mengelola perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, kesungguhan memiliki beberapa indikator utama, yakni serius dalam bekerja, tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, dibekali ilmu pengetahuan dan teori yang tepat, serta tidak berhenti sebelum tujuan tercapai. Hal ini menjadi sangat penting karena pengelolaan perguruan tinggi berkaitan langsung dengan amanah besar, yakni masa depan mahasiswa dan kepercayaan masyarakat.

Melayani Mahasiswa dengan Tuntas
Dalam konteks pelayanan, Ketua BPP juga menekankan agar seluruh sivitas akademika menghindari pola kerja yang “tengah-tengah”, termasuk dalam urusan penerimaan mahasiswa dan layanan administrasi.

“Kalau melayani orang tua atau calon mahasiswa, layani sampai tuntas. Jangan berhenti di tengah jalan. Kesungguhan itu ditunjukkan sampai mahasiswa benar-benar terdaftar dan jelas statusnya,” pesannya.

Ia meyakini bahwa setiap kesungguhan dan kebaikan yang dilakukan dengan niat melayani akan bernilai ibadah dan tidak akan sia-sia. “Tidak ada kebaikan yang tidak dicatat oleh Allah,” tambahnya.

Kolaborasi sebagai Keniscayaan
Selain kesungguhan, kolaborasi menjadi pesan penting yang disampaikan Ketua BPP. Ia mengaitkan nilai kolaborasi dengan kisah Nabi Adam dan Hawa, bahwa manusia secara kodrati diciptakan untuk saling melengkapi dan bekerja sama.

“Tidak ada yang bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah fitrah. Kalau merasa paling benar dan paling sempurna sendiri, justru akan jatuh,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan besar justru lahir dari kerja sama, saling melengkapi, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan bersama. Perguruan tinggi yang ingin maju tidak cukup hanya mengandalkan individu, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen.

Lebih lanjut, Kiai Arli mengajak agar menjadikan Rapat Kerja UNUSIDA Tahun Akademik 2025–2026 menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, menyamakan langkah, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan UNUSIDA yang unggul dan berdampak.

“Saya harap seluruh sivitas akademica UNUSIDA mampu menerjemahkan nilai kesungguhan dan kolaborasi tersebut ke dalam program kerja yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Mari terus bergerak maju dengan kerja kolektif, penuh keseriusan, serta semangat saling menguatkan demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

UNUSIDA Gelar Rapat Kerja Tahun Akademik 2025–2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Gelar Rapat Kerja Tahun Akademik 2025–2026, Perkuat Akselerasi Transformasi dan Kolaborasi Kampus Unggul Berdampak

SITUBONDO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Akademik 2025–2026 di Utama Raya Cottage, Situbondo, pada Kamis–Jumat (15–16/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas, lembaga, serta unit kerja sebagai forum strategis untuk menyatukan arah kebijakan dan program kerja UNUSIDA selama satu tahun ke depan.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Rapat Kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan dan meneguhkan komitmen UNUSIDA di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus bergerak cepat.

“Rapat kerja ini adalah momentum strategis untuk menyatukan arah dan langkah kita bersama, memperkuat tata kelola, serta meneguhkan komitmen kelembagaan UNUSIDA di tengah transformasi dunia pendidikan tinggi yang sangat cepat,” tegasnya.

Akselerasi, Transformasi, dan Kolaborasi
Dalam Raker tersebut, Rektor menyampaikan bahwa dunia pendidikan tinggi saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari digitalisasi pendidikan, disrupsi teknologi, persaingan antarperguruan tinggi yang semakin ketat, hingga tuntutan mutu dan akuntabilitas publik yang semakin tinggi. Di sisi lain, ekspektasi masyarakat dan Nahdlatul Ulama terhadap UNUSIDA juga semakin besar, tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai pusat manfaat, pengabdian, dan pencetak kader-kader unggul.

Berangkat dari tantangan tersebut, Raker UNUSIDA 2026 mengusung tema besar ‘Akselerasi Transformasi dan Kolaborasi untuk UNUSIDA Unggul dan Berdampak’. Tema ini menegaskan tiga kata kunci utama, yakni akselerasi, transformasi, dan kolaborasi.

Pada aspek akselerasi, UNUSIDA menargetkan percepatan peningkatan mutu, termasuk akselerasi akreditasi program studi dan institusi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan layanan akademik dan nonakademik, serta percepatan inovasi pembelajaran. Rektor menyebutkan bahwa dalam waktu dekat terdapat program studi yang ditargetkan meraih akreditasi unggul, dan pada tahun 2027 institusi serta beberapa program studi diharapkan masuk kategori akreditasi unggul.

Sementara pada aspek transformasi, Rektor menekankan bahwa perubahan tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi sistem, tetapi juga transformasi tata kelola dan perubahan pola pikir.

“Perguruan tinggi yang bertahan bukanlah yang terbesar, melainkan yang paling adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Transformasi ini mencakup penguatan sistem akademik digital, budaya kerja, mindset SDM, serta tata relasi institusional yang lebih efektif dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Adapun aspek kolaborasi menjadi penegas bahwa tidak ada universitas unggul yang berdiri sendiri. UNUSIDA berkomitmen memperkuat jejaring dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, sekolah dan madrasah, pondok pesantren, serta perguruan tinggi nasional dan internasional.

“Kita adalah satu kesatuan UNUSIDA. Tidak ada unit yang berjalan sendiri, semuanya harus bergerak dalam semangat kolaborasi,” tambahnya.

Unggul dan Berdampak sebagai Identitas UNUSIDA
Tema Raker juga menegaskan dua tujuan besar UNUSIDA, yakni unggul dan berdampak. Unggul dimaknai sebagai keunggulan dalam aspek akademik, tata kelola, SDM, mutu pembelajaran, penelitian, pengabdian, dan inovasi. Sementara berdampak berarti keberadaan UNUSIDA harus memberikan manfaat nyata bagi umat, masyarakat, daerah, dan Nahdlatul Ulama.

“Keunggulan tanpa dampak akan menjadikan kampus eksklusif dan tidak membumi. Sebaliknya, dampak tanpa keunggulan akan membuat kampus kehilangan daya saing. Keduanya harus hadir bersama sebagai identitas UNUSIDA,” tegasnya.

Dalam Raker tersebut, sejumlah agenda strategis turut dirumuskan, antara lain penguatan tata kelola dan akreditasi program studi serta institusi, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan, percepatan jabatan fungsional dan studi lanjut S3, penguatan pembelajaran dan layanan akademik berbasis digital, perluasan kemitraan strategis, serta penguatan riset, inovasi, dan publikasi ilmiah.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan komitmen pengabdian masyarakat berbasis keunggulan lokal dan budaya NU, yang pada tahun 2025 mencatatkan capaian pengabdian masyarakat dalam jumlah signifikan.

“Melalui Rapat Kerja ini, mari kembali meneguhkan komitmen untuk terus tumbuh sebagai kampus yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dibutuhkan, tidak hanya bertahan, tetapi memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan Akper Al Kautsar Temanggung (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan AKPER Al Kautsar Temanggung

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Akademi Keperawatan (AKPER) Al Kautsar Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis dalam penguatan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan benchmarking dan penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (14/1/2026).

Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa seluruh unit dan bagian di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Silakan berdiskusi, digali apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua bagian di UNUSIDA akan senantiasa dengan senang hati berbagi ilmunya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kerja sama. Melalui komunikasi yang intens dan terbuka, sinergi antarinstitusi dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak menegaskan komitmen bersama untuk terus bersinergi, saling menguatkan, dan berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Kepala Bagian Kerja Sama Nasional UNUSIDA Nafia Ilhama Qurratu’aini, S.E., M.M., menjelaskan, kerja sama ini berfokus pada peningkatan sumber daya serta pengembangan kapasitas kelembagaan kedua institusi. Dalam kesepakatan tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan potensi sumber daya lainnya sesuai kesepakatan para pihak.

Pada bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan SDM secara bersama, penyediaan tenaga ahli, pelaksanaan seminar, lokakarya, serta diskusi kelompok terarah. Sementara itu, pada bidang penelitian, kedua institusi sepakat untuk mengembangkan kegiatan pengkajian dan diseminasi ilmu pengetahuan, seni, budaya, dan teknologi, termasuk penelitian pengembangan serta pengelolaan jurnal ilmiah.

Adapun dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama difokuskan pada pemberdayaan masyarakat berbasis riset partisipatoris serta penerapan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Ia berharap, kerja sama ini menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu layanan pendidikan dan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan serta pengabdian masyarakat.

“Pelaksanaan teknis kerja sama ini akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (MoA) yang dapat dilaksanakan oleh unit, lembaga, atau pusat terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di masing-masing institusi,” terangnya.

INISNU Temanggung Resmi Jalin Kerja Sama Strategis, Teken MoU dan MoA dengan UNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Komitmen Tumbuh Bersama, UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan INISNU Temanggung

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA). Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Benchmarking INISNU Temanggung dan penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Rabu (14/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., meneguhkan komitmen bersama untuk membangun jejaring kolaboratif yang berkelanjutan, meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, serta memperkuat kontribusi PTNU dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Pihaknya sangat menyambut positif kerja sama tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama PTNU untuk tumbuh dan maju secara kolektif. Sinergi antarperguruan tinggi NU dinilai penting dalam menjawab tantangan global pendidikan tinggi serta memperkuat peran PTNU dalam melayani umat dan bangsa.

Ia menyampaikan bahwa seluruh unit dan bagian di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Silakan berdiskusi, digali apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua bagian di UNUSIDA akan senantiasa dengan senang hati berbagi ilmunya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kerja sama. Menurutnya, pertukaran informasi tidak boleh berhenti pada forum formal semata, tetapi harus terus terjalin dalam kehidupan kelembagaan sehari-hari.

“Jangan lupa untuk saling bertukar nomor telepon, agar kita bisa terus meninjau perkembangan kedua institusi, saling berkabar, dan menyambung silaturrahmi,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan sumber daya manusia, serta pengembangan sistem penjaminan mutu internal. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjadi pertukaran praktik baik dan penguatan kapasitas kelembagaan antar-PTNU.

Pihaknya mengaku telah banyak mengantongi banyak ilmu untuk segera merealisasikan berbagai hasil pembelajaran dan benchmarking kali ini. Menurutnya, hasil tersebut akan mulai diwujudkan dalam waktu dekat dan menjadi program prioritas (PR) pada tahun pertama kepemimpinannya.

Ia menyampaikan bahwa penguatan mutu layanan pendidikan menjadi fokus utama, khususnya melalui pemanfaatan aplikasi dan sistem digital sebagai solusi strategis dalam meningkatkan efektivitas tata kelola kampus.

“Tidak salah kami kesini, banyak ilmu dan pengalaman sudah kami kantongi. Tinggal bagaimana ini diwujudkan dalam langkah nyata. Salah satu solusinya adalah melalui penguatan sistem aplikasi, karena mau tidak mau perguruan tinggi hari ini harus berdiri di atas sistem yang kuat dan terukur,” terangnya.

Ia menilai bahwa kondisi keterbatasan justru harus dijadikan modal untuk berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Temanggung. “Dalam manajemen modern, lembaga pendidikan itu tidak boleh statis. Salah satu indikator lembaga yang sehat adalah terus bergerak, bertransformasi, dan belajar,” pungkasnya. (MY)

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU (Foto: Humas UNUSIDA)

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU

SIDOARJO – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan kegiatan Benchmarking dan silaturahmi kelembagaan ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP) INISNU Temanggung, Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., bersama jajaran pimpinan dan perwakilan dari beberapa sektor strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyambut baik kunjungan benchmarking tersebut dan menegaskan komitmennya untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi. UNUSIDA membuka ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sistem informasi akademik dan kemahasiswaan.

“UNUSIDA sangat terbuka untuk semua pihak. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk maju secara kolektif sebagai perguruan tinggi NU, saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama berkhidmah untuk umat dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Nur Mahsun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi pimpinan UNUSIDA ke Temanggung sekitar dua minggu sebelumnya, yang kemudian melahirkan kesepakatan ide untuk saling belajar dan menguatkan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.

“Kami mendapatkan banyak kenikmatan dari silaturahmi ini. Kami yakin, dengan saling berkunjung dan berbagi pengalaman, akan banyak keberkahan, dilapangkan rezekinya, dan diberkahi usianya. Harapan kami, meskipun usia lembaga sudah tua, semangatnya tetap muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara historis, INISNU Temanggung merupakan perguruan tinggi yang telah melalui proses panjang dan beberapa kali metamorfosis. Berawal dari Fakultas Hukum Islam (FHI) UNNU tahun 1969, lalu menjadi STISNU, STAINU, hingga resmi bertransformasi menjadi INISNU Temanggung pada 15 Juni 2021 lalu. Lembaga ini didirikan oleh para tokoh NU, di antaranya almarhum KH. Abdul Hadi (Ketua PCNU Temanggung pada masanya) beserta tokoh-tokoh NU Temanggung lainnya hingga kini terus berbenah menuju penguatan tata kelola.

Menurutnya, benchmarking ke UNUSIDA memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, memperkuat silaturahmi sebagai sesama perguruan tinggi NU. Kedua, belajar secara langsung terkait pengelolaan kampus modern, khususnya dalam aspek tata kelola, pelayanan akademik, pengelolaan SDM dosen dan tenaga kependidikan, serta sistem penjaminan mutu.

“Kami ini usianya sudah tua, tetapi kami sadar masih banyak kekurangan. Karena itu kami perlu belajar, terutama dari UNUSIDA yang relatif lebih muda namun sangat progresif dalam tata kelola dan pengembangan institusi,” ungkapnya.

Tujuan ketiga, lanjut Nur Mahsun, adalah mempersiapkan INISNU Temanggung dalam proses alih bentuk ke universitas di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi NU untuk hadir memberikan solusi atas persoalan riil warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Temanggung yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, terutama tembakau.

“Ketika sektor tembakau mengalami penurunan, dampaknya sangat besar bagi ekonomi warga. Di sinilah perguruan tinggi NU harus hadir, memberi akses pendidikan S1 yang terjangkau dan relevan,” tegasnya.

Ia juga memaparkan berbagai program afirmasi yang telah dilakukan INISNU Temanggung, seperti penyediaan beasiswa NU, beasiswa untuk warga desa, serta upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan lanjutan yang saat ini masih sekitar 50 persen.

“Ke depan, INISNU berkomitmen memperluas layanan pendidikan dengan membuka fakultas-fakultas non-keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Tampak hadir, Ketua BPP UNUSIDA Drs. H. Arly Fauzi, M.H., Sekretaris BPP UNUSIDA Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., jajaran Wakil Rektor INISNU Temanggung, Dekan, Direktur Program Pascasarjana, Ketua PPMA, Ketua PUSADI, dan beberapa tenaga kependidikan.