Pos

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., Aktif dalam Forum CSR Bappeda Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Aktif dalam Forum CSR Bappeda: Wujud Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Industri untuk Pembangunan Berkelanjutan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui keikutsertaannya dalam Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, Senin (3/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, UNUSIDA diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik, Ibu Listin Fitrianah, S.P., M.Si, yang hadir bersama para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga sosial masyarakat. Pertemuan ini membahas arah kebijakan CSR agar dapat berjalan selaras dengan program prioritas daerah serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Forum CSR Bappeda menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam merancang serta melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, UNUSIDA ingin berperan aktif memberikan kontribusi dalam bentuk riset, pendampingan masyarakat, dan pengembangan teknologi tepat guna yang bisa dimanfaatkan dalam program CSR,” ungkapnya.

Menurutnya, akademisi seharusnya hadir dengan membawa perspektif akademik melalui pendekatan penelitian, inovasi teknologi, dan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat mendukung pelaksanaan CSR berbasis kebutuhan lokal.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan agen perubahan sosial,” ujarnya.

Inovasi Fakultas Teknik UNUSIDA untuk CSR Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Listin Fitrianah juga memaparkan sejumlah inisiatif yang telah disiapkan oleh Fakultas Teknik UNUSIDA untuk dikolaborasikan bersama mitra CSR, di antaranya:

  • Inovasi pengolahan limbah ramah lingkungan,

  • Pengembangan teknologi energi terbarukan, serta

  • Digitalisasi sistem untuk pemberdayaan UMKM lokal.

Listin menjelaskan, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan program CSR dan memperkuat dampak sosialnya bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara UNUSIDA dan para pelaku CSR di Sidoarjo. Kolaborasi ini bukan hanya seremonial, tetapi akan kami tindak lanjuti dalam bentuk aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi

Partisipasi aktif UNUSIDA dalam Forum CSR Bappeda juga menjadi wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat — yang dijalankan secara terpadu dan kontekstual. Melalui kegiatan ini, UNUSIDA ingin memperkuat posisi kampus sebagai mitra strategis pemerintah dan industri dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, forum ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen UNUSIDA untuk terlibat dalam proyek-proyek pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan lokal, sekaligus memperkenalkan berbagai hasil penelitian dan inovasi mahasiswa yang relevan dengan program CSR perusahaan mitra.

“Kami ingin menjadikan kegiatan CSR sebagai laboratorium pembelajaran sosial bagi mahasiswa, agar mereka dapat menerapkan ilmu di dunia nyata sekaligus menumbuhkan tanggung jawab sosial yang tinggi,” jelas Listin.

Komitmen untuk Pembangunan Daerah

Keterlibatan UNUSIDA dalam Forum CSR Bappeda diharapkan dapat memperkuat ekosistem kolaborasi antara dunia akademik dan dunia industri. Lebih dari sekadar partisipasi, kegiatan ini menjadi bukti tanggung jawab sosial UNUSIDA sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.

“Kami ingin UNUSIDA dikenal bukan hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan solusi nyata. Melalui program CSR yang kolaboratif, kami ingin membuktikan bahwa ilmu pengetahuan bisa menjadi alat untuk membangun kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Ke depan, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga pemerintah dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial. Fakultas Teknik bersama seluruh fakultas di lingkungan UNUSIDA akan terus mendorong penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri, agar hasil akademik dapat memberikan dampak langsung dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa forum CSR Bappeda Sidoarjo menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk memperkuat perannya sebagai kampus adaptif dan berorientasi pada kemaslahatan publik. Keterlibatan aktif dalam forum ini sejalan dengan visi UNUSIDA untuk menjadi universitas unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.

“Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha adalah kunci dalam mewujudkan Sidoarjo yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. UNUSIDA akan terus hadir memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan tindakan nyata,” pungkasnya. (AS/MY)

Kepala Divisi Sosial Budaya dan Islam Nusantara Unusida, Muhammad Idham Kholiq, S.Sos., M.AP. (Foto: UNUSIDA TV)

Akademisi UNUSIDA Jelaskan Polemik Trans7 dan Pesantren: Itu Salah Kaprah Interpretasi Budaya

Kepala Divisi Sosial Budaya dan Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Muhammad Idham Kholiq, S.Sos., M.AP., memberikan penjelasan panjang lebar terkait polemik pemberitaan stasiun televisi Trans7 dengan masyarakat pesantren, khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo yang belakangan memicu perdebatan publik.

Menurut Idham, persoalan utama bukan sekadar soal liputan jurnalistik, melainkan interpretasi terhadap praktik budaya pesantren yang dinilai keliru. “Trans7 telah melakukan liputan jurnalistik, tetapi interpretasinya terhadap budaya pesantren tidak memahami makna yang diyakini komunitas pesantren itu sendiri,” kata Idham, dikutip dari video pernyataan melalui channel You Tube UNUSIDA TV, Jum’at (31/10/2025).

Idham mencontohkan sejumlah tradisi pesantren, seperti berjalan merendah di hadapan kyai, mencium tangan, atau tata krama lain yang diberi label sebagai bentuk feodalisme oleh pihak luar. Padahal, kata dia, tindakan itu merupakan adab dan bagian dari tata krama pencari ilmu (mutallim) yang memiliki makna internal bagi santri.

“Bagi santri, merendah di hadapan guru adalah adab menuntut ilmu, bukan relasi kelas aristokrat yang dimaksud feodalisme,” ujarnya.

Dalam analisisnya, Idham mengutip pendekatan Max Weber tentang Verstehen, prosedur pemahaman mendalam terhadap makna tindakan pelaku, sebagai metode yang semestinya dipakai oleh jurnalis dan peneliti ketika merekam budaya yang bukan berasal dari komunitasnya.

“Kalau ingin menulis atau meliput budaya pesantren, lakukanlah pendalaman sehingga makna yang disampaikan akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pesannya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidoarjo itu juga menyoroti reaksi keras dari kalangan santri terhadap liputan yang dianggap menyinggung. Ia memahami reaksi sebagai respons wajar dari insider yang merasa nilai-nilainya diperlakukan keliru, namun ia mengimbau agar respons tersebut disalurkan secara konstruktif.

“Kita harus menerima kenyataan ada perbedaan perspektif. Lebih baik membuka dialog untuk menjelaskan makna tradisi kita daripada sekadar marah,” jelasnya.

Idham menekankan pentingnya membuka ruang komunikasi dan dialog antarpihak, baik antara pesantren dan media maupun masyarakat luas. Sebagai jalan meredam polemik. Dengan dialog yang beradab, menurutnya, publik akan lebih paham bahwa tradisi seperti mencium tangan kyai atau berjalan rendah bukanlah penindasan, melainkan bentuk penghormatan dan pola adab keilmuan.

Lebih lanjut, ia mengajak komunitas pesantren untuk aktif menjelaskan makna budaya mereka kepada masyarakat umum dan media. Ia mengimbau kepada insan media untuk menerapkan etika dan metode kajian budaya yang mendalam saat meliput komunitas tradisional. Sementara kepada kaum santri, ia mengajak bersikap inklusif dan berani berdialog supaya nilai-nilai pesantren dipahami secara tepat oleh publik yang lebih luas.

“Jangan sungkan menerangkan mengapa kita beradat demikian; bila orang tahu maknanya, insya Allah persepsi miring akan lurus,” pungkasnya. (MY)

Mahasiswa UNUSIDA Dibekali Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi bersama DPR RI dan LLDikti Wilayah VII Jawa Timur (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Komitmen Wujudkan Kampus Aman untuk Semua Kalangan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menegaskan komitmennya menjadi kampus yang aman, inklusif, dan berkeadaban bagi seluruh sivitas akademika. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) yang berlangsung di Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (29/10/2025).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menekankan bahwa UNUSIDA yang kini telah masuk dalam klaster Utama di usia ke-11, terus berkomitmen menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan integritas dalam setiap aspek kehidupan kampus.

“Kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik, psikis, seksual, maupun digital—tidak boleh memiliki ruang di lingkungan UNUSIDA. Kita harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan membangun generasi muda yang berakhlakul karimah serta berintegritas,” ujarnya.

Prof. Anam juga menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur yang telah menjadi inisiator sekaligus inspirator dalam upaya menciptakan kampus yang aman dan berkeadilan. Ia berharap melalui kegiatan ini UNUSIDA semakin kokoh dalam mewujudkan visi sebagai kampus mahasantri modern yang menjunjung tinggi nilai-nilai tasamuh (toleransi), fathonah (kebijaksanaan), dan rahmatan lil ‘alamin.

“UNUSIDA adalah rumah ilmu bagi setiap generasi muda. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan memahami mekanisme pelaporan kasus kekerasan secara benar dan berperspektif kemanusiaan. Mari bersama-sama menjaga kampus ini agar menjadi zona aman bagi semua kalangan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Ibu Lita Machfud Arifin, menegaskan pentingnya komitmen lembaga pendidikan untuk menciptakan ruang belajar yang aman bagi seluruh civitas akademika.

“Kami sangat mendorong agar kampus menjadi tempat yang aman bagi dosen dan mahasiswa dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Saya percaya UNUSIDA adalah salah satu kampus unggul di Sidoarjo yang mampu menjadi teladan dalam hal ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama antara LLDIKTI dan DPR RI dalam memperkuat transformasi kampus di Indonesia, tidak hanya dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berintegritas.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul dalam publikasi atau riset global, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kampus yang aman dan bebas dari kekerasan adalah fondasi penting bagi terciptanya generasi unggul. Kami mengapresiasi UNUSIDA yang terus menunjukkan kemajuan signifikan dan komitmen kuat dalam hal ini,” ungkapnya.

Beliau juga menekankan pentingnya fakta integritas yang ditandatangani oleh mahasiswa baru sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai inklusivitas dan keberagaman di lingkungan kampus.

“UNUSIDA adalah kampus Nahdlatul Ulama yang terbuka untuk semua. Walaupun berakar pada nilai Aswaja, kampus ini tetap menjadi ruang inklusif bagi siapa pun tanpa memandang latar belakang agama atau budaya,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa UNUSIDA yang dengan antusias mendengarkan pemaparan mengenai mekanisme pelaporan dan pendampingan bagi korban kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Materi juga menyoroti pentingnya peran Satgas PPKPT dalam menindaklanjuti laporan kekerasan dengan cara yang adil, berkeadilan, dan berperspektif korban. (MY)

Sosialisasi PPKPT oleh Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa UNUSIDA Dibekali Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi

SIDOARJO — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., membekali Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) untuk terus memperkuat riset unggulan dan memastikan terciptanya lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) di Kampus UNUSIDA, Rabu (29/10/2025), Prof. Dyah menyampaikan bahwa potensi besar UNUSIDA harus dioptimalkan untuk mendukung Asta Cita pemerintah, melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan serta berpihak pada kemaslahatan masyarakat.

“UNUSIDA memiliki kekuatan khas, yakni nilai-nilai Nahdlatul Ulama yang melekat kuat di dalam diri mahasiswa dan civitas akademikanya. Nilai ini harus menjadi energi utama untuk melahirkan riset-riset unggulan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, riset yang dilakukan perguruan tinggi tidak hanya bertujuan meningkatkan peringkat dan publikasi, tetapi juga harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Transformasi kampus tidak berhenti pada angka dan ranking global, tetapi bagaimana kampus memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat. Lulusan yang sukses bukan hanya yang bekerja, tetapi juga yang mampu menciptakan pekerjaan dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Prof. Dyah juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara LLDIKTI Wilayah VII, DPR RI, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang aman dan berkeadilan di Jawa Timur. Ia mengapresiasi Komisi X DPR RI yang turut peduli terhadap isu kekerasan di kampus dan mendukung langkah konkret dalam pencegahan serta penanganannya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini tidak ada perguruan tinggi di Jawa Timur yang ditutup, justru semakin banyak kampus yang berhasil meraih status unggul.

“Dalam tiga tahun terakhir, tidak ada universitas yang ditutup di Jawa Timur. Justru jumlah kampus unggul terus bertambah. Ini menunjukkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Timur semakin meningkat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, Prof. Dyah juga mendorong UNUSIDA untuk menerapkan fakta integritas bagi seluruh mahasiswa baru, sebagai pernyataan komitmen menjaga kampus yang berkeadilan, berkeberagaman, dan bebas kekerasan.

“UNUSIDA adalah kampus Nahdlatul Ulama yang terbuka bagi siapa pun, dari agama dan latar belakang apa pun. Inilah wujud nyata kampus yang menjunjung tinggi nilai kebinekaan dan kemanusiaan,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk memperkuat sinergi dengan LLDIKTI dan DPR RI dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, aman, dan berorientasi pada kemajuan riset dan karakter mahasiswa.

UNUSIDA dan PKSS Surabaya Gelar Pembekalan dan Rekrutmen bagi Alumni, Disertai Penandatanganan MoU Kerja Sama Strategis (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan PKSS Surabaya Gelar Pembekalan dan Rekrutmen bagi Alumni, Jembatani Kampus dan Dunia Kerja

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Surabaya, anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Rekrutmen Pegawai Khusus Alumni UNUSIDA yang berlangsung di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (24/10/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja bagi lulusan UNUSIDA sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Melalui program ini, para alumni mendapatkan pembekalan seputar kesiapan diri, etika profesional, serta strategi menghadapi proses rekrutmen kerja di perusahaan mitra BUMN.

Branch Manager PKSS Surabaya, Rusmanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada UNUSIDA yang telah memberi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk mengasah kompetensi.

“Kami menganggap teman-teman yang hadir di sini adalah lulusan terbaik Universitas NU Sidoarjo. Dunia kerja kini terbuka luas, tetapi tidak semua bisa langsung masuk. Diperlukan persiapan dan mental yang siap bersaing. Karena itu, kami hadir memberikan pembekalan dan kesempatan langsung untuk mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Rusmanto juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari amanah BUMN untuk membuka lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia. Ia menambahkan, pelatihan yang biasanya berbayar ini diberikan secara gratis kepada peserta sebagai bentuk dukungan PKSS terhadap peningkatan kualitas SDM di lingkungan kampus.

Ia menegaskan bahwa pihaknya melihat potensi besar dari para alumni UNUSIDA. Selanjutnya, ia dan tim berkomitmen untuk membangun kerja sama berkelanjutan dalam hal pelatihan, magang, serta penyaluran tenaga kerja.

“Kami memandang bahwa mahasiswa dan alumni UNUSIDA adalah generasi yang siap berkembang. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memberikan pembekalan karakter, mental, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan dan rekrutmen bagi alumni, tetapi juga momentum penting dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNUSIDA dan PKSS Surabaya sebagai langkah awal kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan penyaluran tenaga kerja.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UNUSIDA Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dan Branch Manager PKSS Surabaya, Rusmanto, disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas serta perwakilan manajemen PKSS.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kerja sama strategis ini. Menurutnya, kolaborasi ini sebagai wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini, dengan pembekalan dan rekrutmen tenaga kerja menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Kami berharap alumni UNUSIDA dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menunjukkan kemampuan dan karakter unggul yang mereka miliki,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapat pembekalan materi dari tim PKSS, tetapi juga mengikuti simulasi wawancara, pelatihan kesiapan kerja, dan proses rekrutmen langsung. Suasana penuh semangat tampak dari antusiasme para alumni yang berpartisipasi sejak awal hingga akhir acara.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, berdaya saing tinggi, dan berkarakter Aswaja an-Nahdliyah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap alumni UNUSIDA tidak hanya berilmu, tapi juga siap menjadi bagian dari solusi bagi dunia kerja dan masyarakat,” pungkasnya.

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Kegiatan AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa (Foto: Himaksi UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar AKSARA, Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar kegiatan bertajuk AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) dengan tema ‘Fortes Una Familia’ yang berarti ‘Kuat dalam Satu Keluarga’. Kegiatan ini berlangsung di lantai 4 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025) pagi.

Acara tersebut menjadi wadah silaturahmi dan penguatan rasa kebersamaan antar mahasiswa Akuntansi lintas angkatan, khususnya antara mahasiswa baru 2025 dan angkatan 2024. Melalui kegiatan ini, HIMAKSI berupaya membangun solidaritas, karakter, dan semangat kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi.

Ketua pelaksana Ariesta Maherani Laksono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan AKSARA bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Semangat satu rasa menjadi fondasi penting agar mahasiswa Akuntansi dapat berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal kepribadian dan kepedulian. Melalui AKSARA, kami ingin memperkuat hubungan emosional dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan kampus,” ujarnya.

Acara turut dihadiri oleh Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, Kaprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M.

aprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa HIMAKSI yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kolaborasi positif antar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti AKSARA menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Akuntansi memiliki energi besar untuk tumbuh dalam semangat akademik dan kekeluargaan.

Beragam agenda menarik turut memeriahkan kegiatan, mulai dari permainan kelompok, sesi refleksi, hingga sharing experience antar angkatan. Suasana hangat dan penuh tawa menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan ini dalam mempererat hubungan antar mahasiswa.

Selain itu, panitia juga menyisipkan sesi motivasi yang menanamkan nilai-nilai organisasi dan makna kebersamaan di HIMAKSI, agar mahasiswa lebih memahami filosofi dan tujuan dari setiap kegiatan yang dijalankan.

Ketua HIMAKSI, M. Agiel Putra Regianto, menegaskan bahwa semangat kekeluargaan merupakan kekuatan utama HIMAKSI. Ia berharap kegiatan AKSARA dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilestarikan dan membawa semangat baru demi kemajuan mahasiswa Akuntansi UNUSIDA di masa mendatang.

Dengan semangat satu jiwa, satu rasa, mahasiswa Akuntansi UNUSIDA membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan akademik yang solid, inspiratif, dan berdaya saing.

“Melalui Fortes Una Familia, mahasiswa Akuntansi harus terus menjaga kekompakan dan menjadikan HIMAKSI sebagai rumah kedua yang menumbuhkan semangat belajar dan berorganisasi. Satu jiwa, satu rasa, Akuntansi luar biasa!,” pungkasnya.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Seminar Nasional, FGD, dan Talkshow: Menyelaraskan Visi, Misi, dan Kurikulum Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar FGD Untuk Menyelaraskan Visi, Misi, dan Kurikulum Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital

SIDOARJO – Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Nasional, Focus Group Discussion (FGD), dan Talkshow dengan tema ‘Penyelarasan Visi, Misi, dan Kurikulum Program Studi Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital’. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan Prodi Akuntansi agar selaras dengan kebutuhan industri dan dinamika dunia kerja di era transformasi digital.

Membangun Sinergi Akademik dan Profesional

Kegiatan yang dihadiri oleh mitra industri, alumni, dosen, dan mahasiswa ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam merumuskan visi dan misi program studi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, menekankan pentingnya integritas moral dan tanggung jawab ilmiah bagi seluruh mahasiswa.

“Mahasiswa harus memiliki tanggung jawab ilmu dan moral. Menyelesaikan kuliah tepat waktu bukan hanya soal akademik, tetapi juga komitmen untuk menggapai cita-cita dan membanggakan orang tua. Saya percaya mahasiswa UNUSIDA memiliki semangat tinggi dalam menerapkan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat berprestasi harus menjadi karakter utama mahasiswa Akuntansi UNUSIDA agar mampu bersaing secara global dan membawa nama baik program studi.

Kurikulum Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat

Ketua Program Studi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A., menjelaskan bahwa penyusunan visi, misi, dan kurikulum prodi dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Fokus kami ada pada bidang Perpajakan dan Akuntansi Manajemen, karena menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Prodi Akuntansi UNUSIDA juga didukung oleh dosen dengan kompetensi yang mumpuni di bidangnya,” jelas Dian.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Prodi Akuntansi UNUSIDA senantiasa berpedoman pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), mengedepankan keunggulan IPTEK dan akademik, serta menjunjung tinggi etika profesi.

“Melalui FGD ini, kami mengundang mitra, alumni, dosen, dan mahasiswa untuk bersama-sama menentukan arah visi dan misi prodi yang selaras dengan Universitas dan Fakultas Ekonomi,” tambahnya.

Ia berharap, hasil dari FGD ini dapat menjadi acuan pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (OBE) dan memperkuat profil lulusan yang unggul, profesional, dan berkarakter Aswaja.

“Kami terus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, kemampuan adaptif, dan daya saing tinggi di dunia kerja modern,” tandasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi talkshow inspiratif yang membahas tantangan profesi akuntan di era digitalisasi dan peluang pengembangan karier di sektor publik maupun swasta. (MY)

Suasana Kompak Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Saat Mengikuti Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 Secara Virtual (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Kompak Ikuti Capital Market Summit & Expo 2025 Secara Virtual

SIDOARJO — Puluhan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 kompak turut berpartisipasi secara virtual dalam kegiatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 48 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kali ini, dengan mengusung tema ‘Pasar Modal untuk Rakyat: Satu Pasar Berjuta Peluang’, CMSE 2025 menjadi ajang strategis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan pasar modal Indonesia. Kegiatan ini digelar selama dua hari, 17–18 Oktober 2025, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, serta dapat diikuti secara daring oleh masyarakat luas, termasuk sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, menyampaikan bahwa tema tahun ini mencerminkan komitmen seluruh ekosistem pasar modal untuk menjadikan pasar modal Indonesia lebih inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pasar modal bukan hanya arena investasi, tetapi juga ruang yang mampu membuka berjuta peluang nyata, mulai dari investasi bagi masyarakat, pendanaan bagi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas pertumbuhan positif pasar modal Indonesia. Hingga saat ini, jumlah investor hampir menyentuh 19 juta orang, termasuk lebih dari 8 juta investor saham, di mana sebagian besar berasal dari generasi muda berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya berinvestasi sejak dini.

Selain seminar utama bertajuk ‘Peran Dunia Usaha dan Pasar Modal dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional’, CMSE 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti podcast ‘Investasi Saham No Ribet’, serta talkshow lintas agama bertema ‘Muda Kaya, Tua Bahagia, Mati Bagaimana?’, yang diikuti oleh tokoh dari Islam, Kristen, dan Buddha.

Salah satu mahasiswa peserta, Rizky Oktavian Ramadhan, mengaku sangat antusias dapat mengikuti kegiatan nasional tersebut. Ia berharap melalui kegiatan CMSE 2025 ini dapat memperluas wawasan mahasiswa UNUSIDA mengenai peran pasar modal dalam perekonomian nasional, sekaligus menumbuhkan semangat literasi keuangan di kalangan generasi muda.

“Saya senang bisa ikut CMSE 2025, meskipun secara daring. Banyak ilmu yang bisa diterapkan dari materi kuliah manajemen ke dunia investasi nyata. Semoga ke depan bisa ikut langsung di acara seperti ini untuk menambah relasi dan pengalaman,” ungkapnya. (MY)

Flyer Mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA Lolos Tingkat Nasional ONMIPA 2025 (Foto: Istimewa)

Dua Mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA Lolos ke Tingkat Nasional ONMIPA 2025

SIDOARJO – Dua mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mereka adalah Kelvin Wahyu Putro (13423024) dan Novan Mokhamad Misbakhus S. (13423005) yang berhasil lolos ke Olimpiade Nasional Matematika dan IPA (ONMIPA) bidang Kimia Tahun 2025. Keduanya akan mewakili UNUSIDA dalam ajang bergengsi tersebut yang akan digelar di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, pada 16–20 November 2025 mendatang.

Perjalanan Tak Terduga Menuju Nasional

Baik Kelvin maupun Novan sama-sama mengaku tidak menyangka bisa lolos ke tingkat nasional. Bagi mereka, keberhasilan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang proses dan pembelajaran.

“Sejujurnya saya nggak nyangka bisa lolos ONMIPA, apalagi di bidang kimia. Awalnya cuma ikut-ikutan teman, nggak ada ekspektasi bakal lolos. Tapi ternyata bisa jadi motivasi juga buat teman-teman lain agar jangan takut mencoba,” ungkap Novan kepada Humas UNUSIDA, Kamis (16/10/2025).

Sementara Kelvin menuturkan bahwa keikutsertaannya di ONMIPA berawal dari dorongan dosen dan pimpinan kampus. “Sebenarnya saya nggak minta ikut, tapi waktu itu disuruh sama Pak Yai pas menjelang PKKMB, ya saya manut saja,” katanya.

Namun di balik ketidaksengajaan itu, Kelvin justru menunjukkan kemampuan luar biasa. Ia mengaku sempat tidak yakin dengan hasil pekerjaannya, tetapi tetap berusaha memberikan yang terbaik.

“Saya nggak nyangka bisa lolos, padahal banyak soal yang saya kerjakan asal-asalan. Tapi ya, mungkin karena berusaha fokus pada konsep dasar dan penerapan kontekstual,” tambahnya.

Tantangan dan Persiapan

Bagi Kelvin, tantangan terbesar dalam mengikuti ONMIPA adalah kemampuan untuk mengintegrasikan ilmu kimia klasik dengan kemajuan teknologi modern. Ia mengaku memperdalam konsep dasar kimia dengan berdiskusi bersama dosen pembimbing serta rekan-rekan sejawat.

Ia berharap pencapaian ini bisa menjadi dorongan bagi UNUSIDA untuk terus mendukung mahasiswa berprestasi. “Saya berharap UNUSIDA bisa memberikan dukungan dan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa yang ingin mengharumkan nama kampus,” ucapnya penuh harap.

Sedangkan Novan lebih menyoroti aspek mental dan rasa percaya diri. “Tantangannya sih antara takut dan bingung, karena saingannya dari seluruh Indonesia. Tapi dosen-dosen Teknik Kimia sangat mendukung dan selalu memberi semangat serta materi tambahan,” ujarnya.

Keduanya juga menilai bahwa praktik-praktik di mata kuliah seperti Kimia Fisika dan Kimia Organik menjadi bekal penting dalam menghadapi kompetisi. “Dari situ kami belajar berpikir analitis dan sistematis, sekaligus terbiasa menghadapi permasalahan kontekstual,” tambah Novan.

Bagi Novan, prestasi ini bukan semata tentang hasil, tetapi tentang perjalanan. Ia berpegang pada prinsip:

“Proses lebih berharga daripada hasil. Karena di situ kita ditempa secara pikiran dan mental, dan justru itu yang seru. Kita dapat pengalaman baru yang belum pernah kita tahu sebelumnya,” ungkapnya.

Menutup wawancara, Novan menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain. Menurutnya, prestasi menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing di tingkat nasional dengan semangat belajar, bimbingan yang tepat, dan tekad kuat untuk terus maju.

“Jangan takut mencoba hal baru. Ikuti saja lomba seperti ONMIPA atau kegiatan akademik lainnya. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar dan mengasah kemampuan. Ini bukan soal piala atau sertifikat, tapi tentang bagaimana kita berkembang,” tuturnya.

Keduanya kini tengah fokus mempersiapkan diri untuk babak nasional, dengan target memberikan hasil terbaik bagi almamater tercinta.

Siti Nur Aini, M.Pd: Bangga Jadi Bagian dari UNUSIDA, Kampus yang Membentuk Karakter dan Kompetensi 1

Siti Nur Aini, M.Pd: Bangga Jadi Bagian dari UNUSIDA, Kampus yang Membentuk Karakter dan Kompetensi

Sidoarjo – “Pengalaman berkuliah di UNUSIDA bukan hanya momen belajar dan berdialektika di dalam kelas. Tetapi banyak sekali pengalaman, dari segi keilmuan, sarana prasarana, dan tidak kalah menarik di UNUSIDA juga jajaran civitas akademiknya yang berkualitas. Saya bangga menjadi alumni UNUSIDA, semoga UNUSIDA semakin maju dan berkualitas.”
Demikian ungkapan yang disampaikan oleh Siti Nur Aini, M.Pd, alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), ketika mengenang masa-masa kuliahnya di kampus yang telah membentuk jalan karier dan kehidupannya saat ini.

Bagi Aini, sapaan akrabnya, UNUSIDA bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang belajar kehidupan. Di kampus ini, ia menemukan arti sejati dari proses, perjuangan, dan nilai-nilai yang menuntun dirinya menjadi pendidik yang berintegritas.

Belajar Lebih dari Sekadar di Dalam Kelas

Siti Nur Aini menuturkan bahwa perjalanan studinya di UNUSIDA tidak berhenti pada tumpukan teori atau diskusi di ruang kuliah. Ia justru banyak belajar dari dinamika interaksi antar mahasiswa, kegiatan kampus, serta berbagai kesempatan pengabdian masyarakat yang menjadi bagian integral dari sistem pendidikan di UNUSIDA.

“UNUSIDA mengajarkan kami untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Saya banyak belajar bagaimana mengelola emosi, bekerja sama, dan berpikir kreatif dalam menghadapi tantangan di dunia nyata,” ujarnya.

Di bawah bimbingan para dosen PGSD yang berpengalaman, Aini belajar memahami dunia pendidikan dasar secara utuh—bagaimana cara menumbuhkan karakter siswa, merancang pembelajaran aktif, hingga menggunakan media digital dalam proses belajar mengajar.
Semangat dosen-dosen UNUSIDA yang selalu terbuka dan dekat dengan mahasiswa menjadi inspirasi tersendiri baginya. “Para dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing yang menuntun dengan hati,” tambahnya.

Sarana dan Prasarana yang Mendukung Proses Belajar

Bagi Aini, salah satu keunggulan UNUSIDA adalah keseriusannya dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Fasilitas kampus yang representatif, laboratorium microteaching, ruang diskusi yang nyaman, serta dukungan digital learning environment menjadi pengalaman berharga selama kuliah.

“Sebagai mahasiswa PGSD, kami sering melakukan praktik mengajar di laboratorium pembelajaran. Fasilitas yang lengkap membuat kami lebih percaya diri ketika terjun langsung ke sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, UNUSIDA juga terus berinovasi dalam pengembangan sistem pembelajaran. Penggunaan teknologi digital dan pendekatan student-centered learning membuat mahasiswa terbiasa berpikir mandiri dan aktif. “Saya merasakan langsung bagaimana dosen-dosen UNUSIDA menekankan pentingnya kreativitas dan literasi digital. Itu sangat berguna ketika saya mulai mengajar,” lanjutnya.

Civitas Akademika yang Profesional dan Humanis

Siti Nur Aini juga mengapresiasi peran besar civitas akademika UNUSIDA yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan mahasiswa. Ia mengakui, suasana akademik di kampus terasa hangat dan kekeluargaan, namun tetap menjunjung profesionalitas.

“Hubungan antara dosen dan mahasiswa di UNUSIDA sangat dekat. Kami tidak segan untuk berdiskusi atau meminta bimbingan di luar jam kuliah. Para dosen memberikan contoh nyata tentang bagaimana menjadi pribadi yang rendah hati namun berwawasan luas,” kenangnya.

UNUSIDA, menurutnya, bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk insan berkarakter. Nilai-nilai ke-NU-an seperti tawadhu’, mandiri, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat menjadi ruh dalam setiap kegiatan akademik.
“Nilai itu yang terus saya bawa hingga kini. Dalam mengajar anak-anak, saya belajar menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan seperti yang saya dapatkan di kampus,” ucapnya.

Menjadi Guru dengan Jiwa Pengabdian

Setelah menyelesaikan studinya, Siti Nur Aini kini berprofesi sebagai pendidik di salah satu sekolah dasar di Sidoarjo. Ia mengaku banyak menerapkan ilmu yang diperoleh dari kampus dalam dunia kerja, terutama dalam hal metodologi pengajaran, komunikasi efektif dengan siswa, serta manajemen kelas.

“Ketika terjun ke lapangan, saya merasa siap. Materi-materi yang saya pelajari di UNUSIDA benar-benar aplikatif. Bahkan, saat menghadapi siswa dengan latar belakang berbeda, saya teringat pembelajaran tentang psikologi anak yang dulu diajarkan dosen,” tuturnya dengan bangga.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian. Ia berharap bisa menjadi contoh bagi generasi muda agar tidak berhenti belajar dan terus memberikan manfaat di lingkungannya.
“Saya merasa UNUSIDA menanamkan semangat pengabdian itu. Kami tidak hanya diajarkan untuk menjadi cerdas, tetapi juga untuk bermanfaat,” katanya.

Bangga Menjadi Bagian dari UNUSIDA

Bagi Aini, gelar yang ia sandang kini adalah hasil kerja keras, doa, dan dukungan lingkungan kampus yang positif. Ia menilai UNUSIDA telah menjadi tempat yang ideal bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi berilmu dan berakhlak.

“Saya bangga menjadi alumni UNUSIDA. Kampus ini bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi. Harapan saya, semoga UNUSIDA terus maju, semakin berkualitas, dan melahirkan lebih banyak lulusan yang siap berkontribusi untuk bangsa,” tutupnya.

UNUSIDA: Kampus yang Terus Berkembang

Sejak berdiri, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo telah konsisten membangun reputasi sebagai kampus yang unggul dalam bidang akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Melalui berbagai inovasi pembelajaran, peningkatan akreditasi, dan penguatan jejaring kerja sama dengan dunia industri dan lembaga pendidikan, UNUSIDA terus berkomitmen menjadi kampus unggul yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Semangat alumni seperti Siti Nur Aini, M.Pd menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA tidak hanya mengantarkan mahasiswa menuju gelar akademik, tetapi juga membekali mereka dengan karakter, etika, dan kemampuan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“UNUSIDA bukan sekadar tempat kuliah,” kata Aini menutup kisahnya, “tetapi tempat di mana cita-cita dan nilai-nilai kehidupan saya dibentuk. Saya akan selalu bangga menjadi bagian dari keluarga besar UNUSIDA.”