Pos

Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA Gelar Academic Guest Lecturer: Membumikan Implementasi Bahan Kajian Teknik Lingkungan pada Dunia Kerja di Era Green Industry (Foto: Muchammad Waziruddin/Humas UNUSIDA)

Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA Gelar Academic Guest Lecturer, Sinergi Akademisi dan Praktisi untuk Green Innovation

SIDOARJO – Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat kompetensi mahasiswa melalui kegiatan Academic Guest Lecturer bertajuk ‘Implementasi Bahan Kajian Teknik Lingkungan pada Dunia Kerja di Era Green Industry’.

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, pada Jum’at (03/10/2025) malam. Kegiatan ini menghadirkan Iman Wibowo, S.T., M.T., Koordinator keahlian bidang Teknik Lingkungan di Studio Tuwah Samudera Engineering, sekaligus dosen Teknik Lingkungan UNUSIDA, sebagai pemateri utama.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif Teknik Lingkungan UNUSIDA, mulai dari mahasiswa baru angkatan 2025 hingga mahasiswa tingkat akhir angkatan 2022.

Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. menegaskan pentingnya kegiatan akademik kontekstual seperti ini sebagai wahana penguatan kompetensi dan relevansi pembelajaran.

“Melalui kegiatan Academic Guest Lecturer ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis dari setiap mata kuliah, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara aplikatif di dunia kerja. Dunia industri kini menuntut lulusan Teknik Lingkungan yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada prinsip green sustainability,” ujar Tamyiz.

Ia sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan penguatan akademik. suasana interaktif dan penuh semangat keilmuan. Forum tersebut berjalan secara mengalir menunjukkan kesadaran baru di kalangan mahasiswa bahwa perkuliahan bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan fondasi menuju profesionalisme di bidang lingkungan.

Ia berharap mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA dapat meneladani semangat para praktisi, memadukan pengetahuan teoritis dan pengalaman praktis sebagai bekal menjadi engineer lingkungan yang berintegritas, inovatif, dan berwawasan green industry.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dosen, mahasiswa, dan praktisi industri dalam membangun wawasan aplikatif yang berpijak pada nilai keberlanjutan,” tuturnya.

Sesi materi berlangsung interaktif, Iman Wibowo menggambarkan dinamika dunia kerja di sektor Teknik Lingkungan yang kini bertransformasi menuju era industri hijau (green industry).

Ia menjelaskan bahwa setiap bahan kajian Teknik Lingkungan mulai dari air bersih, air limbah dan drainase, pengelolaan persampahan, pencemaran udara, hingga manajemen lingkungan, memiliki relevansi kuat dengan praktik profesional di lapangan.

“Dalam dunia konsultan lingkungan, pemahaman komprehensif tentang wastewater treatment dan environmental impact assessment menjadi bekal utama. Misalnya, pada proyek perancangan sistem IPAL di kawasan industri, seorang engineer lingkungan harus mampu mengombinasikan perhitungan teknis dengan pertimbangan sosial dan ekologis,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia membagikan pengalaman menangani proyek penurunan beban pencemar air limbah di kawasan industri tekstil, di mana pengendalian warna dan bahan kimia organik menjadi tantangan tersendiri.

“Kami pernah menemukan konsentrasi Methyl Orange yang sangat tinggi pada effluent limbah tekstil. Dari situ kami belajar bahwa inovasi teknologi adsorben sangat krusial dalam mengoptimalkan efisiensi pengolahan limbah cair,” ungkapnya.

Tak hanya menyoroti aspek teknis, ia juga menyisipkan pesan inspiratif mengenai filosofi pembelajaran. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa proses belajar sejati tidak berhenti di ruang kuliah.

“Learning is a lifelong process of keeping your mind open to new ideas and experiences,” pesannya.

Tak hanya itu, sesi tanya jawab berlangsung hangat dan antusias. Salah satu mahasiswa, Gilang Ramadhani Kurniawan (angkatan 2024), yang juga bekerja sebagai teknisi di perusahaan konsultan lingkungan, mengajukan pertanyaan seputar penerapan bahan kimia dalam sistem pengolahan limbah cair.

“Dalam pengalaman saya di lapangan, efisiensi penurunan COD dan BOD sering kali tidak stabil meskipun dosis koagulan sudah sesuai. Bagaimana cara menyeimbangkan pendekatan teoritis dengan kondisi lapangan yang dinamis?” tanyanya.

Menanggapi hal itu, Iman menjawab dengan refleksi mendalam berbasis pengalaman profesionalnya.

“Itulah pentingnya engineering judgment. Setiap sistem pengolahan tidak bisa disamaratakan. Faktor pH, temperatur, dan jenis bahan organik sangat berpengaruh. Maka, observasi lapangan dan uji coba berulang menjadi kunci. Teori memberi kita arah, tetapi lapangan memberi kita kebijaksanaan,” terangnya.

Menurutnya, era green industry menuntut setiap perusahaan untuk memiliki tenaga ahli yang mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap proses produksi. Dengan demikian, peluang kerja bagi lulusan Teknik Lingkungan semakin terbuka lebar, tidak hanya di sektor publik tetapi juga di berbagai perusahaan swasta dan konsultan lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus turut berperan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (MY)

Dekan dan Tim Fakultas Ekonomi UNUSIDA Hadiri Peresmian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim Fakultas Ekonomi UNUSIDA Hadiri Peresmian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo

SIDOARJO – Tim Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) turut hadir dalam acara Peresmian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo, Jabon yang menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui pemberdayaan koperasi.

Acara yang berlangsung penuh semangat ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo Daud Alexander Tindi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi, S.T., M.M., beserta jajaran, perwakilan BUMN seperti PGN dan Pertamina, pihak perbankan, supplier seperti Bulog dan Rajawali, serta civitas akademika UNUSIDA.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pendirian Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Gerai sembako ini akan memutus rantai pasokan dengan konsep dari dan untuk masyarakat. Dengan demikian, kesejahteraan warga akan meningkat dan ekonomi desa akan semakin kuat,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah, perbankan, BUMN, supplier, serta perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola koperasi yang profesional dan berkelanjutan. Fakultas Ekonomi UNUSIDA siap berperan aktif dalam memberikan pembinaan SDM dan pendampingan manajemen usaha koperasi.

“Kami ingin kehadiran UNUSIDA tidak hanya simbolis, tetapi benar-benar menjadi mitra strategis desa dalam membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, acara juga dipandu oleh Alvin, Duta Favorit UMKM Jawa Timur yang juga mahasiswa Prodi Manajemen UNUSIDA, bersama Zulfa dari Prodi Akuntansi. Tampak hadir Kaprodi Akuntansi: Dian Fahriani, S.E., M.S.A. Kehadiran mereka menambah semangat dan kebanggaan tersendiri bagi kampus dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Selain menghadiri peresmian, tim Fakultas Ekonomi UNUSIDA juga sedang melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hibah Kemdiktisaintek di Desa Tambak Kalisogo. Program ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara kampus dan desa.

Dengan hadirnya Gerai Koperasi Desa Merah Putih, diharapkan ekonomi pedesaan semakin tumbuh, lapangan kerja terbuka lebih luas, dan kesejahteraan masyarakat Tambak Kalisogo semakin meningkat.

Ia menyebutkan, koperasi ini menjadi pijakan awal program jangka panjang. Dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah daerah, swasta, dan lembaga ekonomi, gerai koperasi desa diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal yang membuka lapangan kerja baru di desa.

Koperasi juga dinilai sebagai penggerak kemandirian desa dalam mengurangi ketergantungan pada supplier luar. Selain itu, juga menjadi ruang praktek bagi mahasiswa, khususnya dalam bidang manajemen usaha, akuntansi koperasi, dan pengabdian masyarakat. Serta menjadi pusat sinergi antar stakeholder, termasuk pemerintah, perbankan, BUMN, supplier, dan warga desa.

Tak hanya itu, koperasi merah putih juga menjadi jawaban terhadap tantangan pembangunan ekonomi daerah dan pemerataan kesejahteraan. Dengan begitu, Desa Tambak Kalisogo akan menjadi desa mandiri inspiratif di mata publik, sekaligus bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan bisa ditegakkan dari bawah bersama-sama.

“Harapan kami, Desa Tambak Kalisogo dapat menjadi desa binaan Fakultas Ekonomi UNUSIDA yang mampu menginspirasi desa-desa lain di sekitarnya. Potensi desa ini luar biasa, ditambah dukungan kuat dari pemerintah desa, menjadi modal penting menuju desa mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (MY)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan di Dapur Umum Musibah Ambruknya Bangunan Pesantren Al Khoziny (Foto: MAPALA UNUSIDA)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan Dapur Umum di Lokasi Musibah Pesantren Al Khoziny Buduran

SIDOARJO – Musibah ambruknya salah satu bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) lalu tidak hanya menyisakan kepanikan di kalangan santri dan pengurus, tetapi juga memunculkan gelombang kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang sigap hadir sebagai relawan di dapur umum.

Sejak kabar musibah tersebar, puluhan anggota MAPALA UNUSIDA langsung berkoordinasi dan memutuskan terjun ke lokasi. Mereka tidak hanya fokus pada evakuasi korban, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para santri, khususnya makanan, tetap terpenuhi. Para mahasiswa pecinta alam itu bekerja sama dengan pengurus pesantren, warga, dan tim tanggap darurat lain untuk mengolah logistik, memasak, hingga mendistribusikan makanan bagi santri, relawan, dan aparat yang berjibaku di lapangan.

Suasana kebersamaan terasa ketika mahasiswa dengan penuh semangat mengaduk panci besar, menyiapkan nasi bungkus, hingga membagikan air minum. Bahkan sebagian dari mahasiswa juga ikut mendata kebutuhan logistik agar aliran bantuan tepat sasaran.

Pembina MAPALA UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa di dapur umum adalah wujud nyata pengabdian sosial sekaligus pembelajaran karakter.

“Mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada aktivitas akademik, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Membantu di dapur umum bukan perkara sepele, ini adalah kerja kemanusiaan yang memastikan semua pihak memiliki energi untuk bertahan. Saya bangga anak-anak MAPALA UNUSIDA mampu menjalankan tugas dengan semangat, disiplin, dan kepedulian,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua MAPALA UNUSIDA, Reza Sujali, menambahkan bahwa peran di dapur umum sama pentingnya dengan evakuasi di lapangan. Keterlibatan MAPALA UNUSIDA dirasakan langsung oleh pesantren dan para santri. Kebutuhan pangan tetap terpenuhi meski kondisi penuh keterbatasan, sehingga relawan lain dapat fokus pada evakuasi.

“Kami sadar tidak semua orang bisa langsung terlibat dalam evakuasi, tetapi semua orang butuh makan untuk bertahan. Karena itu kami memilih fokus juga di dapur umum, menyiapkan makanan bagi santri, relawan, dan aparat. Dari sinilah semangat gotong royong terus hidup,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Kamis (2/10/2025).

Mahasiswa Prodi Teknik Industri tersebut menjelaskan, melalui aksi sederhana tetapi vital ini, MAPALA UNUSIDA membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan dalam teori, melainkan juga garda kemanusiaan di lapangan. Pengalaman ini menjadi ruang belajar berharga untuk melatih kedisiplinan, kerjasama tim, dan kepekaan sosial, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus, pesantren, dan masyarakat.

Ia berharap dapat terus menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong, sesuai dengan jati diri mahasiswa dan spirit Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi landasan UNUSIDA.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban para korban dan menunjukkan bahwa mahasiswa juga memiliki peran sosial dalam setiap musibah kemanusiaan,” pungkasnya. (MY)

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Gelar Ziarah dan Koordinasi ke Makam Auliya di Kota Pasuruan (Foto: Humas UNUSIDA)

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Gelar Ziarah ke Makam Auliya di Pasuruan

PASURUAN – Jaringan Pengelola Zakat, Infaq, dan Shadaqah (JPZIS) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan ziarah sekaligus koordinasi ke sejumlah makam ulama dan auliya di Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (2/10/2025)). Rangkaian ziarah dimulai dari Makam Syarifah Khodijah atau yang dikenal sebagai Mbah Ratu Ayu, dilanjutkan ke Makam KH Abdul Hamid (Mbah Hamid) Pasuruan, Makam Mbah Sholeh Semendi, hingga Makam Mbah Sayyid Arif Segoropuro.

Ketua JPZIS LAZISNU UNUSIDA, Fabet Ali Thoufan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk tawasul untuk memperoleh berkah doa dari para wali Allah, tetapi juga sebagai momentum mempererat silaturahmi antar pengurus.

Menurutnya, Ziarah ke makam para wali bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya spiritual dalam memperkuat ikatan hati dengan perjuangan para ulama terdahulu. Melalui ziarah, dapat mengingat jasa-jasa para waliyullah dalam menegakkan agama, menyebarkan ilmu, dan menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Ziarah ini menjadi pengingat akan perjuangan para ulama dalam menegakkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, kami juga memanfaatkannya untuk memperkuat kebersamaan dan menyusun agenda-agenda penting JPZIS ke depan,” ungkap Fabet.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditopang oleh kerja keras lahiriah, tetapi juga oleh kekuatan doa dan spiritualitas. Dengan limpahan doa dan keberkahan para kekasih Allah, menjadi ikhtiar nyata dalam pengembangan kampus, baik dalam peningkatan kualitas akademik, penguatan penelitian, maupun pengabdian masyarakat semakin dimudahkan oleh Allah SWT.

“Kami berharap melalui ziarah ini, UNUSIDA senantiasa dinaungi doa para auliya sehingga mampu berkembang menjadi kampus yang membawa manfaat luas, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga akar tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah,” harapnya.

Di tengah perjalanan, para pengurus juga melakukan koordinasi internal terkait program dan langkah strategis JPZIS LAZISNU UNUSIDA. Ia berharap, melalui doa dan teladan para auliya, program kerja yang dijalankan semakin membawa manfaat dan keberkahan bagi umat.

“Dengan demikian, ziarah bukan hanya perjalanan ruhani, melainkan juga sumber energi spiritual yang memperkuat tekad bersama dalam memajukan UNUSIDA,” pungkasnya. (MY)

Rektor dan LAZISNU UNUSIDA Kunjungi Pondok Pesantren Al Khoziny (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor dan LAZISNU UNUSIDA Salurkan Bantuan untuk Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo

SIDOARJO – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., bersama Jaringan Pengelola Zakat, Infaq, dan Shodaqah (JPZIS) Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) UNUSIDA menyalurkan bantuan kepada Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Selasa (30/9/2025), sebagai bentuk kepedulian atas musibah ambruknya bangunan musholla pesantren beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA bersama Direktur JPZIS LAZISNU UNUSIDA secara langsung diterima oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, KHR Abdussalam Mujib, dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi. Ia berharap bantuan yang diberikan UNUSIDA dapat membantu meringankan beban para korban, keluarga santri, hingga para relawan yang tengah bekerja keras di lokasi.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp12.500.000, yang merupakan hasil penggalangan dana dari seluruh elemen kampus UNUSIDA, mulai dari mahasiswa, tenaga kependidikan, dosen, hingga pimpinan universitas, yang diinisiasi oleh LAZISNU UNUSIDA.

Hingga hari ini, proses evakuasi korban ambruknya bangunan musholla di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih terus berlangsung. Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama sejumlah relawan dari berbagai unsur, termasuk GP Ansor, Banser, BPBD, dan organisasi kemanusiaan lainnya, masih berjibaku di lapangan untuk menyisir dan mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Kondisi reruntuhan yang cukup parah menyulitkan proses pencarian. Tim SAR harus menggunakan alat berat secara hati-hati guna menghindari risiko tambahan terhadap korban yang masih hidup. Proses ini juga diperkuat dengan anjing pelacak dan alat pendeteksi detak jantung untuk memaksimalkan pencarian.

Dari pantauan tim Humas UNUSIDA, beberapa keluarga korban masih menanti kabar sambil berharap cemas di posko darurat yang didirikan di sekitar area pesantren. Layanan kesehatan, dapur umum, hingga posko-posko pengamanan pun telah mulai disiagakan untuk menangani para korban dan keluarga yang terdampak secara psikologis.

Guna menjaga ketertiban dan kondusivitas selama proses evakuasi, pihak keamanan bersama relawan telah menerapkan pengamanan ketat di area terdampak. Sejumlah titik akses ditutup sementara untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses penanganan pasca bencana.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum merilis jumlah pasti korban yang masih tertimbun, namun tim SAR memastikan proses pencarian akan terus dilakukan hingga area dinyatakan benar-benar aman dan bersih dari korban. (MY)

Kerja Sama UNUSIDA dan RSUD R.T Notopuro (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama dengan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Salurkan Mahasiswa Magang di Bidang IT

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjalin kerja sama strategis dengan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo melalui rapat pembahasan yang digelar pada Jum’at (26/9/2025) lalu. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak membahas sejumlah program kolaborasi, mulai dari penyelenggaraan magang mahasiswa, penelitian dosen dan mahasiswa, hingga program pengabdian masyarakat di bidang kesehatan.

Secara khusus, agenda pertemuan menyoroti rencana penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA dengan Tim IT RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dari program studi Informatika dan Sistem Informasi di UNUSIDA akan memperoleh kesempatan magang di bidang teknologi informasi sekaligus berkontribusi dalam mendukung pengembangan sistem digital rumah sakit.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran pimpinan RSUD atas sambutan serta dukungan yang diberikan.

“Kerja sama ini sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, mahasiswa juga bisa memberikan kontribusi nyata dalam penguatan sistem IT di rumah sakit,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit, diharapkan lahir inovasi serta solusi nyata dalam menjawab tantangan era digital di bidang pelayanan publik.

Namun demikian, ia berharap kolaborasi tidak berhenti pada satu fakultas saja. Menurutnya, kerja sama lintas fakultas akan memperluas cakupan manfaat, baik bagi mahasiswa UNUSIDA maupun bagi RSUD R.T. Notopuro. Hal ini juga sejalan dengan komitmen universitas untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja di berbagai bidang.

“Kami ingin kerja sama ini bisa terus berkembang, tidak hanya di Fakultas Ilmu Komputer, tetapi juga diikuti oleh fakultas lainnya, seperti Fakultas Ekonomi. Dengan begitu, semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan pengalaman praktis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan di rumah sakit,” jelasnya.

Turut hadir, Kaprodi Informatika Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom., Dosen Informatika Anggay Luri Pramana, S.Kom., M.Kom., dan Kepala Bagian Humas Afifatus Sholikhah, S.M., M.M. (MY)

Potret Gedung Kampus 2 UNUSIDA, di Jl. Lingkar Timur KM 5,5 Rangkah Kidul, Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Masuk 5 Besar Kampus NU dengan SINTA Score Tertinggi di Indonesia

SIDOARJO — Dunia pendidikan tinggi Indonesia kembali mencatat pencapaian membanggakan dari jaringan kampus Nahdlatul Ulama (NU). Melalui pengukuran Science and Technology Index (SINTA) Score yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI), sejumlah kampus NU menunjukkan kemajuan signifikan dalam bidang riset dan publikasi ilmiah.

Pada periode September 2025, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil menempati peringkat ke-5 dengan SINTA Score sebesar 83 ribu. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi UNUSIDA sebagai salah satu kampus unggulan dalam jaringan perguruan tinggi NU di Indonesia.

Seperti diketahui, SINTA Score merupakan indikator utama dalam menilai kinerja akademik perguruan tinggi, khususnya dalam hal publikasi ilmiah, penelitian, dan sitasi. Semakin tinggi skor yang diraih, semakin menunjukkan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kontribusi riset bagi masyarakat.

Selain UNUSIDA, terdapat sembilan kampus NU lainnya yang masuk dalam daftar 10 besar dengan SINTA Score tertinggi. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi calon mahasiswa maupun akademisi yang tengah mencari kampus NU terbaik untuk studi dan riset.

Melalui laman resmi SINTA Kemendikbud Ristek sinta.kemdiktisaintek.go.id, tercatat 12 program studi di UNUSIDA konsisten melaksanakan budaya penelitian dan pengabdian yang berdampak.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi dan kerja keras dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian selama ini.

Pihaknya mengaku selalu memfasilitasi untuk memperkuat kegiatan penelitian, seperti secara rutin dan berkelanjutan menggelar pelatihan dan workshop, termasuk kegiatan terbaru bertajuk Workshop Penyusunan Roadmap Riset dan PKM untuk seluruh Dosen di setiap Program Studi dan Fakultas di UNUSIDA. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun arah penelitian yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Saya terharu dengan semangat bapak-ibu dosen yang menunjukkan progress dalam melaksanakan penelitian seperti ini. Saya berharap setiap program studi dan fakultas dapat terus bersinergi dalam melaksanakan penelitian yang lebih terarah,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Elsa juga menegaskan bahwa keberhasilan UNUSIDA menembus lima besar nasional menjadi bukti nyata keseriusan sivitas akademika dalam membangun budaya penelitian yang kuat serta memperkuat reputasi kampus di tingkat nasional.

“Dengan sinergi antara dosen, mahasiswa, dan lembaga, UNUSIDA optimis dapat terus menghasilkan riset yang inovatif, berdaya guna, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (MY)

UNUSIDA Cetak Alumni Inspiratif, Imam Santoso Wahyu Nugroho Kini Sukses Jadi Pengawas Lapangan BPVP Banyuwangi 1

UNUSIDA Cetak Alumni Inspiratif, Imam Santoso Wahyu Nugroho Kini Sukses Jadi Pengawas Lapangan BPVP Banyuwangi

Sidoarjo – Setiap alumni memiliki kisah inspiratif yang bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Begitu pula dengan perjalanan Imam Santoso Wahyu Nugroho, S.Kom., alumni Program Studi Teknik Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang lulus pada tahun 2021 dan kini berkarier sebagai Pengawas Lapangan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi. Perjalanan Imam adalah gambaran nyata bagaimana kerja keras, ketekunan, serta pengalaman berorganisasi dan akademik selama kuliah dapat menjadi bekal penting untuk meniti karier di dunia profesional.

Sejak awal kuliah, Imam sudah memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi informasi. Ia menuturkan bahwa pilihannya masuk Prodi Teknik Informatika UNUSIDA didorong oleh keyakinan bahwa teknologi adalah bidang yang selalu berkembang dan akan terus dibutuhkan. Ketertarikan itu mendorongnya untuk terus belajar, mendalami materi perkuliahan, sekaligus mencari pengalaman di luar kelas. Kini, setelah beberapa tahun lulus, Imam dipercaya untuk bekerja sebagai pengawas lapangan di BPVP Banyuwangi, sebuah lembaga pelatihan di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang fokus pada peningkatan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja. Dalam posisinya, Imam bertanggung jawab memastikan kelancaran berbagai program pelatihan, mengawasi teknis pelaksanaan di lapangan, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan berjalan sesuai standar. “Bekerja di BPVP Banyuwangi memberikan saya banyak pengalaman baru. Tugas saya bukan hanya sekadar mengawasi, tetapi juga belajar memahami karakter orang, bagaimana mengelola tim, serta memastikan target pelatihan tercapai. Itu semua membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan,” ujarnya.

Dibalik pencapaian tersebut, Imam tidak lupa mengenang masa-masa kuliahnya di UNUSIDA. Ia mengaku salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat harus rela mengerjakan tugas hingga larut malam, bahkan sampai dini hari. “Kalau ditanya yang paling berkesan, tentu saya ingat betul momen-momen begadang demi tugas. Kadang saya dan teman-teman harus menyelesaikan project pemrograman atau laporan praktikum sampai tengah malam. Walaupun lelah, justru dari situlah saya belajar arti tanggung jawab dan kerja sama,” kenangnya sambil tersenyum. Pengalaman itu ternyata menjadi bekal berharga dalam dunia kerja. Tekanan deadline, tuntutan ketelitian, dan kemampuan mengatur waktu yang dilatih selama masa kuliah benar-benar terpakai ketika ia menghadapi tantangan di pekerjaannya sekarang. “Rupanya begadang mengerjakan tugas waktu kuliah itu semacam simulasi kecil untuk kehidupan kerja sekarang,” tambahnya.

Menurut Imam, UNUSIDA tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang mendukung alumninya di dunia kerja. Ia merasakan betul bagaimana para dosen di Prodi Teknik Informatika selalu memberikan dorongan untuk berpikir kritis, disiplin, serta terbuka terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, kegiatan organisasi dan forum diskusi di kampus juga membentuk kepribadiannya. Dari situ, ia belajar bagaimana bekerja dalam tim, bagaimana menyampaikan ide dengan baik, dan bagaimana menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Semua itu sangat relevan dengan pekerjaan yang ia jalani sekarang, di mana komunikasi dan kolaborasi menjadi hal utama. Imam juga menilai bahwa dukungan dosen yang selalu terbuka untuk diskusi adalah salah satu kekuatan UNUSIDA. Para pengajar tidak hanya membimbing mahasiswa dalam perkuliahan, tetapi juga mendorong mereka untuk berani mencoba hal-hal baru dan mengembangkan potensi diri.

Sebagai alumni, Imam tidak lupa memberikan pesan motivasi kepada adik-adiknya di UNUSIDA. Ia menekankan bahwa masa kuliah adalah waktu yang sangat berharga untuk membangun bekal masa depan. Menurutnya, mahasiswa sebaiknya tidak hanya kuliah untuk mengejar nilai, melainkan juga memanfaatkan kesempatan untuk belajar soft skill seperti manajemen waktu, kerja sama tim, dan komunikasi. “Percayalah, semua itu akan sangat berguna ketika kalian sudah terjun ke dunia kerja,” ujarnya penuh semangat. Imam juga berpesan agar mahasiswa tidak takut menghadapi kesulitan. Tugas yang menumpuk, jadwal padat, dan tantangan akademik bukanlah hambatan, melainkan latihan untuk membentuk mental yang kuat. “Kalau kita sudah terbiasa menghadapi tekanan di masa kuliah, kita akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” tegasnya.

Kehadiran Imam di dunia kerja, khususnya di instansi pemerintah seperti BPVP Banyuwangi, menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA telah berhasil mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing. Peran alumni seperti Imam juga menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya bahwa dengan usaha, disiplin, dan ketekunan, peluang untuk sukses selalu terbuka lebar. Bagi UNUSIDA, kisah Imam bukan hanya sekadar cerita pribadi, tetapi juga cerminan keberhasilan program pendidikan yang diterapkan. Dengan mengombinasikan teori, praktik, serta pembinaan karakter, kampus berhasil menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di berbagai bidang pekerjaan.

Kisah perjalanan Imam Santoso Wahyu Nugroho, S.Kom., dari seorang mahasiswa yang rela begadang demi tugas hingga menjadi Pengawas Lapangan BPVP Banyuwangi, adalah inspirasi bagi seluruh mahasiswa UNUSIDA. Semangat, dedikasi, dan kerja kerasnya menunjukkan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Apa yang ia alami selama kuliah di UNUSIDA menjadi fondasi kokoh dalam membangun karier profesionalnya. Dan kini, ia berdiri sebagai contoh nyata bahwa dengan tekad dan konsistensi, setiap mahasiswa bisa menggapai cita-cita.

PEMABA FT UNUSIDA Ke IX 2025 (Foto: Muchammad Waziruddin)

PEMABA ke-IX Fakultas Teknik UNUSIDA: Cetak Engineer Muda Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman

SIDOARJO – Menjadi seorang engineer di era transisi teknologi bukan hanya soal menguasai rumus atau perangkat laboratorium, tetapi juga tentang kesiapan mental, karakter, dan kemampuan merajut keberagaman. Semangat inilah yang mengalir dalam kegiatan Pekan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik (PEMABA-FT) ke-IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu-Ahad (20-21/9/2025).

PEMABA ke-IX Fakultas Teknik UNUSIDA diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari berbagai program studi di lingkungan fakultas, seperti Teknik Kimia, Teknik Industri, dan Teknik Lingkungan. Acara ini dirancang untuk memperkenalkan dunia kampus, membangun semangat kolaborasi lintas jurusan, serta menanamkan etos kerja seorang engineer muda yang tangguh, inovatif, dan inklusif. Dengan mengusung tema ‘Membentuk Engineer Muda, Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman’, kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kultur akademik, regulasi fakultas, dan membangun identitas keinsinyuran yang tangguh dan berdaya saing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang menegaskan bahwa PEMABA-FT bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan orientasi studi mahasiswa baru.

“PEMABA Fakultas Teknik bukan hanya acara penyambutan, tetapi pintu gerbang bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik dan regulasi fakultas. Kegiatan ini juga menjadi salah satu syarat administratif penting sebelum mengikuti yudisium,” ujarnya.

Rangkaian Materi Hari Pertama: Integrasi Ilmu, Nilai, dan Praktik

Sesi pertama diawali dengan Pengenalan Fakultas Teknik sesi pertama oleh Ibu Listin Fitrianah yang menjelaskan visi dan misi fakultas, yaitu menjadi pusat keunggulan dalam riset terapan berwawasan lingkungan dengan landasan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau juga menekankan pentingnya integrasi antara penguasaan teknologi, pengembangan karakter, dan kontribusi sosial dalam mencetak lulusan yang kompeten dan beretika.

Dilanjutkan dengan Pengenalan Fakultas Teknik sesi kedua oleh Wakil Dekan, Ibu Zahrotul Azizah, S.T., M.T., yang memaparkan alur perkuliahan, praktikum, hingga kerja praktik (KP) sebagai bekal awal mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar tidak hanya secara teoritis, tetapi juga praktis melalui laboratorium dan kerja lapangan.

Sesi berikutnya menghadirkan para Ketua Program Studi yang memperkenalkan keunggulan dan peluang dari masing-masing program studi. Mulai dari Kaprodi Teknik Industri Untung Usada, S.Si., M.T., Kaprodi Teknik Lingkungan Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Kaprodi Teknik Kimia, Yulia Tri Rahkadima, S.T., M.T.

Ketiganya menekankan pentingnya riset aplikatif, keterampilan analisis, dan jaringan profesional sebagai modal utama lulusan teknik dalam menghadapi tantangan global.

Selain itu, peserta juga dibekali materi pengembangan karakter dan nilai-nilai Aswaja yang disampaikan oleh Bapak A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., dosen Teknik Kimia sekaligus Kepala Divisi Amaliyah Aswaja UNUSIDA.

Dengan pendekatan yang interaktif dan reflektif, beliau mengajak mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan tawadhu (rendah hati) sebagai fondasi kepribadian seorang engineer berintegritas.

Tak hanya itu, peserta juga diajak mengenal lebih dalam fasilitas riset melalui sesi Pengenalan Laboratorium Fakultas Teknik, yang dipandu oleh Khilyatul Afkar, S.T., Kepala Laboratorium. Para mahasiswa baru diperkenalkan pada berbagai peralatan dan perangkat riset di Laboratorium Kualitas Lingkungan dan Laboratorium Teknik Kimia, sekaligus memahami peran laboratorium sebagai pusat inovasi dan eksperimen.

Solid dalam Keberagaman, Siap Berkarya untuk Masa Depan

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha mengatakan, PEMABA-FT IX tidak hanya menyajikan materi pengenalan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan semangat inklusif. Melalui interaksi dengan dosen, staf laboratorium, dan sesama mahasiswa lintas prodi, para peserta mulai merajut jaringan sosial dan akademik yang akan menjadi bekal penting selama masa studi.

“Melalui PEMABA ini, kami ingin mahasiswa siap menghadapi dunia kampus yang dinamis dan beragam, serta membentuk komunitas akademik yang solid dan kolaboratif,” ungkapnya.

Erlangga mengungkapkan, kegiatan orientasi ini menjadi bukti komitmen Fakultas Teknik UNUSIDA dalam mencetak engineer muda yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga peka secara sosial, siap berinovasi, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.

Menurutnya, PEMABA-FT IX menjadi titik awal perjalanan panjang mahasiswa menuju profesionalisme teknik yang bermakna. Di sinilah awal mula mereka ditempa, dibimbing, dan diarahkan untuk menjadi lulusan berdaya saing tinggi dan kontributif bagi pembangunan bangsa. Menjadi gerbang awal pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai kebersamaan bagi para mahasiswa baru.

“Selamat datang di Fakultas Teknik UNUSIDA. Mari kita tumbuh bersama, belajar bersama, dan berkontribusi bersama. Engineer muda tidak hanya membangun sistem dan infrastruktur, tapi juga membangun masa depan bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2024/2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

LPM-PP UNUSIDA Gelar Rapat Tinjauan Manajemen Tahun 2024/2025, Bahas Hasil Audit Mutu Internal

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dalam rangka menindaklanjuti Hasil Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (22/9/2025) di Hall Lantai 4, Kampus 2 UNUSIDA, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), serta Kepala Biro (Kabiro) di lingkungan UNUSIDA.

RTM menjadi momen penting untuk meninjau pencapaian mutu akademik dan non-akademik, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis perbaikan dan pengembangan berkelanjutan sesuai standar mutu pendidikan tinggi secara nasional.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa RTM merupakan salah satu pilar penting dalam memastikan sistem penjaminan mutu internal berjalan secara optimal. Ia sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam menyukseskan AMI 2025 ini, terutama Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPM-PP) sebagai penginisasi.

“Rapat tinjauan ini bukan hanya sebagai agenda rutin, namun juga sebagai sarana untuk merumuskan tindak lanjut hasil audit agar mutu internal kita dapat disetarakan dengan standar mutu nasional. Semoga apa yang kita lakukan hari ini senantiasa memberikan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Dalam rapat ini, LPM-PP memaparkan hasil temuan audit mutu internal serta rekomendasi peningkatan yang perlu dilakukan oleh masing-masing unit kerja. Diskusi interaktif antar pimpinan turut mewarnai jalannya rapat, mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di UNUSIDA.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I. memberikan penegasan penting mengenai arah pengembangan mutu akademik ke depan. Ia mendorong seluruh program studi untuk fokus dalam mencapai akreditasi unggul, sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional. Tentunya, di setiap prodi memiliki indikator yang harus disesuaikan dengan standard nasional

“Kami menargetkan seluruh program studi di UNUSIDA meraih akreditasi unggul. Ini adalah langkah strategis untuk membawa UNUSIDA menjadi perguruan tinggi yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional. Oleh karena itu, saya menekankan kepada seluruh pimpinan prodi untuk benar-benar fokus pada target ini dan menjadikannya prioritas utama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan akreditasi unggul di setiap program studi, UNUSIDA akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi, serta membuka peluang lebih luas dalam kolaborasi, penelitian, dan peningkatan kualitas lulusan.

“RTM kali ini menegaskan kembali kesungguhannya dalam menjalankan sistem penjaminan mutu berkelanjutan demi mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.