Pos

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama 1

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama

Malaysia, 10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kolaborasi internasional dengan SEGi University Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (10/9). Penandatanganan yang berlangsung di Malaysia ini dihadiri langsung oleh Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, yaitu kolaborasi program akademik, pengakuan kredit melalui sistem transfer, penelitian bersama. Selain itu, kedua pihak juga menyepakati melaksanakan program magang penelitian, pertukaran staf dan dosen, seminar dan konferensi bilateral, publikasi informasi bersama kepada masyarakat internasional. Akan tetapi, dalam nota kesepahaman tersebut terdapat klausa tentang kenyataan bahwa setiap kegiatan spesifik akan diatur dalam dokumen tertulis, yang akan sah secara hukum, sebagai berkas yang ditandatangani oleh kedua universitas.Dengan demikian, kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki kekuatan implementatif yang jelas.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis universitas untuk memperluas jejaring internasional.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi sivitas akademika UNUSIDA untuk berkembang, berkompetisi, dan berkontribusi di level global. Melalui program pertukaran, riset kolaboratif, hingga penyelenggaraan seminar bersama, mahasiswa maupun dosen akan mendapatkan pengalaman internasional yang sangat berharga,” ujarnya.

Dalam era globalisasi pendidikan, kerja sama antaruniversitas lintas negara menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing. Dengan adanya program transfer kredit, misalnya, mahasiswa UNUSIDA dapat menempuh sebagian studinya di SEGi University dengan pengakuan akademik penuh. Hal ini memberi peluang besar bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer belajar internasional sekaligus memperluas wawasan budaya.

Selain itu, program pertukaran staf dan dosen memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan yang lebih luas. Para dosen dapat saling berbagi pengalaman mengajar, metode pembelajaran, hingga inovasi riset terkini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dosen, tetapi juga langsung memperkaya kualitas pembelajaran di kelas.

Dalam MoU yang disepakati, kedua pihak menegaskan bahwa setiap kegiatan kolaborasi akan ditanggung secara mandiri oleh masing-masing pihak, kecuali ada kesepakatan tertulis yang menyatakan sebaliknya. Hal ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk menempatkan kerja sama ini secara profesional dan saling menguntungkan.

Kerja sama ini diperkirakan akan membawa sejumlah dampak positif, di antaranya:

  1. Peningkatan Kualitas Akademik – Melalui program riset bersama, kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di UNUSIDA akan semakin meningkat dengan standar internasional.
  2. Peluang Mobilitas Mahasiswa – Mahasiswa UNUSIDA berkesempatan menempuh studi di SEGi University melalui program transfer kredit, magang penelitian, atau seminar internasional.
  3. Penguatan Reputasi Universitas – Sebagai universitas berbasis Nahdlatul Ulama, UNUSIDA dapat menunjukkan kontribusinya di kancah internasional, sekaligus memperluas jejaring strategis dengan perguruan tinggi luar negeri.
  4. Kontribusi Sosial – Publikasi informasi bersama dan kegiatan akademik terbuka akan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam hal akses pengetahuan dan pendidikan lintas negara.

Dr. Fatkul Anam menambahkan bahwa kerja sama ini adalah pintu masuk untuk menjalin hubungan yang lebih luas, tidak hanya dengan SEGi University, tetapi juga dengan berbagai universitas di Asia Tenggara dan dunia.

“Kami berharap, dari kolaborasi ini akan lahir berbagai program turunan yang konkret, seperti penelitian bersama yang berdampak pada kebijakan publik, pertukaran budaya antar mahasiswa, hingga peluang pendanaan riset internasional. Intinya, kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar memberi manfaat bagi semua pihak,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini menandai babak baru perjalanan internasionalisasi UNUSIDA. Dengan semangat kolaborasi bersama SEGi University Malaysia, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperluas jejaring global, meningkatkan mutu pendidikan, dan mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Kerja sama yang dibangun tidak hanya mempertemukan dua institusi pendidikan, tetapi juga membuka jembatan ilmu, budaya, dan pengalaman yang akan membawa dampak jangka panjang bagi generasi akademik di Indonesia dan Malaysia

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global 2

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global

Malaysia,  10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya internasionalisasi, dengan resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaya Wales (UMW), sebuah institusi pendidikan terkemuka di Malaysia. Kesepakatan strategis ini merupakan wujud nyata komitmen UNUSIDA untuk memperluas jaringan akademik, meningkatkan mutu pendidikan, dan menguatkan relevansi riset di tingkat internasional. MoU ini menjadi landasan kerja sama timbal balik antara UNUSIDA dan UMW. Ruang lingkup kerja sama mencakup beragam kegiatan dan program yang berfokus pada kolaborasi akademik, dengan tetap mematuhi ketersediaan dana dan regulasi yang berlaku di masing-masing universitas.

Beberapa poin utama yang akan diimplementasikan antara lain:

  1. Mobilitas Mahasiswa dan Dosen: Kedua belah pihak akan memfasilitasi program pertukaran bagi mahasiswa dan kunjungan bagi akademisi (visiting scholars) untuk memperkaya pengalaman belajar dan mengajar.
  2. Kolaborasi Program Akademik: Kemitraan ini membuka peluang untuk pengembangan program akademik gabungan.
  3. Riset dan Publikasi Bersama: Melakukan kegiatan penelitian kolaboratif yang hasilnya dapat dipublikasikan secara bersama-sama.
  4. Pertukaran Sumber Daya: Berbagi materi akademik dan informasi lain yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
  5. Pusat Internasional: Mengelola pusat atau unit internasional untuk mendukung program-program kolaborasi.
  6. Kegiatan Ilmiah: Menyelenggarakan kegiatan ilmiah bersama, seperti seminar, pelatihan, konferensi, dan simposium.
  7. Perjanjian ini juga bersifat non-eksklusif, yang memungkinkan kedua universitas untuk menjalin kemitraan dengan institusi lain. Untuk menjamin kelancaran kolaborasi, MoU ini juga mengatur secara rinci perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kerahasiaan informasi, dan mekanisme penyelesaian sengketa, memastikan setiap kegiatan berjalan secara profesional.

Penandatanganan ini melibatkan dua pihak utama. Dari UNUSIDA, diwakili oleh Rektor Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, yang menandatangani dokumen ini sebagai perwakilan institusi. Sementara itu, dari pihak UMW, perjanjian ditandatangani oleh Prof. Dr. Roselina Ahmad Saufi, FCMI. Kehadiran para pimpinan tertinggi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat dari kedua universitas dalam mewujudkan kerja sama.Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini secara resmi dilakukan pada 10 September 2025 di Malaysia. Berlangsung di wilayah UMW, menandakan UNUSIDA mengambil peran aktif sebagai mitra internasional.

Menurut Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, kemitraan ini merupakan langkah fundamental untuk mewujudkan visi UNUSIDA sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah pintu gerbang penting untuk memperluas cakrawala akademik. “Kemitraan dengan UMW ini membuka pintu bagi UNUSIDA untuk memperluas cakrawala akademik. Kami berharap mahasiswa dan dosen kami dapat memperoleh pengalaman internasional yang riil, baik melalui pertukaran, penelitian gabungan, maupun kegiatan akademik lainnya. Perjanjian ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan standar internasional.”

Perjanjian ini berlaku selama lima tahun, memberikan waktu yang memadai bagi kedua pihak untuk merancang dan melaksanakan program-program kolaboratif. Jika salah satu pihak ingin mengakhiri kerja sama, pemberitahuan tertulis harus disampaikan enam bulan sebelumnya. Sebaliknya, jika ingin memperpanjang, pemberitahuan harus diberikan pada tahun keempat masa kerja sama. Fleksibilitas ini menunjukkan komitmen jangka panjang tanpa mengikat pihak mana pun secara permanen.Dampak dari kemitraan ini akan terasa di berbagai lapisan. Bagi mahasiswa, mereka akan mendapatkan kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam program mobilitas, yang akan memungkinkan mereka belajar di lingkungan baru dan memperluas wawasan budaya. Bagi dosen, kolaborasi ini membuka peluang riset bersama dan publikasi internasional, yang akan meningkatkan profil akademik mereka.

Secara lebih luas, kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi dalam program akademik, menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan standar global. Selain itu, pertukaran materi akademik dan informasi akan memperkaya sumber daya belajar bagi kedua institusi. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan mutu lulusan UNUSIDA, yang diharapkan semakin kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Suasana Pembukaan PKKMB Ke-X UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

PKKMB ke-X, Mahasiswa Baru UNUSIDA Dibekali Semangat Ilmu, Pengabdian, dan Perubahan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ke-X. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (9/9/2025).

Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNUSIDA, Muhammad Burhanuddin Robbani menekankan bahwa tugas mahasiswa tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar di kelas. Ia menegaskan, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara ini menjadi momentum penting untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan akademik, nilai pengabdian, hingga semangat perubahan sosial sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, momentum PKKMB ke-X ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga momentum penanaman nilai dasar, seperti keseimbangan antara akademik, spiritualitas, dan pengabdian sosial.

Ia mendorong mahasiswa baru UNUSIDA siap melangkah menuju masa depan sebagai insan cendekia yang membawa perubahan positif bagi bangsa.

“Mahasiswa dituntut bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan itu untuk menjawab problematika masyarakat. Selain itu, kita perlu menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu dunia agar menjadi pribadi yang utuh,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, sangat mengapresiasi semangat mahasiswa baru dan menyebutkan bahwa PKKMB tahun ini memiliki arti istimewa.

“Dalam sejarah 11 tahun UNUSIDA, PKKMB kali ini menjadi salah satu yang paling berkesan. Mahasiswa harus menyadari perannya sebagai agen perubahan bangsa. Perubahan besar dimulai dari diri sendiri, keluarga, lalu masyarakat. Seperti kata Bung Karno, bangsa yang besar tidak lepas dari peran mahasiswa,” pesannya.

Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Zainal Abidin, berharap agar mahasiswa baru UNUSIDA dapat tumbuh menjadi pemimpin hebat di masa depan. Ia mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang akan menempati posisi penting di tengah masyarakat.

“Saya yakin mahasiswa UNUSIDA akan menempati pos-pos penting di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

Kiai Zainal mengingatkan agar mahasiswa menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama. Menurutnya, generasi muda harus memiliki jiwa keilmuan sekaligus spiritualitas yang kokoh, sehingga mampu membawa manfaat luas.

“Semoga ilmu yang kalian dapatkan menjadi ibadah, membentuk pribadi yang berakhlak, dan menjadikan kalian sebagai orang-orang luar biasa,” pungkasnya.

Tampk hadir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2009-2014, Prof.Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Hj. Anik Maslachah, S.Pd., M.Si. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Dr. Feny Apridawati, S, KM,. M. Kes, Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. Sholehuddin, M.Pd.I, dan lain sebagainya. (MY)

UNUSIDA Jalin Kemitraan Strategis dengan KBRI Kuala Lumpur, Perkuat Akses KKN dan Kualitas SDM 3

UNUSIDA Jalin Kemitraan Strategis dengan KBRI Kuala Lumpur, Perkuat Akses KKN dan Kualitas SDM

MALAYSIA, 9 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mengukuhkan komitmen internasionalisasinya. Dalam sebuah momen bersejarah, UNUSIDA dan 101 perguruan tinggi lain di Indonesia secara kolektif menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Aliansi strategis ini membuka jalur bagi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Mengajar dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di 77 Sanggar Belajar (SB) di Semenanjung Malaysia, yang menjadi tempat anak-anak para pekerja migran Indonesia menimba ilmu. Penandatanganan ini juga berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi para tenaga pendidik di lingkungan UNUSIDA dan perguruan tinggi lainnya.

Seremoni penting ini berlangsung di Nilai, Malaysia pada Selasa (9/9/2025), diselimuti semangat kolaborasi yang kuat. Dari pihak UNUSIDA, hadir Rektor Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, bersama jajaran pimpinan universitas. Sementara itu, pihak KBRI Kuala Lumpur dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono, didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Prof. Dr. Mohammad Firdaus, SP, M.Si. Penandatanganan ini tidak hanya memperkuat diplomasi pendidikan antar institusi, tetapi juga mengukuhkan sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat lintas negara.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menjelaskan bahwa MoU ini adalah langkah konkret untuk memperluas kiprah UNUSIDA ke ranah internasional. Fokus utama dari kemitraan dengan KBRI Kuala Lumpur ini mencakup tiga hal esensial: pertama, membuka akses untuk program KKN Internasional Mengajar dan PKM di 77 Sanggar Belajar di Semenanjung Malaysia; kedua, menguatkan koordinasi teknis dalam implementasi program-program tersebut; dan ketiga, meningkatkan kompetensi tenaga pengajar UNUSIDA.

“Kemitraan dengan KBRI Kuala Lumpur adalah gerbang penting bagi mahasiswa dan dosen UNUSIDA untuk terlibat langsung dalam program internasional. Melalui KKN Internasional Mengajar dan PKM, mahasiswa akan memperoleh pengalaman berinteraksi dengan masyarakat diaspora Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi nyata,” ujar Dr. Fatkul Anam. Ia menambahkan bahwa program KKN Internasional ini memiliki target sasaran yang jelas, yaitu anak-anak pekerja migran Indonesia yang menempuh pendidikan di Sanggar Belajar, sehingga program ini juga menumbuhkan kepekaan sosial dan rasa nasionalisme.

Dubes Hermono menyambut baik antusiasme dari 102 perguruan tinggi Indonesia. Ia menuturkan, keberadaan Sanggar Belajar adalah bentuk kepedulian pemerintah Indonesia terhadap hak pendidikan anak-anak pekerja migran. Dengan adanya program KKN Internasional ini, para siswa Sanggar Belajar akan mendapatkan dukungan tambahan dalam proses belajar mengajar. Atdikbud Prof. Dr. Mohammad Firdaus menambahkan, kolaborasi ini adalah perwujudan nyata dari diplomasi pendidikan yang bertujuan mengoptimalkan sumber daya dari berbagai institusi untuk kepentingan bangsa.

Kemitraan strategis ini diharapkan memberikan dampak yang signifikan bagi UNUSIDA. Terbukanya akses KKN Internasional akan memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus mengasah kompetensi mereka dalam praktik Tri Dharma Perguruan Tinggi di luar negeri. Interaksi dengan komunitas diaspora Indonesia akan memperkuat rasa kebangsaan mereka.Di sisi lain, peningkatan kerja sama teknis dengan KBRI Kuala Lumpur akan memastikan kelancaran, pendampingan, dan monitoring program KKN Internasional dan PKM. Kolaborasi ini juga membuka peluang untuk pengembangan program bersama, seperti lokakarya, pelatihan, atau penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Poin penting lainnya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama tenaga pendidik UNUSIDA. Melalui kolaborasi ini, para dosen akan memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan akademik, mengikuti program pengembangan kompetensi, serta mengukuhkan kualitas pengajaran mereka sesuai dengan standar global.”Manfaat dari MoU ini sangat nyata: mahasiswa mendapatkan ruang untuk berkiprah di panggung internasional, dosen memiliki akses untuk meningkatkan kualitas diri, dan institusi memperoleh reputasi yang semakin kuat di tingkat global. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh civitas akademika UNUSIDA, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia yang ada di Malaysia,” tegas Dr. Fatkul Anam.

MoU ini menjadi bagian dari strategi besar UNUSIDA dalam menjawab tantangan global. Rektor UNUSIDA berharap, inisiatif ini tidak berhenti pada penandatanganan, melainkan segera diwujudkan dalam program-program nyata.”Kami berharap KKN Internasional Mengajar, PKM, dan peningkatan kualitas dosen menjadi agenda tahunan yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat Indonesia di luar negeri,” pungkas Dr. Fatkul Anam. Melalui penandatanganan ini, UNUSIDA menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan pendidikan tinggi berbasis internasionalisasi. Kemitraan dengan KBRI Kuala Lumpur diharapkan menjadi titik awal bagi beragam program unggulan lain, baik di bidang akademik maupun pengabdian masyarakat. Dengan dukungan dari semua pihak, UNUSIDA optimis mampu melahirkan generasi muda berwawasan global, unggul dalam kompetensi, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.

Ketua LLDIKTI 7 Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. dalam Wisuda IX UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua LLDIKTI Wilayah 7 Jatim Prof. Dyah Sawitri: Wisudawan UNUSIDA Harus Santun, Rasional, dan Berdampak

SURABAYA – Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 7 Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., memberikan sambutan penuh pesan moral dan motivasi dalam Wisuda IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang meluluskan 573 wisudawan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dyah menekankan pentingnya sikap santun, konstruktif, dan bermartabat bagi para mahasiswa maupun wisudawan dalam menyampaikan aspirasi. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terprovokasi dan selalu berpikir rasional, serta menjaga nama baik almamater.

“Apapun aspirasi adalah hal positif, namun yang paling penting kita harus mencerminkan identitas akademik yang intelektual. Insya Allah para wisudawan UNUSIDA adalah lulusan yang hebat, rasional, dan penuh komitmen serta tanggung jawab,” tegasnya.

Prof. Dyah juga berpesan kepada seluruh perguruan tinggi swasta (PTS) agar menindaklanjuti arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru). Ia menekankan pentingnya fakta integritas sebagai acuan dalam proses pendidikan tinggi, termasuk input, proses, hingga output.

Selain itu, ia mengingatkan para wisudawan untuk memastikan data akademiknya tercatat benar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Hal ini untuk menghindari kendala saat penggunaan ijazah, melamar kerja, maupun proses administratif lainnya.

Lebih lanjut, Prof. Dyah turut menyampaikan doa dan motivasi agar para lulusan UNUSIDA menjadi generasi yang siap kerja, mampu mencetak peluang kerja, serta berdampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Jangan lupa mengisi tracer study sebagai bentuk kontribusi nyata bagi perbaikan berkelanjutan kualitas pendidikan tinggi kita. Dari sanalah UNUSIDA akan semakin kuat sebagai kampus yang berdampak,” tambahnya.

Dalam suasana hangat, Prof. Dyah juga menyampaikan pesan khusus melalui sebuah pantun motivasi. Berikut pantun yang ia sampaikan:

“Bunga mawar bunga melati, indah berseri di ruangan ini. UNUSIDA melangkah pasti, demi mewujudkan kampus berdampak untuk NKRI.”

“Selamat dan sukses kepada 573 wisudawan UNUSIDA, semoga menjadi lulusan yang siap kerja, penuh komitmen, dan memberi manfaat luas.”

Tak hanya itu, ia juga menyinggung arah kebijakan pendidikan tinggi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), teknologi, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta peran pemuda dan perempuan.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya sekadar mencetak lulusan, tetapi harus menjadi penggerak perubahan, riset, pemberdayaan, dan berdampak nyata. Itulah hakikat kampus penggerak menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (MY)

Ketua Umum PBNU, KH Yahya CHolil Staquf saat menyampaikan Orasi Kebangsaan saat Wisuda IX UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Orasi Kebangsaan di Wisuda IX UNUSIDA: Sarjana Harus Siap Mengabdi untuk Bangsa

SURABAYA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, hadir memberikan orasi kebangsaan pada Wisuda IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang dilaksanakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/9/2025).

Dalam orasinya, Gus Yahya menekankan bahwa wisuda bukan sekadar pengakuan status akademik, melainkan juga rekognisi atas kapasitas dan kompetensi yang harus diwujudkan dalam pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan agama.

Menurut Gus Yahya, dalam tradisi Islam, pengakuan keilmuan bersifat kualitatif, sehingga tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan istilah ‘sarjana’ dalam pendidikan modern. Seperti pengakuan terhadap seorang ulama atau ilmuwan tidak berhenti pada ijazah, tetapi lebih kepada kualitas keilmuan, kompetensi, dan dedikasi yang diakui oleh masyarakat. Ia mencontohkan ulama besar seperti Imam Syafi’i, Imam Al-Ghazali, hingga Imam Fakhruddin Ar-Razi, yang diakui bukan karena gelar formal semata, tetapi karena kapasitas dan integritas keilmuannya.

“Pertanyaan pentingnya adalah, apakah kesarjanaan kita ini hanya dipahami sebagai status lulusan, ataukah juga sebagai kompetensi dan kapasitas yang sesungguhnya?” tegasnya.

Gus Yahya mengingatkan bahwa perjalanan para wisudawan tidak berhenti pada prosesi wisuda. Justru setelah menyandang gelar sarjana, mereka akan berhadapan dengan tantangan hidup yang lebih besar. “Urusan kalian belum selesai. Masih banyak pergulatan kehidupan yang harus dihadapi. Karena itu, selain ikhtiar lahir, jangan pernah melepaskan ikhtiar batin dengan terus bergantung kepada Allah,” pesannya.

Ia juga mengutip nasehat ulama bahwa seluruh ikhtiar manusia berjalan dalam bingkai takdir Allah. Karena itu, seorang sarjana harus bermental kuat, siap bersyukur ketika mendapat keberhasilan, dan siap ridha ketika menghadapi ujian. “Dengan sikap mental seperti ini, tantangan apapun tidak akan menggoyahkan langkah kita untuk mencapai kemajuan dan kemuliaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyinggung tentang strategi ekonomi nasional yang dipaparkan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menurutnya membuka jutaan lapangan kerja baru. Hal ini menjadi peluang besar bagi para sarjana, termasuk lulusan UNUSIDA, untuk turut berkontribusi. Namun, ia mengingatkan agar para wisudawan tidak hanya berorientasi pada pekerjaan di satu daerah, tetapi siap mengabdi di seluruh wilayah Indonesia.

“Indonesia akan makmur apabila sarjana-sarjana Universitas Nahdlatul Ulama siap mengabdi secara nasional, di seluruh tanah air. Bukan hanya mencari kehidupan yang lebih baik, tapi juga berbakti kepada bangsa dan negara. Karena dengan berbakti dan mengabdi, insya Allah kita akan mendapatkan kemuliaan,” pungkasnya. (MY)

Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam saat menyampaikan smabutan dalam Wisuda IX (Foto: Humas UNUSIDA)

Wisuda IX: Rektor UNUSIDA Dorong Lulusan Untuk Lebih Kreatif, Inovatif, dan Siap Mengabdi

SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Wisuda ke-IX dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/92025).

Sebanyak 573 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi resmi dikukuhkan. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua PBNU KH Amin Said Husni, Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dyah Sawitri, Ketua BPP Unusida KH Arly Fauzi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd, dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menyampaikan apresiasi dan doa terbaik bagi para wisudawan yang resmi menyandang gelar sarjana. Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang awal untuk menapaki berbagai peluang kehidupan.

“Bagi kalian yang sudah bekerja, semoga mampu membuktikan kepada kolega dan pimpinan bahwa gelar sarjana menjadikan kalian lebih kreatif, inovatif, dan produktif. Bagi yang belum mendapatkan pekerjaan, kami berdoa agar segera mendapat pekerjaan sesuai bidang keahlian. Sementara bagi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, semoga Allah memberikan jalan menuju perguruan tinggi yang terbaik,” tuturnya.

Di tengah sambutannya, Rektor juga menyelipkan pesan penuh kehangatan bagi wisudawan yang sedang menanti pasangan hidup maupun yang masih sendiri.

“Bagi yang sudah ditunggu calon suami atau istri, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. Dan bagi yang masih jomblo, semoga segera menemukan pilihan hatinya,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan hangat para hadirin.

Lebih jauh, Fatkul Anam mengingatkan bahwa perjalanan hidup para sarjana akan diwarnai dengan tantangan dan pengalaman baru. Namun dengan ilmu, iman, dan keteguhan hati, semua itu dapat dijalani dengan baik.

Momentum Wisuda IX juga menjadi catatan penting dalam sejarah UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa universitas terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik dan kelembagaan. Salah satunya ditandai dengan capaian akreditasi unggul Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta pengakuan UNUSIDA sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia yang berhasil masuk dalam klaster madya-utama pada akhir 2024.

“Capaian ini membuktikan bahwa UNUSIDA tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari khidmat Nahdlatul Ulama dalam mencetak generasi berilmu, bermutu, dan berdaya saing internasional,” pungkasnya. (MY)

INFORMASI WISUDA IX UNUSIDA 2025

Dengan hormat, bersama ini kami sampaikan informasi pelaksanaan Wisuda IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun 2025 sebagai berikut:

💰 Biaya Pendaftaran
Rp 2.000.000,-

🎓 Fasilitas yang Didapatkan
* Baju toga wisuda dan atribut kelengkapan toga
* Snack untuk wisudawan
* Snack dan makan untuk orang tua wisudawan
* Foto prosesi pelantikan wisuda

📅 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal: Sabtu, 06 September 2025
Pukul: 07.00 WIB – Selesai
Tempat: Dyandra Convention Center
Jl. Basuki Rahmat No.93-105, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271

📅 Gladi Bersih dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Jum’at, 05 September 2025
Pukul: 13.00 WIB – Selesai
Tempat: Dyandra Convention Center
Jl. Basuki Rahmat No.93-105, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271

Catatan: Pembagian Undangan Wali Akan Dibagikan Saat Gladi Bersih

Nb: Peserta WAJIB hadir 06.30 WIB (30 Menit Sebelum Acara Dimulai)

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Mohon kepada seluruh calon wisudawan untuk memperhatikan informasi tersebut. Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

KKN Kelompok 14 UNUSIDA Gelar Seminar Digitalisasi UMKM, Dorong Warga Desa Kepatihan Melek Media Sosial Marketing (Foto: Daniel Achmad Farizki)

KKN Kelompok 14 UNUSIDA Gelar Seminar Digitalisasi UMKM, Dorong Warga Desa Kepatihan Melek Media Sosial Marketing

SIDOARJO — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, branding digital kini menjadi salah satu kunci utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok 14 sukses menyelenggarakan seminar bertajuk ‘Strategi Media Sosial Marketing untuk UMKM Naik Kelas’. Kegiatan ini merupakan program kerja utama KKN di Desa Kepatihan RT 2 RW 4, Kecamatan Tulangan, pada Ahad (10/08/2025) lalu.

Materi utama seminar disampaikan oleh Laily Muzdalifah, S.Pd., MM, Kepala Divisi Ekonomi dan Bisnis UPT Pusat Studi UNUSIDA. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya memahami target pasar, memilih platform yang sesuai, serta menjaga konsistensi dalam pembuatan konten berkualitas.

Ia memberikan materi mengenai dasar-dasar pemasaran digital, pembuatan konten menarik, hingga tips menjaga konsistensi branding. Peserta juga diajak praktik langsung membuat akun bisnis dan mencoba memasarkan produk mereka melalui media sosial.

“Media sosial kini telah menjadi sarana pemasaran yang sangat efektif karena dapat diakses oleh semua kalangan. Platform seperti WhatsApp, Instagram, hingga TikTok membuka peluang besar bagi UMKM untuk mengenalkan produk mereka secara luas. Namun, kunci keberhasilan terletak pada strategi, interaksi aktif dengan konsumen, dan konsistensi branding,” jelasnya.

Acara yang dihadiri sekitar 20 peserta, terdiri dari pelaku UMKM dan warga yang tertarik mengembangkan usahanya masing-masing. Seminar tampak berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi dari peserta terkait tantangan pemasaran digital yang mereka hadapi. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dalam mendukung usaha mereka.

Sementara itu, Ketua KKN 14, Daniel Achmad Farizki mengatakan, seminar ini berangkat dari kebutuhan UMKM Desa Kepatihan yang masih terbatas dalam memanfaatkan teknologi digital. Oleh karena itu, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mikro di era digital.

Program seminar ini lahir dari hasil survei yang dilakukan oleh tim KKN 14, yang menemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Desa Kepatihan masih belum menyadari potensi besar dari branding digital, serta minim keterampilan dalam memanfaatkan media sosial secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan ini digagas untuk memberikan edukasi praktis sekaligus strategi efektif dalam menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran.

“Tema ini kami angkat karena kami menyadari bahwa di era digital saat ini, media sosial bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi alat pemasaran yang sangat efektif dan terjangkau bagi pelaku UMKM,” ungkapnya, Kamis (4/9/2025).

Melalui seminar ini, ia berharap para pelaku UMKM di Desa Kepatihan dapat memperoleh wawasan praktis tentang bagaimana mengoptimalkan media sosial, mulai dari membuat konten menarik, memahami perilaku konsumen digital, hingga memanfaatkan fitur pemasaran di berbagai platform.

“Banyak UMKM di sini yang produknya bagus, tetapi jangkauannya masih terbatas. Dengan pelatihan ini, kami berharap mereka bisa memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga marketplace untuk memperluas pasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Daniel menyebutkan, seminar ini menjadi salah satu program unggulan KKN 14 UNUSIDA di Desa Kepatihan, selain kegiatan sosial, edukasi, dan penguatan karakter masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berkontribusi bagi masyarakat, tetapi juga belajar langsung mengenai dinamika UMKM lokal dan pentingnya literasi digital di era modern.

“Setelah ini UMKM Desa Kepatihan semakin siap menghadapi era digital, mampu mengelola branding usahanya secara profesional, serta meningkatkan daya saing produk melalui strategi pemasaran berbasis media sosial,” pungkasnya. (MY)

Penandatanganan MoU UNWAHA dengan UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNWAHA dan UNUSIDA Teken MoU: Perkuat Kolaborasi Digitalisasi, Publikasi, dan Prestasi Internasional

SIDOARJO — Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (3/9/2025). Penandatanganan ini menjadi rangkaian kegiatan benchmarking yang dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Nahdlatul Ulama, khususnya dalam bidang digitalisasi sistem akademik, riset dan publikasi ilmiah, serta peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkhul Anam, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi era digital dan persaingan global. Pihaknya bertekad mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional

“Di UNUSIDA, sistem informasi telah kita lakukan digitalisasi di 26 layanan penting. Hal ini tidak hanya menghemat SDM, tetapi juga membangun budaya tertib. Selain itu, dengan sistem SIPOMA 500, mahasiswa terdorong untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti capaian UNUSIDA dalam bidang riset dan publikasi. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, ia mendorong dosen agar aktif dalam penelitian dan pengabdian. Hasilnya, saat ini UNUSIDA masuk 245 besar seluruh PTN/PTS se-Indonesia untuk SINTA indeks. Tak hanya itu, UNUSIDA saat ini memiliki 15 doktor aktif, serta 24 dosen yang sedang menempuh studi lanjut.

“Target kami jelas: percepatan publikasi nasional dan internasional, pencapaian HKI, dan fokus pada prestasi mahasiswa internasional. MoU ini adalah langkah nyata untuk mempercepat pencapaian target tersebut,” tambahnya.

Output yang diharapkan dari MoU ini antara lain lahirnya program kolaboratif seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penguatan sistem digitalisasi untuk mendukung tata kelola modern.

Direktur Pascasarjana UNWAHA, Dr. H. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I., menyampaikan optimisme dalam menjadi kerja sama dengan UNUSIDA selanjutnya. Ia yakin sinergi ini akan memberi manfaat besar, tidak hanya bagi kedua kampus, tetapi juga untuk masyarakat luas.

“Kami melihat MoU ini sebagai jembatan untuk memperluas cakrawala akademik dan memperkuat kapasitas kelembagaan. UNWAHA siap berkolaborasi dengan UNUSIDA, khususnya dalam penelitian, publikasi, dan inovasi teknologi pendidikan,” ungkapnya.

MoU ini menjadi awal dari program kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. Kedua universitas sepakat menjadikan kolaborasi ini sebagai model sinergi antarperguruan tinggi berbasis nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Dengan semangat kebersamaan, UNWAHA dan UNUSIDA optimis dapat mencetak lulusan berdaya saing global, menghasilkan riset berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.